Anda di halaman 1dari 2

NASKAH KONSELING PENGGUNAAN ANTIBIOTIK

Kelompok 3: Ajeng Yuniarti (Pasien)

Nungky Juliani A (Orangtua Pasien)

Putri Nurhayat (Konselor)

Ratna Rosdiana (Notulen)

Seorang pasien wanita 22 tahun terdiagnosa menderita infeksi saluran pernapasan.

Mendapatkan resep antibiotik Cefixim 100 mg dua kali sehari selama 7 hari.

Konselor di Apotek Arissa Farma memberikan konseling pada saat menyerahkan obat
:

K: Selamat sore, perkenalkan saya Putri, Apoteker yang menyiapkan obat untuk anda
apakah ini Nn. Ajeng Yuniarti ?

P: ya, saya Ajeng

K: Lalu ini ibunya ? ( sambil bertanya ke arah Nungky )

OP: Iya, saya ibunya Ajeng

K: Untuk mendapatkan keberhasilan pengobatan, mba Ajeng perlu meminum obat ini
dengan benar, apakah ibu dan mba Ajeng mempunyai waktu sekitar 5 menit untuk
mendapat penjelasan mengenai obat ini ?

P: Ya, tapi tenggorokan saya sakit dan kering.

K: Baik, saya akan menjelaskan tentang obat ini supaya sakit tenggorokan mba Ajeng
dapat segera diatasi dengan minum obat yang benar. Keluhan apa saja yang mba
rasakan pada saat mba berobat ke dokter ?

P: Tenggorokan saya sakit dan sulit menelan

OP: anak saya juga batuk-batuk sudah beberapa hari, dan badannya juga demam. Saya
sudah memberikan dia obat flu batuk yang biasa mba, tapi belum ada perubahan.

K: sudah berapa hari minum obat batuknya bu ?

OP: sudah tiga hari mba, sudah sampai habis satu botol sirup obat batuknya.

K: Ya, ini dokter meresepkan obat untuk menyembuhkan infeksi saluran pernapasan,
tapi tentu saja obatnya harus diminum dengan benar. Saya akan menjelaskan sedikit
tentang obat ini. Apakah dokter sudah menjelaskan kegunaan obat ini ?

P: Ya, menurut dokter obat ini untuk sakit tenggorokan saya, dan saya harus
menghabiskannya kalau mau sembuh.

K: Benar, obat ini adalah antibiotik untuk infeksi saluran pernapasan, nama obat ini
adalah Cefixim dengan dosis 100 mg/kapsul. Obat ini harus diminum dua kali sehari
satu tablet selama 7 hari. Karena ini obat anti infeksi, diusahakan durasinya harus tepat
ya, jadi minum obat ini setiap 12 jam , dan tentukan jam minum obat yang tidak
mengganggu jadwal kegiatan mba. Kalau mba Ajeng minum obat ini setiap pukul 7
pagi dan pukul 7 malam kira-kira ada kesulitan tidak ?

P: Tidak mba, saya biasa berangkat bekerja pukul 8 pagi dan pulang pukul 5 sore, jadi
saya bisa minum obat pada jadwal tersebut.

OP: obatnya diminum sebelum atau sesudah makan mba?

K: obat ini boleh diminum sebelum ataupun sesudah makan. Akan tetapi, untuk
menghindari gangguan pada lambung, sebaiknya obat ini diminum setelah makan.

K: oh ya, obat ini setelah habis tidak dapat dibeli lagi tanpa resep baru dari dokter ya,
jadi obat ini diminum selama 7 hari sampai habis, meskipun mba merasa sudah
sembuh setelah 3 hari minum obat ini, obatnya harus tetap diminum sampai habis, hal
ini untuk mencegah kekambuhan penyakit.

K: Apakah mba Ajeng mempunyai riwayat alergi terhadap penicillin ?

P: Saya tidak tahu.

OP: tidak mba, anak saya tidak ada alergi terhadap penicillin. Dulu pernah berobat
dikasih resep amoxicillin dan tidak ada reaksi alergi.

K: Baik, berarti tidak ada riwayat alergi penicillin. Kalau riwayat alergi pada keluarga
seperti asma, kulit kemerahan dan gatal-gatal ada ?

OP: Tidak ada juga mba

K: baik, sebelum berobat ke dokter ini apakah mba Ajeng mendapatkan terapi
antibiotik lain ?

OP: tidak mba, anak saya tidak minum antobiotik sebelumnya. Saya hanya
memberikan obat demam dan obat batuk yang ada di rumah saja.

K: oke, jika mba Ajeng merasa mual karena minum obat ini, minum obatnya sesudah
makan ya. Setiap obat memiliki efek samping, dapat bersifat ringan atau berat, jika
setelah minum obat ini timbul diare lebih dari 2 hari, gatal-gatal, sesak napas, kepala
pusing, rasa tidak nyaman pada pencernaan, segera hubungi dokter yaa.

OP: baik mba. Oh ya mba, seandainya anak saya lupa minum obat itu bagaimana mba
?

K: jika mba Ajeng baru ingat 2 jam sebelum dosis yang berikutnya, jangan diminum
obatnya, atau hilangkan dosis yang terlupa, tunggulah sampai dosis berikutnya dengan
minum 1 tablet saja. Jangan meminum obat 2 kali lipat.

Cukup jelas bu ? apakah ada lagi yang mau ditanyakan ?

OP: tidak ada mba

K: baiklah, Saya sudah menjelaskan cara menggunakan obat ini, sekarang coba mba
Ajeng mengulangi nama obat ini dan bagaimana cara meminumnya ?

P: Ya, obat ini adalah cefixim, saya harus minum obat ini 2 kali sehari 1 capsul pada
pukul 7 pagi dan pukul 7 malam sesudah makan, selama 7 hari harus dihabiskan.

K: Bagus, gejala efek samping apa yang mungkin timbul dan harus mba Ajeng
perhatikan selama minum obat ini ?

P: Kemungkinan akan timbul diare, mual, gatal-gatal, sesak napas, kepala pusing.

K: Benar, nah sekarang mba Ajeng sudah memahami tentang obat ini dan cara
meminumnya.

Jangan lupa obat ini harus disimpan ditempat yang aman dari jangkauan anak-anak,
dan terlindung dari cahaya atau panas. Jangan memberikan obat ini pada orang lain
yang mempunyai gejala penyakit yang sama, karena jika tidak cocok akan berakibat
fatal. Apakah ada pertanyaan lain ?

P: Tidak, saya rasa cukup

K: Baik, semoga lekas sembuh, jangan ragu-ragu menghubungi kami jika anda
mendapat kesulitan tentang pengobatan ini.

P: terima kasih

K: Sama-sama.