Anda di halaman 1dari 11

.

Bukit Baru Pangkalpinang


Jln. Telp. (0717) 420191, 433026, 433027 Fax.(0717) 424212

SURAT KEPUTUSAN
No. : /SK-0000/XI/2014

TENTANG

KEBIJAKAN PELAYANAN PASIEN


DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG
DIREKTUR RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG

Menimbang : a. bahwa pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah pelayanan


pasien yang memerlukan perencanaan dari petugas kesehatan
yang berkesinambungan sesuai kebutuhan asuhan pasien.
b. bahwa proses asuhan pasien bersifat dinamis dan melibatkan
banyak praktisi pelayanan kesehatan yang kompeten dan dapat
melibatkan berbagai unit kerja dan pelayanan, tidak tergantung
waktu dan hari-hari tertentu;
c. bahwa dalam menyelengarakan pelayanan kesehatan Rumah Sakit
Bakti Timah Pangkalpinang menerapkan prinsip non-diskriminatif
yaitu pelayanan yang terstandar/seragam tanpa membedakan
status sosial ekonomi, budaya agama dan waktu pelayanan;
d. bahwa pemberian pelayanan pasien harus dikoordinasikan dan
diintergrasikan oleh semua individu yang terkait;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a, huruf b, huruf c dan huruf d menetapkan keputusan Direktur
Rumah sakit Bakti timah Pangkalpinang tentang Kebijakan
Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang yang
ditetapkan melalui Keputusan Direktur ;
Mengingat : 1. Undang – Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
2. Undang – Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Undang – Undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
4. Peraturan Menteri Kesehatan No. 269/Menkes/Per/II/2008 tentang
. Bukit Baru Pangkalpinang
Jln. Telp. (0717) 420191, 433026, 433027 Fax.(0717) 424212

Rekam Medis.
5. Peraturan Menteri Kesehatan No. 290/MENKES/PER/III/2008
tentang Persetujan Tindakan Kedokteran
6. Peraturan Menteri Kesehatan No.755/MENKES/PER/VI/2011
tentang Penyelenggaraan Komite Medik di Rumah Sakit.
7. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1691/MENKES/SK/VIII/2011
tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit
8. Peraturan Menteri Kesehatan No. 619/MENKES/SK/III/2011 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Anestesi dan Terapi Intensif
di Rumah Sakit

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KESATU : MEMBERLAKUKAN KETENTUAN DIREKTUR TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN PASIEN DI RUMAH SAKIT BAKTI
TIMAH PANGKALPINANG.
KEDUA : Pelayanan pasien tertuang dalam lampiran keputusan ini
KETIGA : Keputusan ini berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan : di Pangkalpinang
Pada tanggal : November 2014

RS.BAKTI TIMAH PANGKALPINANG

Dr. Adi Sucipto, Sp.B


Direktur
. Bukit Baru Pangkalpinang
Jln. Telp. (0717) 420191, 433026, 433027 Fax.(0717) 424212

Lampiran Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang


No. : /SK-0000/XI/2014
Tanggal : November 2014

PELAYANAN PASIEN

1. Pelayanan Yang Seragam mencakup 5 aspek yaitu :


a. Akses pelayanan pasien tidak tergantung pada pembayaran
b. Akses tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan tidak tergantung waktu
c. Panduan praktik klinis yang seragam
d. Untuk pelayanan operasi diberikan asuhan pelayanan anestesi yang seragam
e. Asuhan keperawatan yang seragam diberikan sesuai asuhan standar
keperawatan
2. Asuhan Pasien
a. Proses asuhan pasien bersifat dinamis, terintegrasi dan terkoordinasi secara
terus menerus tidak tergantung waktu, 24 jam setiap hari, 7 hari dalam
seminggu, dengan kualitas yang sama
b. Pencatatan kolaborasi hsil atau esimpulan rapat dari tm asuhan dalam rekam
pasien
2.1 Asuhan kepada pasien direncanakan dan ditulis dalam rekam medis
a. Asuhan untuk setiap pasien direncanakan oleh dokter penanggung jawab
pelayanan (DPJP), perawat dan pemberi pelayanan kesehatan lain dalam
waktu 24 jam sesudah pasien masuk rawat inap
b. Rencana asuhan pasien harus bersifat individu dan berdasarkan data
assesement awal pasien
c. Rencana asuhan dicatat dalam rekam medis dalam bentuk kemajuan
terukur pencapaian sasaran, Kemajuan yang diantisipasi dicatat atau
direvisi sesuai kebutuhan, berdasarkan hasil assessment ulang atas
pasien oleh praktisi pelayanan kesehatan
d. Rencana asuhan untuk tiap pasien di review dan diverifikasi oleh DPJP
dengan mencatat kemajuannya
. Bukit Baru Pangkalpinang
Jln. Telp. (0717) 420191, 433026, 433027 Fax.(0717) 424212

e. Asuhan yang diberikan kepada pasien dicatat dalam rekam medis pasien
oleh pemberi pelayanan

2.2. Mereka yang diizinkan memberikan perintah / order menuliskan


perintah ini dalam rekam medis pasien di lokasi yang seragam

a. Perintah harus tertulis dan mengikuti pedoman rekam medis rumah sakit
b. Permintaan pemeriksaan diagnostik imaging dan laboratorium klinis harus
disertai indikasi klinis / rasional apabila memerlukan ekspertise
c. Tiap pengecualian di pelayanan khusus seperti UGD dan unit pelayanan
intensif
d. Hanya mereka yang diizinkan yang boleh menuliskan perintah, sesuai
dengan pedoman rekam medis
e. Perintah berada di lokasi tertentu yang seragam di rekam medis pasien

2.3 Prosedur yang dilaksanakan harus dicatat dalam rekam medis pasien
a. Tindakan yang sudah dilakukan harus ditulis dalam rekam medis pasien
b. Hasil tindakan yang dilakukan dicatat dalam rekam medis pasien berisi
tanggal, jam, uraian perintah, pemberi perintah, palaksana perintah, waktu
selesai.

2.3. Pasien dan keluarga diberitahu tentang hasil asuhan dan pengobatan
termasuk kejadian yang tidak diharapkan

3. Pelayanan resiko tinggi dan Pasien Risiko Tinggi


Pasien yang akan mendapat rencana tindakan/ asuhan harus diidentifikasi risiko
sebagai akibat tindakan/ asuhan tersebut. Pasien dengan rencana tindakan yang
mengandung risiko harus dilakukan identifikasi dan perencanaan asuhan baik
medis dan keperawatan mengenai risiko tindakan tersebut. Pasien dengan tirah
baring lama harus mendapatkan perencanaan asuhan medis dan keperawatan
untuk pencegahan risiko dekubitus.petugas melakukan penatalaksanaan/
manajemen pencegahan risiko jatuh pada pasien yang berisiko.
. Bukit Baru Pangkalpinang
Jln. Telp. (0717) 420191, 433026, 433027 Fax.(0717) 424212

a. Rumah sakit harus melakukan proses kolaborasi / kerjasama dalam


mengembangkan kebijakan dan prosedur serta melaksanakan pelatihan staf
terhadap implementasi kebijakan dan prosedur tersebut dalam
mengidentifikasi pasien untuk kebutuhan asuhan pasien
b. Rumah sakit harus menginformasikan kepada pasien dan keluarga, apabila
rumah sakit tidak mampu menyediakan pelayanan risiko tinggi tertentu dan
pasien harus dirujuk keluar rumahSakit lain yang memiliki pelayanan yang
sesuai dengan kebutuhan asuhan pasien
c. Rumah sakit mengidentifikasi kelompok pasien risiko tinggi dan pelayanan
risiko tinggi
Yang termasuk kelompok pelayanan risiko tinggi:
1) pelayanan kasus emergensi
2) pelayanan resusitasi
3) pelayanan penggunaan dan pemberian darah dan atau produk darah
(transfusi)
4) pelayanan yang menggunakan peralatan bantuan hidup dasar atau pada
pasien koma,
5) pelayanan terhadap pasien dengan penyakit menular dan daya tahan
tubuhnya menurun
6) pelayanan hemodialisa
7) pelayanan kemoterapi

d. Yang termasuk kelompok pasien risiko tinggi:


1) pasien yang mengunakan peralatan bantuan hidup dasar atau yang koma
2) pasien dengan penyakit menular dan dengan daya tahan tubuh yang
menurun,
3) pasien dengan penurunan kesadaran,
4) pasien dengan gangguan perkembangan dan pertumbuhan gangguan
fisik, pasien yang cacat
5) pasien dengan usia lanjut atau geriatri, pasien anak – anak
6) pasien dengan ketergantungan obat dan psikotropika,
. Bukit Baru Pangkalpinang
Jln. Telp. (0717) 420191, 433026, 433027 Fax.(0717) 424212

7) pasien dengan penghalang atau restraint


8) pasien dengan tindakan pembedahan/ operasi besar
9) pasien dengan tirah baring lama

e. Pasien risiko tinggi diberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan pasien dan
dilakukan oleh tenaga yang kompeten meliputi :
a. Pelayanan kasus emergensi
Pelayanan emergensi harus tersedia 24 jam dalam sehari, tujuh hari
dalam seminggu dan memiliki response time cepat untuk
menyelamatkan jiwa dan mencegah kecacatan
1) Rumah sakit tidak boleh meminta uang muka saat menangani kasus
emergensi
2) Pasien dengan kasus emergensi harus diidentifikasi oleh tenaga
medis yang kompeten di Unit Gawat Darurat (UGD) dan harus
ditangani sesuai dengan level triage di UGD
3) Pasien dengan kasus emergensi harus diidentifikasi oleh tenaga
medis yang kompeten di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan harus
ditangani paling lama 5 (lima) menit setelah pasien tiba di IGD
4) Pelayanan medis di IGD diberikan oleh dokter terampil dan
pelayanan keperawatan di IGD diberikan oleh perawat mahir
5) Tenaga Medis di Instalasi Gawat Darurat harus mempunyai sertifikasi
khusus untuk PPGD/ACLS/ATLS

b. Pelayanan resusitasi
1) Pelayanan resusitasi dilakukan secara seragam/ non-diskriminatif
dan dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten
2) Pelayanan resusitasi diberikan kepada pasien dengan kegawatan
mengancam nyawa dimanapun pasien berada di lingkungan rumah
sakit, meliputi bantuan hidup dasar, lanjut, dan jangka panjang
3) Semua tenaga unit kerja di rumah sakit harus dilatih untuk dapat
melakukan resusitasi/ bantuan hidup dasar
. Bukit Baru Pangkalpinang
Jln. Telp. (0717) 420191, 433026, 433027 Fax.(0717) 424212

4) Resusitasi/ bantuan hidup lanjut dilakukan oleh Blue Team yang


terlatih
5) Dokter spesialis anestesiologi atau dokter lain yang memiliki
kompetensi memainkan peran penting sebagai tim resusitasi dan
memberikan pelatihan untuk dokter, perawat, serta paramedik
c. Pelayanan penggunaan dan pemberian darah dan atau produk darah
(transfusi darah)
1) Setiap penggunaan dan pemberian darah dan atau produk darah
harus berdasarkan atas permintaan dokter dan harus melalui
serangkaian pemeriksaan kelayakan serta dicatat dalam berkas
rekam medis pasien
2) Produk darah yang diberikan kepada pasien telah dilakukan
pemeriksaan
3) skrining di Unit Pelayanan Darah atau PMI.
4) Untuk keselamatan pasien dilakukan pencocokan identitas antara
labu darah dengan data pasien
d. Pelayanan yang menggunakan peralatan bantuan hidup dasar atau pada
pasien koma
1) Identifikasi kebutuhan pasien dengan peralatan bantuan hidup dasar
atau yang koma dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten
2) Bila rumah sakit tidak mampu melakukan asuhan pasien tersebut
agar diberitahukan kepada keluarga pasien dan dirujuk ke tempat
yang mampu melakukan asuhan pasien tersebut
e. Pelayanan terhadap pasien dengan penyakit menular dan daya tahan
tubuhnya menurun
1) Identifikasi kebutuhan asuhan pasien dan risiko penularan akibat dari
penyakit atau akibat obat-obatan yang diberikan
2) Rumah sakit menyediakan penghalang untuk pencegahan (barrier
precaution atau alat pelindung diri/APD) dan prosedur isolasi yang
melindungi pasien, pengunjung dan staf terhadap penyakit menular
serta melindungi pasien yang immunosupresed yang rentan
. Bukit Baru Pangkalpinang
Jln. Telp. (0717) 420191, 433026, 433027 Fax.(0717) 424212

terhadap infeksi nosokomial


3) Pasien dengan penyakit yang dapat menularkan kepada orang lain
ditempatkan di ruang isolasi
4) Bila fasilitas tidak memungkinkan untuk melakukan asuhan
pasien tersebut agar diberitahukan kepada keluarga pasien dan
dirujuk ke tempat dengan fasilitas yang sesuai kebutuhan pasien
tersebut
f. Pelayanan hemodialisis (cuci darah)
1) Identifikasi kebutuhan pasien dengan pelayanan hemodialisa (cuci
darah) dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten
2) Bila fasilitas tidak memungkinkan untuk melakukan asuhan pasien
tersebut agar diberitahukan kepada keluarga pasien dan dirujuk ke
tempat dengan fasilitas yang sesuai kebutuhan pasien tersebut
h. Pelayanan pasien yang menggunakan atau diberi penghalang (restraint)
1) Identifikasi penggunaan alat penghalang (restraint) dilakukan oleh
petugas yang kompeten
2) Penggunaan alat penghalang diterapkan pada pasien yang kurang
memahami pelayanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan
pasien seperti pada pasien anak, geriatrik, pasien gelisah dan
kesadaran menurun
i. Pelayanan asuhan pasien yang rentan, usia lanjut, cacat, anak – anak
dengan ketergantungan bantuan dan berisiko mengalami kekerasan/
disiksa
1) Staf medis harus melakukan identifikasi pasien dengan risiko
mendapat kekerasan, asuhan pasien usia lanjut, anak-anak, pasien
cacat agar mendapat asuhan sesuai kebutuhan
2) Setiap pasien usia lanjut, cacat, anak – anak dengan ketergantungan
bantuan dan berisiko mengalami kekerasan/ disiksa mendapatkan
pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan asuhannya
3) Pelayanan pada pasien lanjut usia melibatkan multidisiplin ilmu dan
tersedia dalam suatu tim asuhan
. Bukit Baru Pangkalpinang
Jln. Telp. (0717) 420191, 433026, 433027 Fax.(0717) 424212

j. Pelayanan kemoterapi
1) Kebutuhan pasien dengan pelayanan kemoterapi dilakukan oleh
tenaga medis yang kompeten
2) Setiap pasien dengan pelayanan kemoterapi mendapatkan pelayanan
yang sesuai dengan kebutuhan asuhannya

4. Manajemen pelayanan gizi


a. Makanan dan nutrisi disediakan secara rutin dan bervariasi sesuai dengan
status gizi dan kondisi kesehatan pasien; didistribusikan kepada pasien pada
waktu yang telah ditetapkan; keamanan dalam penyiapan, penyimpanan, dan
distribusi dimonitor sesuai undang – undang, peraturan, dan panduan
pelayanan gizi rumah sakit.
b. Pasien yang berisiko nutrisi dan dengan kebutuhan khusus lainnya
dikonsultasikan kepada dietisien untuk mendapat terapi gizi dan yang sesuai
dengan kebutuhannya Makanan atau nutrisi yang sesuai untuk pasien,
tersedia secara reguler
c. Sebelum memberi makan pasien, semua pasien rawat inap telah memesan
makanan dan dicatat
d. Pemesanan didasarkan atas status gizi dan kebutuhan pasien
e. Ada bermacam variasi pilihan makanan bagi pasien konsisten dengan kondisi
dan pelayanannya
f. Bila keluarga menyediakan makanan, mereka diberikan edukasi tentang
pembatasan diet pasien.
g. Makanan disiapkan dengan cara mengurangi resiko kontaminasi dan
pembusukan.
h. Makanan disimpan dengan cara mengurangi resiko kontaminasi
pembusukan.
i. Produk nutrisi enteral disimpan sesuai rekomendasi pabrik.
j. Distribusi makanan secara tepat waktu dan memenuhi permintaan khusus.
k. Praktek pelaksanaan memenuhi peraturan dan perundangan yang berlaku.
. Bukit Baru Pangkalpinang
Jln. Telp. (0717) 420191, 433026, 433027 Fax.(0717) 424212

l. Pasien dengan resiko nutrisi mendapat terapi nutrisi.


m. Ada proses yang menyeluruh untuk merencanakan, memberikan, dan
memonitor terapi nutrisi.
n. Respon pasien terhadap terapi nutrisi dimonitor
o. Respon pasien terhadap terapi gizi dicatat dalam rekam medisnya.

5. Manajemen Nyeri
a. Manajemen rumah sakit menyelenggarakan pelayanan manajemen nyeri
pasien secara komprehensif dan menetapkan proses untuk asesmen dan
pengelolaan rasa nyeri sesuai dengan hak dan kebutuhan setiap pasien
b. Semua pasien rawat jalan dan rawat inap dilakukan skrining awal untuk rasa
nyeri dan dilakukan asesmen awal apabila ada rasa nyeri
c. Pasien yang mengalami nyeri dilakukan asesmen lanjutan dan pengelolaan rasa
nyeri secara teratur dan efekif
d. Penilaian dan pengelolaan derajat nyeri disesuaikan dengan usia dan kondisi
e. pasien seperti pasien neonatus, bayi, anak, dewasa, geriatrik, pasien bersalin,
dan pasien dengan penurunan kesadaran. Skala yang digunakan adalah
FLACCS (Face, Legs, Activity, Cry, Consolability Scale), Wong Baker Faces ,
VAS/NRS (Visual Analogue Scale /Numeric Rating Scale), dan BPS
(Behavioral Pain Scale)
f. Pemantauan derajat nyeri dilakukan selama diberikan tatalaksana nyeri
g. Rumah sakit melakukan proses untuk berkomunikasi dan mendidik pasien dan
keluarga tentang pengelolaan nyeri dan gejala dalam konteks pribadi, budaya dan
kepercayaan agama masing-masing
h. Rumah sakit mendidik dan melatih tenaga kesehatan rumah sakit mengenai rasa
nyeri dan pengelolaannya
6. Pelayanan pasien tahap terminal
a. Pasien dalam tahap terminal (akhir hidup) diberikan asuhan sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan pasien dan keluarga
b. Rumah sakit mendukung hak pasien untuk mendapatkan pelayanan yang
penuh hormat dan kasih sayang pada akhir kehidupannya
. Bukit Baru Pangkalpinang
Jln. Telp. (0717) 420191, 433026, 433027 Fax.(0717) 424212

c. Asuhan akhir kehidupan yang diberikan rumah sakit termasuk :


1) Pemberian pengobatan yang sesuai dengan gejala dan keinginan pasien
dan keluarga
2) Menghormati nilai yang dianut pasien, agama dan preferensi budaya
3) Mengikutsertakan pasien dan keluarga dalam semua aspek pelayanan
4) Memberikan respon pada masalah psikologis, emosiaonal, spiritual dan
budaya dari pasien dan keluarga
d. Rumah sakit memberikan perhatian terhadap kenyamanan dan martabat
pasien dan mengarahkan semua aspek pelayanan pada tahap akhir
kehidupannya
e. Semua staf harus menyadari kebutuhan unik pasien pada akhir kehidupannya
yaitu meliputi pengobatan terhadap gejala primer dan sekunder, manajemen
nyeri, respon terhadap aspek psikologi, sosial, emosional, agama dan budaya
pasien dan keluarganya serta keterlibatannya dalam keputusan pelayanan

Ditetapkan : di Pangkalpinang
Pada tanggal : November 2014

RS.BAKTI TIMAH PANGKALPINANG

Dr. Adi Sucipto, Sp.B


Direktur