Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN DAN ANALISIS

MUTU PONEK OKTOBER-NOVEMBER

TAHUN 2018

RUMAH SAKIT MELATI

JALAN MERDEKA NO. 92 KOTA TANGERANG


BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Peningkatan mutu merupakan proses manajemen yang bersifat dinamis dan
menyeluruh pada semua unit dirumah sakit. Sejalan dengan hal tersebut makan tatacara
kelembagaan Sudah seharusnya disiapkan dengan mengdepankan pemenuhan kebutuhan
pelanggan, stakeholder, pesaing serta kebutuhan rumah sakit. Berbagi upaya peningkatan
mutu di rumah sakit telah dilaksanakan dengan mengacu pada standart yang telah
ditetapkan oleh kementerian kesehatan dan telah menjaduu komitmen nasional untuk
mencapai target MDG’s yang harus dicapai. Serta memperhatikan rujukan dan kinerja
rumah sakit yang semua indikator saling berkaitan dan banyak variasinya. Untuk
melakukan pengukuran indikator tersebut diperlukan kerja keras keuletan kerjasama yang
harmonis disemua lini kegiatan sehingga hasil yang dicapai dapat menggambarkan mutu
pelayanan Rumah Sakit Melati Tangerang.
Laporan dan evaluasi infikatir mutu pelayanan obstetri neonatal emergensi
komprehensif pada tahun 2018 ini mencakup laporan evaluasi mutu angka keterlambatan
persiapan operasi section caesaria > 30menit, angka keterlambatan penyediaa darah
>60menit, angka kematian ibu dan bayi, serta kejadian tidak dilakukannya inisiasi
menyusui dini pada bayi baru lahir. Laporan ini terdiri dari 4 indikator. Pengumpulan data
dari Oktober 2018 s/d November 2018.
B. TUJUAN
Tujuan Umum
Dapat diketahui mutu di RS Melati Tangerang
Tujuan khusus
a. Mengevaluasi indikator mutu PONEK
b. Memberikan rekomendasi dan masukan bagi manajemen dalam menyusun strategi yang
berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di RS Melati
Tangerang
C. DEFINISI OPERASIONAL
1. Angka keterlambatan operasi section caesaria cito >30menit
Adalah semua kasus maternal cito yang memerlukan operasi segera, persiapan tidak >
30menit
2. Angka keterlambatan penyediaan darah >60 menit
Adalah semua kasus maternal dan neonatal yang memerlukan penyediaan darah,
persiapan tidak > 60menit
3. Angka kematian ibu dan bayi
Adalah Kematian ibu yang disebabkan oleh perdarahan, eklamsi dan sepsis. Kematian
bayi yang disebabkan oleh asfiksia, BBLR dan sepsis
4. Kejadian tidak dilakukannya inisiasi menyusui dini pada bayi baru lahir
Adalah Semua bayi baru lahir yang tidak dilakukan inisiasi menyusui dini.
BAB II
LAPORAN DAN ANALIS MUTU PONEK

1. Angka keterlambatan persiapan operasi section caesaria cito > 30menit


Angka Keterlambatan Persiapan Operasi Section Caesaria
>30menit
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Oktober November

angka keterlambatan persiapan operasi section caesaria > 30menit target

Pasien yang terlambat operasi section caesaria > 30 menit tidak ada, tercapai sesuai dengan
target dan harus dipertahankan pencapaiannya.

PLAN:
Rencana Tindakan:
a. Lakukan pemeriksaan awal pada pasien sesuai dengan prosedur sehingga diagnosa
pasien tepat dan terapi untuk pasien benar.
b. Lakukan monitoring selama persiapan operasi cito dengan mencatat waktu persiapan
sampai dilakukan operasi
DO:
a. Melakukan pemeriksaan awal pada pasien sesuai dengan prosedur sehingga diagnosa
pasien tepat dan terapi untuk pasien benar.
b. Melakukan monitoring selama persiapan operasi cito dengan mencatat waktu persiapan
sampai dilakukan operasi
CHECK:
a. Evaluasi kelengkapan asessment kegawatdaruratan kebidanan
b. Evaluasi pelaporan keterlambatan persiapan operasi sc cito >30menit
ACTION:
a. Mengkoordinasikan persiapakan operasi dari tim igd kepada petugas kamar operasi,
petugas anestesi dan operator sehingga terlaksana persiapan operasi sc cito < 30 menit

2. Angka keterlambatan penyediaan darah >60 menit


Angka Keterlambatan Penyediaan Darah > 60menit
120%

100%

80%

60%

40%

20%

0%
Oktober November

angka keterlambatan penyediaan darah >60menit target

Pasien yang terlambat penyediaan darah 100%, hasil ini belum sesuai dengan target. Masih
perlu support seperti bank darah sendiri untuk mencapai target .

PLAN:
Rencana tindakan:
a. Lakukan persiapan penyediaan darah sesuai dengan prosedur
DO:
a. Melakukan persiapan penyediaan darah sesuai dengan prosedur
CHECK:
a. Evaluasi dari prosedur persiapan darah bagian mana yang bisa menjadi penyebab
keterlambatan
ACTION:
a. Mengkoordinasikan petugas laboratorium dengan petugas pengambil darah ke PMI
sehingga dapat berkomunikasi dengan baik untuk mencapai target.
b. Berkordinasi kepada direktur untuk merencanakan adanya bank darah di rs.

3. Angka kematian ibu dan bayi

Angka Kematian Ibu


100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Oktober November

Perdarahan Eklamsi Sepsis Target

Kejadian kematian ibu karena perdarahan, eklamsi dan sepsis tidak ada, tercapai sesuai
dengan target.
PLAN:
Rencana Tindakan:
a. Lakukan audit internal terkait kematian ibu
b. Lakukan perbaikan dari rekomendasi yang diberikan
c. Lakukan audit maternal kota tangerang
d. Refesh prosedur penanganan baik perdarahan, eklamsi dan sepsis
DO:
a. Melakukan Audit internal terkait dengan kematian Ibu
b. Melakukan perbaikan dari rekomendasi yang diberikan
c. Melakukan audit maternal Kota Tangerang
d. Refesh prosedur penanganan baik perdarahan, eklamsi dan sepsis
CHECK:
Audit kasus sulit
ACTION:
Review kasus kematian pada Ibu

Angka Kematian Bayi


0%

0%

0%

0%

0%

0%

0%
Oktober November

Asfiksia BBLR Sepsis Target

Kejadian kematian bayi karena asfiksia, BBLR, dan Sepsis terjadi 1 kejadian pada bulan
oktober 2018 dikarenakan BBLSR.
PLAN:
Rencana Tindakan:
a. Lakukan audit internal terkait kematian bayi
b. Lakukan perbaikan dari rekomendasi yang diberikan
c. Lakukan audit perinatal kota tangerang
d. Refesh prosedur penanganan baik asfiksi, BBLR dan Sepsis
DO:
a. Melakukan Audit internal terkait dengan kematian bayi
b. Melakukan perbaikan dari rekomendasi yang diberikan
c. Melakukan audit perinatal Kota Tangerang
d. Refesh prosedur penanganan baik asfiksai, BBLR dan Sepsis
CHECK:
Audit kasus sulit
ACTION:
Review kasus kematian pada bayi
4. Kejadian tidak dilakukannya inisiasi menyusui dini (IMD) pada bayi baru lahir

Kejadian Tidak Dilakukan IMD pada BBL


100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Oktober November

kejadian tidak dilakukannya IMD target

Kejadian yang tidak dilakukan Inisiasi Menyusui Dini pada bayi baru lahir belum tercapai
sesuai target. Pada bulan oktober 2018 ada 2 bayi yang tidak dilakukan IMD dikarenakan
bblsr dan perlu dilakukan resusitasi neonatus saat lahir dan 1 bayi di bulan november 2018
karena asfiksia. Kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan IMD.

PLAN:
Rencana Tindakan:
a. Lakukan Inisiasi Menyusui Dini pada bayi baru lahir jika kondisi bayi sehat tidak
memerlukan tindakan resusitasi neonatus.
DO:
a. Melakukan Inisiasi Menyusui dini pada bayi baru lahir jika kondisi bayi sehat tidak
memerlukan tindakan resusitasi neonatus
CHECK:
a. Evaluasi setiap bayi baru lahir apakah dilakukan inisiasi menyusui dini baik persalinan
normal maupun operasi section caesaria, sesuai dengan kondisi dan keadaan ibu dan
bayi.
ACTION:
a. Mengkoordinasikan petugas untuk melakukan inisiasi menyusui dini
b. Berkoordinasi petugas bayi, bidan maupun operator untuk melakukan inisiasi menyusui
dini.
BAB III
PENUTUP

Berdasarkan hasil dan rata-rata capaian mutu RS Melati Tangerang untuk indikator PONEK dapat
dilihat pada tabel berikut :

No Indikator Judul Target Realisasi Tercapai Tidak


tercapai
1. PONEK Angka 0% 0% √
keterlambatan
persiapan
operasi
section
caesaria cito >
30menit

2. PONEK Angka 0% 100% √


keterlambatan
penyediaan
darah >60
menit

3. PONEK Angka Kematian


kematian ibu Ibu:
dan bayi a.Perdarahan: 0% √
≤1%
b.Preeklamsi: 0% √
≤30%
c.Sepsis: 0% √
≤0,2%

Kematian
bayi:
a. Asfiksia 0% √
0%
b. BBLR 0% 0,005% √
c. Sepsis 0% 0% √
4. PONEK Kejadian 0% 0,005% √
tidak
dilakukannya
inisiasi
menyusui dini
(IMD) pada
bayi baru
lahir

REKOMENDASI
1. Dari 4 indikator PONEK ada 2 indikator tercapai target ada 2 indikator yang tidak tercapai.
Perlu ada nya support bank darah untuk mencapai target bagi indikator keterlambatan
penyediaan darah. Indikator lain perlu dipertahankan untuk pencapaiannya.

Anda mungkin juga menyukai