Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MATA KULIAH

UNDANG-UNDANG DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PETERNAKAN


“ Alur Perizinan Usaha Peternakan di Kabupaten Bandung Barat “

DISUSUN OLEH :
KELAS B
GELAR ABIFADILLA 200110160230

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2018
Alur Perizinan Usaha Peternakan di Kabupaten Bandung Barat
Usaha peternakan maupun kegiatan lain yang berhubungan dengan hewan perlu
mendapatkan perizinan untuk legalitas dan kejelasan hukumnya. Maka, perizinan harus
menjadi priorotas dalam mendirikan usaha atau kegiatan yang berhubungan dengan
peternakan Bagi penduduk kabupaten Banudng Barat, dapat memproses perizinannya ke
Kantor Dinas Pertanian, Perkebunan Peternakan dan Perikanan Kab.Bandung Barat yang
terletak di Jl. Raya Tagog sebelah Kantor Desa, Padalarang. (Telp. 022-6809295).
Salah satu tugas Seksi Pembibitan adalah Melaksanakan penyusunan dan analisis data
bahan bimbingan perizinan produksi ternak bibit. Seksi Pengelolaan dan Pemasaran Hasil
Produk (P2HP) Ternak salah satu fungsinya adalah melaksanakan penyusunan dan analisis
data bahan pemberian perizinan usaha pengolahan dan pemasaran hasil peternakan.

Salah satu rincian tugas dari Seksi Pelayanan Usaha Peternakan dan Perikanan adalah:
a. Melaksanakan penyusunan dan analisis data bahan pemberian izin usaha budidaya
pelayanan peternakan dan perikanan
b. Melaksanakan penyusunan dan analisis data bahan pemberian izin rumah sakit
hewan/pasar hewan
c. Melaksanakan penyusunan dan analisis data bahan pemberian izin praktek dokter
hewan
d. Melaksanakan penyusunan dan analisis data bahan pemberian izin laboratorium
keswan dan laboratorium kesmavet
e. Melaksanakan pendaftaran usaha peternakan
f. Melaksanakan penyusunan dan analisis data bahan pemberian izin usaha
RPH/RPU
g. Melaksanakan pemantauan dan pengawasan pelaksanaan izin usaha peternakan
h. Melaksanakan penyusunan dan analisis data bahan pemberian izin pengadaan dan
peredaran alat dan mesin pelayanan peternakan dan perikanan
i. Melaksanakan penyusunan dan analisis data bahan pemberian izin usaha obat
hewan di tingkat depo,toko, kios dan pengecer obat hewan, poultry shop and pet
shop
j. Melaksanakan penyusunan dan analisis data pemberian izin usaha budidaya hewan
kesayangan
k. Melaksanakan penyusunan dan analisis data bahan pemberian izin usaha alat
angkut/transportasi produk peternakan
Diagram alir/Bagan perizinan peternakan di kabupaten Bandung barat, mengacu kepada
perizinan di tingkat provinsi Jawa Barat, yaitu sebagai berikut:

Jenis Layanan Izin Bidang Peternakan

Jenis Layanan non-izin Bidang Peternakan


Persyaratan Izin
Keterangan Jenis
Persyaratan :
a. Surat Permohonan Kepada
Kepala Dinas Peternakan
Provinsi Jawa Barat
b. Surat Rekomendasi dari Dinas
Kab./Kota yang membidangi
c. Akte Pendirian Perusahaan
d. Nomor Pokok Wajib Pajak
(NPWP)
e. Tanda Daptar Perusahaan
(TDP)
f. Hak Guna Bangunan
g. Izin Lokasi, Surat keterangan
RUTL dan memenuhi
persyaratan AMDAL
h. Izin HO, Surat Keterangan
Domisili
i. SITU
j. Rekomendasi dari Asosiasi
Obat Hewan Indonesia
(ASOHI)
k. Surat Keterangan dari Dokter
Hewan dan Apoteker
l. Daftar Sarana sebagai
Distributor/Importir (Obat
Hewan/Pakan Ternak)
m. Daftar Obat Hewan/Pakan
Hewan
n. Jenis Bahan Persentase dalam
Permulaan untuk (Pakan, Obat
Hewan), Serta untuk Pakan
Campuran Perlengkapan
Pakan dan Imbuhan yang
digunakan.
o. Surat Izin Usaha Perdagangan
(SIUP)

p. Angka Pengenal Impor (API-U / APIT)


q. Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal
r. Surat Keterangan lain yang diperoleh tergantung jenis PAH/Hewan missal
Sertifikat Vaksinasi Rabies.
s. Foto Copy Izin Karantina Hewan Sementara (IKHS)
t. Rencana Pemasukan/Pengeluaran ternak BAH dan lampiran Realisasi sebelumnya
u. Foto Copy NKV/SPP pemasukan BAH dan HBAH
v. Surat Izin/Rekomendasi Pemasukan Hewan/Ternak dari Provinsi Penerima
w. Hasil Tes Bebas AI dari Badan/Instansi yang di tunjuk Pemerintah
x. Laporan Produksi dari Distribusi Bulan sebelumnya (Form.C)
y. Copy Sertifikat of Origin dari Breeder Negara asal (Form.A)
z. Copy Sertifikat of Farm dari Breeder Negara asal (Form.B)
aa. Lokasi Penggemukan, kandang inti dan plasma dan rencana per- shipmen
bb. Kondisi Sapi saat Pengajuan, Lokasi Karantina, Kartu kendali dan Laporan
Perkembangan Agribisnis setiap 2 bulan
cc. Peninjauan Lapangan / KTP Direktur

Layanan Non Izin Bidang Peternakan Belum Dikenakan Retribusi. Ini berdasarkan dari
Tujuan BPPT Bidang Peternakan :
a. Mewujudkan Pelayanan perizinan yang tepat, mudah, transparan dan memberikan
kepastian hukum.
b. Menjamin ketersedian protein hewani di pasaran, mengatasi rawan gizi,
membangkitkan dunia usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru dibidang
peternakan.
c. Melindungi kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan dari resiko bahaya yang
ditimbulkan oleh hewan sakit (zonosis) bahan makanan asal hewan melalui
kontamin, toksin atau organisme penyebab penyakit.
d. Mencegah, membatasi atau mencabut izin yang sudah terbit, keluar masuk hewan,
bahan asal hewan antar Pulau maupun antar Negara sesuai Permentan. Nomor
482/KPTS/PD.620/8/2006 untuk mencegah kerusakan terhadap sebuah Negara
yang diakibatkan oleh masuknya, berkembangnya atau menyebarkan suatu
penyakit.
Diagram alur Mekanisme Pelayanan Perizinan
Penjelasan Diagram
Tahap pertama adalah pendahuluan. pemohon perizinan mencari informasi kemana ia akan
menguruskan perizinannya. Bisa bertanya ke loket Informasi untuk mendapatkan berkas
permohonan, diisi kemudian dikirim ke loket Pendaftaran untuk pemeriksaan kelengkapan. Di
loket pendaftaran berkas yang lengkap diteruskan ke ruang proses di bidang Pelayanan untuk
verifikasi kajian teknis dan kajian lapangan.
Tahap kedua adalah pemrosesan. Tim teknis melakukan pemeriksaan/pengkajian teknis
pada objek perizinan pemohon. Laporannya ditandatangani oleh kepala BPPT dalam bentuk
Naskah perizinan/penolakan.
Tahap ketiga adalah pemberian keputusan perizinan. Selanjutnya informasi perizinan dari
OPD Teknis dan Kepala BPPT yang telah selesai diverifikasi (naskah perizinan) diberikan oleh
Bidang pelayanan kepada pemohon. Pemohon kemudian memberikan retribusi izin kepada
loket pembayaran, dengan bukti pembayaran dipakai sebagai syarat mendapat penomoran
perizinan/penolakan dari bidang pelayanan. Bukti pembayaran perizinan diteruskan oleh
pemohon ke loket pengambilan untuk diarsipkan di bidang pelayanan dan pemberian tembusan
izin ke OPD teknis. Sehingga dengan surat izin yang diperoleh, pemohon dapat mencapai
tujuannya.