Anda di halaman 1dari 15

PANDUAN

PELAYANAN EARLY
WARNING SYSTEM

RUMAH SAKIT UMUM JAGAKARSA


JL. Moh. Kahfi I No. 27A Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan
Telp. (021) 78882455, 22708072, 78882476 Fax : (021) 22708072
Email : rsukecjagakarsa@gmail.com

I
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM JAGAKARSA
PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

NOMOR 92 TAHUN 2018


TENTANG
PEMBERLAKUAN PANDUAN
PELAYANAN EARLY WARNING SYSTEM

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM JAGAKARSA

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah


Sakit Umum Jagakarsa, maka diperlukan
penyelenggaraan pelayanan pasien yang bermutu tinggi;
b. bahwa agar penyelenggaraan pelayanan pasien di Rumah
Sakit Umum Jagakarsa dapat terlaksana dengan baik,
perlu adanya kebijakan Direktur Rumah Sakit Umum
Jagakarsa sebagai landasan bagi penyelenggaraan
pelayanan pasien di Rumah Sakit Umum Jagakarsa;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam a dan b, perlu ditetapkan dengan Keputusan
Direktur Rumah Sakit Umum Jagakarsa.

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009


tentang Rumah Sakit.
2. Undang-undang Republik Indonesia nomor 25 tahun 2009
tentang Pelayanan Publik
3. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 29 tahun 2004
Tentang Praktik Kedokteran
4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
290/Menkes/Per/III/2008 Tentang Persetujuan Tindakan
Kedokteran
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor
36 tahun 2012 tentang rahasia kedokteran

II
7. Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota
Jakarta Nomor 1024 Tahun 2014 Tentang penetapan
pusat kesehatan masyarakat kecamatan menjadi Rumah
Sakit Umum Jagakarsa
8. Keputusan Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor
3/2.11/31/-1.77/2015 Tahun 2015 Tentang Izin
Operasional Rumah Sakit Umum Jagakarsa
9. Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Jagakarsa Nomor
191 Tahun 2017 Tentang Kebijakan Pelayanan Pasien

MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
PERTAMA : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM
JAGAKARSA TENTANG PANDUAN PELAYANAN EARLY
WARNING SYSTEM DI RUMAH SAKIT UMUM JAGAKARSA
KEDUA : Panduan pelayanan Early Warning System dimaksudkan
sebagaimana tercantum dalam Panduan di Keputusan ini.
KETIGA : Pelaksanaan pelayanan Early Warning System ini
dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan
pelayanan pasien sebagaimana dimaksud dalam Diktum
kesatu
KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 4 desember 2018
Direktur,

DEWI MUSTIKA
NIP : 196901112000122002

III
KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberi petunjuk dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan Panduan Pelayanan Early Warning System ini dengan
sebaik-baiknya.
Dalam penyusunan panduan ini penulis telah berusaha untuk menyajikan dengan
sebaik mungkin, tetapi penulis menyadari bahwa kemungkinan buku ini masih banyak
kekurangan sehingga penulis membuka diri untuk segala masukan dan saran yang sifatnya
membangun.
Semoga panduan ini memberikan manfaat bagi seluruh dokter umum dan perawat
di Rumah Sakit Umum Jagakarsa.

Jakarta, 4 Desember 2018

Tim Penyusun

II
DAFTAR ISI
Halaman

Kata Pengantar ................................................................................................ ii


Daftar Isi......................................................................................................... iii

BAB I DEFINISI ........................................................................................... 1


BAB II RUANG LINGKUP ......................................................................... 2
BAB III TATALAKSANA............................................................................ 3
BAB IV DOKUMENTASI ............................................................................ 6

III
BAB I
DEFINISI

1. Early Warning System (EWS) adalah sistem peringatan dini yang dapat
diartikan sebagai rangkaian sistem komunikasi informasi yang dimulai dari
deteksi awal, dan pengambilan keputusan selanjutnya. Diteksi dini merupakan
gambaran dan isyarat terjadinya gangguan funsi tubuh yang buruk atau
ketidakstabilitas fisik pasien sehingga dapat menjadi kode dan atau
mempersiapkan kejadian buruk dan meminimalkan dampaknya, penilaian
untuk mengukur peringatan dini ini menggunakan Early Warning Score.
2. Tujuan EWS adalah untuk mendeteksi terjadinya perburukan/ kegawatan
kondisi pasien yang tujuannya adalah mencegah hilangnya nyawa seseorang
dan mengurangi dampak yang lebih parah dari sebelumnya. Pengukuran skor
pada pasien dewasa menggunakan National Early Warning Score (NEWS),
pada pasien anak menggunakan Pediatric Early Warning System (PEWS),
pada pasien ibu hamil menggunakan Modified Obstertic Early Warning Score
(MEOWS).
3. National Early Warning Score (NEWS) adalah sebuah pendekatan sistematis
yang menggunakan skoring untuk mengidentifikasi perubahan kondisi
sesorang sekaligus menentukan langkah selanjutnya yang harus dikerjakan.
Penilaian ini dilakukan pada orang dewasa (berusia lebih dari 16 tahun), tidak
untuk anak-anak dan ibu hamil. Sistem ini dikembangkan oleh Royal College of
Physicians, the Royal College of Nursing, the National Outreach Forum and
NHS Training for Innovatio, London tahun 2012.
4. Sistem skoring NEWS menggunakan pengkajian yang menggunakan 7 (tujuh)
parameter fisiologis yaitu tekanan darah sistolik, nadi, suhu, saturasi oksigen,
kebutuhan alat bantu O2 dan status kesadaran untuk mendeteksi terjadinya
perburukan/ kegawatan kondisi pasien yang tujuannya adalah mencegah
hilanya nyawa seseorang dan mengurangi dampak yang lebih parah dari
sebelumnya.
5. Pediatric Early Warning System (PEWS) adalah penggunaan skor
peringatan dini dan penerapan perubahan kompleks yang diperlukan untuk
pengenalan dini terhadap pasien anak di rumah sakit.
6. Sistem skoring PEWS menggunakan pengkajian yang menggunakan 9
(sembilan) parameter fisiologis yaitu suhu, nadi, pernafasan, distres
pernafasan, pemasangan O2, saturasi, tingkat kesadaran, warna kulit,
hipoglikemi.
7. Modified Obstertic Early Warning Score (MEOWS) adalah penggunanaan
skor peringatan ini yang mengalami perubahan pada pasien ibu hami dimulai
usia 20 minggu sampai kelahiran anak usia 6 minggu.

-1-
8. Sistem skoring MEOWS menggunakan pengkajian dengan 10 parameter
fisiologis, yaitu respirasi, saturasi, suhu, tekanan darah sistolik, tekanan darah
diastolik, nadi, tingkat kesadaran, nyeri, lochea, protein urin.

-2-
BAB II
RUANG LINGKUP

1. Instalasi Rawat Inap


2. Instalasi Maternal dan Perinatal
a. Ruang Nifas
b. Ruang Bersalin
3. Pasien Rawat Inap
4. Perawat

-3-
BAB III
TATA LAKSANA

A. National Early Warning System


1. NEWS digunakan pada pasien dewasa (berusia 16 tahun atau lebih)
2. NEWS dapat digunakan untuk untuk mengasesmen pengakit akut,
mendeteksi penurunan klinis, dan menginisiasi respon klinis yang tepat
waktu dan sesuai.
3. NEWS tidak digunakan pada:
a. Pasien berusia kurang dari 16 tahun
b. Pasien hamil
c. Pasien dengan PPOK
4. NEWS juga dapat diimplementasikan untuk asesmen prehospital pada
kondisi akut oleh first responder seperti pelayanan ambulans, pelayanan
kesehatan primer, Puskesmas untuk mengoptimalkan komunikasi kondisi
pasien sebelum diterima rumah sakit tujuan.
5. National Early Warning Score (NEWS)
Parameter 3 2 1 0 1 2 3
Pernafasan ≤8 9-11 12-20 21-24 ≥25
Saturasi ≤91 92-93 94-95 96
Oksigen
Penggunaan Ya Tidak
alat bantu 02
Suhu ≤35 35.1-36.0 36.1-38.0 38.1- ≥39.1
39.0
Tekanan ≤90 91-100 101.110 111-219 ≥220
Darah Sistolik
Denyut ≤40 41-50 51-90 91-110 111-130 ≥131
Jantung
Tingkat A V,P, atau
Kesadaran U
TOTAL :
Keterangan :
1-4 : rendah
5.6 : sedang
 7 : tinggi

-4-
6. Skor NEWS dan Respon Klinis yang Diberikan
Skor Klasifikasi Frekuensi Petugas Respon Klinis
Monitoring
0 Sangat Min 12 jam Perawat jaga Melakukan monitoring
Rendah
1-4 Rendah Min 4-6 jam Perawat jaga Melakukan menilai dan
mengevaluasi oleh
perawat yang kompeten
dan harus memutuskan
apakah perlu
meningkatkan frekuensi
monitoring.
5-6 Sedang Min 1 jam Perawat jaga Perawat memonitor dan
dan dokter jaga menilai min 1 jam dan
melapor dokter jaga dan
memperisapkan jika
mengalami perburukan
kondisi pasien.
≥7 Tinggi Bad set Tim emergensi, Perawat, dokter
monitor/ everyDPJP Penanggung jawab
time (DPJP) harus segera
memberikan penilaian
darurat oleh Tim
emergensi dan persiapan
terjadi transfer pasien ke
area ICU dengan
perawatan alat bantu.

B. Pediatric Early Warning System (PEWS)


1. PEWS digunakan pada pasien anak/ pediatrik ( berusia saat lahir-16 tahun)
2. PEWS dapat digunakan untuk untuk mengasesmen pengakit akut,
mendeteksi penurunan klinis, dan menginisiasi respon klinis yang tepat
waktu dan sesuai.
3. PEWS tidak digunakan pada:
a. Pasien dewasa lebih dari 16 tahun
b. Pasien anak dengan TOF (Tetralogi of Fallot), sindrom VACTERL
4. PEWS juga dapat diimplementasikan untuk asesmen prehospital pada
kondisi akut oleh first responder seperti pelayanan ambulans, pelayanan
kesehatan primer, Puskesmas untuk mengoptimalkan komunikasi kondisi
pasien sebelum diterima rumah sakit tujuan.

-5-
a. Tabel parameter Pediatrik Eearly Warning Score

Parameter 3 2 1 0 1 2 3
Suhu
Pernafasan
: <20 30-39 40-60 >60
<28 hari ≤20 20-29 30-40 41-50 51-60 ≥60
< 1 tahun <20 20-30 31-50 51-60 >60
1-5 tahun <20 20-30 31-50 51-60 >60
5-11 tahun <10 10-20 21-30 31-40 >40
12-16 tahun
Alat bantu No L/menit
O2
Saturasi ≤85 86-89 90-93 >94
oksigen
Nadi
< 28 hari <80 81-90 91-99 100-180 181-190 >200
<1 tahun <90 90-99 100-109 110-160 161-170 171-190 ≥190
1-5 tahun ≤70 70-79 80-89 90-140 141-160 161-170 >170
5-11 tahun <60 60-69 70-79 80-120 121-140 141-160 >160
12-16 tahun <60 55-100 101-120 121-140 >140
Warna kulit PINK Pucat/
Berbintik
Tekanan ≤80 80-89 90-119 120-129 130-139 >140
sistolik
Tingkat A V P/ U
kesadaran
TOTAL :

Keterangan :
0-2 : skor normal (putih), penialain setiap 4 jam.
3 : skor rendah (hijau), penilaian setiap 1-2 jam
4 : skor menengah (kuning) penilaian setiap 1 jam
≥5 : skor tinggi (merah) penilaian setiap 30 menit.

-6-
b. Respon Klinis terhadap Pediatrik Early Warning System (PEWS).
Skor Monitoring Petugas Tindakan
frekuensi
1 4 jam Perawat jaga Semua perubahan kondisi pasien
2 2-4 jam harus meningkatkan frekuensi
monitor untuk tindakan klinis yang
tepat
3 Min 1 jam Perawat jaga dan Perawat jaga melakukan
dokter jaga monitoring ulang
4-5 30 menit Melapor ke dokter jaga
6 berlanjutan Perawat jaga, dokter Melapor ke DPJP
jaga, DPJP
7+ berlanjutan Panggilan darurat Menghubungi Tim Emergensi
jaga

C. Modified Early Obstertic Warning Score (MEOWS)


1. MEOWS digunakan pada pasien ibu hamil dengan usia kandungan 20
minggu sampai 6 minggu setelah melahirkan.
2. MEOWS dapat digunakan untuk untuk mengasesmen pengakit akut,
mendeteksi penurunan klinis, dan menginisiasi respon klinis yang tepat
waktu dan sesuai.
3. MEOWS tidak digunakan selama proses pembukaan sampai selesai
melahirkan.
a. Tabel Parameter Modified Early Obstertic Warning System
(MEOWS)

Parameter 3 2 1 0 1 2 3
Respirasi <12 12-20 21-25 >25
Saturasi <92 92-95 >95
Penggunaa Yes No
n O2
Suhu <36 36.1-37.2 37.5- >37.7
37.7
Tekanan <90 90-140 141- 151-160 >160
darah 150
sistolik
Tekanan 60-90 91-100 101-110 >110
darah
diastolik
Nadi <50 50-60 61-100 101- 111-120 >120
110
Tingkat A V, P/U
ksadaran
Nyeri Noormal Abnormal

-7-
Pengeluara Normal Abnormal
n/ Lochea
Protein + ++>
urin

Keterangan :

1-4 : Rendah

5-6 : Sedang

>7 : Tinggi

b. Respon Klinis terhadap MEOWS

Monitoring Petugas Tindakan


Skor frekuensi

1-4 4 jam Perawat/ Bidan jaga, 1. Meningkatkan frekuensi


Dokter jaga monitoring jika ada
perubahan kondisi pasien
2. Jika perlu menghubungi
dokter jaga
Jika pasien mengalami pre
eklampsia (sakit kepala,
pandangan kabur, nyeri perut)
tingkatkan pengawasan.

5-6 1 jam Bidan/ Perawat jaga, 1. Lapor bidan/ perawat jaga


Dokter Sp.OG 2. Bidan/ perawat segera
monitoring ulang pasien
3. Menghubung dokter
spesialis kandungan dan
segera konsultasikan
4. Meningkatkan frekuensi
monitoring
Jika pasien mengalami
pre eklampsia (sakit
kepala, pandangan kabur,
nyeri perut) tingkatkan
pengawasan
7+ berlanjutan Panggilan darurat Menghubungi dokter
Sp.OG

-8-
Menghubungi Tim
emergency
Melanjutkan TTV
secaraberkelanjutan
1. Mempertimbangan
pemindahan ke ruang ICU

-9-
BAB IV
DOKUMENTASI

1. Lembar observasi

- 10 -