Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

PANCASILA

DOSEN PENGAMPU:

Dr. Kuswanto, S.pd., M.Si.

Disusun Oleh:

Charles David Siahaan

Rahmatil Ummah

Nopita Sari Manik

Nichea Miza Jayenti

Welda Mayori

Fitri Khairani

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2018
1. Kearifan Lokal
Gagasan-gagasan, nilai-nilai atau pandangan dari suatu tempat yang memiliki
sifat bijaksana dan bernilai baik yang diikuti dan dipercayai oleh masyarakat di suatu
tempat tersebut dan sudah diikuti secara turun temurun.

Ciri-Ciri Kearifan Lokal

Kearifan Lokal memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu :

1. Mempunyai kemampuan mengendalikan.


2. Merupakan benteng untuk bertahan dari pengaruh budaya luar.
3. Mempunyai kemampuan mengakomodasi budaya luar.
4. Mempunyai kemampuan memberi arah perkembangan budaya.
5. Mempunyai kemampuan mengintegrasi atau menyatukan budaya luar dan budaya asli.

Kearifan Lokal merupakan pengetahuan eksplisit yang muncul dari periode yang panjang
dan berevolusi bersama dengan masyarakat dan lingkungan di daerahnya berdasarkan apa
yang sudah dialami. Jadi dapat dikatakan, kearifan lokal disetiap daerah berbeda-beda
tergantung lingkungan dan kebutuhan hidup.

Contoh Kearifan Lokal

 Hutan larangan adat “desa rumbio kec. kampar prov. Riau”


Kearifan lokal ini dibuat dengan tujuan untuk agar masyarkat sekitar bersama-sama
melestarikan hutan disana, dimana ada peraturan untuk tidak boleh menebang pohon
dihutan tersebut dan akan dikenakan denda seperti beras 100 kg atau berupa uang
sebesar Rp 6.000.000,- jika melanggar.

 Awig-Awig (Lombok Barat dan Bali) merupakan aturan adat yang menjadi pedoman
untuk bertindak dan bersikap terutama dalam hal berinteraksi dan mengolah sumber
daya alam dan lingkungan didaerah Lombok Barat dan Bali.
 Cingcowong (Sunda/Jawa Barat) merupakan upacara untuk meminta hujan tradisi
Cingcowong ini dilakukan turun temurun oleh masyarakat Luragung guna untuk
melestarikan budaya serta menunjukan bagaimana suatu permintaan kepada yang
Maha Kuasa apabila tanpa adanya patuh terhadap perintahnya.

 Bebie (Muara Enim-Sumatera Selatan) merupakan tradisi menanam dan memanen


padi secara bersama-sama dengan tujuan agar pemanenan padi cepat selesai dan
setelah panen selesai akan diadakan perayaan sebagai bentuk rasa syukur atas panen
yang sukses.

Contoh Kearifan Lokal Budaya di Daerah Kalimantan Timur

Ilmu Perladangan Gilir Balik

Suku Dayak Bantian di Kalimantan Timur menanam padi, sayuran, rotan, dan buah-buahan
di hutan. Mereka menggunakan sistem perladangan gilir balik. Mereka membuka hutan untuk
dijadikan ladang selama 2 tahun, setelah itu mereka mencari ladang baru dan membiarkan
ladang lama menjadi hutan kembali. Begitu seterusnya dan tidak semua hutan boleh dijadikan
ladang.

Ada pula wilayah hutan yang hanya boleh diambil hasilnya. Buah-buahan hutan yang tidak
termakan oleh penduduk, dibiarkan di hutan agar dimakan oleh satwa liar.

Contoh kearifan lokal dalam keragaman agama

Proses pembangunan dan kehidupan umat beragama di daerah ini berlangsung sangat
baik. Pemprov Kaltim pun secara konsisten mendukung pembangunan rumah-rumah ibadah
dalam upaya memberikan kenyamanan umat beragama dalam beribadah. Toleransi antarumat
beragama terjalin sangat baik. Meskipun Islam agama mayoritas yang dianut oleh penduduk
Kaltim, namun antarumat beragama dapat saling menghargai dan hormat menghormati.
Pemprov Kaltim juga tidak membeda-bedakan antara satu penganut agama dengan penganut
agama lainnya. Sebab, semua penganut agama mendapat tempat dan hak yang sama untuk
diperhatikan dan dibina dengan baik. Dengan demikian keragaman agama, suku (etnis), adat-
istiadat dan budaya yang ada di Kaltim harus dijadikan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha
Esa dan menjadi kekuatan untuk bersatu membangun, mencapai cita-cita dan memajukan
bangsa dan negara ini ke arah yang lebih baik dan menuju rakyat Kaltim yang sejahtera.
Kepada para alim ulama, khususnya yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI),
diminta untuk senantiasa meningkatkan pembinaan keimanan dan ketaqwaan pada umat, juga
dapat menjadi pelopor terdepan dalam menggugah kesadaran umat dalam meningkatkan
toleransi antar umat beragama.

1. Kasus yang terkait tentang pengembangan pancasilais


 Sikap gotong royong

Keterangan : dari gambar diatas mencerminkan sikap pancasilais dimana mahasiswa


melakukan kegiatan gotong royong dilikungan kos untuk menjaga kebersihan karena ini
sudah menjadi tanggungjawab bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan bersama.

 Sikap Jujur
Keterangan : gambar diatas mencerminkan sikap kejujuran yang dimiliki oleh seseorang.
Kasus tersebut sering kita jumpai di lingkungan kita, masih ada beberapa orang yang bersikap
jujur saat menemukan uang tergeletak di jalan.dia sadar bahwa uang tersebut bukan hak nya
dan memilih mengembalikan kepada pemiliknya.

2. Contoh kegiatan musyawarah dan mufakat

Contoh diskusi mahasiswa dan mahasiswi Kristen fkip untuk mengadakan natal.

Dalam masyawarah dalam foto ini, hasil yang dihasilkan yaitu pembentukan panitia dan
pembagian kerja dalam setiap devisi.

4.konsep pemahaman pancasila

A. Hakekat Pengertian Pancasila

1. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa.


Ketuhanan berasal dari kata Tuhan, ialah Alloh, pencipta segala yang ada dan semua
makhluk. Atas keyakinan yang demikianlah, maka Negara Indonesia memberikan
jaminan kebebasan kepada setiap penduduk untuk beribadat menurut agamanya dan
kepercayaannya itu. Dengan kata lain di dalam Negara Indonesia tidak ada dan tidak
boleh ada paham yang meniadakan Tuhan Yang Maha Esa (atheisme).
Sebagai sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sumber pokok nilai-
nilai kehidupan bangsa Indonesia, menjiwai dan mendasari serta membimbing
perwujudan kemanusiaan yang adil dan beradab.

2. Sila Kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradab


Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yaitu makhluk berbudi yang memiliki potensi
pikir, rasa, karya dan cipta. Kemanusiaan terutama bersifat manusia yang merupakan
esensi dan identitas manusia karena martabat kemanusiaannya. Adil terutama
mengandung arti, bahwa suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas norma-norma
yang objektif, jadi tidak subjektif apalagi sewenang-wenang. Beradab berasal dari kata
adab, yang berarti budaya, jadi beradab arti kebudayaan.
Jadi kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kesadaran sikap dan perbuatan manusia
didasarkan kepada potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan norma-norma
dan kebudayaan umumnya, baik terhadap diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap
alam dan hewan.
Pada prinsipnya kemanusiaan yang adil dan baradab adalah sikap dan perbuatan manusia
yang sesuai dengan kodrat dan hakikat manusia yang berbudi, sadar nilai, dan berbudaya.

3. Sila Ketiga : Persatuan Indonesia


Persatuan berasal dari kata satu, yang berarti utuh tidak terpecah belah. Persatuan
mengandung pengertian bersatunya bermacam corak yang beraneka ragam menjadi satu
kesatuan
Pertama : makna geografis, yang berarti sebagian bumi yang membentang dari 950–1410
Bujur Timur dan dari 60 Lintang Utara sampai 110 Lintang Selatan.
Kedua : makna bangsa dalam arti politis, yaitu bangsa yang hidup di dalam wilayah
tersebut. Indonesia dalam sila III ini ialah Indonesia dalam pengertian bangsa.
Jadi Persatuan Indonesia ialah persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.
Bangsa yang mendiami wilayah Indonesia ini bersatu karena didorong untuk mencapai
kehidupan kebangsaan yang bebas dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat.

4. Sila Keempat : Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam


Permusyawaratan/Perwakilan.
Kerakyatan berasal dari kata Rakyat, yang berarti sekelompok manusia yang
berdiam di suatu wilayah tertentu.
Hikmat kebijaksanaan berarti penggunaan pikiran atau rasio yang sehat dengan selalu
mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Permusyawaratan adalah suatu tata cara khas kepribadian Indonesia untuk merumuskan
dan atau memutuskan suatu hal yang berdasarkan kehendak rakyat, hingga tercapai
keputusan yang berdasarkan kebulatan pendapat atau mufakat.
Perwakilan adalah suatu sistem dalam arti tata cara (prosedur) mengusahakan turut
sertanya rakyat mengambil bagian dalam kehidupan bernegara. Antara lain dilakukan
dengan melalui badan-badan perwakilan. Jadi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan berarti, bahwa rakyat dalam
menjalankan kekuasaannya melalui sistem perwakilan dan keputusan-keputusannya
diambil dengan jalan musyawarah yang dipimpin oleh pikiran yang sehat serta penuh
tanggung jawab, baik kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun kepada rakyat dan
wakilnya.

5. Sila kelima : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


Keadilan Sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat disegala bidang
kehidupan, baik materil maupun spirituil.
Seluruh rakyat Indonesia berarti setiap orang yang menjadi Rakyat Indonesia, baik
yang berdiam diwilayah kekuasaan Republik Indonesia maupun warga negara
Indonesia yang berada diluar negeri.
Jadi : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti bahwa setiap orang
Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, sosial,
ekonomi dan kebudayaan. Sesuai dengan UUD 1945 makna keadilan sosial mencakup
pula pengertian adil dan makmur.
Sila “keadilan sosial” adalah tujuan dari empat sila yang mendahuluinya, merupakan
tujuan bangsa Indonesia dalam bernegara, yang perwujudannya ialah tata-masyarakat
adil-makmur berdasarkan Pancasila.
Pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai
paragdigma berpikir, bersikap, dan berprilaku masyarakat.

A. BERPIKIR
Masyarakat sudah pencapaian tertinggi dalam nilai-nilai pancasila. Dilihat dari
masyarakat sudah berpikir untuk menghargai keragaman yang ada, sudah berpikir
untuk menciptakan keadilan bagi bangsa ini, berpikir untuk menjaga setiap persatuan
Indonesia, berpikir untuk menggunakan system musyarah dan tidak mementingkan
egoisnya.
B. BERSIKAP
Bersikap positif terhadap Pancasila merupakan sikap yang baik dan
mendukung terhadap nilai-nilai Pancasila serta berupaya melestarikan dan
mempertahankannya.