Anda di halaman 1dari 3

DEFECTIVE SURFACE ANTIGEN MUTATION AND HBV BIOLOGY

Mutan HbsAg pertama kali di temukan di dalam individu yang divaksinasi melawan HBV namun yang
tetap terinfeksi walaupun ada keberadaan dari antibodi protektif anti-HBs.

“Imun melarikan diri” itu bermutasi dengan pergantian aa didalam determinasi-a ditemukan di
dalam beberapa pengaturan klinik, termasuk vaksin, pasien transplantasi menerima
hyperimmunoglobulins dan pasien dengan sistem imun yang terganggu dengan reaktivasi HBV.
Mutasi tersebut seperti HbsAg biasanya menunjukan pengurangan pengikatan kepada antibodi anti-
HBs dan pengurangan reaktifasi di dalam deteksi HBsAg yang telah di tetapkan. Mutasi yang paling
sering dikenali adalah sG145R, mutasi yang meningkatkan respon antibodi anti-HBs, yang mana
kurang efesien membersihkan HBsAg di dalam HBV injeksi hydrodynamic model tikus. Hasil yang
juga mirip dengan diats juga di observasi untuk pelarian mutasi imun yang lain, sK1221, yang
mengindikasi bahwa permukaan mutasi antigen mungkin bisa melepaskan netralisasi HBsAg dan
pembersihan disaat infeksi HBV. Dengan tambahan, sG145R, sK1221, dan mutasi imun pelarian
lainnya terjadi di determinasi-a dari SHBs, seperti mutasi sT123N yang dapat mempengaruhi sekresi
HBsAg.

Baru baru ini, pasien yang terinfeksi kronis HBV secara rutin menerima terapi antivirus yang
berdasarkan analog nukelotida. Tatalaksana dengan obat generasi pertama seperti farmciclovir dan
adeforvir, menghasilkan kemunculan resisten obat mutasi HBV dengan pergantian aa didalam
domain polymerase HBV. Beberapa mutasi yang resisten obat terjadi saat virus polymerase yang
mungkin mengarah kepada penghentian mutasi kodon di permukaan gen yang overlapping, yang
menyebabkan retensi intrasel di permukaan protein dan menghasilkan kekurangan dari sekresi
partikel virus seperti rtA181T/sW172, rtM2041/sW196 dan rtV1911/sW182, seperti yang di tunjukan
di laporan sebelumnya dan di data yang belum di publish. Mutasi utama sW182 juga telah
diidentifikasi di pasien CHB. Itu ditemukan untuk retensi dari trunkasi S protein di perinuclear
retikulum endoplasma dan di hubungkan dengan level transkrip HBV yang lebih rendah untuk
mengurangi stabilitas namun tidak dengan dampak pada replikasi HBV.

Permukaan yang tidak sempurna dari antigen yang bermutasi telah sering di deteksi di
infeksi kronis HBV yang mana penghapusan dari preS domain yang tersering di singkirkan di akhir 3’
dari preS1 dan akhir 5’ dari preS2.

Banyak bukti telah di demonstrasikan bahwa DHBV yang menutupi dari protein yang bisa
meregulasi formasi dan amplifikasi cccDNA. Infeksi yang menutupi defisiensi protein gabungan dari
hasil DHBV yang menghasilan akumulasi cccDNA yang lebih banyak. Mirip dengan kekurangan dari
HBV yang menutupi dapat dengan mudahnya meningkatkan level cccDNA dan menghasilkan
akumulasi yang banyak untuk penghilangan protein rcDNA.

PERMUKAAN ANTIGEN YANG BERMUTASI YANG TIDAK SEMPURNA DAN INANGNYA

Permukaan antigen mutasi yang tidak sempurna telah di temukan di infeksi akut hepatitis B,
hepatitis B kronis, dan infeksi HBV dan yang berhubungan dengan penyakit hati lebih lanjut
termasuk sirosis hati, hepatitis B fulminan dan HCC. Telah menjadi pertanyaan mana mutasi HBV
muncul karena adaptasi virus atau hingga inflamasi dan penurunan fungsi hati atau secara
alternatifnya biasanya berkontribusi dalam penyakit hati. Mekanisme permukaan mutasi antigen
yang tidak sempurna hingga perkembangan HCC telah secara luas di simpulkan.

Ekspresi antigen dengan permukaan yang tidak sempurna dan hepatitis fulminan

Telah terjadi peningkatan bukti bahwa ekspresi permukaan antigen yang tidak sempurna
mungkin berperan di dalam patogenesis dari hepatitis fulminan. Penghapusan preS, terutama untuk
yang tidak dapat mensitesis dari protein MHBs, ber asosiasis dengan kasus hepatitis fulminan,
menyiratkan bahwa potensi patogen merupakan peran dari penghapusan dari preS. Sebuah mutasi
didalam elemen CAAT dari promoter S telah di temukan di dalam genom HBV yang terisolasi dari
pasien Hepatitis Fulminan (HF). Mutasi ini berujung kepada ekpresi LHBs yang berlebihan dari pada
protein MHBs dan SHBs dan menghasilkan retensi virus dan pengacakan susunan. Tentunya
akumulasi dari LHBs mungkin disebabkan oleh cedera hepatosit yang ditunjukan dari tikus transgenik
dengan ekspresi LHBs.

Secara mekanik, ekpresi permukaan antigen yang tidak sempurna seperti mutasi di gen
preS/S, bisa megarah ke sekresi yang tidak sempurna dari protein dan partikel virus, yang
menyebabkan peningkatan jumlah dari produk virus di Retikulum Endoplasma dari hepatosit yang
menyebabkan stres dari retikulum endoplasma dan cedera pada hepatosit. Konsisten dengan
spekulasi ini, telah di demonstrasikan bahwa ekspresi dari permukaan antigen yang tidak sempurna
dapat meningkat kan kemampuan replikasi dari HBV, albeit yang merupakan mekanismenya masih
belum bisa di tentukan. Sebagai tambahan, kekurangan dari hepadnavirus membungkus protein
yang dapat menghasilkan peningkatan jumlah dari cccDNA atau degradasi protein dari rcDNA dan
mungkin menyebabkan kematian yang di infeksi dari hepatosit dari efek sitopatik langsung.
Sedangkan peningkatan dari level cccDNA mungkin menfasilitasi replikasi HBV. Kedua kekurangan di
sekresi partikel virus dan peningkatan dari replikasi bisa berkontribusi terhadap tingkat keparahan
dari hepatitis fulminant.

Respon imun bawaan biasanya respon cytotoxic T lymphocyte (CTL), bermain peran penting
di dalam pembersihan virus dan patogen penyakit di infeksi HBV. Retensi intraselular dari
permukaan protein HBV ditemukan dan di asosiasikan dengan Hepatitis Fulminant (HF) di dalam
tikus transgenik mennujukan nekrosis panlobular dan gagal hepar dengan menginduksi aktifitas
sitotoksik tidak langsung dari CTLs. Di dalam pengaturan ini jumlah dari produk viral yang disebabkan
ekspresi permukaan antigen yang tidak sempurna yang dapat menyebabkan kerusakan hepar melalu
aktifasi abnormal dari respon CTL. Secara konsisten, telah di observasi respon kuat secara signifikan
intrahepatik CTL dan respon antibodi spesifik yang mensekresi kekurangan HBsAg dikarenakan dari
penghapusan dari preS. Penghapusan preS yang bermutasi ditemukan di pasien dengan eksaserbasi
akut penyakit hati, bersama dengan tipe liar genom HBV. Dengan keberadaan dari penghapusan dari
mutasi dan tipe liar HBV sepertinya memperbolehkan komplemen dan peningkatan dari replikasi
genom HBV di hepatosit. Di dalam model tikus HBV, ko-replikasi dari penghapusan mutasi dan tipe
liar HBV menghasilkan imun sel dan humoral lebih tinggi.

Ekpresi permukaan antigen yang tidak sempurna dan infeksi virus hepatitis B tersamar
Infeksi HBV tersamar adalah suatu keberadaan dari DNA HBV yang sangat rendah di plasma
dan/atau hepar dari indvidu yang negatif terhadap permukaan antigen HBV (HBsAg) dan
positif/negatif untuk antibodi terhadap inti dari antigen (anti-HBc). Infeksi HBV tersamar juga
merupakan potensi resiko dari transmisi HBV melalui transfusi darah, transplantasi organ, dan
hemodialisis juga infeksi tersamar atau HBsAg positif bagi ibu yang baru melahirkan. Keberadaan
dari infeksi HBV tersamar juga dapat menyebabkan perkembangan dari sirosi dan HCC. Reaktivasi
dari infeksi HBV tersamar bisa terjadi di pasien yang mengikuti kemoterapi, terapi penekanan sistem
imun, dan setelah transplantasi juga bagi pasien yang terinfeksi dengan HIV dan virus hepatitis C,
yang dapat menghasilkan perkembangan dari hepatitis fulminant ataupun kematian.

Maka dari itu,level sirkulasi HBsAg sangat rendah di pembuluh darah perifer, lebih dari itu,
juga di dokumentasikan bahwa antibodi yang menetralkan yang di hasilkan saat infeksi normal atau
pun aktif dan pasif imunisasi melawan HBV juga menjadi target untuk epitop konformasi dari
determinan-a. Karenanya, tunggal atau pun multipel mutasi yang terjadi di dalam regio bisa
mengarah ke perubahan konformasi dengan antigen yang tidak berpasangan. Laporan terakhir
mengatakan telah teridentifikasi novel SHBs mutasi di luar MHR dari pasien CHB yang belum
ditangani. Mutasi ini di pasangkan dengan sekresi virion dan menyebabkan pengikatan afinitas
rendah ke antibodi yag biasanya untuk sistem imun HBsAg. Untuk alasan ini, mutasi yang bisa
merender HBsAg tidak dapat dideteksi atau terdeteksi dengan buruk dengan dasar sistem imun yang
berantakan berdasarkan antibodi monoclonal melawan tipe virus liar, berkontribusi kepada
beberapa kasus infeksi HBV tersamar.

PERSPEKTIF

Ekpresi permukaan antigen yang rusak telah terdokumentasi dengan baik untuk menjadi
relevan dengan progress dari penyakit hepar yang berasosiasi dengan HBV, seperti HCC. Namun,
peran dari ekspresi permukaan antigen yang rusak di hepatitis fulminant masih perlu di klarifikasikan
di penelitian kedepannya, seperti, penggunaan vivo models dan di dalam pasien. Mekanisme
molekul yang sebenarnya dari betapa rusaknya permukaan antigen HBV menyebabkan kerusakan
pada hepatosit dan menghasilkan kerusakan hepar dan proses patogenik yang seharusnya di selidiki.
Pemahaman lebih dalam dari mekanisme molekul dari patogenesis HBV berhubungan dengan
kerusakan pada permukaan antigen adalah krusial untuk mendesain pendekatan therapeutik.
Pertanayaan kritis dapat antara digunakan analog nucleotida dan terapi berbasis interferon yang
bisa mencegah proses patogen. Analog nukleotida dapat secara efesien mencegah sintesis HBV DNA
tapi tidak dengan ekpresi gen. Kemudian, protein HBV, termasuk permukaan antigen, tetap di
produksi dibawah terapi analog nukleotida. Permasalahan lainnya yaitu produksi protein HBV yang
bermutasi dari integrasi HBV DNA, yang tidak di kontrol dengan analog nukleotida sama sekali.
Kemudian, intervensi secara spesifik mungkin memerlukan block dari potensi protein HBV, selain ke
efesienan dari penghambatan dari sintesin HBV DNA, pendiaman RNA juga mungkin salah satu cara
yang cocok untuk mencapai tujuan ini.