Anda di halaman 1dari 6

Makalah Investasi Daerah

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal masih terlihat
beberapa model penerapan di daerah. Model pengaturan investasi di daerah di tetapkan oleh
pemerintah daerah berdasarkan kebutuhan daerah. Ketidakseragaman model pengaturan investasi lokal
sangat berpengaruh terhadap kebijakan daerah dalam pengembangan investasi. Penanaman modal atau
investasi merupakan sarana untuk mengakselerasi pertumuhan ekonomi daerah dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat di daerah. Pengaturan investasi merupakan kewenangan daerah untuk
mengolah potensi sumberdaya alam yang dimiliki oleh daerah untuk meningkatkan kesejahteraan.
Investasi daerah dipahami sebagai sebuah kekuatan yang utama dalam menjalankan pembangunan
daerah. Adanya pemahaman yang kuat mengenai arti penting dari investasi telah mendorong
pemerintah daerah untuk melakukan berbagai usaha seperti promosi investasi yang gencar dan juga
kunjungan pejabat daerah ke luar negeri. Semangat pemerintah daerah dalam melakukan berbagai
usaha guna memperoleh investasi belum sepenuhnya diiringi dengan agenda-agenda yang jelas dan
komprehensif dikreasikan oleh pemerintah daerah sendiri. Pemerintah daerah sendiri merupakan aktor
kunci bagi penciptaan iklim investasi yang kondusif dan pengembangan investasi daerah. Kebijakan yang
tepat, peraturan dan regulasi yang jelas, pelayanan yang responsif, merupakan sejumlah aspek yang
perlu mendapat perhatian seriud oleh pemerintah daerah di masa yang akan datang. Amat sulit
mengharapkan adanya arus investasi ke daerah sekiranya sejumlah aspek tersebut tidak ditangani ata
dibenahi secara sungguh-sungguh oleh pemerintah daerah. Investasi daerah sendiri mempunyai tujuan
dalam rangka penyediaan infrastruktur yang ditanggung oleh pemerintah. Termasuk semmua resiko
dalam proses pembangunannnya maupun biaya pemeliharaan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa klasifikasi investasi daerah?

2. Apa tujuan dari investasi yang dilakukan pemerintah daerah?

3. Apa saja macam-macam investasi?

4. Siapa pelaksana dan pengelola dari investasi daerah?

5. Bagaimana pengelolaan investasi daerah?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami klasifikasi dari investasi daerah.

2. Untuk mengetahui apa tujuan dari dilakukannya investasi oleh pemerintah daerah.

3. Untuk mengetahui apa saja macam-macam dari investasi.

4. Dan mengetahui siapa yang bertanggung jawab dalam melaksanakan dan mengelola investasi
daerah.

5. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan investasi oleh daerah.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Klasifikasi Investasi Daerah

Investasi merupakan sebuah kegiatan penanaman modal untu satu atau lebih aktiva/harta yang dimiliki
dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa yang akan
datang. Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 52 tahun 2012 tentang
Pedoman Pengelolaan Investasi Pemerintah Daerah Bab 1 ayat 3 mengatakan bahwa investasi
pemerintah daerah adalah penempatan sejumlah dana dan atau/barang milik daerah oleh pemerintah
daerah dalam jangka panjang untuk investasi pembelian surat berharga dan investasi langsung, yang
mampu mengembalikan nilai pokok ditambah dengan manfaat ekonomi, sosial, dan / atau manfaat
lainnya dalam jangka waktu tertentu. Dari definisi yang telah disampaikan,bahwa untuk bisa melakukan
suatu investasi harus ada unsur ketersediaan dana (aset) pada saat sekarang, kemudian komitmen
mengikatkan dana tersebut pada obyek investasi (bisa tunggal atau portofolio) untuk beberapa periode
(untuk jangka panjang lebih dari satu tahun) dimasa mendatang. Selanjutnya, setelah periode yang
diinginkan tersebut tercapai (jatuh tempo) barulah investor bisa mendapatkan kembalik assetnya, tentu
saja dalam jumlah yang lebih besar. Namun, tidak ada jaminan pada akhir periode yang ditentukan
investor pasti mendapatkan asset yang lebih besar dari saat memulai investasi. Ini terjadi karena selama
periode waktu menunggu itu terdapat kejadian yang menyimpang dari yang diharapkan. Inilah yang
disebut resiko. Dengan ddemikian, selain harus memiliki komitmen mengikatkan dananya, investor juga
harus bersedia menanggung resiko. Investasi pemerintah yang dilakukan disini adalah investasi yang
dilakukan oleh pemerintah maupun pemerintah daerah. Pada dasarnya investasi di wilayah administratif
pemerintah daerah dapat saja dilakukan oleh Pemerintah/Pemerintah Daerah,BUMN,BUMD dan Swasta
Nasional/Asing.

2.2 Tujuan dari Dilakukannya Investasi Oleh Pemerintah Daerah

Tujuan investasi pemerintah daerah menurut peraturan menteri no 52 tahun 2012 bab 2 pasal 2 adalah
untuk memperoleh manfaat ekonomi, sosial dan atau manfaat lainnya.

1. Keuntungan berupa deviden,bunga, dan pertumbuhan nilai peruusahaan yang mendapatkan


investasi pemerintah sejumlah tertentu dalam jangka waktu tertentu.

2. Peningkatan berupa jasa dan keuntungan bagi hasil investasi sejumlah tertentu dalam jangka waktu
tertentu.

3. Peningkatan pemasukan pajak bagi negara / daerah sejumlah tertentu dalam jangka waktu tertentu
sebagai akibat langsung dari investasi bersangkutan.

4. Peningkatan penyerapan tenaga kerja sejumlah tertentu dalam jangka waktu tertentu sebagai
akibat langsung dari investasi bersangkutan.

Kekayaan Daerah Yang dapat Diinvestasikan

1. Kekayaan daerah yang dipisahkan. Yaitu kekayaan daerah yang dilepaskan dari penguasaan umum
yang dipertanggungjawabkan melalui anggaran Belanja Daerah dan dimaksudkan untuk dikuasai dan
dipertanggungjawabkan tersendiri. Penerimaan dari kekayaan daerah yang dipisahkan antara lain dari
BPD, perusahaan daerah, dividen BPR-BKK.

2. Kekayaan daerah yang tidak dipisahkan.

2.3 Macam-Macam Investasi

Berdasarkan kangka waktu, investasi dapat dikelompokkan kepada:

1. Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang merupakan menanaman suatu modal dengan harapan dapat memperoleh
keuntungan pada waktu yang akan datang melalui penguasaan suatu asset bergerak dan asset tidak
bergerak dalam kurun waktu yang lebih dari satu tahun, investasi jangka panjang memerlukan modal
/dana yang cukup besar dan biasa dilakukan oleh suatu institusi/badan usaha. Sasaran/objek dari
investasi jangka panjang yaitu properti,barang modal,kepemilikan saham (share holder). investasi jangka
panjang ini antara lain berupa surat berharga yangn dibeli pemerintah daerah dalam rangka
mengendalikan suatu badan usaha, misalnya pembelian surat berharga untuk menambah kepemilikan
odal saham pada suatu badan usaha, surat berharga yang dibeli pemerintah daerah untuk tujuan
menjaga hubungan baik dalam dan luar negeri, surat berharga yang tidakdiaksudkan untuk dicairkan
dalam memenuhi kebutuhan kas jangka pendek. Investasi jangka panjang menurut peraturan menteri
nomor 13 tahun 2006 dikelompokkan dalam 2 bagian yaitu:

a. Investasi permanen

Investasi permanen antara lain kerjasama daerah dengan pihak ketiga dalam bentuk
penggunausahaan/pemanfaatan aset daerah, penyertaan modal daerah pada BUMD dan Badan Usaha
lainnya yang dimiliki pemerintah daerah untuk menghasilkan pendapatan atau meningkatkan pelayanan
kepada masyarakat. Tujuan dari investasi permanen adalah untuk dimiliki secara berkelanjutan tanpa ada
niat untuk diperjualbelikan atau tidak ditarik kembali.

b. Investasi non-permanen

Investasi ini bertujuan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan atau ada niat untuk diperjualbelikan atau
ditarik kembali, seperti pembelian obligasi atau surat utang jangka panjang yang dimaksudkan untuk
dimiliki sampai dengan tanggal jatuh tempo, dana yang disisihkan pemerintah daerah rangka
pelayanan/pemberdayaan masyarakat seperti bantuan modal kerja, pendanaan kepada usaha mikro dan
menengah.

2. Investasi Jangka Menengah

Investasi ini menjadi jalan tengah dari sebuah investasi jangka panjang yang mungkin terlalu lama.
Investasi ini memperhitungkan banyak faktor yang disesuaikan dengan modal yag dimiliki dan biasanya
tak lepas dari kondisi makro pasar. Dalam pelaksanaannya harus ditekan seminimal mungkin dan tolak
ukur yang logis dari perhitungan biaya ongkos dan hasil. Contohnya seperti properti,emas,dan pasar
saham.

3. Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek merpakan investasi yang dapat segera diperjualbelikan/dicairkan, ditujukan
dalam rangka manajemen kas dan beresiko rendah serta dimiliki selama kurang dari 12 bulan/ 1 tahun.
Investasi jangka pendek ini mencangkup deposito berjangka waktu 3 bulan sampai dengan 12 bulan yang
dapat diperpanjang secara otomatis, pembelian surat utang negara (SUN), sertifikat bank Indonesia (SBI)
dan surat perbendaharaan negara (SPN). Investasi daerah jangka pendek dalam bentuk deposito pada
bank umum dianggarkan dalam pengeluaran pembiayaan pada jenis penyertaan modal/investasi
pemerintah daerah. Yang dimaksud pedapatan bunga atas deposito dianggarkan dalam kelompok
pendapatan asli daerah pada jenis lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

2.4 Pelaksana dan Pengelola Investasi Daerah

1. Menurut Peraturan Pemerintah No 58/2005 menyatakan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah


(PPKD) selaku BUD berwenang melaksanakan, mengelola dan manatausahakan investasi pemerintah
daerah.

2. Menurut Peraturan Menteri Nomor 52 Tahun 2012 Pasal 4 menyatakan bahwa kepala daerah
memiliki kewenangan dalam pengelolaan investasi pemerintah daerah. Kewenangan pengelolaan
investasi pemerintah daerah sebagaimana dimaksud meliputi regulasi, operasional dan supervisi

2.5 Pengelolaan Investasi Daerah

1. Perencanaan

Pengelolaan investasi menyusun perencanaan pemerintah dilengkapi dengan alasan dan pertimbangan
dan dituangkan dalam rencana kegiatan investasi pemerintah daerah yang kemudian disampaikan
kepada kepala daerah untuk mendapat persetujuan. Setelah itu, pengelola investasi menyusun analisis
investasi pemerintah daerah sebelum melakukan investasi yang mana dilakukan oleh penasehat investasi
pemerintah daerah yang ditetapkan oleh kepala daerah.

2. Pelaksanaan

Pelaksanaan investasi pemerintah daerah dilaksanakan oleh Pengelola Investasi dan dapat dilimpahkan
pelaksanaannya kepada Badan Layanan Umum Daerah.

3. Penganggaran, Pelaksanaan Anggaran, Penatausahaan Anggaran Dan Pertangggungjawaban


Investasi Pemerintah Daerah

Penganggaran, pelaksanaan anggaran, penatausahaan anggaran dan pertangggungjawaban investasi


pemerintah daerah berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

4. Divestasi

Divestasi dilakukan apabila investasi pemerintah daerah diperkirakan rugi yang didasarkan oleh hasil
analisis penasehat investasi. Divestasi ini berupa penjualan surat berharga dan atau penjualan
kepemilikan investasi langsung.
5. Pengawasan

SKPD yang membidangi pengawasan bertanggungjawab dalam pelaksanaan investasi pemerinttah


daerah yang meliputi pemantauan dan pengendalian yang kemudian dilaporkan kepada kepala daerah.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pemerintah daerah merupakan peran utama bagi pemunculan iklim investasi yang konndusif dan
pengembangan investasi di derah. Kebijakan yang tepat, perturan dan regulasi yang jelas, pelayanan
yang responsif, merupakan sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah
daerah di masa yang akan datang. Amat sulit mengharapakan adnaya arus investasi ke daerah sekiranya
sejumlah aspek tersebut tidak ditangani atau dibenai secara sungguh-sungguh oleh pemerintah.
Investasi sendiri merupakan penanaman modal yang dilakukan guna mendapatkan keuntungan dimasa
yang akan datang dengan jangka waktu tertentu.

3.2 Saran

Dalam hal ini diharapkan bahwa adanya kebijakan yang memudahkan bagi para investor asing dalam
menanamkan modalnya pada daerah. Dan diharapakan adanya kerjasama yang baik dan jelas yang
dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan investasi yang ada di daerahnya