Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Usaha seseorang untuk selalu memenuhi kebutuhan hidupnya selalu
dilakukan sejak zaman dahulu kala. Sebelum adanya jual beli seseorang
memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bertukar barang dengan orang lain yang
memeliki barang yang ia butuhkan (barter). Namun, barter bukanlah hal yang
efisien bagi seseorang untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena
terkadang barang yang ditukar tidak seimbang nilainya dengan barang yang
didapat. Seiring berkembangnya zaman akhirnya didapat satuan pengukur nilai
suatu barang yaitu uang. Setelah orang-orang mengenal uang maka sistem
barter tidak lagi berlaku, akan tetapi yang ada adalah sistem jual beli.
Pasar merupakan salah satu tempat krusial yang tidak dapat lepas
dari kehidupan manusia. Manusia dalam memenuhi kebutuhannya pasti
membutuhkan pasar, karena seperti yang kita ketahui, di pasar lah barang
kebutuhan manusia tersedia. Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem,
institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual
barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.
Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah
seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini
adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item
pertukaran. Menurut organisasinya pasar dapat dibedakan menjadi 2, yaitu pasar
persaingan sempurna, dan pasar persaingan tidak sempurna. Pasar persaingan
tidak sempurna dibagi lagi menjadi 3 bagian yaitu pasar monopoli, pasar
monopolistik, dan pasar oligopoli. Pada kesempatan kali ini, kita akan
membahas tentang pasar monopolistik. Melihat dari jenis barang yang
termasuk di dalamnya, pasar tipe ini merupakan salah satu pasar yang begitu
dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Persaingan sempurna dan monopoli sangat jarang terjadi dalam dunia
nyata, karena hampir semua perusahaan tunduk pada persaingan. Walaupun
hampir semua perusahaan dihadapkan pada sejumlah pesaing yang sangat
banyak yang memproduksi produk-produk subtitutnya, perusahaan-perusahaan
masih mempunyai kendali terhadap harga output mereka. Mereka tidak bisa
menjual semua yang mereka inginkan pada suatu tingkat harga yang tetap,
demikian juga mereka tidak akan kehilangan semua penjualan mereka jika
mereka meningkatkan sedikit harga produk mereka. Dengan kata lain hampir
semua perusahaan menghadapi kurva permintaan yang berslope menurun.
Produsen yang berhasil dalam menjalankan suatu usaha tidak akan
menutup kemungkinan usaha tersebut akan diikuti oleh orang lain. Apalagi
didukung oleh sumber daya alam yang melimpah yang memungkinkan
untuk seseorang memproduksi barang dengan jumlah yang banyak. Indonesia
merupakan Negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah sehingga
dengan mudah setiap produsen mendapat bahan untuk berproduksi. Ketika
banyak produsen memproduksi barang yang sama, walaupun dengan
kemasan, merk dan kualiatas yang berbeda. Maka disnilah terjadi pasar
persaingan monopolistik.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian pasar persaingan monopolistik.
2. Apa saja Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik.
3. Bagaimana Keseimbangan dalam pasar persaingan monopolistik.
4. Bagaimana Penilaian atas pasar persaingan monopolistik.
5. Bagaimana Persaingan selain harga dalam pasar persaingan monopolistik.
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat diketahui bahwa tujuan
penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui Pengertian pasar persaingan monopolistik.
2. Untuk mengetahui Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik.
3. Untuk mengetahui Keseimbangan dalam pasar persaingan monopolistik.
4. Untuk mengetahui Penilaian atas pasar persaingan monopolistik.
5. Untuk mengetahui Persaingan selain harga dalam pasar persaingan
monopolistik.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pasar Persaingan Monopolistik


Pasar Persaingan Monopolistik adalah suatu pasar dimana tedapat banyak
produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak (differentiated product).
Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang
dihasilkan pasti memilki karakter tersendiri yang membedakan dengan produk
lainnya. Contoh : shampoo, pasta gigi, dan lain-lain. Meskipun fungsi semua
shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut akan tetapi stiap produk yang
dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus misalnya perbedaan
aroma, perbedaan warna, aroma, kemasan dan lain-lain.
Pada pasar monopolisik produsen memiliki kemampuan untuk
mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar
monopoli dan oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang
dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak
akan mudah berpindah ke merek yang lain, dan tetap memilih merek tersebut
walau produsen menaikkan harga. Contohnya sepeda motor yang ada di
Indonesia, produk sepeda motor memang bersifat homogen, tetapi masing-
masing memiliki ciri khas sendiri. Sebutkan saja sepeda motor Honda dimana
ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan
pada mesin yang staabil dan jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap merek memiliki
pelanggan setia masing-masing.
Pada pasar persaingan Monopolistik harga bukanlah faktor yang bisa
mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra
yang baik di dalam benak masyarakat sehingga membuat mereka mau membeli
produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap
penjualan perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif
mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.
B. Ciri-ciri Pasar Persaingan monopolistik
1. Terdapat Banyak Penjual
Terdapat cukup banyak penjual dalam pasar persaingan monopolistik
namun demikian ia tidaklah sebanyak seperti dalam pasar persaingan
sempurna.
2. Barangnya Bersifat Berbeda Corak
Ciri ini sifat yang paling penting dalam membedakan antara pasar
persaingan monopolistik dan persaingan sempurna. Seperti telah diterangkan,
dalam persaingan sempurna prodksi berbagai perusahaan adalah serupa. Oleh
karenanya sukar untuk membedakan yang mana yang merupakan produksi
sesuatu perusahaan dan yang mana pula produksi perusahaan lainnya.
Produksi dalam pasar persaingan monopolistik berbeda coraknya
(diferentiated product) dan secara fisik mudah dibedakan diantara produksi
suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya. Disamping perbedaann
dalam bentuk fisik barang tersebut terdapat pula perbedaan-perbedaan dalam
pengemasannya, perbedaan dalam bentuk “jasa perusahaan setelah
penjualan” (after sale service), dan begitu juga dalam cara pembayarannya.
Sebagai akibat dari perbedaan-perbedaan ini barang yang diproduksikan oleh
perusahaan- perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik bukanlah
barang yang bersifat pengganti sempurna (perfect subtitute) kepada barang
yang di produksikan perusahaan lain. Mereka hanya merupakan pengganti
yang dekat atau close subtitute. Perbedaan dalam sifat barang yang dihasilkan
inilah yang menjadi sumber dari adanya kekuasaan monopoli walaupun kecil
yang dimiliki oleh perusahaan dalam persaingan monopolistik.
3. Perusahaan Mempunyai Sedikit Kekuasaan Mempengaruhi Harga.
Berbeda dengan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna yang
tidak mempunyai kekuasaan dalam mempengaruhi harga, perusahaan dalam
pasar persaingan monopolistik dapat mempengaruhi harga. Namun demikian,
kekuasaan mempengaruhi harga relative lebih kecil, kalau dibandingkan
dengan perusahaan oligopoli dan monopoli, sehingga perbedaan ini
menyebabkan pembeli semakin bersifat memilih.
4. Kemasukan kedalam Industri Relatif Mudah.
Semua perusahaan dapat memasuki atau meninggalkan pasar ini tanpa
hambatan apapun. Perusahaan yang akan masuk dan menjalankan usaha
didalam pasar persaingan monopolistik tidak akan banyak mengalami
kesukaran. Tetapi dalam memasuki pasar tidaklah semudah seperti dalam
pasar persaingan sempurna.
5. Persaingan Promosi Penjualan sangat Aktif
Untuk mempengaruhi citarasa pembeli para pengusaha melakukan
persaingan bukan harga ( non-price competition), tetapi lebih mengarah pada
mutu dan desain produk melakukan kegiatan iklan yang terus menerus,
memberikan syarat penjualan yang menarik dan sebagainya.
C. Diferensiasi Produksi
Setiap perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik akan berusaha
untuk memproduksikan barang yang mempunyai sifat yang khusus dan yang
dapat dengan jelas dibedakan dari produksi perusahaan-perusahaan lainnya.
Maka dalam pasar akan terdapat berbagai barang yang dihasilkan suatu industri
yang mempunyai corak, mutu, desain, mode, dan merek yang berbeda-beda.
Terdapatnya berbagai variasi dari suatu jenis barang adalah sifat istimewa dari
pasar persaingan monopolistik yang tidak terdapat dalam persaingan sempurna.
Kepada setiap perusahaan, barang yang berbeda-beda sifat
tersebut akan menjadi daya penarik khusus keatas barang yang diproduksinya.
Segolongan konsumen tertentu akan lebih suka membeli barangnya (walaupun
harganya lebih mahal) kalau dibandingkan dengan barang-barang yang sejenis
yang dihasilkan produsen-produsen lain. Dengan demikian diferensiasi produksi
dapat mnciptakan suatu bentuk kekuasaan monopoli. Dengan menghasilkan suatu
barang tertentu yang berbeda dari barang lainnya, perusahaan menciptakan suatu
penghambat kepada perusahaan-perusahaan lain untuk menarik para
langganannya.
Kepada para konsumen, barang yang sejenis tetapi berbeda corak tersebut
menimbulkan suatu keuntungan pula, yaitu pilihan mereka untuk membeli
sesuatu barang menjadi lebih beraneka ragam. Ini memungkinkan mereka
memilih barang yang benar-benar sesuai dengan keinginannya.
D. Promosi Penjualan Melalui Iklan
Didalam perusahaan-perusahaan modern kegiatan mempersiapakan dan
membuat iklan adalahsuatu bagian penting dari usaha untuk memasarkan hasil
produksinya. Perusahaan melakukan kegiatan pengiklanan untuk mencapai salah
satu atau gabungan dari tiga tujuan yang dinyatakan dibawah ini:
1. Untuk memberikan informasi mengenai produk
2. Untuk menekankan kualitas suatu produk secara persuasif
3. Untuk memelihara hubungan baik dengan para konsumen
E. Pengaruh Iklan Dan Biaya Produksi Dalam Pasar Persaingan Monopolistik
Iklan dapat menaikkan ataupun menurunkan biaya produksi per unit yang
tergantung dari perubahan permintaan yang terjadi sebagai akibat kegiatan
pengiklanan yang dilancarkan. Apabila permintaan menjadi sangat bertambah
elastis, maka besar kemungkinan biaya produksi per unit akan menjadi lebih
rendah. Namun, kemungkinan lain dapat berlaku bahwa pada umumnya iklan
menyebabkan kenaikan biaya produksi. Perbedaan pendapat ini dapat
diterangkan dengan menggunakan gambar berikut ini.
Gambar Kurva Pengaruh iklan ke atas biaya produksi, harga dan tingkat
produksi.
Keterangan:
AC = Biaya rata – rata jangka panjang dari suatu perusahaan monopolistik
sebelum lakukan kegiatan pengiklanan.
D1 = Permintaan ke atas barang yang di produksi oleh perusahaan.
A = Keseimbangan jangka panjang yang di capai perusahaan
monopolistik.
P1 = Harga pasar
Q1 = Jumlah barang yang akan diproduksikan perusahaan monopolistik.
Apabila perusahaan melakukan pengiklanan biaya produksi akan menjadi
tinggi dan ini mencerminkan oleh kenaikan kurva biaya rata-rata dari AC
menjadi AC1. Pada waktu yang sama usaha mempromosikan penjualan melalui
iklan tersebut menyebabkan permintaan ke atas produksi perusahaan bertambah.
Apabila permintaan tersebut bertambah dari D1 ke D2, keseimbangan jangka
panjang yang sekarang adalah ditunjukkan oleh titik B. Dengan demikian telah
menyebabkan jumlah barang yang dijual bertambah dari Q1 ke Q2, akan tetapi
iklan tersebut menaikkan harga dari P1 menjadi P2. Berdasarkan kepada
keadaan yang baru diuraikan ini segolongan ahli ekonomi berpendapatan bahwa
iklan merupakan suatu penghamburan karena ia menaikkan biaya produksi tanpa
membuat suatu perubahan apa pun ke atas bentuk, berat dan mutu suatu barang.
Segolongan ahli ekonomi tidak sependapat dengan kesimpulan di atas dan
sebaliknya berpendapat bahwa iklan adalah sangat berguna karena ia akan dapat
menurunkan biaya produksi per unit. Promosi penjualan melalui iklan, menurut
mereka ,akan menyebabkan permintaan berubah dari D1 menjadi D3.maka
keseimbangan jangka panjang dari suatu perusaha monopolistis yang melakukan
kegiatan iklan akan dicapai dititik C. ini berarti iklan menaikkan jumlah
penjualan yang cukup banyak, yaitu dari Q1 menjadi Q3. Pertambahan penjualan
yang banyak ini menyebabkan biaya produksi per unit semakin rendah, dan
memungkinkan perusahaan menjual barangnya pada harga yang lebih rendah dari
harga pada waktu belum ada iklan (P1), yaitu harga penjualan yang sekarang
adalah P3.
Kebaikan, pandangan yang mendukung pengiklanan:
1. Pengiklanan membantu konsumen untuk membuat keputusan yang
lebih baik dalam menentukan jenis produk.
2. Iklan akan menggalakkan kegiatan memperbaiki mutu suatu produk.
3. Iklan membantu membiayai perusahaan komunikasi massa seperti
radio, televisi, surat kabar dan majalah.
4. Iklan menaikkan kesempatan kerja.
Keburukan, pandangan yang mengkritik pengiklanan:
1. Promosi secara iklan adalah suatu penghamburan.
2. Iklan tidak selalu memberikan informasi yang benar.
3. Iklan bukan cara efektif untuk menambah jumlah pekerjaan dalam
perekonomian.
4. Iklan dapat menjadi penghambat terhadap perusahaan baru yang
masuk kedalam industry.
Dari pernyataan diatas dapat dilihat penilaian tentang kebaikan dan
keburukan iklan atau sampai dimana iklan memberi sumbangan kepada
masyarakat. Dengan demikian, untuk menghindari keburukan iklan diperlukan
untuk memaksimumkan efek positif dari pengiklanan diantaranya melalui:
 Iklan harus memberikan keterangan yang benar dan jujur mengenai produk
yang dipromosikannya.
 Diperlukan untuk membuat peraturan yang bertujuan mengawasi
perusahaan dalam membuat iklan
Kegiatan pengiklanan harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak
menjadi penghambat bagi perusahaan baru untuk masuk kedalam pasar tersebut.
F. Keseimbangan Dalam Pasar Persaingan Monopolistik
Ciri-ciri persaingan monopolistik seperti yang diterangkan dalam bagian
sebelumnya menimbulkan pengaruh yang cukup penting keatas corak yang
dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan monopolistik. Kurva permintaan
yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah lebih
elastis dari yang dihadapi monopoli, tetapi elastisnya tidak sampai mencapai
elastis sempurna. Maka pada hakikatnya kurva permintaan keatas barang
produksi perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah bersifat menurun
secara sedikit demi sedikit (lebih mendatar dan bukan turun dengan curam). Oleh
karena kurva permintaan dalam persaingan monopolistik tidak bersifat elastis
sempurna.
Keseimbangan Jangka Pendek
Oleh karena kurva permintaan adalah menurun sedikit demi sedikit dan
akibatnya kurva MR tidak berimpit dengn kurva permintaan, keseimbangan yang
dicapai suatu perusahaan dalam persaingan pasar monopolistik adalah sama
dengan didalam monopoli. Bedanya, didalam monopoli yang dihadapi adalah
permintaan dari seluruh pasar, sedangkan dalam persaingan monopolistik
permintaan yang dihadapi perusahaan adalah sebagian dari keseluruhan
permintaan pasar.
Dua keadaan perusahaan monopolistik ditujukan dalam gambar diatas.
Yang ditunjukkan dalam gambar (a) adalah keadaan dimana perusahaan
memperoleh keuntungan. Keuntungan yang maksimum akan diperoleh apabila
perusahaan memproduksi pada tingkat dimana keadaan MC=MR tercapai. Maka
keuntungan maksimum tercapai apabila jumlah produksi adalah Q dan pada
tingkat produksi ini tingkat harga adalah P. Segi empat PABC menunjukkan
jumlah keuntungan mkasimum yang dinikmati perusahaan monopolistik. Dalam
gambar (b) yang ditunjukkan adalah keadaan dimana perusahaan mengalami
kerugian. Kerugian akan dapat diminimumkan apabila keadaan MC=MR
tercapai, ini berarti perusahaan harus mencapai tingkat produksi sebanyak Q.
Pada tingkat produksi ini harga mencapai P. Besarnya kerugian yang diderita
digambarkan oleh kotak PABC.
Keseimbangan Jangka Panjang
Keuntungan lebih dari normal yang ditunjukkan dalam gambar diatas (a)
akan menarik perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri
tersebut. Dalam persaingan monopolistik tidak terdapat hambatan kepada
perusahaan-perusahaan baru. Maka keuntungan yang melebihi normalakan
menyebabkan pertambahan dalam jumlah perusahaan dipasar. Sebagai akibatnya
setiap perusahaan akan menghadapi permintaan yang semakin sedikit pada
berbagai tingkat harga. Ini berarti kemasukan perusahaan baru akan menggeser
kurva permintaan DD (dan tentunya juga kurva hasil penjualan marginal MR) ke
sebelah kiri, yaitu seperti yang ditunjukkan oleh anak panah dalam gambar diatas
(a). Kemasukan perusahaaan baru dan perpindahan kurva DD dan MR ke kiri,
akan terus berlangsung sehingga perusahaaan hanya mendapat keuntungan
normal saja. Dengan demikian, seperti halnya dengan perusahaan dalam pasar
persaingan sempurna, dalam persaingan monopolistik setiap perusahaan hanya
mendapat keuntungan normal didalam jangka panjang.
G. Kelebihan Dan Kelemahan Pasar Monopolistik
Adapun kelebihan dan kelemahan dari pasar monopolistik adalah sebagai
berikut:
Kelebihan:
a. Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen
untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
b. Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk
selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.
c. Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam
menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen
loyal terhadap produk yang dipilihnya.
d. Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar
kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.
Kelemahan:
a. Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari
segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak
memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
b. Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar
monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis
yang cukup tinggi.
c. Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan
meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk
yang harus dibayar oleh konsumen
Usaha pemerintah mengatasi keburukan, antara lain,
1. Membuat Undang-Undang/peraturan yang mencegah timbulnya monopoli
2. Menarik pajak tinggi kepada monopolis
4. Mengizinkan impor barang yang sama dengan barang monopolis
5. Ikut menentukan tinggi rendahnya barang
6. Membuat perusahaan sejenis.
H. Pandangan Lain Yang Menyokong Pengiklanan
Di samping karana biaya produksi yang mungkin akan menjadi lebih
rendah, golongan yang menekankan tentang kebaikan iklan mengemukakan
kebaikan berikut:
a) Pengiklanan membantu konsumen untuk membuat keputusan yang lebih baik
di dalam menentukan jenis‑jenis barang yang akan dibelinya.
Dengan iklan perusahaan‑perusahaan dapat menjelaskan kepada konsumen
tentang barang baru yang diproduksikan, atau barang lama yang telah
ditingkatkan mutunya. Di samping itu iklan dapat menerangkan kepada
konsumen tempat‑tempat di mana suatu barang dapat dibeli. Ini
mengurangi biaya dan menghemat waktu konsumen untuk mencari barang
tersebut.
b) Iklan akan menggalakkan kegiatan memperbaiki mutu suatu barang.
Dalam mempromosikan barangnya melalui iklan perusahaan berusaha
menonjolkan sifat‑sifat istimewa dari barang yang diproduksikannya. Maka
iklan memberi dorongan kepada perusahaan untuk mengembangkan hasil
produksinya sehingga mempunyai keistimewaan- keistimewaan tertentu kalau
dibandingkan dengan barang yang sama yang diproduksikan perusahaan lain.
c) Iklan membantu membiayai perusahaan komunikasi masa seperti radio,
televisi, surat kabar dan majalah.
Dengan membuat iklan dalam perusahaan‑perusahaan ini sebagian biaya
mereka akan dibayar oleh kegiatan pengiklanan. Ini dapat (i) mengurangi
subsidi pemerintah untuk membiayai kegiatan penyiaran radio dan televisi,
dan (ii) menurunkan harga surat kabar dan majalah, yaitu harganya
adalah lebih rendah dari yang akan diterapkan apabila tidak terdapat iklan.
d) Iklan menaikkan kesempatan kerja.
Telah ditunjukkan sebelum ini bahwa iklan akan menaikkan jumlah
produksi. Untuk menambah produksi, lebih banyak pekerja diperlukan.
Dengan demikian pengiklanan juga menyebabkan penggunaan tenaga kerja
bertambah banyak.
I. Pandangan Yang Mengkritik Pengiklanan
Selain mendapat sokongan karena menimbulkan beberapa keuntungan bagi
perusahaan dan masyarakat, iklan juga menjadi bahan kritik karena
memiliki beberapa sifat‑sifat yang negatif. Uraian berikut memberi
gambaran tentang beberapa kritik terhadap pengiklanan:
a) Promosi secara iklan adalah suatu penghamburan
Ia menaikkan biaya produksi per unit tanpa menimbulkan
perubahan apa pun ke atas suatu barang. Sebelum ini pandangan
tersebut telah diterangkan dengan menggunakan grafik. Pengkritik
pengiklanan menambah pula, walaupun pengiklanan akan menambah
penjualan suatu perusahaan pada waktu yang sama penjualan
perusahaan lain berkurang. Dengan demikian kalau ditinjau dari sudut
keadaan yang wujud di seluruh pasar, iklan tidaklah menaikkan jumlah
barang yang diproduksikan dan dijual kepada konsumen.
b) Iklan tidak selalu memberi informasi yang betul.
Tidak selalu iklan dibuat dengan jujur, dan menerangkan
sifat‑sifat sebenarnya dari barang yang diiklankan. Iklan yang
menyatakan bahwa sesuatu barang adalah lebih istimewa dari barang yang
sejenis yang tersedia di pasar, akan menarik- segolongan konsumen untuk
tidak menggunakan barang lain yang selalu, dibelinya pada masa lalu.
Apabila sifat barang yang dipromosikan melalui Man adalah lebih
buruk dari barang yang tidak dikonsumsi lagi oleh konsumen yang
bersangkutan, iklan merugikan konsumen tersebut.
c) Iklan bukanlah suatu cara yang efektif untuk menambah jumlah pekerjaan
dalam perekonomian
Terdapat cara lain yang akan dapat menambah jumlah pekerjaan
dengan lebih efektif. Misalnya, usaha menambah pekerjaan akan lebih
efektif hasilnya dengan menggunakan kebijakan fiskal dan moneter.
d) Iklan dapat menjadi penghambat kepada perusahaan‑perusahaan baru
untuk masuk ke dalam industri
Apabila kampanye iklan sangat berhasil dan produksi mengalami
pertambahan yang sangat besar, perusahaan lain akan mengalami
kekurangan permintaan dan efisiensi kegiatannya menurun. Menghadapi
kenyataan seperti itu perusahaan‑perusahaan baru menjadi lebih enggan
untuk masuk ke dalam industri tersebut.

J. Pengiklanan Suatu Kesimpulan


Dengan mengemukakan pandangan‑pandangan yang menjelaskan
buruk baiknya kegiatan pengiklanan, sekarang dapatlah dibuat penilaian tentang
sampai di manakah iklan memberikan sumbangan kepada masyarakat. Sudah
jelas bahwa iklan mempunyai beberapa kebaikan yang nyata, tetapi di
samping itu kelemahannya dapat dengan mudah ditunjukkan. Maka, untuk
memaksimumkan efek positif dari pengiklanan, haruslah efek‑efek buruk
yang mungkin timbul dihindarkan. Beberapa langkah penting untuk mencapai
tujuan tersebut adalah:
Iklan haruslah terutama bertujuan untuk memberi keterangan yang benar
dan jujur mengenai barang yang dipromosikan penjualannya. Peraturan‑peraturan
yang tujuannya mengawasi agar perusahaan-perusahaan membuat lebih banyak
iklan yang bersifat memberikan penerangan perlu dibuat. Kegiatan pengiklanan
harus diatur secara demikian rupa sehingga ia tidak menjadi penghambat
kepada perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri tersebut.
K. Peraturan Perusahaan Monopolistik
Apabila keseimbangan pada harga dan kuantitas output timbul
ketidakadilan, karena perusahaan belum berada pada AC minimum dan
harga yang harus dibayar oleh konsumen melebihi biaya marginalnya, maka
terdapat dua tindakan yang mungkin dapat dilakukan yaitu:
1. Pemerintah membuat peraturan tentang kebijakan harga hal ini
berhubungan dengan fungsi pemerintah sebagai pengawas pasar.
2. Pemerintah memberikan subsidi, hal ini berarti pada saat tertentu
pemerintah harus siap memberikan subsidi paling tidak sebesar
keuntungan produsen yang hilang atau keuntungan sama dengan nol.
Kedua kebijakan tersebut diperlukan agar perusahaan bekerja pada
MC=AC=P atau harga ditentukan seolah-olah dalam persaingan sempurna.
Pada kondisi ini monopolis tidak sepenuhnya menggunakan haknya untuk
membuat harga dan konsumen membayar barang sesuai dengan biaya
marginalnya.
L. Pemaksimuman Keuntungan Dalam Pasar Persaingan Monopolistik
Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan
monopolistik lebih elastis dari yang dihadapi monopoli. Tetapi tidak
sampai mencapai elastis sempurna sebagaimana kurva permintaan yang
dihadapi oleh perusahaan-perusahaan dalam pasar persainagn sempurna.
a) Pemaksimuman Keuntungan Jangka Pendek
Permintaan yang dihadapi perusahaan dalam persaingan monopolistik
adalah sebagian dari keseluruhan permintaan pasar. Keuntungan
maksimum akan dicapai apabila perusahaan terus berproduksi sampai
pada tingkat tercapainya MC=MR. Perusahaan akan memperoleh laba diatas
normal pada jangka pendek.
Keseimbangan yang dicapai suatu perusahaan dalam pasar persaingan
monopolistik adalah sama dengan keadaan keseimbangan dalam pasar
monopoli. Bedanya, dalam pasar persaingan monopoli yang dihadapi
adalah permintaan dari seluruh pasar, sedangkan dalam pasar persaingan
monopolistik, permintaan yang dihadapi perusahaan adalah sebagian
dari keseluruhan permintaan pasar.

Keuntungan Monopolistik Jangka Pendek


Contoh Soal:
Diketahui fungsi permintaan perusahaan “Herlambang” dalam
pasar persaingan monopolistic adalah P = 100 - 2Q. sedangkan fungsi
biayanya adalah TC = 5 + 2Q. dalam hal ini p = tingkat harga, q = tingkat
out put dan TC= biaya total. Tentukan kombinasi harga dan tingkat
produksi yang memaksimumkan keuntungan perusahaan. Hitunglah laba
yang diperoleh perusahaan.
Penyelesaian
P = 100 - 2Q
TR = PQ
TR = (100 - 2Q2)
MR = 100 - 4Q
MC = 2
Syarat tercapainya laba maksimum adalah MR = MC
100 - 4Q = 2
4Q = 98
Q = 24,5
Keuntungan Monopolistik Jangka Pendek
P = 100 - (2 x 24,5)
P = 51
π = PQ - TC
= (51x24,5) – (5 + 2x24,5)
= 1195,5

b) Pemaksimuman Keuntungan Jangka Panjang


Keuntungan yang melebihi normal menyebabkan pertambahan jumlah
perusahaan dipasar. Dengan demikian setiap perusahaan yang ada di pasar
akan menghadapi permintan yang semakin berkurang pada berbagai
tingkat harga. Sehingga keuntungan pun akan semakin menurun
ketingkat normal.
Bahkan akan merugi jika penerimaan marjinal lebih kecil dari biaya
marjinal (MR<MC).
Masuknya perusahaan-perusahaan baru mengakibatkan kurva
permintaan dan tentunya juga kurva MR perusahaan persaingan monopolistik
bergeser ke kiri. Masuknya perusahaan-perusahaan baru akan berlangsung
terus sehingga perusahaan hanya menerima keuntungan normal. Jadi, dalam
jangka panjang, perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik hanya
menerima keuntungan normal, seperti halnya perusahaan dalam pasar
persaingan sempurna. PL adalah sama dengan biaya total rata-rata (ATC) yang
berarti perusahaan memperoleh keuntungan normal. Sifat perusahaan
persaingan monopolistik ketika memperoleh keuntungan normal berbeda
dengan sifat perusahaan persaingan sempurna yang juga ketika memperoleh
keuntungan normal. Perbedaan tersebut adalah (1) harga jual produk dan biaya
produksi pada perusahaan persaingan monopolistik lebih tinggi dibanding pada
perusahaan persaingan sempurna, dan (2) kegiatan produksi pada perusahaan
persaingan monopolistik belum mencapai tingkat optimal (tingkat produksi
dengan biaya per unit paling rendah).
Akibatnya, jumlah perusahaan dalam pasar semakin sedikit jumlah
permintaan yang dihadapi perusahaanperusahaan yang masih ada menjadi
lebih besar. Ini berarti bahwa kurva permintaan akan bergeser ke kanan.
Kejadian keluarnya perusahaan dari pasar akan berlangsung terus sampai
perusahaan memperoleh keuntungan normal Dalam keadaan seperti ini tidak ada
lagi perusahaan yang masuk ke pasar dan juga tidak ada lagi yang keluar dari
pasar. keseimbangan jangka panjang perusahaan persaingan monopolistik.
Sifat-sifat perusahaan persaingan monopolistik demikian tentu akan
merugikan masyarakat, karena seandainya mereka beroperasi seperti
perusahaan persaingan sempurna maka masyarakat konsumen akan dapat
membeli produk dengan harga yang lebih rendah dan jumlah produk yang lebih
banyak.
Dalam jangka panjang, perusahaan dalam pasar persaingan
monopolistik hanya menerima keuntungan normal, seperti halnya perusahaan
dalam pasar persaingan sempurna.
Kurva keseimbangan jangka panjang,

Keuntungan Monopolistik Jangka Panjang

Di sinilah letak ketidakefisienan pasar persaingan monopolistik. Ada


dua penyebab ketidakefisienan pasar persaingan monopolistik, yaitu:
 Harga jual masih lebih besar dari biaya marjinal (P>MC)
 Kapasitas berlebih (Excess Capacity)

M. Penentuan Harga/Output Dalam Persaingan Monopolistik


Seperti tampak dari namanya, persaingan monopolistik mengandung unsur-
unsur monopoli dan persaingan sempurna. Aspek monopoli itu terdiri dari
persaingan monopolistik ditelaah dalam jangka pendek. Perhatikan gambar
6.5. Pada gambar tersebut, dengan kurva permintaan D1 dan kurva
penerimaan marjnal MR1, maka output optimum Q1 akan diperoleh pada titik di
mana MR1 = MC. Di sini, laba monopoli jangka pendek yangh diterima
adalah sama dengan P1LMAC1. Laba tersebut mungkin sebagai hasil
pengenalan suatu produk baru atau karena adanya permintaan yang sangat
tinggi.
Kombinasi harga/output dalam persaingan monopolistik

Namun demikian, sejalan dengan waktu, persaingan akan terangsang oleh


adanya laba monopoli jangka pendek ini, dan banyak perusahaan-perusahaa baru
yang akan memasuki industri tersebut. Oleh karena itu, aspek persaingan
dari persaingan monopolistik ini akan tampak dalam jangka panjang. Jika
semakin banyak perusahaan yang memasuki industri tersebut dan
menawarkan barang pengganti yang sangat dekat (tetapi tidak sempurna), maka
pangsa pasar (market share) dari mula-mula akan menurun. Ini berarti bahwa
permintaan perusahaan dan penerimaan marjinal (MR) akan bergeser ke kiri,
seperti D2 dan MR2 dalam gambar 6.5. Output optimal perusahaan tersebut (di
mana MR2 = MC) bergeser menjadi Q2, dan harga P2 sama dengan AC2, maka
laba ekonomis menjadi nol. Jika barang pengganti yang ditawarkan persis sama
(tidak hanya mendekati sama) maka dengan adanya perusahaan pendatang
baru, D2 akan lebih mendekati horisonta\
l dan keadaan persaingan sempurna, D3 dengan P3 dan Q3 akan terjadi.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pasar persaingan monopolistik adalah tempat bertemunya antara interaksi
permintaan dan penawaran dari banyak produsen dan konsumen untuk satu jenis
barang yang sama (homogen) secara universal, namun memiliki sifat barang yang
heterogen karena memilikidiferentited product, sehingga setiap produsen
memiliki kemampuan dalam mempengaruhi harga, terdapat persaingan secara
kualitas dan iklan, serta mudahnya produsen keluar masuk pasar.
Keseimbangan pasar monopolistik ada dua yaitu keseimbangan jangka
pendek dan keseimbangan jangka panjang. Ciri-ciri pasar persaingan
monopolistic: Terdapat banyak penjual/produsen dan pembeli/konsumen yang
terdapat dalam pasar, memiliki differentiated product yang diperjual-belikan,
adanya kemampuan produsen mempengaruhi harga, dan terdapat persaingan yang
ketat dalam kualitas dan iklan.
B. Saran
Demikianlah makalah yang dapat kami buat, pemakalah menyadari bahwa
dalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu
kritik dan saran yang membangun selalu pemakalah harapkan dari pembaca,
supaya dalam pembuatan makalah mendatang dapat lebih baik. Semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi kita. Amin
DAFTAR PUSTAKA

Mankiw, N. Gregory; et al. 2014.Pengantar Ekonomi Mikro. Jakarta: SalembaEmpat


Sukirno, Sandono. 1999. Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta :PT RajaGrafindo
Persada
Amin.al Zahra.2014. “persaingan monopolistik”(online),
http://seberkasbian.blogspot.com/2013/02/ekonomi-mikro-persaingan-monopolistik.html