Anda di halaman 1dari 5

JAWABAN

1. Produk Beton Pracetak yang digunakan sebagai elemen struktur bangunan :


 Balok pracetak merupakan balok beton yang di buat di pabrik dengan bentuk sesuai
cetakan. Kemudian, produk ini didistribusikan dan dipasang ke lokasi konstruksi
bangunan.
Referensi Desain dan Fabrikasi
Desain
SNI 2847:2013 : Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung
SNI 7833:2012 : Tata cara perancangan beton pracetak dan beton prategang untuK
bangunan gedung

Spesifikasi Material
Beton : Minimal Mutu fc’ : 41.5 Mpa
Tulangan : D ≥ 10 BJTD 40, fy = 400 Mpa

 Kolom pracetak merupakan kolom beton yang di buat di pabrik dengan bentuk sesuai
cetakan. Kemudian, produk ini didistribusikan dan dipasang ke lokasi konstruksi
bangunan.
Referensi Desain dan Fabrikasi
Desain
SNI 2847:2013 : Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung
SNI7833:2012 : Tata cara perancangan beton pracetak dan beton prategang untuk
bangunan gedung
Spesifikasi Material
Beton : Minimal Mutu fc’ : 41.5 Mpa
Tulangan : D ≥ 10 BJTD 40, fy = 400 Mpa
 HCS (Hollow Core Slab), sebagai salah satu terobosan dalam konstruksi lantai beton
untuk bangunan bertingkat, menggunakan sistem pre-tensioning dimana kabel prategang
ditarik terlebih dahulu pada suatu dudukan khusus yang telah disiapkan dan kemudian
dilakukan pengecoran, sehingga pembuatan produk ini harus ditempat fabrikasi khusus.
Referensi Desain & Fabrikasi
Desain
SNI 03–2847 – 2002 : Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung
ACI – 318 – 2002 : American Concrete Institut
PCI : Desain Manual untuk HCS (Hollow Core Slab)
Fabrikasi
WB – PRD – PS – 16 : Prosedur Produksi Fabrikasi dari WIKA Beton

Spesifikasi Material
PC Strand : Uncoated 7-wire for prestressed concrete
Low-relaxation strand grade 270 (ASTM A416-90a)
Beton : C40/50 (f’c 40 MPa / K 500 Kg/cm2 ) – HCS
C30/35 (f’c 30 MPa / K 350 Kg/cm2 ) – Topping

2. Produk Beton Pracetak yang digunakan sebagai elemen non-struktur bangunan :

 Fasade Pracetak banyak digunakan untuk proyek – proyek apartemen dan bangunan
tinggi. Produk ini dapat dipasang dengan cepat dan kualitasnya sangat baik dari sisi
struktur, maupun dari sisi arsitektur.
Spesifikasi Teknis
Mutu Beton : K-350 (atau menyesuaikan desain)
Ketebalan : 8 cm, 10cm
Slump : 12 ± 2 cm
Jenis Semen : Ordinary PC Tipe 1
Penulangan : Deform bar 10 mm (D10) & Wiremesh M6-150 (single layer)
Sealant : Paintable Polyurethane Sealant ex SIKA/Setara
Permukaan rata cor beton (Concrete surface finishing)
Proses pembuatan fasade pracetak ini dapat melalui:

 Sistem produksi di pabrik


 Sistem produksi di lapangan

 Paving Block
Paving block adalah produk beton precast yang berbentuk blok-blok kecil yang
digunakan sebagai media perkerasan jalan dan perkerasan tanah.Paving block atau
conblock biasa juga disebut dengan bata beton karena berbahan beton dan memiliki
bentuk seperti batu bata.Kita sering mendapatinya di sepanjang jalan yang kita lewati
sehari-hari, dengan berbagai bentuk dan warna yang cantik.
Selain kotak, bentuk dan jenis paving block dapat berupa paving block segi enam
(hexagon), tiga berlian, persegi panjang, zig-zag, dan masih banyak lagi model paving
block yang lainnya.Hal ini memberi ruang gerak yang luas bagi para arsitek landscape
untuk menciptakan desain ruang luar dengan estetika tinggi.
Pedoman Dasar Dalam Pemasangan Paving Block
Adapun cara memasang paving block cukup mudah.
 Pertama, area kerja (tanah) diratakan dengan pemberian abu batu yang kemudian
dipadatkan.
 Selanjutnya, bingkai dibuat dengan menggunakan kanstin sesuai dengan desain
jalan yang telah direncanakan.
 Terakhir, paving block mulai disusun dan disatukan dengan abu batu. Paving
block dapat ditata secara manual atau
menggunakan mesin
penyusun paving.
 Buis Beton
Fungsi Buis Beton
Seperti yang sempat disinggung di atas, fungsi buis beton adalah untuk saluran
air. Fungsi inti dari buis beton memang terlihat sederhana yaitu untuk membantu proses
pengaliran air.
Namun untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan dibagi fungsi buis beton menjadi 3
kategori berbeda.
1. Buis Beton Untuk Sumur Resapan

Fungsi penggunaan pertama buis beton adalah untuk sumur resapan. Pada fungsi
satu ini, buis beton digunakan untuk melapisi dinding tanah saat membuat sumur
resapan. Pelapis dinding tanah untuk sumur resapan dulunya dibuat dari batu kali atau
pun dengan cara dicor.

Adanya fungsi buis beton tentunya mempermudah pengerjaan sumur tanah dan
menjadikan lebih hemat biaya pula.Untuk sumur resapan, dimensi buis beton yang
digunakan biasanya yang berbentuk bulat atau lingkaran. Untuk jenis yang satu ini
disebut buis beton model pipe concrete. Sumur resapan yang menggunakan buis beton
pun dipercaya memiliki keunggulan seperti daya tahan yang lebih. Tentunya, ini akan
tergantung lagi dengan jenis buis beton yang digunakan nantinya.

2. Buis Beton Untuk Gorong-Gorong

Setelah buis beton untuk resapan, berikutnya adalah buis beton untuk gorong-
gorong. Sebenarnya buis beton atau beton precast sebelumnya difungsikan untuk
gorong-gorong sebelum akhirnya difungsikan untuk hal lain juga. Buis beton untuk
gorong-gorong memiliki tipe yang sama dengan untuk sumur resapan. Hanya saja, untuk
gorong-gorong kerap kali digunakan buis beton tipe setengah lingkaran.
Untuk dimensi dan spesifikasi buis beton disesuaikan dengan kebutuhan nantinya.
Fungsi buis beton adalah melapisi dinding tanah dengan lebih baik. Selain juga untuk
pengerjaan yang lebih cepat dengan material yang lebih kuat pula. Untuk itu saat ini,
nyaris bisa dipastikan semua gorong-gorong atau drainase akan menggunakan buis beton
dari pada dicor atau pun menggunakan teknik lain.
3. Buis Beton Untuk Pengairan

Fungsi terakhir buis beton adalah untuk pengairan. Fungsi ini sama seperti buis
beton pada gorong-gorong atau pun untuk drainase. Dimana nantinya digunakan buis
beton dengan tipe buis beton bulat atau pun buis beton belah. Pengerjaan menggunakan
buis beton ini dipercaya jauh lebih cepat dan juga murah dibandingkan dengan material
saluran lainnya.

Namun selain itu juga, menggunakan buis beton sebagai material untuk pengairan
pun dipercaya lebih unggul daripada menggunakan batu kali. Salah satunya karena buis
beton untuk pengairan lebih mampu melindungi aliran air dari pada menggunakan bahan
lain. Selain itu buis beton adalah salah satu material yang cukup kuat, setidaknya dengan
tipe yang tepat.