Anda di halaman 1dari 16
Penyimpangan Aqidah dalam Kehidupan Masyarakat (1)

Penyimpangan Aqidah dalam

Kehidupan Masyarakat (1)

Pendahuluan

Islam, pada hakekatnya, adalah agama yang lurus dan murni yaitu agama yang suci serta terhindar dari pada hal-hal yang kotor, yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang berisi sekumpulan wahyu Allah untuk mengatur tatanan kehidupan manusia di dunia

Namun walaupun begitu ternyata masih saja bentuk- bentuk penyimpangan akidah yang dilakukan dan berkembang dalam kehidupan manusia

Penyebab Penyimpangan Aqidah

1. Ketidaktahuan terhadap aqidah shahihah (yang benar). Hal ini bisa dikarenakan tidak mau (enggan) mempelajari dan mengajarkannya, atau bisa juga karena kurangnya perhatian terhadap masalah aqidah ini

2. Ta’ashshub (fanatisme) terhadap sesuatu yang diwarisi dari nenek moyang atau orang terdahulu, sekalipun itu salah

Penyebab Penyimpangan Aqidah

3.

Taqlid buta, yaitu mengambil dan mengikuti pendapat manusia dalam masalah aqidah tanpa mengetahui dalilnya dan tanpa menyelidiki se- berapa jauh kebenaran dalil tersebut

4.

Ghuluw (berlebihan) dalam mencintai para wali dan

orang-orang shalih. Menjadikan para wali sebagai perantara antara Allah dan makhlukNya, sehingga sampai pada tingkat penyembahan para wali tersebut dan bukan menyembah Allah

Penyebab Penyimpangan Aqidah

5. Ghaflah (lalai) terhadap perenungan ayat-ayat Allah yang terhampar di jagat raya ini (ayat-ayat kauniyah) dan ayat-ayat Allah yang tertuang dalam KitabNya (ayat-ayat Qur’aniyah), lebih mengedepankan rasionalitas. Sikap ini melahirkan keyakinan bahwa kemajuan teknologi dan sains adalah hasil jerih payah manusia semata, tidak ada campur tangan Allah SWT

Bentuk Penyimpangan

SYIRIK. Syirik kata dasarnya adalah syarika yang berarti ‘jadilah ia berteman atau bersekutu’, kemudian ditambah awalan hamzah menjadi asyraka yang berarti menyekutukan atau menjadikan sesuatu (yang satu) menjadi dua (ja’ala syarīkan)

Dalam Islam syirik di artikan dengan keyakinan Tuhan

yang banyak

Dalam tauhid, syirik dimaknai sebagai suatu

keyakinan bahwa terdapat kekuatan lain bersama

Allah dalam pelaksanaan takdir dan pengaturan alam

Bentuk Penyimpangan

Syirik juga diartikan ialah percaya, bahwa ada yang memberi bekas selain Allah dan percaya bahwa ada sesuatu yang mempunyai kekuasaan yang mutlak selain Allah

Dalam tataran pelaksanaan ibadah/amaliyah, syirik

juga ada yang memaknai apabila seseorang yang

melakukan ibadah atau ‘amaliyah dengan tujuan

selain Allah tanpa diikuti dengan keesaan tauhid,

iman, serta ikhlas maka hal dipandang syirik

Bentuk Penyimpangan

Syirik ada yang mengklasifikasikan kepada dua, yaitu

syirik akbar (besar) dan syirik asghar (kecil).

Syirik akbar adalah dapat mengeluarkan pelakunya

dari jalan islam dan baginya wajib kekal di dalam

neraka, dan haram pula untuknya surga hal ini

apabila ia mati dalam keadaan syirik

Syirik asghar, ia tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam, tetapi ia termasuk sebesar- besarnya diantara dosa yang paling besar

Bentuk Penyimpangan

1.

2.

3.

Bentuk syirik:

Bersumpah kepada selain Allah

Menggantung/memakai Jimat

Rukyah dan Pelet. Untuk rukyah tidak dilarang

apabila mmenuhi syarat: (a) menggunakan kalam

Allah (al-Qur’an) atau nama dan sifat-sifat-Nya, (b)

Dengan bahasa ‘arab atau dengan bahasa yang

diketahui atau dipahami maknanya, (c) menyakini

bahwa rukyah itu tidak memberi bekas/pengaruh,

kecuali dengan kekuasaan Allah

Bentuk Penyimpangan

Bentuk syirik:

1.

Menyembelih untuk selain Allah dan dijadikan media memperoleh keberuntungan/kesembuhan tertentu

2.

Sihir dan perdukunan, karena hal ini merupakan

perbuatan syirik yang melibatkan Jin dan Setan

sebagai teman dan pembantu mereka

3.

Keyakinan terhadap Bintang/Zodiak

Bentuk Penyimpangan

BID’AH. Bid’ah merupakan segala sesuatu yang

dibuat-buat oleh sebagian orang yang dulunya tidak

ada menjadi ada

Hasbi Ash Shiddiqi menytajan bahwa bid’ah adalah “yaitu segala sesuatu yang diada-adakan dalam bentuk yang belum ada contohnya”

Pekerjaan menciptakan bid’ah dalam bahasa arab

dinamai ibtida’. Barang yang dibuat itu, dinamai

bid’ah, demikian juga rupa dan kelakuannya

Bentuk Penyimpangan

Bid’ah menurut definisi syar’i adalah setiap orang yang menyembah Allah tanpa syariat

yang Dia tetapkan, baik itu dalam akidah,

ucapan, dan perbuatan

Barang siapa menyembah Allah tanpa syariat

yang ditetapkan-Nya, baik dari segi akidah, ucapan, atau perbuatan maka ia adalah

seorang Mubtadi’ (pelaku)

Bentuk Penyimpangan

Contoh perbuatan bid’ah:

1.

Segala hal yang bertentangan dengan sunnah berupa ucapan, pebuatan atau keyakinan, walaupun berasal dari ijtihad

2.

Segala perkara yang digunakan untuk mendekatkan

diri kepada Allah, padahal Rasulullah telah

melarangnya

3.

Segala perkara yang tidak mungkin disyariatkan

kecuali dengan nash (dalil), kecuali amalan yang

berasal dari sahabat pada masa Rasulullah SAW

Bentuk Penyimpangan

Contoh perbuatan bid’ah:

1.

Peribadatan dari kebiasaan kaum kafir atau sesuatu yang

diklaim bagian darinya

2.

Apa yang ditetapkan sebagian ulama tentang kesunahannya,

padahal tidak ada dalilnya

3.

Segala ibadah yang tatacaranya tidak disebutkan kecuali dari

hadis dha’if atau maudhu

4.

Berlebih-lebihan dalam ibadah

5.

Segala ibadah yang disyariatkan oleh syar’i, tetapi manusia membatasinya dengan beberapa batasan, seperti tempat, waktu, cara atau bilangan

Cara Menghindari Penyimpangan

Terus mendekatkan diri kepada Allah

Belajar aqidah dan ajaran Islam lainnya dengan benar

dan bersumber pada rujukan yang benar

Mengamalkan ajaran Islam dengan benar dan

didasarkan dalil yang bersumber dari al-Qur’an dan

as-Sunnah

Bergaul dengan orang sholeh; orang yang memiliki

pemahaman dan pengamalan Islam dengan benar