Anda di halaman 1dari 53

LAPORAN KERJA PRAKTEK

DI PT. ARYA NOBLE

Oleh:

Tri Suharyo Susanto

NPM : 14 06 07775

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA

2017

i
ii
iii
iv
v
vi
KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
bimbingan dan karunia-Nya sehingga seluruh rangkaian Kerja Praktek hingga
penyusunan laporan dapat diselesaikan.

Laporan ini telah disusun dengan semaksimal mungkin dan mendapat bantuan
dari berbagai pihak sehingga memudahkan penulis dalam penyusunan laporan.
Pada kesempatan ini terima kasih diucapkan kepada :

1. Tuhan Yang Maha Esa yang selalu menjadi sumber kekuatan bagi
penulis dalam melaksanakan Kerja Praktek dan menysun laporan
2. Ibu Lia, Bapak Paul, Ibu Michelle selaku pembimbing lapangan selama
pelaksanaan Kerja Praktek
3. Mbak Maria selaku mentor dan rekan kerja selama pelaksanaan Kerja
Praktek
4. Bapak V. Ariyono, S. T., M. T. selaku Ketua Program Studi Teknik Industri
5. Ibu Deny Ratna Yuniartha, S. T., M. T. selaku Dosen Pembimbing Kerja
Praktek
6. Orang tua yang selalu mendukung serta memberikan doa selama
pelaksanaan Kerja Praktek dan penyusunan laporan

Akhirnya, semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi yang


berkepentingan. Kritik dan saran dari pihak lain sangat diharapkan untuk
menyempurnakan Laporan Kerja Praktek ini.

Penyusun

Tri Suharyo Susanto

14 06 07775

vii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i

HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................. ii

KATA PENGANTAR ........................................................................................... iii

DAFTAR ISI ....................................................................................................... iv

DAFTAR TABEL ................................................................................................ vi

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ vii

DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ viii

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang ............................................................................................. 1

1.2. Tujuan .......................................................................................................... 1

1.3. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kerja Praktek .......................................... 2

BAB 2. TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Singkat Perusahaan ....................................................................... 3

2.2. Struktur Organisasi ...................................................................................... 9

2.3. Manajemen Perusahaan ............................................................................ 12

BAB 3. TINJAUAN SISTEM PERUSAHAAN

3.1. Proses Bisnis Departemen .........................................................................16

3.2. Layanan yang diberikan ............................................................................. 17

3.3. Proses Operasi .......................................................................................... 17

3.4. Fasilitas Operasi ........................................................................................ 18

BAB 4. TINJAUAN PEKERJAAN MAHASISWA

4.1. Lingkup Pekerjaan ..................................................................................... 20

4.2. Tanggung Jawab dan Wewenang dalam Pekerjaan ..................................21

4.3. Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan ...........................................................21

4.4. Hasil Pekerjaan .......................................................................................... 22

viii
BAB 5. PENUTUP

5.1. Kesimpulan ................................................................................................ 32

5.2. Saran ..........................................................................................................32

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... ix

LAMPIRAN .......................................................................................................... x

ix
DAFTAR TABEL

Tabel 4.1. Tabel Keterangan Flowchart Standar Operasional Prosedur ................24


Tabel 4.1. Lanjutan Tabel Keterangan Flowchart Standar Operasional Prosedur..25

x
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Arya Group Strategic Business Unit ................................................... 3


Gambar 2.2. Logo Perusahaan PT. Arya Noble ...................................................... 6
Gambar 2.3. Penghargaan Erha ............................................................................. 7
Gambar 2.4. Penghargaan Marco ........................................................................... 7
Gambar 2.5. Produk yang dihasilkan Genero ......................................................... 8
Gambar 2.6. Produk yang dihasilkan Pharmacore .................................................. 8
Gambar 2.7. Produk yang dihasilkan Marco Padang Peranakan ........................... 9
Gambar 2.8. Struktur Organisasi PT. Arya Noble ..................................................14
Gambar 2.9. Tata Nilai Perusahaan .......................................................................15
Gambar 3.1. Proses Bisnis Departemen Business Process ..................................18
Gambar 3.2. Staff Area based on business unit .................................................... 20
Gambar 3.3. Meeting Area .................................................................................... 21
Gambar 3.4. Classroom Area ................................................................................ 21
Gambar 4.1. SOP Researh - Business Case Development (1) ............................. 28
Gambar 4.2. SOP Researh - Business Case Development (2) ............................. 29
Gambar 4.3. SOP Researh - Detailed Requirement Documents (1) ..................... 30
Gambar 4.4. SOP Researh - Detailed Requirement Documents (2) ..................... 31
Gambar 4.5. SOP Concepting Solution ................................................................. 32
Gambar 4.6. SOP Analisis Kesesuaian (Design vs Requirement) ........................ 33
Gambar 4.7. SOP Software Developing Solution .................................................. 34
Gambar 4.8. SOP Infrastructure Developing Solution ........................................... 35
Gambar 4.9. SOP Software Development ............................................................. 36

xi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Lembar Bimbingan Pelaksanaan dan Penyusunan Laporan Kerja


Praktek
Lampiran 2. Lembar Penilaian Kerja Praktek

xii
xiii
LAMPIRAN

xiv
xv
xvi
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma
Jaya Yogyakarta (PSTI UAJY) mewajibkan semua mahasiswanya untuk
melaksanakan kerja praktek sesuai dengan Kurikulum di PSTI UAJY. PSTI UAJY
memandang kerja praktek sebagai wahana atau sarana bagi mahasiswa untuk
mengenali suasana di industri serta menumbuhkan, meningkatkan, dan
mengembangkan etos kerja profesional sebagai calon sarjana Teknik Industri.

Kerja praktek dapat dikatakan sebagai ajang simulasi profesi mahasiswa Teknik
Industri. Paradigma yang harus ditanamkan adalah bahwa selama kerja praktek
mahasiswa bekerja di perusahaan yang dipilihnya. Bekerja, dalam hal ini
mencakup kegiatan perencanaan, perancangan, perbaikan, penerapan dan
pemecahanan masalah. Oleh karena itu, dalam kerja praktek kegiatan yang
dilakukan oleh mahasiswa adalah :

a. Mengenali ruang lingkup perusahaan


b. Mengikuti proses kerja di perusahaan secara kontinu
c. Melakukan dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan, supervisor
atau pembimbing lapangan
d. Mengamati perilaku sistem
e. Menyusun laporan dalam bentuk tertulis
f. Melaksanakan ujian kerja praktek

1.2. Tujuan
Hal-hal yang ingin dicapai melalui pelaksanaan kerja praktek ini adalah :

a. Melatih kedisiplinan.
b. Melatih kemampuan berinteraksi dengan bawahan, rekan kerja, dan atasan
dalam perusahaan.
c. Melatih kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja.
d. Mengamati secara langsung aktivitas perusahaan dalam berproduksi dan
menjalankan bisnis.
e. Melengkapi teori yang diperoleh di perkuliahan dengan praktek yang ada di
perusahaan.

1
f. Menambah wawasan mengenai sistem produksi dan sistem bisnis.

1.3. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kerja Praktek


Kerja Praktek ini dilaksanakan pada tanggal 03 Juli 2017 sampai dengan 11
Agustus 2017 di PT. Arya Noble, Jalan Casablanca Raya Kav. 88
EightyEight@Kasablanka Office Tower, Unit A, 17th Floor. Jakarta Selatan
12870. Pelaksanaan Kerja Praktek tersebut kemudian akan dilanjutkan dengan
penyusunan laporan Kerja Praktek dan penilaian serta ujian Kerja Praktek.
Selama pelaksanaan kerja praktek, Departemen Business Process merupakan
departemen ditempatkan dengan hari kerja Senin sampai dengan Jumat pukul
08.30 sampai dengan 17.30 WIB.

2
BAB 2
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

Pada bab ini akan diberikan penjelasan mengenai sejarah singkat perusahaan,
struktur organisasi, dan manajemen perusahaan.

2.1. Sejarah Singkat Perusahaan


2.1.1. Sejarah Perusahaan
PT. Arya Noble didirikan pada tahun 1998 oleh Ricardo Handoko sebagai Studio
Inovasi Bisnis dan Perusahaan Induk untuk Strategi dan Investasi. PT. Arya
Noble telah menciptakan sebuah kelompok perusahaan di bidang kesehatan dan
bidang industri yang lainnya. PT. Arya Noble telah tampil dengan karya dan
memenangkan penghargaan merek seperti Erha dan Marco, yang merupakan
pionir dan inovator di industrinya masing-masing.
Dengan menggunakan motto “Value Creation through Innovation & Excellence”,
PT. Arya Noble didedikasikan untuk berpikir tanpa henti dan memberikan ide-ide
serta solusi untuk kebutuhan konsumen dan perusahaan melalui model bisnis
dan produk yang inovatif, serta merek bernilai tinggi. PT. Arya Noble memiliki visi
untuk membangun organisasi yang unggul dan berkelanjutan melalui
pengembangan sumber daya manusia dan penerapan sistem manajemen
modern. PT. Arya Noble bercita-cita untuk menjadi perusahaan yang mengubah
kehidupan para pemangku kepentingannya.
Berikut ini adalah beberapa SBU (Strategic Business Unit) di bawah naungan PT.
Arya Noble yang dapat dilihat pada Gambar 2.1 :

Gambar 2.1. Arya Group Strategic Business Unit

3
a. Genero
Genero didirikan pada tahun 2000 terutama sebagai solusi rantai pasokan
untuk kelompok internal. Meskipun demikian, mulai tahun 2012 Genero telah
mengubah dan memposisikan diri sebagai mitra strategis dengan
menyediakan solusi rantai pasokan dari ujung ke ujung ke perusahaan
farmasi dan kosmetik global yang memasarkan produk di Indonesia dan Asia
Tenggara. Dimulai dengan perumusan, pembuatan & layanan pengemasan,
Genero terus berinovasi dalam memperluas kemampuan dan kapasitas baru
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Ini juga berusaha untuk meningkatkan
manajemen mutu dengan standar global. Akhir-akhir ini Genero telah menjadi
mitra strategis berbagai perusahaan farmasi dan kosmetik multinasional,
regional, dan nasional di Indonesia dan Asia Tenggara.
b. Pharmacore
Didirikan pada tahun 2008, Pharmacore adalah perusahaan farmasi dengan
tujuan memberikan solusi paling modern untuk perawatan kesehatan
manusia. Dalam pengembangan produk inovatifnya, Pharmacore bekerja
sama dengan pusat litbang paling maju untuk menghasilkan produk
berkualitas tinggi bagi pelanggannya. Pharmacore berfokus pada 5 bidang
terapeutik: Dermatologi, Anti Penuaan & Kesehatan Internal, Penyakit
Penuaan & Gaya Hidup Internal, Obsgyn, dan Pediatri. Tim berpengalaman
Pharmacore berdedikasi untuk terus mengembangkan akses kesehatan
melalui pemasaran dan distribusi obat-obatan inovatif (etis dan over the
counter) di seluruh Indonesia.
c. Erha
Sejarah Erha berawal dari dr. Ronny P. Handoko, SpKK (K), yang pertama
kali memulai praktik pribadinya secara dermatologi pada tahun 1968 di
Jakarta Pusat. Dia didedikasikan untuk profesinya dan memberikan solusi
untuk semua masalah kulit pasiennya.
Pada tahun 1998, Erha didirikan sebagai pelopor & inovator yang
mengganggu di klinik dermatologi di Indonesia. Erha datang dengan model
bisnis baru, menggantikan cara konvensional dengan yang baru, menetapkan
standar baru untuk industri ini. Saat ini, Erha adalah klinik dermatologi nomor
satu di Indonesia.
Tujuan Erha adalah memberikan solusi terbaik dan paling canggih bagi para
pelanggannya untuk perawatan dan kecantikan kulit dan rambut mereka. Erha

4
memberikan program terapi dermatologi yang dipersonalisasi dan didampingi
ahli dermatologi.
Untuk memberi akses lebih banyak pada solusi dermatologi Erha, jaringan
klinik Erha telah tersebar di berbagai kota besar dan besar di seluruh
Indonesia. Klinik Erha disajikan dalam empat format yaitu klinik unggulan
(Erha Derma Center), cabang primer (Erha Clinic), cabang sekunder (Erha
Skin), dan klinik mal (Erha Apothecary). Erha akan terus berkembang di
Indonesia dan Asia Tenggara.
Erha terus meningkatkan dengan datangnya produk dermatologi inovatif,
menggunakan teknologi medis yang paling canggih, dan meningkatkan
pengetahuan para dokter, tim medis, dan tim layanannya untuk memberikan
pelayanan terbaik bagi konsumennya.
d. Marco Padang Peranakan
Gerai pertama Marco didirikan pada tahun 2009, membawa konsep baru di
industri kuliner Padang yang sebelumnya dikenal sebagai makanan cepat saji
tradisional. Marco mengubah ini menjadi konsep makan santai modern
dengan suasana yang bergaya dan nyaman serta layanan yang ramah.
Restoran ini menyajikan resep Peranakan Padang yang berkualitas, inovatif,
dan otentik oleh Chef Marco Lim, sehingga memberi para pengunjung
pengalaman baru menikmati makanan Padang.
Chef Marco sebagai koki eksekutif berkomitmen untuk memastikan bahwa
konsumen Marco selalu menikmati waktu mereka di restoran melalui konsep
kuliner yang inovatif. Kunjungan ke kota lain dan luar negeri dilakukan secara
teratur untuk menginspirasi inovasi baru pada makanan dan minuman.
Marco memiliki visi untuk menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar
kuliner di seluruh dunia. Marco akan terus memperluas cabangnya untuk
mempromosikan seni dan kelezatan budaya makanan Padang Peranakan di
seluruh dunia.
e. Teatrum
Teatrum adalah merek terbaru dari Arya Noble, yang didirikan pada tahun
2015. Teatrum bertujuan menjadi solusi satu atap dalam layanan komunikasi
pemasaran strategis dan kreatif untuk merek di Indonesia dan Asia Tenggara.
Perusahaan ini terdiri dari tim ahli yang berpengalaman di bidangnya masing-
masing, memiliki jaringan dan afiliasi yang luas dalam industri kreatif, dan

5
memenuhi syarat sebagai mitra bisnis. Teatrum diharapkan menjadi mitra
pemasaran pilihan bagi merek nasional dan regional.

2.1.2. Logo Perusahaan


PT. Arya Noble memiliki logo yang merupakan Simbol atau Lambang
Menggambarkan Filosofi, Visi, Misi & Aspirasi Perusahaan. Gambar 2.2.
merupakan logo dari PT. Arya Noble.

Gambar 2.2. Logo PT. Arya Noble

PT. Arya Noble menggunakan citra anak dengan tangannya terentang seperti
terbang dengan bayang-bayang pesawat terbang di bawahnya untuk
menyampaikan maksudnya: "Dare to Imagine". Sama seperti anak yang selalu
penuh dengan mimpi dan imajinasi, yang berani bermimpi besar dan bercita-cita
untuk menjadi orang yang hebat dan sukses, PT. Arya Noble ingin logo baru
mengilhami para Aryaners (sebutan untuk karyawan PT. Arya Noble) untuk
menangkap kembali imajinasi masa kecil mereka dan menghasilkan gagasan
inovatif yang pada akhirnya akan membangun semangat kewiraswastaan dan
kepemimpinan mereka sehingga mereka dapat berkembang lebih jauh dan
terbang lebih tinggi.
Inovasi ada dalam DNA PT. Arya Noble, dan ini diterapkan dalam semua
aktivitas bisnis PT. Arya Noble untuk menciptakan nilai bagi konsumen PT. Arya
Noble. Untuk menciptakan solusi gaya hidup global yang inovatif adalah fondasi
dari semua yang PT. Arya Noble lakukan. Dan dengan logo ini PT. Arya Noble
berharap agar Imajinasi akan menghasilkan solusi inovatif yang menciptakan dan
memberi nilai tambah bagi kehidupan banyak orang.

6
2.1.3. Pencapaian dari PT. Arya Noble
Dari tahun ke tahun PT. Arya Noble telah tampil dengan karya besarnya dan
merek pemenang penghargaan seperti Erha dan Marco, yang merupakan
pelopor dan inovator. Penghargaan dan sertifikasi diantaranya yaitu:
a. Penghargaan
Terdapat banyak penghargaan yang didapatkan oleh PT. Arya Noble melalui
SBU-nya yaitu Erha dan Marco. Penghargaan yang didapatkan oleh Erha
dapat dilihat pada Gambar 2.3. Sedangkan untuk penghargaan yang
didapatkan oleh Marco dapat dilihat pada Gambar 2.4.

Gambar 2.3. Penghargaan Erha

Gambar 2.4. Penghargaan Marco

b. Sertifikasi
PT. Arya Noble memiliki sertifikasi ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu -
Persyaratan.

7
2.1.4. Produk yang Dihasilkan
PT. Arya Noble membawa imajinasi ke kehidupan dengan cara berpikir yang
inovatif. Berikut merupakan produk-produk inovatif terbaru yang PT. Arya Noble
ciptakan melalui SBU-nya.
a. Genero
Genero adalah perusahaan yang berbasis di Indonesia yang berada di bawah
PT. Arya Noble yang mengkhususkan diri pada Contract Development &
Manufacturing Area atau lebih dikenal dengan CDMO. Genero telah
berevolusi dari pabrik yang mengkhususkan untuk kebutuhan Erha menjadi
perusahaan yang memproduksi sederetan produk farmasi dan kosmetik.
Berikut merupakan contoh produk yang dihasilkan Genero dapat dilihat pada
Gambar 2.5.

Gambar 2.5. Produk yang dihasilkan Genero

b. Pharmacore
Pharmacore berfokus pada 5 bidang terapeutik: Dermatologi, Anti Penuaan &
Kesehatan Internal, Penyakit Penuaan & Gaya Hidup Internal, Obsgyn, dan
Pediatri. Berikut merupakan contoh produk yang dihasilkan Pharmacore dapat
dilihat pada Gambar 2.6.

Gambar 2.6. Produk yang dihasilkan Pharmacore

8
c. Erha
Erha merupakan klinik dermatologi yang memberikan solusi bagi para
pelanggannya untuk perawatan dan kecantikan kulit dan rambut. Erha
disajikan dalam empat format yaitu klinik unggulan (Erha Derma Center),
cabang primer (Erha Clinic), cabang sekunder (Erha Skin), dan klinik mal
(Erha Apothecary). Jaringan klinik Erha telah tersebar di berbagai kota besar
dan besar di seluruh Indonesia diantaranya:
1. Erha Derma Center
Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa
Timur.
2. Erha Clinic
Bali, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Riau, dan Sulawesi Selatan.
3. Erha Skin
Banten, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan
Kalimantan Timur.
4. Erha Apothecary
Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.
d. Marco Padang Peranakan
Marco Padang Peranakan merupakan restoran yang berada dibawah PT.
Arya Noble. Restoran ini hanya berada di DKI Jakarta saja diantaranya Lippo
Mall Puri, Grand Indonesia, Pondok Indah Mall, Lotte Shopping Avenue, dan
Pacific Place. Berikut merupakan contoh produk yang dihasilkan Genero
dapat dilihat pada Gambar 2.7.

Gambar 2.7. Produk yang dihasilkan Marco Padang Peranakan

9
e. Teatrum
Teatrum merupakan perusahaan yang bergerak dibidang layanan komunikasi
pemasaran strategis dan kreatif sehingga tidak menghasilkan produk namun
dapat menjadi mitra pemasaran pilihan bagi merek nasional dan regional.

2.2. Struktur Organisasi


Struktur organisasi dari PT. Arya Noble dapat dilihat pada Gambar 2.8.
Perusahaan ini memiliki struktur organisasi dengan bagian-bagian dengan tugas-
tugasnya sebagai berikut :

a. Chief Executive Officer


Seorang pimpinan yang bertanggung jawab atas kegagalan atau kesuksesan
sebuah perusahaan. Operasi, pemasaran, strategi, pendanaan, penciptaan
budaya perusahaan, sumber daya manusia, perekrutan tenaga kerja,
pemutusan hubungan kerja, penjualan, hubungan masyarakat, dan
sebagainya. Semua urusan tersebut umumnya ditangani oleh Chief
Executive Officer.
b. Deputy Chief Executive Officer
Deputy Chief Executive Officer atau wakil Chief Executive Officer ini adalah
orang nomor dua dalam organisasi atau orang kepercayaan Chief Executive
Officer. Wakil Chief Executive Officer ini bertugas untuk mengurus semua
masalah yang ada di organisasi dan melaporkan semua yang terkait dengan
organisasi kepada Chief Executive Officer.
c. Chief Business Development Officer
Chief Business Development Officer diharapkan memiliki pengetahuan yang
luas dan komprehensif mengenai semua hal yang berkaitan dengan bisnis
organisasi yang bertujuan mengidentifikasi penjualan baru dan mendorong
pertumbuhan bisnis sehingga memiliki dampak baik terhadap perusahaan
yang dikelola.
d. Chief Investment Management Officer
Chief Investment Management Officer bertujuan untuk memahami,
mengelola, dan memantau aset organisasi, merancang strategi prtumbuhan,
bertindak sebagai penghubung dengan investor, dan mengenali serta
menghindari risiko serius, termasuk yang sebelumnya tidak pernah
ditemukan.

10
e. Chief Financial Officer
Chief Financial Officer bertanggung jawab untuk mengelola risiko keuangan.
Chief Financial Officer juga bertanggung jawab untuk perencanaan keuangan
dan pencatatan, serta pelaporan keuangan untuk manajemen yang lebih
tinggi.
f. Chief Internal Audit
Peran Chief Internal Audit adalah mengaudit dan memeriksa detail tentang
semua aktivitas akuntasi, keuangan, kredit dan aktivitas operasi lainnya
sebagai fungsi penilaian independen secara menyeluruh pada sebuah
perusahaan.
g. Human Capital Management & Service
Human Capital Management & Service memiliki tugas untuk mengelola dan
mengembangkan kemampuan manusia untuk mencapai tingkat signifikan
yang lebih tinggi secara kinerjanya.
h. Learning Development & Learning Center
Departemen ini bertugas memberi training dan informasi mengenai
perusahaan kepada karyawan-karyawan yang baru diterima oleh
perusahaan. Departemen ini juga membuat materi untuk seluruh karyawan di
perusahaan dengan tujuan meningkatkan motivasi karyawan di perusahaan
sehingga diharapkan skill yang dimiliki akan berkembang.
i. Corporate Affairs Management & Service
Departemen ini bertanggung jawab dan bertugas untuk menciptakan dan
mengkomunikasikan citra publik yang menguntungkan bagi atasan atau
kliennya.
j. Financial Management Service
Mengelola dana perusahaan mulai dari perencanaan, penganggaran,
pemeriksaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki
perusahaan dengan tujuan untuk memaksimalkan nilai perusahaan.
k. Operation Management & Service
Departemen ini menciptakan nilai dalam bentuk barang dan jasa melalui
transformasi input menjadi output. Departemen ini memiliki departemen
dibawahnya diantaranya adalah :
i. Business Division Service
1. Facility & Asset Management Department

11
Departemen ini mengkoordinasikan layanan yang diberikan perusahaan
guna mendukung bisnis secara efisien yang terkait dengan fungsi
pemeliharaan di gedung-gedung seperti kantor, area resepsionis, kantor
kerja dan tempat lainnya. Memastikan fungsionalitas lingkungan gedung
dengan mengintergrasikan orang, tempat, proses, dan teknologi.
2. Infrastructure Development Service Department
Departemen ini memperbaiki dan mengembangkan infrastructure yang
ada di perusahaan. Diharapkan infrastructure yang tersedia sudah
sesuai dengan kebutuhan perusahan dalam menjalankan aktivitas
bisnisnya.
3. Procurement Department
Departemen ini memastikan agar proses pengadaan berjalan dengan
lancar sehingga produk dan jasa yang dibutuhkan bisa didapat di saat
yang tepat, dalam jumlah yang tepat, dengan kualitas yang tepat dan
dengan harga yang tepat.
ii. Operation Management Division
1. Business Process
Departemen ini memberikan layanan terhadap departemen lain dalam
menjalankan proses bisnisnya. Layanan yang dihasilkan dari
departemen Business Process adalah tersedianya Standar Operasional
Prosedur (SOP) untuk semua proses yang terdapat di perusahaan.
2. Business Analyst
Business Analyst berhubungan langsung dengan User untuk
mengetahui bagaimana sistem digunakan dan mengidentifikasikan
peningkatan yang dapat menyediakan keuntungan yang tinggi bagi
perusahaan.
3. Quality Assurance
Quality Assurance bertanggung jawab untuk memastikan produk atau
jasa memenuhi standar yang ditetapkan termasuk keandalan,
kegunaan, kinerja dan standar kualitas umum yang ditetapkan oleh
perusahaan.
iii. Information Technology Division
1. IT Application & Development
Departemen ini menyediakan pengembangan dan dukungan pada
aplikasi bisnis, berdasarkan pada kebutuhan yang dikumpulkan dan

12
didokumentasikan oleh Business Analyst. Diharapakan aplikasi bisnis
yang tersedia sudah sesuai dengan kebutuhan perusahan dalam
menjalankan aktivitas bisnisnya.
2. IT Network & Infrastructure
Departemen ini mengatur semua kemampuan jaringan komunikasi data
yang dibutuhkan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Departemen ini
melakukan pengawasan traffic jaringan dan melakukan efisiensi /
upgrade sebelum kebutuhan melebihi kapasitas.
3. IT Operation
Departemen ini mengawasi performa keseharian dari sistem IT,
memaksimalkan availability dari sistem, dan menyelesaikan masalah-
masalah yang ada.

13
CEO

Deputy CEO

Chief Business Chief Invesment


Development Management
Officer Officer

Chief Financial Chief Internal


Officer Audit

Human Capital Learning Operation Corporate Affairs Financial


Management & Development & Management & Management & Management
Service Learning Center Service Service Service

Operation Information
Business Division
Management Technology
Service
Division Division

Infrastructure
Facility & Asset
Development Procurement IT Application & IT Network &
Management Business Process Business Anlayst Quality Assurance IT Operation
Service Department Development Infrastructure
Department
Department

Gambar 2.8. Struktur Organisasi PT. Arya Noble

14
2.3. Manajemen Perusahaan
2.3.1. Visi dan Misi Perusahaan
Berikut merupakan Visi dan Misi PT. Arya Noble :
a. Visi
Membangun organisasi yang sangat baik dan berkelanjutan melalui
pengembangan sumber daya manusia yang berkesinambungan dan
penerapan sistem manajemen modern.
b. Misi
Menjadi perusahaan yang mengubah kehidupan para pemangku
kepentingannya.

2.3.2. Tata Nilai Perusahaan


Ada 10 Arya Ways yang diwujudkan dalam semangat dan tingkah laku semua
Aryaners dan mencakup keseluruhan perusahaan dari kepercayaan inti terhadap
cara kerja dan bahkan penampilan luarnya. Arya Ways dapat dilihat pada
Gambar 2.14.

Gambar 2.9. Tata Nilai Perusahaan

15
a. Work with Talent
Mengenal talenta seseorang sebagai platform pertumbuhan untuk mencapai
keunggulan dan memberi dampak kontribusi yang besar.
b. Work with Purpose
Fokus pada penyediaan solusi sesuai kebutuhan pelanggan, baik secara
internal maupun eksternal.
c. Work with Vision
Berani bermimpi besar dan mencapai standar kelas dunia terhadap visi
perusahaan.
d. Work with Innovation & Entrepreneurship
Terus belajar untuk pengetahuan yang lebih banyak, wawasan, pengalaman,
dan pengertian untuk membuat peluang kreatif sekaligus juga memiliki
kesadaran akan produktivitas dan efisiensi.
e. Work with Swiftness & Excellence
Bekerja ekstra dengan semangat dan keunggulan yang baik untuk segera
melaksanakan semua rencana tetapi tetap menjaga kualitas, efektivitas, dan
efisiensi.
f. Work with Integrity
Bekerja dengan standar moral tertinggi, kejujuran, dan tanggung jawab agar
tidak mengilangkan pihak lain.
g. Work with Winning Spirit
Bekerja dengan optimisme, resolusi, ketekunan, dan kegigihan saat
kesulitan untuk selalu memenangkan persaingan.
h. Work with Servant Leadership Mindset
Menjadi pemimpin yang mengerti dan merespon kebutuhan pelanggan dan
yang mendorong tim untuk terus berkembang.
i. Work with Teamwork (Trust, Empathy, Accommodation & Mission)
Berkolaborasi dalam tim dengan kepercayaan, empati, dan penyesuain diri,
menuju tujuan bersama.
j. Work with Smile & Style
Mencintai dan menikmati pekerjaan seseorang untuk menerapkan rasa
elegan pada penampilan saat bekerja di lingkungan yang bersih, rapi, dan
santai namun didesain secara artistik.

16
2.3.3. Ketenagakerjaan
a. Sumber Daya Manusia
Jam kerja karyawan dimulai pukul 08.30 - 17.30 WIB. Seluruh karyawan bekerja
selama 5 hari kerja yaitu hari senin sampai dengan jumat dengan jam istirahat
selama 1,5 jam pada pukul 11.30-13.00 WIB.

b. Fasilitas yang Diterima oleh Karyawan


Seluruh karyawan pada PT. Arya Noble mendapatkan beberapa fasilitas dari
perusahaan yaitu sebagai berikut:
i. BPJS Kesehatan Karyawan
Perusahaan menjamin kesehatan karyawan dan keluarga karyawan. Terdapat
jaminan bagi karyawan jika karyawan tersebut sakit, sedang hamil, dan
lainnya yang berhubungan dengan kesehatan karyawan.
ii. Tempat Ibadah
Di dalam perusahaan terdapat Musholla sebagai fasilitas umat Muslim untuk
beribadah.
iii. Medical
Bagi seluruh karyawan di PT. Arya Noble mendapatkan tunjangan untuk
karyawan yang menggunakan kacamata.
iv. IT
Fasilitas IT seperti komputer disediakan kepada karyawan.
v. Kendaraan
Fasilitas kendaraan disediakan kepada karyawan untuk digunakan dalam
kepentingan bisnis.
vi. Ruang Meeting
Terdapat beberapa ruang meeting yang dapat digunakan oleh tiap
departemen.

17
BAB 3
TINJAUAN SISTEM PERUSAHAAN

3.1. Proses Bisnis Departemen


Departemen Business Process merupakan departemen yang ditempatkan
selama pelaksanaan kerja praktek. Proses bisnis bagian Departemen Business
Process dapat dilihat pada Gambar 3.1.

Departemen Lain Departemen Business Process User

Mulai

Meminta
permohonan untuk Melakukan
Mengontak User
pembuatan SOP research
via email / via form
Alur Kerja Proses

Melakukan Melakukan
drafting discussion

Melakukan
Melakukan Melakukan
konfirmasi ke
review SOP Approval
User

Mengasrsip Melakukan
Selesai
dokumen sosialisasi

Gambar 3.1. Proses Bisnis Departemen Business Process

Proses bisnis departemen Business Process dimulai ketika dari departemen lain
meminta untuk melakukan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP)
kepada departemen Business Process via email atau melalui form. Setelah
menerima email atau form Deptartemen Business Process mengontak User dan
melakukan research terhadap SOP yang ingin dibuat. Setelah melakukan
research Departemen Business Process berdiskusi dengan User dan melakukan
drafting SOP terkait. Setelah SOP selesai dibuat selanjutnya adalah melakukan
konfirmasi dan review ke User hingga User setuju dengan SOP yang tersebut.
Setelah SOP disetujui oleh User Departemen Business Process melakukan
sosialisasi kepada departemen yang meminta SOP tersebut untuk memberikan
pemahaman dari SOP tersebut. Setelah semua proses telah dilakukan, proses
terakhir adalah mengarsipkan SOP tersebut.
18
3.2. Layanan yang diberikan
Layanan yang diberikan oleh Departemen Business Process adalah berupa
tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengatur tata cara
bagaimana suatu proses diselesaikan dengan tuntas dalam memberikan nilai
tambah terhadap output-nya. SOP ini berisikan norma dan kriteria yang
menjelaskan bagaimana, siapa, dan hasil apa yang diwujudkan dalam rangkaian
aktivitas tersebut yang melibatkan antar departemen dalam organisasi.

3.3. Proses Operasi


Proses operasi dalam Dept. Business Process adalah sebagai berikut:

a. Melakukan research
Dept. Business Process melakukan research dalam pembuatan SOP. Proses
research ini dilakukan untuk memperoleh informasi-informasi yang terkait
dalam pembuatan SOP terhadap pihak-pihak yang paham dengan proses
bisnis yang terkait dengan SOP yang akan dibuat. Proses ini dilakukan
dengan cara berdiskusi dengan pihak terkait sehingga didapatkan informasi-
informasi yang valid dan selanjutnya digunakan dalam penyusunan SOP
yaitu pada proses drafting.
b. Melakukan drafting
Setelah informasi-informasi yang terkait dalam pembuatan SOP didapatkan
maka langkah selanjutnya adalah drafting. Drafting merupakan penyusunan
informasi-informasi dalam bentuk flowchart dan terdapat keterangan yang
didalamnya berisi dokumen-dokumen apa saja yang ada di setiap proses
aktivitasnya. Output dari proses ini adalah SOP yang kemudian dilanjutkan ke
proses selanjutnya yaitu melakukan review.
c. Melakukan review
Review dilakukan setelah SOP telah tersusun pada proses drafting. Review
ini dilakukan dengan melibatkan User. Pada proses ini Dept. Business
Process menjelaskan SOP yang telah disusun kepada User. Setelah
menjelaskan kepada User, User memeriksa apakah sudah sesuai atau perlu
adanya revisi. User berhak untuk mengubah proses yang ada jika terdapat
ketidaksesuaian dengan yang seharusnya. Jika Standar Operasional
Prosedur sudah sesuai dan tidak ada revisi maka langkah selanjutnya adalah
melakukan proses approval.

19
d. Sosialisasi
Sosialisasi dilakukan setelah SOP telah mendapatkan approval dari User.
Sosialisasi ini ditujukan kepada seluruh karyawan pada departemen yang
meminta dalam pembuatan SOP. Proses sosialisasi ini bertujuan agar
semua karyawan pada departemen terkait paham mengenai isi dari SOP
tersebut.

3.4. Fasilitas Operasi


Terdapat beberapa fasilitas operasi di PT. Arya Noble yang digunakan selama
pelaksanaan kerja praktek. Adapun fasilitas operasi yang digunakan adalah
sebagai berikut:
a. Staff Area
Fasilitas yang terdapat pada PT. Arya Noble salah satunya adalah Staff Area.
Pada Staff Area ini terdapat fasilitas-fasilitas yang telah disediakan oleh
perusahaan seperti meja, kursi, dan komputer. Fasilitas ini yang setiap
harinya digunakan oleh karyawan dalam menjalankan pekerjaannya. Fasilitas
pada staff area dapat dilihat pada Gambar 3.2.

Gambar 3.2. Staff Area based on business unit


b. Meeting Area
Fasilitas selanjutnya yang disediakan oleh PT. Arya Noble dalam menunjang
karyawan-karyawannya adalah Meeting Area. Terdapat beberapa Meeting
Area yang disediakan oleh PT. Arya Noble. Terdapat fasilitas-fasilitas yang
telah disediakan oleh perusahaan seperti meja, kursi, papan tulis, dan
proyektor. Fungsi fasilitas ini adalah biasanya digunakan untuk tempat rapat
atau sering juga digunakan untuk interview pekerjaan untuk karyawan baru
yang ingin bekerja di PT. Arya Noble. Fasilitas pada Meeting Area dapat
dilihat pada Gambar 3.3.

20
Gambar 3.3. Meeting Area
c. Classroom Area
Fasilitas selanjutnya yang disediakan oleh PT. Arya Noble adalah Classroom
Area. Terdapat fasilitas-fasilitas yang telah disediakan oleh perusahaan
seperti meja, kursi, papan tulis, dan proyektor. Fasilitas ini biasanya
digunakan untuk pengenalan profil perusahaan dan apa saja yang terdapt
didalamnya kepada karyawan-karyawan yang baru tergabung. Classroom
Area ini juga biasanya digunakan untuk melakukan sosialisasi misalnya
terhadap SOP yang telah dibuat. Classroom Area ini memiliki kapasitas kursi
dan meja yang banyak dan tempat yang luas sehingga Classroom Area ini
sering digunakan untuk rapat antar departemen. Fasilitas pada Classroom
Area dapat dilihat pada Gambar 3.4.

Gambar 3.4. Classroom Area

21
BAB 4
TINJAUAN PEKERJAAN MAHASISWA

4.1. Lingkup Pekerjaan


Departemen Business Process merupakan bagian dari Operation Management
Division. Departemen Business Process berada di bawah pengawasan General
Manager Operation Management Division, Bu Lia. Bu Michelle selaku Senior
Manager dan Mbak Maria selaku Supervisor yang membimbing selama kerja
praktek. Setiap harinya bimbingan dilakukan oleh Mbak Maria selaku Supervisor
untuk mengkonsultasikan apa saja yang telah dikerjakan setiap harinya.
Departemen Business Process bertugas menggambarkan proses kerja sehingga
tersedia Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah dikonfirmasi process
owner. Dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) metode yang
digunakan adalah focus group discussion, drafting, dan konfirmasi ke process
owner. Dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) membutuhkan
informasi dengan departemen terkait dan mengkonfirmasi apakah proses yang
telah disusun sudah benar atau perlu adanya revisi.

4.1.1. Rekan Kerja


Selama melaksanakan kerja praktek, bimbingan dan bantuan dilakukan oleh
beberapa pihak yaitu:
a. Ibu Imelda Nugraha (Lia) selaku General Manager Operation Manager
b. Bapak Jan Paul van der Eerden selaku Business Process Specialist
c. Ibu Michelle selaku Business Process & Quality Assurance Senior Manager
d. Mas Eka selaku Business Analyst Manager
e. Bapak Hengki selaku Information Technology Manager
f. Mbak Maria selaku Business Process Supervisor

4.2. Tanggung Jawab dan Wewenang dalam Pekerjaan


Tanggung jawab yang diberikan yaitu :
a. Mengikuti bimbingan yang diberikan oleh pembimbing lapangan.
b. Memahami isi tentang ISO 9001 tahun 2015 dan Instruksi Kerja untuk
penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP).
c. Membantu pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP).
d. Mengikuti proses diskusi yang berguna dalam penyusunan SOP.

22
Berdasarkan tanggung jawab yang diberikan, maka wewenang yang diberikan
sebagai berikut :
1. Diperbolehkan mengetahui isi dokumen-dokumen PT. Arya Noble yang terkait
dalam penyusunan SOP.
2. Diperbolehkan untuk menggunakan fasilitas kantor sesuai dengan pekerjaan
yang diberikan.
3. Pemberian pengetahuan terkait proses kerja yang dilakukan oleh departemen
terkait.
4. Diperbolehkan mengikuti kegiatan Jump Start yang diadakan oleh departemen
lain (Arya College) untuk mengetahui profil perusahaan dan aturan-aturan yang
ada di dalamnya.

4.3. Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan


Dalam melaksanakan pekerjaan di PT. Arya Noble, pekerjaan dilakukan sesuai
dengan bimbingan dan arahan yang diberikan oleh pembimbing lapangan. Adapun
metode yang digunakan selama bekerja adalah sebagai berikut :
a. Focus Group Discussion
Metode ini digunakan untuk mengetahui alur proses bisnis dan kebutuhan User
melalui rapat yang dilakukan. Informasi yang didapat ini akan digunakan dalam
penyusunan SOP pada langkah selanjutnya yaitu drafting.
b. Drafting
Metode ini adalah proses penyusunan SOP setelah mendapatkan informasi-
informasi terkait dengan masalah yang ada. SOP ini tersusun dari flowchart
proses bisnis yang terjadi dan terdapat keterangan yang didalamnya berisi
dokumen-dokumen apa saja yang ada di setiap proses aktivitasnya. Metode ini
bertujuan agar tersedianya Standar Operasional Prosedur sebelum dilanjutkan
ke metode selanjutnya yaitu konfirmasi ke process owner.
c. Konfirmasi ke Process Owner
Metode ini dilakukan setelah SOP tersedia dan dilanjutkan dengan konfirmasi
ke process owner/User. Pada metode ini SOP yang telah disusun dijelaskan
kepada User. Setelah dijelaskan kepada User, User memeriksa apakah sudah
sesuai atau perlu adanya revisi. User berhak untuk mengubah proses yang ada
jika terdapat ketidaksesuaian dengan yang seharusnya. Jika Standar
Operasional Prosedur sudah sesuai dan tidak ada revisi maka selanjutnya
adalah melakukan proses approval.

23
4.4. Hasil Pekerjaan
Selama kerja praktek project yang diberikan adalah merevisi SOP yang berkaitan
dengan Departemen IT. Project ini berisi 10 SOP yang belum selesai direvisi atau
belum disetujui oleh User. 10 SOP yang akan direvisi diantaranya adalah SOP
Business Case Development, SOP Researh - Detailed Requirement Documents,
SOP Concepting Solution, SOP Analisis Kesesuaian (Design vs Requirement),
SOP Software Developing Solution, SOP Infrastructure Developing Solution, SOP
Software Development, SOP Infrastructure Development, SOP Software Testing,
dan SOP Infrastructure Testing. Namun hanya 7 SOP yang selesai direvisi dan
disetujui oleh User dikarenakan waktu Kerja Praktek yang sangat singkat. Pada
setiap minggunya, berbagai macam pekerjaan yang berbeda-beda didapatkan.
Pekerjaan yang dilakukan diantaranya :
a. Menganalisa kebutuhan informasi dan proses bisnis.
b. Mengelola dan mengintegrasikan data untuk menghasilkan informasi yang
berkualitas.
c. Menganalisa, mendesain, dan mengimplementasikan teknologi.
d. Business Process Modelling, seperti: Standard Operasional Prosedur (SOP),
Flowcharting.
e. Business Process Assessment, seperti: Focus Group Discussion (FGD) / User
Interview, Business Process Review.
Untuk Flowchart SOP, keterangan gambar dan proses dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 4.1. Tabel Keterangan Flowchart Standar Operasional Prosedur

Shapes Keterangan
- Proses untuk mulai selalu terdapat di kiri atas
- Akhir proses berada setelah proses terakhir di dalam
FlowChart
- Diisi dengan level jabatan yang bertanggung jawab.
- Penomoran dimulai dan diisi kelipatan 25 (25, 50, dst..)
- Proses yang dilakukan harus ditulis dengan kata kerja
aktif.
- Penomoran dimulai dan diisi kelipatan 25 (25, 50, dst..)
- Untuk penomoran lanjutan setelah decision mengikuti
path yang ideal (jalur dengan jawab “YA”)
- Keluaran dari decision hanya ada Ya atau Tidak

24
Tabel 4.1. Lanjutan Tabel Keterangan Flowchart Standar Operasional
Prosedur

Shapes Keterangan
- Predefined Process ditulis dengan :
PROSEDUR
- Cetak tebal (Bold) dan ditulis dengan perataan
Nama external prosedur tengah
AA.00.00.00.00-AAA 000 - Semua Huruf Besar

- Penomoran Dokumen sesuai dengan nomor proses.


- Ditulis dengan meringkat kata dokumen menjadi “Dok”
dan dilanjutkan dengan penulisan nomor proses, contoh
: Dok. 25
- Referensi on page dituliskan dengan penggunaan
alphabet
- Huruf besar
- Referensi off page outgoing dituliskan dengan
penggunaan angka

- Referensi on page incoming dituliskan dengan


penggunaan angka

- Garis panah berwarna hitam


- Untuk decision, huruf awal tulisan besar, (Ya / Tidak)
- Digunakan untuk memilih antara salah satu proses yang
dilakukan.
- Proses yang dipilih boleh lebih dari 2, tetapi 1 buah
“ATAU” maksimal hanya boleh digunakan untuk 3
proses lanjutan
- Digunakan apabila ada proses yang dikerjakan
bersamaan
- Proses yang dipilih boleh lebih dari 2, tetapi 1 buah
“DAN” maksimal hanya boleh digunakan untuk 3 proses
lanjutan

25
Berikut adalah hasil pekerjaan terkait dengan tanggung jawab dan wewenang
dalam pekerjaan yang telah dilakukan selama melaksanakan kerja praktek beserta
penjelasannya.
a. SOP Business Case Development
Prosedur ini mengatur proses penangkapan kebutuhan User dan
pengolahannya hingga didapatkan dokumen hasil analisa yang telah disetujui
User untuk mendukung proses research selanjutnya. SOP Business Case
Development dapat dilihat pada Gambar 4.1 dan 4.2.
b. SOP Researh - Detailed Requirement Documents
Prosedur ini mengatur proses penyusunan Detailed Requirement Documents
hingga menjadi dokumen resmi yang digunakan oleh pihak IT dalam
pembuatan solusi. SOP Researh - Detailed Requirement Documents dapat
dilihat pada Gambar 4.3 dan 4.4.
c. SOP Concepting Solution
Prosedur ini sebagai panduan dalam melakukan concepting solution secara
sistematis, sehingga dapat diperoleh solution concepts yang akan diuraikan
pada tahapan analisis kesesuaian. SOP Concepting Solution dapat dilihat pada
Gambar 4.5.
d. SOP Analisis Kesesuaian (Design vs Requirement)
Prosedur ini mengatur proses analisis antara kebutuhan dan solusi yang
diajukan agar proses pembuatan solusi dapat dilakukan dengan lancar. SOP
Analisis Kesesuaian (Design vs Requirement) dapat dilihat pada Gambar 4.6.
e. SOP Software Developing Solution
Prosedur ini sebagai panduan dalam melakukan developing solution untuk
software secara sistematis, sehingga dapat dihasilkan software yang sesuai
dengan specification. Dengan adanya software yang sesuai dengan
specification, maka diharapkan dapat mendukun kinerja sistem yang ada di
Arya Group. SOP Software Developing Solution dapat dilihat pada Gambar 4.7.
f. SOP Infrastructure Developing Solution
Prosedur ini sebagai panduan dalam melakukan developing solution untuk
infrastructure secara sistematis, sehinvgga dapat dihasilkan infrastructure yang
sesuai dengan specification. Dengan adanya infrastructure yang sesuai dengan
specification, maka diharapkan dapat mendukung kinerja sistem yang ada di
Arya Group. SOP Infrastructure Developing Solution dapat dilihat pada Gambar
4.8.

26
g. SOP Software Development
SOP Software Development merupakan rangkaian proses lanjutan dari SOP
Software Developing Solution untuk dilaksanakan pengembangan software /
application agar sesuai dengan administrasi serta mengurangi risiko proses.
SOP Software Development dapat dilihat pada Gambar 4.9.

Hasil pekerjaan yang telah dilakukan selama kerja praktek pada akhirnya dapat
diterima dan disahkan oleh atasan sehingga hasil kerja selama 30 hari kerja ini
dapat diaplikasikan di perusahaan.

27
RESEARCH – BUSINESS CASE DEVELOPMENT
Paraf ING MTP Kontrol No. A.11.11.01.20–SOP 001.00 Tingkat Kerahasiaan Internal

Tgl. Efektif Halaman/Jumlah Hal. 1 dari 2

MHL STO
No. Revisi 00 Tanggal Revisi

USER RESEARCHER – BUSINESS ANALYST IT – SYSTEM ANALYST KETERANGAN


A. Penjelasan Awal (Introduction)
Manager 425 Prosedur ini mengatur proses penangkapan kebutuhan
User dan pengolahannya hingga didapatkan dokumen
Mengembalikan dokumen hasil analisa yang telah disetujui User untuk mendukung
Mulai proses research selanjutnya.
kepada User

B. Alur Proses (Flowchart Of Process & Document)


Dok. 75 25, 50. Dokumen 25 terdiri dari :
Kebutuhan tidak jelas
- Request

Manager 25 Manager 75 75, 125, 150, 425. Dokumen 75 terdiri dari :


- Request
Dokumen Menganalisis kebutuhan - Feedback
Mendefinisikan kebutuhan ATAU
telah dikirim User
175. Dokumen 175 terdiri dari:
Dok. 25 - Alternatif Solusi dalam bentuk presentasi
Dok. 75 Kebutuhan jelas 1 A
225. Dokumen 225 terdiri dari :
Supervisor 125 - Business Case (Gap Analysis)
Manager 50
- Business Case (Requirement)
Alur Kerja Proses

Kebutuhan Menganalisis current Tidak


Menyerahkan dan meminta Feasible ATAU 250. Dokumen 250 terdiri dari :
User telah situation Feasible
kebutuhan untuk dianalisis - Business Case
diterima
- Feedback
Dok. 25
Dok. 75 - IT Plan / IT Master Plan
A
Supervisor 175 Supervisor 150 Manager 250

Perlu
3 Melakukan analisis
alternatif Melakukan Gap Analysis
Mencari alternatif solusi technical feasibility
solusi

Dok. 175 Dok. 75 Dok. 250

Supervisor 225
Tidak 200
Business
terdapat Terdapat alternatif
ATAU Tidak Ya Membuat Business Case Case telah
alternatif IT IT solution? dikirim
solution
Dok. 225

PROSEDUR
Business
Case yang 2
IMPROVE PROCESSES Selesai
perlu
direvisi
A.00.08.01.40-SOP 001

Gambar 4.1. SOP Research - Business Case Development (1)


28
RESEARCH – BUSINESS CASE DEVELOPMENT
Paraf ING MTP Kontrol No. A.11.11.01.20–SOP 001.00 Tingkat Kerahasiaan Internal

Tgl. Efektif Halaman/Jumlah Hal. 2 dari 2

MHL No. Revisi 00 Tanggal Revisi

RESEARCHER – BUSINESS ANALYST USER KETERANGAN


B. Alur Proses (Flowchart Of Process & Document)
300, 350, 375, 400. Dokumen 300 terdiri dari :
1 2 - Business Case

Ya

275
Feedback
telah 3
Ada Revisi?
diterima

Ya
Tidak

Supervisor 300
Alur Kerja Proses

Menyerahkan dan meminta 325


Business
persetujuan business case
Case telah Ada Revisi?
yang telah dibuat kepada
dikirim
User
Dok. 300

Tidak

Supervisor 400 Manager 375 Manager 350


Business
Case yang Menyerahkan business case
Mengarsipkan Business DAN/ Menetapkan dan
disetujui kepada Researcher –
Case ATAU menyetujui business case
telah Business Analyst
diterima
Dok. 300 Dok. 300 Dok. 300

Business
Case yang
Selesai
telah
disetujui

PROSEDUR PROSEDUR

PENGAJUAN
PENGAJUAN STRATEGIC ATAU OPERATIONAL
INITIATIVE
INITIATIVE
AG.00.01.03.10-SOP 001 AG.00.08.01.40-SOP 001

Gambar 4.2. SOP Research - Business Case Development (2)


29
Prosedur
: RESEARCH – DETAILED REQUIREMENT DOCUMENTS
Paraf ING MTP Kontrol No. A.11.11.01.30–SOP 001.00 Tingkat Kerahasiaan Internal

Tgl. Efektif Halaman/Jumlah Hal. 1 dari 2

MHL STO No. Revisi 00 Tanggal Revisi

IT – SYSTEM ANALYST RESEARCHER – BUSINESS ANALYST USER KETERANGAN


A. Penjelasan Awal (Introduction)
PROSEDUR PROSEDUR Prosedur ini mengatur proses penyusunan Detailed
Requirement Documents hingga menjadi dokumen resmi
ANALISIS KESESUAIAN yang digunakan oleh pihak IT dalam pembuatan solusi .
(DESIGN VS PROJECT MANAGEMENT
REQUIREMENT) B. Alur Proses (Flowchart Of Process & Document)
25. Dokumen 25 terdiri dari :
A.06.11.02.20–SOP 001 A.11.08.02.30-SOP 001 - Business Case
- Project plan
- Feasibility Study

Solution 50. Dokumen 50 terdiri dari :


design tidak - Business Case
3 2 Project Plan - Minutes Of Meeting
sesuai dengan
telah diterima - Informasi Detailed Requirement (jika ada)
requirements
telah diterima
75, 100, 125, 150, 175. Dokumen 75 terdiri dari :
A - Detailed Functional Requirement (DFR)
Alur Kerja Proses

Supervisor 50 Supervisor 25

DFR yang Mengumpulkan detailed


Analisis kebutuhan
perlu direvisi requirements

Dok. 50 Dok. 25

1 A

Revisi
Manager 175 Supervisor 75 Supervisor 100
Menyerahkan draft detailed
Mendiskusikan technical
Membuat draft detailed requirement documents DFR telah
impact dengan tim teknis IT ATAU
requirement documents kepada User untuk di- diserahkan
(Software dan Hardware)
review
Dok. 75 Dok. 75 Dok. 75

Tidak Ada
Revisi

Supervisor 150 Manager 125


Menyetujui draft detailed
DFR yang Menyerahkan detailed DFR yang
requirement documents
disetujui User requirement documents ke disetujui User
dan menyerahkan kepada
telah diterima IT / System Analyst telah diterima
Business Analyst
Dok. 75 Dok. 75

Gambar 4.3. SOP Research - Detailed Requirement Documents (1)


30
RESEARCH – DETAILED REQUIREMENT DOCUMENTS
Paraf ING MTP Kontrol No. A.11.11.01.30–SOP 001.00 Tingkat Kerahasiaan Internal

Tgl. Efektif Halaman/Jumlah Hal. 2 dari 2

MHL STO No. Revisi 00 Tanggal Revisi

IT – SYSTEM ANALYST RESEARCHER – BUSINESS ANALYST USER KETERANGAN


B. Alur Proses (Flowchart Of Process & Document )
200, 225. Dokumen 75 terdiri dari :
1 - Detailed Functional Requirement (DFR)

250. Dokumen 250 terdiri dari :


- Final Draft Detailed Functional Requirement

275, 300, 325. Dokumen 275 terdiri dari :


DFR yang - Detailed Functional Requirement (DFR)
disetujui 2 3
User telah 350. Dokumen 350 terdiri dari :
diterima - Detailed Functional Requirement (DFR)
- Materi presentasi
Revisi Revisi
375, 400. Dokumen 375 terdiri dari :
Manager 200 Supervisor 350 - Detailed Functional Requirement (DFR)

Melakukan review draft Melakukan presentasi ke


detailed requirement ATAU B User mengenai solusi yang ATAU 300, 325, 375, 400. Posisi yang melakukan aktivitas pada
documents diajukan proses kerja minimal adalah Senior Manager.
Alur Kerja Proses

Dok. 75 Dok. 350


Tidak Ada
Tidak ada Revisi
Revisi

Manager 225 Supervisor 250 Pejabat Berwenang 375


Mengkonfirmasi draft
detailed requirement DFR yang telah Melakukan approval DFR
B dikonfirmasi IT Melakukan finalisasi DFR dan menyerahkan kepada
documents ke Business
Analyst telah diterima Business Analyst

Dok. 75 Dok. 250 Dok. 375

Pejabat Berwenang 325 Pejabat Berwenang 300 Supervisor 275


DFR yang
Menandatangani DFR dan disetujui Menandatangani DFR
menyerahkan kepada Business kemudian menyerahkan Mencetak DFR
Business Analyst Analyst telah kepada IT – System Analyst
diterima
Dok. 275 Dok. 275 Dok. 275

PROSEDUR Pejabat Berwenang 400

Menyerahkan DFR yang


CONCEPTING DFR telah DFR telah
telah disetujui kepada
SOLUTION dikirim disetujui
System Analyst

A.06.11.02.10–SOP 001 Dok. 375

Gambar 4.4. SOP Research - Detailed Requirement Documents (2)


31
CONCEPTING SOLUTION
Paraf ING STO Kontrol No. A.06.11.02.10–SOP 001.00 Tingkat Kerahasiaan Internal
Tgl. Efektif Halaman/Jumlah Hal. 1 dari 1

MHL No. Revisi 00 Tanggal Revisi

IT – SYSTEM ANALYST KETERANGAN


A. Penjelasan Awal (Introduction)
Prosedur ini sebagai panduan dalam melakukan
concepting solution secara sistematis, sehingga dapat
diperoleh solution concepts yang akan diuraikan pada
tahapan analisis kesesuaian.
PROSEDUR
B. Alur Proses (Flowchart Of Process & Document)
DETAILED 25. Dokumen 25 terdiri dari :
REQUIREMENT - Detailed Functional Requirements (DFR)
DOCUMENTS
50. Dokumen 50 terdiri dari :
A.11.11.01.30–SOP 001 - Requirement Specification Documents (RSD)
- Hasil analisis technical impact (terkait software,
hardware, network, security yang dibutuhkan)
- IT Master Plan
- IT Blueprints
Manager 25 Manager 50 Manager 75

Merancang solution 75, 100, 150. Dokumen 75 terdiri dari :


DFR telah Melakukan analisis Melakukan analisis - Requirement Specification Documents (RSD)
concepts / requirement
diterima requirements Technical Impact berdasarkan hasil analisis dari proses 50.
Alur Kerja Proses

spesification
Dok. 25 Dok. 50 Dok. 75 100. Pejabat berwenang yang melakukan proses kerja :
- Senior Manager
- General Manager

Pejabat Berwenang 100


125
Persetujuan Requirement
Tidak Setuju? Specification Documents

Dok. 75

Ya

PROSEDUR Manager 150


Menyerahkan solution
ANALISIS KESESUAIAN Solution
concepts / requirement
(DESIGN VS Concepts telah
spesification ke Business
REQUIREMENT) dikirim
Analyst
A.06.11.02.20–SOP 001 Dok. 75

Gambar 4.5. SOP Concepting Solution


32
ANALISIS KESESUAIAN (DESIGN VS REQUIREMENT)
Paraf ING MTP Kontrol No. A.06.11.02.20–SOP 001.00 Tingkat Kerahasiaan Internal

Tgl. Efektif Halaman/Jumlah Hal. 1 dari 1

MHL No. Revisi 00 Tanggal Revisi

IT - SYSTEM ANALYST RESEARCHER – BUSINESS ANALYST USER KETERANGAN


A. Penjelasan Awal (Introduction)
Prosedur ini mengatur proses analisis antara kebutuhan
PROSEDUR dan solusi yang diajukan agar proses untuk pembuatan
Solution solusi dapat dilakukan dengan lancar.
CONCEPTING Concepts
SOLUTION telah B. Alur Proses (Flowchart Of Process & Document )
diterima 25. Dokumen 25 terdiri dari :
A.06.11.02.10-SOP 001 - Requirement Specification Document (RSD)
- Detailed Functional Requirement (DFR)
Kesesuaian design ditentukan berdasarkan :
Manager 25 - Perbandingan antara Functional Requirement
dengan Functional Design
Hasil analisis Menganalisis kesesuaian
- Perbandingan antara Technical Requirement
kesesuaian design design dari solution
dengan Specification
dan requirement concepts / requirement
telah diterima specification
Dok. 25 50, 75, 125, 150. Dokumen 50 terdiri dari :
- Hasil Analisis
- Form sign off
- Requirement Specification Document (RSD)
- Detailed Functional Requirement (DFR)
Alur Kerja Proses

Supervisor 50 Manager 75
Hasil analisis
Mendiskusikan hasil analisis dari Business Melakukan sign off tahap
ke User Analyst telah riset
diterima
Dok. 50 Dok. 50

PROSEDUR PROSEDUR
Solution 100
DEVELOPING DETAILED design tidak
SOLUTION FOR REQUIREMENT Tidak Setuju? DAN
sesuai dengan
SOFTWARE DOCUMENTS requirements
A.06.11.02.30-SOP 001 A.11.11.01.30–SOP 001
Ya
Supervisor 125 Manager 150
Solution Solution
Design telah Design telah
DAN Memberikan hasil analisis Mengarsipkan form sign off
sesuai dengan sesuai dengan
ke IT / System Analyst
requirements requirements
Dok. 50 Dok. 50

PROSEDUR

DEVELOPING
SOLUTION FOR Selesai
INFRASTRUCTURE
A.06.11.02.30-SOP 004

Gambar 4.6. SOP Analisis Kesesuaian (Design vs Requirement)


33
SOFTWARE DEVELOPING SOLUTION
Paraf ING STO Kontrol No. A.06.11.02.30–SOP 001.03 Tingkat Kerahasiaan Internal
Tgl. Efektif Halaman/Jumlah Hal. 1 dari 1

MHL DAM No. Revisi 03 Tanggal Revisi

IT – SYSTEM ANALYST FRONT END APPLICATION TEAM KETERANGAN


A. Penjelasan Awal (Introduction)
Prosedur ini sebagai panduan dalam melakukan
Manager 50 PROSEDUR developing solution for software secara sistematis,
sehingga dapat dihasilkan software yang sesuai dengan
SPK
Rules telah specification. Dengan adanya software yang sesuai
Menetapkan Rules PEMBELIAN telah
dikirim dengan specification, maka diharapkan dapat mendukung
diterima
kinerja sistem yang ada di Arya Group.
Doc. 50
A.07.10.02.30-SOP 001
B. Alur Proses (Flowchart Of Process & Document )
50. Dokumen 50 terdiri dari :
Ya - Rules
Manager 100 Manager 75
25 75, 100. Dokumen 75 terdiri dari :
Solution
Menjelaskan dokumen - Detailed Functional Requirement (DFR)
design sesuai Menggunakan Mempersiapkan Butuh DAN/
Tidak terkait dengan requirement - Requirement Specification Document (RSD)
dengan Vendor? environment environment ATAU
ke vendor
requirements
Doc. 75 Tidak butuh Doc. 75
environment
Alur Kerja Proses

DFR dan RSD Environment DFR dan RSD


DAN
telah diterima telah siap telah dikirim

PROSEDUR

ANALISIS KESESUAIAN Development


(DESIGN VS ATAU
oleh vendor
REQUIREMENT)
A.06.11.02.20–SOP 001 Development
sendiri
DFR & RSD
telah dikirim
dan konfirmasi DAN DAN
environment
sudah siap

PROSEDUR PROSEDUR

SOFTWARE
SOFTWARE
PROJECT MANAGEMENT DEVELOPMENT OLEH
DEVELOPMENT
VENDOR
A.06.11.02.30-SOP 002 A.11.08.02.30-SOP 001

Gambar 4.7. SOP Software Developing Solution


34
INFRASTRUCTURE DEVELOPING SOLUTION
Paraf ING STO Kontrol No. A.06.11.02.30–SOP 004.00 Tingkat Kerahasiaan Internal
Tgl. Efektif Halaman/Jumlah Hal. 1 dari 1

MHL DAM No. Revisi 00 Tanggal Revisi

IT – SYSTEM ANALYST FRONT END APPLICATION TEAM KETERANGAN


A. Penjelasan Awal (Introduction)
Prosedur ini sebagai panduan dalam melakukan
Manager 50 PROSEDUR developing solution for infrastructure secara sistematis,
sehingga dapat dihasilkan infrastructure yang sesuai
SPK
Rules telah dengan specification. Dengan adanya Infrastructure yang
Menetapkan Rules PEMBELIAN telah
dikirim sesuai dengan specification, maka diharapkan dapat
diterima
mendukung kinerja sistem yang ada di Arya Group..
Doc. 50
A.07.10.02.30-SOP 001
B. Alur Proses (Flowchart Of Process & Document )
50. Dokumen 50 terdiri dari :
Ya - Rules
Manager 100 Manager 75
25 75, 100. Dokumen 75 terdiri dari :
Solution
Menjelaskan dokumen - Detailed Functional Requirement (DFR)
design sesuai Menggunakan Mempersiapkan Butuh DAN/
Tidak terkait dengan requirement - Requirement Specification Document (RSD)
dengan Vendor? environment environment ATAU
ke vendor
requirements
Doc. 75 Tidak butuh Doc. 75
environment
Alur Kerja Proses

DFR dan RSD Environment DFR dan RSD


DAN
telah diterima telah siap telah dikirim

PROSEDUR

ANALISIS KESESUAIAN Development


(DESIGN VS ATAU
oleh vendor
REQUIREMENT)
A.06.11.02.20–SOP 001 Development
sendiri
DFR & RSD
telah dikirim
dan konfirmasi DAN DAN
environment
sudah siap

PROSEDUR PROSEDUR

SOFTWARE
INFRASTRUCTURE
PROJECT MANAGEMENT DEVELOPMENT OLEH
DEVELOPMENT
VENDOR
A.06.11.02.30-SOP 003 A.11.08.02.30-SOP 001

Gambar 4.8. SOP Infrastructure Developing Solution


35
Prosedur
: SOLUTION DEVELOPMENT – SOFTWARE DEVELOPMENT
Paraf ING STO Kontrol No. A.06.11.02.30-SOP 002.03 Tingkat Kerahasiaan Internal
Tgl. Efektif Halaman/Jumlah Hal. 1 dari 1

MHL DAM No. Revisi 03 Tanggal Revisi

FRONT END APPLICATION TEAM KETERANGAN


A. Penjelasan Awal (Introduction)
Software Development merupakan rangkaian proses
PROSEDUR Officer 50 lanjutan dari Solution Development untuk dilaksanakan
pengembangan software / application agar sesuai dengan
SOFTWARE Environment ketentuan perusahaan, memenuhi persyaratan
DEVELOPING DAN DAN Melakukan Coding
telah siap administrasi serta mengurangi risiko proses.
SOLUTION
A.06.11.02.30-SOP 001 B. Alur Proses (Flowchart Of Process & Document )
Dok. 25
25, 50, 75. Dokumen 25 terdiri dari :
- Logical Design
- Detailed Functional Requirement (DFR)
- Requirement Specification Documents (RSD)
Manager 25 Manager 75
125. Dokumen 125 terdiri dari :
Logical - Manual Book
DFR dan RSD Melakukan pengecekan
Merancang Logical Design design
telah diterima kesesuaian program
telah ada 150, 175. Dokumen 150 terdiri dari :
Dok. 25 Dok. 25
- Software Contingency Instructions

200, 225. Dokumen 200 terdiri dari :


Alur Kerja Proses

- Findings

250. Dokumen 250 terdiri dari :


Manager 175 Manager 150 Officer 125 - Manual book
100
Mempersiapkan software
Membuat / review software
A dan/atau manual book Membuat manual book Ya Sesuai? Tidak
contingency instructions
untuk di-testing

Dok. 150 Dok. 125


Dok. 150

Officer 225 Officer 250


Software dan/
atau manual
DAN/
book untuk di- Merevisi Coding-an Merevisi manual book
ATAU
testing telah
diterima
Dok. 200 Dok. 250

PROSEDUR Manager 200


Informasi
findings
SOFTWARE TESTING Melakukan analisis findings A
telah
diterima
A.06.11.02.40–SOP 001 Dok. 200

Gambar 4.9. SOP Software Development


36
BAB 5
PENUTUP

Bab ini merupakan bagian akhir dari laporan Kerja Praktek. Pada bab ini akan
dibagi menjadi 2, yakni kesimpulan dari hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan
serta saran yang diusulkan untuk memperbaiki kondisi yang telah ada.

5.1. Kesimpulan
a. Selama pelaksanaan kerja praktek 7 Standar Operasional Prosedur (SOP)
dihasilkan dalam 30 hari kerja
b. Lanjutan proses bisnis pada SOP Research - Business Case Development
terdapat SOP yang belum dibuat diantaranya SOP Improve Processes, SOP
Pengajuan Strategic Initiative, dan SOP Pengajuan Operational Initiative
c. Terdapat SOP yang belum dibuat pada SOP Research - Detailed
Requirement Documents yaitu SOP Project Management
d. Lanjutan proses bisnis pada SOP Software Developing Solution dan SOP
Infrastructure Developing Solution terdapat SOP yang belum dibuat
diantaranya SOP Project Management dan SOP Software Development
Oleh Vendor
e. Terdapat 3 SOP yang belum selesai disetujui oleh User diantaranya adalah
SOP Infrastructure Development, SOP Software Testing, SOP Infrastructure
Testing

5.2. Saran
a. SOP yang belum dibuat dan berkaitan dengan SOP lainnya sebaiknya
segera dibuat atau diselesaikan sehingga proses bisnis dapat berjalan
dengan lancar
b. Project yang diberikan sebaiknya disesuaikan dengan jumlah hari Kerja
Praktek sehingga project yang diberikan dapat diselesaikan dengan jumlah
hari Kerja Praktek.

37