Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Banyak sifat pada tanaman, binatang maupun manusia yang diatur oleh satu gen. Gen-
gen dalam individu diploid berupa pasangan-pasangan alel dan masing-masing orang tua
ataupun parental mewariskan gen tersebut pada keturunannya. Kromosom ini dimiliki setiap
manusia dengan jumlah sebanyak 46 buah dengan menggunkaan teknik dan alat-alat modern.
Kromosom adalah pembawa bahan genetik yang terdapat di dalam inti sel pada setiap
makhluk hidup. Sentromer adalah setiap kromosom mempunyai bagian yang lebih
menyempit dan tampak lebih terang. Berdasarkan letak sentromer dapat dibedakan beberapa
bentuk kromosom yaitu metasentris,submetasentris,akrosentris dan telosentris. Kromosom
manusia dibedakan atas dua tipe yaitu autosom dan genosom ( seks kromosom ).
Di pembelahan sel ada terbagi dua yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis berlangsung
dalam beberapa fase yakni interfase , profase, metafase, anafase,dan telofase. Pada fase
interfase terdiri atas: Fase G1 (growth 1/pertumbuhan 1), Fase S (sintesis), dan Fase G2
(growth 2/pertumbuhan. Pembelahan Meiosis Merupakan cara pembelahan sel yang khusus,
terjadi pada waktu pematangan sel-sel benih yang membagi angka kromosom menjadi
setengahnya dan terjadi di sel kelamin. Meisosis berlangsung dalam dua tingkatan yaitu
meisosis I dan meisosis II. Pada fase meoiosis I terdiri atas Profase I,Metafase I,Anafase I
dan Telofase I. Pada meiosis II terdiri atas : profase II,metafase II,anafase II,dan telofase II.
Pembelahan meiosis yang diikuti oleh pematangan sel-sel haploid menjadi gamet
fungsional dinamakan gametogenesis. Pada hewan yang berkembang biak secara seksual
dapat dibedakan antara gametogenesis pada individu jantan dan gametogenesis pada individu
betina. Gamet pada individu jantan disebut spematozoon (jamak = spermatozoa) sehingga
proses pembentukanya dinamakan spermatogenesis. Demikian pula, karena gamet betina
disebut ovum (jamak = ova), maka gametogenesis pada jenis kelamin ini dinamakan
oogenesis
Penyerbukan adalah serbuk sari yang jatuh di atas kepala putik ( stigma ) dengan
perantaraan angin,serangga atau manusia. Pembuahan ( fertilisasi ) adalah persetubuhan atau
inseminasi buatan dapat mengusahakan agar supaya sperma bersatu dengan sel telur. Menurut Landrum
Shettles dari Columbia University,USA, pada fertilisasi terdapat androspermium dan ginospermium.
1.2 Tujuan
1) Mengetahui materi tentang kromosom
2) Mengetahui materi tentang pembelahan sel
3) Mengetahui materi tentang gametogenesis
4) Mengetahui materi tentang fertilisasi

1.3 Rumusan Masalah


1) Bagaimana materi tentang kromosom ?
2) Bagaimana materi tentang pembelahan sel
3) Bagaimana materi tentang gametogenesis ?
4) Bagaimana materi tentang fertilisasi ?
C. GAMETOGENESIS

1. PENGERTIAN GAMETOGENESIS
Dengan berakhirnya meiosis tidak serta-merta dapat dikatakan bahwa gamet telah
terbentuk. Meiosis baru menghasilkan empat buah sel yang masing-masing haploid. Sel-sel
ini masih memerlukan proses pematangan untuk dapat berkembang menjadi gamet.
Pembelahan meiosis yang diikuti oleh pematangan sel-sel haploid menjadi gamet fungsional
dinamakan gametogenesis (Agus, 2017).

Manusia seperti halnya makhluk lainnya yang membiak secara seksual mulai saat tertentu
akan membentuk sel-sel kelamin (gamet- gamet). Sel-sel kelamin yang dibentuk orang laki-
laki dinamakan sel mani (spermatozoa), sedangkan yang dibentuk orang perempuan
dinamakan sel telur (ovum). (Suryo, 2011).

Hasil akhir dari meiosis biasanya tidak langsung berupa gamet, melaikan memerlukan
sedikit waktu untuk berkembang menjadi gamet. Proses ini disebut maturasi. (Suryo, 1996).

Pada hewan yang berkembang biak secara seksual dapat dibedakan antara gametogenesis
pada individu jantan dan gametogenesis pada individu betina. Gamet pada individu jantan
disebut spematozoon (jamak = spermatozoa) sehingga proses pembentukanya dinamakan
spermatogenesis. Demikian pula, karena gamet betina disebut ovum (jamak = ova), maka
gametogenesis pada jenis kelamin ini dinamakan oogenesis (Agus, 2017).

2. GAMETOGENESIS PADA HEWAN TINGKAT TINGGI


a. Spermatogenesis
Spermatogenesis dimulai pada saat individu yang bersangkutan mencapai matang
kelamin (pubertas). Prosesnya berlangsung di dalam testes, tepatnya di dalam suatu
tabung melengkung yang disebut tubulus seminiferus. Di sekeliling tabung ini
terdapat spermatogonium (jamak spermatogonia), yaitu sel-sel somatis khusus yang
nantinya akan mengalami meiosis untuk menghasilkan spermatozoa. (Agus, 2017).

Pada awalnya spermatogonium (diploid) memperbanyak diri melalui pembelahan


mitosis berkali-kali. Pada waktu tertentu mitosis akan terhenti; spermatogonium
membesar dan berdiferensiasi menjadi spermatosit primer, yang masih diploid juga.
Spermatosit primer kemudian mengalami meiosis I untuk menghasilkan spermatosit
sekunder, yang dilanjutkan dengan meiosis II untuk menghasilkan empat buah
spermatid yang masing-masing haploid. Akhirnya, spermatid berdiferensiasi menjadi
spermatozoon yang matang (Agus, 2017)

b. Oogenesis
Bila dibandingkan dengan spermatogenesis, oogenesis relatif agak lebih rumit.
Proses ini dimulai sejak awal tahap perkembangan embrio ketika sekelompok sel
yang disebut galur sel germinal (germ cell line) memasuki ovarium yang sedang
berkembang. Galur sel ini kemudian berkembang menjadi sel-sel somatis khusus yang
disebut oogonium (jamak = oogonia). Pada manusia perkembangan oogonium terjadi
sebelum individu yang bersangkutan dilahirkan. Oogonium (diploid) memperbanyak
diri dengan sangat cepat melalui pembelahan mitosis berkali-kali, dan akhirmya
berdiferensiasi menjadi oosit primer, yang masih diploid juga. Oosit primer kemudian
mengalami meiosis I tetapi tertahan pada tahap diplonema hingga saat matang
kelamin. Selama kurun waktu ini oosit primer mengalami berbagai perubahan
sehubungan dengan meiosis persiapan penyelesaian meiosis dan fertilisasi, serta
mengumpukkan sejumlah besar bahan makan untuk perkembangan awal embrio.
Untuk melindungi diri dari kerusakan mekanis, oosit primer diselubungi oleh selaput
yang dinamakan folikel Graff. Di bawah selaput ini terdapat grabula kortikal yang
membatasi pembuahan hanya oleh satu spermatozoon. (Agus, 2017)

Gambar gametogenesis pada hewan tingkat tinggi (Suryo, 2013)


3. GAMETOGENESIS PADA TUMBUHAN TINGKAT TINGGI
a. Mikrosporogenesis
Mikrosporogenesis ialah gametogenesis yang berlangsung di dalam bagian jantan
dari suatu bunga, yang disebut kepala sari, atau antera dan menghasilkan serbuk sari.
Sebuah sel induk mikrospora diploid (mikrosporosit) dalam antera mula mula
mengalami meiosis I dan menghasilkan sepasang sel haploid. Meiosis II
menghasilkan 4 mikrospora haploid yang berkelompok menjadi satu. Tiap mikrospora
mengalami karyokinese (intinya membelah biasa), sehingga memiliki 2 inti haploid.
Sebuah inti dinamakan inti saluran serbuksari dan yang lain disebut inti generatip.
Setela terbentuk serbuk sari, inti generatip membelah secara mitosis tanpa disertai
sitokenesis dan terjadilah 2 inti sperma. Inti saluran serbuk sari tidak membelah.
Dengan demikian maka sebutir serbuk sari yang telah masak mengandung 3 inti
masing masing haploid, yaitu sebuah inti saluran serbuk sari dan dua buah inti
sperma. (Suryo, 2013).

Gambar mikrosporogenesis (Suryo, 2013)


b. Megasporogenesis
Megasporogenesis ialah gametogenesis yang berlangsung didalam bagian betina
dari suatu bunga, yang disebut bakal buah atau ovarium dan menghasilkan
kandung lembaga. Sebuah sel induk megaspora diploid (megasporosit) dalam
ovarium mengalami meiosis I, menghasilkan dua sel haploid. (Suryo, 2013)

Gambar megasporogenesis (Suryo, 2013)

D. FERTILISASI

Suryo. 2013. Genetika. Gadjah mada University Press: Yogyakarta. ISBN : 979-420-038-7
Serbuk sari biasanya jatuh di atas kepala putik ( stigma ) dengan perantaraan
angin,serangga atau manusia. Peristiwa ini disebut penyerbukan. Beberapa saat kemudian
serbuk sari tumbuh dan membentuk saluran serbuk yang memanjang dan masuk dalam
tangkai putik ( stylus ). Di dalam saluran serbuk itu terdapat 3 inti haploid yaitu inti saluran
serbuk terdapat di depan sedang kedua inti sperma mengikuti dibelakangnya

Saluran serbuk memasuki ovarium lewat mikropil. Kedua inti sperma masuk ke
kandung lembaga. Salah satu inti sperma bersatu dengan inti sel telur dan membentuk zigot
diploid,yang kemudian akan berkembang menjadi embryo. Inti sperma lainnya bersatu
dengan diploid yang merupakan hasil persatuan dari dua inti kutub. Ini menghasilkan inti
triploid ( 3n ) yang setelah mengalami pembelahan berkali-kali akan membentuk jaringan
putih lembaga ( endosperm ). Jadi endosperm itu bersifat triploid.
Oleh karena itu disini terjadi dua kali pembuahan yaitu antara inti pertama dengan inti
sel telur dan inti sperma dengan inti hasil persatuan dua inti kutub,maka pembuahan pada
tumbuh-tumbuhan berbunga ( Angiospermae ) dinamakan pembuahan ganda.

( Suryo,2013 )

Suryo. 2011.Genetika Manusia. Yogyakarta : UGM – Press. ISBN : 979-420-022-0


Begitu terjadi ovulasi pada wanita dan laki-laki telah menghasilkan sperma cukup banyak,maka
persetubuhan atau inseminasi buatan dapat mengusahakan agar supaya sperma bersatu dengan sel
telur,peristiwa mana disebut pembuahan ( fertilisasi ). Sperma yang dimasukkan ke dalam vagina akan
meneruskan perjalanan ke saluran cervix dan beberapa losin akan berusaha untuk mencapai bagian atas
tuba fallopi ( saluran telur ) ( Gambar 3-13 ). Hanya sebuah sperma saja yang masuk ke dalam sel telur. Sel
sperma lainnya secara fisiologi tidak dapat ikut membuahi sel telur.
Seperti diketahui sebagai hasil meiosis pada orang laki-laki membawa separuh dari jumlah sperma
membawa kromosom Y dan separuh lainnya membawa kromosom X. Menurut Landrum Shettles dari
Columbia University,USA,sperma pembawa kromosom Y ( disebut androspermium ) mempunyai kepala
lebih kecil dan lebih membulat daripada sperma pembawa kromosom X ( disebut ginospermium ). Oleh
karena itu, kromosom X lebih besar daripada kromosom Y,maka menurut McCary sperma pembawa
kromosom X mengandung kira 4-5 % lebih banyak bahan genetik. Androspermium bergerak cepat,tetapi
masaa hidupnya lebih pendek dari ginospermium. Menurut Lappe ( 1974 ) androspermium mengandung
suatu anti gen unik yang tidak memiliki ginospermium.
Apabila sel telur telah dimasuki sperma,maka sel telur itu dipacu untuk menyelesaikan proses
meiosis,yang menghasilkan sebuah sel telur dengan nukleus diploid ( Gambar3-10 ). Sekarang nukleus dari
sperma bersatu dengan nukleus sel telur dan menghasilkan sebuah sel tunggal zigot yang diploid. Kejadian
ini memakan waktu kira-kira 12 jam.
Selama fertilisasi sel sperma dan ovum masing-masing memberikan bahan genetik yang sama
banyaknya yaitu masing-masing memberikan 23 kromosom kepada zigot. Selama jam–jam pertama dari
terbentuknya zigot ,maka terbentuklah ADN. Selama pembentukan ADN yang baru,sel zigot mengalami
pembelahan sel pertama. Beberapa jam kemudian disusul oleh pembelahan kedua,sehingga dihasilkan 4
sel,begitu seterusnya. Hasil pembelahan ini kemudian berbentuk sebuah buah berongga yang dinamakan
blastosist. Selanjutnya blastosist yang merupakan janin ( embrio ) ini bergerak ke bawah di dalam saluran
telur untuk menempel pada dinding rahim. Perjalanan ini memakan 5-7 hari ( Gambar 3-14 ).
Apabila sperma tidak membuahi sel telur,sedangkan sel telur telah berada di dalam saluran telur,
maka sel telur tetap mengadakan perjalanan ke uterus,kemudian rusak dan dikeluarkan dari badan pada
waktu haid.
Menurut Hancock ( 1974 ) dua macam spesies jika diletakkan pada bidang elektris akan berpindah
tempat kejurusan yang berlawanan. Berhubung dengan cara itu mungkin dapat menolong orang yang
menginginkan anak sex tertentu, tetapi fertilisasi harus dilakukan secara kawin suntik. Jika yang
dikehendaki anak perempuan,maka yang digunakan pada inseminasi buatan adalah ginospermium,jika
yang dikehendaki anak laki-laki maka maka yang digunakan adalah androspermium.
Memisahkan sperma pembawa kromosom X dari sperma pembawa kromosom Y dalam ejakulat
kini dapat dilakukan dengan teknik modern yang disebut sephadex gel filtrasi,suatu cara menyaring. Di
Indonesia,teknik modern ini sejak tahun 1970 dipelopori oleh F.X. Arif Adimulya dari Seksi Andrologi
Bagian Biologi Fakutas Kedokteran Universitas Airlangga. Sampai akhir tahun 1984 diadakan penelitian
pada 269 pasangan suami istri yang telah menikah selama 3- 8 tahun dan sudah beranak 1-4 orang anak
laki-laki. Mereka dengan sukarela mengajukan permohonan untuk memperoleh anak perempuan melalui
suatu cara dengan inseminasi buatan dengan menggunakan sperma pasangan suami sendiri yang disaring
dengan teknik tersebut diatas. Digunakan semacam tepung yang biasa dipakai pada dalam laboratorium
untuk memisahkan hormon-hormon guna meningkatkan jumlah spermatozoa X. Usia suami itu antara 26-
37 tahun. Walaupun ada ke 58 yang berhasil hamil,kemudian 48 melahirkan anak perempuan yang sehat
secra normal tanpa adanya kelainan.
Hasil penelitian in vitro sangat menyakinkan yaitu sebanyak 94,7 % spermatozoa X dapat
dipisahkan di dalam hasil saringan dengan daya gerak dan morfologi yang lebih baik daripada sebelum
disaring. Sehingga penerapannya secara praktis melalui inseminasi buatan untuk kehamilan dan kelahiran
seseorang anak perempuan dapat diharapkan .
Dapat diambil kesimpulan bahwa pemisahan spermatozoa X dengan cara penyaringan sephadex
gel column didasarkan atas pembedaan besarnya spermatozoa X dalam jumlah besar,sehingga kehamilan
yang terjadi hampir dapat dipastikan adalah bayi perempuan.

RINGKASAN

Suryo. 2013. Genetika. Gadjah mada University Press: Yogyakarta. ISBN : 979-420-038-7
Penyerbukan adalah serbuk sari yang jatuh di atas kepala putik ( stigma ) dengan
perantaraan angin,serangga atau manusia. Di dalam saluran serbuk itu terdapat 3 inti haploid
yaitu inti saluran serbuk terdapat di depan sedang kedua inti sperma mengikuti
dibelakangnya. Saluran serbuk memasuki ovarium lewat mikropil. Inti sperma bersatu
dengan diploid yang merupakan hasil persatuan dari dua inti kutub. Hal ini menghasilkan inti
triploid ( 3n ) yang setelah mengalami pembelahan berkali-kali akan membentuk jaringan
putih lembaga ( endosperm ). Jadi endosperm itu bersifat triploid.

Pembuahan ganda adalah pembuahan antara inti pertama dengan inti sel telur dan inti
sperma dengan inti hasil persatuan dua inti kutub pada tumbuh-tumbuhan berbunga (
Angiospermae.

Suryo. 2011.Genetika Manusia. Yogyakarta : UGM – Press. ISBN : 979-420-022-0


Pembuahan ( fertilisasi ) adalah persetubuhan atau inseminasi buatan dapat mengusahakan agar
supaya sperma bersatu dengan sel telur. Menurut Landrum Shettles dari Columbia University,USA,sperma
pembawa kromosom Y ( disebut androspermium ) mempunyai kepala lebih kecil dan lebih membulat
daripada sperma pembawa kromosom X ( disebut ginospermium ). Menurut McCary kromosom X lebih
besar daripada kromosom Y,maka sperma pembawa kromosom X mengandung kira 4-5 % lebih banyak
bahan genetik dan androspermium bergerak cepat,tetapi masa hidupnya lebih pendek dari ginospermium.
Menurut Lappe ( 1974 ) androspermium mengandung suatu anti gen unik yang tidak memiliki
ginospermium.
Apabila sel telur telah dimasuki sperma,maka sel telur itu dipacu untuk menyelesaikan proses
meiosis,yang menghasilkan sebuah sel telur dengan nukleus diploid. Sekarang nukleus dari sperma bersatu
dengan nukleus sel telur dan menghasilkan sebuah sel tunggal zigot yang diploid. Kejadian ini memakan
waktu kira-kira 12 jam. Selama fertilisasi sel sperma dan ovum masing-masing memberikan 23 kromosom
bahan genetik kepada zigot. Selama jam–jam pertama dari terbentuknya zigot ,maka terbentuklah ADN.
Selama pembentukan ADN yang baru,sel zigot mengalami pembelahan sel pertama. Beberapa jam
kemudian disusul oleh pembelahan kedua,sehingga dihasilkan 4 sel,begitu seterusnya. Blastosist adalah
hasil pembelahan ini kemudian berbentuk sebuah buah berongga. Selanjutnya blastosist yang merupakan
janin ( embrio ) ini bergerak ke bawah di dalam saluran telur untuk menempel pada dinding rahim dan
perjalanan ini memakan 5-7 hari.
Menurut Hancock ( 1974 ) dua macam spesies jika diletakkan pada bidang elektris akan berpindah
tempat kejurusan yang berlawanan. Berhubung dengan cara itu mungkin dapat menolong orang yang
menginginkan anak sex tertentu, tetapi fertilisasi harus dilakukan secara kawin suntik. Jika yang
dikehendaki anak perempuan,maka yang digunakan pada inseminasi buatan adalah ginospermium,jika
yang dikehendaki anak laki-laki maka maka yang digunakan adalah androspermium.
Sephadex gel filtrasi adalah suatu cara menyaring yang memisahkan sperma pembawa kromosom
X dari sperma pembawa kromosom Y dalam ejakulat kini dapat dilakukan dengan teknik modern. Di
Indonesia,teknik modern ini sejak tahun 1970 dipelopori oleh F.X. Arif Adimulya dari Seksi Andrologi
Bagian Biologi Fakutas Kedokteran Universitas Airlangga sampai akhir tahun 1984 diadakan penelitian
pada 269 pasangan suami istri yang telah menikah selama 3- 8 tahun dan sudah beranak 1-4 orang anak
laki-laki. Usia suami antara 26-37 tahun dapat berhasil hamil,kemudian 48 melahirkan anak perempuan
yang sehat secra normal tanpa adanya kelainan. Meningkatkan jumlah spermatozoa X digunakan semacam
tepung yang biasa dipakai pada dalam laboratorium untuk memisahkan hormon-hormon.
Hasil penelitian in vitro sangat menyakinkan yaitu sebanyak 94,7 % spermatozoa X dapat
dipisahkan di dalam hasil saringan dengan daya gerak dan morfologi yang lebih baik daripada sebelum
disaring. Sehingga penerapannya secara praktis melalui inseminasi buatan untuk kehamilan dan kelahiran
seseorang anak perempuan dapat diharapkan.
Kesimpulan ini bahwa pemisahan spermatozoa X dengan cara penyaringan sephadex gel column
didasarkan atas pembedaan besarnya spermatozoa X dalam jumlah besar,sehingga kehamilan yang terjadi
hampir dapat dipastikan adalah bayi perempuan.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
1) Kromosom ini dimiliki setiap manusia dengan jumlah sebanyak 46 buah dengan
menggunkaan teknik dan alat-alat modern. Kromosom adalah pembawa bahan genetik
yang terdapat di dalam inti sel pada setiap makhluk hidup. Sentromer adalah setiap
kromosom mempunyai bagian yang lebih menyempit dan tampak lebih terang.
Berdasarkan letak sentromer dapat dibedakan beberapa bentuk kromosom yaitu
metasentris,submetasentris,akrosentris dan telosentris. Kromosom manusia dibedakan
atas dua tipe yaitu autosom dan genosom ( seks kromosom ).
2) Di pembelahan sel ada terbagi dua yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis berlangsung
dalam beberapa fase yakni interfase , profase, metafase, anafase,dan telofase. Pada
fase interfase terdiri atas: Fase G1 (growth 1/pertumbuhan 1), Fase S (sintesis), dan
Fase G2 (growth 2/pertumbuhan. Pembelahan Meiosis Merupakan cara pembelahan
sel yang khusus, terjadi pada waktu pematangan sel-sel benih yang membagi angka
kromosom menjadi setengahnya dan terjadi di sel kelamin. Meisosis berlangsung
dalam dua tingkatan yaitu meisosis I dan meisosis II. Pada fase meoiosis I terdiri atas
Profase I,Metafase I,Anafase I dan Telofase I. Pada meiosis II terdiri atas : profase
II,metafase II,anafase II,dan telofase II.
3) Pembelahan meiosis yang diikuti oleh pematangan sel-sel haploid menjadi gamet
fungsional dinamakan gametogenesis. Gametogenesis pada hewan tingkat tinggi
terdiri dari spermatogenesis dan oogenesis. Gametogenesis pada tumbuhan tingkat
tinggi terdiri dari mikrosporogenesis dan megasporogenesis
4) Penyerbukan adalah serbuk sari yang jatuh di atas kepala putik ( stigma ) dengan
perantaraan angin,serangga atau manusia. Pembuahan ganda adalah pembuahan antara
inti pertama dengan inti sel telur dan inti sperma dengan inti hasil persatuan dua inti
kutub pada tumbuh-tumbuhan berbunga ( Angiospermae ). Pembuahan ( fertilisasi )
adalah persetubuhan atau inseminasi buatan dapat mengusahakan agar supaya sperma bersatu
dengan sel telur. Menurut Landrum Shettles dari Columbia University,USA, pada fertilisasi
terdapat androspermium dan ginospermium. Pemisahan spermatozoa X dengan cara penyaringan
sephadex gel column didasarkan atas pembedaan besarnya spermatozoa X dalam jumlah
besar,sehingga kehamilan yang terjadi hampir dapat dipastikan adalah bayi perempuan.

3.2 SARAN

Seharusnya pada alat-alat modern setiap tahunnya makin canggih agar dapat menolong
manusia untuk memiliki anak yang mereka inginkan. Bahasanya jangan terlalu sulit bagi
pembaca.
DAFTAR PUSTAKA

Suryo. 2011.Genetika Manusia. Yogyakarta : UGM – Press. ISBN : 979-420-022-0


Suryo. 2013. Genetika. Gadjah mada University Press: Yogyakarta. ISBN : 979-420-038-7
Susanto,Agus Hery.2011.Genetika.Graha Ilmu : Yogyakarta. ISBN : 978-979-756-716-3