Anda di halaman 1dari 2

AHMAD MUTALIB

G3A018032 WOC BBLR


Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram ditimbang satu jam setelah lahir tanpa memandang masa gestasi

Etiologi

1. Prematur Manifestasi
2. DIsmateurisasi
1. Berat kurang dari 2.500 gram
2. Panjang kurang dari 45 cm
3. Lingkar dada <30 cm dan lingkar kepala <33 cm
4. Umur kehamilan <37 minggu
5. Kulit tipis, transparan, rambut lanuago banyak, lemak
berkurang
Resiko Infeksi daya tahan Prematuris, dismaturis, KMK 6. Otot hipotonik lemah dan pernafasan tidak teratur dapat
terdjadi apnea
Gangguan sirkulasi uretoplasenta 7. Ekstremitas : paha abduksi, sendi lutut fleksi
8. Pernafasan 40-50 kali permenit dan nadi 100-140x/ menit
Insufisiensi plasenta

Suplai nutrien dan O2 tidak adekuat

Gangguan pertumbuhan intraurine Fungsi organ paru

Pertumb dinding dada blm sempurna

Permukaan tubuh Vaskuler paru imatur


relatif lebih luas Jaringan lemak subkutan Immatur organ pencernaan Imaturiras paru
lebih tipis
Refleks isap, telan dan Alveoli sulit mengembang Insufisiensi pernafasan
batuk belum sempurna
Kehilangan panas melalui kulit
Ketidakefektifan
Intake menurun pola nafas
Resiko
ketidakseimbangan Ketidakseimbangan
suhu tubuh nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
DAFTAR PUSTAKA
PENATALAKSANAAN PEMERIKSAAN PENUNJANG KOMPLIKASI
Hockenberry, M. J., & Wilson, D.
1. Mempertahankan 1. Pemeriksaan diagnostik 1. Gangguan Pernafasan (2009). Essential of pediatric
suhu badan bayi a) Leukosit 2. Gangguan Metabolik nursing (Eighth ed.). Canada:
2. Pengaturan dan b) Hematokrit 3. Gangguan Imunitas Mosby elsevier.
c) Hb
pengawasan intake 4. Gangguan Sistem
d) Bilirubin
nutrisi (ASI) Peredaran darah Hidayat, A. A. (2008). Pengantar
e) Pemantauan elektrolit (Na, K, Cl)
3. Pencegahan infeksi ilmu kesehatan anak. Jakarta:
f) Pemeriksaan AGD
4. Penimbangan berat 2. Pemeriksaan Penunjang. Penerbit Salemba Medika.
badan a) Pemeriksaan gula darah
b) Pemeriksaan darah rutin Nurarif, amin huda & hardhi
5. Pemberian oksigen
c) Pemeriksaan Ballard scor kusuma. 2013. Aplikasi Asuhan
6. Pengawasan jalan
Keperawatan Diagnosa medis &
nafas
NANDA NIC NOC.
7. Tali pusat dalam
Yogyakarta:Mediaction
keadaan bersih Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari
Kebutuhan Tubuh

 Berikan ASI/PASI dengan metode Ketidakefektifan Pola Nafas


yang tepat
Resiko Ketidakseimbangan Suhu Tubuh  Kaji maturasi refleks berkenaan  Monitor tanda tanda vital
dengan pemberian makan  Pertahankan jalan nafas yang
 Monitor tanda-tanda (misalnya menghisap, menelan paten
hipertermi dan hipotermi Resiko Infeksi
dan batuk).  Auskultasi suara nafas, catat
 Rawat bayi dengan suhu  Timbang berat badan setiap hari
 Hindari bayi dari orang-orang adanya suara nafas
lingkungan sesuai.  Auskultasi adanya bisisng usus,
yang terinfeksi kalau perlu rawat kaji status fisik dan pernapasannya. tambahan
 Hindarkan bayi kontak dalam incubator.  Monitor suhu, warna dan
 Cata intake dan output,
langsung dengan benda  Cuci tangan sebelum dan sesudah kelembaban kulit
monitor pemberian nutrisi.
sebagai sumber dingin/panas. kontak dengan bayi.  Kolaborasi dalam pemberian  Berikan oksigen dengan
 Ukur suhu bayi setiap 3 jam  Lakukan tehnik aseptik dan total parentral nutrision jika diperlukan metode yang sesuai
atau kalau perlu. antiseptik bila melakukan
 Ganti popok bila basah. prosedur invasive
 