Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Bumi merupakan suatu tempat yang memiliki keunikan tersendiri. Bumi yang
kita tempati ini terdiri dari daratan dan juga lautan. Dua pertiga bagian dari bumi
yang kita huni ini terdiri atas lautan. Lautan juga memiliki keunikan tersendiri
baik dari segi bentuk maupun karakteristiknya. Sama seperti daratan yang
memiliki topografi yang tidak rata, lautan juga memiliki topografi yang tidak
rata.
Panorama permukaan dasar laut atau morfologinya merupakan gambaran
dasar laut sebagaimana yang ada di daratan, seperti kenampakkan : pegunungan,
gunung api, lereng, dataran, lembah, parit dan channel. Dan bentuk morfologi
tersebut, umumnya berkaitan dengan proses-proses geologi seperti pergerakan
lempeng - lempeng di bumi sehingga terbentuklah relief dari pembentukan dan
perkembangannya baik secara sendiri-sendiri maupun secara kelompok. Bedanya
bentuk muka bumi di lautan tidak seruncing dan sekasar relatif di daratan.
Keadaan ini akibat dari erosi dan pengupasan olah arus laut. Namun, masih
banyak masyarakat yang tidak mengetahui morfologi dasar laut tersebut.
Sehingga dalam makalah ini akan dijelaskan tentang morfologi dasar laut.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu morfologi dasar laut ?
2. Bagaimana sejarah pengetahuan tentang morfologi laut ?
3. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya morfologi laut ?
4. Bagaimana bentuk morfologi laut ?
5. Bagaimana klasifikasi dasar laut menurut kedalamannya ?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan ini adalah untuk :
1. Menjelaskan tentang devinisi morfologi laut
2. Menjelaskan tentang sejarah pengetahuan tentang morfologi laut ?

1
3. Menjelaskan tentang faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
morfologi laut
4. Bagaimana bentuk morfologi laut ?
5. Bagaimana klasifikasi dasar laut menurut kedalamannya ?

1.4 Manfaat Penulisan


Manfaat dari penulisan makalah ini adalah :
1. Pembaca menjadi mengerti tentang pengertian morfologi laut
2. Pembaca menjadi mengerti tentang sejarah pengetahuan tntang morfologi
laut
3. Pembaca menjadi mengerti tentang faktor-faktor yang menyebabkan
terjadinya morfologi laut
4. Pembaca menjadi mengerti tentang klasifikasi dasar laut menurut
kedalamannya

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian morfologi laut


Seperti halnya bentuk muka bumi di daratan yang beraneka ragam, bentuk
muka bumi di lautan juga beragam. Bedanya bentuk muka bumi di lautan tidak
seruncing dan sekasar relatif di daratan. Morfologi laut merupakan kenampakan
bentuk muka bumi di dasar laut sebagai hasil tenaga eksogen dan tenaga endogen
yang membentuk relief permukaan laut.

Sumber Wikipedia Indonesia

2.2 Sejarah Pengetahuan tentang Morfologi Laut


Pengetahuan mengenai topografi dasar laut bermula dari pemetaan-pemetaan
yang sudah sejak lama dilakukan orang. Pada mulanya pengetahuan ini
diperoleh dengan cara mengukur kedalaman laut dengan teknik yang sangat
sederhana yakni dengan mengulurkan tali atau kabel yang diberi bandul
pemberat ke dalam laut hingga menyentuh dasar (wiresounder).Tentu dengan
teknik ini banyak kekurangan dan kelemahannya. Dengan cara ini pengukuran
kedalaman laut memerlukan waktu lama, teknik ini baik digunakan untuk
mengukur dasar laut dengan lereng-lereng yang curam. Pengukuran kedalaman
laut yang lebih cepat dapat menggunakan alat-alat pemancar gema suara
(echosounder). Dengan teknik ini pengukuran dapat dilakukan dengan cepat,

3
karena kecepatan merambat suara pada air rata-rata 1.600 meter per detik. Jarak
waktu yang diperlukan untuk perambatan bolak-balik dapat diterjemahkan
menjadi kedalaman laut ditempat itu. Dengan prinsif teknologi inilah
pengetahuan tentang topografi dasar laut (peta batimetri) semakin
disempurnakan.

2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Morfologi Laut


1. Proses vulkanisme ( gunung berapi )
2. Pengelupasan oleh arus laut seperti erosi, ombak, angin dan proses
atmosfer.
3. Pergeseran lempeng
Pergeseran lempeng terbagi menjadi 3, yaitu :
a. Subduction atau tumbukan yaitu terjadi tabrakan antar lempeng
sehingga salah satu lempeng tersebut menghujam ke bawah. Dimana
ini akan menyebabkan terjadinya palung laut
b. Divergen atau sebar-pisah yaitu terjadi karena lempeng-lempeng
bergerak saling menjauh. Disini biasanya di tandai dengan
terbentuknya kerak bumi baru.
c. Sesaran yaitu terjadi karena adanya pergeseran dua lempeng dengan
arah berlawanan
4. Gempa bumi
Dengan adanya gempa bumi akan mengakibatkan perubahan bentuk dan
posisi dari morfologi laut.

2.4 Bentuk Morfologi Laut


1. Continental Shelf (Paparan Benua)

4
Sumber : Wikipedia Indonesia

Paparan benua (continental shelf) merupakan kelanjutan wilayah benua


(kontinen). Kedalamannya ±200 m. Paparan benua ini terdiri dari lereng curam
suatu dataran yang diikuti oleh kenaikan secara mendatar dari dataran itu. Lebar
Paparan Benua sangat bervariasi. Lebar rata-rata Paparan Benua adalah sekitar 80
km (50 mil). Kedalaman Paparan Benua juga bervariasi, tetapi umumnya terbatas
pada air dangkal dari 150 m (490 kaki). Kemiringannya biasanya cukup rendah,
pada urutan 0,5 °; bantuan vertikal juga minim, kurang dari 20 m (66 kaki).
Contoh paparan benua adalah Paparan Siberia di Samudera Arktik dan Dangkalan
Sunda
Paparan benua merupakan suatu sistem dinamik yang dikontrol oleh tiga
faktor:
a. laju sedimentasi bahan-bahan yang dari daratan ke laut
b. laju energi yang cukup untuk menggerakkan sedimen ke, di sekitar dan
keluar paparan
c. erosi dan naik-turunnya muka laut

5
2. Continental Slope (Lereng Benua)

Sumber Wikipedia Indonesia

Lereng Benua merupakan kelanjutan dari continental shelf. Daerah


continental slope bisa mencapai kedalaman lebih dari 200 meter menukik hingga
sekitar kedalaman 1000 m. Lebar dari lereng ini mencapai 100 km. Dengan sudut
kemiringan biasanya tidak lebih dari 5 derajat. Karakteristik dasarnya merupakan
akumulasi sedimen hasil erosi dari benua.

3. Continental Rise
Continental Rise adalah dasar laut dengan sudut kemiringan landai sekitar
0.1% dan merupakan bagian batas benua yang sesungguhnya yang langsung
berbatasan dengan dasar samudera. Continental rise memiliki lebar hingga ratusan
kilometer dari dasar slope hingga ke dataran abisal. Relief continental rise
umumnya kurang dari 20 m kecuali di sekitar gunung laut.
Continental rise tersusun dari sedimen yang diturunkan dari benua dan batas
yang bersebelahan. Arus membawa sedimenmenuruni slope dan menumpuk di
dasarnya. Lebar continental rise dapat hanya beberapa kilometer hingga ratusan
kilometer.

6
4. Abyssal Plains (Dataran Abisal)

Sumber Wikipedia Indonesia

Dataran abisal (bassin floor) adalah dasar laut yang luas setelah tebing benua,
dan mengarah ke laut lepas. Dataran abisal merupakan bagian dari paparan benua.
Dataran abisal merupakan kenampakan topografi yang sangat datar, dan
kemungkinan kawasan ini merupakan tempat yang paling datar pada permukaan
bumi. Topografi yang datar ini kadang-kadang di selingi dengan puncak-puncak
gunung bawah laut yang tertimbun.
Dataran abisal adalah dasar laut dengan gradien kurang dari 0,1 %. Dataran
abisal merupakan kerak batuan dasar (bedrock crust) yang tertutup oleh sedimen
yang disebarkan dari darat oleh arus dan juga tersusun dari sedimen pelagis dan
oozes. Di sini juga terdapat bukit-bukit abisal dengan tinggi dari beberapa meter
hingga beberapa ratus meter dengan diameter antara 8 – 10 km.

5. Submarine Canyon (Ngarai Bawah Laut)

Sumber Wikipedia Indonesia

7
Relief terbesar pada pinggiran benua (continental margin) berada pada ngarai
bawah laut (submarine canyon). Submarine canyon berbentuk seperti lembah
yang memotong lereng benua (continental slope) dan membentang pada bagian
landasan benua (continental shelf) dan continental rise. Lembah dari submarine
canyon biasanya berbentuk V, dengan sisi lembah curam. Jalur dari lembah
submarine canyon mungkin bisa lurus atau mungkin juga berliku-liku.
Submarine canyon adalah jalur utama dari sedimen untuk dibawa atau
mengalami transportasi dari benua ke lingkungan laut dalam. Gradien dari lantai
ngarai ini cukup terjal, pada lembah pendek berkisar 60 m/km dan pada lembah
yang panjang berkisar 10-15 m/km. Meskipun terlihat tidak terlalu curam, namun
kemiringan yang dimiliki lembah ini adalah 5 sampai 30 kali gradien lereng benua
(continental slope).
Submarine canyon biasanya terdapat 2 km dibawah permukaan laut. Ekstensi
lembah relatif lurus, menebang sekitar 200 meter ke landas kontinen, dan melebar
dari sekitar tiga kilometer di garis pantai sekitar 15 mil ke arah laut yang akhir.

Berdasarkan Kedalamannya

1. Zona Litoral (jalur pasang), zona ini merupakan tempat pasang dan
surutnya permukaan air laut dan batas antara daratan dan lautan.
2. Zona Neritik, zona ini dibatasi antara tempat pasang surut sampai
continental shelf dengan kedalaman, 50-200 m dari permukaan laut. Zone
ini penting artinya bagi hewan laut karena sinar matahari mampu
menembus perairan, karena itu itu nelayan banyak menangkap ikan di
zona ini.
3. Zona Batial, merupakan zona laut yang dalamnya antara 200 – 2000 m.
Sinar matahari sudah tidak dapat menembus zona ini. Pada zona ini
tumbuhan sangat terbatas walaupun binatang laut masih ada.

8
2.5 Klasifikasi Morfologi Laut berdasarkan Kedalamannya
1. Gunung laut

Sumber Wikipedia Indonesia

Gunung laut didefinisikan oleh ahli kelautan yaitu gunung yang tingginya
paling sedikit memiliki kerendahan 1.000 meter (3.281 kaki) di atas dasar laut.
Puncak gunung laut sering biasanya terhitung ratusan sampai ribuan meter dari
bawah permukaan, dan karena itu dianggap dalam laut dalam. Ada sekitar
100.000 gunung laut di seluruh dunia, gunung laut bisa dijumpai dalam berbagai
bentuk bentuk dan ukuran, dan mengikuti pola yang khas dari pertumbuhan,
kegiatan, dan kepunahan gunung itu sendiri.

9
Gunung laut terbentuk jutaan tahun yang lalu oleh vulkanisme gunung berapi
yang sudah punah, yang kemudian naik secara tiba-tiba dari dasar laut ke
permukaan dengan tingginya 1,000-4,000 meter (3,000-13,000 kaki). Gunung
laut juga bisa membentuk rantai panjang pulau dan bisa ditemukan di semua
lautan luas di dunia terutama di Mediterania, dan Hampir setengah dari gunung
laut di dunia ditemukan di Samudera Pasifik, dan sisanya tersebar di sebagian
besar melintasi Atlantik dan Hindia.

Jenis Gunung Laut


a. Gunung api bawah Laut (seamount)
Sea Mount atau Gunung Laut adalah sebuah gunung yang naik dari dasar
laut dengan ciri ketinggian lebih dari 1000 meter (1km) dari dasar laut.
Umumnya ditemukan terbentuk dari proses pembentukan gunung berapi dan
muncul pada kedalaman mulai dari 1000-4000 meter dari kedalaman dasar
laut.

Sumber Wikipedia Indonesia

Secara umum gambar diatas memperlihatkan bagaimana terbentuknya


seamount atau gunung laut. Di Daerah pemekaran samudra terjadi proses
keluarnya material dari mantel atas yang keluar seperti keluarnya gelembung
air pada saat mendidih. Arus berputarnya ini disebut arus konveksi. Persis

10
arus air ketika merebus air. Kalau merebus air yang keluar itu gelembung
udara, tetapi ini yang keluar material dari lapisan mantel atas yang cair.
Yang berwarna merah-biru dibawah ini merupakan kerak samudra.
Sedangkan yang hijau disebut kerak benua. Kerak samudra ini selalu
bertambah atau bergerak karena ada pembentukan kerak baru pada zona
pemekaran samodra. Pada saat keluar tentusaja ada yang berukuran besar dan
membentuk sebuah gunung api bawah laut.
Gunung api bawah laut ini terbentuk diatas kerak samudra dan terus
terbawa oleh kerak samudra menuju zona penunjaman disebelah kanan.
Semakin jauh dari zona pemekaran, tentusaja material mantel yang cair dan
panas ini kehilangan suhunya. sehingga membentuk seamount atau gunung
laut yang seringkali berupa gundukan yang tidak lagi berupa gunung api yang
aktif.
Ketika mendekati zona penunjaman tentusaja bagian atas dari kerak
samudra ini akan bergesekan dengan kerak benua. Gesekan ini menimbulkan
panas dan sering menyebabkan batuan pembentuk kerak samodra ini meleleh.
Batuan yang meleleh dan cair ini akan keluar membentuk gunung api seperti
yang kita lihat di rentetan Gunung Api sepanjang bagiam barat Sumatra,
hingga bagian selatan Jawa. Termasuk Gunung Merapi, Semeru dan gunung
api yang lain yang masih aktif. Seamount (gunung laut) kebanyakan sudah
tidak berupa gunung api aktif.

11
Penyebaran gunung laut

Sumber Wikipedia Indonesia

Gunung laut, didunia dapat ditemukan pada semua cekungan di laut, dengan
distribusi yang cukup bervariasi dalam ruang dan waktu, dan dapat ditemukan
pada bagian kerak samudra. Hampir setengah dari gunung laut di dunia ditemukan
pada Samudra Pasifik dan sisanya tersebar pada bagian Atlantik dan Samudera
India. Menurut Encyclopedia of Earth, memperkirakan sebaran gunung laut di
dunia berkisar 100.000 gunung laut yang memiliki ketinggian diatas 1000 meter,
dan ribuan lainnya jika dihitung di bawah ketinggian 1000 meter. Perkiraan ini
didasarkan dengan penggunaan satelit dengan memeriksa altimetry anomali
gravitasi di bawah permukaan laut. Namun keterbatasan cara ini untuk
memperkirakan yang kecil dan di kedalaman laut, sehingga masih terbatas untuk
memperkirakan jumlah yang sebenarnya.

12
b. Guyot

Sumber Wikipedia Indonesia

Guyot yaitu gunung di dasar laut yang bentuknya serupa dengan seamount
tetapi bagian puncaknya datar. Guyot atau sering juga disebut dengan
tablemount merupakan sebuah gunung bawah laut yang terisolasi dengan
rata-rata tinggi lebih dari 200 m (660 kaki) di bawah permukaan laut. Puncak
guyot berbentuk datar dan diameternya dapat mencapai 10 km (6mil). Guyot
ini merupakan bekas dari sebuah gunung api. Guyots paling sering ditemukan
di kisaran samudera pasifik.
Diperkirakan ada sekitar 2000 guyot di cekungan pasifik. Guyot
menunjukan bukti bahwa telah terjadinya penurunan permukaan yang
bertahap mulai dari pegunungan karang (reef), karang atol dan akhirnya
menjadi sebuah gunung yang yang tererndam di dalam. Hal ini terjadi
disebabkan oleh erosi, ombak, angin dan proses atmosfer. Klerengan
tercuram dari guyots adalah sekitar 20 derajat. Faktor lain yang menyebabkan
terjadinya gutot adalah pergerakan bawah air yang dihasilkan oleh punggung
samudera, seperti mid ocean ridge. Secara bertahap mid menyebar dari waktu
ke waktu karena terdorong lava cair dibawah permukaan bumi dan hali ini
akan menyebabkan terciptanya suatu dataran baru.

13
2. Punggung laut (ridge)
Punggung laut (ridge), yaitu punggung pegunungan yang ada di dasar laut.
Bentuk dari punggung laut dapat digambarkan seperti bukit di dasar laut.
Punggung laut terjadi karena tenaga endogen yang berupa proses tekanan
vertical.Sebagian dari punggung laut ada juga yang muncul di atas perrnukaan air
laut Punggung laut dibatasi oleh laut dalam di kanan kirinya. Punggung laut yang
berlereng curam disebut ridge, sedangkan yang berlereng landai disebut rise.
Contoh: punggung laut Sibolga dan Punggung Laut Snehus

3. Palung Laut (Trench / trog)

Sumber Wikipedia Indonesia

Palung adalah dasar laut sangat dalam dan berdinding curam, yang semakin
ke dasar semakin menyempit. Palung sempit dan tidak terlalu curam disebut
trench, sedangkan jika lebih lebar dan curam disebut trog. Trench penampang
sampingnya berbentuk V dan Trough penampang sampingnya berbentuk U.
Kedalaman palung bisa mencapai ± 7.000 – 11.000 meter.
Aktivitas gunung api juga berhubungan dengan proses pembentukan palung
laut. Fenomena ini yang menyebabkan terjadinya gempabumi Pada laut yang
terbuka, palung laut membentuk alur yang sejajar dengan deretan pulau-pulau

14
gunung api (volcanic island arcs). Sedangkan deretan gunung api kemungkinan
dijumpai sejajar dengan palung laut yang berdekatan dengan daratan. Aktivitas
gunung api ini terjadi karena kerak bumi yang menunjam ke dalam mantel bumi
mengalami penghancuran dan mencairan yang membentuk magma kembali.
Proses ini disebut juga proses pergerakan lempeng secara konvergen. Pergerakan
secara konevergen terjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke
arah kerak bumi, yang mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu
sama lain (one slip beneath another). Wilayah dimana suatu lempeng samudra
terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut dengan
zona tunjaman (subduction zones). Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa.
Pematang gunung-api (volcanic ridges) dan parit samudra (oceanic trenches) juga
terbentuk di wilayah ini.
Palung laut juga bisa terjadi akibat menyusupnya lempeng samudera ke
bawah lempeng benua. jadi lokasinya berada di daerah2 tumbukan lempeng
benua dan samudera, seperti di barat pulau sumatra dan selatan pulau jawa.
Palung-laut dalam merupakan alur atau parit yang panjang dan relatif sempit
yang menggambarkan bagian terdalam dari lautan. Beberapa diantaranya di
bagian barat Samudera Pasifik, palung laut ini mempunyai kedalaman lebih dari
10 000 meter di bawah muka air laut. Pada tempat ini terjadi penunjaman
lempeng-lempeng kerak bumi ke dalam mantel bumi sehingga terjadi
penghancuran dari kerak tersebut. Fenomena ini yang menyebabkan terjadinya
gempabumi. Aktivitas gunung api juga berhubungan dengan proses pembentukan
palung laut. Pada laut yang terbuka, palung laut membentuk alur yang sejajar
dengan deretan pulau-pulau gunung api (volcanic island arcs). Sedangkan deretan
gunung api kemungkinan dijumpai sejajar dengan palung laut yang berdekatan
dengan daratan. Aktivitas gunung api ini terjadi karena kerak bumi yang
menunjam ke dalam mantel bumi mengalami penghancuran dan mencairan yang
membentuk magma kembali.

15
4. Ambang laut (drempel)

Sumber Wikipedia Indonesia

Ambang laut (drempel), adalah bagian dasar laut dangkal yang memisahkan
dua laut yang lebih dalam. Bentuk ambang laut bagai bukit di antara dua laut
dalam. Contoh: ambang laut Sulu dan selat Gilbatar Contoh: ambang laut sulu,
ambang laut sulawesi.

5. Lubuk laut (basin)

Sumber Wikipedia Indonesia

Lubuk laut (basin), yaitu bentukan dasar laut dalam yang membulat dan
cekung sebagai akibat adanya gerakan lempeng tektonik maka terjadi
pemerosotan dasar laut. Proses pembentukan lubuk laut sama dengan palunglaut,
hanya berbeda pada bentuknya saja, yaitu bentuknya yang membulat dan
kedalamannya juga lebih dari 5.000 meter. Misalnya, Lubuk Laut Sulu dan
Lubuk Laut Banda dan lubuk laut sulawesi.

16
6. Atol

Sumber Wikipedia Indonesia

Atol adalah pulau karang di laut yang bentuknya menyerupai cincin yang
besar. Prose terbentuknya atol adalah sebagai berikut :
a. Terjadi aktivitas magmatik pada suatu titik panas (hotspot); titik panas
tersebut kemudian tumbuh dan berkembang menjadi gunung berapi yang
berada di dasar samudra.
b. Setelah gunung berapi dasar samudra itu meletus dan menjadi tidak aktif.
c. dalam beberapa juta tahun gunung berapi tersebut berubah menjadi pulau
yang kemudian mengalami pergeseran dari posisi semula oleh pergerakan
kerak bumi.
d. Pulau tersebut kemudian ditumbuhi beberapa formasi karang menjumbai
(fringing reefs) yang kemudian berkembang menjadi barrier eefs, atol dan
terakhir menjadi sebuah gunung kecil di laut (guyot).
Secara garis besar perkembangan gunung berapi menjadi atol adalah
demikian, dan proses tersebut akan terulang kembali pada gunung berapi yang
terbentuk kemudian. Untuk lebih jelasnya gambaran skematis tentang skenario

17
7. Pematang samudra (Ridge)

Sumber Wikipedia Indonesia

Pematang samudra (Ridge) adalah dasar laut yang dangkal, memanjang, dan
sempit serta di kanan kirinya terdapat laut dalam. Contoh: Pematang samudra di
Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik.

8. Pulau di tengah laut


Pulau yang menyembul di permukaan air dapat ditemukan hampir di seluruh
laut-laut berkarang. Pulau ini muncul beberapa meter diatas pasang tertinggi dan
terdiri dari pasir. pecahan cangkang atau batuan karang yang solid. Fenomena ini
terbentuk selama perioda resen pada saat terjadinya penurunan lempeng kerak
bumi (subsidence) di dasar samudra. Erosi selalu terjadi disekeliling pulau ini
sehingga keberadaan pulau ini secara alami hanya berlangsung beberapa saat.
a. Continental Island ( Pulau-Pulau Benua )
Beberapa pulau seperti Greenland dan Madagaskar menurut sifat geologinya
merupakan bagian dari massa tanah daratan benua yang kemudian terpisah.
b. Island Arc ( Kumpulan Pulau-Pulau )
Kumpulan pulau-pulau seperti Kepulauan Indonesia juga mempunyai
perbatasan dengan benua, tetapi mereka mempunyai asal yang berbeda

18
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Morfologi laut merupakan kenampakan bentuk muka bumi di dasar laut
sebagai hasil tenaga eksogen dan tenaga endogen yang membentuk relief
permukaan laut.
Pengetahuan mengenai topografi dasar laut bermula dari pemetaan-pemetaan
yang sudah sejak lama dilakukan orang dengan teknik yang sangat sederhana
yakni dengan mengulurkan tali atau kabel yang diberi bandul pemberat ke dalam
laut hingga menyentuh dasar (wiresounder). Pengukuran kedalaman laut yang
lebih cepat dapat menggunakan alat-alat pemancar gema suara (echosounder).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Morfologi Laut
1. Proses vulkanisme ( gunung berapi )
2. Pengelupasan oleh arus laut seperti erosi, ombak, angin dan proses
atmosfer.
3. Pergeseran lempeng
Pergeseran lempeng terbagi menjadi 3, yaitu :
a. Subduction
b. Divergen
c. Sesaran
4. Gempa bumi

Bentuk Morfologi Laut


a. Continental Shelf (Paparan Benua)
Paparan benua ini terdiri dari lereng curam suatu dataran yang diikuti oleh
kenaikan secara mendatar dari dataran itu. Lebar Paparan Benua sangat bervariasi.
b. Continental Slope (Lereng Benua)
Lereng Benua merupakan kelanjutan dari continental shelf. Daerah
continental slope bisa mencapai kedalaman lebih dari 200 meter menukik hingga
sekitar kedalaman 1000 m.
c. Continental Rise

19
Continental Rise adalah dasar laut dengan sudut kemiringan landai sekitar
0.1% dan merupakan bagian batas benua yang sesungguhnya yang langsung
berbatasan dengan dasar samudera.
d. Abyssal Plains (Dataran Abisal)
Dataran abisal (bassin floor) adalah dasar laut yang luas setelah tebing benua,
dan mengarah ke laut lepas.
e. Submarine Canyon (Ngarai Bawah Laut)
Submarine canyon berbentuk seperti lembah yang memotong lereng benua
(continental slope) dan membentang pada bagian landasan benua (continental
shelf) dan continental rise.

Berdasarkan Kedalamannya
1. Zona Litoral (jalur pasang)
2. Zona Neritik
3. Zona Batial

Klasifikasi Morfologi Laut berdasarkan Kedalamannya

a. Gunung laut
Jenis Gunung Laut
1. Gunung api bawah Laut (seamount)
2. Guyot
b. Punggung laut (ridge)
c. Palung Laut (Trench / trog)
d. Ambang laut (drempel)
e. Lubuk laut (basin)
f. Atol
g. Pematang samudra (Ridge)
h. Pulau di tengah laut

20