Anda di halaman 1dari 9

BAB IV

STUDI KASUS

Seorang ahli keuangan diminta oleh seorang investor untuk menentukan ukuran risiko
kredit investasi obligasi PT Bank Mandiri Tbk dan PT Pegadaian, sehingga investor
dapat mempertimbangkan apakah aman atau tidak untuk berinvestasi pada obligasi
perusahaan tersebut sehingga proporsi uang yang akan diinvestasikan seorang
investor dapat menghasilkan risiko yang minimum.

4.1 Sumber Data


Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data
tahunan total liabilitas anggota obligasi yang bersumber dari Indonesia Stock
Exchange (IDX). Data obligasi diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA)
dari http://www.ibpa.co.id/. Data yang digunakan adalah:
1. Total liabilitas (hutang) dari anggota obligasi.
2. Rating obligasi.
3. Harga obligasi (Face Value).
4. Tahun terbit (Settle date) dan tahun jatuh tempo (Maturity Date) obligasi.
Hal ini didasari pemikiran bahwa ada suatu kemungkinan yang akan dialami oleh
investor pada saat akan menginvestasikan uangnya pada beberapa obligasi,
dihadapkan pada rating, face falue dan maturity date yang sama.Dalam penentuan
sampel obligasi perusahaan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah obligasi
PT Bank Mandiri, Tbk dan PT Pegadaian. Detail lebih lanjut kedua obligasi akan
ditampilkan dalam Tabel 4.1

Tabel 4.1 Detail Obligasi Perusahaan

Obligasi I Obligasi II
Perusahaan PT Bank Mandiri, Tbk PT Pegadaian, Tbk
Rating idAAA idAAA
Nama Obligasi Obligasi Berkelanjutan I Obligasi Berkelanjutan III
Bank Mandiri Tahap II Pegadaian Tahap I Tahun
Tahun 2017 Seri A 2017 Seri C

Face Value Rp 1.000.000.000.000,00 Rp 1.000.000.000.000,00


Kupon 8% 7,7%
Jangka Waktu Obligasi 5 Tahun 5 Tahun
Tahun Diterbitkan 2017 2017
Tahun Jatuh Tempo 2022 2022

4.2 Return
Pada kasus ini menggunakan data liabilitas tahun 2008-2016. Sehngga didapat data
return sebanyak 8 return. Seperti perhitungan return sebagai berikut:

𝑅1 = 𝐿𝑁(𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 2009/𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 2008)



𝑅8 = 𝐿𝑁(𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 2016/𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 2015)
Karena pada studi kasus ini menggunakan dua obligasi koorporasi yaitu PT.
Pegadaian. Tbk dan PT. Bank Mandiri. Tbk maka ditentukan return nya sebagai
berikut,
Return PT. Pegadaian. Tbk
13320005940000
𝑅1 = 𝐿𝑁 ( ) = 1.509
8828086800000

30396979217052
𝑅8 = 𝐿𝑁 ( ) = 1.142
26625016230451

Return PT. Bank Mandiri. Tbk


359318341000000
𝑅1 = 𝐿𝑁 ( ) = 1.096
359318341000000

885336286000000
𝑅8 = 𝐿𝑁 ( ) = 1.120
790571568000000

4.2 Portofolio
4.3 Volatilitas
Volatilitas data liablitas PT. Pegadaian. Tbk dan PT. Bank Mandiri. Tbk adalah
sebagai berikut:

PT Pegadaian
(1.509−1.178)2 +⋯+(1.142−1.178)2
𝜎 =√ = 0.174865769
8−1

PT Bank Mandiri. Tbk


(1.096−1.132)2 +⋯+(1.120−1.132)2
𝜎 =√ = 0.023961187
8−1
Portofolio
𝜎𝐴𝐵
((1,509 − 1,178) × (1,096 − 1,132) + ⋯ + (1,142 − 1,178) × (1,120 − 1,132))
=
8−1
= −0.003564887

4.4 Recovery Rate


Recovery Rate, 𝛿(𝑡), dihitung dari nilai total aset pada waktu ke-t (𝑉𝑡) dibagi dengan
face value (𝑊0) karena 𝑉𝑡 > 𝑅𝑝1,000,000,000,000.00, maka 𝛿(𝑡) = 1
Perusahaan Total Aset
Pegadaian. Tbk Rp 46,873,892,014,561.00
Bank Mandiri Tbk Rp 1,038,706,009,000,000.00

4.5 Penyelesaian Studi kasus


a. Obligasi Tunggal
Langkah-langkah:
1. Uji Normalitas data
Untuk kasus ini peneliti menggunakan uji lillifors menggunakan software
Microsoft Excel versi 2010. Yang mana hasilnya didapat sebagai berikut
PT Pegadaian. Tbk
a. Uji Hipotesis:
𝐻0 = 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑑𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖𝑏𝑢𝑠𝑖 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙
𝐻1 = 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑑𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖𝑏𝑢𝑠𝑖 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙
b. Tingkat signifikansi
𝛼 = 0,05
c. Kriteria pengujian
𝐻0 ditolak jika 𝐿ℎ𝑡𝑖𝑢𝑛𝑔 > 𝐿𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙
d. Statistik uji
Xi Zi F(zi) F(si) F(zi)-F(si) abs F(Zi)-F(si)
0.97 -1.22 0.11208 0.13 -0.01 0.0129
1.04 -0.76 0.22252 0.25 -0.03 0.0275
1.08 -0.55 0.29002 0.38 -0.08 0.0850
1.10 -0.43 0.33442 0.50 -0.17 0.1656
1.14 -0.21 0.41790 0.63 -0.21 0.2071
1.28 0.56 0.71118 0.75 -0.04 0.0388
1.30 0.72 0.76374 0.88 -0.11 0.1113
1.51 1.89 0.97078 1.00 -0.03 0.0292
e. Perhitungan
Didapat bahwa 𝐿ℎ𝑡𝑖𝑢𝑛𝑔 = 0,2071 dan 𝐿𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 0,285, untuk tabel L terlampir.
Maka didapat 𝐿ℎ𝑡𝑖𝑢𝑛𝑔 (0,2071) > 𝐿𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (0,285)
f. Kesimpulan
𝐻0 diterima, Sehingga data berdistribusi Normal

PT Bank Mandiri Tbk


a. Uji Hipotesis:
𝐻0 = 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑑𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖𝑏𝑢𝑠𝑖 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙
𝐻1 = 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑑𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖𝑏𝑢𝑠𝑖 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙
b. Tingkat signifikansi
𝛼 = 0,05
c. Kriteria pengujian
𝐻0 ditolak jika 𝐿ℎ𝑡𝑖𝑢𝑛𝑔 > 𝐿𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙
d. Statistik uji
Xi Zi F(zi) F(si) F(zi)-F(si) abs F(Zi)-F(si)
1.10 -1.53 0.06337 0.13 -0.06 0.0616
1.11 -1.06 0.14558 0.25 -0.10 0.1044
1.12 -0.52 0.30024 0.38 -0.07 0.0748
1.13 0.08 0.52993 0.50 0.03 0.0299
1.13 0.09 0.53730 0.63 -0.09 0.0877
1.15 0.70 0.75759 0.75 0.01 0.0076
1.15 0.75 0.77391 0.88 -0.10 0.1011
1.17 1.49 0.93153 1.00 -0.07 0.0685
e. Perhitungan
Didapat bahwa 𝐿ℎ𝑡𝑖𝑢𝑛𝑔 = 0,1044 dan 𝐿𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 0,285, untuk tabel L
terlampir. Maka didapat 𝐿ℎ𝑡𝑖𝑢𝑛𝑔 (0,1044) > 𝐿𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (0,285)
f. Kesimpulan
𝐻0 diterima, Sehingga data berdistribusi Normal

2. Menentukan probabilitas kegagalan


Karena PT Pegadaian dan PT Bank Mandiri Tbk memiliki rating yang sama
yaitu idAAA dan memiliki time horizon (selisih maturity date dengan tahun
sekarang) yaitu 5 tahun, maka probabilitas default berdasarkan Tabel 3.1 yang
akan dialami perusahaan obligasi tersebut adalah c1 = d1 sebesar 0,35%.

3. Menentukan nilai Expected Credit Exposure (ECE), Value at Risk (VaR),


Expected Credit Loss (ECL) dan Worst Credit Loss (WCL).
Dalam menentukan nilai Expected Credit Exposure (ECE), Value at Risk (VaR),
Expected Credit Loss (ECL) dan Worst Credit Loss (WCL), terlebih dahulu
diketahui tingkat kepercayaan yaitu 95%, maka dapat diketahui nilai dibawah ini,
(1 − 𝑎) = 0,05
𝑍(1 − 𝑎) = 1,645
𝑊0 = 𝑅𝑝 1.000.000.000.000,00
ℎ𝑝 = 5 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛

Setelah diketahui data diatas maka dapat ditentukan nilai Expected Credit
Exposure (ECE), Value at Risk (VaR), Expected Credit Loss (ECL) dan
Worst Credit Loss (WCL) untuk obligasi PT Pegadaian. Tbk dan PT Bank
Mandiri. Tbk berikut:
PT Pegadaian. Tbk
Pada tahap perhitungan ini digunakan rumus yang terdapat pada BAB
pembahasan sebelumnya, sehingga didapat nilai sebagai berikut:
𝐸𝐶𝐸 = 𝑅𝑝 1.000.000.000.000,00
1⁄
𝑉𝑎𝑅 (5, 0,95) = 1,645 × 5 2 × 0,174865769 × 𝑅𝑝 1.000.000.000.000,00
= Rp 643.214.321.034,28
𝐸𝐶𝐿 = 𝑅𝑝 1.000.000.000.000,00 × 0,35
= 𝑅𝑝 350.000.000.000,00

𝑊𝐶𝐿 = 𝑅𝑝 643.214.321.034,28 × 0,35


= 𝑅𝑝 225.125.012.362.00
PT Bank Mandiri. Tbk
Pada tahap perhitungan ini digunakan rumus yang terdapat pada BAB
pembahasan sebelumnya, sehingga didapat nilai sebagai berikut:
𝐸𝐶𝐸 = 𝑅𝑝 1.000.000.000.000,00
1⁄
𝑉𝑎𝑅 (5, 0,95) = 1,645 × 5 2 × 0,023961187 × 𝑅𝑝 1.000.000.000.000,00
= Rp 88.137.195.055,31
𝐸𝐶𝐿 = 𝑅𝑝 1.000.000.000.000,00 × 0,35
= 𝑅𝑝 350.000.000.000,00
𝑊𝐶𝐿 = 𝑅𝑝 88.137.195.055,31 × 0,35
= 𝑅𝑝 30.848.018.269,36

4. Mengukur risiko kredit investasi obligasi dengan menggunakan pendekatan


metode CVaR.
Menentukan nilai CVaR digunakan rumus yang terdapat pada BAB
pembahsan sebelumnya sehingga didapat nilai sebagai berikut:
PT Pegadaian. Tbk
𝐶𝑉𝑎𝑅 = 𝑅𝑝 225.125.012.362.00 − 𝑅𝑝 350.000.000.000,00
= −𝑅𝑝 124.874.987.638.00
PT Bank Mandiri. Tbk
𝐶𝑉𝑎𝑅 = 𝑅𝑝 30.848.018.269,36 − 𝑅𝑝 350.000.000.000,00
= −𝑅𝑝 319.151.981.730,64

b. Obligasi Portofolio
1. Melakukan uji normalitas multivariat data return total liabilitas portofolio.

2. Mencari nilai pembobot optimal pada masing-masing obligasi untuk


memperoleh risiko yang minimum dengan menggunakan metode Mean
Variance Efficient Portfolio (MVEP).
Bobot atau proporsi yang diberikan pada masing-masing aset diperoleh dari
perhitung-an menggunakan metode Mean Variance Efficient Portfolio
(MVEP). Dengan menggunakan persamaan:
118.4374413 734.3825909 1
[ ][ ]
𝑤1 734.3825909 6307.858998 1 0.1080194
[ ]= =[ ]
𝑤2 118.4374413 734.3825909 1 0.8919806
[ 1 1] [ ][ ]
734.3825909 6307.858998 1
𝑤1= bobot atau proporsi obligasi PT Pegadaian
𝑤2 = bobot atau proporsi obligasi PT Bank Mandiri
Berdasarkan hasil perhitungan, bobot atau proporsi yang diberikan pada
masing-masing obligasi yaitu sebesar 10,802 % untuk Obligasi Ber-
kelanjutan III Pegadaian Tahap I Tahun 2017 Seri C dan 89,198 % untuk
Obligasi Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap II Tahun 2017 Seri A. Dengan
menggunakan bobot tersebut dihasilkan portofolio yang optimal yaitu
portofolio yang memiliki varian minimum

3. Menentukan probabilitas kegagalan (probability of default) menggunakan


Tabel Global Corporate Average Cumulative Default Rates (1981 – 2016).
Karena PT Pegadaian dan PT Bank Mandiri Tbk memiliki rating yang sama
yaitu idAAA dan memiliki time horizon (selisih maturity date dengan tahun
sekarang) yaitu 5 tahun, maka probabilitas default berdasarkan Tabel 3.1
yang akan dialami perusahaan obligasi tersebut sebesar 0,35%.

4. Menentukan nilai Expected Credit Exposure (ECE), Value at Risk (VaR),


Expected Credit Loss (ECL) dan Worst Credit Loss (WCL).
Pertama, untuk menentukan nilai Expected Credit Exposure (ECE), Value at
Risk (VaR), Expected Credit Loss (ECL) dan Worst Credit Loss (WCL),
terlebih dahulu diketahui nilai berikut:
(1 − 𝑎) = 0,05
𝑍(1 − 𝑎) = 1,645
𝑊0 = 𝑅𝑝 1.000.000.000.000,00
ℎ𝑝 = 5 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
𝑉𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 = −0.003564887

Setelah mencari nilai diatas, kemudian dilakukan perhitunganuntuk mencari


CVaR sebagai berikut:
𝐸𝐶𝐸 = 𝑅𝑝 1.000.000.000.000,00
Mencari nilai 𝐸𝐶𝐸 dilakukan terlebih dahulu dikarenakan nilai 𝐸𝐶𝐸 dan
nilai yang diketahui sebelumnya dapat mencari nilai 𝑉𝑎𝑅 dengan rumus
yang ada pada pembahasan bab sebelumnya. Sehingga nilai 𝑉𝑎𝑅 adalah
sebagai berikut:
1
𝑉𝑎𝑅 (5, 0,95) = 1,645 × 5 ⁄2 × −0.003564887 × 𝑅𝑝 1.000.000.000.000,00
= −Rp13.112.836.434.64
Kemudian dilakukan perhitungan mencari 𝐸𝐶𝐿 dengan rumus yang sudah
ada sebelumnya sebagai berikut:
𝐸𝐶𝐿 = 𝑅𝑝 1.000.000.000.000,00 × 0,35 = 𝑅𝑝 350.000.000.000,00

Nilai 𝑊𝐶𝐿 dicari dengan melihat nilai dari 𝑉𝑎𝑅 sehingga didapat hasil
dibawah ini:
𝑊𝐶𝐿 = −𝑅𝑝 13.112.836.434.64 × 0,35 = −𝑅𝑝 4.589.492.752.12
5. Mengukur risiko kredit investasi obligasi dengan menggunakan pendekatan
metode CVaR.
Setelah menentukan nilai Expected Credit Exposure (ECE), Value at Risk
(VaR), Expected Credit Loss (ECL) dan Worst Credit Loss (WCL). Maka
dapat ditentukan nilai Credit Value at Risk (CVaR) berdasarkan nilai 𝑊𝐶𝐿
dan 𝐸𝐶𝐿 yang telah didapat sebelumnya. Dengan hasil sebagai berikut:
𝐶𝑉𝑎𝑅 = −𝑅𝑝 4.589.492.752.12 − 𝑅𝑝 350.000.000.000,00
= −𝑅𝑝354.589.492.752.12