Anda di halaman 1dari 3

ABSTRAK

Pendidikan Seumur Hidup” atau “Life-Long Education” bukan “(long life


education) “ adalah makna yang seharusnya benar-benar terkonsepsikan secara jelas
serta komprehensif dan dibuktikan dalam pengertian, dalam sikap, perilaku dan dalam
penerapan terutama bagi para pendidik di negeri kita.

Pendidikan seumur hidup atau belajar seumur hidup bukan berarti kita harus
terus sekolah sepanjang hidup kita. Sekolah banyak diartikan oleh masyarakat sebagai
tugas belajar yang terperangkap dalam sebuah “ruang” yang bernama kelas, bukan itu
yang dimaksud. Paradigma belajar seperti ini harus segera kita rubah.
Belajar merupakan tugas semua manusia dari yang tua - muda, yang besar -
kecil, kaya - miskin semua mempunyai tugas tersebut. Belajar memberi, belajar
menerima, belajar bersabar, belajar menghargai, belajar menghormati dan belajar
semua hal merupakan kenyataan kehidupan sehari - hari dari dahulu sudah dapat
dilihat bahwa pada hakikatnya orang belajar sepanjang hidup, meskipun dengan cara
yang berbeda dan melalui proses yang tidak sama. Jelasnya tidak ada batas usia yang
menunjukan tidak mungkinnya dan tidak dapatnya orang belajar.

Tujuan pendidikan seumur hidup adalah untuk mengembangkan potensi


kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakekatnya, yakni seluruh aspek
pembawaannya seoptimal mungkin. Dengan demikian secara potensial keseluruhan
potensi manusia diisi kebutuhannya supaya berkembang secara wajar.

ABSTRACT

Life long Education "is not" (long life education) "is a meaning that should be
truly conceptualized clearly and comprehensively and proven in terms of, in attitude,
behavior and in application especially for educators in our country .

Lifelong education or lifelong learning does not mean we have to go to school all
our lives. Schools are interpreted by many as a learning task that is trapped in a
"space" called class, that is not what is meant. This learning paradigm must be changed
immediately.

Learning is the duty of all humans from the young - the young, the big - the
small, the rich - the poor all to have the task. Learning to give, learn to accept, learn
to be patient, learn to appreciate, learn to respect and learn all things is the reality of
everyday life from the past it can be seen that in essence people learn throughout life,
even though in different ways and through processes that are not the same. Clearly
there is no age limit that indicates the impossibility and inability of people to learn.

The purpose of lifelong education is to develop the potential of the human


personality in accordance with its nature and essence, namely all aspects of its nature
as optimal as possible. Thus, the potential for overall human potential is filled with
needs to develop naturally.

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa , karena rahmat dan
hidayah Nya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Hakekat Pendidikan
Seumur Hidup”. Makalah ini saya ajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Filsafat
Pendidikan. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini, saya tidak lepas
dari dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan kali ini saya
mengucapkan terimakasih kepada :
Ibu Dr. Naeklan Simbolon, M.Pd. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan
tugas ini kepada saya.

Terlepas dari itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan,
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat
memperbaiki makalah ini untuk kedepannya.

Akhir kata saya berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan terima
kasih atas perhatiannya.

ii
DAFTAR ISI

ABSTRAK..............................................................................................i

KATA PENGANTAR..................................................................................ii

DAFTAR ISI..........................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Permasalahan................................................................1
B. Tujuan Tugas Rekayasa Ide................................................................1
C. Manfaat Tugas Rekayasa Ide...............................................................1

BAB II IDENTIFIKASI PERMASALAHAN KEPEMIMPINAN

A. Permasalahan Umum Hakekat Pendidikan Seumur Hidup.............................2


B. Identifikasi Permasalahan Hakekat Pendidikan Seumur Hidup.......................2
1. Mengapa Pendidikan Seumur Hidup Di Perlukan ?................................2
2. Bagaimana Implikasi Pendidikan Seumur Hidup ?.................................3
3. Seberapa Pentingnya Peran Masyarakat Dalam Program Pendidikan Seumur
Hidup ?...................................................................................3
BAB III SOLUSI DAN PEMBAHASAN ( Analisis)
A. Solusi dan Pembahasan “Mengapa Pendidikan Seumur Hidup di Perlukan”........4
B. Solusi dan Pembahasan “Bagaimana Implikasi Pendidikan Seumur Hidup”.........5
C. Solusi dan Pembahasan “Seberapa Pentingnya Peran Masyarakat Dalam Program
Pendidikan Seumur Hidup”.................................................................6
BAB IV PENUTUP
A. KESIMPULAN.................................................................................8
B. SARAN.........................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................9

iii