Anda di halaman 1dari 5

Strategi Menghadapi Pemerikasaan

OLEH

1. KOMANG IRA MEINDRAWATI (1533121243)


2. FRANSISCA AYU EKA SUKMARIANI (1533121302)
3. NI PUTU KIKI MIGANTARI (1533121350)

UNIVERSITAS WARMADEWA

FAKULTAS EKONOMI

2018

1
1. Pendahuluan
Tidak ada seorang pun yang bisa lolos dari pemerikasaan pajak, semua
wajib pajak yang memiliki peluang yang sama untuk diperiksa. Belakangan
ini kita banyak melihat pemberitaan tentang temuan kasus korupsi pajak,
termasuk kasus penyelundupan pajak yang nilainya tidak tanggung-tanggung.
Hal ini juga menjadi factor pemicu yang bisa mendorong Wajib Pajak untuk
mencoba “megakali” pembukuannya
Untuk kepentingan budgetair, otoritas pajak mengemban tugas berat
meningkatkan penerimaan negara dari sector pajak guna membiayai
penyelenggaraan pemerintahan serta meningkatkan pembangunan dan
kesejahteraan masyarakat.
Menurut Pasal 1 angka 25 UU Nomor 28 Tahun 2007 Tentang
Ketentuan Umum dan tata cara perpajakan, pemeriksaan adalah serangkaian
kegiatan menghimpun dan mengeloh data, keterangan dan atau buktim yang
dilaksanakan secara objektif dan professional berdasarkan suatu standar
pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan
atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan undang-undang
perpajakan.
Pada umumnya, yang, yang menjadi objek pemeriksaan pajak adalah
surat pemberitahuan (SPT) yang disampaikan oleh wajib pajak. Pengisian
surat pemberitahuan sendiri didasarkan pada pembukuan yang
diselenggarakan oleh wajib pajak. Oleh sebab itu, sangat penting bagi wajib
pajak untuk merapikan dan memutakhirkan pembukuannya agar lebih mudah
ketika menghadapi pemeriksaan.

2. Kriteria Pemeriksaan
Kriteria Pemerikasan terdiri atas Pemeriksaan rutin dan Pemeriksaan
Khusus
- Pemeriksaan rutin adalah pemeriksaan yang dilakukan terhadap wajib
pajak sehubungan dengan pemenuhan hak dan atau pelaksanaan

2
kewajiban perpajakannya atau karena diwajibkan oleh undang-undang
KUP
- Pemeriksaan Khusus adalah pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan
hasil analisis risiko terhadap ketidakpatuhan wajib pajak
Apabila risiko adalah kegiatan yang dilakukan untuk menilai tingkat
ketidakpatuhan wajib pajak yang dapat menimbulkan kerugian pada
penerimaan pajak

3. Jenis Pemeriksaan
Jenis pemeriksaan terdiri atas Pemeriksaan Kantor dan Pemeriksaan
Lapangan
- Pemeriksaan Kantor adalah pemeriksaan yang dilakukan di kantor
Direktorat Jendral Pajak
- Pemeriksaan Lapangan adalah pemeriksaan yang dilakukan di tempat
kedudukan, tempat, kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, tempat tinggal
wajib pajak atau tempat lain yang ditentukan oleh direktur jendral pajak

4. Ruang Lingkup Pemeriksaan


- Ruang lingkup pemeriksaan terdiri atas semua jenis pajak, PPh
badan/Orang Pribadi, PPn, PPh Pemotongan dan Pemungutan, dan lain-
lain, baik untuk satu atau beberapa Masa Pajak, Bagian Tahun Pajak atau
Tahun pajak, baik tahun-tahun lalu maupun tahun berjalan
- Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan
wajib pajak harus dilakukan dalam hal wajib pajak mengajukan
permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak

Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan


wajib pajak dapat dilakukan dengan kriteria dalam hal wajib pajak:

a. Menyampaikan Surat Pemberitahuan yang menyatakan lebih bayar.


Termasuk yang telah diberikan pengembailian pendahuluan kelebihan
pajak
b. Menyampaikan Surat Pemberitahuan yang menyatakan rugi

3
c. Tidak menyampaikan atau menyampaikan surat Pemberitahuan tetapi
melampaui jangka waktu yang telah ditetapkan dalam Surat Teguran
d. Melakukan penggabungan, peleberuan, pemekaran, likuidasi,
pembubaran, atau akan meninggalkan Indonesia untuk selama-
lamanya
e. Menyampaikan Surat Pemberitahuan yang memenuhi kriteria seleksi
berdasarkan hasil analisis risiko mengindikasikan adanya kewajiban
perpajakan wajib pajak yang tidak dipenuhi sesuai undang-undang
perpajakan

5. Ruang Lingkup Pemeriksaan Untuk Tujuan Lain


Ruang lingkup pemeriksaan untuk tujuan lain dalam rangka
melaksanakan ketentuan undang-undang perpajakan dapat meliputi,
penentuan, pencocokan, atau pengumpulan materi yang berkaitan dengan
tujuan pemeriksaan.
Pemeriksaan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan
undang-undang perpajakan, dilakukan dengan kriteria antara lain:
a. Pemberian nomor pokok wajib pajak secara jabatan
b. Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak
c. Pengukuhan atau pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
d. Wajib Pajak mengajukan keberatan
e. Pengumpulan bahan guna penyusunan Nomor Penghitungan Penghasilan
Neto
f. Pencocokan data dan atau alat keterangan
g. Penentuan wajib pajak berlokasi di daerah terpencil
h. Penentuan satu atau lebih tempat terutang Pajak Pertambahan Nilai
i. Pemeriksaan dalam rangka penagihan pajak
j. Penentuan saat produksi dimulai atau memperpanjang jangka waktu
kompensasi kerugian sehubungan dengan pemberian fasilitas perpajakan
k. Memenuhi permintaan informasi dari negeri mitra Perjanjian
Penghindaran Pajak Berganda

6. Strategi Umum dalam Menghadapi Pemeriksaan Pajak

4
Pemeriksaan Pajak dilakukan dengan tujuan untuk menguji kepatuhan
pemenuhan kewajiban perpajakan dan untuk tujuan lain berdasarkan undang-
undang perpajakan. Berikut ini berapa tips pemeriksaan pajak:
a. Bila terjadi kelebihan pajak, agar diajukan restitusi pajak dan jangan
merasa alergi atau takut dengan pemeriksaan pajak
b. Pemeriksaan pajak tidak hanya didasarkan pada SPT lebih bayar,
walaupun laporan audit memberikan opini wajar tanpa pengeccualian,
karena setelah memasukkan SPT dapat saja dilakukan pemeriksaan
sederhana kantor selama 2 bulan
c. Persiapkan pembukuan yang rapi
d. Membuat rekonsiliasi komersil fisikal sesuai aturan
e. Gunakan konsultan pajak sebagai mitra diskusi
f. Menghindari penyelesaian dibawah tangan dengan apparat pemeriksa
pajak
g. Melakukan penelitian kembali atas pemenuhan kewajiban perpajakan
yang selama ini telah dilaksanakan
h. Menyiapkan sikap mental dan berpikir positif
i. Selalu taat pajak dalam memenuhi hak dan kewajiban perpajakan
j. Menyimpan semua dokumen perusahaan, minimal hingga masa
kadaluarsa pajak
k. Melakukan tax review untuk menguji apakah kita sudah memenuhi
kewajiban perpajakan
l. Menguasai peraturan pajak dengan baik
m. Merespon sikap dan perilaku apparat pajak secara bijak agar tidak
salah ucap atau salah langkah
n. Jangan memberi informasi sukarela kepada apparat pajak
o. Belajar dari pengalaman buruk dimasa lalu untuk memahami
bagaimana menetapkan learning system yang benar
p. Pergunakan hak wajib pajak in the last minutes dengan sebaik-baiknya
untuk pembelaan diri wajib pajak untuk hadir dalam Pembahasan
Akhir Pemeriksaan (PAHP) dan menyampaikan tanggapan tertulis.