Anda di halaman 1dari 15

PENGUKURAN KINERJA OPERASIONAL : ANALISIS MENDALAM TENTANG PRODUKTIVITAS DAN

PENJUALANPERAN STRATEGIS ANGGARAN FLEKSIBEL DALAMMENGANALISIS PENJUALAN DAN


PRODUKTIFITAS

Peran strategis dari analisis penjualan adalah untuk bisa lebih memahami alasan di balik sebuah peningkatan
(atau penurunan) dalam total penjualan dari jumlah yang dianggarkan, atau sebuah peningkatan (penuruanan) pada
tahun sebelumnya. Penguraian pembagi penjualan menggunakan anggaran fleksibel dalam dua acara:

1. Menganalisis selisih antara penjualan actual dan anggaran penjualan utama


2. Menganalisis perubahan penjualan pada tahun sebelumnya

Peran strategis dari analisis produktivitas adalah untuk membantu manajemen dalam mengenali penggerak
produktivitas dan untuk mengimplementasikan metode yang bisa mengingkatkan produktivitas dan profitabilitas.
Produktivitas di semua industri jauh berbeda bergantung pada kemampuan industri tersebut untuk mengatur
pengeluaran, mengatur biaya tenaga kerja dan untuk mengembangkan inovasi-inovasi produk serta proses
pembuatannya.

Faktor utama produtkivitas bagi sebagian besar perusahaan adalah:

a. Pengendalian pengeluaran
b. Pengendalian biaya tenaga kerja
c. Inovasi produk dan proses pengelolahan
d. Fluktuasi permintaan ang disebabkan oleh perubaahan dalam siklus bisnis atau karena alasan lain

Menganalisis Produktivitas

Untuk meningkatkan produktivitas, perusahaan harus mengetahui tingkat produktivitas operasi mereka.
Produktivitas adalah rasio unit output terhadap unit input. Dapat dirumuskan sebagai berikut :
𝑂𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡
Produktivitas = 𝐼𝑛𝑝𝑢𝑡

Sebuah ukuran produktivitas bisa berupa 2 ukuran produktivitas, yaitu:

1. Produktivitas operasional adalah rasio unit output terhadap unit input. Baik pembilang maupun
penyebutnya merupakan ukuran fisik
2. Produktivitas finansial adalah rasio output terhadap input, tetapi angka pembilang atau penyebutnya dalam
satuan mata uang (rupiah / dollar)

Ukuran produktivitas yang memusatkan perhatian pada hubungan antara satu atau sebagian faktor input
dan output yang dicapai disebut dengan ukuran produktivitas parsial.

Ukuran produktivitas total adalah sebuah ukuran produktivitas yang mencakup semua input sumber daya
dalam perhitungan rasio output yang didapatkan dengan input sumber daya yang digunakan.

Produktivitas Parsial Produktivitas Total


Operasional Finansial Total Unit Nilai Jual Output
Output
Penghitung Unit output Unit output Unit output Nilai jual output
(output)
Pembagi (input) Unit output Nilai jual input Nilai jual input Nilai jual input
Ukuran Unit output per Unit output per Nilai output per Nilai jual output
produkvitas unit unit nilai uang input nilai uang input per nilai uang
(output/input) input

PRODUKTIVITAS PARSIAL
Ukuran produktivitas parsial menggambarkan hubungan antara output dan sumber daya input yang
digunakan dalam proses produksi.
(𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑛𝑖𝑡 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖)
Produktivitas parsial =
(𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑛𝑖𝑡/𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑑𝑎𝑦𝑎 𝑖𝑛𝑝𝑢𝑡 𝑡𝑢𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙)
Produktivitas Operasional Parsial
Dalam menilai produktivitasnya perusahaan menggunakan berbagai standar, diantaranya :
- Ukuran produktivitas perusahaan di masa lalu
- Produktivitas perusahaan lain dalam industri yang sama
- Standar atau rata-rata industri
- Standar yang ditetapkan oleh pihak manajemen
Mengenai produktivitas parsial dari tahun 2009 sampai 2010 (Exhibit 16.3) menunjukkan bahwa
produktivitas parsial dari bahan baku langsung telah menurun. Pada tahun 2010 terjadi penurunan produktivitas
sebesar 6,25% [(0,16 – 0,15) : 0,16]. Tetapi produktivitas tenaga kerja langsung meningkat sebesar 20% [(1,2 – 1) : 1,2].

Perubahan produktivitas juga dapat diteliti dengan menghitung jumlah sumber daya input yang digunakan
pada tahun 2010 (Exhibit 16.4). 4.800 unit yang diproduksi dan terjual pada tahun 2010 membutuhkan 30.000 pon
bahan baku langsung (4.800 : 1,6). Produktivitas parsial yang menurun membutuhkan penggunaan tambahan 2.000
pon (32.000 – 30.000). Perusahaan akan menggunakan 4.800 jam tenaga kerja langsung pada tahun 2010. Perusahaan
menghemat biaya sebesar 800 jam dari tenaga kerja langsung (4.800 – 4.000) ketika produktivitas parsialnya pada
tahun 2010 meningkat dari 1,0 menjadi 1,2.
Produktivitas Finansial Parsial
Produktivitas financial parsial menunjukkan jumlah unit output yang diproduksi untuk setiap uang yang
dikeluarkan perusahaan pada sumber daya input.

Pada Exhibit 16.3 produktivitas financial parsial untuk bahan baku menurun sebesar 10% [(0,0067 – 0,006) :
0,0067].
Produktivitas financial untuk tenaga kerja langsung juga mengalami penurunan sebesar 4% [(0,025 – 0,024) :
0,025]. Output ini berbeda dengan produktivitas operasional parsial tenaga kerja yang mengalami peningkatan
sebesar 20%. Output ini menyatakan bahwa walaupun produktivitas pekerja per jam meningkat biayanya juga
meningkat karena makin tingginya gaji per jam.
Panel 1 pada Exhibit 16.5 menunjukkan bagaimana anggaran fleksibel bisa digunakan untuk menentukan
dampak masing-masing faktor tersebut.
- Pada poin A dan B perbedaannya adalah dalam produktivitasnya. Jadi selisih apapun antara poin A dan B bisa
berpengaruh terhadap perubahan produktivitas antara 2010 dan 2009.
- Poin B dan C perbedaannya adalah biaya unit dari sumber daya input di masing-masing tahun. Jika ada selisih
antara poin B dan C merupakan output dari selisih dalam biaya unit sumber daya input.
- Setiap selisih biaya antara poin C dan D disebabkan oleh tingkat output yang berbeda diantara kedua poin
tersebut.
Analisis menunjukkan bahwa dari 10% penurunan produktivitas financial parsial bahan baku langsung
(dari 0,0067 ke 0,006, pada Exhibit 16.3), 6% (0,0004/0,00667, lihat panel 4 Exhibit 16.5) diakibatkan oleh perubahan
produktivitas, 4% sisanya menggambarkan perubahan harga dalam biaya per pon bahan baku langsung ($24 pada
2009 menjadi $25 pada 2010)

Produktivitas financial parsial tenaga kerja langsung tahun 2010 lebih rendah 4% dari pada tahun 2009 (dari
0,0025 menjadi 0,0024, Exhibit 16.3). produktivitas financial parsial tenaga kerja langsung yang lebih rendah ini
bukan merupakan akibat dari menurnyya produktivitas tenaga kerja pada tahun 2010. Produktivitas tenaga kerja
langsung meningkat 16% (panel 4, Exhibit 16.5) karena adanya peningkatan gaji sebesar 25% ($ 40 per jam pada 2009
menjadi $ 50 per jam pada 2010). Akibatnya total biaya tenaga kerja langsung meningkat dan produktivitas financial
parsial menurun sebesar 4%)

Produktivitas Parsial : Operasional versus Finansial


Penghitung dan pembagi ukuran produktivitas operasional parsial merupakan unit fisik sehingga
memudahkan pengukuran operasional parsial bagi pegawai operasional untuk memahami dan menggunakannya.
Selain itu, ukuran produktivitas operasional parsial tidak dapat dipengaruhi oleh perubahan harga atau faktor lain
sehingga lebih mudah untuk dijadikan standar.
Keuntungan produktivitas financial parsial adalah mempertimbangkan biaya dan kuantitas sumber data
input pada produktivitas. Selain itu, produktivitas financial parsial bisa digunakan dalam operasi-operasi yang
menggunakan lebih dari satu faktor produksi. Sebaliknya, produktivitas parsial hanya mengukur satu sumber daya
input pada waktu yang sama.
Produktivitas Parsial: Operasional versus Finansial
Penghitung dan pembagi ukuran produktivitas operasional parsial merupakan unit fisik. Penggunaan ukuran
fisik memudahkan pengukuran operasional parsial bagi pegawai operasional untuk memahami dan
menggunakannya. Fakta bahwa suatu ukuran produktivitas operasional tidak dapat dipengaruhi oleh perubahan
harga atau faktor lainnya juga membuat ukuran ini lebih mudah untuk dijadikan standar.
Produktivitas finansial parsial memiliki keuntungan dari mempertimbangkan biaya dan kuantitas sumber
daya input pada produktivitas. Pada tingkat manajemen, pengaruh dari biaya, bukan hanya kuantitas fisik, adalah
permasalah utama. Selain itu, produktivitas finansial parsial bisa digunakan dalam operasi yang menggunakan lebih
dari satu faktor produksi. Sebaliknya, produktivitas operasional parsial hanya mengukur satu sumber daya input
pada waktu yang sama.
Kelemahan Produktivitas Parsial
Ukuran produktivitas parsial memiliki beberapa kelemahan. Pertama, ukuran ini hanya mengukur antara
sumber daya input dan output, ukuran ini mengabaikan dampak lain yang disebabkan oleh faktor-faktor produksi
lain pada produktivitas. Ukuran produktivitas parsial yang lebih baik mungkin diperoleh dengan mengurangi
produktivitas dari satu atau beberapa sumber daya input. Kelemahan kedua adalah bahwa produktivitas parsial
mengabaikan dampak yang diakibatkan oleh faktor-faktor produksi lainnya pada produktivitas. Ketiga,
produktivitas parsial harus mencakup dampak-dampak yang diakibatkan oleh karakteristik operasi perusahaan
terhadap produktivitas sumber daya input. Instalasi peralatan dengan tingkat efisiensi yang tinggi bisa membantu
meningkatkan produktivitas operasional parsial tenaga kerja. Peningkatan parsial tenaga kerja tidak akan bisa
dikaitkan dengan produktivitas tenaga kerja yang meningkat. Keempat, produktivitas parsial yang meningkat tidak
berarti perusahaan atau divisi beroperasi dengan efisien. Tidak ada standar atau patokan efisiensi yang digunakan
dalam penentuan ukuran produktivitas parsial, hanya perbandingan dengan periode sebelumnya.

Produktivitas Parsial, Anggaran Fleksibel, dan Biaya-biaya Standar (Tinjauan Bab 14)
Analisis produktivitas operasional sangat lazim menggunakan kerangka analisis tahun ke tahun. Analisis
tersebut juga bisa didasarkan pada anggaran atau standar, dan selanjutnya analisis tersebut akan lebih seperti
penerapan anggaran fleksibel pada bab 14. Misalnya dalam tampilan 16.5 panel 2.

Selisih biaya A,B,C, dan D mewakili selisih biaya seperti selisih yang dihitung di bab 14. Perbedaannya
adalah bahwa dalam Bab 14 kami membandingkan kinerja aktual dengan anggaran induk dengan menggunakan
anggaran fleksibel untuk membedakan jumlah dan selisih anggaran fleksibel. Ingatlah bahwa selisih jumlah dalam
dolar pada tampilan 16.5 panel 2 adalah $152.000 ($912.000-$760.000) ini adalah biaya yang meningkat untuk
memproduksi 800 unit dengan harga dan produktivitas standar. Sekarang lihat lagi ke halaman 597 untuk meninjau
penghitungan selisih jumlah penjualan dalam tampilan 14.4.

Selisih jumlah untuk pengeluaran variabel sebesar $99.000 dalam tampilan 14.4. dihitung dengan
menggunakan cara yang sama seperti selisih dalam jumlah tampilan 16.5 panel 2. Satu-satunya perbedaan adalah
bahwa patokan dalam tampilan 14.1 adalah anggaran induk, dan patokan dalam tampilan 16.5 adalah output tahun
sebelumnya. Dengan demikian, selisih anggararan fleksibel untuk tenaga kerja dan bahan baku dalam Bab 14
dihitung dengan cara yang sama dengan penghitungan selisih harga input dan produktivitas dalam tampilan 16.5
panel 2.

Pada dasarnya, penggunaan anggaran fleksibel dalam bab 14 dan 16 cukup sama. Namun, ada beberapa
tujuan berbeda. Anggaran fleksibel dalam bab 14 digunakan untuk mengidentifikasi selisih jumlah dan anggaran
fleksibel untuk bahan baku dan tenaga kerja, karena perubahan jumlah berhubungan dengan anggaran induk.
Sebaliknya, anggaran fleksibel yang digunakan dalam tampilan 16.5 adalah untuk mengidentifikasi perubahan dalam
harga input dan produktivias dari tahun ke tahun (bukan dengan anggaran induk). Selisih dalam bab 14 menghitung
dampak dari perbedaan penggunaan atau harga untuk tingkat output baik yang ada, dengan tingkat input standar.
Bab 14 menghitung standar bahan baku atau tenaga kerja dari sejumlah unit bahan baku atau jam tenaga kerja per
unit output, sedangkan analisis produktivitas melihat kebalikannya: jumlah unit output per unit input bahan baku
atau tenaga kerja.

Total Produktivitas
Total produktivitas adalah rasio output dengan total biaya dari semua sumber daya input yang digunakan
untuk memproduksi output.

(𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑂𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡 𝑢𝑛𝑖𝑡 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛)


Total Produktivitas=
(𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑠𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑑𝑎𝑦𝑎 𝑖𝑛𝑝𝑢𝑡)

Total produktivitas adalah sebuah ukuran produktivitas finansial. Penghitungnya bisa berupa jumlah unit
atau nilai penjualan dari output yang didapatkan. Pembaginya adalah total uang yang dikeluarkan untuk semua
sumber daya langsung (biaya variabel) yang digunakan dalam proses produksi.
Panel pertama dari tampilan 16.6 menunjukkan penghitungan total produktivitas Erie Precision Tool
Company pada biaya produksi varaibel untuk tahun 2009 dan 2010. Penghitungan total produktivitas menggunakan
3 langkah: Pertama, tentukan output dari masing-masing periode. 4000 unit pada tahun 2009 dan 4800 unit pada
tahun 2010. Kedua, hitunglah total biaya variabel yang digunakan untuk memproduksi hasilnya. $760.000 pada 2009
dan $1.000.000 pada 2010. (tampilan 16.5 panel 2). Ketiga, hitunga total produktivitas dengan membagi jumlah output
dngan total biaya sumber daya input variabel. 0,005263 pada 2009 dan 0,004800 pada 2010.

Total produktivitas menunjukkan bahwa dari setiap ribuan dolar biaya variabel yang digunakan pada 2009,
perusahaan berhasil memproduksi 5,263 unit output. Total produktivitas pada 2010 adalah 0,0048 menunjukkan
bahwa perusahaan memproduksi 4,8 unit untuk setiap ribuan dolar biaya variabel. Total produktivitas semua sumber
daya yang dibutuhkan untuk memproduksi output sering kali digunakan dalam menilai operasi produksi. Mencapai
produktivitas yang lebih tinggi dengan menciptakan lebih banyak unit merupakan langkah awal yang penting untuk
keberhasilan perusahaan.
Kelemahan Total Produktivitas
Penggunaan total produktivitas dapat mengurangi kemungkinan memanipulasi beberapa faktor produksi
untuk meningkatkan ukuran produktivitas dari faktor produksi lainnya karena total produktivitas mengukur
produktivitas gabungan dari semua faktor operasi. Tetapi, total produktivitas itu merupakan ukuran produktivitas
finansial. Oleh karena itu, para pegawai di tingkat operasional akan mengalami kesulitan dalam menghubungkan
ukuran-ukuran produktivitas finansial dengan operasi harian mereka. Lagipula, penurunan total produktivitas bisa
disebabkan oleh meningkatnya biaya sumber daya yang tidak bisa dikendalikan oleh manajer, atau menurunnya
produktivitas dari beberapa sumber daya input yang berada di luar kendali manajer. Ambiguitas dalam hubungan
antara keterkendalian operasi dan suatu ukuran kinerja yang didasarkan pada total produktivitas bisa mengalahkan
tujuan untuk memiliki pengukuran produktivitas.
Selain itu, ukuran-ukuran produktivitas bisa mengabaikan dampak perubahan permintaan terhadap produk,
perubahan dalam harga penjualan barang atau jasa, dan perubahan dalam rencana pembelian atau penjualan khusus
terhadap produktivitas. Misalnya, sebuah rencana khusus untuk menjual produk-produk dengan harga yang lebih
rendah bisa menurunkan produktivitas dalam nilai uang output per unit input. Dengan demikian, pembelian khusus
untuk bahan baku meningkatkan produktivitas finansial. Kedua tindakan ini tidak bisa menyebabkan adanya
keuntungan atau kerugian produktivitas.

Ilustrasi perhitungan selisih kuantitas penjualan dan bauran penjualan

Perhitungan selisih atas kuantitas dan bauran penjualan dapat digambarkan dengan menggunakan informasi
dari perusahaan manufaktur schimidt dimana pada perusahaan ini memiliki produk XV-1 dan juga produk FB-33 .
Kedua produk tersebut merupakan produk yang akan dijual oleh perusahaan . pada tampilan dibawah ini akan
menjelaskan bahwa tidak adanya perbedaan harga , biaya variabel atau biaya tetap dan hanya satu perbedaan dalam
tampilan ini yaitu unit yang terjual . Hal tersebut akan memungkinkan terfokus pada selisih kuantitas dan bauran
penjualan untuk kedua produk . Berikut ini merupakan illustrasi perhitungannya :

Produk Unit terjual Bauran Penjualan Bauran Penjualan Penjualan


aktual teranggarkan teranggarkan
XV-1 1.600 32%=1.600/5.000 25%=1.000/4.000 1.000
FB-33 3.400 68%=3.400/5/000 75%=3.000/4.000 3.000
Total 5.000 100% 100% 4.000

Illustrasi tersebut menggunakan anggaran yang fleksibel .

Anggaran Induk Schmidt Machinery Desember 2010

SCHMIDT MACHINERY COMPANY


ANGGARAN INDUK
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010

Kedua
XV - 1 FB-33
Produk

Total Per Unit Total Per Unit Total


Unit 1.000 3.000 4.000
Penjualan 800.000 800 1.800.000 600 2.600.000
Biaya Variabel 450.000 450 960.000 320 1.410.000
Margin Kontribusi 350.000 350 840.000 280 1.190.000
Biaya Tetap 150.000 450.000 600.000
Penghasilan Operasi 200.000 390.000 590.000
SCHMIDT MACHINERY COMPANY
ANGGARAN INDUK
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010

Kedua
XV - 1 FB-33
Produk

Total Per Unit Total Per Unit Total


Unit 1.600 3.400 5.000
Penjualan 1.280.000 800 2.040.000 600 3.320.000
Biaya Variabel 720.000 450 1.088.000 320 1.808.000
Margin Kontribusi 560.000 350 952.000 280 1.512.000
Biaya Tetap 150.000 450.000 600.000
Penghasilan Operasi 410.000 502.000 912.000

Aktual Anggaran Selisih Volume


Penjualan
Penjualan 3.320.000 2.600.000
Biaya Variabel 1.808.000 1.410.000
Margin Kontribusi 1.512.000 1.190.000 322.000

Analisis tersebut menguraikan selisih jumlah menjadi komponen komponen yang lebih berarti . Misalnya dengan
informasi pada tampilan berikut ini bahwa bagian penjualan XV-1 yang lebih tinggi (penjualan total produk ini
meningkat sebesar 32 % dari anggaran nya 25 % memiliki dampak positif terhadap kontribusi keuntungan karena
XV-1 memiliki kontribusi unit yang tinggi daripada FB -33 ( Kontribusi Unit XV-1 sebesar $350 dan FB-33 sebesar $280
) Selisih jumlah tersebut mencerminkan bahwa total penjualan unit lebih besar daripada jumlah yang ada pada
anggaran induk ( XV-1 peningkatan sebanyak 600 unit =1.600-1.000 dan untuk FB -33 peningkatan sebanyak 400 unit
sebanyak 3.400-3.000

(1.600-1.250)x$800= $280.000

(1.600-1.250)x$350=$122.500

Kedua metode tersebut bisa digunakan tetapi metode margin kontribusi lebih sering digunakan
SELISIH KUANTITAS PENJUALAN DIURAIKAN MENJADI SELISIH UKURAN PASAR DAN PANGSA
PASAR

Dua faktor yang memengaruhi selisih kuantitas penjualan yaitu perubahan ukuran pasar dan pangsa pasar.Ketika
perusahaan produknya dikenal secara global maka perusahaan juga akan menjual produk dengan unit yang
banyak,dan sebaliknya jika produk perusahaan tersebut kurang diminati maka perusahaan menjual unit lebih
sedikit.Pada saat ini Schmidt mempersiapkan anggaran untuk bulan Desember 2010 berharap bahwa total pasar gloal
untuk kedua produk XV-1 dan FB-33 adalah 40.000 unit per bulan dengan total selisih kuantitas penjualan yang
menguntungkan sebesar $297.000

Tampilan 16.10 merupakan Selisih Ukuran Pasar dan Pangsa Pasar


Selisih Ukuran Pasar

Selisih ukuran pasar merupakan total unit untuk satu industri .Selisih industri pasar digunakan untuk mengukur
dampak perubahan ukuran pasar terhadap total margin kontribusi.Saat ukuran pasar meningkat maka perusahaan
akan menjual lebih banyak produk,dan sebaliknya jika ukuran pasar menurun maka perusahaan akan menjual
produk yang lebih sedikit.Berikut merupakan persamaan untuk menghitung selisih ukuran pasar :

Selisih Ukuran Pasar = [ ukuran pasar aktual (dalam unit) – ukuran pasar teranggarkan (dalam
unit)] x Pangsa pasar teranggarkan x Rata-rata margin kontribusi per unit

Schmidt Company menganggarkan untuk menjual 4.000 unit XV-1 dan FB-33 untuk mendapatkan total margin
kontribusi sebesar $1.190.000,sepeprti ditunjukkan dalam tampilan 16.7.Jadi rata-rata tertimbang kontribusi
teranggarkan per unit adalah $297,50 ($1.190.000/4.000 unit).Perusahaan menganggarkan untuk menjual 4.000 unit
dan mengharapkan total pasar sebesar 40.000 unit.Pangsa pasar yang dianggarkan adalah 10% dari total pasar.Total
pasar untuk bulan Desember 2010 ternyata 31.250 unit,total ukuran pasar menurun.

Selisih Pangsa Pasar

Pangsa pasar suatu perusahaan adalah fungsi dari kompetensi kompetitif inti dan lingkungan kompetitifnya
serta mencerminkan posisi kompetitif perusahaan.Sebuah perusahaan yang sukses yaitu adalah perusahaan yang
mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasarnya,namun jika perusahaan yang mengalami penurunan dalam
industri yang berkelanjutan dalam pangsa pasarnya pasti akan mengalami kesulitan finansial.

Selisih pangsa pasar membandingkan antara pangsa pasar aktual dengan pangsa pasar yang dianggarkan
dan mengukur dampak selisih pangsa pasar terhadap total margin kontribusi dan penghasilan operasi
perusahaan.Terdapat tiga poin yang digunakan dalam menentukan selisih pangsa pasar yaitu,selisih antara pangsa
pasar perusahaan aktual dan teranggarkan,total ukuran pasar aktua;,dan rata-rata margin kontribusi teranggarkan
per unit.Dalam kasus ini menggunakan perhitungan total ukuran pasar aktual dan rata-rata margin kontribusi yang
telah dianggarkan.Persamaan yang digunakan yaitu

Selisih Pangsa Pasar = [ pangsa pasar aktual– pangsa pasar teranggarkan] x Total ukuran pasar
aktual (dalam unit) x Rata-rata margin kontribusi teranggarkan per unit
Panel 2 menunjukkan perhitungan selisih pangsa pasar untuk operasi Schmidt Company pada bulan Desembr
2010.Walaupun total pasar industri menurun hingga 31.250,namun total unit yang terjual lebih tinggi dari penjualan
yang dianggarkan.Pangsa pasar meningkat dari 10% yang dianggarkan menjadi 16%(5.000 unit/31.250 unit) hal ini
berati terjadi peningkatan sebesar 6%.Dengan total ukuran pasar aktual sebanyak 31.250 unit,peningkatan sebesar
6%.Sehingga total penjualan meningkat sebesar 1.875 unit,dengan rata-rata margin kontribusi $297,50 per unit
sehingga margin kontribusi meninkat sebesar $557.812,50.Pada panel 3 merupakan selisih ukuran pasar dan selisih
pangsa pasar dan hal ini sama dengan selisih kuantitas penjualan yang ada di tampilan 16.9.

Berikut merupakan tampilan 16.11 Menganalisis Selisih Ukuran Pasar Dan Pangsa Pasar Mengguanakan Bentuk
Columnar Form

Selisih pangsa pasar dan ukuran pasar menjelaskan selisih kuantitas penjualan perusahaan.Dalam tampilan 16.11
selisih antara poin A dan poin B merupakan selisih total kuantitas penjualan.Poin A tampilan 16.11 merupakan
margin kontribusi teranggarkan yang bisa didapatkan perusahaan dari jumlah unit yang terjual.Total unit yang
terjual merupakan output dari total ukuran pasar industri,dan pangsa pasar aktual perusahaan :

31.250 unit x 16% = 5.000 unit

Jadi rata-rata margin kontribusi teranggarkan per unit adalah $297,50.Maka total margin kontribusi yaitu sebesar
$1.437.500

Studi Kasus Perusahaan Schmidt Machinery :

Schmidt machinery adalah sebuah perusahaan yang memproduksi semu perkakas rumah yang berkualitas tinggi
yang bisa digunakan di mana saja. Produk XV-1 adalah kursi ruang santai yang ringan tapi kuat dan FB-33 adalah
meja yang ringan dan kuat. Karena kualitasnya yang tinggi dan reputasi atas inovasi rancangannya, produk-produk
schmidt banyak terjual melalui katalog dan melalui situs Web perusahaan; beberapa penjual barang mewah juga
menjualnya. Perusahaan ini hanya memiliki sedikit pesaing di Amerika Serikat, tapi ada pesaing yang mulai
bermunculan di Asia dan Eropa, harga dolar yang menurun telah emmbantu schmidt mempertahankan penjualan
domestiknya dan memiliki sedikit kesempatan untuk penjualan di luar negeri. Namun, resesi ekonomi global dan
kenaikan harga dolar baru-baru ini telah mengurangi penjualannya di seluruh dunia. Saat penjualan perusahaan
meningkat, perusahaan khawatir kalau-kalau resesinya akan makin parah dan penjualan produknya akan terkena
dampaknya. Schmidt menghadapi beberapa pertanyaan seperti jalur produksi mana yang kana ditutup dan iklan
produk mana yang akan meningkat atau menurun karena penutupan tersebut. Schmidt mengetahui bahwa produk
XV-1 memiliki persentase penjualan yang lebih tinggi daripada FB-33 tapi mereka masih belum yakin produk mana
yang harus didukung dalam masa sulit ini.
Lima Langkah Pengmabilan Keputusan Strategis Untuk Schmidt Machinery

1. Tentukan Isu-isu Strategis yang ada disekitar masalah tersebut


Schmidt adalah produsen yang unik, menjual produk berharga tinggi kepada orang-orang yang menghargai
kualitas, desain, dan fungsinya. Dengan perkembangan pesaing asing dan meningkatnya pesaing harga.
Schmidt mulai mencari cara baru untuk asing dan meningkatkan persaingan harga. Schmidt mulai mencari
cara baru untuk mempertahankan profitabilitasnya dengan mengambil startegis pemasaran yang efektif
untuk kedua produknya.
2. Indentifikasi tindakan alternatif
Pertanyaan yang harus dijawab oleh schmidt adalah apakah mereka harus mengurangi produksi dan
pemasaran untuk salah satu atau kedua produknya.
3. Cari informasi dan lakukan analisis terhadap alternatif yang ada
Schmidt menghitung selisih kuantitas penjualan dan pangsa pasar dan ukuran pasar seperti yang ada dalam
16.10 dan 16.11. Schmidt juga melakukan analisis ekonomi lebih lanjut yang emnunjukkan bahwa, dalam
beberapa tahun mendatang, dolar kemungkinan akan unggul di atas mata uang lain dan bahwa resesi global
akan etrus menunjukkan makin rendahnya daya beli konsumen.
4. Berdasarkan strategi dan analisis, pilih dan laksanakan alternatif yang diinginkan
Berdasarkan analisis selisih kuantitas, ukuran pasar, dan pangsa pasar untuk kedua produknya, yang
menunjukkan selisih ukuran pasar yang tidak menguntungkan, tapi selisih pangsa pasar dan selisih kuantitas
yang emnguntungkan. Dan dengan berita negatif mengenai dolar dan resesi global. Schmidt memutuskan
untuk mengambil rencana-rencana darurat untuk pengurangan produksi danpenjualan produk FB-33. Alasan
pertama adalah kontribusi unit yang rendah dari produk FB-33. Alasan kedua adalah bahwa saat resesi
global memengaruhi penjualan global. Dan XV-1 memiliki pangsa pasar global yang lebih besar,schmidt
berharap bahwa resesi akan memberikan dampak negatif terbesar pada penjualan di Amerika Serikat dan
juga dampakyang cukup besar pada FB-33.
5. Lakukan evaluasi terhadap efektifitas implementasi langkah 4
Ketika lingkungan ekonomi global mulai bisa diperkirakan, termasuk potensi perubahan dalam nilai mata
uang dolar, manajemen harus terus emnerus meninjau perencanaanya untuk kedua produknya dan
manajemen juga harus mencari informasi tambahan mengenai ukuran pasar untuk masing-masing produk.
(misalnya berdasarkan negara atau wilayah). Sehingga perusahaan bisa lebih menguraikan selisih ukuran
pasar dan pangsa pasar untuk masing-masing produk.

Menganalisis Penjualan:Perbandingan Dengan Penjualan Tahun Sebelumnya

Penggunaa analisis kinerja penjualan yang umum untuk menguraikan selisih antara keuntungan periode
berjalan dengan keuntungan tahun-tahun sebelumnya. Kerangka analitis berdasarkan anggaran fleksibel, sama
seperti untuk analisis anggaran induk di atas. Misalnya, anggaplah bahwa Schmidt Machinery memiliki bulan operasi
lain yang harus dihitung, bulan januari. Kami menggunakan data aktual untuk bulan Desember seperti digunakan
dalam bagian sebelumnya, untuk menganalisis perubahan kinerja penjualan dari bulan Desember hingga Januari.
Informasi yang relevan ditunjukkan dalam tampilan 16.13. kami menganggap bahwa biaya tetap tidak berubah dan
biaya variabel unit juga tidak berubah, maka satu-satunya perubahan yang harus dianalisis dalam contoh ini adalah
perubahan dalam unit terjual dan harga unit untuk kedua produk.

Data bulan Desember 2010 sama seperti dalam tampilan 16.8 dengan margin kontribusi produk XV-1 sebesar
$350 ($800-$450) dan untuk FV-33 sebesar $280($600-$320). Margin kontribusi pada bulan Januari adalah $355 dan
$270 untuk XV-1 dan FB-33.

Tampilan 16.13 Data aktual Schmidt Machinery Company

Tampilan 16.14 Laporan penghasilan komparatif untuk Schmidt Machinery Company


Menganalisis Penjualan : Perbandingan dengan Penjualan Tahun Sebelumnya

Penggunaan analisis kinerja penjualan yang umum adalah untuk menguraikan selisih antara keuntungan
periode berjalan dengan keuntungan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai contoh, anggaplah bahwa Schmidt Machinery
memiliki bulan operasi lain yang harus dihitung, bulan januari. Kami menggunakan data aktual untuk Desember,
seperti yang digunakan di bagian sebelumnya, dan menganalisis perubahan dalam kinerja penjualan dari Desember
hingga Januari. Informasi yang relevan ditunjukkan pada Gambar 16.13. Kami berasumsi bahwa biaya tetap tidak
berubah, dan karena biaya variabel unit tidak berubah, perubahan hanya untuk menganalisis dalam contoh ini adalah
perubahan dalam unit yang dijual dan harga untuk dua produk. Perhatikan bahwa data Desember 2010 adalah sama
seperti yang ditunjukkan pada Tampilan 16.8, dengan margin kontribusi produk untuk XV-1 dari $ 350 ($ 800 $ 450)
dan untuk FB-33, $ 280 ($ 600 $ 320). Margin kontribusi pada Januari 2011 adalah $ 355 dan $ 270 untuk XV-1 dan FB-
33, masing-masing.

Langkah pertama kami adalah menghitung laporan pendapatan untuk Januari dan Desember, seperti yang
ditunjukkan pada Gambar 16.14.

Analisis Selisih Harga Penjualan dan Jumlah Penjualan

Langkah selanjutnya adalah menguraikan perbedaan total selisih kontribusi (atau selisih penghasilan operasi)
sebesar $ 4,950 ($ 1,512,000 - $ 1,507,050; atau juga $ 912,000 $ 907,050) dengan menghitung selisih harga dan jumlah
penjualan untuk bulan Januari, seperti yang ditunjukkan pada tampilan 16.15.

Selisih harga jual adalah selisih bersih yang tidak menguntungkan dari $ 28.050, terdiri dari selisih harga jual yang
menguntungkan untuk XV-1 dari $ 7.650 dan selisih harga jual yang tidak menguntungkan untuk FB-33 dari $ 35.700.
selisih harga jual untuk XV-1 adalah karena kenaikan harga $ 5 : $ 7,650 = 5,100 × 0.3 × $ 5. Selisih harga jual untuk
FB-33 adalah karena penurunan harga $ 10: $ 35.700 = 5.100 × 0,7 × $ 10.

Selisih jumlah penjualan adalah selisih menguntungkan bersih sebesar $ 46.000. jumlah untuk XV-1 turun sebanyak
70 unit [(0.32 5.000) - (0.3 5,100)], dengan harga $ 800 masing-masing, atau $ 56.000 tidak menguntungkan. Sebaliknya,
penjualan FB-33 meningkat sebanyak 170 unit [(0.7×5.100) - (0.68 × 5.000)], dengan harga $ 600 masing-masing, atau $
102.000.
Secara keseluruhan, analisis data penjualan untuk Januari menunjukkan bahwa perubahan harga jual yang relatif
kecil berhubungan dengan perubahan signifikan dalam selisih harga dan jumlah penjualan. Untuk produk XV-1, di
mana harga meningkat, ada varians harga jual yang menguntungkan yang signifikan tetapi selisih jumlah yang jauh
lebih tidak menguntungkan. Kasus untuk produk FB-33 agak berbeda: penurunan harga menyebabkan selisih harga
penjualan yang signifikan, tetapi selisih jumlah yang lebih besar. Total penjualan meningkat $ 17.950 ($ 46.000 - $
28.050; atau setara, $ 3,337,950 - $ 3,320,000) yang merupakan ouput dari selisih harga dan jumlah penjualan untuk
kedua produk. Namun, biaya variabel meningkat sebesar $ 22.900 ($ 1.830.900 - $1.808.000) karena peningkatan
jumlah; yaitu, peningkatan penjualan 100 unit mengakibatkan peningkatan total biaya variabel (peningkatan 170 unit
untuk FB-33 pada $ 320, penurunan jumlah 70 unit untuk XV-1 dengan harga setiap produk $ 450). hasilnya adalah
pengurangan yang cukup kecil dalam total kontribusi dan hasil operasional sebesar $ 4,950 ($ 912.000 - $ 907,050).

Analisis Selisih Bauran dan Kuantitas

Menghitung selisih bauran dan kuantitas untuk masing-masing produk seperti ada dalam tampilan 16.16

Selisih bauran ditentukan dengan cara berikut:

Perubahan dalam bauran X unit yang terjual pada bulan januari 2011 × kontibusi unit bulan desember 2010.

XV-1: (0,3 – 0,32)× 5 ,100 × $350 = ($35, 700) kurang baik

FB-33: (0.7 - 68) × 5 ,100 × $280 = 28,560 baik

Selisih kuantitas ditentukan dengan cara berikut:

Perubahan total unit terjual × bauran penjualan bulan Desember 2010 × margin kontribuasi Desember 2010.

XV-1: (5,100 - 5,000) × 0, 32 × $350 = $11, 200 baik

FB-33: (5,100 - 5,000) × 0,68 × $280 = $19, 040 baik

Analisis Selisih Biaya Variabel

Pendekatan di atas juga bisa ditambah untuk menganalisis perubahan biaya variabel unit. Hal ini melibatkan
penghitungan selisih harga dan penggunaan untuk bahan baku dan tenaga kerja, seperti prosedur yang digunakan
dalam Bab 14. Lagipula, anggaran fleksibel yang didasarkan pada output aktual dan biaya variabel unit aktual tahun
sebelumnya akan menciptakan kerangka kerja yang diinginkan. Sebagai contoh, jika biaya variabel unit pada bulan
Januari untuk produk XV-1 adalah $ 460 daripada $ 450 seperti yang ditunjukkan pada Exhibit 16.13, dan dengan
asumsi bahwa biaya variabel unit untuk XV-1 adalah $ 450 pada bulan Desember, maka kita dapat menghitung
varians biaya variabel sebagai berikut untuk Januari:

Selisih biaya variabel anggaran fleksibel=($460 –$450) × 5.100 × 0,3= $15.300 U

Selisih biaya variabel anggaran fleksibel-anggaran selanjutnya bisa diuraikan menjadi 6 selisih untuk penggunaan
dan harga bahan baku dan tenaga kerja, serta penggunaan dan pembelian untuk pengeluaran variabel. Penguraian
tersebutbisa dilakukan dengan cara yang sama seperti yang dijelaskan dan diilustrasikan dalam Bab 14 dan 15.