Anda di halaman 1dari 12

PENERAPAN PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN MASYARAKAT

Dosen Pembimbing: Dra. Sudilah Mangkuwiyata, M.Pd

Disusun oleh Kelompok 4:

1. Muhammad Dimas Rahman - 1705095002

2. Anggun Syafira – 1705095007

3. Meylani - 1705095012

4. Kamal - 1705095020

5. Anisa Hutami – 1705095025

6. Istiqomah Mahardika - 1705095029

7. Epril’isti Ningsih - 1705095035

8. Annisa Nur Khotijah - 1705095040

9. Yohana Afsari Delausia - 1705095043

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MULAWARMAN

SAMARINDA

2017

1
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,

Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan

rahmat, hidayah, dan Inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan

makalah ini

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari

berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatana makalah ini. Untuk itu kami

menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi

dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada

kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu

dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami

dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan

pengetahuan terhadap pembaca.

Samarinda, 28 November 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Halaman depan .................................................................................................. 1

Kata pengantar …………….............................................................................. 2

Daftar isi ...........................................................................…............................. 3

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar belakang ................................................................................................... 4

2. Rumusan masalah.............................................................................................. 4

3. Tujuan penulisan ............................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN

4. Pengertian Penerapan .......................................................................................... 5

5. Peran Masyarakat Dalam Pendidikan.................................................................. 5

6. Penerapan Pendidikan di Masyarakat.................................................................. 8

BAB III PENUTUP

7. Kesimpulan ......................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA…..................................................................................... 12

3
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Dengan wawasan dan pendidikan yang tepat, serta dengan menerapkan asas-asas

pendidikan yang tepat pula, akan dapat memberi peluang yang lebih besar dalam

merancang dan menyelenggarakan program pendidikan yang tepat wawasan.

Pendidikan akan dapat dilaksanakan secara mantap, jelas arah tujuannya, relevan isi

kurikulumnya, serta efektif dan efisien metode atau cara-cara pelaksanaannya hanya

apabila dilaksanakan dengan mengacu pada suatu landasan yang kokoh. Sebab itu,

sebelum melaksanakan pendidikan, para pendidik perlu terlebih dahulu memperkokoh

landasan pendidikannya. Mengingat hakikat pendidikan adalah humanisasi, yaitu upaya

memanusiakan manusia, maka para pendidik perlu memahami hakikat manusia sebagai

salah satu landasannya. Konsep hakikat manusia yang dianut pendidik akan

berimplikasi terhadap konsep dan praktek pendidikannya.

2. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka permasalahan yang diangkat dalam makalah ini
adalah:
1. Bagaimana penerapan pendidikan di lingkungan masyarakat?
2. Bagaimana peranan Masyarakat dalam pendidikan?

3. Tujuan Penulisan

Dari rumusan masalah tersebut, maka tujuan makalah ini adalah mendorong keinginan

pembaca untuk mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang penerapan pendidikan

yang ada di Indonesia.

4
BAB II

PEMBAHASAN

1. Penerapan Pendidikan di Lingkungan Masyarakat

a) Pengertian Penerapan

Menurut J.S Badudu dan Sutan Mohammad Zain, penerapan adalah hal, cara

atau hasil (Badudu & Zain, 1996:1487). Adapun menurut Lukman Ali, penerapan

adalah mempraktekkan, memasangkan (Ali, 1995:1044). Berdasarkan pengertian

tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan merupakan sebuah tindakan yang

dilakukan baik secara individu maupun kelompok dengan maksud untuk mencapai

tujuan yang telah dirumuskan.

b) Peran Masyarakat Dalam Pendidikan

Manusia adalah makhluk sosial yaitu makhluk yang memiliki dorongan untuk

hidup berkelompok secara bersama-sama yang didasari pada pemahaman bahwa

manusia hidup bermasyarakat. Pendidikan dalam konteks ini adalah usaha untuk

membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal agar mereka

dapat berperan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat dan lingkungan.

Pendidikan dan masyarakat saling keterkaitan, untuk mengembangkan pendidikan

diperlukan partisipasi dari masyarakat. Masyarakat dalam konteks ini berperan sebagai

subjek atau pelaku pendidikan, tanpa adanya kesadaran masyarakat akan pendidikan,

maka negara tidak akan berkembang, kita akan tergantung pada orang atau negara lain

yang jauh lebih berkembang dari kita, maka dari itu peranan masyarakat terhadap

pendidikan sangat berpengaruh untuk perkembangan wilayah atau negaranya sendiri,

5
melalui pendidikan masyarakat dapat memperoleh ilmu yang dapat ia manfaatkan di

dalam kehidupan untuk kesejahteraan bersama.

Setiap masyarakat mamiliki karekteristik tersendiri dan memiliki norma-norma.


Dimana norma-norma tersebut sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian
warga dan bertindak dan bersikap. Identitas dan perkembangan masyarakat tersebut
sedikit banyak akan berpengaruh terhapat sekolah. Pengaruh tersebut baik dalam
orientasi dan tujuan pendidikan maupun proses pendidikan itu sendiri.
a. Pengaruh masyarakat terhadap orientasi dan tujuan pendidikan.
Dalam orientasi dan tujuan pendidikan jelas akan diwarnai oleh masyarakat,
Identitas suatu masyarakat dan dinamikanya senantiasa membawa pengaruh terhadap
orientasi dan tujuan pendidikan. Hal ini dikarenakan sekolah merupakan institusi yang
dilahirkan dari, oleh dan untuk masyarakat. Program pendidikan disekolah biasanya
tercermin didalam kurikulum, yang dimana kurikulum ini selalu berubah-berubah sesuai
dengan perkembangan masyarakat. Pengaruh identitas suatu masyarakat terhadap
program-program pendidikan, biasanya dibuktikan dengan berbedanya orientasi dan
tujuan pendidikan. Hal ini desebabkan setiap masyarakat memiliki ciri khas dalam
orientasi dan tujuan pendidikan tersendiri.
b. Pengaruh masyarakat terhadap proses pendidikan.
Berlangsungnya proses pendidikan disekolah tidak lepas dari pengaruh masyarakat,
pengaruh masyarakat yang dimaksud adalah pengaruh sosial budaya dan
pertisipasinya. Pengaruh sosial budaya biasanya tercermin dalam proses belajar baik
yang berkaitan dengan pola aktifitas pendidikan maupun anak didik di dalam proses
pendidikan. Nilai sosial budaya masyarakat bisa menjadi penghambat dan pendukung
terhadap proses pendidikan. Oleh karena itu usaha pembaharuan terhadap proses
pendidikan disekolah, mesti memperhitungkan pengaruh sosial budaya dari masyarakat
lingkungannya.

6
Pengaruh dan peranan masyarakat terhadap sekolah dapat kita simpulkan
sebagai berikut:
1. Sebagai arah dalam menentukan tujuan
2. Sebagai masukan dalam menentukan proses belajar mengajar
3. Sebagai sumber belajar
4. Sebagai pemberi dana dan fasilitas lainnya
5. Sebagai laboratorium guna pengembangan dan penelitian sekolah
Manusia sangat membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya dan saatnya
generasi muda mengambil sikap dan mampu melawan rasa malas terhadap belajar dan
mampu mengendalikan kekuasaan media televisi dan handphone yang sering kali
menyita jam belajar. Pendidikan merupakan investasi masa depan oleh karena itu
masyarakat berhak dan berkewajiban untuk mendapatkan dan mendukung pendidikan
yang baik. Mengingat akan pentingnya sebuah pendidikan untuk bekal di masa depan
perlu banyak dukungan yang selalu mensuport seperti hal nya lingkungan masyarakat
yang kondusif guna mendukung kegiatan belajar. Kesimpulannya adalah partisipasi
masyarakat terhadap proses belajar sangat berpengaruh. Masyarakat harus ikut
berpartisipasi dengan cara mau bekerja sama dengan mengkodisikan lingkungan sekitar
lingkungan yang mendukung suasana belajar. Pada jalur keluarga diharapkan orangtua
peduli terhadap jam belajar masyarakat serta mewujudkan perpustakaan mini di
rumah-rumah. Semangat warga masyarakat ini juga akan menghasilkan sebuah prestasi
baik bagi generasi penerus bangsa.
Dengan adanya kegiatan jam belajar masyarakat ini menuai hasil yang cukup

membanggakan, sebagian besar warga masyarakat yang melakukan kegiatan ini

rata-rata lingkungan mereka menjadi nyaman, aman dan tertib serta anak-anak di

lingkungan tersebut memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Namun ada banyak

lingkungan pula yang tidak melakukan kegiatan jam belajar masyarakat, hal ini terjadi

mungkin karena ada banyak faktor di dalamnya. Kurangnya dukungan dari beberapa

7
tokoh masyarakat juga bisa menghambat kegiatan ini berlangsung. Pada hakekatnya

dalam hal ini semua harus terlibat mengingat bahwa hal ini merupakan kepentingan

bersama yang harus dilakukan. Terciptanya lingkungan yang kondusif juga akan

membuat semangat belajar yang meningkat sehingga akan berpengaruh pada prestasi.

c) Penerapan Pendidikan di Masyarakat

Kurikulum berbasiskan karakter ataupun pendidikan karakter sudah

menjadi pokok bahasan utama dan menjadi tren dalam setiap diskusi maupun bahan

kajian di setiap forum ilmiah. Forum ini mengkaji dari nilai-nilai apa yang

dimaksudkan dalam pendidikan karakter, menentukan pilar-pilar karakter, metode dan

pendekatan apa yang akan dipakai dalam pendidikan karakter .

Karakter sejatinya bukan merupakan sebuah produk nilai sampingan atau

semata-mata hanyalah sebagai imbas dari sebuah proses pendidikan atau

pembelajaran di dalam sebuah komunitas pembelajar. Melainkan karakter

adalah suatu tujuan utama dari sebuah proses panjang, lama, dan bertahun-tahun yang

dilaksanakan secara konsisten, sistemik, dan berkelanjutan melalui pendekatan

pendidikan dan kebudayaan dalam masyarakat berbangsa dan

bernegara, sehingga masyarakat memiliki cara pandang, cara berpikir, bersikap dan

berperilaku baik dan memiliki karakter positif/baik.

Masyarakat yang memiliki karakter yang baik adalah terlahir dari individu-individu

maupun personal-personal yang memiliki karakter baik pula. Bagaimana karakter yang

baik ini bisa ditanamkan dikeluarga, dibangun dalam pendidikan formal

(sekolah) dan bisa berkembang di masyarakat. Jawabanya ada pada sistem

pendidikan kita. Bagaimana sistem pendidikan kita beserta perangkat instrumen

8
lainnya mampu diterjemahkan dengan baik, mampu

diimplementasikan serta mudah dipahami oleh semua pelaku pendidikan.

Penerapan pendidikan karakter tidak bersifat parsial atau pragmatis ,tidak sebatas

pada proses belajarnya yang dipandu oleh RPP berkarakter, atau kurikuklum nya

semata, akan tetapi semua komponen yang ada dalam komunitas belajar harus

berorientasi pada pendidikan karakter. Penerapannya tidak bisa tertumpu pada mata

pelajaran pendidikan karakter saja. Pendidikan karakter dalam sebuah komunitas akan

berkaitan dengan anggaran atau pendanaan, kebijakan, kurikulum, program

kegiatan, link kemitraan, maupun sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam

penerapan pendidikan karakter. Selain itu pula pendidikan karakter harus

menyentuh setiap lapisan komunitas, yaitu tenaga administrasi,

pendidik/gr, siswa, orang tua dan staff lainnya yang ada yang merupakan bagian dari

sekolah.

Selanjutnya bagaimana semua memandang pendidikan karakter ini menjadi harga

mati untuk diterapkan di semua bagian masyarakat dan

kegiatan bermasyarakat, menjadi sebuah kebutuhan dalam setiap pundi

kehidupan dan organisasi serta menjadi suatu tujuan bersama yang ingin

dicapai dalam sistem pendidikan kita. Semua memiliki kesadaran yang utuh, bahwa

penerapan pendidikan karakter menjadi sebuah gerakan bersama dalam

membangun masyarakat yang berkarakter baik, memiliki jati diri dan memiliki harga

diri sebagai bangsa dan negara yang memiliki karakter yang kuat.

9
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Manusia sangat membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya dan saatnya

generasi muda mengambil sikap dan mampu melawan rasa malas terhadap belajar dan

mampu mengendalikan kekuasaan media televisi dan handphone yang sering kali

menyita jam belajar. Pendidikan merupakan investasi masa depan oleh karena itu

masyarakat berhak dan berkewajiban untuk mendapatkan dan mendukung pendidikan

yang baik. Mengingat akan pentingnya sebuah pendidikan untuk bekal di masa depan

perlu banyak dukungan yang selalu mensuport seperti hal nya lingkungan masyarakat

yang kondusif guna mendukung kegiatan belajar. Kesimpulannya adalah partisipasi

masyarakat terhadap proses belajar sangat berpengaruh. Masyarakat harus ikut

berpartisipasi dengan cara mau bekerja sama dengan mengkodisikan lingkungan sekitar

lingkungan yang mendukung suasana belajar.

Dengan strategi tersebut maka harapan yang diinginkan akan terpenuhi sejalan

dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah di dalam menempuh sebuah

pendidikan, kita tidak boleh melakukan pemaksaan kepada orang lain untuk

mempelajari dan menekuni pelajaran yang mereka tidak inginkan atau sukai dan juga

menanamkan kurikulum berbasiskan karakter ataupun pendidikan karakter yang

sejatinya bukan merupakan sebuah produk nilai sampingan atau semata-mata hanyalah

sebagai imbas dari sebuah proses pendidikan atau pembelajaran di dalam sebuah

komunitas pembelajar. Melainkan karakter adalah suatu tujuan utama dari sebuah

proses panjang, lama, dan bertahun-tahun yang dilaksanakan

secara konsisten, sistemik, dan berkelanjutan melalui pendekatan pendidikan dan

10
kebudayaan dalam masyarakat berbangsa dan bernegara, sehingga masyarakat

memiliki cara pandang, cara berpikir, bersikap dan berperilaku baik dan memiliki

karakter positif/baik.

11
DAFTAR PUSTAKA

1. Gigs, Tekno. “Rekonstruksi Sistem Pendidikan Indonesia dengan Penerapan Sistem

Focus on Subject” 21 November 2017.

http://tempo-institute.org/rekonstruksi-sistem-pendidikan-indonesia-dengan-penerapan-

sistem-focus-on-subject/

2. Kapti, Brigita. “Pentingnya Penerapan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat” 21

November 2017.

http://www.kompasiana.com/brigtakapti/pentingnya-penerapan-jam-belajar-di-lingkung

an-masyarakat_57164e83739373210cce459d

3. Nugroho Eko, Ramadhan. “Penerapan Sistem Pendidikan yang Baik

di Indonesia” 21 November 2017.

http://ramadhaneko01.blogspot.co.id/2016/05/penerapan-sistem-pendidikan-yang-baik.

html

12