Anda di halaman 1dari 19

TUGAS MATA KULIAH

PENGANTAR PENDIDIKAN
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
DOSEN : Dra. Sudilah Mangkuwiyata, M.Pd

KELOMPOK 3
Roniawan (1705095001)
Risna Zuyina (1705095006)
Amalia Nur Egajaya (1705095011)
Prayuda Aditya (1705095017)
Nining Fahilda (1705095023)
Rahma Sarita (1705095027)
Mellany Mislan (1705095033)
Dwi Aprilliana (1705095036)
Rifky Ibnu Abdul Aziz (1705095042)

PRODI BIMBINGAN KONSELING KELAS A

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MULAWARMAN

SAMARINDA

2017
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah


memberikan kesehatan, rahmat, serta karunia-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah tentang“sistem pendidikan nasional”

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa pentingnya


sistem pendidikan nasional itu, dan mengetahui begitu berperan pentingnya
sistem pendidikan nasional terhadap dunia pendidikan, kami sajikan berdasarkan
pengamatan dari berbagai sumber.

Makalah ini memuat tentang “ Sistem pendidikan nasional ” dan sengaja


dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat
dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.

Kami menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun guna sempurnanya makalah ini. Penyusun berharap semoga makalah
ini bisa bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca.

Samarinda, 16 September 2017

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................i
DAFTAR ISI................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................................1
B. Rumusan Masalah...................................................................................1
C. Tujuan......................................................................................................1
D. Manfaat...................................................................................................1

A. Pengertian Sisten Pendidikan Nasional...................................................2


B. Tujuan dan Fungsi Sistem Pendidikan Nasional.....................................3
C. Penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional.......................................4
1. Prinsip Penyelenggaraan Sistem pendidikan nasional........................4
2. Satuan dan Jalur Pendidikan...............................................................4
3. Program dan Pengelolaan Pendidikan................................................5
4. Kelembagaan Jenjang Program Pendidikan........................................6
5. Peserta Didik, Tenaga Kependidikan, SDK, Kurikulum....................7
D. Upaya pembangunan pendidikan nasional..............................................8
1. Jenis upaya pembaruan pendidikan....................................................8
2. Dasar dan aspek legal pembangunan pendidikan nasional...............12

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan...........................................................................................13
B. Saran......................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA

2
3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah suatu sistem dimana proses pengajaran terjadi di


dalamnya. Pendidikan juga sangat diperlukan untuk mencerdaskan anak bangsa
agar dapat memanjukan bangsanya. Oleh sebab itu dalam menyelenggarakan
pendidikan memerlukan suatu kesatuan yang mengaturnya. Tujuannya adalah
untuk memperoleh proses pendidikan yang berjalan dengan terstruktur.
Namun, faktanya sistem pendidikan yang ada sekarang ini, khususnya di
indonesia ternyata masih belum mampu sepenuhnya menjawab kebutuhan dan
tantangan global untuk masa yang akan datang. Program pemerataan dan
peningkatan kualitas pendidikan yang selama ini menjadi fokus pembinaan
masih menjadi masalah yang menonjol dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Salah satunya masalah internal yang mendasar dan bersifat komplek, selain itu
pula bangsa Indonesia masih menghadapi sejumlah problematika yang sifatnya
berantai sejak jenjang pendidikan mendasar smapai pendidiakn tinggi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa upaya untuk membangun sumber daya
manusia yang berdaya saing tinggi, berwawasan ilmu pengetahuan dan
tekhnologi, serta bermoral dan berbudaya bukanlah suatu pekerjaan yang
gampang, semua itu memerlukan partisipasi yang strategis dari berbagai
komponen, seperti: Pendidikan awal di keluarga, kontrol efektif dari
masyarakat dan pentingnya penerapan sistem pendidikan yang berkualitas oleh
Negara.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Sistem Pendidikan Nasional ?
2. Apa tujuan dan fungsi Sistem Pendidikan Nasional ?
3. Bagaimana penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional ?

C. Tujuan
1. Agar mengerti dan memahami apa itu sistem pendidikan nasional.
2. Agar mengerti tujuan dan fungsi sistem pendidikan nasional.
3. Agar mengetahui bagaimana sebebarnya penyelenggaraan sisitem
pendidikan nasional yang benar.

D. Manfaat
1. Menjadikan kita lebih memaknai sistem pendidikan nasional.
2. Lebih menghargai waktu yang ada demi tujuan dan fungsi sistem
pendidikan nasional.
3. Sebagai dasar dari penerapan sisitem pendidikan untuk kedepannya.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Sistem Pendidikan Nasional

Sistem pendidikan nasional merupakan salah satu bagian dari


perkembangan nasional diantara bidang kehidupan lainnya, seperti ideologi,
hukum dan pertahanan keamanan nasional. Sistem pendidikan juga dapat
diartikan sebagai suatu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan
aktivitas pendidikan yang berkaitan satu dengan lainnya untuk mengusahakan
terjadinya suatu tujuan pendidikan nasional. Dalam hal ini sistem pendidikan
nasional tersebut merupakan suatu suprasistem, yaitu suatu sistem yang besar
dan kompleks yang didalamnya mencakup dari beberapa bagian yang juga
merupakan sistem-sistem.
Menurut Sunarya (1969), pendidikan nasional adalah suatu sistem
pendidikan yang berdiri diatas landasan dan dijiwai oleh falsafah hidup suatu
bangsa dan tujuannya bersikap mengabdi kepada kepentingan dan cita-cita
nasional bangsa tersebu.
Menurut Departemen pendidikan dan Kebudayaan (1976), pendidikan
nasional adalah suatu usaha untuk membimbing para warga negara Indonesia
menjadi berkepribadian Pancasila, yaitu berpribadi berdasarkan ketuhanan
berkesadaran masyarakat dan mampu membudayakan alam sekitar.
Menurut UU RI No. 2 (1989) tentang sistem pendidikan nasional pada
bab 1 pasal 2 berbunyi : Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berakar
pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Dari penjelasan tersebut kami menyimpulkan bahwa sistem pendidikan adalah
kesatuan integral dari sejumlah unsur pendidikan yang saling berpengaruh,
terarah terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang akan menghasilkan
keluaran atau tamatan yang berkualitas demi kemanjuan bangsa dan negara.

2
B. Tujuan dan Fungsi Sistem Pendidikan Nasional
        
1. Tujuan sistem pendidikan nasional

       Tujuan Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang­
Undang Nomor 20 Tahun 2003 berfungsi mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif,   mandiri,   dan   menjadi   warga   Negara   yang   demokraris   serta
bertanggung jawab.

Selain itu tujuan sistem pendidikan nasional antara lain:


a. Mengarahkan untuk kesejahteraan bangsa
b. Mempersiapkan   tenaga   kerja   bagi   industrialis   di   masa   yang   akan
datang
c. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
d. Menanamkan   jiwa   patriotism   (SK   Menteri   Pendidikan   dan
Kebudayaan No. 104/Bhg 1 Maret 1946)
e. Membentuk manusia susila yang cakap, warga Negara demokratis dan
bertanggung jawab untuk mensejahterakan masyarakat dan tanah air
(UU No. 4 1950)
f. Mendidik anak ke arah terbentuknya manusia berjiwa pancasila (TAP
MPRS No. 2 Tahun 1966)
g. Meningkatkan   kualitas   Sumber   Daya   Manusia   Indonesia   seutuhnya
(TAP MPRS No. 2 Tahun 1988 GBHN)
h. Mencerdaskan   kehidupan   bangsa   dan   mengembangkan   manusia
seutuhnya (UU No. 2 1989)

2. Fungsi Sistem Pendidikan Nasional


a. Sebagai alat membangun pengembangan pribadi warga Negara,
kebudayaan dan bangsa Indonesia
b. Mengembangkan kemampuan serta meningkatnya mutu kehidupan dan
martabat bangsa dalam upaya mewujudkan tujuan nasional

3
C. Penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional

1. Prinsip Penyelenggaraan sistem pendiddikan Nasional


a. pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta
tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi HAM, nilai keagamaan,
nilai cultural, dan kemajemukan bangsa.
b. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu kesatuan yang sistematik
dengan sistem terbuka dan multi makna
c. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat
d. Pendidikan di selenggarakan dengan member keteladanan
membangun kemauan dan kreativitas peserta didik dan proses
pembelajaran
e. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya
membaca, menulis dan berhitung

2. Satuan dan Jalur pendidikan


Satuan pendidikan terbagi atas 2 jalur yaitu:
a. Jalur Pendidikan Sekolah
Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang
diselenggarakan di sekolahmelalui kegiatan belajar mengajar secara
berjenjang dan bersinambungan (pendidikan dasar, pendidikan
menengah, dan pendidikan tinggi).

b. Jalur Pendidikan luar Sekolah


Jalur pendidikan luar sekolah (PLS) merupakan pendidikan yang
bersifat kemasyarakatan yang diselenggarakn diluar sekolah melalui
kegaitan belajar mengajar yang tidak berjenjang dan tidak
bersinambungan, seperti kepramukaan,
berbagai kursus dan lain-lain.

4
3. Program dan Pengelolaan Pendidikan
a. Jenis program pendidikan
1. Pendidikan umum
Pendidikan umum adalah pendidikan yang mengutamakan
perluasan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dengan
pengkhususan yang di wujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa
pendidikan.

2. Pendidikan kejuruan
Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang mempersiapkan,
peserta didik untuk dapat bekerja pada bidang pekerjaan tertentu,
seperti bidang tehnik, jasa boga, busana, perhotelanadministrasi
perkantoran, dan lain-lain.

3. Pendidikan luar biasa


Pendidikan luar biasa merupakan pendidikan khusus yang
diselenggarakan untuk peserta didik yang menyandang kelainan
fisik dan mental.

4. Pendidikan kedinasan
Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan khusus yang
diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan dalam
pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai atau calon pegawai
suatu departemen pemerintah atau lembaga pemerintah
nondepartemen.

5. Pendidikan keagamaan
Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan khusus yang
mempersiapkan peserta didik untuk dapat melaksanakan peranan
yang menuntut penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran.
Pendidikan keagamaan dapat terdiri dari tingkat pendidikan
dasar,tingkat pendidikan menengah, dan tingkat pendidikan tinggi.

b. Muatan lokal
Muatan lokal adalah program pendidikan yang isi dan media
penyampaianya dikaitkan dengan lingkungan alam, lingkungan

5
sosial, dan lingkungan budaya serta kebutuhan daerah.

4. Kelembagaan Jenjang Program Pendidikan


a. Pendidikan umum dan kejuruan
Lembaga pendidikan umum dan kejuruan terdiri dari pendidikan
dasar, menengah dan tinggi. Pendidikan umum merupakan program
pendidikan yang lebih mengutamakan perluasan pengetahuan dan
pendidikan keterampilan peserta didik yang mewujudkan pada tingkat-
tingkat akhir masa pendidikan. Sedangkan kejuruan merupakan
pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja
dalam bidang tertentu.
 Pendidikan Dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap
dan kemampuan serta pengetahuan dan keterampilan dasar yang
diperlukan untuk hidup dalam masyarakat dan mempersiapkan
peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk melenjutkan
pendidikan menengah.
 Pendidikan Menengah adalah jenjang pendidikan lanjutan
pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri dari pendidikan
menengah umum dan kejuruan, Pendidikan menengah luar biasa,
kedinasan dan keagamaan. Fungsi pendidikan menengah adalah
untuk mempersiapkan peserta didik melanjutkan dan meluaskan
pendidikan dalam dunia kerja dan pendidikan tinggi
 Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan lanjutan pendidikan
menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik
menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik
dan professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan
menciptakan ilmu pengetahuan teknologi dan kesenian.

6
5. Peserta Didik, Tenaga Kependidikan, SDK, Kurikulum

a. Peserta Didik
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha
mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran pada
jalur pendidikan baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun
pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan
tertentu. Peserta didik juga dikatakan sebagai seseorang yang belum
dewasa yang sengaja di didik untuk menjadi lebih baik dan di
harapkan dapat mengembangkan bakatnya, sehingga pendidik dapat
menuntun agar lebih mendalami lagi di bidang bakat anak tersebut.

b. Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan adalah tenaga atau pegawai yang bekerja pada
satuan pendidikan selain tenaga pendidikan bertugas melaksanakan
administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan
teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.
Pengelolaan, satuan pendidikan. Pengelola satuan pendidikan, pemilik,
pengawas, peneliti dan pengembang di bidang pendidikan.

c. SDK
Sumber daya kependidikan dilaksanakan oleh pemerintah masyarakat,
keluarga. Selain itu, fasilitas pendukung seperti perpustakaan,
laboratorium, dan sebagainya menjadi sarana penunjang kebutuhan
pencapaian tujuan.

d. Kurikulum
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan
yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang
berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta
pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Disusun untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan keserasianya dengan

7
lingkungan, Kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan IPTEK
serta kesenian
sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan.

D. Upaya pembangunan pendidikan nasional

1. Jenis upaya pembaruan pendidikan


Pembaruan yang terjadi meliputi landassan yuridis, kurikulum dan
perangkat penunjangnya, struktur pendidikan, dan tenaga kependidikan

a. Pembaruan landasan yuridis


Pembaruan landasan yuridis berhubungan dengan hal-hal yang bersifat
mendasar (fundamental) dan yang bersifat prinsipal.

b. Pembaruan kurikulum
Ada dua faktor pengendali yang menentukan arah pembaruan
kurikulum, yaitu yang sifatnya mempertahankan dan yang mengubah,
faktor tersebut antara lain:
 Pertama ialah landasan filosifis, yaitu falsafah bangsa
Indonesia, yaitu pancasila dan UUD 1945 dan landasan historis
 Kedua yaitu yang bersifat mengubah ialah landasan sosial dan
landasan psikologis

Pembaruan kurikulum dapat dilihat dari segi orientasinnya, strategi,


isi/program, dan metodenya
1. Kurikulum 1947, kurikulum ini terdapat dua hal pokok antara
lain:
 Daftar mata pelajaran dan jam pengajaran
 Gari-garis besar pengajaran

2. Kurikulum 1952, kurikulum ini merupakan penyempurna


kurikulum sebelumnya, merinci pada setiap mata pelajaran.
Kurikulum ini setiap tingkat pendidikan harus memperhatikan
hal-hal berikut:
 Pendidikan pikiran harus dikurangi
 Isi pelajaran harus dihubungkan terhadap kesenian
 Pendidikan watak

8
 Pendidikan jasmani
 Kewarganegaraan dan masyarakat

Maka setelah undang-undang pendidikan dan pengajaran No.


04 tahun 1950 maka lahirlah hal-hal penting:
 Kurikulum pendidikan rendah ditujukan untuk menyiapkan
anak memilik dasar-dasar pengetahuan kecakapan dan
ketangkasan baik lahir maupun batin serta mengembangkan
bakat dan kesukaanya.
 Kurikulum pendidikan menengah ditujukan untuk
menyiapkan pelajar kependidikan tinggi serta mendidik
tenaga-tenaga ahli dalam berbagai lapangan khusus sesuai
dengan bakat masing-masing dan kebutuhan masyarakat.
 Kurikulum pendidikan tinggi ditujukan untuk menyiapkan
pelajaran agar dapat menjadi pimpinan dalam masyarakat
dan dapat memlihara kemajuan ilmu dan kemajuan
kemasyarakatan.

3. Kurikulum 1964, ciri-ciri kurikulum ini, pemerintah mempunyai


keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk
pembekalan pada jenjang SD. Seg\hingga pembelajaran
dipusatkan pada program pancawardhana, yaitu pengembangan
moral, kecerdasan, emosional, atau artistik,keterampilan dan
jasmani.

4. Kurikulum 1968, kurikulum ini lebih menitik beratkan pada


mempertinggi mental-moral-budi pekerti dan memperkuat
keyakinan beragama, mempertinggi kecerdasan dan
keterampilan, membina atau mengembangkangkan fisik yang
kuat dan sehat.

5. Kurikulum 1975, prinsip pelaksanaan kurikulum ini


menggunakan prinsip-prinsip diantaranya sebagai berikut:
 Beorientasi pada tujuan
 Menganut pendekatan integrative
 Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya

9
dan waktu
 Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal
dengan prosedur pengembangan sistem instruksional (PPSI)

6. Kurikulum 1984, kelebihan dari kurikulum ini antara lain:


 Bersifat komprehesif
 Adanya strategi desentralisasi disamping yang sentralisasi
 Disediakanya program yang bervariasi
 Adanya penekanan pada keterampilan proses dengan
menggunakan pendekatan CBSA dan peranan evaluasi
formatif dalam proses pembelajaran
 Adanya upaya perampingan kurikulum yang memungkinkan
pemilihan dan penyajian materi yang esensial

7. Kurikulum 1994, dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum


1984 dan dilaksanakan sesuai dengan undang-undang no.2 tahun
1989 tentang sistem pendidikan nasional. Hal ini berdampak
pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan
mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan.

8. Kurikulum 2004, kurikulum ini mengharapkan agar siswa yang


mengikuti pelajaran disekolah memiliki kompetensi ialah pada
perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, nilai serta sikap
yang ditunjukkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.
Kurikulum ini memiliki cirri sebagai berikut:
 Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik
secara individual maupun klasikal, beorientasi pada hasil
belajar dan keberagaman
 Kegiatan belajar menggunakan pendekatan dan metode
bervariasi, sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga
sumber belajar lainya yang mememuhi unsur edukatif.

10
9. Kurikulum 2006,kurikulum ini disusun untuk menjalankan
amanah yang tercantum dalam undang-undang Republik
Indonesiam No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional dan peraturan pemerintahan Republik Indonesia No. 19
tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Kurikulum
2006, pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi dan
kompetensi dasar. Guru dituntut mampu mengembangkan sendiri
silabus dan penilaian sesuai kondisi sekolah dan daerahnya. Hasil
pengembangan dari semua mata pelajaran dihimpun menjadi
sebuah perangkat dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP)

10. Kurikulum 2013, kurikulum Ini memiliki tiga aspek penilaian,


yaitu aspek pengetahuan, aspek sikap dan perilaku. Di dalam
kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat
materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan.

c. Pembaruan pola masa studi


Perubahan pola masa studi sebagai suatu pertanda adanya pembaruan
pendidikan berupa penambahan (perpanjangan masa studi) ataupun
pengurangan (perpendekan masa studi). Perubahan pola tersebut
dilakukan untuk tujuan dan alasan-alasan tertentu.

d. Pembaruan tenaga kependidikan


Tenaga kependidikan adalah tenaga yang bertugas menyelenggarakan
kegiatan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola,
dan/ atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan.
Pembaruan terhadap komponen tenaga kependidikan dipandang sangat
penting karena pembaruan pada komponen-komponen lain tanpa
ditunjang oleh tenaga-tenaga pelaksana yang kompeten tidak aka nada

11
artinya.

2. Dasar dan aspek legal pembangunan pendidikan nasional


Dasar dan aspek legal pembanguna pendidikan nasional berupa
ketentuan-ketentuan yuridis yang menjadi dasar, acuan, serta mengatur
penyelenggaraan sistem pendidikan nasional.
Pancasila seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945
merupakan kepribadian, tujuan, dan pandangan hidup bangsa, oleh karena
itu sistem pendidikan nasional yang mempunyai misi mencerdaskan
kehidupan bangsa, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945,
berlandaskan pancasila dan berdasar pada UUD 1945.
Dalam TAP MPR No. IV/MPR/1973 s.d TAP MPR RI No.
II/MPR/1993 dengan jelas dikemukakan program uymum pembaruan dan
pembangunan pendidikan. Di dalam semua ketetapan itu terlihat adanya
kesinambungan yang mencakup program utama pembangunan pendidikan,
yaitu:
 Perluasan dan pemerataan kesempatan mengikuti pendidikan
 Peningkatan mutu pendidikan
 Peningkatan relevansi pendidikan
 Peningkatan efisiensi dan efektivitas pendidikan
 Pengembangan kebudayaan
 Pembinaan generasi muda

Program pokok pembangunan pendidikan yang dinyatakan dalam


GBHN tersebut juga memberi pedoman bagi upaya merealisasikan pasal
31 dan pasal 32 UUD 1945 yakni bahwa:
 Tiap-tiap warga negara mendapat pengajaran
 Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem
pengajaran nasional
 Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia

12
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan
yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan
nasional. Pendidikan di Indonesia mempunyai landasan ideal adalah
Pancasila, landasan konstitusional ialah UUD 1945, dan landasan
operasional ialah ketetapan MPR tentang GBHN
Sistem pendidikan nasional juga memiliki tujuan dan fungsi dimana kita
menjadi bangsa yang maju dengan pendidikan yang berkualitas dan dapat
melahirkan generasi bangsa yang cerdas.
Penyelenggaraan sistem pendidikan nasional tersebut juga di tunjang
dengan pengajaran dan perkembangan IPTEK yang ada sehingga semua
itu menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi.
B. Saran
Penyelenggaraan sistem pendidikan nasional harus di tingkatkan lagi dan
untuk masyarakat dimohon ikut berpartisipasi dalam memajukan
pendidikan di indonesia. Sedangkan untuk pemerintah diharapkan agar
dalam pembuatan sistem pendidikan nasional ini hendaknya melibatkan
pihak-pihak yang dapat ikut dalam memajukan pendidikan nasional.

13
DAFTAR PUSTAKA
Prof. Dr. umar tirtarahardja& Drs. S. L. La Sulo “pengantar pendidikan” ; jakarta
http://www.ilmusahid.com/2016/08/makalah-sistem-pendidikan-nasional.html
http://makalahsistempendidikanasional.blogspot.co.id/
http://nur-afifah-nugraheni.blogspot.co.id/2013/06/makalah-sistem-pendidikan-
nasional.html
http://zakiaputeri94.blogspot.co.id/2013/07/makalah-sistem-pendidikan-
nasional.html
http://www.madrasahberkah.com/2016/06/11-macam-perubahan-kurikulum-
di.html?m=1

14
15