Anda di halaman 1dari 7

78

Audit dan Rancangan Implementasi Sistem


Manajemen Energi berbasis ISO 50001 di
Universitas Brawijaya Malang
Fajaiyah Mulyani, Hadi Suyono., dan Rini Nur Hasanah
Listrik seperti AC, mesin cuci, Kulkas, setrika, lampu,
Abstract— This journal discusses Energy Audit and dan lainnya bertambah. Peningkatan konsumsi energi
design of Implementation of ISO 50001 based Energy final sektor komersial mecapai 38,11 juta SBM dengan
Management System in Brawijaya University of Malang. 78% berupa listrik yang digunakan sebagai penerangan,
Audit results will be used as a reference for Best practices pendingin ruangan, dan lainnya [1].
and energy efficiency efforts that are and will continue to Penggunaan energi listrik yang terus meningkat
be conducted by UB. From the result of an energy audit, setiap tahunnya, memaksa setiap unit pemerintahan
the highest energy consumption intensity information is Ac
30%, others 22,84%, computer 17,94% and lighting and
untuk bisa memanajemen energi, termasuk Kementerian
laboratory apparatus 12,83% and 12,45%. The research Pendidikan dan Kebudayaan. Sesuai dengan instruksi
methodology is conducted by the survey. It aims to menteri pendidikan dan kebudayaan RI No 1 tahun 2012
evaluate the use of electrical energy in the University of tentang Penghematan Energi dan Air di Lingkungan
Brawijaya, as well as calculate the description of current Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka Rektor
and future electrical energy requirements to build the Universitas Brawijaya mengeluarkan Surat Tugas (ST)
basics of energy management system leading to the No.4536/UN10/PS2014 untuk melalukan audit energi
international standard ISO 50001. sebagai langkah awal untuk manajemen energi
dilingkungan Universitas Brawijaya Malang.
Key Word : Energy Audit,Energy Consumption intensity. Partisipasi aktif Universitas Brawijaya dalam
SME design based on ISO 50001
kegiatan Efisiensi energi merupakan langkah tepat dan
strategis karena telah ikut menyukseskan program
Jurnal ini membahas tentang Audit Energi dan
Demand Side Management (DSM) dari pemerintah dan
perancangan Implementasi Sistem Manajemen Energi
telah melaksanakan amanat UndangUndang Republik
Berbasis ISO 50001 di universitas Brawijaya Malang.
Indonesia Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan
Hasil Audit akan digunakan sebagai acuan Best
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 tahun
practices serta upaya-upaya efisiensi energi yang
2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Sebagai suatu
sedang dan akan terus dilakukan oleh Universitas
universitas yang terkemuka di Indonesia, upaya dan
Brawijaya. Dari Hasil audit energi diperoleh
kegiatan peningkatan efisiensi energi di Universitas
informasi intensitas konsumsi energi terbesar adalah
Brawijaya ini berpeluang besar menjadi panutan dan
Ac 30%, lain-lain 22,84%, komputer 17,94% serta
contoh teladan, baik bagi masyarakat maupun
penerangan dan alat laboratorium sebesar 12,83%
universitas serta institusi-institusi pemerintah lainnya,
dan 12,45%. Metodologi penelitian yang dilakukan
karena potensi jumlah pemakai serta kelas total daya
dengan cara survey, Hal ini bertujuan untuk
tersambungnya.
mengevaluasi penggunaan energi listriksignificant di
Best practices serta upaya-upaya efisiensi energi
Universitas Brawijaya, serta menghitung gambaran
yang sedang dan akan terus dilakukan oleh Universitas
kebutuhan energi listrik saat ini dan yang akan
Brawijaya tersebut dapat dimotivasi dan ditegaskan
datang hingga membangun dasar-dasar sistem
misalnya dengan pencanangan pencapaian pengakuan
manajemen energi yang mengarah ke standar
dari lembaga sertifikasi independen, misalnya ISO
internasional ISO 50001.
50001 terkait Energy Management Systems. Tag Line
Green Campus, kegiatan Kajian Efisiensi Energi Listrik,
Kata Kunci – audit energi, intensitas konsumsi energi,
yang dilakukan pada tahun anggaran 2015,
perancangan SME berbasis ISO 50001
dimaksudkan untuk mengevaluasi penggunaan energi
listrik di Universitas Brawijaya, serta menghitung
gambaran kebutuhan energi listrik saat ini dan yang
I. PENDAHULUAN
akan datang hingga membangun dasar-dasar sistem
ejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pola hidup
S masyarakat menyebabkan Konsumsi energi secara
umum mengalami kenaikan. Konsumsi listrik nasional
manajemen energi yang mengarah ke standar
internasional ISO 50001.
Oleh karena itu perlu diteliti dan dianalisis tentang
dalam kurun waktu tahun 2000-2014
Audit Energi dan Rancangan Implemetasi sistem
mengalami pertumbuhan rata-rata 6,8% per tahun. Hal
manajemen energi yang berbasis ISO 50001 sebagai
ini disebabkan meningkatnya pendapatan masyarakat
tinjak lanjut aksi plan 2018 dilingkungan Universitas
dan rasio elektrifikasi sehingga penggunaan peralatan
Brawijaya. ISO 50001 ini membahas tentang sistem
manajemen energi secara keseluruhan, sehingga dalam

Jurnal EECCIS Vol. 12, No. 2, Oktober 2018


79

manejemen energi tersebut Universitas Brawijaya 𝐼𝐼ℎ 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 (2-1)


𝐼𝐼𝐼 ( )=
𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼(𝐼𝐼ℎ )
malang punya standart yang bisa dilakukan secara terus 𝐼 2 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 𝐼𝐼𝐼𝐼 (𝐼2)

menerus yang selanjutnya akan digunakan untuk Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh
efisiensi energi. ASEAN – USAID pada tahun 1992 diperoleh standar
IKE untuk bangunan komersial seperti pada tabel 1
II. TINJAUAN PUSTAKA berikut ini :
Tabel 1. Standar IKE berdasarkan penelitian ASEAN-
2.1 Sistem Manajemen Energi USAID
Sistem manajemen energi ENMs adalah proses
perbaikan yang terus menerus oleh PDCA lingkaran. NO Klasifikasi IKE (kWh/m2/tahun
Model pengelolaan energi membutuhkan untuk 1. Perkantoran 240
membangun kebijakan energi dan perencanaan energi di 2. Pusat Perbelanjaan 330
3. Hotel 300
jelas dan spesifik. Perencanaan energi harus dibuat 4. Rumah Sakit 380
input, output, dan menentukan potensi konservasi energi
untuk meningkatkan efisiensi sistem. Model sistem Pedoman nilai standar IKE untuk bangunan di
manajemen energi juga mengharuskan untuk membuat Indonesia telah ditetapkan dalam pedoman pelaksanaan
audit internal ENMs oleh pemantauan, pengukuran dan konservasi energi listrik dan pengawasannya di
analisis, serta selama proses pemeriksaan perlu Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional Republik
mengetahui ketidaksesuaian, koreksi, tindakan korektif Indonesia seperti pada tabel berikut.
dan preventif dalam sistem manajemen energi yang
berkelanjutan. Semua tahapan proses manajemen energi Tabel.2 Standar IKE gedung yang direkomendasikan
harus ditinjau, diperiksa dan membuat perbaikan yang Ruangan Dengan AC Ruangan Tanpa AC
diperlukan tepat waktu. (kWh)/m2 (kWh)/m2
Kategori Kategori
/bulan /bulan
Terus- Sangat Efisien 4,17 – 7,92 Efisien 0,87 – 1,67
menerus Efisien 7,93 – 12,08 Cukup efisien 1,67 – 2,50
Kebijakan
Cukup Efisien 12,08 – 14,58 Tidak Efisien 2,50 – 3,34
Perbaikan
Cenderung Sangat Tidak
14,58 – 19,17 3,34 – 4,17
Perencanaan tidak efisien Efisien
Energi Tidak Efisien 19,17 – 23,75
Sangat Tidak
Tinjauan Efisien 23,75 – 37,50
Ulang
Manajemen Implementasi
dan Operasi
2.2.2 Efisiensi Energi pada peralatan Listrik
Pemakaian peralatan listrik merupakan
Memeriksa
komponen utama yang berpengaruh terhadap besar
Audit kecilnya konsumsi energi pada suatu gedung. Dengan
Internal melakukan proses audit energi dengan cara
EnMS
Pemantauan mengefisiensikan penggunaan energi diharapkan
Pengukuran
Ketidaksesuaian,
koreksi, korektif
dan Analisis mampu mengurangi biaya operasi penggunaan energi
dan tindakan dan dapat meningkatkan kualitas pemakaian peralatan
Gambar 1. Energi model sistem manajemen ISO 50001 listrik. Peralatan listrik yang berkontribusi besar dalam
berikut: standard 2011 penggunaan energi listrik, antara lain beban penerangan,
beban AC, dan motor listrik.
2.2 Audit Energi
Audit energi secara sederhana dapat didefinisikan Persamaan untuk menghitung kuat penerangan
lampu, yaitu :
sebagai sebuah proses untuk mengevaluasi dimana 1
sebuah bagunan atau plant dapat menggunakan energi, 𝐼= (2-2)
𝐼2
dan mengindentifikasikan peluang untuk mengurangi dimana
konsumsi (Thuman, 2007:1). Pelaksanaan audit energi E = tingkat pencahayaan (lux)
dapat dikelompokkan dalam beberapa metode. I = fluks cahaya (lumen)
Klasifikasi audit energi terdiri dari : D = luas ruangan (m2)
a. Audit energi Singkat (Walk Through Audit)
b. Audit Energi Awal (Preliminary Energy Audit) Peralatan tata udara ini direkomendasikan untuk
c. Audit Energi Rinci (Detailed Energy Audit or Full memenuhi kriteria dan efisiensi minimum seperti pada
Audit) tabel berikut :
2.2.1Intensitas Konsumsi Enenergi (IKE) Tabel.3 Efisiensi minimum dari peralatan tata udara
Intensitas Konsumsi Energi (IKE) sangat minimum
Equipment Capacity unit Eficiency
diperlukan dalam perhitungan untuk mengetahui tingkat Type (Btu/h)
Sub category
(declarated
efisiensi energi suatu gedung. Untuk mengetahui tingkat with COP)
efisiensi energi dapat dilakukan dengan System split 2,6
< 65.000
membandingkan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Package System 2,5
gedung dengan standar Intensitas Konsumsi Energi Air  65.000 < System split dan
2,5
Conditioning 135.000 single package
(IKE) yang telah ditetapkan di Indonesia.
 135.000 < System split dan
IKE dapat dituliskan dalam persamaan : 2,5
240.000 single package

Jurnal EECCIS Vol. 12, No. 2, Oktober 2018


80

 240.000 < System split dan


2,5
760.000 single package III. METODELOGI PENELITIAN
System split dan
 760.000 single package
2,4 Kegiatan menjelaskan tentang metode dan langkah
dalam penyelesaian permasalahan dan tujuan yang ingin
2.3 Peluang penghematan energi (PPE) dicapai dalam penelitian ini. Jenis dan cara memperoleh
Peluang Penghematan Energi (PPE) dapat data (Primer dan Sekunder), variable, proses pengolahan
diketahui dari hasil perhitungan Intensitas Konsumsi data serta analisisnya.
Energi (IKE) dibandingkan dengan IKE standar yang
telah ditetapkan. Apabila nilai IKE hasil perhitungan Mulai

lebih rendah dari nilai IKE standar maka dapat


dikatakan konsumsi energi dalam batas normal. Menghitung pemakaian beban penerangan, beban
AC, peralatan pendukung dan beban lainnya
Proses penghematan dapat dilakukan dengan
cara :
Menghitung total pemakaian beban listrik
1. Menggunakan sumber energi alternatif yang
lebih efisien dan murah
2. Memperbaiki kinerja peralatan dan Menghitung total pemakaian
energi listrik per bulan
mengurangi penggunaan peralatan listrik
(daya dan waktu operasi)
Menghitung biaya listrik
3. Menggunakan peralatan listrik yang hemat per bulan
energi.
Target penghematan sesuai dengan Permen Menghitung IKE gedung
ESDM No. 13 tahun 2012 di gedung pemerintahan dan daya Tersambung
menggunakan rumus sebagai berikut ini :
Rekomendasi Berbasis
ISO 50001
𝐼𝐼𝐼𝐼ℎ 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 =
𝐼𝐼ℎ 𝐼𝐼𝐼𝐼 𝐼𝐼𝐼𝐼
𝐼100% (2-3)
𝐼𝐼ℎ 𝐼𝐼ℎ 𝐼𝐼
𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 Selesai

𝐼𝐼𝐼𝐼ℎ 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 Gambar 2. Diagram alir proses perhitungan parameter audit energi
𝐼𝐼 = 𝐼100% (2-4) dan Rekomendasi ISO 50001
𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼
𝐼𝐼𝐼𝐼 𝐼𝐼𝐼𝐼
𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 𝐼𝐼ℎ 𝐼𝐼
IV. HASIL Dan PEMBAHASAN
𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 Penelitian ini dilakukan sampling di 24 gedung,

2.4 ISO 50001


International Organization for Standardization sedangkan untuk gardu APP sebagai sampling dipilih 4
(ISO) tahun 2011 merilis ISO 50001, yaitu sebuah gardu. Dalam penelitian ini ada dua kelompok data yang
standar untuk sistem manajemen energi. Pada awalnya dibutuhkan, pertama adalah data primer yang diperoleh
ISO 50001 berasal dari permintaan sebuah lembaga di dari hasil survey dan yang kedua adalah data sekunder
bawah naungan PBB yaitu United Nations Industrial yang berupa dokumen yang ada di Universitas
Development Organization (UNIDO), terkait adanya Brawijaya Malang.
standar manajemen energi yang berlaku secara 4.1 Data-Data Survey dan Perhitungan
internasional. Kemudian pada tahun 2008, ISO Tabel 4 Kategori Indeks Konsumsi Energi (IKE) per kelompok ruang
membentuk sebuah komite proyek bernama ISO/PC berdasarkan fungsinya di 24 Gedung Kuliah

2424 – Energi Management, untuk mengembangkan Fungsi


Luas Daya Energi Klasifikasi
Ruang Total Total IKE berdasarkan
standar tersebut. Setelah melalui proses yang panjang Ruang
[m2] [W] [kWh] kriteria IKE
dan melibatkan seluruh pakar yang ada di forum Fasilitas 18766,9 233923,2 1499,7 1,758 Sangat
internasional, akhirnya pada tanggal 17 juni 2011 Umum Efisien
Tata 9423,68 469907,1 404,948 9,436 Efisien
International Organization for Standardization (ISO) Usaha 6
meluncurkan standar baru ISO 50001 : 2011 – Energy Ruang 13104,3 269829 2186,02 3.67 Sangat
Management Systems – Requirement with guidance for Bersama 6 Efisien
Laboran 5722,54 64220,19 3566,09 13,71 Cukup
use di Geneva International Conference Centre, Efisien
Switzerland. Acara peluncuruan ini dihadiri oleh 200 Ruang 11300,6 8558 15188,3 29,57 Cenderung
Kuliah 8 22 Tidak Efisien
peserta dari berbagai Negara dimana diantaranya adalah Jumlah 58318,2 2031534, 26482,1 13,62 Cukup
100 pakar dari 45 negara yang berpartisipasi dalam 3 Efisien
pengembangan standar ISO 50001 ini. Terdapat tujuh
Tabel 5. Kategori Indeks Konsumsi Energi (IKE) per kelompok ruang
persyaratan utama ISO 50001 : 2011 yaitu : General berdasarkan fungsinya di Gedung Rektorat Baru
Requirements (Persyaratan Umum), Management Luas Daya Energi Klasifikasi
Fungsi
Responsibility (Tanggung jawab manajemen), Energy Ruang
Ruang Total Total IKE berdasarkan
[m2] [W] [kWh] kriteria IKE
Policy (Kebijakan Energi), Energy Action Plan
Tata 2300,706 207342,9 1546,279 20.163 Tidak Efisien
(Perencanaan Aksi Energi), Implementation and Usaha
operation (Pelaksanaan dan Operasi), Performance Ruang 806,588 73247,5 454,194 16.893 Cenderung
Bersama Tidak Efisien
Audit (Kinerja Audit), Management Review
Fasilitas 2722,186 55176 282,080 3.109 Sangat
(Peninjauan kembali manajemen) Umum Efisien
Jumlah 5829,48 335766,4 2283 40.165
Jurnal EECCIS Vol. 12, No. 2, Oktober 2018
81

Tabel 6. Kategori Indeks Konsumsi Energi (IKE) per kelompok ruang yang ada, pada tahun 2012 banyak bangunan baru
berdasarkan fungsinya di Gedung Rektorat Lama
sedang dilakukan pembangunan seperti sebagai berikut:
Luas Daya Energi Klasifikasi
Fungsi
Ruang Total Total IKE berdasarkan  Tahun 2012: Pembangunan gedung FE,
Ruang
[m2] [W] [kWh] kriteria IKE Gedung Balai Senat, Gedung Fisip 1, Gedung
Fasilitas 852,8 6877 33,09 1.16 Sangat Teknik Industri, Penggunaan Gedung FT
Umum Efisien
Tata 1547,384 81481,9 303,82 5.89 Sangat Dekanat, Mesjid Raden Patah, Gedung TP,
Usaha Efisien Gedung OR Pertamina, Gedung GYM,
Ruang
Bersama
223,092 17971.4 111,38 14.98 Cenderung
Tidak Efisien  Tahun 2013: Gedung Inbis, Gedung Fisip 2,
Laboran 64,16 14209 27,00 12.62 Cukup dan Mesjid Raden Patah
Ruang 0 0 0,00 0.00
Efisien
-
 Tahun 2014: Gedung PTIIK, Mesjid Raden
Kuliah Patah
Jumlah 2687,436 120539,3 475,28 34.66 Kenaikan terendah adalah dari tahun 2013 ke
2014, dimana kenaikan daya tersambungnya adalah
4.2 Analisis Tren perkembangan Sambungan Gardu APP di UB dalam 5.7% sedangkan kenaikan pemakain energinya
Saat ini, kebutuhan daya listrik untuk keseluruhan beban di kampus
Veteran Universitas Brawijaya dicatu dari 28 buah gardu distribusi, sebagaimana hanya dalam 1.07%. Ini dapat dijelaskan bahwa
ditunjukkan pada Error! Reference source not found. Pada tabel ditunjukkan no pembangunan gedung baru sudah banyak yang selesai
ID pelanggan (IDPEL), golongan tarip, daya tersambung, nama gardu, serta
alamat gardu. Total daya tersambung keseluruhan adalah sebesar 5,355,350 VA.
sehingga penggunaaan energi sudah mulai stabil.
Dari gardu APP yang ada paling banyak adalah gardu dengan golongan tarif Tagihan energi listrik untuk 4 tahun terakhir
S2/TR dengan daya 197,000VA, yaitu sebanyak 13 gardu. Berikutnya adalah diberikan pada Tabel 10 dan Gambar 6. Tagihan
gardu dengan golongan tarif S2/TR dan B2/TR yaitu sebanyak 3 Gardu APP.
Gardu APP dengan golongan tarif S2/TR juga dengan daya 2,200VA sebanyak 2 tertinggi terjadi pada tahun 2014 dengan jumlah tagihan
buah, sedangkan untuk daya lainnya seperti 1,110,000VA dan yang lainnya dalam satu tahun adalah Rp. 8.23Milyar. Berdasarkan
adalah sebanyak 1 buah gardu APP. Dilihat dari kategori golongan tarif dan
jumlah gardu pada golongan yang ada, gardu APP yang ada di Ub dibagi menjadi analisis kenaikan biaya rata-rata kenaikan pembayaran
6 golongan. Yang paling banyak adalah golongan S2/TR yaitu sebanyak 19 buah energi listriknya adalah rata-rata dalam 16.19%/tahun.
gardu..
Namun demikian trip dasar energi listrik juga mengalami
Berdasarkan data yang diperoleh dari PT. PLN (Persero) didapatkan data beberapa kali penyesuaian harga sejak tahun 2011.
tagihan listrik keseluruhan gardu untuk 4 tahun terakhir (tahun 2011 s.d. tahun Tabel 8 Trend Perkembangan Tagihan Energi Listrik
2015). Perkembangan sambungan Gardu APP dan penggunaan energi listrik
selama 4 tahun tersebut diberikan pada Tabel 7 dan Gambar 4. Sedangkan
Tagihan Kapasitas Pemakaian
persentase kenaikan kapasitas daya terpasang dan pemakaian energi diberikan Tagihan
Tahun Listrik Terpasang Energi
pada Tabel 8 dan Gambar 5. Listrik (Rp)
(Milyar Rp) (VA) (kWH)
Tabel 7 Trend Perkembangan Sambungan Gardu APP dan
Penggunaan Energi
2011 4.60 - - -
Kenaikan
Kapasitas Pemakaian Kenaikan
Jumlah Kapasitas 2012 5.65 26.90% 24.02% 22.84%
Tahun Terpasang Energi Pemakaian
Gardu Terpasang
(MVA) (GWH) Energi (%)
(%) 2013 7.31 11.17% 16.52% 29.40%

2014 8.23 5.70% 1.07% 12.50%


2011 21 3.59 6.35 - -

Rata-rata kenaikan (%) 10.94% 10.40% 16.19%


2012 24 4.56 7.88 26.90% 24.02%

2013 26 5.07 9.18 11.17% 16.52%

2014 28 5.36 9.28 5.70% 1.07%

Rata-rata kenaikan (%) 10.94% 10.40%

Gambar 5 Pemakaian Energi UB untuk 4 tahun Terakhir

Gambar 4. Perkembangan Kapasitas Terpasang dan Jumlah Gardu

4.3 Analisis Tren perkembangan Tagihan


Energi Listrik
Dengan base line tahun 2011, maka
perkembangan daya tersambung APP dan pemakaian
energi listrik, maka secara rata-rata perkembangannya
sebanyak 10.94% untuk kapasitas gardu terpasang, dan
10.40% untuk penggunaan energi listriknya. Kenaikan
Gambar 6 Perkembangan Tagihan Energi Listrik UB untuk 4 Tahun
tertinggi terjadi pada tahun 2012, dengan persentase Terakhir
26.90% untuk kapasitas APP dan 24.02% untuk Berdasarkan analisis tren perkembangan daya
kenaikan pemakaian energi listrik. Berdasarkan dari data tersambung dan penggunaan energi listrik pada setiap
tahunnya, maka perkembangan energi pada tahun

Jurnal EECCIS Vol. 12, No. 2, Oktober 2018


82

mendatang adalah 10% dari basis tahun sebelumnya.


Dengan kata lain, kebutuhan energi pada tahun 2015 ini
akan mengalami peningkatan sebesar 10% dibandingkan
dengan tahun 2014. Tabel 12. Kegiatan Perencanaan SME di UB
4.4 Analisis Tren Peningkatan Jumlah Civitas UB Kegiatan Aksi Perencanaan
Perencanaan
terhadap Konsumsi Energi Tinjauan Energi 1. Penyuluhan terhadap sivitas akademika
Menurut data yang diperoleh dari Pengkajian UB tentang efisiensi energi
dan Pengembangan Teknologi Informasi Universitas 2. Penetapan Sasaran untuk Konsumsi
Brawijaya (PPTI UB), jumlah mahasiswa, Dosen dan energi signifikan seperti Ruangan yang
IKE nya dibawah efisien seperti
karyawan 4 tahun terakhir mulai tahun 2011- 2014. Laboratorium, tata usaha, ruang
bersama dan fasilitas umum serta
Tabel 11 Trend Peningkatan Jumlah Civitas UB gedung Rektorat
Jumlah Jumlah Jumlah 3. Penggantian Lampu penerangan, AC,
Tahun Jumlah %Kenaikan
Mhs Dosen Karyawan Komputer dan printer
4. Sumber energi dengan perubahan Panel
2011 40,263 1,845 938 43,046 - Bisnis ke panel sosial
5. Biaya tarif listrik mengacu pada biaya
2012 51,554 1,845 938 54,337 20.78% terendah padatahun 2011
6. Audit energi dilaksanakan 3x dalam
2013 59,397 1,845 938 62,180 12.61%
setahun
2014 62,655 1,845 938 65,438 4.98%
7. Hasil temuan audit sebelumnya menjadi
acuan dalam perbaikan
Indikator Energi 1. Jam operasional untuk kantor,
Trend peningkatan civitas akademika laboratorium, bengkel,tata usaha, ruang
Universitas Brawijaya (Mahasiswa, Dosen dan bersama dan perkuliahan di tentukan
karyawan) tertinggi ditahun 2012 sebesar 20.78% dan sesuai dengan kebutuhan aktivitas
terendah, tahun 2014 sebesar 4.98%. Hal ini disebabkan 2. Batasan kinerja energi disesuaikan
dengan jam kerja yang telah ditetapkan
daya tampung mahasiswa meningkat dengan tajam di oleh Team Manajemen UB
tahun 2012 dengan dibukanya beberapa prodi baru 3. Kebutuhan energi ditetapkan sesuai
dilingkungan Universitas Brawijaya sedangkan di tahun dengan kebutuhan energi berjalan
2014 daya tampung relatif ada kenaikan sedikit. Ini Base Line Energi 1. Mencari Faktor pendorong komsumsi
energi yang mengacu pada tingkat
sangat relevan dengan pemakaian energi listrik yang
keterkaitan energi
naik setiap tahunnya. 2. Base line energi ditentukan berdasarkan
hasil audit sebelumnya
4.6 Rancangan Kebijakan di Universitas Brawijaya Penetapan Target 1. Pengurangan beban Listrik di malam
Malang Penghematan hari (23,35%)
Energi 2. Penggantian lampu jenis TL T8 450
Aspek-aspek yang perlu dilakukan untuk Watt dengan lampu jenis TL T5 28
Rancangan Implementasi Sistem Manajemen Energi Watt (2.02%) difokuskan pada lampu
berbasis ISO 50001 meliputi : Kebijakan Energi yang menyala lama serta daya yang
Universitas Brawijaya, Perencanaan Dalam Manajemen besar.
3. Penggunaan AC yang lebih
Energi, Prinsip Penghematan Energi pada Bangunan efisien(20.87%)
Gedung, Melaksanakan rencana manajemen Energi, 4. Retrofit refrigerant hidrokarbon
Mengevaluasi dan pelaporan Manajemen dengan (16,7%) difokuskan pada waktu nyala
Mengacu pada temuan-temuan. Secara Umum yang lama, usia tua dan kinerja yang
rendah.
Rancangan Kebijakan berbasis ISO 50001 di 5. Pembenahan sistem perawatan AC dan
Universitas Brawijaya Malang sebagai berikut : penerangan(5%)
Komitmen 6. Penggantian kabel (rewiring) pada
Universitas Brawijaya Malang berkomitmen untuk daerah-daerah yang mengalami beban
berlebihan &
melaksanakan best Practice dalam efisiensi energi dan tidak seimbang, dan rawan terhadap
konservasi di seluruh wilayah kampus. Sehingga hubungan pendek.
tercipta kondisi kampus yang kondusif dan 7. Pembentukan Gugus manajemen Energi
berkelanjutan dalam pembelajaran, disetiap Fakultas
Rencana Aksi 1. Membuat Prioritas penghematan energi
penelitian,pengabdian, pengembangan intektual serta Peningkatan (investasi tanpa biaya, rendah,
inovasi teknologi Sistem Manajemen Energi berbasis Kinerja energi menengah dan investasi biaya tinggi)
ISO 50001. 2. Membuat rentang waktu Rencana Aksi
4.6.2 Rancanangan Perencanaan Dalam berdasarkan target penghematan energi
3. SDM pelaksana rencana Aksi sesuai
Manajemen Energi dengan kompetensi yang dimilikinya
Perencanaan energi adalah inti dari sistem 4. Pendanaan ditentukan sesuai dengan
budget yang ditetapkan
manajemen energi. Secara umum perencanaan 5. Peningkatan Kinerja Energi ditetapkan
energi dilakukan dengan menggunakan pendekatan dengan kriteria Efisien.
terpadu (integrated) yaitu dengan mempertimbangkan
baik penyediaan pasokan energi dan peran efisiensi
energi dalam mengurangi perencanaan permintaan.
Perencanaan Energi berbasis ISO 50001 meliputi :

Jurnal EECCIS Vol. 12, No. 2, Oktober 2018


83

4.6.4 Rancangan Pelaksanaan Rencana Manajemen


4.6.3 Rancangan Penghematan Energi Energi
Rancangan Penghematan Energi sesuai dengan Rancangan pelaksanaan Rencana Manajemen
perencanaan Manajemen Energi di UB sebagai berikut : energi dilakukana beberapa tahapan sebagai berikut :
Tabel 13. Rancangan Pengehematan Energi Tabel 14. Rancangan Pelaksanaan Rencana SME
Penghematan Aktivitas Target
Tindakan Penghemata Komikas
Energi
n i
Investasi tanpa 1. Peningkatan kesadaran civitas Penghematan Energi pada peralatan 15% Off line
biaya akademika UB terhadap Listrik (printer, dan
pengehemtan energi
komputer,Faximile,Fotocopy,kulkas,hea On-line
2. Pengaturan beban penerangan dan ter, dispenser)
peralatan non AC Peningkatan Kesadaran Civitas 5% Off line
3. Pengaturan beban pendinginan akademika UB tentang Hemat Energi dan
AC On-line
4. Pengaturan jam pengoperasian 5%
Penghematan energi untuk ventilasi dan 45% Off line
AC AC Split dan
5. Pengaturan jam Operasional On-line
aktifitas UB Penghematan energi untuk Penerangan 30% Off line
6. Pengaturan pencahayaan Ruangan dan
(untuk proyek baru bisa On-line
menggunakan perencanaan
dialux)
Investasi Biaya 1. Perbaikan servis pemeliharaan
4.6.5 Rancangan Evaluasi dan Pelaporan Sistem
Rendah dan perawatan AC Manajemen Energi
2. Pemerataan beban listrik : AC, Pengawasan terhadap pelaksanaan program
Penerangan dan wiring penghematan energi ini dilakukan dalam rangka proses
3. Pengaturan beban AC
4. Perbaikan armature untuk 5-10%
perbaikan program penghematan energi untuk periode
penerangan selanjutnya. Dalam tahap ini perlu dilihat:
5. Implementasi Ballast Elektronika 1. Penurunan penggunaan listrik, meliputi tenaga
6. Pengaturan Beban kelistrikan listrik (kWh) dan biaya listrik (Rp)
yang seimbang
7. Retrofit Freon Hidrokarbon pada
2. Program yang berhasil dijalankan
2 unit AC terbesar disetiap 3. Program yang belum berhasil dijalankan
ruangan yang terindikasi boros 4. Kendala pelaksanaan program
Investasi 1. Retrofit Freon Hidrokarbon AC
Menengah pada semua wilayah UB Dalam Peraturan Menteri ESDM No. 13 Tahun 2012,
2. Pemasangan Lampu Hemat
Energi secara bertahap
telah dikembangkan sebuah format sederhana yang
3. Pengaturan beban listrik dengan 10- dapat digunakan oleh instansi pemerintah untuk
mengeliminasi beban yang tidak 25% memantau penggunaan listrik pada tahun berjalan.
seimbang Pemantauan tersebut dilakukan dengan membandingkan
4. Penambahan control panel dan penggunaan listrik terhadap Baseline, yaitu tagihan
sistem metering pada sebagian
panel dengan beban besar listrik dan pemakaian rata-rata listrik selama 6 bulan
Investasi Biaya 1. Pemasangan Lampu Hemat kedepan.
Tinggi Energi disisa area yang belum
terpasang V. KESIMPULAN
2. Pemasangan Timer Control & 5-10%
Analisis Audit Energi secara berkala dibutuhkan
Auto Timed Swicth off pada untuk perbaikan kinerja energi yang ada di universitas
penerangan esensial Brawijaya Malang. Beberapa temuan yang hasil audit
3. Pengaturan beban listrik dengan seperti masih banyak fungsi ruangan Laboratorium yang
mengeliminasi beban yang tidak masuk katergori Sangat tidak efisien menjadi prioritas
seimbang secara keseluruhan dlam perbaikan secara bertahap dan continue. Selain itu
4. Pembenahan control panel dan konsumsi signifikan pada AC, Penerangan
Sistem pembenahan disemua Komputer,printer,dll juga menjadi acuan dalam
bagian gardu Panel
penghematan energi. Rancangan Manajemen energi
5. Penurunan golongan tariff bisnis
yang berbasis ISO 50001 mengacu pada UU No 14
ke sosial untuk IDPEL ID PEL:
513110750011, IDPEL:
tahun 2012 dilakukan dengan cara membuat kebijakan,
513110762526 dan IDPEL: perencanaan manajemen energi, prinsip penghematan
513110790394 energi, pelaksanaan rencana energi, mengevaluasi
manajemen energi dengan acuan temuan-temuan hasil
audit serta menjau ulang manajemen energi yang
berlaku.

REFERENSI
[1] Adriana J. González,at all,2012. Energy Efficiency
Improvement In The Cement Industry Through

Jurnal EECCIS Vol. 12, No. 2, Oktober 2018


84

Energy ManagemenT. 978-1-4673-0285-2/12-


IEEE
[2] A. Magrini, L. Gobbi,F.R.d Ambrosia.,2016.
Energy Audit of Public Building; the energy
consumption of a university with modern and
historical Building, Some Result. Energy Procedia
101 ( 2016 ) 169 – 175
[3] Arden Wessels., 2011. ENERGY
MANAGEMENT SYSTEM
IMPLEMENTATION AT TOYOTA SA.,
Proceedings of the 8th Conference on the
Industrial amd Commercial Use of Energy
[4] Harapajan Singh,At All., 2013. Electrical Energy
Audit In A Malaysian University - A Case Study.
IEEE
[5] Huy Anh QUYEN and Tan Thanh Tung LE.,
2012. The Energy Management According to ISO
50001:2011 Standard and AEMAS Scheme
Feasibly Implement in Viet Nam. 978-1-4673-
4584-2/12-IEEE
[6] Ilze Dzene, Ilze Polikarpova, LigaZogla., 2015.
Aplication of ISO 50001 for Implementation of
sustainable energy action Plans. International
Scienttific Conference “Enviromental and Climate
technologies-Conect 2014.
[7] Karlis Beihmanis, Marika Rosa.,2016, “Energy
Management System Implementation in Latvian
Municipalities : from teory to practice” Energy
Procedia 66-70
[8] K. Hassouneh,A. Al-Salaymeh and J.Qoussous,
2014 “Energy Audit, An Approach to apply the
Concept of Green Building for a Building in
jordan’ 1Architecture Engineering Department,
faculty of Engineering and Technology, the
University of jordan Amman.
[9] Outlook energi indonesia., 2016. sekretariat
jendral dewan energi indonesia, isssn 2527-3000
[10] Paul G. Ranky., 2014. Sustainable Energy
Management and Quality Process Models Based
on ISO50001: 2011 The International Energy
Management Standard
[11] Peraturan Menteri ESDM RI No 13 tahun 2012,
Penghematan Pemakaian Energi Listrik
[12] Peraturan Menteri ESDM RI No 14 tahun 2012,
Manajemen Energi
[13] SNI 03-6197-2000,KONVERSI ENERGI PADA SISTEM
PENCAHAYAAN
[14] SNI 6196-2011,PROSEDUR AUDIT ENERGI PADA
BANGUNAN GEDUNG, BADAN STANDARISASI
NASIONAL
[15] THORSTEN FIEDLER, AT ALL.,2012. ENERGY
MANAGEMENT SYSTEMS ACCORDING TO THE ISO
50001 STANDARD – CHALLENGES AND BENEFITS.
978-1-4673-1810-5/12.IEEE
[16] UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 30
TAHUN 2007, TENTANG ENERGI
[17] UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 30
TAHUN 2009, TENTANG KETENAGALISTRIKAN

Jurnal EECCIS Vol. 12, No. 2, Oktober 2018