Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN

PRAKTIKUM GEOHIDROLOGI

ACARA III

PUMPING TEST 1

Dosen Pengampu : Ferryati Masitoh. S,Si, M.Si

Disusun oleh :

Nama : Fachri Abi Hidayat

NIM : 150722602644

Offering / Angkatan : H / 2016

Assisten : Retno Hatmanti

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU SOSIAL

JURUSAN GEOGRAFI

PRODI GEOGRAFI

2018
ACARA 3

PUMPING TEST

I. TUJUAN
1. Mampu memahami mengenai jenis aliran air tanah dan metode uji pemompaan
yang di terapkan
2. Mampu mengolah data uji pemompaan airtanah menggunakan beberapa metode
pengolahan data.

II. ALAT DAN BAHAN


1. Alat
a. Penggaris
b. OHP
c. Laptop
d. Alat Tulis
2. Bahan
a. Kertas semilog
b. Kertas log log
c. Plastik transparan
d. Data kurva baku Theis
e. Data drawdown hasil pumping test

III. DASAR TEORI


Pumping test merupakan metode pengukuran debit air yang beride dari
pengamatan kontinuitas sumber air dan ketersediaan air dari sumber itu sendiri
(Harjito : 2007). Inti dari pumping test adalah melihat perbandingan dari penurunan
muka air tanah saat di lakukan pemompaan dengan proses recovery atau kenaikan
muka air tanah dalam suatu tenggang waktu tertentu. Dalam pumping test terdapat
beberapa kemungkinan antara lain:
1. Jika penurunan muka air tanah saat di lakukan pumping dengan kenaikan
muka air tanah bernilai 1, maka debit sumber air tanah = debit air yang di
keluarkan
2. Jika laju penurunan muka air tanah saat pemompaan lebih besar daripada
saat recovery, maka debit sumber lebih kecil daripada debit pompa
3. Jika debit pemompaan lebih kecil di bandingkan debit recovery, berarti
debit sumber lebih besar di bandingkan debit pompa.

Pumping test memiliki arti dalam mengalanisis potensi suatu akuifer dalam
menyimpan air tanah. Untuk mendapatkan gambaran kemampuan akuifer dalm
menyimpan tanah dibutuhkan data Hydraulic Conductiviy (K), Transmissivitas
(T), dan Storage Coeffisient (S).

Terdapat banyak sekali metode pumping test, hal ini berkaitan dengan jenis
airtanah dan kondisi akuifernya. Berkaitan dengan jenis air tanah, terdapat
beberapa hal yang harus di pertimbangkan:

1. Steady State Flow Condition


Jika suatu sumur di pompa cukup lama, water level pada equilibrium
yang tetap, hal tersebut menunjukkan bahwa drawdown tidak
terpengaruh oleh waktu (Todd: 2005). Kondisi akuifer yang seperti ini
tidak akan menunjukkan perubahan muka air tanah menurut waktu.
Cone of depression tidak akan semakin “tumbuh” jika terus dilakukan
pemompaan. Kondisi tersebut biasanya diakibatkan oleh imbuhan air
dari luar, misalnya dari bocornya akuitard yang berada di atas maupun
di bawah akuifer yang di pompa sehingga memberi imbuhan air tanah,
atau bisa juga dari sumber lain yang secara tidak langsung memberi
kontribusi. Tetapi pada umumnya kondisi ini sangat jarang di temukan.
2. Unsteady State Flow Condition
Unsteady state flow merupakan suatu kondisi dimana suatu aliran akan
mengalami perubahan hydraulic gradient selama melakukan uji
pemompaan. Kondisi ini biasanya menunjukkan bahwa terjadi kebocorn
pada akuifer dimana pada kondisi atas atau bawah salah satu akuifer
berupa akuitrd (lempung).

IV. LANGKAH KERJA


1. Graphical solution – Theis Method => Unsteady State Flow Condition
a. Siapkan data kurva baku Theis dan Kertas Log-Log
b. Masukkan/plot data u dan W(u) pada kertas Log-log sesuai nilai
c. Jika sudah memasukkan semua nilai u dan W(u) kemudian Tarik menjadi
suatu grafik
d. Siapkan data drawdown pumping test dan kertas log-log
e. Hitung nilai 𝑟 2 /𝑡 setiap catatan waktu, dimana r merupakan jarak dari
sumur uji, dan t merupakan waktu
f. Selanjutnya masukkan/plot nilai S dan 𝑟 2 /𝑡 sesuai pasangan pada kertas
log-log
g. Jika sudah Tarik garis sesuai plot sehingga membentuk grafik
h. Langkah selanjutnya tampalkan kurva baku Theis pada kurva di atas dengan
menjaga kedua sumbu-sumbu log sejajar serta
i. Setelah mendapatkan titik perpotongan antar kedua kurva tersebut
kemudian trik garis horizontal dan vertical sehingga mendapatkan nilai u,
W(u), s, dan 𝑟 2 /𝑡
𝑄
j. Masukkan data tersebut ke rumus transmissivitas 𝑇 = 4.𝜋.𝑠 𝑊(𝑢) dan rumus
4.𝜋.𝑢
koefisien Storage 𝑄 = 𝑟 2 /𝑡

2. Straight Line solution – The Jacob Approximation


a. r konstan dan t berubah
 Siapkan data drawdown hasil pumping test
 Siapkan kertas semilog
 Plot data s (drawdown) dan t (waktu) pada kertas semilog dengan
ketentuan data s pada linier dan t pada siklus log
 Setelah semua titik di ploting kemudian Tarik garis sesuai titik
sehingga membentuk kurva/grafik.
 Cari 1 siklus log pada kurva dan hitung ∆𝑠
 Tarik garis lurus berdasarkan sebaran plot sampai menyentuh garis
paling bawah sehingga mendapatkan nilai t0
2.30.𝑄
 Data kemudian dimasukkan pada rumus Transmissivitas 𝑇 = 4.𝜋.∆𝑠
2.25.𝑇.𝑡0
dan rumus koefisien Storage 𝑆 = 𝑟2

b. t konstan dan r berubah


 Siapkan data drawdown hasil pumping test
 Siapkan kertas semilog
 Ploting data s pada tiga sumur yang tidak mengalami perubahan, dan
nilai r pada masing-masing sumur dengan ketentuan nilai s pada
baris linier dan r pada siklus log
 Tarik garis sesuai sebaran log sehingga membentuk sebuah kurva
 Tarik garis lurus dengan memperhatikan sebaran titik sampai
menyentuh garis paling bawah sehingga di dapatkan nilai r0
 Cari satu siklus pada garis lurus yang di buat tadi sehingga
mendapatkan nilai ∆𝑠
2,30.𝑄
 Masukkan data tersebut pada formula Transmissivitas 𝑇 = dan
2.𝜋.∆𝑠
2,25.𝑇.𝑡
formula koefisien Storage 𝑆 = 𝑟02

3. Analisis

V. HASIL PRAKTIKUM
1. Kurva Baku Theis (terlampir)
2. Kurva Well A,B,C metode Theis (terlampir)
3. Perhitungan (terlampir)

VI. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini dilakukan perhitungan pumping test menggunakan
metode Theis dan Jacob. Metode ini dapat di terapkan pada tipe unsteady state flow
condition. Dari hasil perhitungan dengan metode Theis di dapatkan nilai
Transmissivitas (T) tertinggi adalah sumur A sebesar 859,367m²/hari, sementara
terendah adalah sumur B 636,942m²/hari.
Sementara itu nilai S terbesar terdapat pada sumur C dengan nilai 0,00551, dan
terendah pada sumur B sebesar 0,00164. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai
transmissivitas tidak berkorelasi lurus dengan koefisien Storage. Dengan metode
Jacob dengan r konstan dan t berubah nilai T dan S tertingga berada pada sumur C
dengan nilai 515.8339 m²/hari dan 1.65. Sementara itu nilai T terendah terdapat
pada sumur A sebesar 501,701m²/hari, dan S terendah pada sumur B sebesar 0.434.
Dari hasil kedua metode tersebut dapat dilihat bahwa nilai T sealu berbanding lurus
dengan nilai S. Selanjutnya menggunakan metode Jacob dengan t konstan da r
berubah di dapatka nilai T sebesar 771,036m²/hari dan S sebesar 0.85
Ketiga metode tersebut memiliki kelebihan dan kerurangan masing-masing.
Metode Theis memliki kelebihan yaitu lebih mudah di kerjakan dan terdapat suatu
data stadar (kurva baku) sebagai acuan, tetapi metode ini memakan waktu yang
lebih lama dalam pengerjaan karena perlu membuat kurva baku terlebih dahulu
serta ketelitian sat ploting di kertas log-log sangat di butuhkan karena nilainya
bersifat acak.

VII. KESIMPULAN
1. Dari hasil perhitungan metode Theis dan Jacob dengan r konstan dan t berubah
menunjukkan bahwa besaran nilai T tidak selalu berbanding lurus dengan
besaran nilai S
2. Metode Theis menghasilkan nilai S yang lebih kecil di bandingkan Metode
Jacob

VIII. DAFTAR PUSTAKA


Todd, D. K. 2005. Groundwater Hydrology. England: John Willey & Sons Inc
Harjito. 2014. Metode Pumping Test Sebagai Kontrol Untuk Pengambilan Airtanah
Secara Berlebihan. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Volume 6,
No. 2
Masitoh, Ferryati. 2016. Panduan Praktikum Geohidrologi. Tidak Di Terbitkan

IX. LAMPIRAN
KURVA DATA THEIS
T Well A r (A) r²/t well Well B r(B) r²/t well Well C rC r²/t well
(S) A (S) B (S) C
0.50 0.01 32.10 2060.82 0.25 30.80 1897.28 0.32 11.70 273.78
1.00 0.01 32.10 1030.41 0.35 30.80 948.64 0.48 11.70 136.89
1.50 0.05 32.10 686.94 0.45 30.80 632.43 0.61 11.70 91.26
2.00 0.14 32.10 515.21 0.55 30.80 474.32 0.70 11.70 68.45
2.50 0.23 32.10 412.16 0.63 30.80 379.46 0.77 11.70 54.76
3.00 0.29 32.10 343.47 0.68 30.80 316.21 0.86 11.70 45.63
3.50 0.36 32.10 294.40 0.74 30.80 271.04 0.91 11.70 39.11
4.00 0.42 32.10 257.60 0.78 30.80 237.16 0.94 11.70 34.22
4.50 0.46 32.10 228.98 0.82 30.80 210.81 0.97 11.70 30.42
5.00 0.50 32.10 206.08 0.86 30.80 189.73 1.01 11.70 27.38
5.50 0.53 32.10 187.35 0.90 30.80 172.48 1.03 11.70 24.89
6.00 0.56 32.10 171.74 0.92 30.80 158.11 1.05 11.70 22.82
6.50 0.59 32.10 158.52 0.95 30.80 145.94 1.06 11.70 21.06
7.00 0.64 32.10 147.20 0.96 30.80 135.52 1.10 11.70 19.56
7.50 0.65 32.10 137.39 0.99 30.80 126.49 1.12 11.70 18.25
8.00 0.66 32.10 128.80 1.01 30.80 118.58 1.14 11.70 17.11
8.50 0.68 32.10 121.22 1.02 30.80 111.60 1.15 11.70 16.10
9.00 0.70 32.10 114.49 1.04 30.80 105.40 1.16 11.70 15.21
9.50 0.71 32.10 108.46 1.06 30.80 99.86 1.18 11.70 14.41
10.00 0.73 32.10 103.04 1.07 30.80 94.86 1.19 11.70 13.69
15.00 0.82 32.10 68.69 1.15 30.80 63.24 1.27 11.70 9.13
20.00 0.87 32.10 51.52 1.22 30.80 47.43 1.32 11.70 6.84
25.00 0.90 32.10 41.22 1.25 30.80 37.95 1.34 11.70 5.48
30.00 0.94 32.10 34.35 1.28 30.80 31.62 1.36 11.70 4.56
35.00 0.95 32.10 29.44 1.30 30.80 27.10 1.38 11.70 3.91
40.00 0.96 32.10 25.76 1.32 30.80 23.72 1.39 11.70 3.42
45.00 0.97 32.10 22.90 1.33 30.80 21.08 1.40 11.70 3.04
50.00 0.98 32.10 20.61 1.34 30.80 18.97 1.41 11.70 2.74
55.00 0.98 32.10 18.73 1.35 30.80 17.25 1.41 11.70 2.49
60.00 0.98 32.10 17.17 1.35 30.80 15.81 1.41 11.70 2.28

No Theis Method Jacob Method


r konstan dan t berubah t konstan
Well A Well B Well C Well A Well B Well C dan r
berubah
T (m²/hari) 859,367 636,942 714,866 501,701 508,669 515.8339 771,036
S 0.00198 0,00164 0,00551 1.455 0.434 1.65 0.85