Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Kabupaten Sarolangun merupakan suatu Kabupaten yang berada di Provinsi Jambi, secara
geograis Kabupaten Sarolangun terletak pada posisi 102003’39” sampai 103013’17” BT dan antara
01053’39” LS sampai 020 46’24” LS, kabupaten Sarolangun terbagi atas 10 kecamatan diantaranya :
Batang Asai, Pauh, Sarolangun, Batin VIII, Mandiangin, Air Hitam, Limun, Cerminan Gedang,
Pelawan dan Singkut.

Jumlah masyarakat Sarolangun berkisar 278 222 juwa. Dalam masyarakat Sarolangun terdapat
satu kelompok Suku Anak Dalam ( SAD) yang tinggal di pedalaman jambi. Suku ini memiliki
kemampuan dan kemandirian dalam mengobati suatu penyakit dengan menggunakan bahan-bahan
dari tumbuhan yang ada li hutan Sarolangun. Suatu penelitian menyebutkan terdapat 198 tanaman
yang biasa digunakan oleh Suku Anak Dalam untuk keperluan sehari hari, 32 jenis tanaman
merupakan tanaman obat, dan terdapat 4 tanaman insektisida yang bermanfaat banyak.

Masyarakat yang tinggal didaerah-daerah terpencil merupakan masayarakat yang jauh dari akses
serta layanan kesehatan, sehingga penderita penyakit ringan yang seharusnya dapat disembuhkan
malah menjadi pasien penderita gawat darurat bahkan mungkin mengalami kematian akibat tidak
adanya pelayanan kesehatan sama sekali. Warga masyarakat di Kabupaten Sarolangun pada
dasarnya sudah mengenal pengobatan herbal dengan memanfaatkan tanaman yang berada di sekitar
lingkungannya. Beberapa warga, kadang menggunakan tanaman-tanaman tersebut untuk mengobati
keluhan kesehatan yang dirasakan, namun pemanfaatannya belum terlalu optimal karena selama ini
penggunaan tanaman obat tradisional itu hanya didasarkan pada pendapat teman atau tetangga.
Penggunaan obat tradisional yang tidak sesuai dengan aturan, dikhawatirkan dapat mengurangi
khasiat obat itu sendiri. Jika penggunaannya terlalu banyak, dikhawatirkan juga akan memberikan
efek toksik yang akan membayakan bagi masyarakat.

Pengobatan menggunakan herbal merupakan pengobatan yang murah, praktis dan efektif
sebagai tindakan awal untuk mengatasi penyakit-penyakit ringan khususnya bagi daerah terpencil,
namun kurang diminati dan belum seperti yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena kurangnya
edukasi dan pengetahuan masyarakat terhadap manfaat dan fungsi tanaman yang ada disekitarnya
bahkan tak jarang tanaman-tanaman yang bermanfaat itu malah ditebang karena dianggap tidak
bermanfaat sama sekali padahal tanaman tersebut potensial jika digunakan untuk mengobati
penyakit yang mereka derita..
Untuk mengembalikan kesadaran masyarakat agar dapat memanfaatkan tanaman-tanaman
disekitar lingkungan mereka sebagai obat, maka diperlukan penyuluhan tentang manfaat tanaman
dan teknik pengolahannya. Penyuluhan ini nantinya akan memberikan pengetahuan positif kepada
masyarakat tentang manfaat tanaman, dan secara tidak langsung kita ikut melestarikan budaya
pengobatan asli Masyarakat Jambi.

Pada saat observasi, beberapa warga diketahui sudah mulai memanfaatkan tanaman obat yang
tumbuh di halaman rumah mereka, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Warga kadang-
kadang menggunakan tanaman obat untuk mengobati penyakit ringan yang mereka derita, namun
kadang pemanfaatannya masih salah, karena hanya berdasar dari anjuran teman atau tetangga.
Penggunaan obat tradisional yang tidak sesuai dengan aturan, dikhawatirkan dapat mengurangi
khasiat obat itu sendiri. Jika penggunaannya terlalu banyak, dikhawatirkan juga akan memberikan
efek toksik yang akan membayakan bagi masyarakat. Maka diperlukan edukasi kepada masyarakat,
agar pemanfaatan tanaman obat keluarga dapat optimal, dan derajat kesehatan masyarakat
meningkat.

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diapaprkan diatas maka kami bermaksud untuk
melakukan penyuluhan pengenalan dan pengolahan tanaman obat bagi masyarakat daerah terpencil
di Kabupaten Sarolangun.

1.2. Maksud dan tujuan

Adapun maksud dan tujuan diadakan penyuluhan ini adalah untuk merperkenalkan tanaman
dan tumbuhan obat kepada masyarakat serta mengajarkan cara pengolahan tanaman dan tumbuhan
yang ada disekitarnya untuk dapat dijadikan sebagai obat. Penyuluhan ini lebih difokuskan ke
daerah-daerah terpencil yang jauh dari layanan kesehatan.
1.3. Manfaat Kegiatan
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya
masyarakat terpencil Kabupaten Sarolangun, Jambi tentang cara pemanfaatan tanaman obat
yang baik dan benar, yang meliputi pemilihan tanaman obat untuk indikasi penyakit tertentu,
cara pengolahan tanaman sehingga menjadi siap pakai, dan penentuan dosis tanaman obat.

1.4. Metode Pelaksanaan Kegiatan


1. Penyuluhan kepada masyarakat tentang cara pemanfaatan tanaman obat yang meliputi
cara pemilihan obat, pengolahan tanaman, dan penentuan dosis obat untuk penyakit-
penyakit tertentu.
2. Penyuluhan dilakukan dengan media bantu power point, sehingga masyarakat bisa
melihat gambar-gambar jenis tanaman yang bisa dijadikan sebagai tanaman obat.
Kemudian masyarakat membandingkan dengan tanaman-tanaman yang tumbuh di halaman
rumah mereka.
3. Diskusi dan tanya jawab mengenai permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan
tanaman obat untuk mengobati penyakit di masyarakat. Diskusi juga dilanjutkan
mengenai perbedaan obat tradisional dan obat modern.
4. Pembagian ekstrak temulawak, untuk memeberi contoh kepada
masyarakat bahwa tanaman obat tradisional bisa dikemas dalam bentuk yang
lebih praktis.

1.5. Jadwal Kegiatan


Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam waktu 3
minggu dengan perincian sebagai berikut :
MINGGU KE-
N KEGIATAN
O 1 2 3 4

1 Persiapan dan perijinan

Pembuatan Power point


untuk
2
penyuluhan dan
pembuatan ekstrak
temulawak
Penyuluhan tentang
pemanfaatan
2
tanaman obat
untuk
3 kesehatan
Pembuatan laporan
masyarakat

G. RINCIAN BIAYA
No Komponen Rincian Total
1. Proposal Rp 25.000 Rp 25.000
2. Ekstrak temulawak @30x Rp 5.000 Rp 150.000
3. Konsumsi @30x Rp 5.000 Rp 150.000
4. Transportasi @2xRp 50.000 Rp 100.000
5. Dokumentasi Rp 25.000 Rp 25.000
6. Laporan Rp 50.000 Rp 50.000
TOTAL Rp 500.000
BAB II
KEADAAN UMUM

2.1. Keorganisasian
Nama organisasi :
Bentuk organisasi :
Alamat Kesekertariatan : SMK N 13 Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi
Jambi
Lokasi : SMK N 13 Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi
Jambi
2.2. Pelaksana Kegiatan
Ketua kegiatan : Evid Arfan
Wakil ketua kegiatan : Kristina Oktavia H.,
Sekertaris : Dzalika Tanzila
Seksi-seksi
2.3. Sasaran kegiatan

2.4. Mekanisme pelaksanaan kegiatan


a. Sosialisasi kegunaan dan khasiat jenis-jenis, perawatan, dan pengolahan tanaman
obat
Kelompok kegiatan mengumpulkan masyarakat Kabupaten Sarolangun
terbagi menjadi kelompok-kelompok di tiap tiap kecamatan. Kemudian Kelompok
melakukan Penyuluhan mengenai tanaman obat dan khasiat-khasiat tanaman obat
serta pengolahan tanaman obat yang dapat di kembangkan di sekitar lingkungan
tempat tinggal.
b. Penyemaian bibit tanaman obat
Kelompok melakukan penyemaian bibit tanaman obat yang di dapat dari
hutan Sarolangun dan lingkungan sekitar guna untuk dibagikan kepada masyarakat
Sarolangun, setelah dilakukan sosialisasi. Kegiatan ini dimulai sebulum
dilakukannya penyuluhan. Penyemaian dilakukan menggunakan polibag sehingga
memudahkan untuk membagi-bagikan kepada masyarakat.
c. Pembagian bibit tanaman obat
Bibit tanaman yang telah disemai dibagi-bagikan kepada masyarakat untuk
dapat di olah oleh masyarakat secara mandiri.
d. Sosialisasi pengolahan tanaman obat menjadi obat herbal
Kegiatan terakhir adalah penyuluhan mengenai pengolahan tanaman untuk
dijadikan obat sesuai dengan jenis tanaman, jenis penyakit, dan cara penyajiannya.
BAB III
RENCANA KEGIATAN
3.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan akan dilakukan pada
Hari, tanggal :
Tempat :
3.2. Jenis Kegiatan
a. Sosialisasi kegunaan dan khasiat jenis-jenis tanaman obat, perawatan dan
pengolahan tanaman obat dan pengolahan tanaman obat menjadi obat herbal
b. Penyemaian bibit tanaman obat
c. Pembagian bibit tanaman obat
BAB IV
ANALISIS KEGIATAN
4.1. Analisis Penyemaian dan Pengolahan Tanaman Obat
Penyemaian membutuhkan polibag, tanah hitam, dan pupuk. Tiap-tiap bibit tanaman
diberkikan nama dan khasit tanaman tersebut guna memudahkan masyarakat untuk
mengenal dan mengetahui khasiat tanaman.Jenis tanaman yang akan disemai adalah :
1. Bibit Kunyit Putih
2. Bibit Kunyit
3. Bibit Jahe
4. Bibit serai
5. Bibit Sirih
6. Bibit Jeruk Nipis
7. Bibit Bunga Raya
8. Bibit Mahkota Dewa
9. Bibit Rosela
10. Bibit
11. Bibit
12. Bibit
13. Bibit
14. Bibit
15. Bibit
16. Bibit
17. Bibit
18. Bibit
19. Bibit
20. bibit
4.2. Analisis Penyuluhan
4.3. Analisis Biaya Kegiatan
a. Sosialisasi kegunaan dan khasiat jenis-jenis tanaman obat
b. Penyemaian bibit tanaman obat
c. Sosialisasi perawatan, dan pengolahan tanaman obat
d. Pembagian bibit tanaman obat
e. Sosialisasi pengolahan tanaman obat menjadi obat herbal