Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Seledri (Apium graveolens L.) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak
digunakan secara tradisional untuk pengobatan berbagai jenis penyakit. Masalah
yang paling sering muncul ketika akan mengkonsumsi ekstrak seledri adalah rasa
yang tidak mengenakan. Salah satu kandungan utama dari seledri adalah apigenin.
Dilaporkan bahwa apigenin memiliki kelarutan dalam air yang sangat rendah
(1,35 µg/mL). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan β-
siklodekstrin sebagai bahan pengompleks dalam menutupi rasa yang tidak
mengenakan dari ekstrak seledri dan peningkatan kelarutan apigenin melalui
teknik kompleks inklusi. Pada penelitian ini akan dibuat kompleks inklusi ekstrak
seledri dengan β-siklodekstrin dan apigenin dengan β-siklodekstrin dengan
perbandingan 2 : 1, 1 : 1, dan 1 : 2 (rasio berat). Hasil pengujian menunjukkan
bahwa pada perbandingan 1 : 1 menghasilkan persen effisiensi penjerapan yang
paling baik, dengan persentase effisiensi penjerapan sebesar 22,81% (b/b) dan
74,41% (b/b). Hasil uji kelarutan menunjukkan bahwa kompleks inklusi apigenin
memiliki kelarutan dalam air yang lebih tinggi (7,77 ± 1,61% b/b) dibanding
dengan apigenin murni (3,90 ± 0,93% b/b). Uji hedonik menggunakan parameter
rasa dan aroma antara kompleks inklusi ekstrak seledri dengan ekstrak seledri
murni menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat kesukaan panelis terhadap
rasa dan aroma kompleks inklusi ekstrak seledri dibanding dengan ekstrak seledri
murni.

Kata kunci : Seledri, Apium graveolens L., Apigenin, Kompleks Inklusi, β-


Siklodekstrin

iii