Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap tempat kerja selalu mempunyai risiko terjadinya kecelakaan.
Besarnya risiko yang terjadi tergantung dari jenis industri, teknologi serta upaya
pengendalian risiko yang dilakukan. Kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan
yang terjadi di karenakan oleh pekerjaan atau pada waktu melaksanakan
pekerjaan pada perusahaan. Secara garis besar kejadian kecelakaan kerja
disebabkan oleh dua faktor yaitu, tindakan manusia yang tidak memenuhi
keselamatan kerja (unsafe act) dan keadaan-keadaan lingkungan yang tidak
aman (unsafe condition) (suma’mur, 1984)
Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah salah satu
bentuk upaya untuk tempat kerja yang aman dari bahaya kecelakaan, sehat,
bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas
dari kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja pada akhirnya dapat meningkatkan
efesiensi dan produktifitas kerja (Denny, 2013).
K3 bertujuan mencegah, mengurangi bahkan meniadakan resiko
kecelakaan kerja (zero accident). Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap
sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang
menghabiskan biaya (cost) perusahaan, melainkan bentuk investasi jangka
panjang yang memberikan keuntungan yang berlimpah di masa yang akan
datang. Tiga aspek utama K3 yaitu norma keselamatan, kesehatan kerja dan
kerja nyata.
Berdasarkan data Depnakertrans, angka kecelakaan di Indonesia masih
tergolong tinggi, tahun 2000 terjadi 98.902 kasus, tahun 2001 terjadi 104.774
kasus, tahun 2002 terjadi 95.418 kasus, tahun 2005 terjadi 99.023 kasus, tahun
2006 terjadi 95.624 kasus dan semester pertama 2007 terjadi 37.845 kasus.
Kasus kecelakaan kerja pada 2008 sebanyak 93.823 oranga dengan jumlah
pekerja yang sembuh 85.090 orang, sedangkan yang cacat total 44 orang
(Harrianto, 2010).
PT. Semen Bosowa Maros merupakan salah satu produsen semen yang
ada di Sulawesi selatan. Dalam proses produksi semen, pekerja sangat akrab
dengan berbagai peralatan kerja dan aktivitas kerja yang memiliki risiko besar
baik bagi keselamatan maupun kesehatan pekerja. Hal ini mendorong
pentingnya penerapan K3 yang baik untuk mencegah terjadinya kecelakaan
kerja yang akan berdampak pada penurunan produktivtas perusahaan.
Untuk merealisasikan hal tersebut, terdapat departemen Safety yang
bertanggung jawab untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja
maupun tamu. Dengan menerapkan safety inspection secara langsung ke
lapangan oleh petugas safety perusahaan yang nantinya akan melakukan
pencacatan potensi bahaya, penilaian risiko yang ada di lingkungan kerja dan
menganalisis upaya pengendalian yang sesuai untuk diterapkan. Oleh karena
itu, melalui pelaksanaan magang ini kami berharap dapat memperoleh ilmu dan
pengetahuan praktisi mengenai K3 serta dapat memberikan konstribusi positif
bagi pihak perusahaan dalam upaya mendukung terwujudnya lingkungan kerja
yang aman dan nyaman.

B. Tujuan
1. Tujuan utama
Mengetahui orientasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) di PT. Semen Bosowa Maros tahun 2018.
2. Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui gambaran umum di PT. Semen Bosowa Maros tahun
2018.
b. Untuk mengetahui langkah-langkah proses produksi di PT. Semen
Bosowa Maros tahun 2018.
c. Untuk mengetahui gambaran identifikasi bahaya pada proses produksi
di PT. semen Bosowa Maros Tahun 2018.
d. Untuk mengetahui penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerja
yang terdapat pada setiap proses pengerjaan PT. Semen Bosowa Maros
Tahun 2018.
e. Untuk mengetahui upaya pengendalian yang dilakukan terhadap bahaya
keselamatan kerja yang terdapat pada setiap proses pengerjaan PT.
Semen Bosowa Maros tahun 2018.

C. Manfaat Magang
1. Bagi Mahasiswa
a. Mendapatkan pengetahuan, pengalaman dan keterampilandalam
penerapan Sistem Manajemen K3 di lingkungan kerja.
b. Memadukan ilmu teoritis yang diperoleh saat perkuliahan dengan ilmu
praktisi yang diperoleh saat melaksanakan proses magang.
c. Mendapatkan pengalaman menggunakan metode analisis masalah yang
tepat terhadap pemecahan permasalahan K3 di lingkungan kerja..
d. Mendapatkan bahan untuk penulisan karya tulis ilmiah.
e. Memperluas networking dengan para praktisi dan akademisi K3.
2. Bagi Institusi Tempat Magang
a. Institusi dapat memanfaatkan tenaga terdidik dalam membantu
penyelesaian tugas-tugas kantor untuk kebutuhan di unit kerja masing-
masing.
b. Institusi mendapatkan alternatif calon karyawan yang telah dikenal
mutu dan kredibilitasnya.
c. Mendapatkan saran dan rekomendasi dalam rangka peningkatan
kualitas lingkungan kerja.
d. Menciptakan kerjasama yang bermanfaat antara institusi tempat magang
dengan pihak Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
3. Bagi Program Studi
a. Laporan magang dapat menjadi salah satu audit internal kualitas
pengajaran.
b. Memperkenalkan program kerja kepada instansi yang bergerak di
bidang kesehatan.
c. Mendapatkan masukan yang berguna untuk penyempurnaan kurikulum
dalam persaingan kebutuhan lapangan kerja.
d. Terbinanya jaringan kerjasama dengan instansi tempat magang dalam
upaya meningkatkan keterkaitan dan kesepadanan antara substansi
akademik dengan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia
yang dibutuhkan dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

D. Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Magang


1. Waktu
Waktu pelaksanaan magang berlangsung selama 1 bulan mulai dari tanggal
01 Agustus – 31 Agustus 2018.
2. Lokasi
Lokasi magang bertempat di PT. Semen Bosowa Maros di Departement
Safety.