Anda di halaman 1dari 12

1.

Yang termasuk dalam tujuan ditetapkannya standar audit APIP adalah:


a. Menyediakan kerangka kerja pelaksanaan dan peningkatan kegiatan auditan agar memiliki nilai tambah
b. Mempercepat perbaikan kegiatan operasi dan proses organisasi.
c. Pelaksanaan koordinasi audit oleh APIP
d. Pelaksanaan perencanaan audit oleh APIP

2. Ruang lingkup kegiatan yang diatur dalam standar audit APIP meliputi:
a. Audit keuangan, audit kinerja dan audit dengan tujuan tertentu
b. Audit keuangan dan audit kinerja
c. Audit kinerja dan audit investigatif.
d. Audit investigatif dan audit keuangan

3. Jenis audit yang bertujuan untuk memberikan simpulan dan rekomendasi terhadap pelaksanaan kegiatan
pada instansi pemerintah secara ekonomis, efisien, dan efektif adalah:
a. Audit kinerja.
b. Audit ketaatan
c. Audit dengan tujuan tertentu
d. Audit keuangan

4. Prinsip-prinsip dasar dalam standar audit APIP mengatur tentang:


a. Hak dan kewajiban auditor
b. Hak dan kewajiban APIP
c. Kewajiban auditor dan kewajiban APIP.
d. Hak dan kewajiban auditor maupun APIP

5. Kepatuhan terhadap kode etik diatur secara khusus dalam standar audit APIP, yaitu pada bagian:
a. Standar umum.
b. Standar pelaksanaan
c. Standar pelaporan
d. Standar tindak lanjut

6. Independensi auditor yang dilihat dari citra auditor di mata publik adalah pengertian independensi:
a. Praktisi
b. Profesi.
c. Investigasi
d. Program

7. Auditor investigatif diharuskan memiliki kompetensi tambahan dibandingkan dengan auditor pada
umumnya yaitu dalam bidang:
a. Pengumpulan data dan evaluasi bukti
b. Menjamin kerahasiaan informasi
c. Pemahaman konsep kerahasiaan dan perlindungan terhadap sumber informasi.
d. Pemberian keterangan ahli

8. Pengungkapan fakta dan proses kejadian, sebab dan dampak penyimpangan, dan penentuan pihak-pihak
yang diduga terlibat dalam atau bertanggung jawab atas penyimpangan merupakan:
a. Sasaran audit investigatif
b. Tujuan audit investigatif
c. Ruang lingkup audit investigatif.
d. Hakikat audit investigatif

9. Dalam standar pelaporan audit kinerja, jika terdapat kelemahan dalam sistem pengendalian intern tetapi
tidak signifikan:
a. Tidak perlu dilaporkan dalam LHA Kinerja
b. Tetap dilaporkan dalam LHA Kinerja
c. Terserah pada pertimbangan profesional auditor apakah akan dilaporkan dalam LHA Kinerja atau tidak
d. Cukup disampaikan kepada auditan dalam bentuk management letter.

10. Dalam standar pelaksanaan audit kinerja, tahapan pengumpulan dan pengujian bukti merupakan
tahapan inti dalam suatu audit dengan tujuan untuk:
a. Mendukung simpulan dan temuan hasil audit.
b. Mendukung pihak-pihak yang diduga bersalah
c. Menentukan jumlah kerugian keuangan negara/daerah
d. Menentukan keberhasilan instansi pemerintah yang diaudit
11. Bukti audit yang secara logis mendukung pendapat atau argumentasi yang berhubungan dengan tujuan
dan kesimpulan audit merupakan pengertian dari syarat bukti audit:
a. Relevan.
b. Kompeten
c. Cukup
d. Material

12. Dalam standar pelaksanaan audit kinerja, dokumentasi harus berisikan:


a. Penjelasan auditor mengenai latar belakang (alasan) dilakukannya audit
b. Penjelasan tentang pemilihan auditor yang ditugaskan untuk melaksanakan audit
c. Penjelasan auditor mengenai standar yang tidak diterapkan, apabila ada, alasan dan akibatnya.
d. Penjelasan mengenai alasan reviu yang dilakukan oleh supervisor terhadap pekerjaan tim audit

13. Dalam standar tindak lanjut audit kinerja disebutkan bahwa auditor harus melaporkan status temuan
beserta rekomendasi audit kinerja sebelumnya yang belum ditindaklanjuti, yang memuat antara lain:
a. Komentar dan rencana pihak auditor untuk menuntaskan temuan hasil audit
b. Rekomendasi kepada auditan
c. Akibat belum ditindaklanjutinya temuan hasil audit
d. Temuan hasil audit beserta rekomendasinya.

14. Dalam standar pelaksanaan audit investigatif dinyatakan bahwa auditor harus menguji bukti audit yang
dikumpulkan dengan memperhatikan:
a. Urutan proses kejadian saja
b. Kerangka waktu kejadian saja
c. Urutan proses kejadian dan kerangka waktu kejadian.
d. Urutan proses kejadian, kerangka waktu kejadian, dan jumlah kerugian Negara

15. Dalam standar pelaporan audit investigatif, dinyatakan bahwa dalam pengungkapan pihak yang diduga
bertanggung jawab atau yang diduga terlibat, auditor harus memperhatikan:
a. Asas praduga tak bersalah.
b. Asas akuntabilitas
c. Asas profesionalisme
d. Asas keterbukaan dan keadilan

16. Dalam standar tindak lanjut audit investigatif dinyatakan bahwa APIP harus memantau tindak lanjut hasil
audit investigatif yang:
a. Belum ditindaklanjuti
b. Berindikasi kasus TPK saja
c. Berindikasi kasus perdata saja
d. Berindikasi kasus TPK dan/atau perdata yang dilimpahkan kepada aparat penegak hukum.

17. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara ditetapkan dengan Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan:
a. Nomor 1 Tahun 2007.
b. Nomor 10 Tahun 2007
c. Nomor 1 Tahun 2008
d. Nomor 10 Tahun 2008

18. Dalam SPKN, ketentuan mengenai dokumentasi pemeriksaan diatur dalam Standar pelaksanaan:
a. Pemeriksaan keuangan.
b. Pemeriksaan kinerja
c. Pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu
d. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu

19. Standar Profesi Audit Internal terdiri atas:


a. Standar atribut dan standar kinerja.
b. Standar audit ketaatan dan audit kinerja
c. Standar pelaksanaan dan pelaporan kinerja
d. Standar pelaksanaan, pelaporan, dan tindak lanjut audit kinerja

20. Dalam Standar Profesi Audit Internal dinyatakan bahwa apabila tidak terdapat kesepakatan mengenai
penerimaan risiko oleh manajemen, untuk mendapatkan solusi atas masalah tersebut maka manajemen
senior dan penanggung jawab fungsi audit internal melaporkan hal tersebut kepada:
a. Komite audit
b. Pemerintah
c. Pemegang saham/RUPS
d. Direksi dan Dewan Komisaris/Pengawas.

21. Prof. Welenski dalam buku Sawyer Internal Auditing menyatakan bahwa suatu pekerjaan dapat
dikatakan sebagai suatu profesi apabila:
a. Pekerjaan tersebut diperuntukkan untuk melayani kepentingan kelompok tertentu saja
b. Terdapat media publikasi yang bertujuan untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan para pengguna
jasa profesi tersebut
c. Jika ingin terlibat dalam profesi tersebut harus melalui pendidikan dan pelatihan yang cukup lama dan
berkelanjutan.
d. Adanya kewajiban untuk mengikuti ujian agar profesi tersebut menjadi keren dan terkenal

22. Ayu Maya, S.E. adalah seorang internal auditor pada Inspektorat XYZ yang bersertifikat dan ia harus
mematuhi ketentuan perilaku yang dinamakan:
a. Standar Audit
b. Etika
c. Kode Etik.
d. Standar Profesional Akuntan Publik

23. Meskipun sudah diingatkan teman-temannya bahwa tindakannya menyontek dalam ujian tidak baik, Budi
tetap saja melakukan hal itu tanpa rasa bersalah. Tindakan Budi ini mencerminkan:
a. Budi berpikir bahwa standar etika saat ujian berbeda dengan saat penugasan audit
b. Standar etika Budi berbeda dengan standar etika teman-temannya.
c. Tidak ada standar etika yang dapat diberlakukan sama untuk kondisi yang berbeda
d. Budi berpikir bahwa tindakannya tidak merugikan orang lain

24. Cecep adalah seorang auditor dan berpendapat bahwa menerima sesuatu pemberian dari auditi setelah
selesai melaksanakan pekerjaan audit adalah sesuatu yang lumrah dan sesuai dengan adar kebiasaan
ketimuran yang baik. Apalagi teman-teman di kantor Cecep juga melakukan hal yang sama. Hal ini
merupakan bentuk:
a. Toleransi
b. Rasionalisasi.
c. Standarisasi
d. Konsistensi

25. Sebelum terbit Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan merokok di tempat umum, Dimas merasa
bahwa merokok di halte bus kota tidak melanggar nilai-nilai etika dengan alasan:
a. Setiap orang melakukan hal tersebut secara bersama-sama
b. Perbuatan yang tidak melanggar hukum berarti tidak melanggar etika.
c. Sampai saat ini belum pernah dibuat kode etik bagi para perokok
d. Kemungkinan diberikannya sanksi atas tindakan merokok di tempat umum sangat kecil

26. Menurunnya kepercayaan sebagian kelompok masyarakat terhadap profesi tertentu terjadi karena
adanya pengingkaran oleh sebagian anggota profesi terhadap:
a. Kode etik profesi.
b. Pemenuhan kewajiban tanggung jawab sosial
c. Perilaku masyarakat yang makin berani dan tidak terkendali
d. Kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang prima

27. Pada umumnya, pekerjaan yang menyangkut kepentingan orang banyak perlu diatur dengan standar
karena standar berfungsi sebagai:
a. Ukuran perilaku
b. Alat pembagian tugas
c. Alat pertanggungjawaban
d. Pedoman kerja.

28. Terdapat beberapa standar audit yang berlaku pada profesi auditor. Namun khusus untuk auditor yang
berkedudukan di lingkungan BPKP, Inspektorat Departemen/Inspektorat Utama/Inspektorat LPND/
Inspektorat Daerah/Badan Pengawas Daerah umumnya menggunakan:
a. Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)
b. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN)
c. Standar Audit Aparat Pengawasan Fungsional Pemerintah (SA APFP).
d. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
29. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa audit harus dijaga. Oleh karena itu profesi auditor harus
membangun dan melaksanakan:
a. Program anti korupsi
b. Program jaminan kualitas.
c. Program jaminan sosial
d. Program kesetiakawanan korps

30. Ukuran mutu minimal yang harus dicapai auditor dalam menjalankan tugas auditnya dikenal dengan
istilah:
a. Standar profesional
b. Standar audit.
c. Kode etik auditor
d. Standard Operating Procedures bagi auditor

31. Amin, S.H. adalah seorang auditor APIP. Dalam tugas auditnya, Amin tunduk pada:
a. Kode etik APIP
b. Kode etik dan standar audit APIP
c. Kode etik dan standar audit APIP serta Kode Etik Akuntan Indonesia dan Standar Profesional Akuntan
Publik.
d. Kode etik dn standar audit APIP, SPKN, serta Kode Etik Akuntan Indonesia dan Standar Profesional
Akuntan Publik

32. Kode etik APIP diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tanggal 31 Maret
2008 dengan Nomor:
a. 03 Tahun 2008
b. 04 Tahun 2008.
c. 05 Tahun 2008
d. 06 Tahun 2008

33. Salah satu landasan hukum penyusunan Kode Etik APIP adalah Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004
yang mengatur tentang:
a. Kode Etik Pegawai Negeri Sipil
b. Percepatan Pemberantasan Korupsi.
c. Rencana Pembangunan Jangka Menengah
d. Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia

34. Kode etik APIP yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara berlaku untuk auditor di
lingkungan:
a. Inspektorat Jenderal Departemen
b. Inspektorat Jenderal Departemen dan Inspektorat Provinsi
c. Inspektorat Jenderal Departemen dan Inspektorat/Inspektorat Utama LPND
d. Inspektorat Kabupaten/Kota, Inspektorat Provinsi, Inspektorat Jenderal Departemen dan Inspektorat
Utama/Inspektorat LPND serta BPKP.

35. Sikap jujur, berani, bijaksana, dan bertanggun jawab merupakan ciri-ciri dari prinsip perilaku auditor
yaitu:
a. Integritas.
b. Objektivitas
c. Kerahasiaan
d. Kompetensi

36. Herman, seorang auditor penyelia pada Inspektorat Kabupaten, dalam mengambil keputusan terkait
pelaksanaan auditnya berusaha untuk membuat penilaian yang seimbang atas semua situasi yang relevan
dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi maupun orang lain. Hal ini mencerminkan prinsip perilaku
auditor APIP:
a. Integritas
b. Objektivitas.
c. Kerahasiaan
d. Kompetensi

37. Sebagai auditor madya pada Inspektorat provinsi Z, Anita hanya mengungkapkan informasi yang
diperolehnya kepada yang berhak untuk menerimanya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Sikap Anita tersebut mencerminkan implementasi dari prinsip perilaku auditor APIP, yaitu:
a. Integritas
b. Objektivitas
c. Kerahasiaan.
d. Kompetensi

38. Hasanah, auditor pertama memiliki semangat yang tinggi dalam bekerja untuk merealisasikan visi dan
misi Inspektorat Kabupaten Pilar dan senantiasa menjaga citra dirinya sebagai auditor APIP. Sikap Hasanah
tersebut merupakan realisasi penerapan aturan perilaku auditor:
a. Integritas.
b. Objektivitas
c. Kerahasiaan
d. Kompetensi

39. Dalam penerapan prinsip objektivitas, seorang auditor APIP dituntut untuk:
a. Tidak berpartisipasi dalam kegiatan atau hubungan-hubungan yang dapat mengganggu atau
menyebabkan terjadinya benturan kepentingan.
b. Tidak menjadi bagian kegiatan ilegal atau mengikatkan diri pada suatu tindakan yang dapat
mendiskreditkan profesi APIP atau organisasi
c. Dapat mengikuti perkembangan peraturan perundang-undangan yang mengungkapkan segala hal yang
ditentukan oleh peraturan perundang-undangan dan profesi yang berlaku
d. Dapat menunjukkan kesetiaan dalam segala hal yang berkaitan dengan profesi dan organisasi dalam
melaksanakan tugas

40. Seorang auditor APIP dalam menerapkan prinsip kompetensi dituntut untuk senantiasa:
a. Menolak melaksanakan tugas apabila tidak sesuai dengan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan yang
dimilikinya.
b. Menerima setiap penugasan tanpa memperhatikan kesesuaiannya dengan pengetahuan, keahlian dan
keterampilan yang dimilikinya
c. Tidak boleh menolak penugasan karena hal itu bertentangan dengan loyalitas dan kesetiaan yang
bersangkutan sebagai Pegawai Negeri Sipil
d. Menolak penugasan apabila mengalami gangguan terhadap independensi dan objektivitasnya

41. Setelah melalui perenungan yang panjang dan pemikiran yang seksama, akhirnya Prof. Sumitro bersedia
untuk menjadi pemberi keterangan ahli atas kasus malpraktik suatu Kantor Akuntan Publik yang dipimpin
oleh kenalan baiknya. Prof. Sumitro menyampaikan keterangan di depan persidangan secara jujur dan
sesuai dengan keahliannya, yang mencerminkan perilaku:
a. Integritas.
b. Objektivitas
c. Kerahasiaan
d. Kompetensi

42. Aditia, auditor muda pada Inspektorat ABC memutuskan untuk menerima pemberian satu kontainer kayu
jati kelas satu dari Dinas Kehutanan Kabupaten Y karenaia merasa tidak pernah menyembunyikan fakta dan
temuan pada saat melakukan audit pada Dinas tersebut. Tindakan Aditia tidak dapat dibenarkan
berdasarkan prinsip perilaku:
a. Integritas
b. Objektivitas.
c. Kerahasiaan
d. Kompetensi

43. Kebijakan atas pelanggaran kode etik APIP mengatur hal sebagai berikut:
a. Tindakan yang tidak sesuai dengan kode etik dapat ditolerir dengan alasan tindakan tersebut dilakukan
demi kepentingan organisasi atau diperintahkan oleh pejabat yang lebih tinggi
b. Auditor tidak diperbolehkan untuk mempengaruhi atau memaksa karyawan lain agar melakukan tindakan
melawan hukum atau tindakan tidak etis.
c. Pimpinan organisasi harus melaporkan pelanggaran kode etik auditor kepada pimpinan APIP
d. Sepanjang tidak meminta kepada auditan, auditor yang menerima pemberian dari pihak auditan tidak
perlu dikenakan sanksi dalan bentuk apapun

44. Badan Kehormatan Profesi memiliki tugas untuk menangani pemeriksaan penginvestigasian, dajn
pelaporan pelanggaran kode etik APIP dan anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh:
a. Gubernur untuk wilayah provinsi
b. Bupati/Walikota untuk wilayah kabupaten/kota
c. Menteri terkait untuk tingkatan departemen
d. Pimpinan APIP yang bersangkutan.
45. Pengecualian terhadap tindakan seorang auditor yang tidak menerapkan aturan perilaku tertentu dalam
penugasan auditnya:
a. Diberikan oleh pimpinan APIP secara lisan sebelum auditor melaksanakan kegiatan dimaksud
b. Diberikan oleh pimpinan APIP secara tertulis sebelium auditor melaksanakan kegiatan dimaksud.
c. Diberikan oleh pimpinan APIP secara lisan segera setelah auditor melaksanakan kegiatan dimaksud
d. Diberikan oleh pimpinan APIP secara terutlis segera setelah auditor melaksanakan kegiatan dimaksud

46. Adanya pengecualian atas pelanggaran terhadap kode etoik profesi mencerminkan:
a. Kelemahan kode etik APIP yang berlaku saat ini
b. Kode etik APIP bersifat fleksibel dan menyesuaikan dengan lingkungan yang dihadapi oleh auditor.
c. Tidak tegasnya penegakan hukum bahkan dikalangan APIP itu sendiri
d. Kode etik APIP didesain untuk memberikan keuntungan kepada pihak-pihak tertentu

47. Rooney, auditor ahli muda pada Inspektorat Kebupaten XZ dinyatakan melanggar kode etik APIP karena
tidak melaporkan temuan hasil auditnya berupa pekerjaan fiktif berhubung telah meneima imbalan dari
auditan. Yang berhak mengenakan sanksi atas pelanggaran tersebut adalah:
a. Badan Kehormatan Profesi di lingkungan Inspektorat Kabupaten XZ
b. Inspektur Kabupaten XZ.
c. Bupati Kabupaten XZ
d. Inspektur Kabupaten XZ setelah mendapatkan pertimbangan dari Bupati Kabupaten XZ

48. Pengenaan sanksi terhadap pelanggaran kode etik APIP dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku, yaitu:
a. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS
b. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
c. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
d. Undang-undang Nomor 49 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Kepegawaian

49. Kode etik yang disusun oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal disebut dengan istilah:
a. Kode etik profesi auditor internal
b. Standar profesional auditor internal
c. Standar perilaku auditor internal.
d. Kode etik dan standar perilaku auditor internal

50. Auditor internal harus menunjukkan loyalitas terhadap organisasinya atau terhadap pihak yang dilayani
dan tidak diperkenankan:
a. Terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menyimpang atau melanggar hukum.
b. Terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat mempengatuhi pertimbangan profesionalnya
c. Terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat memepengaruhi kompetensi profesionalnya
d. Terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan pencapaian visi dan misi kliennya
1. Salah satu contoh dari manfaat komunikasi audit adalah…
a. PKA tidak diperlukan, karena komunikasi langsung antar tim lebih efektif
b. Proses analisis menjadi lebih hati-hati karena informasi semakin mudah diperoleh
c. Auditor mudah mengungkap penyimpangan karena auditan sudah tidak berbohong lagi
d. Memperbaiki kesan auditan bahwa auditor sewenang-wenang, tidak ramah dan tertutup.

2. Saat ketua tim memilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikan permasalahan yang ditemukan
pada auditan, adalah proses komunikasi…
a. Decoding
b. Encoding.
c. Paraphrase
d. Pemaknaan

3. Informasi mudah dan cepat diperoleh sehingga tim audit dapat berkonsentrasi uuntuk memilih proses
analisis lebih tepat, merupakan manfaat komunikasi dalam hal…
a. Meningkatkan mutu audit.
b. Mengendalikan kegiatan tim audit
c. Memperbaiki citra auditor pada auditan
d. Memperoleh data dan ingormasi untuk pengujian audit

4. Keterampilan, sikap, pengetahuan, dan sistem sosial budaya seseorang akan sangat mempengaruhi
tahap komunikasi…
a. Encoding.
b. Umpan balik
c. Penerjemahan simbol-simbol yang diterima
d. Memilih simbol-simbol untuk membentuk pesan

5. Contoh komunikasi nonverbal adalah…


a. Ucapan
b. Gelengan kepala.
c. Soft copy dokumen
d. Bahasa yang ditulis

6. Komunikasi menggunakan kata-kata dan gerak tubuh adalah jenis komunikasi berdasarkan…
a. Cara komunikasi
b. Pihak yang terlibat
c. Media yang digunakan
d. Kode yang digunakan.

7. Auditor yang melakukan introspeksi atas kata-kata yang telah diucapkannya kepada auditan adalah
jenis komunikasi…
a. Komunikasi berpikir
b. Komunikasi non verbal
c. Komunikasi interpersonal
d. Komunikasi intrapersonal.

8. Auditor yang ingin mendapatkan informasi yang sama dari beberapa orang dalalm sebuah pertemuan,
maka teknik komunikasi yang digunakan adalah…
a. Rapat
b. Wawancara
c. Data terbuka.
d. Daftar pertanyaan

9. Apabila auditor ingin memperoleh informasi, pendapat, keyakinan, perasaan, motivasi, ataupun
tanggapan seseorang, maka teknik komunikasi audit yang tepat adalah…
a. Konfirmasi
b. Presentasi
c. Wawancara.
d. Daftar pertanyaan

10. Untuk memperoleh penegasan dari pihak ketiga mengenai kebenaran suatu data atau informasi
dilakukan dengan teknik komuniksi audit…
a. Rapat
b. Wawancara
c. Konfirmasi.
d. Data terbuka

11. Auditan adalah seorang yang keras yang tercermin dari bentuk wajah dan gaya bicaranya. Hal tersebut
disimpulkan oleh auditor dengan memperhatikan faktor manusia, yaitu…
a. Ciri fisik.
b. Konsep diri
c. Kepribadian
d. Sikap dan perilaku

12. Pemalu, suka bergaul, dan ramah, lebih dominan dipengaruhi oleh faktor manusia, yaitu…
a. Keyakinan
b. Kepribadian
c. Konsep diri.
d. Sikap dan perilaku

13. Seorang auditor merasa cemas saat mewawancarai pejabat tinggi, adalah karena adanya hambatan
pada…
a. Situasi komunikasi
b. Saluran komunikasi
c. Kode-kode yang digunakan
d. Komunikator dan komunikan.

14. Auditor terganggu dalam wawancara karena ruang audit terlalu bising dekat pabrik, hal ini karena ada
hambatan komunikasi pada…
a. Fisik komunikator
b. Situasi komunikasi
c. Saluran komunikasi.
d. Kode yang digunakan

15. Menyadari bahwa setiap orang memiliki pandangan sendiri-sendiri tentang sesuatu hal, dan pandangan
tersebut tidak bisa dipertemukan adalah termasuk persiapan diri untuk berkomunikasi dalam hal…
a. Memastikan persepsi diri
b. Membangun komunikasi
c. Melepaskan ketegangan
d. Memeriksa keyakinan tentang komunikasi.

16. Kita perlu mengetahui suasana yang akan terjadi, siapa komunikan kita, apa tindakan kita, dan kapan
perlu melanjutkan atau menghentikan komunikasi, adalah termasuk persiapan diri untuk berkomunikasi
dalam hal…
a. Memastikan persepsi diri
b. Membangun konsep diri yang positif
c. Memeriksa keyakinan tentang komunikasi
d. Melepaskan ketegangan dan kecemasan.

17. Cara mengungkapkan suasana hati, emosi, dan pikiran ke dalam kata-kata, bahasa tubuh, mimik
wajah, dan penampilan merupakan…
a. Sikap diri
b. Perilaku diri
c. Karakter diri
d. Ekspresi diri.

18. Tulus, jujur, ternuka, menatap tepat di mata, berhadapan saat berkomunikasi, dan spontan adalah
syarat agar… efektif
a. Sikap diri
b. Perilaku diri
c. Karakter diri
d. Ekspresi diri.

19. Agar keakraban komunikasi terbangun, yang harus kita lakukan adalah…
a. Sapa gelarnya
b. Ucapkan salam.
c. Jarak komunikasi sedekat mungkin jangan lebih dari ½ m
d. Menyambut setiap pendapat komunikan meski bertentangan

20. Salah satu langkah untuk membangun keakraban adalah…


a. Samakan pendapat anda dengan komunikan
b. Utamakan mendengar komunikan berbicara.
c. Anggukkan kepala saat komunikasi meski tidak memahami dan tidak setuju
d. Bicarakan persoalan-persoalan ringan. Seperti hal-hal yang perlu diperhatikan, dan bukan temuan

21. Apabila auditan mengerti permintaan auditor, tetapi menolak memenuhinya, maka komunikasi auditor
kepada auditan adalah…
a. Telah efektif.
b. Belum efektif
c. Tidak empatik
d. Setengah efektif

22. Syarat sebuah komunikasi efektif adalah…


a. Jarak komunikasi dan proses encoding-decoding
b. Umpan balik sesuai dengan pesan dan sedikitnya hambatan komunikasi
c. Keselarasan elemen komunikasi dengan pesan dan sedikitnya hambatan komunikasi.
d. Keselarasan elemen-elemen proses encoding-decoding dan umpan balik yang sesuai dan minimalisasi
hambatan komunikasi

23. Agar komunikasi empatik tercipta maka komunikator harus…


a. Sabar tidak memotong pembicaraan.
b. Bersikap tenang meskipun komunikan menyinggung
c. Tidak berprasangka atau evaluatif meski telah memiliki bukti yang sangat cukup
d. Jujur menyatakan pendapat kalau memang tidak setuju dengan pendapat komunikan

24. Meminta kesediaan auditan untuk membantu kelancaran audit, dan mendorong auditan untuk
melaksanakan rekomendasi audit, lebih banyak menggunakan…
a. Komunikasi empatik
b. Komunikasi simpatik
c. Komunikasi represif
d. Komunikasi persuasif.

25. Penyamaan persepsi dalam tim tentang tujuan, ruang lingkup, dan metodologi audit merupakan…
a. Komunikasi saat pembentukan tim
b. Komunikasi selama pelaksanaan audit
c. Komunikasi saat penyusunan konsep LHA
d. Komunikasi pada tahap perencanaan audit.

26. Komunikasi untuk mencapai kata sepakat mengenai seluruh temuan audit final merupakan komunikasi
internal tim pada tahap…
a. Pembentukan tim
b. Perencanaan audit
c. Pelaksanaan audit
d. Penyusunan konsep LHA.

27. Komunikasi tukar-menukar informasi antaranggota tim, merupakan komunikasi internal tim pada
tahap…
a. Pembentukan tim
b. Perencanaan audit
c. Pelaksanaan audit.
d. Penyusunan konsep LHA

28. Menjaga penampilan sesuai dengan tugasnya sebagai auditor dilakukan dengan…
a. Memperlakukan pihak auditan sebagai subyek bukan obyek
b. Tidak memberikan perintah yang sifatnya pribadi kepada auditan
c. Mencari informasi atau data dengan tidak berbelit-belit atau mengada-ada
d. Gaya bicara yang wajar, tidak berbelit-belit, dan menguasai permasalahan.

29. Untuk menimbulkan kesan positif kepada auditan, maka auditor perlu memperhatikan…
a. Komunikasi atas masalah sedini mungkin agar auditan tidak terlambat menindaklanjuti
b. Melakukan komunikasi tindak lanjut hasil audit sejak disetujui saat pembahasan permasalahan
c. Pembicaraan perlu diawali dengan perkenalan dan hal-hal umum yang menarik agar tercipta suasana
yang akrab dan santai.
d. Selalu menginformasikan setiap langkah-langkah audit agar auditan siap membantu kelancaran audit
30. Konfirmasi dengan pihak ketiga dilakukan dengan cara…
a. Auditor yang meminta konfirmasi, kemudian jawaban pihak ketiga melalui auditan
b. Auditor yang meminta konfirmasi, kemudian jawaban langsung kepada auditor tanpa melalui auditan
c. Auditan yang meminta konfirmasi, kemudian jawaban pihak ketiga langsung diterima auditor melalui
auditan
d. Auditan meminta konfirmasi, kemudian jawaban pihak ketiga diminta langsung dikirimkan kepada
auditor tanpa melalui auditan.

31. Proses interaksi yang dilakukan secara lisan dengan menggunakan metode tanya jawab yang
mempunyai tujuan merupakan bentuk teknik komunikasi…
a. Klarifikasi
b. Presentasi
c. Konfirmasi
d. Wawancara.

32. Apabila suatu teknik komunikasi digunakan sebagai alat untuk mencari informasi yang dapat diperoleh
dengan cara lain maka teknik komunikasi tersebut berperan sebagai…
a. Metode primer
b. Metode sekunder
c. Metode pelengkap.
d. Metode pembanding

33. Apabila teknik komunikasi dijadikan satu-satunya alat pengumpul data maka teknik komunikasi
tersebut berperan sebagai…
a. Metode primer.
b. Metode sekunder
c. Metode pelengkap
d. Metode pembanding

34. Apabila pewawancara ingin mengetahui lebih mendalam mengenai jawaban yang telah diterimanya
maka pewawancara menggunakan…
a. Probing.
b. Klarifikasi
c. Interogasi
d. Paraphrase

35. Dalam menilai jawaban pihak yang diwawancarai, kesediaan untuk menanggalkan semua konsepsi awal
(preconceptions), prasangka (prejudication) dan motif subyektif lainnya, merupakan…
a. Sikap faktual
b. Sikap paraphrase
c. Sikap phenomenologi.
d. Sikap praduga tak bersalah

36. Tidak terkurung oleh jalan pikiran (reasoning) sendiri serta tidak menarik kesimpulan tanpa dasarsuatu
fakta yang obyektif, adalah…
a. Sikap faktual.
b. Sikap paraphrase
c. Sikap phenomenologi
d. Sikap praduga tak bersalah

37. Alat bukti yang dapat diajukan untuk membuktikan suatu tindak pidana menurut pasal 184 KUHAP
adalah…
a. Keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk
b. Pengakuan, keterangan saksi, dokumen, bukti kompeten
c. Keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, pengakuan
d. Keterangan saksi, keterangan terdakwa, keterangan ahli, surat, petunjuk.

38. Presentasi dengan pola membahas penyebab suatu masalah dan mempertimbangkan akibat-akibatnya
adalah pendekatan…
a. Kausal.
b. Topikal
c. Spasial
d. Kronologis
39. Presentasi dengan pola materi disusun secara berurutan yang sistematis dan suatu topik utama adalah
pendekatan…
a. Kausal
b. Topkal
c. Spasial.
d. Kronologis

40. Konflik antar pribadi dapat disebabkan oleh…


a. Kompetisi
b. Perbedaan kompetensi yang dimiliki setiap pribadi
c. Adanya perbedaan tujuan, kepentingan, nilai dan keyakinan
d. Perbedaan pandangan, persepsi, dan kepercayaan setiap individu.

41. Apabila anda memutuskan untuk menarik diri dari situasi konflik yang berkembang dan/atau memilih
bersikap netral dalam segala macam “cuaca”, maka anda memilih manajemen konflik…
a. Kompetisi
b. Menghindar
c. Kompromis
d. Menghindar.

42. Apabila anda memutuskan untuk sedikit mengalah tetapi tidak sepenuhnya melepaskan tujuan anda,
maka anda memilih manajemen konflik…
a. Kompetisi
b. Akomodasi.
c. Menghindar
d. Kompromis

43. Komunikasi lisan dengan instansi penyidik antara lain berupa…


a. Penghitungan kerugian negara
b. Penyerahan laporan hasil audit khusus
c. Penyerahan berkas audit ke instansi penyidik
d. Pemberian informasi sebagai pemberi keterangan ahli.

44. Saat merekam informasi, hal yang harus dilakukan adalah…


a. Merekam informasi yang penting saja sesuai tujuan wawancara
b. Merekam informasi setelah dilakukan konfirmasi dengan pihak terkait
c. Merekam informasi yang mendukung kesimpulan saja dan dari pihak yang kompeten.
d. Merekam informasi tanpa menghiraukan apakah informasi baik/tidak baik, menjemukan/
menyenangkan auditor

45. Komunikasi awal saat auditor bertemu dengan auditan adalah….


a. Memberikan informasi tahapan audit
b. Memberikan informasi kapan akan melakukan cek fisik atau stock opname
c. Memberikan informasi yang tepat dan jelas atas tujuan dan manfaat audit.
d. Memberikan informasi pengalaman auditor untuk meyakinkan kompetensi auditor

46. Catatan dari hasil wawancara bertujuan…


a. Menghindari pewawancara lupa dan efektivitas waktu
b. Agar mendapatkan data yang seobyektif mungkin.
c. Agar tetap fokus pada tujuan dilakukannya wawancara
d. Agar memberi kesan penting kepada orang yang diwawancarai

47. Tujuan interogasi antara lain adalah…


a. Untuk memperoleh informasi proses terjadinya penyimpangan
b. Untuk memperoleh sebanyak mungkin informasi pihak-pihak yang terlibat penyimpangan
c. Untuk memperoleh pengakuan dari tersangka dan penjelasan mengenai fakta-fakta penyimpangan.
d. Untuk memperoleh sebanyak mungkin informasi mengenai sesuatu penyimpangan/kejahatan yang
terjadi

48. Saat memilih narasumber untuk diminta memberikan informasi diutamakan…


a. Memiliki pengalaman bekerjasama dengan auditor
b. Tidak ada hubungan sedarah semenda dengan auditan, dan mampu mendukung pendapat auditor
c. Pejabat struktural/fungsional dari instansi yang menangani permasalahan
d. Memiliki reputasi keahlian/pakar dibidang yang sesuai dengan permasalahannya dan diakui oleh
masyarakat.
49. Agar auditan dapat mengatasi rasa takut saat diaudit maka yang dilakukan auditor adalah…
a. Tidak mewawancarai auditan tanpa sepegetahuan dan ijin atasannya
b. Bersikap seolah-olah tidak mengetahui adanya penyimpangan oleh auditan
c. Bertanya hal-hal yang ringan seperti hobby, keluarga, dan pengalaman auditan.
d. Wawancara dilakukan di ruang tertutup, tetapi tempat dan waktu diserahkan sepenuhnya pada auditan

50. Apabila auditor memilih untuk bekerjasama dengan auditor lain dan bahkan melakukan proses audit
bersama maka auditor memilih manajemen konflik…
a. Negosiasi
b. Akomodasi
c. Kompromis
d. Kolaborasi.

Anda mungkin juga menyukai