Anda di halaman 1dari 3

Nama : Enro Ryandi Turnip

Kelas/ No Absen : 5-6/ 15

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN


SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA (SBSN) DENGAN SURAT UTANG NEGARA (SUN)
SUN SBSN
Dasar Hukum UU Nomor 24 Tahun 2002 UU Nomor 19 Tahun 2008
PERBEDAAN
Pengertian Surat Utang Negara adalah surat berharga yang berupa Surat Berharga Syariah Negara selanjutnya disingkat SBSN,
surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun atau dapat disebut Sukuk Negara, adalah surat berharga
valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai
pokoknya oleh Negara Republik Indonesia, sesuai dengan bukti atas bagian penyertaan terhadap Aset SBSN, baik
masa berlakunya. dalam mata uang rupiah maupun valuta asing.
(Ps 1 ayat 1) (Ps 1 ayat 1)
Klasifikasi Surat Utang Negara terdiri atas : (Pasal 3) SBSN dapat berupa:
a. Surat Perbendaharaan Negara; a. SBSN Ijarah, yang diterbitkan berdasarkan Akad
b. Obligasi Negara. Ijarah;
(Ps 3 ayat 1) b. SBSN Mudarabah, yang diterbitkan berdasarkan
Akad Mudarabah;
c. SBSN Musyarakah, yang diterbitkan berdasarkan
Akad Musyarakah;
d. SBSN Istishna’ , yang diterbitkan berdasarkan Akad
Istishna’;
e. SBSN yang diterbitkan berdasarkan Akad lainnya
sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah;
dan
f. SBSN yang diterbitkan berdasarkan kombinasi dari
dua atau lebih dari Akad sebagaimana dimaksud
pada huruf a sampai dengan huruf e.
Tujuan (Pasal 4) Surat Utang Negara diterbitkan untuk tujuan (Pasal 4) SBSN diterbitkan dengan tujuan untuk membiayai
sebagai berikut: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara termasuk
a. membiayai defisit Anggaran Pendapatan dan membiayai pembangunan proyek.
Belanja Negara;
b. menutup kekurangan kas jangka pendek akibat
ketidaksesuaian antara arus kas penerimaan dan
pengeluaran dari Rekening Kas Negara dalam satu
tahun anggaran;
c. mengelola portofolio utang negara.

Kewajiban Pembayaran Pemerintah wajib membayar bunga dan pokok setiap Surat Pemerintah wajib membayar Imbalan dan Nilai Nominal
Utang Negara pada saat jatuh tempo. setiap SBSN, baik yang diterbitkan secara langsung oleh
(Pasal 8) Pemerintah maupun Perusahaan Penerbit SBSN, sesuai
dengan ketentuan dalam Akad penerbitan SBSN.
(Pasal 9)
Penatausahaan Menteri wajib menyelenggarakan penatausahaan dan Dalam hal SBSN diterbitkan di dalam negeri, Menteri
membuat pertanggungjawaban atas pengelolaan Surat menunjuk Bank Indonesia sebagai agen penata usaha untuk
Utang Negara dan dana yang dikelola. Pertanggungjawaban melaksanakan kegiatan penatausahaan yang mencakup antara
disampaikan sebagai bagian dari pertanggungjawaban lain kegiatan pencatatan kepemilikan, kliring, dan setelmen
pelaksa-naan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. SBSN, baik dalam hal SBSN diterbitkan secara langsung
(Pasal 16) oleh Pemerintah maupun yang diterbitkan melalui
Perusahaan Penerbit SBSN.
Dalam hal SBSN diterbitkan di luar negeri, Menteri
menunjuk Bank Indonesia atau pihak lain sebagai agen
penata usaha untuk melaksanakan kegiatan penatausahaan.
(Pasal 21)
PERSAMAAN
Bentuk Penerbitan Surat Utang Negara diterbitkan dalam bentuk warkat atau SBSN diterbitkan dalam bentuk warkat atau tanpa warkat.
tanpa warkat. (Pasal 2 ayat 1)
(Pasal 2 ayat 1)
Kewenangan Kewenangan dan kewajiban : Kewenangan dan pelaksanaan penerbitan :
(1) Kewenangan menerbitkan Surat Utang Negara (1) Kewenangan menerbitkan SBSN untuk tujuan
untuk tujuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 berada pada
berada pada Pemerintah. Pemerintah.
(2) Kewenangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) Kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
(1) dilaksana-kan oleh Menteri. dilaksanakan oleh Menteri.
(Pasal 5) (Pasal 5)
Penerbitan SBSN dapat dilaksanakan secara langsung oleh
Pemerintah atau melalui Perusahaan Penerbit SBSN.
Penerbitan SBSN yang dilakukan melalui Perusahaan
Penerbit SBSN ditetapkan oleh Menteri.
(Pasal 6)
Penerbitan Surat Utang Negara harus terlebih dahulu Penerbitan SBSN harus terlebih dahulu mendapat persetujuan
mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat pada saat Dewan Perwakilan Rakyat pada saat pengesahan Anggaran
pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atas Pendapatan dan Belanja Negara yang diperhitungkan sebagai
nilai bersih maksimal Surat Utang Negara yang akan bagian dari Nilai Bersih Maksimal Surat Berharga Negara
diterbitkan dalam satu tahun anggaran. yang akan diterbitkan oleh Pemerintah dalam satu tahun
Penerbitan
(Pasal 7) anggaran.
(Pasal 8)
Dalam hal Pemerintah akan menerbitkan Surat Utang Dalam hal akan dilakukan penerbitan SBSN untuk tujuan
Negara untuk tujuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Menteri terlebih
Menteri terlebih dahulu berkonsultasi dengan Bank dahulu berkoordinasi dengan Bank Indonesia.
Indonesia. (Pasal 6) (Pasal 7)
Dana Pembayaran Dana untuk membayar bunga dan pokok disediakan dalam Dana untuk membayar Imbalan dan Nilai Nominal
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara setiap tahun disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
sampai dengan berakhirnya kewajiban tersebut. setiap tahun sampai dengan berakhirnya kewajiban tersebut.
(Pasal 8) (Pasal 9)