Anda di halaman 1dari 41

DOKUMEN ANDAL

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN

KEGIATAN LISTRIK KERAKYATAN


(BRIKET,PELET,GAS, dan PLTSa)

Muh. Ainul Fahmi A


201611070
S1 Teknik Elektro

SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN


JAKARTA 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga Dokumen
ANDAL ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikirannya.
Dan harapan kami semoga dokumen ANDAL ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
dokumen ANDAL agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Saya yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, Mei 2018

Penyusun

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN ii


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................................... ..............iii


DAFTAR ISI ................................................................................................................................. .............iiii
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................ .............ivi
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................................... .............vii
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................................................. ............viii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang .............................................................................................. ..............1
1.2. Tujuan dan Manfaat Penelitian ........................................................................ ...........2-3
1.3. Perundangan-undangan ................................................................................ ..............4

BAB II RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN


2.1. Identitas Pemrakarsa dan Penyusun Andal .................................................... ..............5
2.2. Uraian Rencana Usaha dan/atau Kegiatan .................................................... .........5-11
2.3. Alternatif-alternatif yang Dikaji dalam Andal ............................................... ............12

BAB III RONA LINGKUNGAN HIDUP


3.1. Komponen Abiotik ......................................................................................... .......13-19
3.2. Komponen Biotik ........................................................................................... ..... 19-21
3.3. Komponen Sosekbudkemas ........................................................................ ........21-24

BAB IV RUANG LINGKUP STUDI


4.1. Dampak Penting yang Ditelaah ..................................................................... .......25-29
4.2. Evaluasi Dampak Potensial ........................................................................... .......30-32
4.3. Hasil Proses Pelingkupan ............................................................................. .............32
4.4. Wilayah Studi dan Batas Waktu Kajian ......................................................... 33-34

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................. ............35


LAMPIRAN ............................................................................................................................... ............36

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN iii


DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Undang-undang/Perpres/PP/Kepemen AMDAl Listrik Kerakyatan 4

Tabel 3.4. Penyebaran hujan wilayah Jakarta.................................................................. 15

Tabel 3.5. Kualitas Udara Sekitar Listrik Kerakyatan....................................................... 16


Tabel 3.6. Konversi ISPU menjadi Skala Kualitas Lingkungan ........................................ 17
Tabel 3.10 Biota darat sekitar Listrik Kerakayatan ..................................................... 20
Tabel 3.11 Jumlah Penduduk jakarta Barat Tahun 2014................................................. 21

Tabel 3.12. Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja jakarta Barat 2014............................ 22
Tabel 4.1 ANDAL metode cheklist berskala...................................................... ............. 29

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN iv


DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Tahap Peyeumisasi..................................................................................... 9


Gambar 2.2. Tahap Pencacahan dan Filterisasi.............................................................. 10
Gambar 2.3. Tahap Biodigestasi........................................ ............................................ 11
Gambar 2.4. Mesin Gasifier.................. .......................................................................... 11
Gambar 3.1. Peta Wilayah Jakarta Barat............... ....................................................... 14
Gambar 3.2. Lingkungan STT PLN..................... ............................................................. 14
Gambar 3.3. Klasifikasi Iklim Kopper Geiger...................................................................... 15
Gambar 3..7. Peta Hidrogeologi JABODETABEK....................................................... 18
Gambar 3.8 Peta Resapan Air JABODETABEK........................................................ 18

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Dokumentasi ...............................................................................................36

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN v


BAB I.
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG

Pola Pengelolaan Sampah sampai saat ini masih menganut paradigma lama dimana
sampah masih dianggap sebagai sesuatu yang tak berguna, tak bernilai ekonomis dan sangat
menjijikkan. Masyarakat sebagai sumber sampah tak pernah menyadari bahwa tanggung jawab
pengelolaan sampah yang dihasilkan menjadi tanggung jawab dirinya sendiri.Apabila sampah -
sampah yang luar biasa ini mulai menjadi masalah bagi manusia, barulah manusia menyadari
ketidak perduliannya selama ini terhadap sampah dan mulai menimbulkan kepanikan dan
menghantui di mana - mana tanpa tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia, karena setiap aktifitas
manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding
dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang kita gunakan sehari-hari. Sehari
setiap warga kota menghasilkan rata-rata 900 gram sampah, dengan komposisi, 70% sampah
organik dan 30% sampah anorganik. Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat
berpengaruh pada volume sampah.Sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang,
dengan kata lain adalah sampah-sampah yang di buang ke tempat sampah walaupun masih jauh
lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri,
tetapi merupakan sampah yang selalu menjadi bahan pemikiran bagi manusia.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah pencemaran sampah dengan
memanfaatkannya menjadi sesuatu yang lebih berarti adalah dengan dibuatnya Listrik
Kerakyatan.Listrik Kerakyatan didefinisikan sebagai suatu model penyediaan dan pengembangan
energi listrik yang terdiri dari bauran pembangkit sederhana skala kecil dari energi bersih yang
tersedia di sekitar komunitas sehingga dapat dibangun sendiri dilakukan secara bergotong-royong
oleh berbagai kelompok masyarakat di tingkat kelurahan di seluruh tanah air Indonesia. Model
konvensional dalam sistim penyediaan tenaga listrik dilakukan dengan sistim pembangkit besar
terpusat untuk kemudian disalurkan melalui jaringan transmisi dan distribusi ke konsumen. Dalam
Listrik Kerakyatan, konsep pembangkitan kecil tersebar (distributed generation) memasok daya

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 1


listrik dari sejumlah pembangkit skala kecil si sisi beban atau konsumen yang dihubungkan ke
jaringan tegangan rendah (JTR) atau tegangan menengah (JTM).Hal ini juga didukung dengan
keluarnya Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pembangunan Instalasi
Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Listrik kerakyatan melakukan kegiatan yang diharapkan kegiatan tersebut menjadi
penggerak ekonomi wilayah sekitar khususnya, sumber penerimaan negara melalui devisa serta
meningkatkan kualitas sosial ekonomi dan budaya masyarakat melalui peningkatan pendapatan
dan kesempatan berusaha serta alih teknologi. Di samping dampak positif tersebut tentunya akan
timbul dampak negatif, baik langsung maupun tidak langsung pada komponen lingkungan fisik
kimia, biologi maupun sosial ekonomi budaya dan kesehatan masyarakat, karena kegiatan Listrik
Kerakayatan tersebut mempunyai interaksi yang kuat dengan lingkungan hidup.

1.2. TUJUAN DAN MANFAAT

1.2.1. Tujuan

Rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh listrik kerakyatan secara umum bertujuan
untuk :

a. Mengelola limbah sampah yang bersumber dari limbah rumah tangga masyarakat dan
kampus STT PLN menjadi briket, pelet (reaktor), gas, dan PLTSa ;
b. Memenuhi permintaan listrik wilayah kampus secara khusus dan masyarakat sekitar
pada umumnya
c. Mengurangi Pencemaran Lingkungan oleh sampah.
d. Membuka lapangan Pekerjaan dan Meningkatkan pendapatan masyarakat .

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 2


1.2.2. Manfaat

Adapun manfaat yang akan diperoleh dari kegiatan yang dilakukan oleh Listrik
Kerakyatan adalah :

Bagi Listrik Kerakyatan:
a. Memenuhi permintaan kebutuhan akan listrik dan gas;
b. Meningkatkan pendapatan bagi pelaku kagiatan Listrik Kerakyatan


Bagi Pemerintah :
c. Penggerak percepatan pertumbuhan wilayah (growth development)
d. Dapat membantu pemerintah dalam mencapai target 35.000 MW
e. Dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan smart city

Bagi Masyarakat:
a. Meningkatkan tingkat kesejahteraan ekonomi dan sosial melalui penciptaan peluang
kerja dan berusaha
b. Penyerapan tenaga kerja produktif di daerah sekitar kegiatan.
c. Meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui penyediaan energi yang memadai

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 3


1.3. PERUNDANG-UNDANGAN/PERPRES/PERATURAN PEMRINTAH/KEPUTUSAN MENTERI

Landasan hukum yang dipakai sebagai payung dalam menyusun dokumen AMDAL
rencana kegiatan listrik kerakyatan berupa peraturan perundang-undangan, Peraturan Prseiden,
Peraturan Pemerintah, Keputusan Menteri, dan kebijaksanaan pemerintah yang berlaku.

1.3.1. Undang – Undang/Perpres/Peraturan Pemerintah/Keputusan Menteri

Undang-
No. undang/perpres/PP/Keputusan Tentang Alasan
Menteri
Payung hukum untuk mengelola dan
Pengelolaan dan
memanfaatkan sumber daya alam
1. Undang-undang dasar 1945 Pemanfaatan sumber daya
secara adil dan berkelanjutan
alam
Percepatan Pembangunan
Instalasi Pengolah
Sebagai dasar berdirnya Listrik
2. Perpres Nomor 35 Tahun 2018 Sampah Menjadi Energi
Kerakyatan
Listrik Berbasis Teknologi
Ramah Lingkungan
Telah gangguan kesehatan
3. UU No. 23 Tahun 1992 Kesehatan
masyarakat dan tenaga kerja
Peraturan Pemerintah No. 20 Pengendalian pencemaran Kegiatan potensial menyebabkan
4.
Tahun 1990 air dan lampirannya perubahan kualitas air
Peraturan Pemerintah No. 12 Analisis Mengenai Acuan dalam proses pelaksanaan
5.
Tahun 2012 Dampak Lingkungan studi Amdal
Peraturan Pemerintah No. 41 Pengendalian pencemaran Pedoman pelaksanaan pengendalian
6.
Tahun 1999 udara pencemaran udara
Kep. Menkes Nomor 718 /MENKES Rencana Usaha/kegiatan potensial
7. Kebisingan dan Kesehatan
Tahun 1987 menyebabkan kebisingan

Sebagai dasar dalam kegiatan


8. UU No. 18 Tahun 2008 Pengolahan Sampah
pengolahan sampah

Tabel 1.1. Undang-Undang/Perpres/PP/Kepmen terkait dengan Studi Amdal Listrik Kerakyatan

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 4


BAB II.
RENCANA USAHA DAN/ATAU
KEGIATAN
2.1. Identitas Pemrakarsa dan Penyusun ANDAL

1. Pemrakarsa

Nama Kegiatan/Usaha : LISTRIK KERAKYATAN


Alamat : Kampus STT PLN
Penanggung Jawab : Dr. Ir. Supriadi Legino, MM, MBA
Jabatan : Ketua STT PLN

2. Penyusun ANDAL

Pelaksana : MUH. AINUL FAHMI A

NIM : 201611070

Jurusan : S1 Teknik Elektro

2.2. Uraian Rencana Usaha dan/atau Kegiatan

1. Status Studi AMDAL

Studi AMDAL pada Listrik Kerakyatan Kampus STT PLN merupakan proses kelanjutan
dari studi kelayakan teknis dan ekonomis (feasibility study) yang telah dilakukan sebelumnya.
Berdasarkan kajian teknis dan ekonomis, kegiatan yang ada pada Listrik kerakyatan sangat
layak untuk dilanjutkan, mengingat kegiatan tersebut dapat mengurangi sampah dan membantu
kebutuhan masyarakat akan energi dan pasokan listrik .Teknik pelaksanaan yang meliputi
kegiatan yang menhasilkan briket sampah, pelet sampah, gas, dan listrik dilakukan sesuai
dengan prosedur yang telah ditentukan .

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 5


2. Kesesuaian Lokasi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan dengan Rencana Tata Ruang

Mengacu pada Undang-undang, Perpres, Peraturan Pemerintah, Keputusan Menteri


tersebut, maka Ketua Sekolah Tinggi Teknik PLN memberikan izin kegiatan Listrik Kerakyatan
yang meliputi 2 lokasi.
Batas wilayah studi rencana kegiatan Listrik Kerakyatan meliputi :

a. Batas Proyek

Batas proyek adalah ruang dimana rencana kegiatan listrik kerakyatan , yaitu Kampus
STTPLN . Luasan tapak proyek lokasi 1 adalah 20 × 7 meter lokasi 2 dengan lauas 5 × 6
berdasarkan luas Izin Usaha yang diberikan Ketua STT PLN

b. Batas Ekologi
Batas ekologi dari kegiatan Listrik Kerakyatan adalah batas yang masih dipengaruhi
persebaran dampak melalui udara. Persebaran dampak pencemaran udara yang dicermati
adalah wilayah Kampus STT PLN .
c. Batas Sosial
Batasan sosial adalah ruang di sekitar rencana kegiatan kawasan yang merupakan
tempat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tertata
yang sudah mapan. Sesuai dengan proses dinamika sosial warga kampus ataupun
masyarakat yang diperkirakan mengalami perubahan mendasar akibat rencana kegiatan
nantinya. Kemungkinan yang akan terkena dampak dari adanya kegiatan tersebut adalah
warga kampus dan masyarakat di sekitar lokasi.
d. Batas Administrasi
Batas administrasi rencana kegiatan Listrik Kerakyatan sebagai berikut :
Area : Kampus STT PLN
Keluarahan : Duri Kosambi
Kota : Jakarta Barat
Provinsi : Daerah Khusus Ibukota Jakarta

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 6


3. Hubungan Antara Lokasi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan dengan Jarak dan
Ketersediaan Berbagai Sumberdaya
Sumberdaya air khususnya untuk kebutuhan air dapat diperoleh di wilayah tersebut,
yaitu melalui supply sumber daya air dari PAM. Demikian pula kebutuhan lain seperti keperluan
sehari-hari karyawan yang banyak terdapat sekitar loaksi Listrik Kerakyatan . Energi listrik yang
akan digunakan kawasan penambangan akan bersumber dari PLN. Sedangkan sumberdaya
manusia sebagai tenaga kerja akan diprioritaskan bagi warga kampus danmasyarakat
Kelurahan Duri Kosambi.

4. Tata Letak Usaha dan/atau Kegiatan

Beberapa bangunan dan infrastruktur yang dibangun untuk menunjang aktivitas


Listrik Kerakyatan di Kampus STT PLN adalah:
a. Pembangunan Lokasi 1
Lokasi 1 dari Listrik Kerakyatan ini meliputi :
- Tempat penampungan sampah sementara
- Ruangan Peuyeumisasi
- Ruangan Biodigestasi dan uji coba kompor gas
- Ruangan Penyimpangan briket dan pelet sampah
- Ruangan Untuk karyawan
b. Pembangunan Lokasi 2
Lokasi 2 dari listrik kerakyatan ini terdiri dari ruangan Gasifikasi

5. Tahap Pelaksanaan Usaha dan/atau Kegiatan

Untuk menguraikan rencana kegiatan yang dilakukan Listrik Kerakyatan secara jelas
dan komprehensif maka akan diuraikan sesuai dengan tahap kegiatan yaitu kegiatan pra
konstruksi, konstruksi, praoperasi, dan operasional.

a. Tahap Prakonstruksi
Pada tahap prakonstruksi, kegiatan yang dilakukan dengan survey studi
kelayakan dan studi detail desain dan perizinan lokasi.

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 7


1) Studi kelayakan dan studi detail desain
Studi kelayakan dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran mengenai cadangan,
sarana/infrastruktur yang diperlukan serta evaluasi ekonomis. Dengan perhitungan terget
produksi Untuk 1 Ton sampah per hari dan Payback Period 5 tahun, akan didapatkan Net
Present Value sebesar 108.578.428 Rupiah, Internal Rate of Return sebesar 5,2% dan
energi yang dihasilkan sebesar 144kWh/hari.
2) Perizinan Lokasi
Kegiatan pengurusan izin dan telaah teknis lokasi Listrik Kerakyatan dilakukan pada
Sekolah Tinggi Teknik PLN sebagai lokasi kegiatan sesuai peraturan dan perundang-
undangan yang berlaku.

b. Tahap Konstruksi
Kegiatan tahap konstruksi hanya terdapat pada lokasi 1 yang meliputi Pembangunan
ruangan peuyeumisasi, ruangan biodigestasi,ruangan penyimpangan briket dan pelet
sampah, ruangan untuk karayawan. Untuk lokasi 2 senidiri yaitu ruangan untuk gasifikasi.

c. Tahap praoperasi

1) Pengumpulan dan Pemilahan sampah

Pengumpulan sampah diambil dari beberapa sumber. Proses pemilahan sampah


disini yaitu memisahkan antara sampah organik ,sampah anorganik, dan sampah yang
memilki harga jual. Sampah Organik pada Listrik Kerakyatan biasanya berupa limbah
makanan sisa rumah tangga dari masyarakat sekitar kampus STT PLN maupun makanan
sisa dari kegiatan kampus, dan kertas sisa warga kampus STT PLN. Begitu pula dengan
sampah nonoragnik yang didominasi oleh sampah plastik berasal dari kampus STT PLN
maupun sampah nonoranik lainnya yang berasal dari masyarakat sekitar kampus STT
PLN.

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 8


c. Tahap operasional

1) Peuyeumisasi

Metode ilmiah yang mampu memproses sampah organik dan non organik pada
box bambu dengan memanfaatkan bakteri anaerob sehingga sampah tersebut dapat
menghasilkan suatu produk bricket sampah yang memiliki kadar kalori 2500 - 4000 kkal.
Metode ini ditemukan dan dikembangkan oleh Sonny Djatnika Sundadjaya, pakar Listrik
Kerakyatan dari Institut Teknologi Bandung angkatan 1974. Dalam metode ini, selain
menghasilkan briket, Gas yang dihasilkan adalah gas yang ramah lingkungan. Secara
kimiawi, gas sampah adalah CO2 + CH4. Untuk itu perlu dilakukan briketisasi dan dilakukan
gasifikasi sehingga menghasilkan CO + H2. H2 yang dimaksud disini adalah air lindi yang
berasal biodigester, pemberian air lindi diberikan apabila tumpukan sampah pada keramba
bambu telah mencapai ketinggian 20cm. Proses peuyeumisasi berlangsung selama kurang
lebih 7-10 hari.

Gambar 2.1 Tahap Peuyeumisasi

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 9


2) Pencacahan dan penyaringan

Setelah proses peuyeumisasi telah dilakukan selanjutnya sampah tersebut dicacah


dengan mesin Pencacah, hingga halus dengan tujuan agar saat melakukan proses
pencetakan pelet dapat dilakukan dengan mudah, setelah dicacah sampah tersebut
kemudia difilter, tujuan pemfilteran ini dilakukan agar sampah yang telah dicacah tadi
benar-benar halus dan lebih mudah dalam pencetakannya ke dalam bentuk pelet. selain
pencetakan pelet sebagai bahan bakar atau reaktor, ada juga proses briketisasi yaitu
proses pembuatan briket secara manual dengan campuran beberapah bahan.

Gambar 2.2 Tahap Pencacahan dan Filterisasi

3) Biodigestasi

Pada dasarnya pemanfaatan sampah dengan metode Biodigester dapat dilakukan


dengan pengumpulan sampah organik di dalam suatu wadah tertutup. Dalam hal ini
sampah tersebut dapat terurai secara alami, artinya bahan sampah tersebut dapat
membusuk tanpa harus di daur ulang. Produk yang dihasilkan adalah pupuk organik (lindi)
serta biogas sebagai sumber energi alternatif. Metode Biodigester ini dapat dilakukan
dalam skala industri besar, industri kecil, hingga perumahan. Penggunaannya pun dapat
disesuaikan dengan lahan yang ada serta jumlah sampah organik yang diproduksi oleh
lingkungan setempat. Produk yang dihasilkan dari metode biodigester adalah pupuk cair
(Lindi) yang diproses secara alami dari bahan-bahan sampah organik yang tertutup rapat
di dalam biodigester. Selain itu, metode biodigester ini memiliki keunggulan dengan
menghasilkan biogas yang akan terbentuk antara 4-7 hari setelah proses pemasukan awal.
Jumlah produksi biogas sekitar 12-40 liter dari setiap 1 kg sampah organik (bervariasi
tergantung kondisi lingkungan dan jenis limbah/sampah). Biogas yang dihasilkan
biodigester akan ditampung dalam balon biogas dan disalurkan ke kompor biogas. Biogas

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 10


yang dihasilkan dapat juga digunakan sebagai bahan bakar generator untuk penerangan.
Metoda yang digunakan oleh pembangkit listrik berbahan bakar biogas yang berasal dari
sampah organik (biodigestable) relatif mudah dan murah, tetapi kelemahannya model ini
hanya dapat menghasilkan energi setara 40 kWh dari setiap ton sampah organik, setara
10 ton sampah bruto. Selain itu, gas yang dihasilkan dari Metode Biodigester ini merupakan
gas metan yang secara kimiawi berbahaya untuk lingkungan dan dapat menimbulkan
ledakan dalam jumlah dan waktu tertentu (CH4).

Gambar 2.3 Tahap Biodigestasi

4) Gasifikasi

Teknologi gasifikasi dimana sampah plastik dipanaskan pada suhu yang sangat
tinggi mencapai 900 ᴼC – 1000 ᴼC dengan prinsip oksidasi parsial. Proses pembakaran
briket yang membutuhkan oksigen yang di salurkan dari blower, pada tabung reaktor inti
gasifier ini memiliki volume kurang lebih 0,1m3 dengan suhu mencapai 1000OC. Sehingga
akan dihasilkan gas hidrokarbon yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan industri.

Gambarr 2.4 Mesin Gasifier

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 11


2.3. Alternatif - Alternatif Yang Dikaji Dalam ANDAL

Berdasarkan kajian teknis dan ekonomis, kegiatan Listrik Kerakyatan di Kampus STT PLN layak
untuk dilanjutkan, mengingat manfaat terhadap lingkungan dengan adanya Listrik Kerakyatan
dapat diminimalisir . Teknis pelaksanaan penambangan akan mengikuti standar dan prosedur
yang berlaku.

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 12


BAB III.
RONA LINGKUNGAN HIDUP
Rona lingkungan hidup adalah gambaran awal kegiatan yang didapatkan berdasarkan
data primer hasil survey dan data sekunder, serta hasil penelitian sebelumnya. Komponen rona
lingkungan yang ditelaah dalam studi ini adalah komponen abiotik, biotik dan sosial ekonomi
budaya dan kesehatan warga kampus dan masyarakatsekitar lingkungan kampus. Komponen
abiotik meliputi iklim dan kualitas udara, fisiologi dan geologi, hidrologi, kualitas air. Komponen
biotik meliputi flora dan fauna darat dan air. Adapun komponen sosial ekonomi meliputi
kepadatan penduduk, agama, mata pencaharian, dan pendapatan penduduk. Komponen sosial
budaya meliputi asal usul penduduk, adat istiadat, interaksi sosial budaya dan persepsi
masyarakat terhadap proyek. Komponen kesehatan masyarakat meliputi kondisi kesehatan
masyarakat dan kesehatan lingkungan.

3.1. Komponen Abiotik

a. Geografis

Kecamatan Cengkareng terletak di kota Jakarta Barat. Secara administratif daerah seluas
27,93 km2 ini dibagi menjadi 6 kelurahan. Meski secara geografis tidak ditempati oleh Bandara
Internasional Soekarno-Hatta, terdapat miskonsepsi bahwa bandara ini terletak berada di
Cengkareng oleh karena letaknya yang bersebelahan dan menjadi transit menuju kecamatan Benda,
Kota Tangerang (tempat bandara yang sebenarnya).

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 13


Gambar 3.1 Peta Wilayah Jakarta barat

Dengan kondisi seperti diatas, Setiap harinya sebanyak 900 meter kubik sampah tak dapat
terangkut. "900 meter kubik ini terdiri dari 299 meter kubik dari sampah yang tercecer di jalan dan
tak terangkut armada, sedangkan sisanya dari sampah-sampah LPS (lokasi pembuangan
semnetara) alternatif.
Sedangkan untuk kampus STT PLN sendiri memiliki kondisi geografis dengan tanah yang
dominan berjenis tanah laterit, yang masih dalam kategori pembangunan lokasi Listrik Kerakyatan.

Gambar 3.2 Lingkungan STT PLN

b. Kondisi Iklim

Untuk menjelaskan keberadaan iklim di lokasi Listrik Kerakyatan menggunakan data


iklim (Jakarta Barat ). Iklim Cengkareng, Jakarta Barat adalah diklasifikasikan sebagai tropis.
Berdasarkan banyak curah hujan di Cengkareng, bahkan di bulan terkering. Klasifikasi iklim
Köppen-Geiger adalah Af. Suhu di sini rata-rata 27.7 °C. Tentang 1845 mm presipitasi yang
jatuh setiap tahunnya. Dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 14


Gambar 3.3 Klasifikasi iklim Köppen-Geiger

Dalam penentuan pola musim di daerah penelitian, dianalogikan dengan kriteria hujan
menurut Mohr (1933) dalam Santosa (2010), yaitu:
(a) bulan basah yang dianalogikan dengan musim penghujan, apabila curah hujan > 100
mm, dengan curah hujan lebih besar dari penguapan;
(b) bulan lembab yang dianalogikan dengan transisi musim dari penghujan ke kemarau
atau sebaliknya, apabila curah hujan 60 hingga 100 mm, dimana besarnya curah hujan
sebanding dengan penguapan; dan
(c) bulan kering yang dianalogikan dengan musim kemarau apabila curah hujan < 60 mm,
dengan curah hujan lebih kecil dari pengupan.

Tabel 3.4 Penyebarah hujan wilayah jakarta

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 15


c. Kualitas Udara

Parameter yang diteliti dan cara pengambilan sampel udara mengacu pada SNI 19-
7119.9-2005 tentang Penentuan Lokasi Pengambilan Contoh Uji Pemantauan Kualitas Udara
Ambien, hasil analisis kemudian dibandingkan dengan baku mutu lingkungan udara
berdasarkan PP no. 41 th 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Kadar debu di 4 titik
pengamatan pada daerah yang diteliti masih di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) yakni 0,23
mg/m3, demikian juga kadar emisi gas seperti SOx , COx dan HC, masih berada di bawah NAB
yakni untuk SOx = 900 g/Nm3 dan NOx = 400 g/Nm3 dan COx = 30.000 g/Nm3 HC = 160
ug/Nm3 ).
Hasil pengukuran kualitas udara rona lingkungan awal sekitar lokasi rencana kegiatan,
disajikan pada tabel di bawah ini. Dari tabel tersebut tampak bahwa kondisi semua parameter
kualitas udara di sekitar wilayah studi mempunyai angka masih berada di bawah baku mutu
lingkungan, sehingga dapat dikatergorikan masih baik.
Kualitas Udara Sekitar Listrik Kerakyatan berdasarkan hasil perhitungan studi pustaka

Waktu Pengu- BML


Parameter Satuan
kuran
TSP (Debu) 24 jam μg/m3 0,23
Kebisingan *) 5 menit dB(A) 55 & 70
Sulfur oksida (SOx) 1 Jam (g/Nm3) 900
Nitrogen ioksida (NOx) 1 Jam (g/Nm3) 400

Tablel 3.5 Kuaitas udara


Sumber: Baku Mutu Kebisingan menurut Keputusan Men.LH. No. Kep. 48/Men/LH/1996

Jika nilai-nilai pada Tabel di atas dikonversi menjadi nilai dalam skala indeks standar
pencemar udara atau disingkat ISPU, perhitungan konversi berpedoman pada Keputusan
Kepala BAPEDAL Nomor 107/KABAPEDAL/11/1997 tentang Pedoman Teknis Perhitungan dan
Pelaporan Serta Informasi ISPU. menggunakan persamaan:

Ia- Ib
I  (Xx - Xb) Ib
Xa- Xb
dimana :
I : ISPU terhitung
Ia : ISPU batas atas
Ib : ISPU batas bawah
Xa : Ambien batas atas
Xb : Ambien batas bawah

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 16


Xx : Kadar ambien nyata hasil pengukuran

Hasil perhitungan menunjukkan angka-angka di atas masih masuk dalam kategori baik
dimana nilai ISPU dalam range ini tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan
dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika. Nilai skala ISPU ini
kemudian dikonversi menjadi Skala Kualitas Lingkungan untuk memprakirakan besarnya
dampak rencana kegiatan terhadap lingkungan hidup disekitarnya., hasilnya disajikan pada
tabel di bawah ini.

Tabel 3.6
Konversi ISPU menjadi Skala Kualitas Lingkungan
Skala Kualitas
ISPU Kategori Kategori
Lingkungan
1 – 50 Baik 5 Sangat baik
51 – 100 Sedang 4 Baik
101 – 199 Tidak sehat 3 Sedang
200 – 299 Sangat tidak sehat 2 Buruk
> 300 Berbahaya 1 Sangat buruk
Sumber: BPLH DKI JAKARTA
Berdasarkan Tabel 3.6. tampak bahwa kualitas udara dalam wilayah studi
menunjukkan kondisi kualitas udara yang masih relatif alami

d. Analisa Hidrologi

Secara geohidrologi wilayah Provinsi DKI Jakarta merupakan bagian dari geohidrogeologi
Kawasan JABODETABEK dan BOPUNCUR. Peta Hidrologi dapat dilihat pada Gambar
Berdasarkan potensi resapan air berdasarkan kondisi resapan air potensial Provinsi DKI Jakarta
juga termasuk Resapan Air Potensial Kawasan JABODETABEK dan BOPUNCUR. Peta Resapan
Air Potensial diperlihatkan pada Gambar Berdasarkan kedua peta tersebut wilayah Provinsi DKI
Jakarta terbagi dua wilayah yaitu Wilayah Jakarta Bagian Utara dan Wilayah Jakarta Bagian
Tengah sampai Selatan.
Wilayah Jakarta Bagian Utara memiliki karakteristik akifer dengan aliran melalui ruang
antarbutir produktifitas sedang dengan penyebaran luas dengan resapan air rendah, dimana
kumpulan atau lapisan batuannya mengandung atau menyimpan dan meneruskan air dalam
jumlah yang cukup dan muka airtanahnya dangkal atau di atas muka tanah dengan debit sumur
umumnya 5 sampai 10 I/detik sehingga waktu untuk menyerap air permukaan rendah.

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 17


Wilayah Jakarta bagian Tengah sampai Selatan merupakan daerah yang memiliki
karakteristik akifer dengan aliran melalui ruang antarbutir produktifitas tinggi dengan penyebaran
luas dan merupakan daerah dengan resapan air tinggi, dimana kumpulan atau lapisan batuannya
mengandung atau menyimpan dan meneruskan air dalam jumlah sedang sampai tinggi dan muka
airtanahnya dangkal atau di atas muka tanah dengan debit sumur umumnya lebih dari 10 I/detik
sehingga waktu untuk menyerap air permukaan tinggi.

Gambar 3.7 Peta Hidrogeologi Kawasan Jabodetabek dan Bopunjur

Gambar 3.8 Peta Resapan Air Potensial Kawasan Jabodetabek dan Bopunjur

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 18


e. Kualitas Air

Salah satu proses yang menggunakan banyak air sebagai bahan bakunya proses
pembuatan air lindi. Air yang digunakan haruslah sesuai dengan standar pembuatan air lindi yang
baik salah satu parameternya adalah kandungan air, PH, warna air itu sendiri. Tujuannya agar air
lindi yang dihasilkan merupakan air lindi yang baik. Listrik Kerakyatan STT PLN menggunakan air
dari PAM sebagai bahan baku pembuatan air lindi. Jadi dapat dikatakan bahwa air yang digunakan
merupakan air dengan kualitas yang baik. Tumpukan sampah di TPA berpotensi menghasilkan lindi.
Lindi mengandung mikroba dan berbagai macam mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan
bakteri. Selain mengandung unsur organik dengan konsentrasi tinggi, lindi juga mengandung unsur
logam seperti Zn dan Hg.Jenis komposisi kandungan air lindi dipengaruhi oleh banyak faktor seperti
jenis dan umur sampah, jenis air yang melalui timbunan sampah,faktor lahan dan iklim, kondisi
hidrogeologi, kedalaman timbunan sampah, kemiringan tanah tempat penimbuhan sampah dan
faktor tanah penutup sampah.Lindi yang masih segar memiliki kandungan pH (derajat keasaman)
dan COD (menunjukkan kadar zat organik, dimana semakin tinggi COD menunjukkan semakin tinggi
kadar zat organik) tinggi dibandingkan dengan lindi yang sudah disimpan di bak penampung.

3.2. Komponen Biotik

a. Flora Darat
Areal proyek Listrik Kerakyatan merupakan area kampus STT PLN, dimana di wilayah
kampus banyak ditanami berbagai macam flora. Flora di kampus terutama sekitar proyek Listrik
Kerakyatan didominasi oleh pohon yang besar dan tahan terhadap kondisi tropis Indonesia.
Pohon besar tersebut juga memiliki akar yang panjang. Adapun flora darat yang tumbuh disekitar
proyek Listrik Kerakyatan adalah

.
DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 19
b. Fauna Darat
Berdasarkan hasil pengamatan pada transek yang sama dengan flora dan wawancara
dengan pegawai yang bertugas di Listrik Kerakyatan , fauna yang ada di sekitar rencana lokasi
Listrik Kerakyatan adalah Sebagai Berikut :
a. Mamalia,
b. Aves,
c. Reptil, dan Amphibi serta
d. Invertebrata.

Tabel 3.10 Biota darat sekitar lokasi Listrik kerakyatan

No Nama Ilmiah Nama Indonesia/Lokal


Mamalia
1. Felis catus Kucing
Aves
2 Passeridae Burung Gereja
3 Estrildidae Burung Pipit
4 Pycnonotus aurigaster Burung Kutilang
Reptil
5 Mabuya multifasciata Kadal
Invertebrata
6 Kupu-kupu
Ordo. Lepidoptera
7 Capung
Ordo. Odonata
8 Semut merah
Monomorium pharaonis
9 Semut hitam
Componotus pennsylvnicus
10 Semut raja
Polyrhachis hauxwelli
11 Argiope Aurelia Laba-laba kebun
12 Loxosceles reclosa Gert Laba-laba cokelat
13 Jangkrik tanah
Allonemobius fasciatus
14 Jangkrik pohon
Neoxabea bipunclata G
15 Kecoak
Blatta orientalis

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 20


16 Nyamuk
Aedes stimulans Walk
17 Lalat belatung
Dermatobia hominis L.
18 Polydesmid millipede Kaki seribu

Berdasarkan hasil inventarisasi dan informasi dari pegawai Listrik Kerakyatan serta
data-data penting lainnya yang dikumpulkan jenis fauna darat yang ada disekitar proyek hanya
sedikit, ini karena wilayahnya yang dalam area kampus.

3.3. Komponen Sosekbud Kesmas

a. Sosial: Kewarga kampusan dan Kependudukan

Wilayah konsesi Listrik Kerakyatan di Kampus STT PLN yaitu degan puluhan ribu
mahsiswa yang dibagi kedalam 7 jurusan yaitu: S1 Teknik Elektro, S1 Teknik Mesin, S1 Teknik
Sipil, S1 Teknik Informatika, D3 Teknik Elektro, D3 Teknik Mesin. Untuk Kependudukan dapat
disajikan dalam tabel di bawah ini :

Tabel 3.11 Jumlah Penduduk Jakarta Barat 2014

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 21


Dari data di atas dapat dilihat bahwa Cengkareng yaitu kecamatan tempat proyek Listrik
Kerakyatan berada merupakan wilayah yang memiliki jumlah penduduk paling banyak di tahun
2014.

b. Ekonomi: Tingkat kesempatan kerja

Seiring dengan adanya kegiatan di daerah ini, kesempatan kerja bagi angkatan kerja
semakin terbuka. Khususnya di daerah kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat,. .
Secara otomatis dengan hadirnya Listrik Kerakyatan akan semakin membuka lapangan kerja.
Walaupun saat ini masih dalam skala kecil tetapi sudah mampu memberi kesempatan kerja baik
itu masyarakat maupun warga kampus STT PLN sendiri.

Tabel 3.12 Jumlah Peusahaan dan Tenaga Keraja Jakarta Barat 2013

Berdasarkan tabel tersebut di atas, serapan tenaga kerja dari Perdagangan, Hotel,
dan restoran pada tahun 2013 merupakan yang terbanyak apabila dibandingkan dengan sektor
lain, dengan adanya dari Listrik Kerakyatan dan pengembangannya nantinya diharapakan dapat
memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 22


1) Tingkat pendapatan masyarakat
Sebagian besar penduduk Keluarahan Duri Kosambi berprofesi sebagai Pedagang,
wirausaha, dan buruh industri pengolahan yang berpenghasilan antara Rp 1.000.000 -
Rp.1.500.000 per bulan. Pendapatan tersebut bervariasi tergantung dari usaha yang dikelola.
serta sekitar 35 % masyarakat di sekitar lokasi kegiatan memiliki pendapatan per bulan di bawah
standar UMR (DKI jakarta).

c. Sosial Budaya

1) Nilai Budaya dan Adat Istiadat

Pada lokasi Listrik Kerakyatan yang merupakan area kampus dapat dijumpai berbagai
macam budaya dari sabang sampai merauke, dimana setiap kebudayaan memiliki keyakinan
mereka masing-masing. Sehingga budaya dan adat istiadat yang ada disekitar lokasi kegiatan
Listrik Kerakyatan berbeda-beda dan terjadi proses integrasi budaya.

2) Kelembagaan Masyarakat

Kelembagaan masyarakat dan warga kampus yang terdapat di Kampus dan Sekitar
Kampus STT PLN merupakan kelembagaan masyarakat yang modern.

d. Kesehatan Masyarakat

Kondisi Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat

Kondisi kesehatan lingkungan pada kampus STT PLN dan masyarakat sekitar kampus
sesuai hasil wawancara sebagai berikut :
 Sumber air yang digunakan masyarakat berasal dari sumur gali dan sumur
pompa dan sumber air berasal dari PAM 
  Perumahan warga pada umumnya permanen dan semi permanen
 Pembuangan sampah RT dilakukan di tempat pembuangan sampah, dilahan
 kosong.
 Jamban keluarga menggunakan jamban sendiri, jamban umum.

Untuk Melihat jenis penyakit yang sering dialamin warga kampus dan
masyarakat sekitar berdasarkan hasil Pengamatan adalah sebagai berikut :

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 23


Inspeksi Saluran Pernapasan Atas

Gastritis

Karies Gigi

Diare

Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Penyakit Pada Sistem Otot dan Jaringan Penyekat

Penyakit Mata Lainnya

Penyakit Kulit karena alergi

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 24


BAB IV.
RUANG LINGKUP STUDI
4.1. Dampak Penting yang Ditelaah

Potensi dampak penting dari kegiatan Listrik Kerakyatan merupakan hasil telaahan
terhadap kegiatan yang akan dilakukan pada seluruh tahapan kegiatan. Dampak penting
yang diperkirakan timbul tersebut merupakan hasil dari rangkaian proses identifikasi dan
pelingkupan dampak potensial dengan mendasarkan pada interaksi antara deskripsi
rencana kegiatan dengan kondisi rona lingkungan hidup awal. Proses pelingkupan yang
dilakukan untuk menelaah dampak potensial dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut :

1. Identifikasi Dampak Potensial

Secara hipotetik, komponen lingkungan yang potensial terkena dampak proyek


adalah sebagai berikut :
a. Komponen fisik kimia
1) Perubahan Bentang Lahan
Dampak terhadap komponen fisik kimia berupa perubahan bentang lahan
merupakan dampak primer yang disebabkan oleh kegiatan Pembangunan sarana
dan prasarana serta infastruktur pendukung.
Beberapa kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap komponen bentang
lahan antara lain :

Konstruksi :Pembangunan ruangan peuyeumisasi, ruangan


biodigestasi,ruangan penyimpangan briket dan pelet
sampah, ruangan untuk karayawan

2) Penurunan kualitas udara


Komponen udara akan mengalami dampak oleh aktivitas PLTsa, yang
menyebabkan perubahan dan penurunan kualitas udara. Dalam proses gasifikasi
terdapat zat kimia yang dilepas ke udara yang dapat mempangaruhi kualitas
udara. Walaupun zat kimia tersebut dilepas oleh mesin gasifier. Penumpukan
sampah pada masa Praoperasi juga dapat mempengaruhi kualitas udara.

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 25


Beberapa kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap komponen udara dan
kebisingan antara lain :
Praoperasi :Kegiatan Pengumpulan dan Pemilahan sampah
.
Operasional :Kegiatan Gasifikasi

Dampak terhadap komponen udara merupakan dampak primer, sedangkan


dampak sekundernya adalah menurunnya kesehatan masyarakat dan kesehatan
lingkungan.

3) Peningkatan Kebisingan
Komponen mesin-meisn pendukung yang digunakan dalam proses pembuatan
Briket sebagai reaktor,dan pelet akan menimbulkan kebisingan dari kegiatan
Listrik Kerakyatan .
Beberapa kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap komponen transportasi
antara lain :

Operasional :Kegiatan Filterisasi dan pencacahan

Dampa kpenggunaan mesin mesin dalam proses produksi briket dan pelet
sampah dapat menyebabkan peningkatan kebisingan.

4). Menimbulkan bau tak sedap


Ketika sampah yang ingin diproses maka akan terjadi penumpukan ditempat
penyimpanan sampah . Maka akan menimbulkan bau tak sedap disekitar lokasi
kegiatan Listrik kerakyatan.
Beberapa kegiatan yang menimbulkan bau tak sedap :
Praoperasi : Kegiatan pengumpulan dan pemilahan sampah

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 26


b. Komponen biologi

1) Tergangunya biota darat


Komponen biota darat telah dijabarkan dalam fauna darat. Dengan adanya
kegiatan Listrik Kerakyatan ini, dampak yang timbul terhadap biota darat adalah
terganggunya ekosistem hewan walupun itu hanya dalam skala kecil .
Kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap komponen biota darat tersebut
antara lain :

Konstruksi :Pembangunan ruangan peuyeumisasi, ruangan


biodigestasi,ruangan penyimpangan briket dan pelet sampah,
ruangan untuk karayawan.
Operasional : Kegiatan Peyeumisasi, Pembuatan Briket dan pelet sampah

2) Membantu tingkat kesuburan flora


Air lindi,briket pelet dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Ketiga komponen tersebut bertindak sebagai pupuk cair dan darat. Kegiatan
yang menimbulkan dampak terhadap komponen ini tersebut antara lain :

Operasional : Kegiatan Peyeumisasi, Pembuatan Briket dan pelet


sampah
.

c. Komponen sosial ekonomi budaya dan kesmas

1) Kesempatan kerja
Kegiatan yang ada di Listrik Kerakyatan tentu membutuhkan karyawan sebagai
SDM. Tentu hal ini akan menimbulkan dampak positif yaitu terbukanya lapangan
dan kesempatan kerja. Dampak ini merupakan dampak primer yang terjadi dalam
tempo yang cukup lama.
Kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap komponen kesempatan kerja
tersebut antara lain :
Konstruksi :Pembangunan ruangan peuyeumisasi, ruangan
biodigestasi,ruangan penyimpangan briket dan pelet
sampah, ruangan untuk karayawan.
Praoperasi :Kegiatan pengumpulan dan pemilahan sampah

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 27


Operasi : Kegiatan Peyeumisasi, Pembuatan Briket dan pelet
sampah dan gasifikasi.

2) Peningkatan pendapatan masyarakat dan PAD (Jika Dalam Skala Besar)


Komponen pendapatan masyarakat dan PAD dijabarkan ke dalam pendapatan,
kesejahteraan, dan pemasukan ke kas daerah. Dampak terhadap peningkatan
pendapatan masyarakat dan PAD merupakan dampak turunan dari kesempatan
kerja dan peluang berusaha.
Beberapa kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap komponen pendapatan
masyarakat dan PAD antara lain :
Pra Konstruksi : Perizinan Lokasi
Konstruksi : Pembangunan ruangan peuyeumisasi, ruangan
biodigestasi,ruangan penyimpangan briket dan pelet
sampah, ruangan untuk karayawan
Operasional : Kegiatan Peyeumisasi, Pembuatan Briket dan pelet
sampah dan gasifikasi

3) Persepsi Warga kampus dan Masyarakat


Komponen persepsi masyarakat merupakan dampak turunan dari kegiatan-
kegiatan yang berlangsung pada semua tahap kegiatan proyek.
Beberapa kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap komponen ini antara lain :

Praoperasi : Kegiatan Pengumpulan dan Pemilahan Sampah


Operasional : Kegiatan Peyeumisasi, Pembuatan Briket dan pelet sampah
dan gasifikasi

4) Kesehatan Warga kampus dan Masyarakat


Komponen kesehatan masyarakat terutama disebabkan oleh perubahan kualitas
llingkungan akibat kegiatan praoperasi dan Listrik Kerakyatan.
Beberapa kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap komponen ini antara lain :
Praoperasi : Kegiatan Pengumpulan dan Pemilahan sampah
Operasional : Gasifikasi

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 28


Tabel 4.1 Analisa Dampak Lingkungan Menggunakan Metode Cheklist Berskala

Komponen Kegiatan
Pra Konstruksi Pra Operasi Operasi
No Komponen Lingkungan Konstruksi
1 2 3 4 5 6

A. GEOFISIK KIMIA
1. Perubahan Bentang Lahan √
2. Penurunan Kualitas Udara √ √
3. Kebisingan √
4. Bau tak sedap √
5. Kualitas Tanah √
6. Kualitas Air Tanah √
B. KOMPONEN BIOLOGI
1 Vegetasi √ √ √
2 Flora √ √
3 Fauna darat √ √
C. SOSEKBUDKESMAS
1. Kesempatan Kerja √ √ √ √
2. Peningkatan Pendapatan
Masyarakat dan PAD √ √ √ √ √

3. Persepsi Masyarakat √ √ √ √ √
4. Kesehatan Mahsiswa dan
√ √
Masyarakat

Keterangan :
1. Perizinan Lokasi
2. Pembangunan Lokasi LK
3. Pengumpulan dan Pemilahan Sampah
4. Gasifikasi
5. Pencacahan dan Filterisasi
6. Peuyeumisasi, Pembuatan Briket dan Pelet Sampah

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 29


4.2. Evaluasi Dampak Potensial

a. Komponen fisik kimia


1) Perubahan Bentang Lahan
Dampak terahadap perubahan bentang lahan disebabkan oleh Pembangunan ruangan
peuyeumisasi, ruangan biodigestasi,ruangan penyimpangan briket dan pelet sampah,
ruangan untuk karayawan atau dnegan kata lain pembagunan lokasi dari Listrik
kerakyatan. Dengan menggunakan kriteria dampak besar dan dampak penting maka
terhadap perubahan bentang lahan merupakan dampak kecil karena Listrik kerakyatan
Loaksinya masih dalam area kecil dan dalam skala kecil.

2) Penurunan kualitas udara


Komponen Udara akan terkena dampak dari kegiatan Listrik Kerakyatan, terutama
pada proses pengumpulan sampah dan proses gasifikasi. Dimana pada proses
gasifikasi terdapat gas kimia yang dilepaskan ke udara. Berdasarkan kriteria dampak
besar dan dampak penting dampak terhadap penurunan kualitas udara merupakan
dampak kecil karena Listrik kerakyatan masih dalam skala kecil.

3) Peningkatan Kebisingan
Peningkatan kebisingan merupakan dampak dari proses produksi yang dilakukan oleh
mesin-mesin yang digunakan. Seperti mesin pencacah dan mesih filter. Berdasarkan
kriteria dampak besar dan dampak penting dampak terhadap peningkatan kebisingan
merupakan dampak kecil karena masih dalam skala kecil.

4). Menimbulkan bau tak sedap


Ketika sampah mengalami penumpukan dan proses produksi belum dilakukan
maka sampah tersebut akan menimbulkan bau tak sedap disekitar lokasi Listrik
Kerakyatan. Dampak ini merupakan dampak penting

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 30


b. Komponen biologi

1) Tergangunya biota darat


Dampak dari konstruksi atau pembangunan lokasi listrik kerakyatan dan akan
mengganggu ekosistem fauna darat yang ada sebelumnya di lokasi tersebut dan dari
kegiatan operasional akan menyebabkan serangga mati apabila mengkonsusmsi air
lindi. Dampak ini merupakan dampak kecil karena masih dalam skala kecil.

2) Membantu tingkat kesuburan flora darat


Air lindi, briket, dan pelet sampah dapat dijadikan sebagai pupuk. Sehingga dapat
membantu kesuburan tanah yang akan berdampak terhadap makin suburnya flora
darat. Dampak ini merupakan dampak penting dari Listrik Kerakyatan.
.
d. Komponen sosial ekonomi budaya dan kesmas

1) Kesempatan kerja
Dengan beridirnya proyek Listrik Kerakyatan akan membuka lapangan pekerjaan
bagi warga kampus maupun masyarakat. Seluruh kegiatan yang dilakuakan Listrik
kerakyatan membutuh tenaga kerja. Walaupun masih dalam skala kecil tetapi
dampak ini merupakan dampak penting.

2) Peningkatan pendapatan masyarakat dan PAD (Jika Dalam Skala Besar)

Dampak Penting dari berdirinya Listrik kerakayatan juga dapat meningkatkan


pendapatan masyarakat. Pendapatan Asli daerah juga akan mengalami peningkatan
apabila Listrik Kerakyatan dikembangkan dalam skala besar.

3) Persepsi Warga kampus dan Masyarakat


Komponen persepsi masyarakat merupakan dampak turunan dari kegiatan-
kegiatan yang berlangsung pada semua tahap kegiatan proyek. Persepsi beragam
ini merupakan turunan dari peningkatan pendapatan masyarakat dan
pembangunan daerah . Dengan demikian dampak ini tergolong besar dan penting.

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 31


4) Kesehatan Warga kampus dan Masyarakat

Komponen kesehatan masyarakat terutama disebabkan oleh perubahan kualitas


lingkungan akibat kegiatan Listrik Kerakyatan seperti gasifikai dan tahap
pengumpulan dan pemilahan sampah, dampak ini masih dikategorikan dampak kecil
karena listrik kerakyatan masih dalam skala kecil

4.3. Hasil Proses Pelingkupan

Dampak penting hipotetik


Setelah dilakukan evaluasi terhadap potensi dampak dari kegiatan yang dilakukan
oleh Listrik Kerakyatan area kampus STT PLn maka diperoleh dampak penting hipotetik
antara lain :

a. Komponen Geofisik kimia


1) Perubahan bentang lahan
2) Penurunan kualitas udara
3) Peningkatan Kebisingan
4) Bau tak sedap
5) Penurunan Kualitas tanah
6) Penurunan Kualitas airtanah

b. Komponen biologi

1) Tergangunya biota darat


2) Membantu tingkat kesuburan flora

c. Komponen sosial ekonomi budaya dan kesmas

1) Kesempatan kerja
2) Peningkatan pendapatan masyarakat dan PAD
3) Persepsi warga kampus dan masyarakat
4) Kesehatan masyarakat

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 32


4.4. Rekomendasi Penilaian Kelayakan Lingkungan

Berdasarkan hasil evaluasi dampak penting yang telah dilakukan sebelumnya


secara holistik, diketahui bahwa kegiatan Listrik Kerakyatan Kampus STT PLN Duri Kosambi
Cengkareng Jakarta Barat berpotensial menimbulkan dampak penting, baik dampak penting
positif maunpun dampak bersifat negatif.
Dampak penting bersifat positif di perkirakan timbul hampir pada seluruh tahapan
kegiatan. Dampak positif tersebut antara lain :
1. Terbukanya kesempatan kerja dan peluang berusaha
2. Peningkatan pendapatan masyarakat dan PAD
3. Persepsi positif masyarakat
4. Kesuburan Tanah dengan pupuk dari kegiatan produksi

Demikian pula dampak negatif penting, di perakirakan timbul hampir pada seluruh
tahapan kegiatan penambangan ini. Dampak negatif tersebut antara lain :
1. Perubahan bentang lahan
2. Penurunan kualitas udara
3. Peningkatan Kebisingan
4. Menimbulkan bau tak sedap
5. Terganggunya kehidupan flora akibat konstruksi

6. Terganggunya Fauna darat


7. Penurunan kesehatan warga kampus dan masyarakat

Dampak negatif yang timbul tersebut pada dasarnya masih dapat dikelola melalui
beberapa pendekatan pengelolaan lingkungan hidup, antara lain pendekatan teknologi,
sosial ekonomi, dan pendekatan institusi.
Dengan adanya pengelolaan lingkungan hidup, diharapkan dampak positif dapat
terus dikembangkan dan dampak negatif dapat diminimalkan, sehingga kegiatan Listrik
Kerakyatan area kampus STT PLN jakarta dapat memberikan konstribusi berarti bagi
pembangunan masyarakat sekitar secara khusus dan pembangunan Nasional secara
umum.

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 33


Berdasarkan pada pertimbangan tersebut diatas, maka kegiatan Listrik Kerakyatan
secara pengelolaan ekologi, ekonomi dan sosial dalam kajian analisis dampak lingkungan
DINYATAKAN LAYAK LINGKUNGAN mengingat daya dukung lingkungan sebagai
kawasan Listrik ini masih memadai, sepanjang tetap dilakukan upaya pengendalian,
pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dengan sungguh-sungguh sesuai dengan
arahan dalam Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan.

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 34


DAFTAR PUSTAKA

Affandi, R, D.S. Sjafei, M,F. Rahardjo dan Sulistijo. 1992. Ikhtiologi. Suatu Pedoman Kerja
Laboratorium. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktuir Jenderal
Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat. Institut Pertanian Bogor,
Bogor.
Alaerts, G dan Sri Sumestri S. 1987. Metode Penelitian Air. Cetakan Pertama Surabaya
Arsyad, S, 1991. Dasar-Dasar Konservasi Tanah dan Air, PT. Sinar Dunia, Edisi Ketiga,
Jakarta.
Fandeli, C. 1992. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Prinsip Dasar dan
Pemahamannya dalam Pembangunan. Liberty, Yogyakarta.
Fardiaz, Srikandi, 1992. Polusi Air dan Udara. Edisi I, cetakan I, Yogyakarta: Yayasan
Kanisius.
Gunawan, S. 1991. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Gajah Mada University Press,
Yogyakarta.
https://jakarta.bps.go.id/subject/6/tenaga-kerja.html#subjekViewTab5
http://listrik-kerakyatan.id/
http://palyja.co.id/id/kualitas-air/
https://llhd.jakarta.go.id/
https://id.climate-data.org/location/613317/

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 35


LAMPIRAN

DOKUMEN ANDAL LISTRIK KERAKYATAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN 36