Anda di halaman 1dari 11

Satuan Acara Penyuluhan Tentang Asam Urat

(Artritis Gout) di desa Bonto Tallasa Dusun


Makuring Posko X

Disusun oleh :
Posko X

 Fadillah  Anita  Ryan Louis Fernando


 Sri Wahyuni  Siti Najmiati Ikhwan Todaa
 Sulastri Ningsi  Sitti Hartina  Afdal
 Isma Nurhilal Yusuf  Sitti Maryam. AS
 Andi Risma  Nita Kahnita
 Angelia Ivonne  Nola
Paquita  Irwan Mustarim

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
NANI HASANUDDIN
MAKASSAR
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN

(ARTRITIS GOUT)

Pokok Bahasan : Asam Urat (Artritis Gout)

Hari/ Tanggal : Selasa, 8 april 2018

Pukul : 09:00 WITA

Sasaran : Lansia di Dusun Makuring

Tempat : Tempat Pertemuan rumah dusun Makuring

1. Latar Belakang
Di masyarakat kini beredar mitos bahwa ngilu sendi berarti asam urat. Pengertian ini
perlu diluruskan karena tidak semua keluhan dari nyeri sendi disebabkan oleh asam urat.
Pengertian yang salah ini diperparah oleh iklan jamu/obat tradisional. Penyakit rematik
banyak jenisnya. Tidak semua keluhan nyeri sendi atau sendi yang bengkak itu berarti asam
urat. Untuk memastikannya perlu pemeriksaan laboratorium.
Sebenarnya yang dimaksud dengan asam urat adalah asam yang berbentuk Kristal –
Kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukleoprotein),
yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel – sel tubuh. Secara
alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup,
yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau pun hewan (daging, jeroan,
ikan sarden).

Jadi asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh, yang adarnya tidak
boleh berlebih. Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap
metabolisme normal dihasilkan asam urat. Sedangkan pemicunya adalah makanan dan
senyawa lain yang banyak mengandung purin. Sebetulnya, tubuh menyediakan 85 persen
senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan
hanya sekitar 15 persen. Sayangnya, fakta ini masih belum diketahui secara luas oleh
masyarakat. Akibatnya banyak orang suka menyamaratakan semua makanan. Orang
menyantap apa saja yang dia inginkan, tanpa mempertimbangkan kandungan di dalamnya.
Makanan sumber dari produk hewani biasanya mengandung purin sangat tinggi.
Produk makanan mengandung purin tinggi kurang baik bagi orang-orang tertentu, yang
punya bakat mengalami gangguan asam urat. Jika mengonsumsi makanan ini tanpa
perhitungan, jumlah purin dalam tubuhnya dapat melewati ambang batas normal. Beberapa
jenis makanan dan minuman yang diketahui bisa meningkatkan kadar asam urat adalah
alkohol, ikan hearing, telur, dan jeroan. Ikan hearing atau sejenisnya (sarden), dan jeroan
merupakan sumber senyawa sangat potensial. Yang tergolong jeroan bukan saja usus
melainkan semua bagian lain yang terdapat dalam perut hewan –seperti hati, jantung, babat,
dan limfa.

Konsumsi jeroan memperberat kerja enzim hipoksantin untuk mengolah purin.


Akibatnya banyak sisa asam urat di dalam darahnya, yang berbentuk butiran dan mengumpul
di sekitar sendi sehingga menimbulkan rasa sangat sakit. Jeroan memang merupakan salah
satu hidangan menggiurkan, di antaranya soto babat, sambal hati, sate jantung, dan kerupuk
limfa. Tetapi salah satu dampaknya, jika tubuh kelebihan senyawa purin maka si empunya
diri mengalami sakit pada persendian.

Berdasarkan masalah yang telah diuraikan diatas, mahasiswa melihat masyarakat di


Dusun Makuring juga belum memahami mengenai hal tersebut. Untuk itu mahasiswa
berencana memberikan penyuluhan di Dusun Makuring agar masyarakat dapat mengetahui
tentang penyakit asam urat dan mahasiswa perawat dapat memberikan asuhan keperawatan
bagi yang telah menderitanya dan penyuluhan bagi orang – orang yang belum agar terhindar
dari penyakit ini.

2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan 1 x 45 menit diharapkan lansia memahami tentang
Asam Urat (Artritis Gout).
b. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan orang tua mampu:

1. Mengetahui pengertian Asam Urat


2. Mengetahui penyebab Asam Urat
3. Mengetahui tanda dan gejala Asam Urat
4. Mengetahui akibat lanjut Asam Urat
5. Mengetahui perawatan dari Asam Urat
6. Mengetahui BATRA dari Asam Urat
7. Mengetahui perbedaan asam urat dengan rematik
a. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik kegiatan
Penyuluhan tentang asam urat (arthritis gout)
2. Sasaran
Seluruh lansia di Dusun Makuring Wilayah Kerja Posko X
3. Metode
Ceramah dan tanya jawab
4. Media
 Poster
5. Tempat
Rumah Dusun Makuring Posko X

6. Hari : Selasa
Tanggal : 08 April 2018

Jam : 09:00 WITA

7. Susunan Acara
No Kegiatan Mahasiswa Kegiatan audiens Waktu

1. Pembukaan 5 menit

1. Mengucapkan salam
2. Memperkenalkan diri semua
 Menjawab salam
anggota mahasiswa
 Mendengarkan mahasiswa
3. Memperkenalkan pembimbing
memperkenalkan diri
4. Mengkaji pengetahuan lansia
 Mendengarkan penjelasan
tentang topik yang akan diberikan
5. Menjelaskan kontrak waktu dan
tujuan pertemuan
2. Pelaksanaan 20
menit
Pelaksanaan  Memberikan respon
- Mengkaji pengetahuan lansia  Mendengarkan dan
tentang pengertian asam urat memperhatikan
- Memberi reinforcemnt positif atas
jawaban lansia
- Menjelaskan apa itu asam urat

- Menggali persepsi tentang


penyebab asam urat
- Memberikan reinforcement positif  Menjawab dan memberikan
atas jawaban lansia respon
- Menjelaskan tentang penyebab  Mendengarkan dan
asma urat memperhatikan

 Mengkaji persepsi tentang tanda


dan gejala asam urat
 Memberikan reinforcement positif
atas jawaban lansia  Mengungkapkan pendapat
 Menjelaskan tentang tanda dan
gejala asam urat

 Mengkaji persepsi lansia tentang


perawatan asam urat
 Memperhatikan
 Memberikan reinforcement positif
 Mendengarkan
 Menjelaskan tentang perawatan
asam urat

 Mengkaji persepsi lansia tentang


 Menjawab dan memberikan
BATRA dari asam urat
respon
- Memberikan reinforcement positif
 Mendengarkan
atas jawaban lansia  Memperhatikan
- Menjelaskan BATRA dari asam
urat
 Menjawab dan memberikan
respon
- Mengkaji persepsi lansia tentang
 Mendengarkan
perbedaan rematik dengan asma
 memperhatikan
urat

- Memberikan reinforcement positif


atas jawabana lansia
 Menjawab dan memberikan
respon
- Menjelaskan perbedaan rematik
 Mendengarkan
dengan asam urat
 memperhatikan

- Memotivasi lansia untuk


megulangi apa yang telah di
jelaskan tadi

- Beri reinforcement positif atas


jawaban lansia

- Memberi kesempatan pada lansia


untuk bertanya

- Menjawab pertanyaan yang


diberikan lansia
3. Penutup 5 menit

1. Melakukan evaluasi terhadap  Menjawab


materi yang di sampaikan
2. Memberikan reinforcement positif
 Mendengarkan
3. Memberi salam

 Menjawab salam

Lampiran Materi

ASAM URAT ( ARTRITIS GOUT)

1. Definisi
Asam Urat : Zat yang secara normal dihasilkan tubuh yang merupakan sisa
pembakaran protein atau penghancuran sel-sel tubuh yang sudah tua.

Penyakit Asam Urat (Artritis Gout)

Penyakit peradangan pada sendi yang disebabkan oleh tingginya asam urat dalam
tubuh.
Kadar Asam Urat Normal:
 Pria : 2,1 – 7 mg/dl
 Wanita : 2,0 – 6 mg/dl

2. Penyebab Asam Urat


a. Produksi asam urat dalam tubuh meningkat disebabkan oleh :
o Genetik
o Aktivitas berlebihan
o Konsumsi makanan tinggi protein (purin) seperti : Daging, Jeroan, Kepiting,
Kerang, Keju, Buncis, Kacang Tanah, Bayam, Kembang Kol
b. Pembuang asam urat berkurang karena :
 Makan obat TB
 Puasa / diet ketat
 Olah raga terlalu berat
 Kegemukan

3. Tanda dan Gejala Asam Urat


a. Kesemutan, ngilu, dan linu
b. Nyeri terutama malam / pagi hari saat bangun tidur
c. Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan panas, dan nyeri luar
biasa pada malam dan pagi hari
d. Rasa nyeri pada sendi berulang-ulang (Biasanya nyeri terasa pada jari kaki, jari
tangan, lutut, tumit, pergelangan tangan dan siku), terkadang terasa sangat sakit saat
bergerak.

4. Patofisiologi

Peningkatan kadar asam urat serum dapat disebabkan oleh pembentukan


berlebihan atau penurunan eksresi asam urat, ataupun keduanya. Asam urat adalah
produk akhir metabolisme purin

Asam urat yang terbentuk dari hasil metabolisme purin akan difiltrasi secara
bebas oleh glomerulus dan diresorpsi di tubulus proksimal ginjal. Sebagian kecil asam
urat yang diresorpsi kemudian diekskresikan di nefron distal dan dikeluarkan melalui
urin.

Pada penyakit gout-arthritis (asam urat), terdapat gangguan kesetimbangan


metabolisme (pembentukan dan ekskresi) dari asam urat tersebut, meliputi:

1. Penurunan ekskresi asam urat secara idiopatik


2. Penurunan eksreksi asam urat sekunder, misalnya karena gagal ginjal
3. Peningkatan produksi asam urat, misalnya disebabkan oleh tumor (yang
meningkatkan cellular turnover) atau peningkatan sintesis purin (karena defek enzim-
enzim atau mekanisme umpan balik inhibisi yang berperan)
4. Peningkatan asupan makanan yang mengandung purin
Peningkatan produksi atau hambatan ekskresi akan meningkatkan kadar asam
urat dalam tubuh. Asam urat ini merupakan suatu zat yang kelarutannya sangat rendah
sehingga cenderung membentuk kristal. Penimbunan asam urat paling banyak terdapat di
sendi dalam bentuk kristal mononatrium urat. Mekanismenya hingga saat ini masih
belum diketahui.

Penimbunan kristal urat dan serangan yang berulang akan menyebabkan


terbentuknya endapan seperti kapur putih yang disebut tofi/tofus (tophus) di tulang
rawan dan kapsul sendi. Di tempat tersebut endapan akan memicu reaksi peradangan
granulomatosa, yang ditandai dengan massa urat amorf (kristal) dikelilingi oleh
makrofag, limfosit, fibroblas, dan sel raksasa benda asing. Peradangan kronis yang
persisten dapat menyebabkan fibrosis sinovium, erosi tulang rawan, dan dapat diikuti
oleh fusi sendi (ankilosis). Tofus dapat terbentuk di tempat lain (misalnya tendon, bursa,
jaringan lunak). Pengendapan kristal asam urat dalam tubulus ginjal dapat
mengakibatkan penyumbatan dan nefropati gout.

5. Akibat Lanjut dari asam urat


o Gangguan ginjal
Peningkatan kadar asam urat dalam urin
o Batu ginjal
Penumpukan Kristal urat di ginjal
6. Perawatan Asam Urat
o Cukupi kebutuhan cairan
o Hindari alkohol
o Hindari durian, alpukat, nanas, air kelapa, dan melinjo
o Batasi sayur bayam, buncis, kembang kol, brokoli, jamur
a. Obat-obatan
 Kolkisin : merupakan anti radang
 Obat anti inflamasi non steroid
 Kortikostreoid
c. Obat Tradisional
 Daun Salam
Daun salam segar sebanyak 10-15 lembar dicuci dan direbus dengan 3 gelas air
sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring dan diminum pada pagi hari
sewaktu perut masih kosong.

 Biji Seledri
Rebus satu sendok biji seledri dengan 3 gelas air hingga menjadi 1 gelas air,
minum dalam keadaan hangat dan lakukan 2-3x sehari tergantung beratnya
penyakit

 Daun Kumis Kucing


Cuci bersih 100 lembar daun kumis kucing segar, lalu direbus dengan 3 gelas air
hingga tersisa 1 gelas air, setelah dingin saring dan minum dipagi hari

 Labu Siam
Labu siam diparut kemudian disaring dan diminum airnyadan lakukan setiap hari

 Sirsak
Sirsak dimakan atau dibuat jus, bisa dikonsumsi setiap hari

6. Perbedaan Asam Urat dengan Rematik


Asam Urat: disebabkan karena kandungan asam urat meningkat dalam darah,
dimana asam urat terbentuk dari sentyawa purin yaitu senyawa pecahan dari asam
nukleat (bahan dasar protein inti sel)

Rematik: Merupakan peradangan pada sendi yang biasanya di munculkan


karna kekurangan cairan sinovial dan adanya proses degenerative.