Anda di halaman 1dari 13

TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA

TAHUN AKADEMIK 2018/2019

MODUL 2
Pemeriksaan Titik Lembek Aspal dengan Alat Cincin dan Bola (Ring and
Ball)
(SNI 2434:2011)
(ASTM D 36-95)

1. Dasar Teori
Yang dimaksud dengan titik lembek yaitu suhu pada saat bola baja dengan berat
tertentu mendesak turun suatu lapisan aspal yang tertahan dalam cincin, sehingga
aspal tersebut menyentuh pelat dasar yang terletak di bawah cincin pada
ketinggian 1 inchi (2,44 mm) akibat dari kecepatan pemanasan tertentu.

Titik lembek sangat penting digunakan pada saat pengaspalan hotmix. Pada
pengerjaan dilapangan, titik lembek diperlukan pada saat pencampuran aspal
dengan agregat, karena pada kondisi panas aspal memerlukan suhu tertentu untuk
mencapai panas optimum sehingga pencampuran antara aspal dengan agregat
dapat tercapai dan tidak terjadi bleeding.

Percobaan ini diciptakan karena pelembekan bahan-bahan aspal tidak terjadi


secara sekejap pada suhu tertentu, tetapi lebih merupakan perubahan suhu. Oleh
sebab itu, setiap prosedur yang digunakan untuk menentukan titik lembek aspal
hendaknya mengikuti sifat tersebut, artinya penambahan suhu pada percobaan
hendaknya berlangsung secara gradual dalam jenjang yang halus.

Bila pemadatan dilakukan pada kondisi terlalu panas, maka akan menyebabkan
sulit tercapainya kepadatan yang optimal karena campuran selalu bergerak bila
dipadatkan. Bila pemadatan dilakukaan pada kondisi terlalu dingin, dapat
mengakibatkan terjadi keretakan, rongga-rongga yang tidak terkendali campuran
menjadi homogen mengakibatkan kepadatan tidak optimal dan pencampuran sulit
dilaksanakan.

Kelompok 3 – Fachrul Wajdi Karim (24111610011) Bab - Halaman


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

Spesifikasi SNI 2434:2011 tentang titik lembek untuk aspal keras pen 40 adalah
51°C (minimum) dan 63°C (maksimum), sedangkan pen 60 adalah
48°C (minimum) dan 58°C (maksimum).

Titik lembek aspal dan ter berkisar antara 30º-200ºC. Dalam pengujian titik
lembek ini diharapkan titik lembek hendaknya lebih tinggi dari suhu permukaan
jalan sehingga tidak terjadi pelelehan aspal akibat temperatur permukaan jalan,
untuk itu dilakukan usaha untuk mempertinggi titik lembek antara lain dengan
menggunakan filler terhadap campuran beraspal.

2. Maksud
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui suhu dimana aspal mulai lembek
dengan menggunakan alat ring and ball dimana suhu ini akan menjadi acuan
dilapangan atas kemampuan aspal menahan suhu yang terjadi untuk tidak lembek
sehingga dapat mengurangi daya lekat.

3. Peralatan
Adapun beberapa macam alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai
berikut :
a. Softening Point Test
Berfungsi sebagai tempat memanaskan aspal dan meletakan termometer.

Gambar 3. Softening Point Test

Kelompok 3 – Fachrul Wajdi Karim (24111610011) Bab - Halaman


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

b. Dudukan Bahan Uji, Lengkap dengan Pengarah Bola dan Pelat Dasar
Berfungsi sebagai tempat meletakkan cincin yang berisi aspal

Gambar 3.... Dudukan Bahan Uji, Pengarah Bola dan Pelat Dasar
c. Tabung Gas dan Regulator
Berfungsi sebagai bahan bakar dan sambungan alat softening point test.

Gambar 3. Tabung Gas dan Regulator

d. Pemantik
Digunakan untuk menyalakan alat softenning point test

Gambar 3. Pematik

Kelompok 3 – Fachrul Wajdi Karim (24111610011) Bab - Halaman


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

e. Gelas Ukur 1000 ml


Berfungsi sebagai wadah penampung air dan es batu.

Gambar 3. Gelas Ukur 1000 ml


f. Penjepit
Berfungsi sebagai alat untuk menjepit cawan

Gambar 3. Penjepit
g. Cawan
Berfungsi sebagai wadah untuk aspal ketika dipanaskan

Gambar 3. Cawan

Kelompok 3 – Fachrul Wajdi Karim (24111610011) Bab - Halaman


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

h. Sendok Stainless
Digunakan untuk menuangkan aspal pada cawan.

Gambar 3. Sendok Stainless


i. Thermometer
Berfungsi untuk mengukur suhu saat praktikum.

Gambar 3. Thermometer
j. Stopwatch
Berfungsi untuk mengukur waktu saat dilakukan pengujian.

Gambar 3. Stopwatch

Kelompok 3 – Fachrul Wajdi Karim (24111610011) Bab - Halaman


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

k. 2 Set Cincin Kuningan


Berfungsi sebagai tempat cetakan aspal.

Gambar 3.2 Set Cincin Kuningan


l. 2 Set Bola Baja
Berfungsi untuk memberikan beban pada aspal

Gambar 3. 2 Set Bola Baja


m. Pelat Kuningan
Berfungsi sebagai alas untuk ketika mencetak aspal dengan cicin
kuningan.

Gambar 3. Pelat Kuningan

Kelompok 3 – Fachrul Wajdi Karim (24111610011) Bab - Halaman


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

n. Palu
Berfungsi sebagai memecahkan es batu.

Gambar 3. Palu
4. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu:
a. Aspal Pen 60/70

Gambar 3... Aspal Pen 60/70


b. Gliserin

Gambar 3.... Gliserin


c. Dekstrin

Gambar 3.... Dekstrin

Kelompok 3 – Fachrul Wajdi Karim (24111610011) Bab - Halaman


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

d. Air Bersih dan Es Batu 800 ml

Gambar 3.... Air Bersih dan Es Batu 800 ml

5. Prosedur Praktikum
Prosedur Percobaan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
a. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan;
b. Sambungkan selang gas pada alat softening point test;
c. Panaskan dan aduk aspal dalam cawan hingga mencair
d. Lumuri pelat dan cincin kuningan dengan gliserin dan dekstrin secara
merata;
e. Isi gelas ukur terlebih dahulu dengan air dan es batu hingga sebanyak
800 ml;
f. Tunggu sampai suhu air mencapai 50C, ukur suhu tersebut dengan
mengunakan thermometer;
g. Letakan 2 set cincin kuningan diatas cetakan kuningan
h. Tuangkan aspal kedalam cincin kuningan hingga hampir terisi penuh,
i. Setelah mengeras aspal dalam cincin tersebut pasang dan atur cincin
kuningan berisi aspal diatas dudukan dan letakan bola baja diatas
cincin kuningan, kemudian masukan dudukan bahan uji yang
diatasnya terdapat cincin kuningan berisi aspal dan bola baja kedalam
gelas ukur;
j. Letakkan thermometer pada alat dudukan hingga masuk kedalam air
untuk mengukur suhu
k. Letakan gelas ukur yang sudah berisi air dan peralatan pada softening
point test lalu nyalalakan api

Kelompok 3 – Fachrul Wajdi Karim (24111610011) Bab - Halaman


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

l. Perhatikan pertambahan suhu dan catat waktu apabila suhu bertambah


pada setiap kelipatan 50C;
m. Titik lembek aspal ditandai dengan dengan bola baja sudah menembus
aspal dan jatuh kedasar pelat dudukan bahan uji, amati suhu dan waktu
ketika bola baja tersebut jatuh;
n. Catat hasil pengujian pada formulir tabel yang telah disediakan;
o. Setelah itu rapihkan dan bereskan kembali peralatan yang telah
digunakan.

Kelompok 3 – Fachrul Wajdi Karim (24111610011) Bab - Halaman


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

6. Pelaporan
Tabel 3. Pemeriksaan Titik Lembek Aspal dengan Alat Cincin dan Bola (Ring
and Ball)
LABORATORIUM PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK ASPAL DENGAN ALAT CINCIN DAN BOLA
(RING AND BALL)
: Pemeriksaan Titik Lembek Aspal dengan Alat Cincin dan Bola
Proyek
(Ring and Ball)
Lokasi : Laboratorium Perkerasan Jalan
Tanggal : 29 November 2018
Dikerjakan oleh : Fachrul Wajdi Karim (kelompok 3)
Hasil Pemeriksaan Titik Lembek Aspal dengan Alat Cincin dan Bola (Ring and Ball)
1) Hasil Data Pengamatan
Waktu
No. Suhu yang Diamati (˚C)
Sampel 1 Sampel 2
0
1 5 0 0
0
2 10 02:40,50” 02:40,50”
0
3 15 03:06,47” 03:06,47”
0
4 20 02:41,41” 02:41,41”
5 250 02:56,80” 02:56,80”
0
6 30 02:19,04” 02:19,04”
0
7 35 02:09,69” 02:09,69”
8 400 02:18,12” 02:18,12”
2) Hasil Data Pengamatan Titik Lembek setiap Sampel
No. Benda Uji Suhu (˚C) Waktu
0
1 Sample 1 41 27:16,00”
0
2 Sampel 2 40 27:65,00”

Kelompok 3 – Fachrul Wajdi Karim (24111610011) Bab - Halaman


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

7. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah di lakukan, kedua sampel aspal meleleh pada
sampel suhu 41°C pada waktu 27:16,00 detik dan pada sampel 2 aspal meleleh
pada pada suhu 40 °C pada waktu 21:65,00 detik . Menurut SNI 2434:2011 titik
lembek untuk campuran aspal pen 60 yang diisyaratkan adalah 48°C -
58°C , aspal pen 40 adalah minimum 51oC dan maksimum 63oC. maka dapat
disimpulkan aspal yang di uji tidak sesuai dengan standar dan tidak dapat
digunakan sebagai bahan pekerasan jalan, karena hasil pengujiannya kurang dari
batas suhu yang sesuai dengan ketentuan sehingga dikhawatirkan aspal akan
mudah meleleh sebelum mencapai suhu ekstrimnya. Serta selisih antara kedua
sampel, suhu menurut SNI 2434:2011 tidak boleh melebihi dari 1°C dan didapat
hasil dari praktikum adalah 1°C. Jadi suhu memenuhi kriteria.

Kelompok 3 – Fachrul Wajdi Karim (24111610011) Bab - Halaman


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

8. Lampiran (Dokumentasi Praktikum)

Gambar3. Proses Memanaskan Bahan Uji


Proses memanaskan aspal dilakukan di atas alat Softening Point Test hingga
mencair.

Gambar 3. Menaburkan Gliserin dan Dekstrin


Proses menaburkan gliserin dan dekstrin pada plat kuningan dan cincin kuningan
agar aspal tidak mudah untuk dilepaskan

Gambar3. Menuangkan Aspal.


Aspal dituangkan kedalam 2 set ring kuningan secara merata

Kelompok 3 – Fachrul Wajdi Karim (24111610011) Bab - Halaman


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

Gambar 3. Mengukur Suhu


Mengukur suhu campuran air dan es hingga mencapai 50C Pada Gelas Ukur
Menggunakan thermometer

Gambar3. Prose Pemasangan 2 Set Cincin Kuningan .


Pemasangan 2 set cincin kuningan pada dudukan bahan uji sebelum
dimasukan kedalam gelas ukur

Gambar3. Pengujian sampel 1 dan 2


Proses pengujian dengan cara memanaskan sampel 1 dan 2 untuk uji titik
lembek

Kelompok 3 – Fachrul Wajdi Karim (24111610011) Bab - Halaman