Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM

ANALISIS OBAT DAN TANAMAN

OLEH :

Nama : Anggun Sri Anggi Nur


Sartini
Muhajaria
Wisda Yuliharti
Nurhaidah Muctahara .M.
Kelas /Kelompok : D3/IB
Asisten : Muh. Sujarwad, S.Farm.,Apt

PROGRAM STUDI SI FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MANDALA WALUYA

KENDARI

2018
A. Judul Percobaan
Pemeriksaan Makroskopik Sediaan Jamu

B. Tujuan
1. Untuk mengidentifikasi simplisia penyusun jamu secara
makroskopik/organoleptik
2. Untuk mengelompokkan simplisia penyusun sediaan jamu berdasarkan
khasiat dan kandungan kimianya.

C. Tinjauan Pustaka
Simplisia adalah bahan alami yang dipergunakan sebagai obat yang
belum mengalami pengolahan apapun juga kecuaili dinyatakan lain, berupa
barang yang dikeringkan (Amin, 2009).
Bahan alam merupakan zat kimia murni yang sering digunakan dalam
bentuk obat berizin. Senyawa-senyawa ini terkadang diproduksi secara sintesis
dan dikenal sebagai “senyawa identik alami” (jika itu khususnya) tetapi pada
awalnnya ditemukan dari obat-obat tanaman (Heinrich, M,2009).
Banyak alasan terjadinya peningkatan penggunaan obat herbal. Alasan
tersebut berkisar dari daya tarik produk dari alami dan persepsi bahwa produk
tersebt aman (atau paling tidak lebih aman dari pada obat konvensional, yang
sering diremehkan sebagai obat (Heinrich.2009).
Jamu merupakan salah satu bentuk pemanfaatan kekayaan hayati sejak
jaman dahulu hingga saat ini. Jamu bermanfaat untuk pemeliharaan kesehatan
secara tradisional dan akan terus dimanfaatkan meskipun saat ini berkembang
obat-obat kimia. Obat tradisional telah melekat dalam kehidupan budaya
bangsa Indonesi, sejarah dan pengalaman empiris menunjukan keunggulan
tertentu obat tradisional Indonesia yang dapat berkontribusi pada
pembangunan kesehatan (Tilaur, 2010)
Sediaan jamu umumnya terdiri dari beberapa jenis simplisia yang
berkasiat farmakologi, baik berbentuk rajangan kasar contohnya jamu godok,
maupun berbentuk halus atau serbuk, adapun dalam bentuk ekstrak herbal
terstandar bahkan sediian bahan alam tetlah berbentuk sediaan fitofarmaka
(seperti temulawak dan daun jambu) (Anonim, 2010)
Bentuk jamu rajangan atsu godok tidak banyak disediakan oleh produsen.
bentuk jamu yang lain adalah serbuk. Jamu serbuk yang diseduh merupakan
jenis jamu yang paling disukai aroma jamu dan serbuk terasa lebih tajam
dibandingkan jenis jamu lainnya (Handayani, 2008).

D. Prosedur Kerja
1. Alat yang digunakan :
- Timbangan
2. Bahan yang digunakan :
- Haksel pembanding
- Jamu godog
- Kertas perkamen
3. Cara kerja
Disiapakan alat dan bahan

Dikeluarkan bahan jamu dari kemasan


kemudian ditimbang berat totalnya.

Dilakukan pemeriksaan secara organoleptik


meliputi bentuk, warna, bau, rasa dan ukuran

Diamati satu persatu simplisia dalam sediaan jamu,


lalu dipisahkan menurut jenis simplisianya

Ditimbang berat masing-masing jenis simplisia


tersebut

Difoto simplisia yang diamati

Dibandingkan simplisia dari sediaan jamu


dengan haksel pembanding
Dihitung persentase dari masing-masing simplisia dalam jamu

Dituliskan klasifikasi, kandungan kimia, dan


khasiat dari masing simplisia jamu

E. Hasil Pengamatan
1. Nama jamu : Jamu Godog.

2. Foto jamu/ foto masing-masing haksel

Temulawak Mahkota dewa


Jamu Godog

Daun teh Kunyit Jahe


Daun kayu putih Biji kapulaga

Kayu secang
3. Bobot total jamu : 221 gram

4. Bobot dan presentase tiap sampel


No Nama sampel Bobot sampel (g) Presentase sampel (%)
1 Phaleria papuana fructus 53,78 gram 24,33 %
2 Curcuma zanthorriza 22,19 gram 10,04 %
3 Camellia sinensis folium 16,74 gram 7,57%
4 Curcuma longa rhizoma 41,81 gram 18,91%
5 Zingiberis officinde rhizome 64,32 gram 29,10%
6 Caesalpinia sappan caulis 4,62 gram 2,09%
7 Melaleuca leucadendron
9,05 gram 4,09%
folium
8 Amomum compactum
8,49 gram 3,84%
fructus

5. Pemeriksaan makroskopik
Nama Nama Organoleptik
No
Simplisa Indonesia Bentuk Bau Rasa Warna
Phaleria Padat
Mahkota Coklat
1 papuana dan Aromatik Pekat
dewa gelap
fructus kering
Keping
Curcuma tipis, Kuning
2 Temulawak Aromatik Pahit
zanthorriza ringan, coklat
keras
Camellia
Padat, Hijau,
3 sinensis Daun teh Aromatik Pahit
kering kecoklatan
folium
Curcuma
Padat, Pahit, Coklat
4 longa Kunyit Aromatik
kering pekat Kekuningan
rhizome
Zingiber Padat Pahit,
5 officinale Jahe dan Aromatik pekat, Kecoklatan
rhizome kering pedas
Caesalpina Kayu Padat Tidak Tidak Kuning
6
sappan secang dan berbau berasa kemerahan
caulis kering
Melaleuca Tipis
Daun kayu Hijau
7 leucadendron kering Aromatik Pahit
putih kecoklatan
folium panjang
Amomum
Biji Bulat
8 compactum Aromatik Pedas Hitam
kapulaga kecil
fructus

6. Rasionalisasi sediaan jamu


N Nama Nama Kandunga Aktivitas Efek
Famili
o simplisia spesies n kimia biologi samping
Sakit
Antibakte
kepala,
ri,
matinya
Phaleri Alkaloid, antiradan
Phaleria indera
a thymalaea saponin, g,
1 papuana parasa.
papuan ceae flavonoid, antioksid
fructus Menghamb
a polifenol an,
at
Antialerg
perkemban
i, kanker
gan janin
Kencing
Mual,
Kurkinoid, batu,
Curcu muntah,
Curcuma minyak maag,
ma Zingibera gelisah,
2 zanthorri atsiri, pati, asma,
xanthor ceae pendarahan,
za monoterpe sariawan,
riza kerusakan
n batuk,
ginjal
demam.
Camell Kafein 2- Sakit Kelebihan
Camellia
ia 3%, kepala, kalori,
3 sinensis Theoceae
sinensi teofilin, diare, kelebihan
folium
s tannin, kencing kafein,
xantin, manis, gangguan
minyak infeksi penyerapan
atsiri, saluran zat
polifeno; cerna,
antitoksik
,
penyubur
Anti
Minyak kanker,
Curcuma Curcu
zingiberacea atsiri, antivirus, Ruam dan
4 longa ma
e kurkumino antibakter gatal
rhizoma longa
id, mineral i anti
inflamasi
Zingberi Zingiran,
s Zingberis oleoresin,
zingiberacea Anti
5 officinal officinale dan Diare
e inflamasi
e .L senyawa
rhizome paradol
Agen
sitotoksik
Brazilin,
, anti
Caesalpi alkaloid,
tumor,
na Caesalpin Caesalpini flavonoid,
6 antimikro Alergi
sappan a sappan aceae saponin,
ba,
caulis tannin dan
antivirus,
terpen
anti
inflamasi
Melale Saponin, Obat
Melaleuca
uca Myrthace flavonoida sakit
7 cajuputi -
cajuput ae , tanin dan perut,
folium
i kandungan rematik,
utama nyeri
yaitu pada
minyak tulang
atsiri dan saraf
(neuralgia
), radang,
usus,
diare,
batuk,
demam,
sakit
kepala
dan sakit
gigi
Amomu obat
m batuk,
compact amandel,
um haid tidak
fructus teratur,
minyak mulas,
atsiri
tenggoro
Amomu dengan
komposisi kan gatal,
m Zingibera yaitu
8 radang -
compac ceae sineol,
terpineol, lambung,
tum .L borneol
demam,
bau
tubuh,
bau
mulut,
sesak
nafas, dan
influenza

F. Perhitungan
- Persentase sampel
Bobot total : 221 gram

𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
𝑅𝑢𝑚𝑢𝑠 = × 100 %
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙

1. Mahkota dewa
53,78 𝑔𝑟𝑎𝑚
= × 100 % = 24,33%
221 𝑔𝑟𝑎𝑚
2. Temulawak
22,19 𝑔𝑟𝑎𝑚
= × 100 % = 10, 04 %
221 𝑔𝑟𝑎𝑚
3. Daun teh
16,74 𝑔𝑟𝑎𝑚
= × 100 % = 7,57 %
221 𝑔𝑟𝑎𝑚

4. Kunyit
41,81 𝑔𝑟𝑎𝑚
= × 100 % = 18,91%
221 𝑔𝑟𝑎𝑚
5. Jahe
64,32 𝑔𝑟𝑎𝑚
= × 100 % = 29,10%
221 𝑔𝑟𝑎𝑚
6. Kayu secang
4,62 𝑔𝑟𝑎𝑚
= × 100 % = 2,09 %
221 𝑔𝑟𝑎𝑚
7. Daun kayu putih
9,05 𝑔𝑟𝑎𝑚
= × 100 % = 4,09 %
221 𝑔𝑟𝑎𝑚
8. Biji kapulaga
8,49 𝑔𝑟𝑎𝑚
= × 100 % = 3,84 %
221 𝑔𝑟𝑎𝑚
G. Pembahasan
Pada praktikum kali ini dilakukan percobaan mengenai pemeriksaan
tentang makroskopik dari sediaan jamu dengan tujuan untuk mengidentifikasi
simplisia penyusun sediaan jamu secara makroskopik atau organoleptik. Serta
untuk mengelompokkan simplisia penyusun sediaan jamu berdasarkan khasiat
dan kandungan kimianya. Dimana jamu yang digunakan adalah jamu godog.
Pada jamu godog ini banyak mengandung simplisia. seperti mahkota
dewa, temulawak, daun the, kunyit, jahe, kayu secang, daun kayu putih, dan
biji kapulaga yang dapat mengobati segala macam penyakit.
Pada percobaan ini dilakukan pemeriksaan makroskopik dengan
mengunakan indera manusia untuk menjamin kebenaran simplisia penyusun
jamu dengan pemeriksaan bentuk, bau, rasa, dan warna. Dimana perlakuan
pertama yaitu simplisia dikeluarkan dari kemasan, kemudian ditimbang berat
total dan diperoleh 221 gram. Selanjutnya dipisahkan sampel lalu dilakukan
pemeriksaan organoleptik yaitu pada buah mahkota dewa memiliki bentuk
padat, kering, rasa pekat, warna coklat gelap, dan bau aromatik. Pada
temulawak berbentuk keping tipis, kering, berbau khas (aromatik). Rasa pahit
serta berwarna coklat kuning. Pada daun teh daun memiliki padat dan kering,
bau aromatic, rasa pahit dan warna hijau kecoklatan. Kunyit berbentuk padat,
kering, beraromatik, rasa pahit dan pekat, berwarna kecoklatan. Jahe
berbentuk padat dan kering aromatic, rasa pahit, pekat dan pedas berwarna
kecoklatan. kayu secang memiliki bentuk padat dan kering, tidak berbau dan
tidak berasa berwarna kuning kemerahan. Pada daun kayu putih tipis kering
panjang, aromatic. Rasa pahit dan warna hijau kecoklatan. Sedangkan biji
kapulaga bulat kecil. Beraromatik, rasa pedas dan berwarna hitam.
Setelah dilakukan pemeriksaan, kemudian dilakukan penimbangan
masing-masing simplisia yaitu mahkota dewa 53,78 gram, temulawak 22,19
gram, daun teh 16,74 gram, kunyit 41,81 gram, jahe 64,32 gram, kayu secang
4,62 gram, daun kayu putih 9,05 gram dan 8,49 gram biji kapulaga.
Selanjutnya dihitung persentase dari masing-masing simplisia dalam
jamu yaitu mahkota dewa 24,33%, temulawak 10,04%, daun teh 7,57%, kunyit
18,91%, jahe 29,10%, kayu secang 2,09%, daun kayu putih 4,09% dan 3,84%
biji kapulaga.
Adapun deskripsi mengenai bentuk simplisia yaitu pada mahkota dewa
dimana keping tebal berwarna coklat atau coklat kegelapan. Sedangkan pada
temulawak keping tipis, bentuk bundar, atau jarang, ringan keras, rapuh
berwarna coklat kuning sampai coklat (Dirjen pom, 1986).
Berdasarkan hal ini apabila dibandingkan dengan literatur, maka hasil
pengamatan telah sesuai dengan literatur.
Adapun klasifikasi tanaman yaitu :
 Klasifikasi tanaman Mahkota dewa
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Famili : Thymelaeaceae
Genus : Phaleria
Species : Phaleria macrocarpa Boerl
 Klasifikasi Tanaman Temulawak
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberalis
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Species : Curcuma xanthorrhiza Roxb
 Klasifikasi Tanaman Kunyit (Winarto, 2004) :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyldonae
Ordo : Zingiberales
Family : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma domestica Val
 Klasifikasi Tanaman Daun Teh :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Ericales
Famili : Theaceae
Genus : Camellia
Spesies : Camelia sinensis .L
 Klasifikasi Tanaman Jahe :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta.
Sub-divisi : Angiospermae.
Kelas : Monocotyledoneae.
Ordo : Zingiberales.
Famili : Zingiberaceae.
Genus : Zingiber.
Species : Zingiber officinale
 Klasifikasi Tanaman Secang :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Upafamili : Caesalpinioideae
Genus : Caesalpinia
Spesies : Caesalpinia sappan
 Klasifikasi Tanaman Kayu Putih : (Anonimus, 2012)
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Myrtales
Famili : Myrtaceae
Genus : Melaleuca
Spesies : Melaleuca cajuputi
 Klasifikasi Tanaman Kapulaga :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida)
Su bkelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Amomum
Spesies : Amomum compactum sol. Ex Maton)

H. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa :
1. Dalam sediaan jamu diperoleh bobot total 221 gram. Bobot sampel mahkota
dewa yaitu 53,78 gram dengan presentasi sampel 24,33%, temulawak
dengan bobot sampel 22,19 gram serta presentasi sampel 10,04%, daun teh
dengan bobot sampel 16,74 dengan presentase 7,57%, bobot sampel kunyit
41,81 gram dengan presentase 18,91%, jahe memiliki bobot 64,32 gram
dengan presentase 29,10 %, kayu secang memiliki bobot 4,62 gram dengan
presentasi 2,09%, daun kayu putih memiliki bobot 9,05 gram dengan
presentase 4,09%, sedangkan biji kapulaga memiliki bobot 8,49 gram dan
presentase 3,84%.
2. Mahkota dewa memiliki bentuk keping, berbau aromatik, rasa pekat
berwarna coklat kegelapan , temulawak berbentuk keping tipis, ringan dan
keras, berbau aromatik, rasa pahit, dan berwarna kuning kecoklatan Pada
daun teh daun memiliki padat dan kering, bau aromatic, rasa pahit dan
warna hijau kecoklatan. Kunyit berbentuk padat, kering, beraromatik, rasa
pahit dan pekat, berwarna kecoklatan. Jahe berbentuk padat dan kering
aromatic, rasa pahit, pekat dan pedas berwarna kecoklatan. kayu secang
memiliki bentuk padat dan kering, tidak berbau dan tidak berasa berwarna
kuning kemerahan. Pada daun kayu putih tipis kering panjang, aromatic.
Rasa pahit dan warna hijau kecoklatan. Sedangkan biji kapulaga bulat kecil.
Beraromatik, rasa pedas dan berwarna hitam.

I. Saran
Diharapkan pada percobaan selanjutnya sebaiknya alat dan bahan harus
lengkap dan praktikan harus lebih aktif lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Amin, Chaerul,2009. Ilmu Pengetahuan Alam A. Pusat Perbukuan Departemen


Pendidikan National : Jakarta.
Anonim. 2010. Sediaan Jamu. Djambatan : Jakarta
Dirjen.POM.1986. Materia Medika Indonesia. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia : Jakarta
Handayani. W dan Haribowo. A.S. 2008. Analisis tanaman obat. Salemba Medika
: Jakarta
Heinrich, Michail. Barnis J : Gibbons. S. William. M.E. 2010. Formula dan
Fitoterapi. Buku Kedokteran EGC : Jakarta
Tilaar, Martha, 2010. The Grean Sciene of Jamu. Dian Rakyat : Jakarta