Anda di halaman 1dari 11

Critical Journal Riview

MIKROBIOLOGI

“PENGARUH APLIKASI Bacillus sp. DAN Pseudomonas sp. TERHADAP


PERKEMBANGAN PENYAKIT BULAI YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR
PATOGEN Peronosclerospora maydis PADA TANAMAN JAGUNG”

OLEH:

ALYA ZAHRA DINI TAMBUNAN

NADEA FRISCA

NANDA TRISNA MUTHMAINNAH

TITI HARTATI BERUTU

EKSTENSI B 2016

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2018
BAB I

PENGANTAR

Critical Jurnal Review yang berbentuk makalah ini berisi tentang kesimpulan dari
jurnal yang akan penulisreview dimana disini penuolis mengangkat materiPENGARUH
APLIKASI Bacillus sp. DAN Pseudomonas sp. TERHADAP PERKEMBANGAN
PENYAKIT BULAI YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR PATOGEN Peronosclerospora
maydis PADA TANAMAN JAGUNG. Pada makalah ini penulis akan memaparkan apa saja
yang telah diteliti pada jurnal ini.

Dalam critical jurnal review ini, kami akan memaparkan masalah tersebut lewat
pembahasan berikut. Semoga usaha ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi
penyusun khususnya.
BAB II

RINGKASAN HASIL PENELITIAN

Jurnal Utama

Bulai merupakan penyakit penting pada tanaman jagung yang disebabkan oleh jamur
patogen Peronosclerospora maydis, dengan tingkat serangan mencapai 95%. Bacillus sp. dan
Pseudomonas sp. diketahui merupakan mikroorganisme antagonis. Bakteri ini mampu
menghasilkan senyawa antibiosis seperti enzim kitinase yang dapat menghidrolisis dinding
sel jamur, sideropore, dan antibiotik lainnya yang dapat menghambat pertumbuhan patogen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensialisolat Bacillus sp. dan Pseudomonas sp.
dalam menekan sporulasi, perkecambahan Peronosclerospora maydis dan perkembangan
penyakit bulai.

Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. mampu menekan sporulasi jamur. Tetapi, tidak
dapat menekan perkecambahan jamur Peronosclerospora maydis. Bacillus sp. dan
Pseudomonas sp. mampu menekan penyakit bulai. Tingkat penekanan tertinggi pada isolat
Pseudomonas sp. UB-PF5 sebesar 50%. Bakteri terbaik yang dapat menstimulasi
pertumbuhan tanaman jagung adalah isolat Pseudomonas sp. UB-PF5 dan isolat Bacillus sp.
UB-ABS1
Aplikasi bakteri antagonis isolat Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. tidak dapat
menekan perkecambahan spora P. maydis. Hal ini diduga karena faktor kelembaban yang
tidak maksimal sehingga berpengaruh terhadap fase penularan selanjutnya. Perkecambahan
diperlukan suhu yang sesuai dan kelembaban dalam bentuk lapisan air pada permukaan
tanaman. Keadaan basah atau bentuk lapisan air ini harus berlangsung cukup lama hingga
patogen mampu masuk atau melakukan penetrasi ke dalam sel atau jaringan.
Perlakuan bakteri antagonis mampu menghambat sporulasi jamur patogen P. maydis.
Isolat Bacillus sp. UB-ABS2, UB-ABS3, UB-ABS4, UB-ABS5, dan isolat Pseudomonas sp.
UB-PF5 setara dengan perlakuan fungisida berbahan aktif Isolat Bacillus sp. dan
Pseudomonas sp. mampu menekan penyakit bulai. Tingkat penekanan tertinggi pada isolat
Pseudomonas UB-PF5 sebesar 50%. Bakteri Bacillus sp. dan sp. dapat meningkatkan
pertumbuhan jagung. Bakteri terbaik yang dapat menstimulasi pertumbuhan tanaman jagung
adalah isolat Pseudomonas UB-PF5 dan isolat Bacillus ABS1.
Jurnal Pembanding
Ketahanan terhadap penyakit merupakan salah satu sifat yang sangat penting dalam
pemuliaan tanaman karena mempengaruhi kualitas dan tingkat produksi tanaman. Salah satu
upaya untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit adalah melalui induksi
ketahanan sistemik yang dipicu oleh pengaplikasian elisitor dengan melibatkan koordinasi
dan ekspresi dari gen tertentu (gen SAR) serta ditandai oleh akumulasi senyawa tertentu
seperti asam salisilat atau asam jasmonat. Penelitian terdiri dari tiga bagian percobaan, yaitu:
1. Seleksi galur. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan galur yang mengalami
peningkatan status ketahanan dan memilih satu dari enam galur yang paling responsif
terhadap perlakuan (elisitor). Percobaan menggunakan enam varietas jagung hibrida C02,
C05, C13, C19, C20 dan SC 4D-139 yang diaplikasikan empat macam elisitor, yaitu Plant
Growth Promoting Rhizobakteri (PGPR) Bio1 dan Bio2, asam salisilat (Abio1), serta
Benzothiadiazole-S-Methyl (Abio2) melalui seed treatment. Percobaan dilakukan di lapang
dengan menggunakan tanaman penyebar (spreader) sebagai sumber inokulum. Benih yang
sudah di treatment kemudian ditanam, dan diamati sampai umur 42 hari setelah tanam.
Evaluasi perubahan status ketahanan dilakukan dengan cara membandingkan status
ketahanan asal (non treatment) dengan status ketahanan setelah diinduksi. Tanaman dari
varietas yang mengalami peningkatan status ketahanan akan di selfing untuk mendapatkan
benih generasi S1. Status ketahanan terinduksi yaitu verifikasi ketahanan terimbas di tingkat
fisiologis dan molekuler melalui pengukuran asam salisat dan deteksi gen PR-1
menggunakan teknik PCR. Evaluasi pewarisan ketahanan pada generasi hasil selfing (S1)
dari varietas yang mengalami peningkatan status ketahanan. Hasil menunjukkan jagung galur
C20 paling responsif terhadap keempat macam elisitor dan mengalami peningkatan status
dari agak rentan menjadi agak tahan ( perlakuan Bio1 dan Abio1) dan menjadi tahan
(perlakuan Bio2 dan Abio2). Verifikasi secara fisiologis dan molekular menunjukan bahwa
kandungan asam salisilat cenderung mengalamipeningkatan setelah inokulasi P. maydis
dibandingkan dengan sebelum inokulasi patogen dan terdeteksi gen PR-1 pada tanaman dari
varietas C20 hasil treatment. Sementara itu, analisis studi pewarisan menunjukkan
peningkatan ketahanan galur jagung C20 diturunkan pada populasi generasi S1 dan
mengikuti pola pewarisan Mendel untuk rasio 15:1.
Elisitor Bio1, Bio2, Abio1, dan Abio2 dapat menginduksi ketahanan tanaman
jagung terhadap penyakit bulai. Galur C20 memberikan respon paling baik terhadap empat
macam elisitor. Status ketahanan Galur C20 meningkat dari agak rentan menjadi agak tahan
hingga tahan, ketahanannya tersebut masih terlihat hingga pada keturunan generasi
S1.Pewarisan ketahanan terimbas pada tanaman jagung mengikuti hukum Mendel untuk rasio
15:1. 5. Sifat ketahanan jagung terhadap bulai hasil induksi ketahanan dikendalikan oleh 2
pasang gen dengan sifat dominan sempurna.
BAB III

KEUNGGULAN PENELITIAN

A. Kegayutan antar Elemen


Kegayutan antar elemen dari jurnal yang kami bahas menurut penulis jurnal
tersebut memiliki dasar elemen yang benar adanya dan memiliki beberapa teori
yang memang dapat di benarkan, karena memang benar adanya dengan apa yang
di jelaskan pada jurnal tersebut dengan adanya hubungan antar elemen tersebutlah
akan tercipta suatu ide untuk memudahkan Mahasiswa dalam
mempelajari mikrobiologi khususnya dibidang pertanian.
B. Originalitas Temuan
Temuan-temuan dalam sains khususnya pada mikrobiologi memang dapat kita
lihat dari mana kita dapatkan sumbernya di mana sumber ataupun otak
pemikirnyalah kita dapat melihat keasliannya. seperti halnya saya mencari jurnal
ini melalui bererapa sumber seperti internet.

C. Kemutakhiran Masalah
Masalah yang dalam dunia sains khususnya pada mikrobiologi memang sangat
banyak, dapat kita lihat di jurnal ini. Telah menjawab masalah kita, dimana
dijelaskan bahwa ada mikroorganisme yang mampu mengurangi dampak dari
penyakit bulai pada jagung yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora
maydis.

D. Kohesi dan Koherensi hasil penelitian


Kohesi adalah hubungan antar unsure dalam wacana secara semantik.
Hubungan kohesif yang diciptakan atas dasar aspek leksikal, denga pilihan kata
yang serasi, dengan begitu dalam jurnal ini merupakan jurnal yang memiliki
hubungan dengan mikrobiologi, dimana disini terdapat penjelasan bagaimana
bakteri mampu menahan pertumbuhan jamur dalam satu tempat yang sama.
Koherensi adalah pengaturan secara rapkenyataan dan gagasan, fakta dan ide
menjadi suatu untaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang
dikandungnya.Jadi koherensi yang ada pada jurnal ini yaitu bakteriBacillus sp.
dan Pseudomonas sp. mampu menahan laju pertumbuhan jamur
Peronosclerospora maydis. Dengan cara menghambat sporulasi jamur patogen P.
maydis bukan dengan menghambah perkecambhannya.
BAB IV
KELEMAHAN PENELITIAN

A. Kegayutan antar Elemen


Dari elemen kita bisa menemukan kelemahannya sedikit saja, dimana elemen-
elemen di dalam jurnal tersebut hanya sebagai contoh dan bahan penjelasan dan tidak
menjadi bahan penlitian lain seperti memberikan contoh dalam menghubungkan satu
elemen dengan elemen yang lain yang berkaitan.

B. Originalitas Temuan
Untuk menekankan keoriginalitasnya seharusnya penulis jurnal dapat
meberikan jalan keluar dari masalah yang telah dipaparkan. Misalnya membuat
produk anti jamur penyebab penyekit bulai pada jagung,

C. Kemutakhiran Masalah
Dari kekurangan masalah yang ada pada jurnal tersebut saya rasa tidak banyak
kekurangannya karena jika banyak permasalahan dalam kemutakhiran pada jurnal
maka junal tersebut tidak baik pada si pembaca maka dari itu penjelasan
kemutakhiran masalah yang ada pada jurnal yaitu tidak langsung di berikan
pemecahan masalah terhadap masalah yang telah dipaparkan.

D. Kohesi dan Koherensi hasil penelitian


Dari keterkaitan hubungan dan penjelasan gagasan yang ada juga teori yang ada
pada jurnal tersebut hanya sedikit saja kekurangannya seperti kurangnya penjelasan
secara rinci, dengan sedikitnya kekurangan dalam segi kohesi dan koherensi membuat
poin yang menjadi keunggulan dalam jurnal, maka dari itu saya hanya menyebutkan
bahwa tidak banyak kekurangan yang di temukan pada segi koherensi dan kohesinya.
BAB V
IMPLIKASI TERHADAP

A. Teori
Dari segi teori yang ada pada jurnal yang saya bahas merupakan teori yang
benar dan dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya. karena teori-teori yang
penulis paparkan disertai dengan sumber. Selanjutnya taeori yang dipaparkan mampu
memberi wawasan kepada mahasiswa baik dalampertanian maupun mikrobiologi.
Yaitu bakteri dan jamur mampu hidup berdampingan namun memiliki daya saing
selanjutnya bakteriBacillus sp. dan Pseudomonas sp. mampu menahan laju
pertumbuhan jamur Peronosclerospora maydis. Dengan cara menghambat sporulasi
jamur patogen P. maydis bukan dengan menghambah perkecambhannya.

B. Program Pembangunan di Indonesia


Dari beberapa penjelasan dalam jurnal tersebut sangat lah jelas bagus dalam
memberikan pengetahuan yang lebih lagi mengenai penyebab penyakit bulai pada
Jagung. Dan memberi alternative dalam pncegahannya,

C. Pembahasan dan Analisis


Jurnal ini dapat digunakan dalam matakuliah mikrobiologi dimana
pembahsannya dapat membangun dan menambah pengetahuan mahasiswa terutama
pada bidang pertanian.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Aplikasi bakteri antagonis isolat Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. tidak dapat
menekan perkecambahan spora P. maydis. Hal ini diduga karena faktor kelembaban
yang tidak maksimal sehingga berpengaruh terhadap fase penularan selanjutnya.
Perkecambahan diperlukan suhu yang sesuai dan kelembaban dalam bentuk lapisan
air pada permukaan tanaman. Keadaan basah atau bentuk lapisan air ini harus
berlangsung cukup lama hingga patogen mampu masuk atau melakukan penetrasi ke
dalam sel atau jaringan.Perlakuan bakteri antagonis mampu menghambat sporulasi
jamur patogen P. maydis. Isolat Bacillus sp. UB-ABS2, UB-ABS3, UB-ABS4, UB-
ABS5, dan isolat Pseudomonas sp. UB-PF5 setara dengan perlakuan fungisida
berbahan aktif Isolat Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. mampu menekan penyakit
bulai. Tingkat penekanan tertinggi pada isolat Pseudomonas UB-PF5 sebesar 50%.
Bakteri Bacillus sp. dan sp. dapat meningkatkan pertumbuhan jagung. Bakteri terbaik
yang dapat menstimulasi pertumbuhan tanaman jagung adalah isolat Pseudomonas
UB-PF5 dan isolat Bacillus ABS1.

B. Saran
Saran saya kepada penulis, sebaiknya penulisan jurnal ini didukung dengan –
pengertian-pengertian beberapa istilah seperti Sporulasi, Isolta, Konidum, Konidia dll
.
DAFTAR PUSTAKA

Jatnika et al.2013. Pengaruh Aplikasi Bacillus sp. dan Pseudomonas sp.Terhadap


Perkembangan Penyakit Bulai yang di Sebabkan Oleh Jamur Peronosclerospora
maydis pada Tanaman Jagung. Jurnal HPT. Vol 1 No 4