Anda di halaman 1dari 13

Tugas Kuliah PPSB Dosen: Dr. Samsidar Tanjung, M.

Pd

PENGEOLAAN LABORATORIUM IPA DI SMA SWASTA

PERGURUAN TELADAN SUMATERA UTARA

Rekayasa Ide

oleh:

ESRA P.H SITANGGANG

(8176122008)

TEKNOLOGI PENDIDIKAN

FAKULTAS PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan tugas yang berjusul “Rekayasa
Ide Pengelolaan Laboratorium IPA SMA Swasta Perguruan Teladan Sumatera Utara ” dengan
baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Dr.
Samsidar Tanjung, M.Pd selaku Dosen Pengampu pada mata kuliah Pengelolaan Pusat Sumber
Belajar.

Kami sangat berharap rekayasa ide ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai perkembangan teknologi pendidikan. Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh
sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah
kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran
yang membangun.

Semoga laporan miniriset sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Medan, Desember 2018

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mewujudkan tujuan mulia
tersebut, sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan pun memiliki peranan yang sangat besar untuk
keberhasilan suatu pendidikan. Mulai dari peran guru, lingkungan belajar sampai pada ketersediaan fasilitas
belajar mengajar. Salah satu fasilitas dalam proses belajar mengajar yang tidak boleh dikesampingkan adalah
Laboratorium. Diharapkan laboratorium yang tersedia merupakan tempat latihan yang memiliki
kesamaan operasional dan peralatan dengan yang akan digunakan didalam tempat kerjanya
kelak.Laboratorium merupakan perangkat kelengkapan akademik dalam menunjang kegiatan
proses belajar mengajar. Selain itu, laboratorium juga merupakan tempat melakukan aktifitas
praktikum untuk mengaplikasikan teori ke dalam praktek. Menurut Konsorsium Ilmu Pendidikan
(Moh. Amien,1988:1), laboratorium diartikan sebagai sarana, prasarana dan mekanisme kerja
yang menunjang secara unik satu atau lebih dharma perguruan tinggi melalui pengalaman
langsung dalam membentuk ketermapilan, pemahaman, dan wawasan dalam pendidikan dsn
pengajaran serta dalam pengembangan ilmu dan teknologi dan pengabdian pada
masyarakat.Sedangkanmenurut PP No.25/1980, pasal 27, laboratorium/studio adalah sarana
penunjang jurusan dalam satu atau seni tertentu sesuai dengan keperluan bidang studi yang
bersangkutan.
Demi kelancaran dan kenyamanan dalam penggunaan dan pemanfaatan laboratorium, maka
perlu adanya pengelolaan dan penataan yang baik secara berkala yang dilakukan oleh
penanggung jawab laboratorium.
1.2 Tujuan
1. Mengembangkan strategi pengelolaan laboratorium IPA.

1.3 Manfaat
Manfaat dari ide ini adalah terciptanya pengelolaan laboratorrium IPaA yang baik guna
untuk menunjang tercapainya suatu laboratorium yang baik dan yang sesuai dengan persyaratan
ideal suatu laboratorium sehingga dapat dimanfaatkan pengguna sebagai pusat sumber belajar.
BAB II
KERANGKA PEMIKIRAN/GAMBARAN UMUM

Sejalan dengan penciptaan tujuan pendidikan pada SMA umumnya, maka peran
laboratorium IPA SMA sangat menentukan tercapai tidaknya tujuan tersebut. Bertitik tolak
kepada tujuan pendidikan yang dicapai, seyogianyalah sekolah melakukan pengelolaan
Laboratorium IPA dan benar-benar menunjang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar bagi guru-
guru IPA SMA. Sehingga diharapkan terciptanya kondisi, dinamis untuk mengoptimalkan
kegiatan Laboratorium IPA baik guru maupun siswanya.
IPA beroreantasi kepada observasi dan eksperimen, tidaklah relevan lagi bila pengajaran
IPA itu hanya disajikan guru sebagai teori-teori belaka. Tetapi harus diLandasi dengan
eksperimen sebagai bukti teori yang diberikan kepada siswa. Pengajan yang hanya berlandaskan
teori saja tanpa adanya praktek dalam pembelajan IPA sangatlah tidaklah efektif. Dan akan lebih
baik apabila keduanya dapat dilaksanakan dan diterapkan. Pembelajan IPA sangatlah tidak
efektif. Akan lebih baik apabila keduanya dapat dilaksanakan dan diterapkan. Pembelajaran IPA
bukanlah pembelajaran yang hanya dapat diterima dengan pemberian teori dan Rumus saja tetapi
butuh adanya praktek guru-guru IPA untuk melaksanakan kegiatan laboratorium merupakan titik
awal kemunduran dan ketinggalan yang sangat merugikan pendidikan. Justru itu, pengelolaan
Laboraotrium merupakan gambaran Proyeksi bagi sekolah untuk melaksanakan kegiatan proses
belajar mengajar di sekolah.
Pengelolaan merupakan suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien
untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan
keberlanjutan fungsi sumber daya. Menurut Suharsimi Arikunto (1993,33), istilah pengelolaan
dianggap bersinonim dengan manajemendanadministrasi.Oleh karena itu,pengertian manajemen
adalah suatu usaha bersama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan. Organisasi secara
efektif dan efisien dengan menggunakan segala upaya dan daya yang ada.
Manajemen fasilitas laboratorium sangat penting artinya bagi sebuah organisasi
pendidikan sebagai usaha untuk mencapai tujuan. Jadi, dapat disimpulkan, bahwa pengelolaan
merupakan suatu proses pendaya gunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai
suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi
sumber daya. Henri Fayol (1996:86) menyatakan bahwa pengelolaan hendaknya
dijalankan berkaitan dengan unsur atau fungsi-fungsi manajer, yakni perencanaan,
pengorganisasian, pemberian komando, pengkoordinasian,
dan pengendalian. Sementara Luther M. Gullick (1993:31) menyatakan fungsi-
fungsi manajemen yang penting adalah perencanaan,
pengorganisasian, pengadaan tenaga kerja, pemberian bimbingan, pengkoordinasian, pelapor
an, dan penganggaran. Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna,
fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, spesimen biologi,
bahan kimia), dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan
fungsinya.
BAB III
STRATEGI PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA

A. Pengertian Pengelolaan
Pengelolaan adalah Kegiatan merancang kegiatan, mengoperasikan, memelihara dan
merawat peralatan dan bahan, fasilitas dan atau segala obyek fisik lainnya secara efektif dan
efisien untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu sehingga mencapai hasil yang optimal.

B. Pengertian Laboratorium
Laboratorium adalah suatu tempat dimana percobaan dan penyelidikan dilakukan. Tempat
ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar, atau ruangan terbuka, kebun misalnya.
Dalam pengertian yang terbatas laboratorium ialah suatu ruangan tertutup dimana percobaan atau
penyelidikan dilakukan.

C. Pengelolaan Laboratorium IPA


Pengelolaan merupakan suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien
untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan
keberlanjutan fungsi sumber daya. Pengelolaan hendaknya dijalankan berkaitan dengan unsur
atau fungsi-fungsi manajer, yakni perencanaan, pengorganisasian, pemberian komando,
pengkoordinasian, dan pengendalian. Sementara Luther M. Gullick (1993) menyatakan fungsi-
fungsi manajemen yang penting adalah perencanaan, pengorganisasian, pengadaan tenaga kerja,
pemberian bimbingan, pengkoordinasian, pelaporan, dan penganggaran. Dalam pengelolaan
laboratorium meliputi beberapa aspek yaitu sebagai berikut.
1. Perencanaan
Perencanaan yaitu proses pemikiran yang sistematis, analitis, logis tentang
kegiatanyang harus dilakukan, langkah-langkah, metode, sdm, tenaga, dan dana yang
dibutuhkanuntuk mencapai tujuan yang telah ditentukan secara efektif dan efisien.
2. Penataan
P e n a t a a n a l a t d a n b a h a n ya i t u p r o s e s p e n g a t u r a n a l a t / b a h a n d i
l a b o r a t o r i u m a g a r tertata dengan baik.
3. Pengadministrasian
P e n g a d m i n i s t r a s i a n l a b o r a t o r i u m ya i t u s u a t u p r o s e s p e n c a t a t a n a t a u
i n v e n t a r i s a s i fasilitas dan aktifitas laboratorium.Dengan pengadministrasian yang tepat semua
fasilitasdan aktifitas laboratorium dapat terorganisir dengan sistematis.

4. Pengamanan, perawatan, dan pengawasan


Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna, fasilitas
laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, spesimen biologi, bahan kimia), dan aktivitas
yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya.
Pada dasarnya pengelolaan laboratorium merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola
maupun pengguna. Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat harus memiliki kesadaran dan
merasa terpanggil untuk mengatur, memelihara, dan mengusahakan keselamatan kerja. Mengatur
dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap berfungsi
sebagaimana mestinya. Sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk
selalu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan
penangannya bila terjadi kecelakaan.
Para pengelola laboratorium hendaknya memiliki pemahaman dan keterampilan kerja di
laboratorium, bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, dan mengikuti peraturan. Pengelola
laboratorium di sekolah umumnya sebagai berikut.
 Kepala Sekolah
 Wakil Kepala Sekolah
 Koordinator Laboratorium
 Penanggung jawab Laboratorium
 Laboran.
Para pengelola tersebut mempunyai tugas dan kewenangan yang berbeda namun tetap
sinergi dalam pencapaian tujuan bersama yang telah ditetapkan.
Peranan atau fungsi laboratorium kimia sekolah adalah sebagai salah satu sumber
belajar kimia di sekolah, atau sebagai salah satu fasilitas penunjang proses
pembelajaran fisika disekolah, dan laboratorium dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan
berbagai kompetensi siswa yang menjadi tujuan proses pembelajaran kimia di sekolah. Agar
laboratorium kimia disekolah dapat berperan, berfungsi dan bermanfaat seperti itu, maka
diperlukan sebuah sistempengelolaan laboratorium yang direncanakan dan dievaluasi dengan
baik serta dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan
laboratorium kimia di sekolah yang bersangkutan. Pengelolaan laboratorium yang
dimaksud adalah pengelolaan laboratorium kimia sekolah yang meliputi organisasi
laboratorium, administrasi laboratorium yang meliputi administrasi pengadaan alat dan fasilitas
laboratorium, inventarisasi alat dan fasilitas laboratorium, administrasi penggunaan alat-alat
laboratorium, administrasi peminjaman alat-alat laboratorium, administrasi pemeliharaan dan
perawatan alat-alat laboratorium, keselamatan kerja di laboratorium (Riandi, 2007).

a. Organisasi laboratorium
Yang dimaksud dengan organisasi laboratorium kimia di sekolah dalam uraian ini adalah
pemberdayaan segala sumber daya yang dimiliki sekolah dalam penyelenggaraan laboratorium
kimia di sekolah. Pemberdayaan segala sumber daya itu direncanakan dan
dilaksanakan secara teratur sehingga penyelenggaraan laboratorium kimia sekolah berjalan
sesuai dengan peranan fungsi dan manfaat laboratorium kimia sekolah dalam u p a ya
mendukung t e r c a p a i n ya visi, misi dan tujuan sekolah. Keberadaan
o r g a n i s a s i laboratorium kimia sekolah ditandai dengan adanya kejelasan fungsi
dan kedudukanlaboratorium dalam organisasi sekolah, personalia laboratorium, dan
manajemenpengelolaan laboratorium.

b. Inventarisasi alat dan fasilitas laboratorium


Fasilitas laboratorium adalah sarana fisik laboratorium seperti fasilitas ruangan, fasilitas
instalasi listrik, air dan gas serta fasilitas mebeler dan sebagainya, sedangkan alat-alat
laboratorium terdiridari bahan-bahan habis, alat-alat permanen, alat-alat tidak
permanen serta peralatan (tools) perbaikan. Semua fasilitas dan alat-alat tersebut setiap saat
dapat berubah keadaan jenis, kualitas, d a n k u a n t i t a s n ya k a r e n a b a n ya k f a k t o r
s e p e r t i t i n g g i n ya f r e k u e n s i p e n g g u n a a n , u s i a p a k a i , kerusakan, kehilangan dan
sebagainya. Untuk memudahkan pengontrolan dan analisis kebutuhan atas semua fasilitas
dan alat-alat tersebut, maka pengelolaan laboratorium harus dilengkapi dengan
tindakan inventarisasi secara rutin dan teratur dengan instrument inventarisasi yang jelas,mudah
dipahami, dan mudah diakses namun tidak dapat diubah secara sembarang oleh orang ataupihak
yang tidak berwenang. Instrument yang dimaksud antara lain adalah daftar inventaris alatdan
kartu alat.

c. Administrasi penggunaan alat-alat laboratorium


Administrasi penggunaan alat terutama ditujukan untuk mengetahui kapan,
berapa lama, danuntuk apa dan oleh siapa laboratorium dan alat -alat laboratorium
digunakan. Data ini pentingberkaitan dengan efisiensi dan efektifitas penggunaan
laboratorium dan alat-alat laboratorium
serta kegiatan pemeliharaan dan perawatan alat-alat, karena setiap alat memiliki usia pakai
yangdapat berbeda satu sama lain.

d. Administrasi peminjaman alat-alat laboratorium


Administrasi peminjaman alat-alat laboratorium adalah adanya kebijakan yang
jelas (bila perlu tertulis) mengenai alat -alat yang boleh dan yang tidak boleh
dipinjamkan, serta tata tertib dan prosedur peminjaman. Pelaksanaannya, administrasi
peminjaman alat-alat dapat dilakukan dengan menggunakan bon atau bukti peminjaman alat dan
buku catatan peminjaman alat-alat.

e. Administrasi pemeliharaan dan perawatan alat-alat laboratorium


Pemeliharaan dan perawatan alat-alat merupakan bagian dari kegiatan pengelolaan
laboratorium yang paling penting dilakukan untuk menjaga agar alat-alat laboratorium dapat
digunakan sesuai dengan batas usia pakainya. Kegiatan memelihara dan merawat alat -
alat laboratorium dapat meliputi kegiatan -kegiatan membersihkan alat-alat,
memeriksa hasil kerja dan unjuk kerja alat, memperbaiki bagian-bagian alat yang rusak,
mengganti bagian-bagian alat yang hilang, menyimpan alat-alat sesuai dengan daftar
inventaris, memeriksa ketersediaan dan kebutuhan sehingga memeberikan informasi bagi
pengadaan alat-alat.

f. Keselamatan kerja di laboratorium.


Yang dimaksud dengan keselamatan kerja di laboratorium adalah menyangkut keselamatan
orangyang melakukan kegiatan di laboratorium dan keselamatan alat-alat laboratorium yang
digunakannya. Keselamatan kerj a di laboratorium perlu diperhatikan dalam rangka
mencegah terjadinya kecelakaan kerja bagi orang yang melakukan kegiatan atau perkerjaan di
laboratoriumdan mencegah terjadinya kerusakan alat laboratorium yang digunakannya.
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja akibat kesalahan cara dan prosedur melakukan
pekerjaan, maka perlu diadakan tata tertib laboratorium dan pedoman kegiatan laboratorium
yang jelas, sedangkan untuk mencegah terjadinya kerusakan alat-alat laboratorium akibat
kesalahan pengoperasian alat-alat maka manual penggunaan alat dan penuntun percobaan,
harus selalu tersedia bagi setiap ya n g a k a n m e n g g u n a k a n a l a t - a l a t i t u . A k a n t e t a p i ,
w a l a u p u n s e g a l a u p a ya t e l a h d i l a k u k a n , kecelakaan kerja dan kerusakan alat
tetap bisa terjadi. Untuk mengatasi kecelakan kerja dan kerusakan alat yang terjadi
maka diperlukan alat keselamatan, dan alat-alat untuk perbaikan.
BAB IV
KESIMPULAN

Pengelolaan laboratorium, hendaknya memberikan kerjasama yang baik dalam


melaksanakan tugasnya. Karena, walaupun ia tidak mendapat tugas dan tanggungjawab untuk
laboratorium tetapiia juga mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan segala
ketentuan dan peraturan dengan sebaik-baiknya. Disamping itu, sebagai guru, ia pun mempunyai
kewajiban untuk menjaga disiplin terutama disiplin di dalam laboratorium, dengan ketat dan baik.
Kelengahan dalam tugas yang ia lakukan akan menyebabkan kelengahan yang lain, dan ini
mungkin akan menjadi sumber malapetaka. Oleh sebab itu, tugas dan tanggung jawab ini tidak
hanya harus dipenuhi oleh pengelola laboratorium.
Untuk menjaga keamanan dan keselamatan laboratorium hendaknya disiplin di dalam
laboratorium selalu mendapat perhatian penuh. Disiplin di dalam laboratorium hendaknya lebih
diketatkan daripada disiplin di dalam kelas. Karena sekali disiplin dilanggar dan dibiarkan maka
akan sukarlah untuk langkah-langkah berikutnya dalam usaha menjaga keamanan dan
keselamatan. Memang, kebebasan merupakan kunci pendidikan modern, tetapi kebebasan tidak
berarti tanpa disiplin, terutama bagi mereka yang bekerja di laboratorium. Perlu ditekankan
kepada siswa bahwa disiplin ini bukan untuk kepentingan guru sendiri, tetapi juga untuk
kepentingan siswa, agar dalam pekerjaannya tidak berbahagia bagi dirinya maupun orang lain.
Perlu diingat bahwa di dalam laboratorium banyak bahan-bahan yang dapat menimbulkan
bahaya, tidak hanya saja bahaya kerusakan tetapi juga bahaya kematian.
DAFTAR PUSTAKA

Adiat, Moedjadi dkk, 1978, Pengelolaan Laboratorium Sekolah Dan Manual Alat Ilmu
Pengetahuan Alam, Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Rufiati, Etna. 2011. Bagaimana Cara Mengelola Laboratorium. Bandung.

Khamidal. (2009). Teknik Laboratorium Kimia.Yogyakarta: Pustaka Pelaja

Muhsin Lubis. (1994). Pengelolaan Laboratorium IPA. Jakarta: Depdikbud

Anda mungkin juga menyukai