Anda di halaman 1dari 2

ASSESMENT SKRINING GIZI LANJUTAN

RSUD dr.ACHMAD
DIPONEGORO No. Dokumen
KABUPATEN KAPUAS HULU No. Revisi Halaman
/GIZ/I/2015
1/2

Ditetapkan oleh:
STANDAR PROSEDUR Tanggal terbit Plt. Direktur,
OPERASIONAL
02-01-2015
dr. DEWI WIDYASARI, Sp.Rad
PENATA TK. I
NIP. 19780816 200604 2 028

Pengertian Suatu proses dari identifikasi klinik lanjutan yang


berhubungan dengan resiko malnutrisi.
Tujuan Untuk mengidentifikasi pasien yang beresiko atau
kondisi khusus , seperti pasien yang kelainan
metabolik, hemodialisa , anak,geriatric,kanker
dengan kemoterapi, luka bakar.
Kebijakan Keputusan Direktur RSUD dr.Achmad Diponegoro
Nomor 445/78/2015 Tentang Kebijakan Pelayanan Gizi
Prosedur 1. Petugas gizi melakukan hand hygiene sesuai
prosedur
2. Petugas gizi melihat/membaca hasil pemeriksaan
assesmen awal meliputi, data status gizi, data
klinis, data laboratorium, kondisi klinik, pola
makan serta asupan obat
3. Pasien dengan resiko malnutrisi tinggi
assessment dilakukan tiap hari dengan formulir
NCP(Nutristion Care Proses) dengan
pendekatan ADIME (Assesmen, Diagnasa Gizi,
Intervensi, Monitoring dan Evaluasi)
ASSESMENT SKRINING GIZI LANJUTAN

RSUD dr.ACHMAD
DIPONEGORO No. Dokumen
KABUPATEN KAPUAS HULU No. Revisi Halaman
/GIZ/I/2015
2/2

Ditetapkan oleh:
STANDAR PROSEDUR Tanggal terbit Plt. Direktur,
OPERASIONAL
02-01-2015
dr. DEWI WIDYASARI, Sp.Rad
PENATA TK. I
NIP. 19780816 200604 2 028

4. Pasien dengan resiko malnutrisi sedang


assesment dilakukan setiap 3 hari sekali dan
apabila asupan cukup, assesment dilakukan
selama 7 hari.
5. Pasien dengan resiko malnutrisi ringan dilakukan
skrining kembali setelah 7 hari dirawat dan
apabila ada perubahan resiko maka dapat
dilakukan assessment dengan kondisi terkini

Unit terkait Ahli Gizi


Rawat inap