Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM

FORMULASI DAN TEKNOLOGI SEDIAAN

OBAT TRADISIONAL

PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO)

Oleh :

Nama : Anggun Yulfianstanti


NIM : F201501107
Kelas : D3 FARMASI
Kelompok : IV (EMPAT)
Asisten : Dian Rahmaniar, S.Farm., Apt

PROGRAM STUDI S-1 FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

MANDALA WALUYA

KENDARI

2018

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Indonesia adalah negara yang sedang berkembang yang mana

saat ini sedang giat untuk melaksanakan pembangunan di segala bidang,

terutama dalam bidang industri, hal tersebut dapat dilihat dengan

banyak dibangunnya industri-industri baru, baik industri besar,

industri menengah, maupun industri kecil atau industri rumah tangga.

Sekarang banyak bermunculan anggota masyarakat yang mendirikan

industri berskala rumah tangga. Industri rumah tangga tersebut

memproduksi berbagai macam produk baik berupa produk pangan

maupun non pangan. Akan tetapi produk yang dibuat oleh tiap-tiap

industri rumah tangga berbeda-beda. Salah satu produk yang dibuat

oleh industri kecil atau industri rumah tangga adalah pembuatan

minyak kelapa murni atau lebih popular dengan sebutan VCO. Karena

pembuatan VCO ini cukup mudah dan tidak memakan waktu yang lama.

Selain itu bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan VCO ini

harganya cukup murah dan mudah di dapat karena tersedia cukup

banyak di alam.

Salah satu produk bioteknologi konvensional yaitu adalah Virgin

Coconut Oil (VCO). Virgin Coconut Oil merupakan bioteknologi

konvensional yang sudah dikenali oleh masyrakat sejak lama. Virgin

Coconut Oil sering disebut sebagai minyak murni, minyak perawan,

minyak kelapa murni, hingga minyak ajaib. Dikatakan sebagai minyak

kelapa murni sebab menggunakan bahan pokok kelapa segar melalui

proses fermentasi tanpa tambahan bahan-bahan kimia yang bias


berbahaya bagi tubuh manusia. Proses pemubatan Virgin Coconut Oil

melalui proses fermentasi oleh ragi berupa Saccoromyces cereviceae.

Pembuatan Virgin Coconut Oil merupakan hal yang penting

untuk dipelajari. Disamping proses pembuatannya yang sangat mudahl,

bahan yang digunakanpun murah dan relatif mudah untuk didapatkan.

Selain itu, dengan mengetahui cara pembuatannya, tentunya merupakan

nilai positif bagi seseorang sehingga tidak lagi harus membeli karena

sudah bisa membuat sendiri.

Sekarang ini pembuatan VCO tidak lagi menggunakan cara

tradisional tetapi sudah mulai berubah. Saat ini VCO dibuat dengan

cara yang lebih bervariatif dan hasilnya lebih bagus dari pada produk

VCO yang dibuat dengan cara tradisional. Metode pembuatan VCO yang

saat ini digunakan antara lain adalah dengan metode pemanasan.

Metode yang paling banyak digunakan di masyarakat adalah metode

pemanasan. Akan tetapi ternyata metode tersebut banyak mempunyai

kelemahan antara lain, pemanasan dapat meyebabkan kerusakan produk

VCO yang dihasilkan dan membutuhkan biaya produksi yang besar

karena tambahan biaya untuk pembelian bahan bakar sehingga

menambah biaya produksi.

B. Tujuan Praktikum

Untuk membuat sediaan Virgin Coconut Oil ( VCO) dengan

berbagai metode
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.Klasifikasi Tanaman

1. Kelapa

Kingdom : Plantae

Divisio : Spermatophyta

Sub Divisio : Angiospermae

Class : Monocotyledonae

Ordo : Palmales

Familia : Palmae

Genus : Cocos

Species : Cocos nucifera, Linneaeus

2. Pepaya

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas : Dilleniidae

Ordo : Violales

Famili : Caricaceae

Genus : Carica

Spesies : Carica papaya L


- Taksonomi Saccharomyces cerevisiae

Domain : Eukaryota
Kingdom : Fungi
Subkingdom : Dikarya
phylum : Ascomycota
Subphylum : Saccharomycotina
Class : Saccharomycetes
Ordo : Saccharomycetales
Family : Saccharomycetaceae
Genus : Saccoharomyces

- Taksonomi Rhisopus sp

Kingdom : Fungi
Divisio : Zygomycota
Class : Zygomycetes
Ordo : Mucorales
Familia : Mucoraceae
Genus : Rhizopus
Spesies : Rhizopus Sp

B.Landasan Teori

Aplikasi bioteknologi sesungguhnya telah berlangsung cukup

lama, dalam peradapan manusia; seperti upaya produksi antibiotik,

fermentasi, alcohol, pangan dan teknologi pengolahan limbah ; yang

kesemuanya dapat dikelompokan ke dalam biteknologi konvensional.

Tetapi mengapa nampaknya biteknologi baru saja berkembang pada


kurun abad ke dua puluh ini? Karena secara implisit yang dimaksud

bioteknologi adalah biteknologi modern, yang intinya adalah rekayasa

genetik, dengan teknik gen kloning yang berkembang berdasar

penemuan struktur dan fungsi DNA oleh Watson dan Creck

(Nurcahyo,2011).

Kelapa merupakan tanaman yang tumbuh baik di daerah tropis

seperti Indonesia. Hingga saat ini, pertanaman kelapa Indonesia

merupakan yang terluas di dunia sedangkan peringkat ke dua

diduduki oleh Filipina. Besarnya potensi kelapa yang ada,

peluangpengembangan agribisnis kelapa dan produk olahannya

sangatlah besar salah satunya adalah virgin coconut oil (VCO)

(Aditya, 2014).

Minyak kelapa kasar (Edible Coconut Oil) adalah salah satu

produk yang dihasilkan dari tanaman kelapa, tetapi nilai tambah dan

manfaatnya untuk kesehatan masih sangat kecil. Seiring dengan

berkembangaya teknologi muncullah produk baru yang mempunyai nilai

tambah yang tinggi sebagai minyak goreng kualitas tinggi serta memiliki

manfaat besar bagi kesehata. Produk tersebut adalah minyak kelapa

murni (Virgin Coconut Oil), merupakan minyak yang diperoleh dari

daging buah kelapa tua segat yang diperas dengan atau tanpa

penambahan air, tanpa pemanasan atau dengan pemanasan kurang dari

60oC dan aman dikonsumsi manusia Teknologi pembuatan VCO ada

bermacam-macam, yaitu sentriifuge, fermentasi, enzimatis dan

pemompaan. Beberapa metode yang digunakan masih terdapat

kelemahan yaitu yield yang dihasilkan masih rendah dan kualitas VCO
kurang baik karena adananya kontaminan. (BSN, 2008 dalam Fatwatun

R, 2013).
Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni merupakan

salah satu produk diversifikasi kelapa yang akhir-akhir ini sedang

menjadi primadona karena beberapa khasiatnya, disamping harganya

yang tinggi cukup menggiurkan untuk diusahakan. VCO lebih banyak

dimanfaatkan sebagai bahan suplemen dan bahan baku farmasi serta

kosmetik daripada sebagai minyak goring (Redjeki, 2013).


Salah satu metode pengolahan VCO adalah dengan

menggunakan ragi roti. Ragi (Saccharomyces cerevisiae) merupakan

khamir yang sering digunakan dalam pembuatan roti. Pertumbuhan

khamir ini dipengaruhi oleh pH, suhu, sumber energi, dan air

bebas. Pengolahan VCO dengan metode fermentasi ragi

memerlukan waktu sekitar 6-7 jam. Metode lain dalam pengolahan

VCO dapat menggunakan VCO pancingan yang memerlukan waktu

sekitar 10-14 jam. Kedua metode ini dapat menghasilkan minyak

berwarna jernih, beraroma khas minyak kelapa, tingkat ketengikan

yang rendah, dan daya simpan yang lama (Aditya 2014).

B. Urain Bahan

1. Aquadest ( FI.III.Hal: 96)

Nama Resmi : AQUA DESTILLATA


Nama Lain : Air suling/Aquadest
RM/BM : H2O / 18,02
Pemerian : Cairan jernih ; tidak berwarna ; tidak

berbau ; tidakmempunyai rasa


Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai pelarut
BAB III

PROSEDUR KERJA

A. Alat

1. Aluminium Foil

2. Beaker Gelas

3. Cawan Porselin

4. Kapas

5. Kertas Saring

6. Mixer
7. Penganduk

8. Saringan kain

9. Selang Plastik

10. Sebdok Tanduk

11. Tisu

12.Toples Trasnparan

13.Timbangan

B. Bahan

1. 5 buah kelapa

2. Getah Pepaya (Enzim Papain)

3. Ragi tempe

4. Ragi roti

C. Cara Kerja

1. Pembuatan VCO dengan menggunakan metode Fisik ( Mixer)

a. Disiapkan alat dan bahan

b. Dikupas buah kelapa tua dan diambil daging buahnya

c. Dicuci dan parut kelapa

d. Diperas buah kelapa yang telah diparut dengan menggunakan

air hangat dengan perbandingan (1:3)

e. Dimasukkan santan kedalam toples transparan


f. Didiamkan santan selama 1- 2 jam untuk memisahkan krim

santan dan air santan.

g. Diambil krim santan dengan menggunakan selang plastik,

ditempatkan dalam beaker gelas

h. Dituang krim santan didalam wadah dan dimexir selama 1 jam

i. Dimasukkan santan hasil mixeran kedalam toples transparan

dan diberi laber

j. Didiamkan selama 1 x 24 jam hingga terbentuk 3 lapisan

2. Pembuatan VCO dengan menggunakan metode Fermentasi ( Ragi

Roti)

a. Disiapkan alat dan bahan

b. Dikupas buah kelapa tua dan diambil daging buahnya

c. Dicuci dan parut kelapa

d. Diperas buah kelapa yang telah diparut dengan menggunakan

air hangat dengan perbandingan (1:3)

e. Dimasukkan santan kedalam toples transparan

f. Didiamkan santan selama 1- 2 jam untuk memisahkan krim

santan dan air santan.

g. Diambil krim santan dengan menggunakan selang plastik,

ditempatkan dalam beaker gelas

h. Dituang krim santan didalam wadah

i. Ditambahkan ragi roti sebanyak 2 gram, yang telah

dilarutkan dengan 10 ml air

j. Dimasukkan kedalam santan dan diaduk hingga tercampur

k. Ditutup toples dan diberi label


l. Didiamkan selama 1 x 24 jam hingga terbentuk 3 lapisan

3. Pembuatan VCO dengan menggunakan metode Fermentasi (Ragi

Tempe)

a. Disiapkan alat dan bahan

b. Dikupas buah kelapa tua dan diambil daging buahnya

c. Dicuci dan parut kelapa

a. Diperas buah kelapa yang telah diparut dengan menggunakan

air hangat dengan perbandingan ( 1:3 )

d. Dimasukkan santan kedalam toples transparan

e. Didiamkan santan selama 1- 2 jam untuk memisahkan krim

santan dan air santan.

f. Diambil krim santan dengan menggunakan selang plastik,

ditempatkan dalam beaker gelas

g. Dituang krim santan didalam wadah

h. Ditambahkan ragi tempe sebanyak 2 gram, yang telah

dilarutkan dengan 10 ml air

i. Dimasukkan kedalam santan dan diaduk hingga tercampur

j. Ditutup toples dan diberi label

k. Didiamkan selama 1 x 24 jam hingga terbentuk 3 lapisan

4. Pembuatan VCO dengan menggunakan metode enzimatis ( Enzim

papain)

a. Disiapkan alat dan bahan

b. Dikupas buah kelapa tua dan diambil daging buahnya

c. Dicuci dan parut kelapa


d. Diperas buah kelapa yang telah diparut dengan menggunakan

air hangat dengan perbandingan ( 1:3 )

e. Dimasukkan santan kedalam toples transparan

f. Didiamkan santan selama 1- 2 jam untuk memisahkan krim

santan dan air santan.

g. Diambil krim santan dengan menggunakan selang plastik,

ditempatkan dalam beaker gelas

h. Dituang krim santan didalam wadah

i. Ditambahkan enzim papain sebanyak 5 gram, yang telah

dilarutkan dengan 10 ml air

j. Dimasukkan kedalam santan dan diaduk hingga tercampur

k. Ditutup toples dan diberi label

l. Didiamkan selama 1 x 24 jam hingga terbentuk 3 lapisan

BAB IV

HASIL PENGAMATAN

A.Data Pengamatan

No. Perlakuan Perendaman selama 1x 24 Gambar

jam
1. Krim + perlakuan Terbentuk banyak minyak

fisik ( Mixer)
2. Krim + Ragi roti Tidak banyak minyak yang

terbetuk

3. Krim + Ragi tempe Terbentuk banyak minyak

4. Krim + Enzim papain Terbentuk sedikit minyak

diantara gelando dan air

BAB V

PEMBAHASAN

Kelapa merupakan tanaman yang tumbuh baik di daerah

tropis seperti Indonesia. Hingga saat ini, pertanaman kelapa

Indonesia merupakan yang terluas di dunia sedangkan peringkat ke

dua diduduki oleh Filipina. Besarnya potensi kelapa yang ada,

peluangpengembangan agribisnis kelapa dan produk olahannya

sangatlah besar salah satunya adalah virgin coconut oil (VCO)

(Aditya, 2014).
Ada lima metode pembuatan VCO yaitu metode pancingan,

fermentasi, enzimastis, pengasaman dan sentrifugasi. Pada praktikum

Kali ini, kami melakukan empat metode yang berbeda yaitu metode fisik

yaitu ( mixer), metode Fermentasi yaitu menggunakan ragi roti dan ragi

tape , dan metode Enzimatis dengan menggunakan enzim papain.

Perlakuan pertama santan krim ditambahkan ragi tape yang telah

dilarutkan kedalam air sebanyak 10 ml dan dimasukkan kedalam toples

didiamkan selama 1x 24 jam hasil yang diperoleh terbentuk banyak

minyak

Pelakuan kedua santan krim ditambahkan ragi roti yang telah

dilarutkan kedalam air sebanyak 10 ml dan dimasukkan kedalam

toples didiamkan selama 1x 24 jam hasil yang diperoleh tidak banyak

minyak yang terbentuk

Pelakuan ketiga santan krim ditambahkan enzim papain dan

dimasukkan kedalam toples didiamkan 1x24 jam hasil yang diperoleh

terbentuk sedikit minyak diantara gelando dan air.

Perlakuan terakhir santan krim yang tidak menggunakan

penambahan apapun dimexir selama 1 jam dan dimasukkan kedalam

toples dan didiamkan selama 1x 24 jam dan hasil yang diperoleh

terbentuk 3 lapisan dan memiliki banyak minyak

Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa proses

pembuatan VCO dapat dikataka berhasil. Hal ini dilihat dari adanya

minyak yang dihasilkan dalam wadah tempat pengamatan. Meskipun

minyak yang dihasilkan tidak terlalu banyak dari masing-masing

perlakuan.
Dapat disimpulkan bahwa pada pembuatan VCO dengan

menggunakan empat perlakuan yang paling banyak menghasilkan

minyak yaitu : pada perlakuan menggunakan fermentasi dengan ragi

tape dan tanpa perlakuan

Minyak kelapa murni memilik sifat bening seperti air basah,

tidak berbau (color less), mempertahankan bau dan rasa khas kelapa

segar. Warna minyak yang terbentuk disebabkan karena tidak

adanya pemanasan, karena selama proses pemanasan menyebabkan

komponen karbohidrat, protein dan minyak akan mengalami hidrolisis

dan oksidasi yang akan berpengaruh pada warna minyak.

BAB VI

PENUTUP

VI. Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa pada praktikum kali ini, yaitu dalam

pembuatan VCO dengan empat perlakuan yang banyak

menghasilkan minyak yaitu pembuatan VCO tanpa perlakuan dan

perlakuan dengan menggunakan ragi tape.

VII.Saran
Sebaiknya semua praktikum yang pengerjaannya menggunakan

waktu yang lama dilakukan lebih awal demi efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Abubakar, Syaubari dan Syahidin. 1998. Fermentasi Minyak Kelapa


dengan Enzim Papain Kasar. Fakultas Teknik. Universitas Syiah
Kuala. Aceh.

Aditiya, Riko. 2014. Optimasi Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO)


dengan Penambahan Ragi Roti (Saccharomyces Cerevisiae) dan
Lama Fermentasi dengan VCO Pancingan. Skripsi. Fakultas
Pertanian, Universitas Sumatera Utara.
Aditiya, Riko., dkk. 2014. Optimasi Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO)
dengan Penambahan Ragi Roti (Saccharomyces Cerevisiae) dan
Lama Fermentasi dengan VCO Pancingan. Fakultas Pertanian,
Universitas Sumatera Utara. Jurnal Rekayasa Pangan dan
Pertanian. Vol. 2 No.3 Th. 2014. Hal. 51-27
Alamsyah, Andi Nur. 2005. Virgin Coconut Oil Minyak Penakluk Aneka
Penyakit. Jakarta: Penerbit Agro Media Pustaka.

Depkes RI 1995.Farmakope Edisi III.Departemen Kesehatan Republik


Indonesia.Jakarta

Endahwati, Luluk. 2011. Aplikasi Penggunaan Enzim Papain Dan Bromelin


Terhadap Perolehan VCO. Surabaya: UPN Press.

Muhidin. 2001. Papain dan Pektin. Jakarta : Penebar Swadaya.

Setiadji, Bambang. 2004. Memancing Minyak Dengan Minyak Kelapa.

TEMPO, 18 Juli 2004.

Setiaji, Bambang dan Surip Prayugo. 2006. Membuat VCO Berkualitas

Tinggi. Jakarta: Penebar Swadaya.

Wahyuning, Nuzul., dkk. 2010. Pembuatan Minyak Kelapa Secara

Enzimatis Dengan Memanfaatkan Kulit Buah Dan Biji Pepaya

Serta Analisis Sifat Fisikokimianya, Jurnal Berk. Penel. Hayati

15: 181 – 185.