Anda di halaman 1dari 6

LEMPAR CAKRAM

DISUSUN OLEH :
KELAS XI TITL 4

SMK NEGERI 6 BANDUNG


Jalan Soekarno-Hatta (Riung Bandung) Telp. 7563293
Tahun Pelajaran 2013-2014
A. Pengertian dan Sejarah Singkat Lempar Cakram
Lempar cakram (Bahasa Inggrisnya Discus Throw) adalah salah satu cabang olahraga atletik.
Hal yang membuktikan bahwa lempar cakram termasuk ke dalam cabang olahraga atletik dapat
diketahui dari buku pujangga Yunani yang ditulis oleh Homeros. Dalam buku ini juga Homeros
menceritakan pertualangan Odysseus. Bahwa pada
suatu ketika Odysseus terdampar disebuah kepulauan
yang kemudian ternyata bernama Phaeacia, rajanya
bernama Alcinaus. Setelah Odysseus dibawa
menghadap baginda maka diadakan penyambutan
yang meriah. Dalam acara itu diadakan serangkaian
perlombaan.pemuda-pemuda Phaeacia yang
mempertujukan kemahirannya dalam lomba lari
cepat, gulat, lompat, tinju, dan lempar cakram.
Setelah rangkaian ini selesai, raja Aleinaus
minta agar Odysseus menberikan demotrasi lempar
cakram. Semula Odysseus menolaknya dengan halus,
tetapi baginda mendesaknya dengan alasan agar pumuda Phaeacia dapat menyaksikan bagaimana
cara melempar cakram yang sempurna, maka permintaan raja terpaksa dipenuhi. Tanpa melepaskan
pakaian perangnya yang terbuat dari logam itu, Odysseus bangkit minta ijin kepada baginda,
kemudian masuk gelanggang mengambil cakram yang terberat dan dengan gaya termanis melempar
cakram itu,cakram melucur dan jatuh jauh dari jarak yang dicapai atlet-atlet dari Phaeacia. Dari
kutipan buku ini yakin bahwa bangsa Yunani purba telah mengenal atletik, disini terlihat adanya
nomor lari, lompat, dan lempar cakram yang merupakan nomor atletik yang kita kenal sampai
sekarang ini.
Berbicara masalah lempar cakram di Indonesia, kita tidaik bisa pisahkan dengan sejarah
atletik. Karena lempar cakram adalah nomor atau bagian dari atletik. Jadi di Indonesia atletik
termasuk lempar cakram dikenal lewat bangsa Belanda yang setengah abad lamanya menjajah
Negeri Indonesia. Namun demikian atletik termasuk lempar cakram ini tidak dikenal secara luas.
Kemudian pada zaman pendudukan Jepang mulai awal tahun 1942-1945 kegiatan keolahragawan
mengalami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dipagi hari semua pelajar dan pegawai diwajibkan
melakukan senam. Selain itu diberikan pelajaran beladiri dan atletik termasuk lempar cakram. Tetapi
semua aktivitas jasmani yang dilakukan oleh seluruh bangsa Indonesia itu hanya untuk kepentingan
orang-orang Jepang sendiri, dalam usaha memenangkan perang. Kemudian setelah Indonesia
merdeka perkembangan olahraga termasuk lempar cakram semakin meluas bahkan setiap orang
diberikan kesempatan untuk melakukan latihan-latihan atletik termasuk lempar cakram.

B. Peraturan dalam Lempar Cakram


Lempar cakram harus dimulai dengan sikap berdiri seimbang dengan lingkaran lempar tanpa
menginjak garis lingkaran. Pelempar tidak boleh meninggalkan lingkaran lempar sebelum juri
mengatakan sah posisi berdirinya melalui setengah lingkaran bagian dalam.pelempar boleh
menyentuh dinding bagian dalam dari balok batas lemparan tetapi tidak boleh menyentuh bagian
atasnya. Lemparan akan diukur dengan lemparan yang ditarik dari bekas jatuhnya cakram yang
terdekat ketepi dalam balok. Bila peserta lebih dari 8 orang, maka peserta akan diberi hak melempar
sebanyak 3 kali, kemudian akan ditentukan 8 pelempar terbaik untuk mengikuti babak berikutnya
(final). Bila peserta lomba 8 orang atau kurang, kesempatan melempar sebanyak 6 kali langsung
final.
Lingkaran lemparan tersebut terbuat dari besi, baja atau bahan lain yang sesuai. Bagian
atasnya dipasang rata dengan tanah diluarnya. Bagian dalam terbuat dari semen, aspal atau bahan
lain yang kokoh tetapi tidak licin permukaannya bagian dalam harus datar lebih rendah 14 mm
sampai 26 mm dari sisi atas tepi lingkaran. Ukuran garis tengah sebelah dalam lingkaran lempar
adalah 2,5 m, tebal besi lingkaran lempar 6 mm dan harus dicat putih. Garis putih selebar 5 cm harus
ditarik dari bagian atas lingkaran besi sepanjang 75 cm pada kedua sisi lingkaran.

Berikut ini adalah Peralatan dan lapangan lempar cakram


a. Alat
Bahan cakram terbuat dari kayu atau bahan lain
dengan bingkai dari metal. Bingkai berbentuk lingkaran
penuh dan tepat di tengah-tengah cakram ada beban
yang dapat dilepaspindahkan.
b. Ukuran cakram
 Berat cakram untuk putra: 2 kg dengan garis
tengah 219-221 mm
 Berat cakram untuk putrid:1 kg dengan garis
tengahn180-182 mm
c. Lapangan lempar cakram
 Diameter lingkaran untuk pelempar 2,50 meter
 Sektor lemparan membentuk sudut ±45º di pusat
lingkaran

C. Teknik Dasar Lempar Cakram


Ada dua gaya dalam lempar cakram
 Gaya samping
Sikap permulaan berdiri miring/menyamping kearah sasaran, sesaat akan memulai berputar
lengan kanan diayun jauh ke belakang, sumbu putaran pada kaki kiri (telapak kaki bagian
depan atau ujung) selama berputar lengan kanan selalu di belakang, pada posisi melempar
badan merendah lengan kanan di belakang pandangan ke arah sasaran, setelah cakram
lepas dari tangan kaki kanan melangkah ke depan berpijak dibekas telapak kaki kiri yang saat
itu telah berayun ke belakang.
 Gaya belakang
Sikap pertama berdiri membelakangi arah lemparan sesaat akan berputar lengan kanan
diayun jauh ke belakang pandangan mulai melirik ke kiri, saat mulai berputar ujung telapak
kaki kiri sebagai sumbu dan tolakan kaki kiri itu pula badan meluncur ke arah lemparan, kaki
kanan secepatnya diayun memutar ke kiri untuk berpijak, sesaat kaki kanan mendarat kaki
kiri dengan cepat pula diayum ke kiri untuk berpijak dan terjadilah sikap lempar, setelah
cakram lepas dari tangan kaki kanan segera diayun ke depan dan kaki kiri diayun ke
belakang.

Teknik dasar lempar cakram adalah sebagai berikut.


a. Cara memegang cakram
Cara memegang cakram bergantung
dari lebarnya tangn dan panjangnya
jari-jari. Cara memegang cakram
adalah sbb:
1) Bagi yang tangannya cukup lebar,
cara memegang cakram adalah
dengan meletakkan tepi cakram
pada lekuk pertama dari jari-
jarinya.
2) Cara memegang cakram bagi
orang tangan lebar adalah jari
telunjuk dan jari tengah
berhimpit,jari-jari lainnya agak
renggang.
3) Cara memegang cakram bagi yang jari-jarinya pendek, adalah posisi jari-jari sama
dengan cara yang pertama, hanya letak tepi cakram agak lebih ke ujung jari-jari.

b. Latihan awalan lempar cakram


Awalan dalam lempar cakram dilakukan
dalam bentuk gerakan berputar.
Banyaknya putaran tersebut dibedakan
menjadi 1¼, 1½, dan 1¾ putaran. Awalan
ini harus dilakukan dengan baik, sehingga
dapat menghasilkan lemparan yang
maksimum. Cara melakukan awalan
lempar cakran adalah sebagai berikut.
1) Ambil posisi dan berdiri menyamping arah lemparan.kaki dibuka selebar bahu, sedikit
ditekuk dan rileks.
2) Pusatkan perhatian pada persiapan untuk melakukan awalan agar mantap,kemudian
cakram diayun-ayunkan ke samping kanan belakang lalu ke kiri. Gerakan ini diulang-
ulang sebanyak dua-tiga kali yang
dilanjutkan dengan awalan berputar.

c. Latihan ayunan lengan saat melempar


Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
1) Kaki kanan ditolakkan untuk mengangkat
panggul dari posisi rendah di atas kaki
kanan didorong ke depan-atas.
2) Berat badan dipindahkan dari kaki kanan
ke kaki kiri.
3) Lemparkan cakram setinggi dagu dengan
sudut lemparan kira-kira 30°. Cakram
terlepas dari pegangan dengan berputar menurut putran jarum jam.
4) Lepasnya cakram diikuti dengan badan condong ke depan. Pandangan mengikuti
jalannya cakram.

d. Gerakan akhir setelah melempar/lepasnya cakram


Setelah cakram terlepas kaki kanan harus segera dipindahkan ke muka dengan sedikit
ditekuk untuk menahan agar badan yang condong ke depan tidak terlanjur terdorong keluar
lingkaran. Untuk menjaga keseimbangan badan, kaki kiri dipindahkan ke belakang dan
pandangan mata mengikuti jatuhnya cakram.

D. Hal-hal penting dalam lempar cakram


Hal-hal yang harus dihindarkan dalam lempar cakram
1) Jatuh kebelakang pada awal putaran
2) Berputar ditempat(seperti gasing)
3) Membungkukkan badan ke depan(dipatahkan pada pinggang)
4) Melompat tinggi ke udara
5) Kaki terlalu tegang
6) Penempatan kaki yang salah dengan sudut lemparan
7) Membawa berat badan pada kaki depan dan membiarkan jatuh
8) Membungkukkan badan ke depan atau terlalu ke kiri saat melepaskan cakram.

Hal –hal yang harus diperhatikan dalam lempar cakram


1) Berputar dengan baik
2) Dorong cakram melewati lingkaran
3) Dapatkan putaran yang besar antara badan bagian atas dan bawah
4) Capai jarak yang cukup pada saat melayang melintasi lingkaran
5) Mendaratlah pada jari-jari kaki kanan dan putar secara aktif di atas(jari-jari tersebut)
6) Mendaratlah dengan kaki kanan di titik pusat lingkaran dan kaki kiri sedikit ke kiri dari garis
lemparan.

E. Faktor-fakor yang mempengaruhi prestasi dalam lempar cakram


a. Faktor internal atau dari dalam atlet
Kesehatan fisik dan mental yang baik, kita sebagai manusia terbentuk dari unsur jasmani
dan rohani, keduanya memegang peranan penting dan tidak dapat dipisah satu dengan yang
lainnya karena saling mempengaruhi. Apabila fisik terganggu oleh suatu penyakit maka
faktor fsikispun ikut terganggu. Oleh karena itu kesehatan fisik harus selalu dijaga agar tetap
dalam keadaan sehat. Dengan demikian faktor psikis, pemeliharaan dapat dilakukan dengan
jalan pemeliharaan suasana lingkungan sehat sehingga pikiran tetap jernih, serta perasaaan
tenteram dan sebagainya, menentukan karena segala kegiatan dalm mencapai prestasi
memerlukan pembiayaan yang cukup besar.
b. Faktor-faktor eksternal (dari dalam atlet)
1. Lingkungan dan keluarga
Keluarga dapat dinyatakan sebagai suatu kelompok atau unit terkecil dari masyarakat
yang didalamnya terdapat hubungan erat antara anggota-anggotanya. Orang tua dalam
suatu keluarga mendidik anaknya secara kodrati dengan memberi dorongan.
2. Latihan
Latihan adalah suatu proses mempersiapkan organisme atlet secara sistematis untuk
mencapai mutu, prestasi maksimal dengan diberi beban latihan fisik dan mental yang
teratur, terarah, meningkat dan berulang-ulang.