Anda di halaman 1dari 6

PENGEMBALIAN FUNGSI DENGAN PROTESA

Individu yang memiliki gigi lengkap melaporkan adanya perbedaan dalam tingkat
fungsi pengunyahan. Kehilangan gigi mendorong pasien mencari perawatan dengan alasan
fungsional karena mereka memperhatikan adanya penurunan. Perbedaan ini meningkat
seiring dengan kecepatan kehilangan gigi. Perbedaan ini mungkin dapat membingungkan
dokter gigi, yang merasa bahwa mereka menyediakan protesa yang memiliki kualitas yang
sama untuk berbagai pasien dengan pola kehilangan gigi yang sama, namun menerima
berbagai laporan kesuksesan.
Pemahaman tentang perbedaan antara individu yang memiliki gigi lengkap dan
individu dengan protesa dapat membantu dokter gigi merumuskan tujuan pengobatan
realistis yang dapat dikomunikasikan kepada pasien. Suatu tinjauan dari fungsi mulut,
terutama pengunyahan, dapat membantu dokter gigi yang tertarik untuk lebih memahami
isu-isu yang berkaitan dengan dampak kegunaan gigi tiruan sebagian lepasan.

Pengunyahan
Meskipun secara fungsi dianggap sebagai tindakan yang berbeda, pengunyahan merupakan
bagian dari rangkaian kesatuan makan yang mendahului penelanan. Interaksi dua hal yang
berbeda tapi mengkoordinasikan aspek makan memiliki beberapa anggapan terhadap
pengunyahan yang mendahului penelanan. Meskipun urutan pengunyahan-penelanan jelas,
interaksi dua fungsi ini tidak banyak dipahami dan penting dalam mempertimbangkan
penggunaan protesa gigi tiruan sebagian lepasan.
Pengunyahan melibatkan dua hal yang berbeda tapi bersamaan: kekuatan yang
diterapkan pada makanan, dan manipulasi selektif oleh lidah dan pipi memilah partikel kasar
dan dibawa ke permukaan oklusal gigi untuk selanjutnya dihancurkan. Bagian awal atau fase
penumbukan melibatkan proses seleksi, mengacu pada kemungkinan partikel ditempatkan di
antara gigi untuk dihancurkan, dan dipecah. Ukuran, bentuk, dan tekstur partikel makanan
memberikan masukan sensorik yang mempengaruhi konfigurasi dan gerakan pengunyahan
pada daerah masing-masing. Ukuran partikel yang lebih besar secara selektif berkurang
lebih cepat daripada partikel halus pada pengunyahan. Proses pengunyahan sangat
dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan fisik untuk mengecilkan
makanan dan untuk memantau proses reduksi oleh neurosensorik.
Reduksi makanan
Gigi atau protesa berperan mereduksi makanan ke titik yang dapat untuk ditelan.
Reduksi makanan digambarkan sebagai efisiensi pengunyahan, atau kemampuan untuk
mengecilkan makanan pada ukuran tertentu dalam jangka waktu tertentu. Sebuah korelasi
kuat telah ditunjukkan antara efisiensi pengunyahan dan jumlah gigi yang beroklusi, yang
memberikan keragaman pemilihan partikel terkait dengan gigi yang berkontak. Ukuran
kinerja menunjukkan banyak keragaman fungsional pada pasien yang memiliki persamaaan
dalam jumlah gigi yang berkontak, dan bahkan keragaman lebih besar terlihat pada populasi
dengan kehilangan gigi yang banyak (peningkatan derajat edentulous).
Karena bidang kontak oklusal sangat berkorelasi dengan kinerja pengunyahan,
hilangnya gigi molar memiliki dampak yang lebih besar pada ukuran kinerja karena molar
memiliki daerah kontak oklusal yang lebih besar. Efek ini telah dibuktikan pada individu
dengan kehilangan molar yang memerlukan gerakan kunyah yang besar dan ukuran partikel
yang rata-rata lebih besar sebelum menelannya. Hal pokok di mana seorang individu siap
untuk menelan bolus makanan merupakan ukuran lain dari kinerja dan digambarkan sebagai
ambang menelan. Kemampuan pengunyahan sangat berkorelasi dengan bidang kontak
oklusal dan mencapai reduksi makanan yang lebih baik di ambang menelan. Sebaliknya,
kurangnya kemampuan pengunyahan tercermin dalam partikel yang lebih besar di ambang
menelan.
Pengukuran objektif ini, menunjukkan keuntungan kontak gigi molar pada individu
yang memiliki gigi, bertentangan dengan beberapa pengukuran subjektif dari pasien yang
menyatakan tidak merasakan masalah fungsional terkait dengan hanya memiliki oklusi pada
gigi premolar. Konsep lengkung gigi yang lebih pendek ini menekankan bahwa persepsi
pasien terhadap kerugian serta keuntungan fungsional, harus dipertimbangkan ketika
memutuskan untuk mengganti gigi molar yang hilang. Kehilangan gigi posterior
mengakibatkan posisi gigi menjadi tidak stabil, seperti terjadinya migrasi gigi ke distal atau
labial, penggantian gigi harus dipertimbangkan dengan cermat, dan merupakan situasi
terpisah dari konsep lengkung gigi yang lebih pendek.
Telah dilaporkan bahwa penggantian gigi dengan protesa memberikan fungsi yang
kurang baik dibandingkan pada gigi lengkap, keadaan gigi alami. Pengukuran fungsional
yang paling dekat dengan keadaan alami adalah ketika penggantian gigi tiruan sebagian
cekat yang didukung oleh gigi atau implan, fungsi menengah adalah ketika penggantian
dengan gigi tiruan lepasan dan didukung oleh gigi, fungsi yang lebih rendah ketika
penggantian dengan gigi tiruan lepasan dan didukung oleh daerah gigi edentulous saja.
Pengukuran objektif dan subjektif dari fungsi mulut pasien sering tidak sesuai. Hal
ini telah ditunjukkan bahwa pengukuran subjektif kemampuan pengunyahan sering
berlebihan dibandingkan dengan pengukuran objektif, dan kriteria subjektif pemakai gigi
tiruan lengkap mungkin lebih tepat dalam memantau hasil yang dirasakan. Beberapa
literatur melaporkan bahwa gigi tiruan sebagian lepasan memiliki sedikit manfaat. Namun,
temuan ini dapat berhubungan dengan sejumlah faktor, termasuk kurangnya pemeliharaan
dari hubungan gigi yang beroklusi, keterbatasan bentuk protesa gigi untuk pasien yang tidak
dapat menjaga kunjungan selanjutnya, dan variasi intrinsik dalam respon pasien terhadap
protesa.
Reduksi makanan juga dipengaruhi oleh kemampuan memantau proses yang
diperlukan untuk menentukan inti dimulainya penelanan. Seperti telah disebutkan
sebelumnya, ukuran, bentuk, dan tekstur makanan dipantau selama pengunyahan untuk
memungkinkan modifikasi dalam gerakan mandibula untuk reduksi makanan yang efisien.
Hal ini telah dibuktikan pada individu bergigi yang diberikan partikel makanan berbagai
ukuran dan konsentrasi yang menyebar dalam yoghurt, mengungkapkan bahwa peningkatan
konsentrasi dan ukuran partikel memerlukan waktu yang lebih lama untuk mempersiapkan
penelanan (yaitu, ambang menelan lebih besar). Temuan ini menunjukkan bahwa mukosa
mulut memiliki peran penting dalam mendeteksi karakteristik yang diperlukan untuk
pengunyahan efisien. Pengaruh gigi tiruan sebagian lepasan terhadap kemampuan mukosa
dalam melakukan peran ini tidak diketahui.

PENGGUNAAN GIGI TIRUAN LEPASAN SAAT INI


Memberikan pemahaman mengenai hubungan antara kehilangan gigi dan usia,
konsekuensi dari kehilangan gigi, dan kemampuan dokter gigi untuk mengembalikan fungsi
rongga mulut dengan pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan, apa yang kita ketahui
mengenai penggunaan protesa saat ini untuk beberapa kondisi, dan apa saja akibat klinis
yang biasa terjadi?. Penelitian terbaru memperkirakan bahwa 21,4 % protesa digunakan oleh
individu dengan usia 15-74 tahun. Pada grup individu dengan usia 55-64 tahun, ditemukan
sekitar 22,2 % menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan. Grup dengan rentang umur ini
merupakan pengguna gigi tiruan sebagian lepasan tertinggi dibandingkan dengan grup
lainnya. Penggunaan gigi tiruan sebagian lepasan pada individu dengan usia 55 tahun keatas
sangat dianjurkan.
Analisis pada penelitian ini mengemukakan beberapa informasi yang sangat berguna
untuk dipertimbangkan. Individu dengan edentulous sebagian yang tidak memakai protesa
kemungkinan 6 kali lebih besar mengalami kehilangan gigi padamandibula (19,4%)
daripada kehilangan gigi pada maksila (2,2%). Hal ini memberi kesan bahwa penggunaan
protesa pada mandibula lebih sulit. Distribusi dari penggunaan protesa pada grup pasien
yang lebih besar dapat dilihat pada Box 1.1.

Box 1.1 Distribusi Protesa


Gigi tiruan sebagian lepasan RPD/RPD 9.0% RPD/-15,3%,-/RPD 4,5%
Komplit denture CU/CL 3,8% CU/-20,7%
Kombinasi CU/RPD 11,5% RPD/ CL 0,3%

Distribusi dari protesa ini di evaluasi berdasarkan 5 karakteristik kualitas teknis


yaitu integritas, penggunaan berlebihan dari posterior denture, penggunaan bahan reline
sementara/ tissue conditioner/ adesif, stability, dan retensi.
Pada Tabel 1.1 dapat dilihat bahwa kekurangan dari kestabilan gigi tiruan merupakan
karakteristik yang biasanya diperhatikan. Pada maksila, kekurangan dari stability gigi tiruan
7 kali lebih umum terjadi daripada kekurangan dari retensi. Sedangkan pada mandibula,
kekurangan dari stability gigi tiruan 1,8 kali lebih umum terjadi daripada kekurangan dari
retensi. Pada studi lain menyatakan bahwa bentuk rest, perluasan basis gigi tiruan, distribusi
tekanan, dan kesesuaian gigi tiruan merupakan kegagalan atau kerusakan yang biasanya
terjadi pada gigi tiruan sebagian lepasan. Karakteristik inilah yang dihubungkan secara
langsung terhadap fungsi stability dari gigi tiruan.
Tabel 1.1 Perhatian Kualitas Teknis Dari Gigi Tiruan Sebagian Lepasan
Kekurangan Kekurangan Kekurangan Reline/ Penggunaan
dari dari dari Retensi adesif berlebihan
Kestabilan Integritas
Maksila RPD 43,9% 24,3% 6,2% 3,9% 21,6%
Mandibula 38,2% 13,2% 21,2% 21,6% 7,1%
RPD

KEBUTUHAN TERHADAP GIGI TIRUAN LEPASAN


Apa tujuan dari semua informasi ini? Informasi ini menunjukkan jumlah hal penting
yang harus dipertimbangkan. Kebutuhan terhadap perawatan edentulous sebagian akan
meningkat. Pasien dengan penggunaan gigi tiruan sebagian lepasan tergolong tinggi dari
dahulu dan diperkirakan akan meningkat pada masa yang akan datang. Beberapa pasien
yang diberikan pilihan antara protesa dengan implant dan gigi tiruan sebagian lepasan, tidak
mampu untuk melakukan perawatan dengan implant. Hal ini berkontribusi dalam tingginya
penggunaan gigi tiruan sebagian lepasan.

TERMINOLOGI
Meskipun keterbiasaan dengan istilah prostodonti yang bisa diterima akan membantu
dalam memahami materi pada buku ini atau buku dental lainnya, pengetahuan tentang
istilah-istilah tidak mungkin dapat berkembang tanpa disertai contoh klinis untuk
menunjang pembelajaran. Istilah dalam prostodonti dikenalkan dan akan didukung dengan
contoh pada gambar. Terminologi tambahan dapat dilihat pad Glossary of Prosthodontics
Terms dan daftar istilah yang diterima oleh semua bidang ilmu kedokteran gigi –Mosby’s
Dental Dictionary.
Istilah Appliances digunakan hanya untuk menunjukan alat (seperti splints,
orthodontic appliances, dan space maintainers) yang dipakai oleh pasien selama perawatan.
Sedangkan untuk gigi tiruan, gigi tiruan cekat, crown biasanya digunakan istilah prosthesis.
Support didefinisikan sebagai penahan pada sandaran (rest) dari dental protesa.
Stability didefinisikan sebagai kualitas/ kemampuan dari protesa untuk tetap kokoh, stabil,
atau konstan dan tahan terhadap perpindahan secara fungsional, horizontal dan tekanan
rotasional. Retention didefinisikan sebagai kemampuan/ kualitas gigi tiruan untuk melekat
dan bertahan dari gaya vertikal yang melepaskan gigi tiruan (seperti gaya gravitasi, gaya
tarik makanan, atau gaya pada saat membuka mulut). Support, stability, dan retensi sangat
berguna untuk memberikan daya tahan (resistensi) dari gigi tiruan.
Removable partial denture adalah protesa yang menggantikan beberapa gigi pada
sebagian dental arc dan dapat dilepas dari mulut sesuai kemauan. Complete denture adalah
protesa yang menggantikan semua gigi dan dipasang pada struktur maksila atau mandibula.
Gigi tiruan ini didukung oleh jaringan (membran mukosa, connective tissue, dan tulang).
Interim or Provisional denture adalah protesa yang digunakan dalam jangka waktu yang
singkat untuk alasan estetik, mastikasi, occlusal support, atau kenyamanan, serta kondisi
dimana pasien menerima artifisial pengganti pada gigi yang hilang sampai perawatan
protesa definit dapat dilakukan.