Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Gagal jantung pada pasien pediatrik merupakan salah satu penyebab penting

terjadinya morbiditas dan mortalitas pada masa kanak-kanak. Etiologi dan

pathogenesis gagal jantung anak berbeda dengan kasus gagal jantung pada orang

dewasa. Sementara pada gagal jantung dewasa penyebab utamanya berkaitan

dengan iskemia, semntara pada gagal jantung anak penyebab utamanya adalah

penyakit jantung bawaan dan kardiomiopati.1

Insiden pasti gagal jantung pada pasien pediatrik masih belum dapat

ditentukan. Penyakit jantung bawaan merupakan etiologi utama gagal jantung pada

pediatrik di seluruh dunia. Dari sekitar 14.000 kasus gagal jantung pediatrik yang

dirawat inap di Amerika, 65% berkaitan dengan penyakit jantung bawaan.

Sementara etiologi lainnya adalah kardiomiopati, baik kardiomiopati primer

ataupun kardiomiopati yang didapat. Insiden kardiomiopati primer pada anak

diperkirakan sekitar 1.13 – 1.24 kasus per 100.000 anak, meskipun tidak semua

kasus kardiomiopati akan menjadi kasus gagal jantung. Insiden kardiomiopati

terbesar ditemukan pada kelompok usia bayi (< 1 tahun) yaitu 8.34 – 7.84 kasus per

100.000 bayi.2

Terdapat banyak penelitian-penelitian besar yang dipublikasikan mengenai

tatalaksana gagal jantung pada orang dewasa, namun penelitian pada anak-anak

jauh lebih sedikit dan meskipun ada hanya penelitian kecil, bersifat retrospektif dan

menggunakan skala yang cukup bervariasi dalam menentukan efikasinya.

Sehingga, tatalaksana gagal jantung pada pasien pediatrik kebanyakan didasarkan


pada pengalaman klinis dan pengaplikasian dari data-data kasus gagal jantung

dewasa yang didukung dengan data pediatrik yang terbatas. Sebenarnya hal tersebut

tidaklah ideal karena terdapatnya perbedaan etiologi yang cukup signifikan. Namun

bagaimanapun, pengalaman klinis penggunaan obat-obatan yang terbukti efektif

pada kasus gagal jantung dewasa menunjukkan hasil yang cukup memuaskan pada

kasus gagal jantung pediatrik.3