Anda di halaman 1dari 2

WOC DIARE

Faktor resiko utama:


 Kurangnya air bersih
 Tinggal berdesakan
 Higiene yang buruk Perubahan yang spesifik menurut usia Sistem kekebalan bayi belum pernah
 Kurang gizi pada kerentanan terhadap terpajan dengan banyak organisme
 Sanitasi yang jelek mikroorganisme pathogen. pathogen sehingga tidak memiliki
antibody pelindung yang didapat.

Mikroorganisme pathogen penyebab diare


disebarluaskan lewat jalur fekal oral melalui: Invasi mikroorganisme
 Makanan atau air yang terkontaminasi pathogen pada traktus GI
 Ditularkan antar manusia melalui kontak
yang erat

Produksi enterotoksin yang Invasi serta destruksi langsung sel-sel Inflamasi local serta invasi sistemik
menstimulasi air serta elektrolit epitel usus oleh mikroorganisme tersebut

DIARE Klasifikasi Diare :


1. Diare Akut
Gejala yang terjadi karena kelainan  Keadan peningkatan dan perubahan tiba-tiba frekuensi defekasi yang sering
yang melibatkan fungsi pencernaan,  Disebabkan oleh agen infeksius dalam traktus GI
penyerapan dan sekresi. Diare  Dapat menyertai infeksi saluran nafas atas (ISPA) atau saluran kemih (ISK),
disebabkan oleh transportasi air dan terapi antibiotik atau pemberian obat pencahar (laksatif)
elektrolit yang abnormal di dalam  Biasanya sembuh sendiri (lamanya sakit kurang dari 14 hari)
usus.  Akan mereda tanpa terapi yang spesifik jika dehidrasi tidak terjadi
2. Diare Infeksius akut (gastroenteritis infeksiosa)
Dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit patogen
3. Diare Kronis
 Peningkatan frekuensi defekasi dan kandungan air dalam feces dengan durasi
sakit > 14 hari
 Terjadi karena keadaan kronis (sindrom malabsorbsi, penyakit inflamasi usus,
defisiensi kekebalan, alergi makanan, intoleransi laktosa atau diare nonspesifik
yang kronis atau akibat dari penatalaksanaan diare akut yang tidak memadai
4. Diare yang membandel (intraktabel) pada bayi
 Terjadi pada bayi dalam usia beberapa minggu pertama serta berlangsung
lebih lama dari 2 minggu tanpa ditemukannya m.o. pathogen
 Bersifat resisten
5. Diare kronis non spesifik
 Penyebab diare kronis pada anak-anak 6- 54 minggu
 Feces lembek disertai partikel makanan yang tidak tercerna
 Lamanya diare > 2minggu
 Tidak ada gejala malnutrisi
 Tidak ada darah dalam feces serta tidak tampak infeksi enterik

Diare Sekresi Diare Sitotoksik Diare Osmotik Diare disentri

Enteroroksin bakteri Destruksi viral dari area Sindrom malabsorbsi : Inflamasi mukosa dan
menstimulasi sekresi permukaan usus halus Intoleransi laktosa submukosa di ileum dan colon
cairan dan elektrolit
dari mukosa sel
Penurunan kapasitas untuk Usus tidak mengabsorbsi Edema, perdarahan mukosa,
crypt
absorbs cairan dan elektrolit nutrient atau elektrolit infiltrate lekosit

Hilangnya cairan dan elektrolit Konsekuensi : dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, asidosis


metabolik
Referensi :
Wong, D. L. (1996). Wong’s and Whaley’s Clinical Manual of Pediatric Nursing 4th ed. St. Louis : Mosby
Wong, D. L. (1996). wong’s and Whaley’s Nursing Care of Infant and Children 6 th ed. St. Louis : Mosby
Wong, D. L. (2009). Wong Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Edisi 6. Jakarta : EGC
Rogers, Nichols. (1996). Textbook of Pediatric Intensive Care. Third Edition. USA : Williams & Wilkins