Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita
berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu
membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada
kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita
capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.Terima kasih kami ucapkan kepada
Dosen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa
moril maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah
ditentukan.
Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan serta banyak kekurangan, baik dari segi tata bahasa yang
kadangkala hanya menuruti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika
ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah
dilain waktu. Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah,
mudah-mudahan apa yang saya susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi,
teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi
atau mengambil hikmah dari judul ini (Struktur Anatomi Biji) sebagai tambahan
dalam menambah referensi yang telah ada.

Samarinda, 12 November 2015

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah...................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan ....................................................................................... 1
D. Manfaat Penulisan ..................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 3
A. Pengertian Biji ............................................................................................ 3
B. Bagian-Bagian Biji ..................................................................................... 4
1. Embrio ................................................................................................. 4
2. Jaringan Penyimpan Makanan ......................................................... 5
3. Pelindung Biji ..................................................................................... 5
C. Struktur Anatomi Biji ............................................................................... 6
D. Perbedaan Biji Monokotil Dan Biji dikotil .............................................. 7
E. Perkecambahan .......................................................................................... 9
1. Perkecambahan Epigeal .................................................................. 10
2. Perkecambahan Hypogeal. .............................................................. 11
BAB III PENUTUP ............................................................................................. 13
A. Kesimpulan ............................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 14

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Biji merupakan sumber makanan yang penting bagi hewan dan manusia.
Mempunyai biji merupakan salah satu ciri tumbuhan spermatophyta. Bagi
tumbuhan spermatophyta biji ini merupakan alat perkembangbiakan yang
utama. Karena biji mengandung calon tumbuhan baru atau lembaga. Biji
berkembang dari bakal biji. Dengan dihasilkannya biji tumbuhan dapat
mempertahankan jenisnya.
Biji yang terlihat sempurna tentunya mempunyai bagian – bagian
tertentu. Namun dalam biji dikotil dan monokotil jumlah dan bagian – bagian
tersebut tidak selalu sama. Dalam proses perkembangbiakan biasanya biji
mengalami proses yang dinamakan perkecambahan. Perkecambahan
merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan
berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi
dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang menyebabkan ia
berkembang menjadi tumbuhan muda. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai
kecambah.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian biji?
2. Apa bagian-bagian dari biji?
3. Bagaimana struktur anatomi biji?
4. Bagaimana perbedaan biji monokotil dan biji dikotil?
5. Bagaimana proses perkecambahan?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian biji.
2. Untuk mengetahui bagian-bagian biji.
3. Untuk mengetahui struktur anatomi biji.

1
4. Untuk mengetahui perbedaan biji monokotil dan biji dikotil.
5. Untuk mengetahui proses perkecambahan.

D. Manfaat Penulisan
1. Dapat mengetahui pengertian biji.
2. Dapat mengetahui bagian-bagian biji.
3. Dapat mengetahui struktur anatomi biji.
4. Dapat mengetahui perbedaan biji monokotil dan biji dikotil.
5. Dapat mengetahui proses perkecambahan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Biji
Biji merupakan struktur yang efisien untuk perkembangbiakan dan
perbanyakan. Perbanyakan yang dimaksud adalah untuk memperbanyak
keturunan atau spesies dalam mempertahankan kelangsungan hidup
generasinya.

Biji berasal dari bakal biji yang berkembang setelah mengalami


pembuahan. Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari
tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain
(buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada
Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau
tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada
kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. Biji hanya terdapat pada tumbuhan
berbiji atau Spermatophyta (Yunani, sperma=biji, phyton=tumbuhan)
merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki ciri khas, yaitu adanya suatu
organ yang berupa biji. Biji merupakan bagian yang berasal dari bakal biji dan
di dalamnya mengandung calon individu baru, yaitu lembaga. Lembaga akan
terjadi setelah terjadi penyerbukan atau persarian yang diikuti oleh pembuahan.
Biji merupakan sumber makanan yang penting bagi hewan dan manusia.
Mempunyai biji merupakan salah satu ciri tumbuhan spermatophyta. Bagi

3
tumbuhan spermatophyta biji ini merupakan alat perkembangbiakan yang
utama. Karena biji mengandung calon tumbuhan baru atau lembaga. Biji
berkembang dari bakal biji. Dengan dihasilkannya biji tumbuhan dapat
mempertahankan jenisnya. Biji yang terlihat sempurna tentunya mempunyai
bagian – bagian tertentu. Namun dalam biji dikotil dan monokotil jumlah dan
bagian – bagian tersebut tidak selalu sama. Dalam proses perkembangbiakan
biasanya biji mengalami proses yang dinamakan perkecambahan.
Perkecambahan merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan,
khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang
semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis
yang menyebabkan ia berkembang menjadi tumbuhan muda. Tumbuhan muda
ini dikenal sebagai kecambah.

B. Bagian-Bagian Biji

1. Embrio
Embrio yaitu bagian biji yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru.
Embrio terbentuk dari bersatunya gamet jantan dan betina pada proses
pembuahan. Embrio yang berkembang sempurna akan memiliki bagian-
bagian seperti epikotyl (calon pucuk), hipokotyl (calon akar), kotyledon
(calon daun). Tanaman pada kelas angiospermae di klasifikasikan oleh
banyaknya kotyledon. Tanaman monokotil mempunyai satu kotiledon
seperti pada bawang, sedangkan tanaman dikotil mempunyai dua kotiledon

4
seperti kacang-kacangan. Tanaman dari kelas gymnospermae umumnya
mempunyai lebih dari dua kotiledon, misalnya pinus yang mempunyai 15
kotiledon. Pada tanaman famili rumput-rumputan, kotiledon berbentuk
menyerupai perisai yang disebut scutellum, kuncup embrioniknya disebut
koleoptil dan bagian bawah terdapat akar embrionik yang disebut radikula
yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut coleorhiza.

2. Jaringan Penyimpan Makanan


Jaringan penyimpan makanan yaitu bagian biji yang berfungsi sebagai
cadangan makanan untuk pertumbuhan embrio. Pada masing-masing jenis
tanaman, jaringan penyimpan makanan memiliki sebutan yang berbeda,
antara lain kotiledon pada kacang-kacangan, endosperm pada jagung,
perisperm pada famili Chenopodiceae, dan gametphyte betina yang haploid
pada pinus. Cadangan makanan yang tersimpan dalam biji umumnya terdiri
dari karbohidrat, protein, lemak, dan mineral. Komposisi dan persentasenya
berbeda berdasarkan jenis biji.

3. Pelindung Biji
Pelindung biji yaitu bagian biji yang melindungi embrio dan jaringan
penyimpan makanan dari lingkungan luar. Pelindung biji terdiri dari
beberapa bagian yakni kulit biji, sisa nukleus, dan endosperm dan kadang-
kadang bagian dari buah.

5
Kulit biji berasal dari integumen ovule (bakal biji) yang mengalami
modifikasi selama proses pembentukan biji berlangsung. Kulit biji biasanya
keras, kuat, berwarna cokelat, bagian dalam tipis dan berselaput. Kulit biji
berfungsi untuk melindungi biji dari kekeringan. Dalam hal penggunaan
cadangan makanan terdapat perbedaan antara kelas monokotil dan dikotil,
yaitu pada sub kelas monokotil cadangan makanan dalam endosperm baru
akan dicerna setelah biji masak dan berkecambah setelah menyerap air.
Sedangkan tanaman dikotil cadangan makanan terdapat pada kotiledon atau
perisperm sudah mulai dicerna dan diserap oleh embrio sebelum biji masak.

C. Struktur Anatomi Biji


Monokotil : Seed coat, endosperm, cotyledon, epicotyl, and radicle.
Dikotil : Seed coat, cotyledon, epicotyl, and hypocotil.

Biji merupakan bagian tumbuhan yang terbentuk dari hasil pembuahan


(fertiliasi) yang terletak di dalam bakal buah. Di dalam bakal buah
terdapat bakal biji. Di dalam bakal biji terdapat embrio yang merupakan calon
individu.

6
Setiap embrio di dalam bakal biji terdiri atas akar lembaga, daun
lembaga, dan batang lembaga.
1. Akar lembaga (radikula), merupakan calon akar.
2. Daun lembaga (kotiledon), merupakan daun pertama pada tumbuhan.
Berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis sebelum daun
sebenarnya terbentuk. Bagian ini juga berfungsi untuk menimbun makanan.
3. Batang lembaga, dibedakan menjadi ruas batang di atas daun lembaga dan
ruas batang di bawah daun lembaga. Daun lembaga dan batang lembaga
sering juga disebut plumula (puncak lembaga).
Pada Angiospermae, bakal biji terbungkus oleh daun buah, sedangkan
pada Gymnospermae tidak.Biji berfungsi sebagai penyimpan cadangan
makanan dan alat pemencar tumbuhan.

D. Perbedaan Biji Monokotil Dan Biji Dikotil

1. Biji Monokotil
Biji monoktil hanya memiliki satu kotiledon yang panjang dan tipis.
Embrio biji ini umumnya berbentuk oval, dan sebagian besar yang tersisa
adalah endosperm, yang dilapisi oleh lapisan yang disebut “lapisan

7
aleuron”. Endosperm kaya pati dan memelihara embrio sampai menemukan
tempat yang tepat untuk berkecambah. Beberapa contoh biji monokotil
adalah jagung, beras, gandum, kelapa, rumput, dll.

2. Biji Dikotil
Biji dikotil berisi dua kotiledon, yang tebal dan berdaging. Kotiledon
bertanggung jawab untuk penyerapan nutrisi dari endosperma sebelum
perkecambahan biji. Beberapa contoh umum dari biji dikotil adalah ercis,
buncis, kacang tanah, apel, dll. Setiap biji dikotil memiliki kulit biji yang
unik yang menyediakan penampilan yang khas. Testa adalah lapisan luar
kulit biji yang melindungi biji dari kerusakan dan mencegah dari
kekeringan. Tegmen adalah lapisan tipis yang terletak disamping testa.
Tegmen melindungi bagian dalam biji. Hilus adalah daerah dimana air
masuk ke biji. Selain itu mikropil juga memungkinkan difusi gas pernafasan
selama perkecambahan.

Perbedaan antara biji dikotil dan biji monokotil:


a. Biji monokotil berisi satu kotiledon sementara biji dikotil berisi dua
kotiledon.
b. Biji dikotil berisi bulu kecil besar dan dilipat daun bulu kecil, sedangkan
biji monokotil berisi bulu kecil sangat kecil dan digulung daun bulu
kecil.
c. Embrio biji dikotil besar, sedangkan biji monokotil kecil.
d. Hilus dan mikropil biji dikotil terlihat jelas, sedangkan biji monokotil
tidak terlihat.
e. Kotiledon biji monokotil umumnya panjang dan tipis, sedangkan
kotiledon biji dikotil tebal dan berdaging.
f. Apel custard dan opium biji adalah contoh untuk biji dikotil bersifat zat
putih telur (albuminou) sementara sereal, jawawud, dan biji sawit adalah
beberapa contoh untuk biji monokotil albiuminou.

8
g. Gram, ercis, mangga dan biji sawi adalah beberapa contoh biji dikotil
exaibuminou sedangkan anggrek adalah contoh biji monokotil
exalbuminous.

E. Perkecambahan
Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam biji
menjadi tanaman baru. Biji akan berkecambah jika berada dalam lingkungan
yang sesuai.

Perkecambahan biji bergantung pada imbibisi. Imbibisi merupakan


penyerapan air oleh biji. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang,
memecahkan kulit biji, dan memicu perubahan metabolic pada embrio yang
menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhannya. Munculnya plantula
(tumbuhan kecil) dari dalam biji merupakan hasil pertumbuhan dan
perkembangan embrio.
Fase perkecambahan diikuti pertumbuhan 3 jaringan meristem primer,
yaitu :
1. Protodrem : lapisan terluar yang akan membentuk jaringan epidermis
2. Meristem dasar akan berkembang menjadi jaringan dasar yang mengisi
lapisan korteks pada akar diantara stele dan epidermis
3. Prokambium : lapisan dalam yang akan berkembang menjadi silinder
pusat, yaitu floem dan xylem.

9
Tahapan dan perkembangan
1. Pembelahan sel (cleavage) : Jumlah bertambah banyak
2. Spesialisasi : sel-sel yang sejenis berkelompok
3. Diferensiasi sel : Sel-sel mengalami perbedaan bentuk dan fungsi
4. Organogenesis sel : proses pembentukkan organ-organ tumbuhan
5. Morfogenesis sel : Organ satu dengan yang yang lain memiliki
kekhususan dalam bentuk dan fungsi.

Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan


menjadi 2, yaitu :

1. Perkecambahan Epigeal

Merupakan perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon terangkat


keatas tanah. Ruas batang di bawah daun lembaga (hipokotil) akan tumbuh

10
lurus mengangkat kotiledon dan epikotil. Dengan demikian epikotil dan
kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah. Epikotil memunculkan helai
daun pertamanya. Sedang kotiledon akan layu dan rontok karena cadangan
makanannya telah habis oleh embrio yang berkecambah. Contohnya pada
perkecambahan kacang hijau dan kacang tanah.

2. Perkecambahan Hypogeal.

Merupakan perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon tetap


tertanam di bawah. Tumbuhnya epikotil memanjang sehingga plumula
keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah, sedangkan
kotiledon tertinggal di dalam tanah. Contohnya pada perkecambahan kacang
kapri dan jagung.
Urutan proses perkecambahan:
a. Masuknya air kedalam biji atau imbibisi
b. Aktifnya enzim-enzim untuk proses metabolisme, membongkar cadangan
makanan dalam kotiledon / endosperm
c. Hasil pembongkaran berupa sumber energi sebagai bahan penyusun
komponen sel, dan pertumbuhan embrio.
d. Embrio tumbuh dan berkembang.

Bagian – bagian perkecambahan :


a. Radikula
Adalah bakal calon akar yang tumbuh selama masa
perkecambahan. Fungsinya untuk menyokong dan menyuplai bahan –
bahan makanan untuk di proses pada bagian tanaman lainnya.

11
b. Kotiledon
Adalah daun kecil yang terletak di bawah daun pertama kecambah.
Fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan dan asimilasi.

12
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Biji merupakan bagian dan struktur yang sangat efisien untuk
perkembangbiakan pada tumbuhan khususnya Spermathopyta (tumbuhan
berbiji). Fungsi biji itu sendiri adalah untuk memperbanyak keturunan atau
spesies dalam mempertahankan kelangsungan hidup generasinya. Biji berasal
dari bakal biji yang berkembang setelah mengalami pembuahan. Biji juga
merupakan salah satu organ assesories atau organ perhiasan pada Tumbuhan
berbiji (Spermathopyta). Biji bukan hanya sebagai organ assesories tetapi juga
mempunyai fungsi yang utama yakni, sebagai alat perkembangbiakan atau
untuk memperbanykan keturunan, agar tumbuhan tersebut tidak punah.Sesuai
dengan bentuk dan stukturnya, biji dapat dikelompokkan kedalam beberapa
kelompok besar yakni :Gymnospermae (Tumbuhan Berbiji Terbuka ).
Angiospermae (Tumbuhan Berbiji Tertutup). Sedangkan pada tumbuhan
Angiospermae Ciri-ciri tumbuhan monokotil dan dikotil hanya dapat
ditemukan, karena memiliki bunga yang sesungguhnya atau bunga lengkap.
Oleh karena itu Tumbuhan Angiospermae dibagi menjadi dua kelompok besar
yakni ; Monokotil (Tumbuhan Berkeping satu) dan Dikotil (Berkeping Dua).
Contoh tumbuhan monokotil seperti Kelapa, Jagung, Padi, Pinang, Bambu,
Tebu, Palem, Durian, Salak, Melinjo, dst. Sedangkan Contoh tumbuhan dikotil
adalah Kacang tanah, Mangga, Rambutan, Belimbing, Beringin, Jati,
Mahoni,jahe.

13
DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Estiti .B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : ITB


Fahn, A. 1995. Anatomi Tumbuhan. Jogja : Gajah Mada Univercity Press
Yatim, Wildan. 2007. Kamus Biologi. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan
http://ninityulianita.wordprees.com/2009/07/29/anatomi.tumbuhan

14