Anda di halaman 1dari 64

KIMIA KEDOKTERAN I

AS
EDISI PERTAMA
Penyusun : Sri Utami, S.Si.
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI JAKARTA 1998
KIMIA KEDOKTERAN I
EDISI PERTAMA

Penyusun: Sri
Utami, S.Si.
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI JAKARTA 1998
4

Kimia Kedokteran I i
KATA PENGANTAR
ndulillaahi Robbil’aalarmin, atas ijin-Nya penulis telah dapat menyelesaikan diktat kuKah Kimia Kedokteran I,
khusus untuk Pendahuluan Kimia Anorganik, Ikatan Kimia, dan AsanvBasa-Garam.
Terima kasih kami ucapkan kepada :
1. Pejabat Harian Kepala Bagian Kimia Kedokteran Fakultas Kedoketeran Universitas Yarsi, Drs. Eko
Supriyanto.
2. Para dosen Bagian Kimia Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas YarsL
3. Keluarga Drs. Said Nafik yang telah mendukung/membantu secara langsung.
4. Ibunda dan keluarga besarnya yang senantiasa mendukung dan mendo’akan.
5. Saudara Nasiran yang membantu memperbanyak diktat ini.
6. Orang-orang yang telah membantu, yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu disinL
Kami berharap, semoga dengan adanya diktat ini, terutama mahasiswa dapat terbantu dan bermanfaat bagi
yang membacanya.
Kami sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan baik dalam hal isi maupun penyajiannya. Oleh
karena itu, kami akan sangat berbahagia apabila mendapatkan koreksi dari pembaca.
Jakarta, September 1998
Penulis: Sri Utairri, S.SI
i

Kimia Kedokteran 1 ti
DAFTAR ISI
Kata Pengantar j
Dañar Isi ii
L PENDAHULUAN 1
D. STRUKTUR ATOM DITINJAU DARI TEORI ELEKTRON 12
m. BILANGAN OKSIDASI DAN VALENSI 19
IV. UKURAN ATOM/ION 22
V. SISTIM PERIODIK UNSUR 27
VI. IKATAN KIMIA 37
VH. ASAM-BASA-GARAM 53
Dañar Pustaka
61
Kimia Kedokteran 1 1

PENDAHULUAN
flmu kimia merupakan cabang ilmu pengetahuan alam (“Science”). “Science” adalah seluruh pengetahuan
manusia (“human knowledge”) tentang alam, yang tidak hanya berdasarkan pengamatan dan percobaan tetapi
juga merupakan susunan fakta yang telah dik oordinasi sedemikian rupa sehingga merupakan suatu “sistim”. Jadi
Science bersendikan kenyataan yang dapat dipercaya, yang akan dibandingkan, disusun dan diklasifikasi sehingga
menjadi suatu susunan yang sistimatis.
Seorang ahli filsafat Inggris. Thomas Hobbes (1585-1679), berpendapat bahwa tujuan utama “science” adalah
menggabungkan kenyataan alam ke dalam suatu bun.deL Dari bundel inilah, walaupun permulaannya kecil,
kemudian berkembang atau dengan istilah lain “development of science”. Proses pengklasifikasian dan
penghubungan kenyataan-kenyataan ilmian merupakan suatu metode penyelidikan ilmiah.
Metode ilmiah ialah prosedur/cara untuk mendapatkan suatu kebenaran yang berlaku “umum” yang
diperoleh dari pengamatan yang telah dilakukan. Metode ihraah dapat dibagi dalam empat tahap, yaitu:
1. Mengadakan pengamatan dan percobaan dalam rangka pengumpulan data.
2. Mengadakan klasifikasi terhadap fakta.
3. Membuat hipotesa dari penyelidikan fakta.
4. Menguji dan membuktikan kebenaran hipotesa yang kemudian akan menjadi teori atau hukum.

Ilmu kimia adalah suatu pengetahuaan yang meliputi sifat-sifat, susunan, dan struktur benda/zat serta

perubahan yang terjadi di dalam benda/zat tersebut yang disertai dengan pengambilan atau pembebasan energi.

Pembagian Ilmu Kimia

i Kimia Anorganik, tentang unsur-unsur kecuali karbon beserta ikatannya


2. Kimia Oiganik, tentang susunan karbon dan ikatan-ikataimya.

3. Kimia Anaiitik, tentang analisa suatu zat baik secara kualitatif maupun kuantitatif beserta teknik analisanya.

4 Biokimia, tentang zat yang terdapat pada makhluk hidup dan proses yang teijadi
5. Kimia Fisika, tentang sifat-sifat fisik suatu zat dan perubahannya.

Tujuan ilmu kimia ialah untuk menggunakan semua pengetahuan tentang zat yang

telah diperoleh dan kemudian mengembangkan batas-batas pengetahuan tersebut dengan mengadakan

pengamatan baru dan penyempurnaan teori-teori yang lama.


Hubungan Ilmu Kimia dengan Cabang-cabang Ilmu Kedokteran
Ilmu kimia sangat berkaitan dengan ilmu pengetahuan alam lainnya. Dalam bidang kedokteran, ilmu kimia
sangat mendukung, terutama pada cabang-cabang biokimia, fisioiogi/faal, patologi klinik, farmakologi, anastasia,
gizi, dan kedokteran komunitas.
Dalam ilmu kimia terdapat dua konsep dasar, yakni:
1. Benda/zat,

2. Energi.
1. Benda/Zat
Kimia Kedokteran 1 2

/ Benda/zat ialah segala sesuatu yang menempati ruangan dan memiliki massa.
/ Benda/zat mempunyai sifat intensif maupun ekstensif.
/ Sifat intensif suatu benda adalah sifat suatu benda yang tidak tergantung pada keadaan.
Contoh : sifat konduktor dan daya-tahan terhadap karat yang dimiliki logam emas. y Sifat ekstensif suatu
benda adalah sifat suatu benda yang tergantung pada keadaan. Contoh: berat dan wujud logam emas.

Penggolongan Benda/Zat Secara Kimia


Mumi
Tidak berikatan (Unsur)
Berikatan
Homogen
Heterogen
Contoh.
(Persenyawaan) Contoh:
-Tembaga(Cu) - Oksigen (O)
- Tembaga (II) Oksida (CuO)
- Oksigen (0¿
Contoh: - Larutan -Udara
Contoh:
- Suspensi
- Koloid
Campuran
Kimia Kedokteran I 3

2. Energi
> Energi ialah kemampuan untuk melakukan pekerjaan (usaha).

>■ Energi tidak dapat diciptakan dan ditiadakan tetapi energi dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk lainnya.
Pernyataan tersebut disebut Hukum Kekekalan Energi.
Klasifikasi Energi
1. Energi potensial: dimiliki oleh benda yang tidak bergerak.

2. Energi kinetik : dimiliki oleh benda yang sedang bergerak.

3. Energi panas : dimiliki oleh benda yang mengalami reaksi kimia.

Energi kimia ialah : energi potensial yang tergantung pada kemampuan benda/zat untuk mengadakan perubahan
kimia dengan disertai pembebasan energi dalam bentuk lain. Contoh: Pembakaranbatubara dengan oksigen akan
menimbulkan reaksi kimia dan menghasilkan energi. Energi ini digunakan untuk pemanasan, penerangan dan
lain-lain.
Perubahan Zat
1. Perubahan Fisika
2. Perubahan Kimia
1. Perubahan Fisika
Perubahan fisika biasanya tidak kekal dan tidak disertai perubahan komposisi artinya tidak ada zat yang hilang dan

tidak ada pula yang terbentuk baru.

Misalnya: pelarutan gula dalam air. Pada waktu melarut, gula berubah wujud dari wujud padat menjadi terlarut

(cair). Sebagai zat padat, gula pasir terdiri atas molekul-molekul yang tersusun rapi dalam hablur gula, sedangkan

sebagai zat terlarut, molekul-molekul gula tersebut tersebar dalam air. Akan tetapi kedua macam molekul tersebut

masih identik dan mempunyai rumus molekul yang sama, hanya pada peristiwa melarat terdapat perubahan
susunan molekul sedangkan komposisinya tidak berubah. Contoh lainnya adalah penyulingan dan perubahan

wujud zat.
2. Perubahan Kimia
Pembaitan kimia bersifat kekal baik sifat-sifaat zat maupun komposisinya berubah.
Misalnya r Lilin dibakar menghasilkan gas. Logam Na dalam air akan meledak.
Perubahan kimia biasanya disebut reaksi kimia.
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU KIMIA
I. Periode zaman pra-sejarah atau zaman Mesir (sebelum tahun 500).
Pada periode ini:
¿¡/’Orang mulai mengenal sifat-sifat benda yang paling sederhana, misalnya kayu dapat dibakar sedangkan batu
tidak dapat dibakar.
¿¡v"Orang mulai mengenal logam-logam seperti emas, perak dan tembaga serta bagaimana cara memperolehnya
dari dalam dengan cara yang sangat sederhana.
¿¡/'Orang mulai mengenal cara pembuatan gelas walaupun belum dapat mengenal komposisi dan sifat gelas.
t

Kimia Kedokteran I 4

¿¡/Orang sudah mengenal obat-obatan, minyak dan bahan yang berasal dari tumbuh- tumbuhan.
¿¡/Orang belum berhasil membuat klasifikasi serta korelasi bahan/zat yang diketahui.
¿¡/Sedikit kemajuan dalam ilmu pengetahuan alam.
II. Periode Al-Chemy (500-600) di Arab dan Eropa

Pada Periode ini:


¿¡/Para ahli mengalihkan pandangannya pada observasi langsung terhadap benda.

¿¡/Banyak usaha yang diarahkan pada cara merubah fase logam dasar, misalnya timah hitam menjadi logam mulia
seperti emas, akan tetapi hasil percobaan yang dilakukan okh para ahli tetap dirahasiakan dan bahkan para

ahli memberikan keterangan yang tidak benar.

¿¡/Pengujian belum sistimatis, akan tetapi telah didapatkan cara pembuatan benda baru, peralatannya serta

keahliannya.

¿¡/Terlihat perkembangan cara berfikn dari tiga buah unsur yakni air raksa, belerang dan
garam.
Kimia Kedokteran I 5

Dikatakan bahwa logam terdiri Hg dan S (dari kulit bumi). Au dan Ag terdiri atas

Hg mumi & S kotor. Logam dasar > Au, Ag dengan merubah perbandingan Hg & S yang terkandung di dalamnya.

S: prinsip pembakaran.

Garam : bagian yang tinggal setelah kalsinasi.


Hg : kandungan logam yang terdapat pada semua logam.
III. Periode kimia obat-obatan (Medical Chemistry 1600-1705)
¿¡^Percobaan secara luar -» teori

Æ, 'Menemukan obat-obatan yang efektif.

«a/Membuat bahan/zat & memurnikannya.

^Kemajuan spektakuler karena prinsip teoritis sudah dapat diimplementasikan ke dalam percobaan.
IV. Periode Teori Phlogiston
Intensif tentang proses pembakaran -> teori baru.
<3^1702 Geoige S tahi (Jerman), jika ada benda/zat mengalami pembakaran —► ada beberapa bahan yang hilang.
Bahan ini disebut “phlogiston” berarti terbakar (flamable).

V. Periode Modem (1777 - sekarang)


¿t^Antonie Lavoisier (Perancis, 1743 - 1794), percobaan dengan menggunakan penimbangan yang teliti sehingga
orang mengenal sifat fundamental massa suatu benda. ¿^Merumuskan teori dan hukum-hukum kimia.
¿^Umu kimia sebagai ilmu eksakta.
TEORI ATOM
Sifat dan penggolongan benda berkaitan dengan jumlah (bagian benda) yang diukur dari benda tersebut yakni

apa yang kita kenal dengan susunan dari benda-benda. Susunan dasar ini sangat penting artinya dalam ilmu kimia.

Apabila kita ingin mencai sebab mengapa benda mempunyai sifat-sifat demikiam, maka pertama-tama kita harus
mengetahui sifat- sifat dasar bagian terkecil penyusun benda tersebut.
Pemikiran Lama Tentang Struktur Pokok/Dasar Benda
Menurut Democritos dan Lucretios (460-370) :
> Benda ter din atas partikel-partikel yang sangat kecil dan jika partikel-partikel ini disusun bersama-sama akan
memberikan sifat tertentu.
't*- Benda bersifat diskontinyu, artinya membelah secara terus-menerus sampai partikel- partikel terkecil yang
tidak dapat membelah lagi yakni atom. Atom merupakan istilah dari bahasa yunani (Greek) yang berarti tidak
dapat dibagi lagi (indivisible).
Teori ini ditentang oleh Aristoteles (384-332), yang menyatakan bahwa benda bersifat kontinyu artinya
membelah terus-menerus sampai tak terhingga.
Menurut Dalton :
> Atom merupakan partikel terkecil penyusun zat.

>■ Atom tidak dapat dibelah lagi.


Kedua pernyataan tersebut sudah tidak berlaku lagi.
Teori Atom Dalton yang lain adalah:
t* Atom-atom suatu unsur mempunyai sifat-sifat yang sama sedangkan atom-atom unsur yang berbeda
Kimia Kedokteran I 6

mempunyai sifat yang berbeda. t* Reaksi antara atom-atom akan menghasilkan molekul.
Setelah teori Dalton dikemukanan, para ahli kimia mengadakan penyelidikan lebih lanjut tentang atom.
Sebagai hasilnya ditemukan berat sebuah atom dari sebuah unsur adalah merupakan salah satu sifat dasar, karena
dengan perbedaan berat-berat atom tersebut dapat dibedakan unsur yang satu dengan yang lainnya.

Pada waktu itu pemikiran para ahli kimia ditujukan pada bagaimana cara menghitung nilai sesungguhnya

berat relatif bermacam-macam atom tetapi masih belum ditemukan cara eksperimental untuk menetapkan berat

atom yang sesungguhnya karena belum dtemukan berapa banyak atom suatu unsur lainnya. Mereka telah

menemukan cara sederhana untuk menetapkan berapa jumlah berat sebuah unsur yang dapat bergabung dengan

jumlah tertentu sebagai berat “ckivalen” (kesetaraan atau berat “penggabungan”).


Teori Atom Modern
Karena ternyata atom masih dapat dibagi-bagi lagi menjadi partikel yang Lebih kedi, maka akan kita bahas
partikel-partikel dasar atom tersebut.
Partikel dasar atom adalah elektron, proton dan netron.
I. Elektron
Michael Faraday (1833) melakukan observasi terhadap zat yang mencair atau larutan dalam air, ternyata
menghasilkan aliran listrik. Dari observasi tersebut, Michael Faraday berkesimpulan bahwa atom atau molekul
dapat menghasilkan aliran listrik dan partikelnya dinamakan ion.
Menurut George Stoney (1881), elektron ialah elemen yang menghantarkan listrik. Pada tahun 1859 elektron
dibuktikan oleh pada ahli fisikan seperti Julius Phtcker, W. Kauftnan serta J. Thomson dengan mengadakan
penyelidikan hias terhadap sinar yang dihasilkan dari katoda (filamen yang bermuatan negatif). Melalui sebuah
tabung vakum dan tenis ke anoda proton yang bermuatan positif. Sinar ini disebut sinar katoda. Ternyata sinar ini
terdiri atas partikel-partikel bermuatan negatif yang sangat kecil ukurannya dengan massa tertentu.
Partikel-partikel kecil ini disebut elektron, Kemudian ternyata pula bahwa elektom-elektron ini dapat dihasilkan
dari bermacam-macam unsur. Jadi partikel-partikel yang sangat kecil bermuatan negatif ini terdapat, sedangkan
karena atom bersifat netral maka selain elektron terdapat pula muatan positif. Muatan elektron adalah -1 satuan
muatan elektron (sme) dan massanya adalah 1/1850 massa sebuah atom hidrogen.
Ke pompa vakum

Alat untuk Menghasilkan Sinar Katoda


Robert Millikan dapat mengukur besar muatan elektron yaitu 1,6020 . 10'19 Coulorab. Thomson dapat menetapkan

perbandingan muatan dan massa e/m = 1,76 . 10B Coulomb/gram.


Dengan demikian kita dapat menghitung massa elektron tersebut yaitu :
m = 1,6020.10'19C/1,76.108 C/g = 9,11 . 10‘28g.
2. Proton
Adanya partikel-partikel bermuatan positif dalam atom ditentukan oleh Henri Beckquerel pada tahun 1986
pada penyelidikannya terhadap radioaktif. Dia menemukan bahwa unsur-unsur tertentu seperti uranium akan
Kimia Kedokteran I 7

memberikan partikel bermuatan positif disebut partikel Alfa (a). Sedangkan partikel bermuatan negatif disebut
Beta (P). Kemudian, pada penyelidikan disosiasi dan ionisasi gas hidrogen tekanan rendah ditemukan

partikel-partikel dengan massa sama dengan 1 satuan massa atom (sma) dan muatan sama dengan +1 satuam

muatan elektron (sme); partikel-partikel ini kemudian disebut proton.


3. Netron
Pada tahun 1932 ahli fisika Inggris James Chodinck berhasil menyelidiki bahwa susunan inti sebuah atom tidak
saja terdiri dari proton yang bermuatan positif tetapi ada pula partikel tidak bermuatan (netral) yaitu netron yang
massanya hampir sama dengan masa sebuah proton.
Susunan Partikel dalam Atom
Penyelidikan terhadap bagaimana tersusunnya partikel-partikel di dalam sebuah atom dilakukan oleh ahli
fisika Inggris Sir Emest Rutherford pada tahun 1911. Hasil penemuannya ialah bahwa partikel-partikel bermuatan
positif terpusat pada bagian tengah dan merupakan hampir seluruh massa dari atom yang disebut inti (nukleus).
Partikel- partikel bermuatan positif (proton) tersebut dikelilingi oleh partikel-partikel bermuatan negatif atau
elektron dan disebut awan elektron dengan volume lebih besar dari pada inti. Tersusunnya elektron-elektron pada
bagian luar inti seperti awan, terlihat samar-samar.

Lapisan luar (awan elektron) > Nukleos


Skema sebuah atom
Struktur Atom
Atom terdiri atas inti dan kulit Didalam inti atom terdapat proton, serta kulit atom tersusun atas elektron yang

bermuatan negatif. Jumlah muatan positif atom sama dengan jumlah muatan negatifnya. Dengan demikian atom
bersifat netral.

Atom terdiri atas komponen sbb:


massa (:II) muatan listrik (-1,6020.1O'19 C) e 1/1850 -1
p 1 +1
n 1 0

p+n (dalam inti) setiap unsur * unsur lain.

2 e setiap unsur + unsur lain.

2 p = nomor atom.

P+n « berat atom.


2e=2P

2 e = 1, 2 P =1, 2 n = 2 - 2 p = 2 - 1 =1. zoCa40 2 e = 20, 2 p = 20, 2 n = 40 - 2 p = 40 - 20 - 20.


zoCa40 2 e = 55, 2 P = 55, 2 n = 133 - 2 p = 133 - 55 = 78.
Isotop, Jsobar, Isoton dan Jso-elekirnnik
Kimia Kedokteran I 8

Isotop ialah atom-atom yang mempunyai nomor atom (jumlah proton) sama, tetapi nomor massa berbeda.
23 24

Contoh : uNa dengan uNa


9

Setiap unsur di alam mempunyai isotop, sehingga berat atom merupakan berat rata-rata seluruh isotopnya.
Tsobar ialah atom-atom yang mempunyai nomor massa (jumlah proton dan netron) sama tetapi nomor atommnya
berbeda.
40 40
Contoh : ^oCa dan 19K
(Nomor atom berbeda berarti jenis unsurnya berbeda)
Isoton ialah atom-atom yang mempunyai netron sama banyak tetapi nomor atom berbeda.
» 40
Contoh : jgK dengan 2oCa
Isoelektromk ialah atom dan ion yang mempunyai elektron sama banyak, tetapi berbeda nomor atom.
Contoh : nNa+, 10Ne dan 9F.
Berat eldvalen (BE)
Berat ekivalen suatu unsur adalah berar unsur tersebut yang dapat mengikat atau menggantikan 8 g O atau 1,008 g

H. Unsur O dan unsur H digunakan sebagai standar dalam penetapan berat ekivalen unsur-unsur lainnya karena
kebanyakan unsur dapat bereaksi dengan O atau membebaskan H.
Contoh hasil analisis kimia :

Silika dioksida (Si02) Si -46,94% 0 -53,07%

Hidrogen klorida (HC1) H = 2,76% Cl - 97,23%


Magnesium klorida (MgCl2) Mg = 25,53% Cl = 77,47%
Air (HzO) H =11,18% 0 = 88,81%
Dari data diatas dapat dihitung banyaknya masing-masing unsur yang bergabung satu sama lain. Jika unsur
standar yang digunakan adalah O, yang berat ekivalennya 8, untuk persenyawaan silikon dioksida 53,07% bagian
oksigen bergabung dengan 46,93 bagian silika.
m

%0 : BE.O = % Si : BE. Si
53,07 : 8 = 46,93 : BE. Si; BE Si = 7,07.
Selanjutnya diperoleh berat ekivalen unsur-unsur berikut: H= 1,008 Cl=35,45, Mg=12,16
Penetapan berat ekivalen sangat penting dalam analisis kwantitatif dan penetapan berat atom unsur-unsur.
Berat Atom
Berat atom suatu unsur merupakan berat relatif atom tersebut yang dibandingkan dengan berat atom O (16).

Digunakannya atom O sebagai pembanding karena oksigen dapat bereaksi dengan hampir seluruh unsur sehingga

penetapan berat relatif unsur yang bergabung dengan oksigen menjadi lebih mudah.

Berat atom O sama dengan 16 karena dengan demikian berat atom unsur hidrogen yaitu H mendekati 1. BA suatu
unsur adalah berat relatif atom tersebut yang dibandingkan dengan
BA O (16).
Hubungan Berat Eldvalen dan Berat Atom
BE = BA/Val dimana
Kimia Kedokteran I 9

BE = berat ekivalen
BA= berat atom

Val=Valensi
t

Kimia Kedokteran 1 10

STRUKTUR ATOM DITINJAU DARI TEORI ELEKTRON


Jumlah proton menunjukkan Nomor Atom.
Jumlah proton sama dengan jumlah elektron sehingga atom netral.
Perubahan kimia yang terjadi di antara atom-atom sesungguhnya merupakan perubahan yang teijadi diantara

elektron-elektron masing-masing atom. (Reaksi Kimia pada E- terluar)


Teori Modern Struktur Atom Rutherford 1849
Diperluas oleh: Niels Bohr (ahli fisika Denmark, 1913).
® Elektron-elektron bergerak mengelilingi inti dalam bentuk lintasan-lintasan (orbit) seperti halnya sistim
planet-planet mengitasi matahari.
® Jumlah elektron yang menempati lintasan tertentu pula.

® Energi elektron makin jauh dari inti -> t.


® Elektron yang bergerak mengelilingi inti yang bermuatan positif disebut “Planetary Electrons” atau “Extra

Nuclear Electrons”.
23
Misal uNa -> Na+ + 1 e- p=ll, e=ll, n=12, p=ll, e=l 1-1=10 (E.N.E) n=12
Bilangan Kuantum
Kedudukan elektron di dalam atom pada tingkat energinya masing-masing ditentukan oleh 4 jenis bilangan
kuantum yaitu: l. Bilangan kantum utama (n)
Menyatakan letak elektron pada kulit (lintasannya) -> (no. kulit).
Tingkat energi Bilangan kuantum Tanda huruf
ke - 1 n=l K
ke - 2 n=2 L
ke - 3 n=3 M
ke - 4 n=4 N
ke-5 n=5 O
ke - 6 n=6 P
ke-7 n=7 0 __________________
Kulit = Lintasan = Shell
Kulit terdiri atas beberapa sub kulit.

n=4=N
n-3=M
n=2=L
n=l=K
n=l ~> energi ierrsndali
Banyaknya sub kulit pada masing-masing kulit = bilangan kuantum kulit tersebut n=l —► Y sub kulit 1 n=2 —> S

sub kulit 2, dst.

2. Bilangan kuantum sudut / azimut (I)


Menyatakan letak elektron pada orbhalnya/subkulitnya.
® 1=0, terletak di orbital s (sharp)
Kimia Kedokteran I 11

® 1=1, terletak di orbital p Principal)


® 1=2, terletak di orbital d (diifuse)
® 1=3, terletak di orbital f (fundamental)
Jumlah maksimum e- pada sub-kuht: s = 2e-; p = 6e-; d = 10e- ; f = 14e-
3. Bilangan kuantum magnet (m)
Menyatakan arah orientasi orbit elektron. Untuk setiap harga 1, terdapat sebanyak (21+1) macam harga m.
Untuk 1 = 0 m=0
1=1 m= -1, 0, +1
1=2 m=-2, -1, 0, +1, +2. Dst
4. Bilangan kuantum spin (s)

Menyatakan arah perputaran elektron pada sumbunya (rotasi), yaitu ke kiri atau ke kanan. Untuk setiap harga m

terdapat 2 macam kemungkinan harga s, yaitu s=+l/2 dan s=-l/2.

Contoh : elektron dalam orbital 3p dapat memiliki bilangan kuantum: n=3; 1=1; m=-l, 0, +1; s=+l/2, -1/2.
Z maks e- pada kulit = 2n2, n=bilangan kuantum utama.
Ketentuan Pengisian Elektron pada Kulit

1. Jumlah maksimum elektron yang dapat menempati suatu kulit = 2n2.

kulit terluar maks : Sekulit ke dua: 18e- Periode 4

kulit terluar maks : Sekulit ke dua : 1Se- Periode 5


2. Zmaks e- pada kulit terluar = 8, Zmaks e- pada kulit ke dua sebelumnya = 1E.
1 234 5 6 kulit terluar maks : Se

2 8 18 32 18 8
kulit ke dua: 1Se- Periode 6
Pengisian elektron dimulai dari tingkat energi yang terendah seperti pada skema berikut.

ls
/✓
2s 2p
✓✓ ✓
3s 3p 3d
4s 4p 4d 4f
✓✓✓✓
5s 5p 5d 5f
(

Kimia Kedokteran 1 12

✓/
6p 6d
7p
t

Kimia Kedokteran I i5

Konfigurasi Elektron

Prinsip AufDau
Elektron akan mengisi sub-kuiit yang energinya lebih rendah terlebih dahulu.
Contoh : ,7C1: ls2 2s2 2p6 3S2 3p5 19K+: ls2 2s2 2p6 3S2 3p6 (elektron pada sub-kulit 4sl telah dilepaskan)
Asas Pauli

Bagi unsur-unsur yang mempunyai sub-kulit terluar s dan d mengikuti aturan penuh atau Vi penuh Contoh: ^Cu :

1 s2 2S2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d9 [Ar]4s2 3d®

seharusnya 4s‘ 3d10, sebab: 4sx = Vi penuh, 3d10 = penuh.


Susunan Elektron Unsur-unsur pada Susunan Berkala
Periode 1 : H & He

H : ls1 He : ls2
Periode 2:3li -► i0Ne
Unsur Nomor Atom
Susunan Elektron pada KuKt.
K atau n = 1 L atau n=2
U 3 ls2
Be 4 ls2 2s2
B 5 ls2 2s1 V
C 6 ls2 2s2 2pz
N 7 ls2 2s2 2p3
O 8 ls2 2s2 2p4
N Si
F y ls2 ] 2s2 2P6
Ne 10
Kimia Kedokteran I 16

Periode 3 : nNa > «Ar


Unsur pada Kulit:
Susunan
Nomor Elektron
Atom K(n=l) L(n=2) M(n=3)
Na 11 ls 2s 2p6 3s1
Mg 12 ls2 2s2 2ptf 3s2
Al 13 ls2 2s2 2pÄ 3s2 3pl
Si 14 ls2 2s2 2p6 3s2 3p2
P 15 ls2 2s2 2p6 3s2 3p3
S 16 ls2 2s2 2p6 3s2 3p*
Ce 17 l82 2s2 2pÄ 3B2 3ps
Ai 18 ls2 2s2 2p6 3s2 3p6
Periode 4; 19K -> 36Kr
Unsur Nomor Elektron pada Kulit:
Atom
Susunan
K(n=l) L(n=2) M (n=3) N(o=4)
K 19 ls2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1
Ca 20 ls2 2s2 2pö 3s2 3p6 4a2
Se 21 ls2 2s2 2pÄ 3s2 3p6 3dl 4s2
Ti 22 ls2 2s1 2pö 3s2 3pÄ 3d2 4a2
V 23 ls2 2s1 2p6 3s2 3p6 3d3 4a2
Cr 24 ls2 2s2 2ps 3s2 3p6 3d* 4s1
Mn 25 ls2 2s2 2p6 3s2 3pö 3d5 4s2
Fe ls2 2s2 2pe 3s2 3p6 3d6 4s2
26

Kr 36 ls2 2-1' V 3s2 3p6 3d!0 4s2 4p6


Periode 5:37Rb -> 54Xe
Unsur Nomor Susunan Elektron pada Kulit:
Atom

K (n=l) L (n=2) M(n=3) N(n-4) O (h=5)


Rb 37 ls2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 ~5ey
Sr 38 4s2 4pö 5s2
Y 39 4s2 4p6 4d* 5s2
Zn 40 4s2 4p6 4d2 5s2
Nb 41 4s2 4p6 4<f 5s1
No 42 4s2 4pö 4<? 5sl
Tc 43 4s2 4p6 4c f 5s1
Ru 44 4s2 4pÄ 4d7 5sl
Rh 45 4s2 4p6 4d* 5sl
Pd 46 4s2 4p6 4<f 5sl
Ag 47 4s2 4p6 4d10

Xe 54 4s2 4pö 4d10 JUI ________


Periode 6: 3JCs -» ^Rn
Unsur Nomor Susunan Elektron pada Kulit:
Atom
n=l n=2 n=4 n=5 n=6
n=
3
Cs 55 lsz 2sz 2p* 4s24p64d10 5s*5p6 6s2
Ba 56 4s24p64d10 5s2 5p6 6s2
t

Kimia Kedokteran I 17

La 57 4s24p64d10 5s2 5p6 6s2


Ce 58 4s24p64d104f* 5s2 5p6 6®2
Pr 59 4s24p64d104f3 5s2 5pe 5d‘ 6s2
Nd 60 48z4p64d104f . 5s2 5p6 6a2
Pm 61 4s24p64d104fs 5s2 5p6 6s2
Sm 62 4s24p64d104f6 5s2 5p6 6s2
Eu 63 4sz4p64d104f7 5s2 5p6 082
Gd 64 4s24p64d104f7 5s2 5p6 6s2
Tb 65 4sz4p64d104is> 5s2 5p6 6s2
Dj 66 4sz4p64d104f10 5s2 5p6 5d1 6s2
Ho 67 4s24p54d104fn 5s2 5p6 5(f 6sz
E 68 4s24p64d104f12 5s2 5p6 5cP 6s2
Tm 69 4s24p64d104f13 5s2 5p6 5 d4 6s2
Yb 70 4s24p64d104f14 5s2 5p6 Sd3 6s2
Lu 71 4s24p64d1D4fM 5s2 5p6 5(f 6s2
Hf 72 5s2 5p6 5d7 6s2
Ta 73 5s2 5p6 5d8 6s2
W 74 5s2 5ptf 5 (f 6s2
Re 75 5s2 5p6 5d10 6s2
Os 76 5s2 5p6 5d10 6s2
Ir 77 6s2
Pt 78 6s'
Au 79 6s‘
Hg 80 6a2
T1 81 6s2 6pJ
Pb 82 6s2 6p2
Bi 83 6s2 6p3
Po 84 6s2 6p4
At 85 6s2 6ps
Rn 86 6s2 6p6
Kimia Kedokteran I 18

Periode 7: gvFr -> lQJHh


Unsur Nomor Susunan Elektron pada Kulit:
Atom
n=l n=4 n=5 n==6 n=7
n= n=
2 3
Fr 87 5s2 5p6 5d16 6S1 6p6 7sl
Ra 88 6s2 6p6 7s2
Ac 89 6s2 6p66dl 7s2
Ih 90 6s2 6p66d2 7B2
Pa 91 5s2 5p6 5d10 5f 6s2 6p66dl 7s2
U 92 5s2 5p6 5d10 5f 6s2 6p66d‘ 7g2
Np 93 5s2 5p6 5d105f 6s2 6p66dl 7BZ
Pu 94 5s2 5p6 5d10 5f1 6S2 6p46dl 7B2
Am 95 5s2 5p6 5d105f 6s2 6p4 7B2
Cm 96 5s2 5p6 5d105f 6s2 6p4 6dl 7B2
Bk 97 5s2 5p6 5d10 5f® 6s2 6p<s6d1 7S2
Cf 98 5s2 5p6 5d105f 7sl
Es 99 5s2 5p6 5d10 5P° 6s2 6p6 6dl 7s2
Fm 100 5s2 5p6 5d10 5f*1 6s2 6p66d1 7s2
Md 101 5s2 5p6 5d10 5? 2 6s2 6p<s6d1 7s2
No 102 5s2 5p6 5d10 6S2 6p6 7s2
Lr 103 5s2 5p6 5di0 5f*4 6S2 6?^ 7s2

Hn 105 5s2 5p6 5d10 Sf*4 6s2 6p66d2 7s2


BILANGAN OKSIDASI DAN VALENSI
y Bilangan oksidasi ialah : bilangan yang menjelaskan kemampuan sebuah unsur untuk bergabung yang sekaligus
juga memperlihatkan sifat-sifat dasar + dan - dari atom-atom di dalam persenyawaan. y Mempunyai tanda +/-. y
Tetap/berubah.

Persenyawaan ion:

Bilangan oksidasi positif -> ion positif.

Bilangan oksidasi negatif -> ion negatif.


Persenyawaan kovalen:
Cenderung —> tanda negatif 8-/s- Cenderung + -»tanda positif 8+/s+
Bilangan oksidasi positif tetap
Contoh : Li = +1; Mg = +2; Al = +3; Na = +1; Ca = +2; Se = +3
Bilangan oksidasi positif unsur tersebut = nomor golongan unsur tersebut dalam susunan berkala.
Bilangan oksidasi positif berubah
Cu = +1 & +2; Fe — +2 & +3; Sn — +2 & +4.
Bilangan oksidasi negatif = Nomor golongan di dalam susunan berkala dikurangi 8.
Contoh F = -1; O = -2; Cl = -1; S = -2. •
2. Persenyawaan kovalen yang terbentuk dari atom-atom yang sama, misal H2, 02, 02, N2 dimana pasangan e-

terbagi rata antara masing-masing atom.

1 Bilangan oksidasi = 0 (nol).

1. Unsur-unsur yang tidak dalam keadaan bergabung (karena tidak adanya e- yang berinteraksi).
Kimia Kedokteran I 19

• Bilangan oksidasi H dalam persenyawaan umumnya +1, Misalnya dalam HO, H2S04, kecuali dalam
persenyawaan hidrida H = 1 misal: LiH, NaH.
• Bilangan oksidasi O dalam persenyawaan umumnya = -2. Misalnya : H20, H3P04, kecuali dalam persenyawaan

peroksida O = -1, misalnya : H>02, Na202, BaCV


• Bilangan oksidasi logam selalu positif & besarnya - valensi. Misalnya : Bilangan oksidasi Na dalam Na2S04 = +1.
Bilangan oksidasi K dalam KMn04 = +1 Bilangan oksidasi Cr dalam Cr2(S04)3 = +3.
■ Bilangan oksidasi ion atau radikal = muatan. Misalnya : Bilangan oksidasi MnO/ = -1;
Cr2072'--2, K+=+l; Fe^+3.
• Bilangan oksidasi persenyawaan = 0. Misalnya : Bilangan oksidasi H2S04 = 0.
Artinya : 2 Bilangan oksidasi H +1 = +2 Bilangan oksidasi S -6 4 Bilangan oksidasi O -2 = -8

Karena dalam 1 molekul H2S04 terdapat 2 atom H, 1 atom S, 4 atom O.


Kesimpulan :
Bilangan oksidasi suatu unsur dapat bermacam-macam tergantung pada dimana unsur tersebut membentuk
persenyawaan.

Valensi ialah ; bilangan yang menunjukkan 2 atom dari suatu unsur yang dapat bergabung dengan sebuah atom

dari unsur lain.

>- Tidak mempunyai tanda +/-.


> Menyatakan sifat dasar suatu atom.

> Tetap/berubah.
a) Valensi tetap : 1/5 seluruh unsur.
<

Kimia Kedokteran I

b) Valensi berubah : 4/5 seluruh unsur.


Contoh :

a) Golongan IA : Na, K, Li -> Valensi -1.

Golongan HA : C a, Mg Valensi = 2.

b) Golongan transisi: Cu > Valensi 1 & 2

Fe -> Valensi 2 & 3.

> Penting dalam penentuan rumus molekul. Valensi 1 monovalen


2 divalen

3 trivalen, dst.
Kimia Kedokteran I 22

UKIRAN ATOM/ION
Satuan A (Angstrom) = lO^cm Cs terbesar: 2,35A F terkecil: 0,75 A

Yang mempengaruhi ukuran atom adalah jarak/jari-jari awan e-.

Atom H -> paling ringan -> hanya ada 1 e-. Bila ukuran inti = 1, maka ukuran atomnya

10.000.
Atom Au -> paling berat —► 79e- (79p & 118n) jari-jari inti = 1,5. 10-5 A, jari-jari atom 1,5 A (100.000 kali). Jadi

jari-jari awan elektron atom-atom 10.000 < r atom < 100.000 x jari-jari ind.

Ukuran atrom dipengaruhi oleh:

1. X muatan + (p) dalam inti.

2. X e- yang menempati kulit.

X p t -> daya tarik t-> ukuran atom i

Atom-atom yang mempunyai jumlah kulit yang sama sedang jumlah proton T -» ukuran atom i

Contoh: Periode IH
Unsur Na Mg Al Si P S

No. atom 11 12 13 14 15 16
Ukuran A 1,57 1,36 1,25 1,17 1,10 1,04
Atom-atom dengan jumlah e- sama pada kulit terluar sedangkan jumlah e- keseluruhannya meningkat seiring
dengan ukuran atom yang meningkat.
Contoh : Golongan Alkali
Unsur Li Na K Rb Cs

Periode ke- 2 3 4 5 6

Ukuran A 1,22 1,57 2,02 2,16 2,35


Ukuran Ion
Ion positif
Atom merupakan ion positif + e- dengan demikan jumlah p > jumlah e- menunjukkan adanya gaya ratin inti yang
meningkat sejalan dengan ukuran ion positif atom yang menurun.
r'

Na -> Na+
1,57 A 0,95 A
p = 11 p = 11
e =11 e =10 n =12 n =12
Ion negatif
Atom + e- -> Anion.
Sehingga ukuran ari cm > atomnya (karena gaya tarik inti menurun)
Contoh :
19 tlc 19
9F * *F-

p=9 p=9
e=9 e=10
n=10 n=10
Kimia Kedokteran I 23

0,68 A 1,36 A

O —>
0. 60 A 1,40A
Hubungan Energi dengan Pembentukan Ion
1. Sejumlah energi yang dibutuhkan untuk membentuk kation. Atom > kation +e- (perlu energi).

Jumlah energi ini tergantung pada : a) Ukuran atom.

’b) Jumlah elektron yang dilepaskan.

Jumlah energi yang dibutuhkan untul mengeluarkan e- yang berada lebih dekat dengan inti > jauh. Karena

perbedaan gaya tarik inti.


Ii > Li+ +e- Jumlah energi meningkat
Na -» Na+ H-e-^
K -» K++e-
Rb -> Rb+ +e-
C3 > Cs+ +e- Ukuran atom meningkat

Jumlah energi yang diperlukan untuk mengeluarkan le- diesbut energi ionisasi (Ei). MH Ei —> M+ + e-
Unsur Ii Na K Rb Cs
Ei (kkal/gr atom) 124 118 100 95 89
(kkal/6,02.1023 atom)
Apabila harus dikeluarkan > le- maka energi yang dibutuhkan untuk mengeluarkan e- berikutnya > pertama.
Contoh :

Cu+178 kkal->Cu++le- Cu++ 468 kkal -► Cu2+ +le- Cu+ 646 kkal > Cu2+ +2e-

2. Energi yang dibebaskan untuk membentuk anion.

Energi afinitas : energi yang dibebaskan untuk mengambil le-. X + e- -» X' + Ea.

Faktor yang mempengaruhi:

a) Ukuran atom.

b) Jumlah elektron yang diambil.

Semakin kecil ukuran atom maka energi afinitasnya semakin besar karena gaya tariknya meningkat.
Kimia Kedokteran I t 24

F + le- -> F- Cl + le- -> Cl- Br + le- > Br- \/ I + le- -> I- Ukuran atom

82

87

82

74
Ea (kkal/g.atom)
perkecualian
/N
Apabila atom-atom halogen telah memperoleh le-, berikutnya akan sukar masuk, karena muatan negatif menolak.

Selain itu, ion-ion tersebut konfigurasi elektronnya sudah menyerupai gas inert.
Bilangan Eleldronegativitas
Ialah : kemampuan atom untuk menarik e- -> aaion.
Faktor yang mempengaruhi :
l. Ukuran atom.
2 Jumlah e- tambahan yang dibutuhkan untuk memperoleh ion yang stabil.

Misalnya : Bilangan elektronegativitas O = 3,5; Cl = 3,0 dilihat dari ukuran atom O < Cl -> gaya tarik terhadap e- O

> Cl > O lebih mudah menjadi ankm.

Dilihat dari e- tambahan, O membutuhkan 2e- -> 02- sedangkan Cl butuh le- -> C1-, jadi bilangan elektronegativitas

O > CL
Kimia Kedokteran 1 25

Tabel bilangan elektronegativitas unsur oleh Prof. IJnus Pouling


IA
HA HA
2,1
Li a«
1,0 1,3
Na Mg nm JVB VB \TB
0,9
1,2

K Ca Sc Ti V Cr
1,3 1,5
0,8 1.0 1,8 1,6

Rb Sr Y Zr Nb Mo
1,4
0,8 1,0 1.2 1,6 1,8

Cs Ba LaLn Hf Ta W

0.7 0 1.1- 1,3 1,5 1,7


1.2
Fr K* Ac •n Pa U
0,7 0.9 U 1,3 1,5 1.7
vn vm IB RB

B B

Mn F* Co Ni Cu ZB
1,5 1,9
1,8 1.8 1.8 1.6

Tc Ru Rh Rd A« Cd

1,9 2.2 2,2 vt 1,9 1,7

Re Os Ir Pi Au Hg

1,9 2.2 2.2 2,2 2,4 1,9


Np
U
vm
A
RIA IVA VA VIA vn Ht
A 2,7
B C N O F Ne

2,0 W 3,0 3,5 4,0 4,4

Al Si P 3 a Ar
1,5 1.8 2,1 V 3,0 3,5

Oa Ge Aa 8c Br Kr
2A <3,0
1.6 1.8 2,8

Iti Sn Sb Te r Xe
1,7 W 3J
1.8 2,1 2.6

Ti Pb Bi Po At RB
1.8 1,8 1,9 2.0 2,2 '2,4
Kimia Kedokteran 1 26

Suatu unsur yang bilangan elektronegativitasnya tinggi (F = 4,0) -> kemungkinan menjadi kation menurun.

Sebaliknya, unsur yang bilangan elektronegativitasnya rendah (Cs - 0, 7) -* kemungkinan menjadi anion rendali. F

selalu anion dan Cs selalu kation.


Kimia Kedokteran I 27

SISTIM PERIODIK UNSUR


Dalam susunan berkala (sistim berkala/periodik) ini lebih dari 105 unsur yang telah diketahui disusun dalam
suatu daflar yang terdiri dari beberapa kolom. Di kolom-kolom ini terdapat unsur-unsur yang mempunyai sifat-sifat
yang sama baik kimia maupun fisika.
Penyusunan semacam ini disebut sistim berkala karena kebanyakan sifat-sifat unsur adalah sebagai fungsi
berkala dari nomor atom unsur-unsur tersebut.
Sebelum pada ahli menemukan teori elektron dari atom, ahli kimia telah berusaha menggolongkan
unsur-unsur antara lain:

Logam dan bukan logam => Penggolongan pertama.


=> Langkah penting penelitian selanjutnya.
Sifat fisik logam Sifat fisik non-logam
1. Tidak
L Mengkilap, kecuali serbuk-serbuk Al, C u, Au mengkilap.
2. Ditempa -> keping, kecuali Sb, Bi -> hancur 2. Tidak
3. p t, kecuali Na, K, Mg, Al. 3. p 4
4. Ditarik > kawat 4. Tidak
5. Penghantar panas yang baik 5. Tidak
6. Penghantar listrik yang baik Kecuali Hg, B i. 6. Buruk kecuali grafit.
Sifat Kimia Logam Sifat Kimia Non-logam
l. +Oi > Oksida basa. Misal Na > NazO Cu -> CujO, 1. +O2 -> Oksida asam Misal: S —> SO2, SOj P ^
CuO Kecuali: PIOJ, P2O3 Kecuali:
-Oksida amfoter:ZnO, AhOj > Oksida amfoter, HzO i> Oksida indeferen, CO, NjO
-Oksida asam (valensi tinggi)
MnjO? (Val Mn=7)
CiO, (Val Cr =6)

2. Elektropositif -> kation Na -► Na+


K->K+

2. Elektronegatif -> Anion S -> S2' = sulfida N -> N2' =


Nufiida P -» P3' = Fosfida 0-> O2' = Oksida
3. Dapat membentuk ion kompleks, (terutama dari 3. Tidak
golongan transisi)

Hiihungan Sifat dan Berat Atom


J. W. DOBEREINER (1829, dari Jerman)

► Beberapa unsur secara alamiah dapat digolongkan -» masing-masing terdiri dari 3 unsur TRIAD.

>■ Masing-masing triad ke tiga unsur tersebut memiliki sifat kimia dan fisika yang sama, dan terdapat hubungan

sederhana antara berat atom-berat atomnya.

Misalnya : Triad Cl, Br, I


t

Kimia Kedokteran I 28

BA Cl = 35,5; Br=80; 1=127

BA Br * rata-rata BA Cl+1 = (35,5 + 127)/2 = 81,2

Triad Ca, Sr, Ba

BACa=40; Sr=87,6; Ba=137,4

BA Sr=(40+13,4)/2=88,7 « 87,6.
Hukum Oktav
John Newlands (1864, Inggris)

—> Tiap 8 unsur dalam daftar unsur (tidak termasuk gas inert) yang disusun menurut BA yang menaik -> sifat

kimia maupun fisik umur ke 8 merupakan ulangan dari sifat unsur ke 1 dalam golongan tersebut.

Berat Atom dan Perubahan Berkala

1869, Ahli kimia Jerman Lothar Meyer dan dari Rusia, D. Mendeleef -> hubungan sifat unsur dengan BA.

Kedua ahli ini juga menemukan tentang adanya “pengulangan secara berkala” dari sifat- sifat unsur baik secara
kimia maupun fisik apabila unsur- unsur diatur dalam suatu daftar dengan BA yang menaik.
Hukum Berkala
Sifat-sifat fisik serta kimia unsur-unsur merupakan fungsi berkala dari nomor atom unsur- unsur tersebut.

(Mendeleef -> dikembangkan susunan berlaka modem).

Susunan Umum Tabel Berkala Modem


Terdiri dari 7 deret horisontal = periode = seri 1 -> 7
18 deret vertikal = golongan IA > VELA, IB > VllJLB

Tinjauan Menurut Periode

Periode ke-1 ® H&He


@ Deretan Hidrogen - Helium ® Deretan sangat pendek.
H:
> Berupa gas beratom dua

>- Dapat bergabung dengan hampir seluruh unsur lainnya.

>- Bilangan Oksidasi = +1 atau -1 (hidrida)

He:

> Gas incrt monoatomik (tidak dapat bersenyawa dengan unsur lain)
> Valensi = 0.
Periode ke-2 ® 8 Unsur, Li -► Ne ® deretan pendek pertama Li:

>■ T ogam

> Elektropositif < LL

> Putih, keras.


> Mudah bereaksi dengan asam —* KU >■ Bilangan oksidasi = +2

B:
1

Kimia Kedokteran I 29

>- Bukan logam


> Bilangan oksidasi =+3 C:

> Bukan logam


> Banyak membentuk persenyawaan organik.

N:

> Bukan logam


> Membentuk ikatan kovalen dengan unsur lain.
Kimia Kedokteran 1 30

O:

> Bukan logam (gas).

>■ Sangat elektronegatif


> Dapat bersenyawa dengan hamptr semua unsur lainnya.

> Persenyawaan dengan logam-logam elektropositif seperti Na, K, Ca -» ikatan ion

> Persenyawaan dengan bukan logam -» ikatan kovalen.

F:
*

> Paling elektronegatif.


> Dapat membentuk persenyawaan dengan ikatan kovalen maupun ion.
> Bilangan oksidasi = -1.
Ne:
>■ Gas inert.
Kesimpulan:
>■ Makin ke kanan makin elektroneg atif dan sifat logamnya menurun.
Periode ke -3 ® 8 unsur Na -> Ar ® Periode pendek ke dua.

® Sifat unsur = unsur periode ke - 2 yang berada di atasnya.


Misalnya Mg=Be; S=0; Cl=F;Ar=Ne.

Periode ke-4 ® 18 Unsur K-»Kr ® Periode panjang pertama

Kedua unsur K dan Ca sifatnya = unsur di atasnya dalam golongan yang sama yakni Na & Mg.

Ketujuh unsur pertama dari periode ke -4 ini dan juga dari periode berikutnya (sebelah bawah) dinamakan unsur

golongan A tiga buah unsr berikutnya yakni Fe, Co, Ni -> dalam Golongan Vlllti (3 unsur dalam 1 golongan > sifat

sama > TRIAD Transisi)


Triad transisi lainnya:
Ru, Rh, Pd dan Os, Ir, Pt.
Periode ke -S ® 18 Umur
® Rb Xe
® Deretan panjang ke dua
Periode ke -6 ® 32 unsur (18 +14).
® Cs -> Lu
® Deretan sangat panjang pertama
@ Ke-14 unsur, sifat fisiknya « La -> disebut unsur-unsur Lantharrida “Rare Earth Elements”

Periode ke -7

® Fr -> Lw
® Periode tak lengkap (radioaktif, inti tidak stabil)

® Ac -» Lw = unsur-unsur Actinida.

® 93Np > 103 Lw -> Laboratorium.


® Semua radioaktif.
(■

Kimia Kedokteran I 31

Tinjauan Menurut Golongan


Golongan IA Terdiri dari :
® unsur logam alkali: Li, Na, K, Rb, Cs, & Fr.
® H (bukan alkali).

Sifat-sifat:

® Konduktor yang baik.


® Sangat elektropositif (makin kebawah -> makin elektropositif).
® Titik lebur relatif rendah.

© BA naik titik leburnya turun


© M + H2O->-MOH + H2
© Bilangan oksidasi = +1.
Golongan IB © Cu, Ag, Au

© Sifat kimia dan fisika tidak sama dengan Gol. IA.

© Konduktor yang sangat baik.


© Keras, mudah ditempa.

© Titik leburi 1000°C

© Tidak bereaksi dengan air

® Tahan terhadap asam yang mengoksidasi.

Golongan VIIA © F, Ce, Br, I, At.


® Non logam sangat elektronegatif ® Halogen
© Sifat fisik dan kimia ke limanya sama © Elektronegalifitas menurun dari atas ke bawah.
© Molekulnya beratom dua : X2 © Tilik didih relatif rendah.
© Persenyawaan halogen dan hidrogen -* gas (rumus umum HX)
© Persenyawaan X + logam alkali —► M+X‘.
Walaupun unsur X sifatnya sama tetapi terdapat perbedaan :

:gas kuning pucat ¿^Cl2: gas hijau kekuningan ¿^Br2 : cairan merah tua : padat warna hitam

> H2 +X2 -» HX (hidrogen halida) A/'HJ + F2 -* ledakan (ditempat gelap).


Kimia Kedokteran I 32

¿vTI2 + Cl2 > harus ada cahaya ¿vH2 I Br2 -► dipanaskan dulu

asHi + I2 -» dipanaskan, reaksi lambat sekali dan tidak sempurna.


Makin kebawah reaktifitas menurun

> M+X2-> M"X'

> Dapat membentuk ion kompleks


Golongan VIIB Golongan logam Mn, Tc, Re Sifat:

® Titik leleh meningkat

® Sifatnya tidak sama dengan Gol. VHA kecuali sama-sama dapat membentuk ion
kompleks.

Golongan VIIIA (Gas muliai Sifat:


® Gas monoatomik (beratom tunggal)
® Titik didih menurun ® Inert/lamban (sukar bereaksi)
® Gaya van der waals menurun.
Golongan Transisi

± 55 unsur yang orbital d atau f belum penuh.

Sifat-sifat:

® Pada umumnya berupa logam (padat), kecuali Hg (cair) dan Tc (unsur buatan). ® Keras, Titik leleh meningkat ®

Penghantar listrik & panas yang baik.


® Ion-ion dan persenyawaannya berwarna ® Bilangan oksidasi > 1.

® Dapat bertindak sebagai katalisator ® Paramagnetik

® Dapat membentuk ion kompleks terutama golongan d-elektron.

Golongan d-elektron Contoh :


Periode 4 Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu
4s2 4s2 4s‘ 4s2 4s2 4s2 4S2 4sl 4sl

3d* 3d2 3d3 3d* 3d3 3d6 3d7 3d10 3d10 Periode 5 Y Zr Nb Mo Tc Ru Rh Pd Ag

5s2 5S2 5»1 5s* 5sl 5s2 5sl 5s° Ss1

4d3 4d2 4d4 4d5 4d6 4d7 4d8 4d10 4dia


Golongan f-elekiron
Periode 6 La Hf Ta W Re Os Ir R Au
6s2 6s2 6s2 6s2 6S2 6S2 6s2 6S1 6s2
5d: Sd2 5d3 5<? 5d5 5d6 5d7 5d9 5d10
4f* 4f“ 4f4 4fi4 4f*4 4tA At* 4f*4 4f*4
Lantanioa: Ce Pr Nd Pm Sm Eu Gd Tb Dy Ho Er Tm Yb Lu

6s2 6s2 6s2 6s2 6S2 6S2 6s2 6s2 6s2 6S2 6S2 6sz 6s2 6s2
r
Kimia Kedokteran I 33

5d° 5d° 5d° 5d° 5d° 5d° 5d* 5d° 5d° 5d° 5d° 5d° 5d° 5(i
4f* 4f 4f* 4f* 4f* 4f 4f 4f 4f10 4f" 4f*2 4f13 4f*4 df14

Aktinida: Th Pa U Np Pu Am Cm Bk Cf Es Fm Md No Lr
7s2 7s2 7s2 7S2 7S2 7s2 7s2 7S2 7S2 7S2 7S2 7s2 7s2 7s2
Sd2 6d' 6dJ 6d2 6d° bd° 6d‘ 6d° 6<f 6<f 6d° 6d° 6d° 6dl
5f® 5f 5f 5f* 5f6 5f 5f 5f 5f10 5F11 5f*2 5P3 5f*4 5p4
Contoh ion kompleks

Cu (NHs)42+

CoiNO,)»3-

Fe(CN>6 y

Al(HiO)63+

CU(HIO)62+

CO(NHI)63+
Kimia Kedokteran 1

Ag(NH3)2+
Contoh persenyawaan berwarna: KMnO<
K.2Cr207
K2Cr04
CuS0,j.5H20
Ct2(SOAh
Kimia Kedokteran I 3d

Tabel Sifat-sifat Atom Menurut Golongan dan Periode


Sifat Dalam satu golongan dari atas ke Dalam satu periode dari kiri ke
bawah kanan
1. Jari-jari atom Makin besar rK > rNa > ry Makin kedi r*, < ra < r8
2. Potensial ionisasi (I) Makin kecil IK < lu» < Iy Makin besar Ic# > t
3. Afinitas elektron (E) Makin kecil Ei<EBr<Ed Makin besar Eci < Ea <Ep
4. Keelektronegatifan (X) Makin kecil Xi < XBT < XQ <XF Makin besar XP < XQ < Xw

S. Kereaktifan membentuk ion Makin kecil


negatif CI2 + 21- -> 2CI- + 12 Makin besar CI2 + S“ 2CT + S
6. Kereaktifan membentuk ion Makin besar Makin kecil
positif
7. Sifat logam Makin bertambah Makin berkurang
8. Sifat non logam Makin berkurang Makin bertambah
9. Sifat basa Makin besar Makin kedi
NaOH>Mg(OH)j> Al(OH)5
Gs(OH)>KOH>NaOH>LiO
H
10. Sifat asam tanpa oksigen Makin bertambah Makin bertambah
HF > H20>H3N
HJ>HBr>HCl>HF
H2TC>H2SOH2S>H20
11. Sifat asam beroksigen Makin besar
HCIO* >H2S04 > HaSiOj
Makin kecil
HFO > HCIO >HBrO > IflO
Kimia Kedokteran I 37

IKATAN KIMIA
Ikatan kimia adalah interaksi “elektron-elektron luar” dari dua atom (atau lebih) yang mengakibatkan tegadinya

“ikatan” antar atom sehingga terbentuk suatu molekul

Macam Ikatan 1. Ikatan iori/etek*rovalen


ikatan antar molekul
ikatan antar atom
2. Ikatan kovalen
3. Ikatan logam
4. Ikatan hidrogen -----------
5. Ikatan Van Der Waals 1. Ikatan lon/Elektroyalen
Ikatan yang terbentuk karena peipindahan/transfer elektron dari suatu atom ke atom lainnya. Ikatan ini terutama
terjadi antara unsur-unsur dengan potensial ionisasi rendah (mudah melepaskan e-) dan unsur dengan afinitas
elektron tinggi.
Sifat-sifat:
a) Daya hantar listrik yang baik dalam bentuk cair.
b) Titik didih relatif tinggi.
c) Mudah larut dalam air (water soluble).
d) Dalam bentuk padat umumnya menyerupai garam dapur yang berwarna putih.
Misalnya, NaCl.

Na -> Na+ + ie- (kehilangan e-)

Cl + le—* Cl (penambahan e-)

Saling menarik dengan gaya yang kuat menghasilkan ikatan NaCl yang stabil.
Unsur Elektropositjf: unsur yang mudah melepaskan e- (logam).
Unsur Elektronegatif: Unsur yang mudah menerima e- (non logam).
2. Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen Ialah ikatan kimia yang dibentuk oleh pemakaian bersama (sharing) pasangan e- oleh atom-atom
yang bergabung
Sifat-sifat:
a) Sangat kuat ikatannya. Atom-atom dalam molekul kovalen tidak dapat dipisahkan tanpa melalui reaksi kimia.

b) Biasanya berbentuk gas. Bila berbentuk cairan/padatan pada umumnya titik didihnya rendah.

c) Pada umumnya sukar larut dalam air (kecuali jika terjadi reaksi antara air dan zat yang dilarutkan). Misalnya

HC1 + H20 > H30+ + C1‘.

d) Larut dalam pelarut-pelarut organik seperti eter, benzen, alkohol dlL


Macam Ikatan Kovalen
I. Berdasarkan Ikatannya.
a) Tunggal.
b) Rangkap dua, rangkap tiga.
Kimia Kedokteran I 38

EL. Berdasarkan Kepolarannva


a) Ikatan non-polar (kovalen mumi).
b) Ikatan kovalen polar.
c) Ikatan kovalen semi polar (koordinat).

Kemungkinan terjadinya ikatan ion atau ikatan kovalen ditinjau dari bilangan dektronegativitas umur.

Bila selisih bilangan elektronegativitas antara dua atom - 2, 1 -> sifat ikatan:

50 % ionik,

50% kovalen.

> > 2,1 -> ikatan lebih bersifat ionik.

> < 2,1 -» ikatan lebih bersifat kovalen.

% sifat ion = (0,16 A + 0,035 A2) x 100. A : selisih bilangan elektronegatif.


Misalnya Cl2

A = 0 A % sifat ion = 0, jadi Cl2100% kovalen.

Kesimpulan :

A E = 0 -> kovalen mumi (non polar). AE = 2,1 atau lebih -» km. 0 < AE < 2,1 -* kavalen polar.

3. Ikatan Logam

Dari pengamatan dengan sinar X, ternyata bahwa : logam mempunyai bangunan kristal yang teratur. Rangka

kristal legam biasanya :

a) Kubus-kubus berpisat ruang dengan bilangan koordinasi 8.


b) Kubus berpusat muka dan heksagonal dengan bilangan koordinasi 12.

Bilangan Koordinasi : Bilangan yang menunjukkan banyaknya arom yang mengelilingi atom logam tertentu.

Susunan atom logam sangat padat. Ikatannnya dibentuk oleh elektro valensi, jadi sama dengan ikatan ion ataupun
ikatan kovalen.

* Ikatan ionik tidak mungkin terjadi karena atom-atomnya berikatan sama, sehingga tidak mungkin terjadi

perpindahan elektron.
• Ikatan kovalen juga tidak mungkin karena jumlah elektron valensinya tidak cukup untuk memberikan

pasangan elektron dengan 8 atau 12 yang mengelilinginya.

± 80% dari unsur logam, atomnya membentuk kristal dengan bilangan koordinasi 8.

Contoh : Cu ; .... 3d10 4s‘

Cu membentuk kristal dengan bilangan koordinasi 12. Elektron valensi logam Cu hanya satu > tidak cukup untuk

dipakai bersama 12 atom lainnya. Satu-satunya jalan ialah e- tersebut membentuk resonansi.
Kimia Kedokteran I 39
Kimia Kedokteran 1 40

lCu —► 1/12 kekuatan e- untuk berikatan dengan atom lain. Cu - Cu = 1/12 + 1/12 = 1/6 e-
Dengan demikian pada ikatan logam e- valensi seakan-akan terlepas dari atom dan bergerak bebas dalam kisi
kristal logam. Jadi, suatu logam dapat digambarkan sebagai jaringan kation dalam lautan e-, dan ikatannya terjadi
karena adanya daya tarik-menarik antara muatan positif kation dengan muatan negatif e- yang bergerak bebas itu
menyebabkan logam sebagai konduktor panas dan listrik.. -> Konsep “Lautan Elektron” Dande & Lorcnz (1900 -
1905).
Sifat-sifat:
a) Ikatan antar atom sangat kuat.
b) Titik didih tinggi.
c) Konduktor listrik & panas yang baik.

d) Ikatan antar atom dapat diputuskan dan dapat diganti dengan ikatan lain dengan kekuatan yang sama > logam

dapat dibentuk, dipotong, dilengkungkan dsb.


4. Ikatan Hidrogen
Ikatan antara sebuah atom hidrogen dengan dua atom lain, dengan selisih keelektronegatifan yang besar.

Nama ini dimaksudkan untuk membedakan keadaan ini dengan ikatan hidrogen yang normal, misalnya dalam H2.

Contoh :

■ Cl dalam eter (R-O-R).


■ Asam karboksilat, alkohol, fenol, dan H2C) (asam lemah) dengan donor e- seperti eter
(R-O-R), keton
O , :NH3, R-NH2 (Amin).
I
(R-C-R)

Molekul H20 akan saling berikatan dengan molekul H20 yang lain dengan ikatan hidrogen. 5-
HS+
S+H
Kimia Kedokteran I 41

Atom-atom H lebih bermuatan positif dan atom O lebih bermuatan negatif. Atom H yang sedikit positif tersebut
akan membentuk ikatan dengan O dari molekul H20 yang lain (yang bermuatan sedikit negatif) membentuk ikatan

hidrogen.
s+H
Senyawa TD (°C) Senyawa TD (°C)
HF +19 H2O +100
HCi -85 H2S -60
HBr -66 H2Se -42
lm -35 HzTe -2
Titik didih HF & H20 tinggi, mengapa ?
Mendidih : proses perubahan suatu zat dari wujud cair menjadi gas. Hal ini terjadi apabila tarikan antara

molekul-molekul cairan dapat diatas (deh energi panas yang diberikan. Tarikan antar molekul meningkat -> energi

untuk mengatasi tarikan antar molekul yang tinggi - > titik didih tinggi. Ini berarti, tarikan antar molekul HF S

tarikan antar molekul senyawa-senyawa lain (HCL, HBr & Hl), Mengapa ?

F -> sangat elektronegatif —> A E HF tinggi Meskipun senyawa HF bukan senyawa ion, tetapi perbedaan
elektronegatifitas yang cukup tinggi pasangan e- antara H dengan F akan lebih sering ikut F. Akhirnya atom H

dalam HF seakan-akan bermuatan positif, sedang F seakan-akan negatif. Dengan kata lain bahwa molekul HF

mempunyai ujung positif dan ujung negatif.

Di dalam kumpulan molekul-molekul HF akan terjadi tarik-menarik antara ujung positif (H) dengan ujung negatif

(F) molekul lain. Tarikan semacam terikat pada suatu unsur yang sangat elektronegatif^ seperti F, O dan N. Ikatan

ini disebut Ikatan Hidrogen. Karena adanya ikatan hidrogen antara molekul HF > HX lain. Sehingga titik didih HF

£ HX lain.
Keadaan semacam ini berlaku pula bagi H20 & NH3.
S. Ikatan Van Der Waals
Merupakan gaya tarik menarik antar molekul yang sifatnya sangat lemah. Gaya tarik menarik ini timbul karena
adanya inte< aksi antara kutub-kutub listrik dalam raolekuL Hal ini nampak pada molekul-molekul non polar, gaya

ini timbul karena adanya induksi/imbas. Induksi ini karena pangaruh e- dari molekul lain pada suatu molekul.

Ikatan Van Der Waals terdapat pada semua molekul. Pada molekul-molekul gas, besar ikatan Van Der Waals
Kimia Kedokteran 1 42

mempengaruhi fasanya.
Gas ► padat (dengan menurunnya suhu) * makin t ikatan Van Der Waals. Juga terdapat pada gas mulia.

Telah diketahui bahwa gas mempunyai sifat umum seperti bentuk dan volume yang dapat berubah sesuai dengan

tempatnya. Jarak antara molekul-molekul gas relatif jauh dan gaya tarik menariknya sangat lemah.
Dengan menurunnya suhu fasa gas dapat diubah menjadi fasa cari atau padat. Pada keadaan ini jarak antara

molekul-molekulnya < dan gaya tarik menariknya relatif lebih T. Berbeda dengan daya ikatan dengan daya ikatan

valansi, yang akan jauh bila elektron sudah dipakai bersama atau sudah dipindah tean ikatan Van Der Waals dapat
menarik sebanyak molekul yang ada di sekelilingnya.

Ikatan Kimia Ditinjua Dari Teori Elektron

Tiga Cara Menggambarkan Struktur Atom

1. Harus memperlihatkan jumlah proton dan netron dalam inti atom serta susunan e- dalam
berbagai tingkatan. Misalnya
Kimia Kedokteran I 43

2. Menggunakan simbol unsur itu sendiri dengan diikuti oleh berbagai bilangan.
Misal: aNa digambarkan sebagai Na (2, 8, 1) Na+ (2, 8).
3. Mempergunakan titik, lingkaran kecil atau tanda silang (., •, x) untuk masing-masing e- yang terdapat pada
kulit terluar.

Misalnya:
: cV
••
: cif
»•

disebut Lewis Electron Dot Formula Konfigurasi Elektron yang Stabil

Unsur gas mulia sudah mempunyaiko rfigurasi e- yang stabil yaitu 8e- kecuali Hc, 2e- yang merupakan gas inert.

Unsur yang lainnya mengadakan reaksi kimia (penggabungan) untuk mencapai konilguaaasi seperti gas mulia ->

stabil.

Caranya dengan membentuk ikatan ion atau kovalen.


Ikatan Ion

>- Karena serah terima e—> stabil.

Contoh : uNa + 9F

Na(2.8.1) Na+ (2.8) + le-

Na° -► Na+ +le-

s>F (2.7) +le- -> F (2.8)


F + le—> F
Na (2.8.1) + F (2.7) -> Na+ (2.8) +F' (2.8)

* Ne (2.8)

Contoh lain :

Ca (2.8.8.2) + S (2.8.6) -> Ca2+ (2.8.8) + S2' (2.8.8)

Ca 1 S > Ca2+ + S

2-
Kimia Kedokteran I

Susunan Berkala dan Ikatan Ion


Gol IA Gol. HA

-1<=- -2c-

Gol. VIA Gol. VHA

+2e- +le-
Misalnya :
IA + VEA
K +*cr*—> K+ +fc\f
> x /L X
EA + VEA
*X^
4- -O*
Mg+'g Mg24
IA +VIA 2Na' +^5 2Na+ + *Si 2'

HA + VEA

Ba-+ 2*1%. —>• Ba2+ +2 ;lV


*■* *x
Ikatan Kovalen
>■ Ditemukan oleh G.N. Lewis (1916)
>• Karena sharing (pemakaian bersama) e-.

Ikatan Kovalen Antara Atom Dari Unsur Yang Sama.


Contoh :

1. H2
IH kekurangan sebuah e- -» 2He.
Kimia Kedokteran J 45

Jika masing-masing H sharing e- -> sepasang e- -> menyerupai konfigurasi 2He.


*» X/ ««
*,C1*+*Cl5-> :Ci;ci S
*« «• xy

Karena bilangan elktronegatifitas sama -> ikatan kovalen non polar. Ikatan Kovalen antara Atom-atom dari

Unsur yang Berlainan

1. H*+yF*-> HiF> polar


K*. **
KK
2. H* + *.ClV-> H «Cl£ polar
*X XX

H 4 pasangan e-

3. •C*+4KH ->> HiC;H yang beigabung

Ikatan Kovalen Berganda


Lebih dari sepasang elektron yang bergabung.
1. Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Misalnya:
;6' + ‘C* + ‘O: -> 6&1& (0=00)
* y e a» ♦♦
:S + Ofr->s*.s# (s=o)
« •• *x
Kimia Kedokteran 1 46

2. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga.

Misalnya:

:N' + -> :N;SN5 (N=N)

H- + *C* + N: -> H; C«*N: (H-feN)


X 4
*

Bentuk Konfigurasi Stabil yang Lain

Molekul dan ion yang mempunyai konfigurasi identik dengan gas-gas inert, ~> ion serta molekul tersebut secara

kimia stabil. Tetapi terdapat pula beberapa ion & molekul yang stabil, walaupun konfigurasi e- tidak menyerupai

gas inert.

Contoh:
1. Ion-ion Stabil Cu(I)

Ar ls2 2s2 2p6 3s2 3p6 Cu ls2 2s2 2p* 3S2 3p6 3d10 4sl Kr ls2 2S2 2p6 3s2 3p6 3d10 3S2 4p6

Supaya Cu stabil, Cu harus mengeluarkan lle- untuk menyerupai Ar dan mengambil 7e untuk menyerupai Kr.

Tetapi, Cu tidak demikian, melainkan dengan memberikan le- -> konfigurasi stabil Cu(I) dengan konfigurasi

sebagai berikut:
Cu+ : ls2, 2S2, 2p6, 3s2, 3p6, 3d10
Persamaan elektron titik :
Cu -* Cu+ + e-
C(1I):
C2+ : ls2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p6, 3d9
Cu -> Cu2+ + 2e- Fe (H) & Fe (UT)

Fe : ls2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p6, 3<f, 4S2


Fe2+ : ls2, 2s2, 2p6, 3S2, 3p6,
Fe3+ : ls2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p6, 3d5
Fe -y Fe2+ + 2e- Fe -y Fe3* + 3e-

Demikian pula terbentuknya ion-ion stabil dari unsur-unsur transisi lainnya dimana lintasaarrnya tidak lengkap.
Hal ini pula yang menyebabkan unsur-unsur transisi mempunyai Bilangan oksidasi > 1 sesuai dengan jumlah e-
yang Mang.
Molekul-molekul Stabil
Contoh:
l.BF3
B : ls2, 2s2, 2p‘

Supaya menyerupai gas inert, semestinya B melepaskan 3e- —> B5' . Akan tetapi, ke tiga e- terikat dengan kuat

sehingga sukar untuk dilepaskan -* sharing.

* B* + 3 jF* -y jFiBkFi F :oktet B:sextet


IC13
Kimia Kedokteran / 47

•• xx *x ><x.
: I'+ 3 *C1% *ClkI ;C15 (stabil)
4. w • TV
-Cfe
X*
Dalam molekul kovalen, sebuah atom mungkin jumlah elektom terluar > S, tatapi stabil.
Tkaian Kovalen Koordinat (Ikatan Kovalen Semipolar)
Pasangan e- yang dipakai bersama (sharing) berasal dari satu atom.
Misalnya : NH3BF3 (Ammonium boron trifluorida)
NH3 BF3

*X •X
/F’1 x x
r

p as.e- sunyi (lone pair) tidak ada lone pair


Pada N, 6e- dalam bentuk pasangan 2e- Pada B, 6e- dalam bentuk pasangan masih masih dapat melakukan

penggabungan kurang 2e- untuk membentuk konfigurasi (interaksi) stabil


BF3 (gas) bereaksi dengan NH3 (gas) > NH3BF3 (padat)

Donor Akseptor H SF>


*y >x
H i N i B ¿F $ Ikatan kovalen koordinasi (Ikatan kovalen aemipolar).
X» «X **
H JF;
»’V

Syarat untuk membentuk ikatan kovalen koordinat.


1. Sebuah atom, molekul atau ion harus mempunyai sepasang e- yang bersedia untuk melakukan sharinng.

2. Adanya sebuah atom, molekul atau ion yang sanggup melakukan sharing dari sepasang e- tersebut
Contoh : Donor

H H
H;@D © K
H;N(D Hi Fa FEC;fN® H?pa
'X 'X. © V
H H H
Contoh: Akseptor
XV XX
2H.+^J+ 4 °0%
XV o

v> .X *>
BrvAl**Br$
**
$cis
*V t XV
*CHB;CH i
H2SO4 mengandung:
2 buah ikkov. (2 H-O-)

2 buah ik.kov antara S dengan 2 O (2S-0-)


Kimia Kedokteran I 48

2 buah ikkov koordinat antara S dengan SO Masing-masing memperoleh konfigurasi e- menyerupai gas inert
Kimia Kedokteran 1 49

Ikatan Kovalen pada Ion-ion Kompleks


Ion kompleks terdiri atas dua atau lebih atom-atom dimana masing-masing atom memperoleh struktur elektron
seperti gas inert dengan pembentukan ikatan kovalen maupun ikatan kovalen koordinat.
Contoh:
1. S22'

Terbentuk jika S mengambil 2e- -> 1 pasangan e- sunyi yang dapat dibagikan pada atom netral lainnya (akseptor).
:s: +
«k
iYs o s\]
L *' XX J
Ik.kov koordinat
2. NH,

ik.kov. koordinat t
3. BF4‘ (ion tetra fluoro borat)
*y K*
yF y 5F5 i
,r
•• OK >* ° XX
F;' + BSFy ;F:BXF£
• # OX
XPK
xr K ;F;
x> L. XX-1

Terlihat bahwa S2=, NH»+ dan BF/ mempunyai muatan listrik = muatan ion yang membentuknya. Setelah

membentuk ion kompleks muatan terbagi rata ke semua atom komponennya. Seperti pada NH»+, muatan (+)

rata-rata kepada 4H .
Ikatan Kovalen Polar
Ikatan ion - Ikatan kovalen polar - Ikatan kovalen polar
intermediate
Ikatan kovalen polar teijadi karena pasangan e- yang terdapat diantara 2 atom mengalami
pergeseran (penarikan) ke salah satu atom. Ini karena pasangan e- yang ada tidak dishare merata -» atom kelebihan

muatan + (6+) dan yang lain kelebihan muatan - (&-).

Misalnya: HC1

8+ 8-
H = 2,1 C l = 3,0 H i ^ c i : Hici:
I•* ««
8+ 8-
| *V
HBr H>;Br* H-Br
!
8+ 8—
I «X
H20 H;;O& H~O
l
H H 8+
Momen Dipol (Polaritas)
Ialah : bilangan yang menunjukkan/menyatakan besarnya pergeseran dari suatu pasangan e kepada salah satu

atom di dalam senyawa.


Kimia Kedokteran I 50

Dinyatakan dalam satuan : Electrosta ; Units (E.S.U)


HCl 1,03.10-18 esa

H20 1,8.10-18 esu Polaritas H20 > HCl


Momen dipol tinggi -» sifat ion tinggi

H20 1,84 esu

H2S 1,16 esu


HF 1,90 esu

HCl 1,29 esu

HBr 1,04 esu


HI 0,79 esu
BrCl 0,57 esu
Interaksi Elektronis antara Atom-atom dari Unsur yang Sama
Kulit terluar tidak ditempati e- secara penuh -> memungkinkan proses interaksi, seperti senyawa dari unsur-unsur

yang berbeda.
Atom-atom menarik e- persis sama -» sepenuhnya ikatan kovalen -> sangat kuat kecuali gas mert.

Jenis :

1. Gol. gas inert (gaya antar atom rendah)

2. Gol. bukan logam (gaya antar atom tinggi)

3. Gol. logam (gaya antar atom tinggi dengan sifat khusus)


1, Golongan Gas Inert
Kulit terluar penuh -> tidak ada interaksi elektronis yang kuat di antara atom-atom -> beratom tunggal. Gas inert

dapat dicaiikan/dipadatkan pada suhu rendah dan tinggi -> menunjukkan bahwa di antara atom-atom masih

terdapat gaya tarik walaupun rendah -*• Van Der Waals.

Gaya Van Der Waals tinggi -* jumlah e- tinggi -> titik didih tinggi
2. Golongan Bukan Logam
Jumlah atom yang terikat bersama dalam sebuah molekul tergantung :
1. jumlah ikatan kovalen yang dapat dibentuk oleh masing-masing atom.

2. kemampuan masing-masing atom untuk membentuk ikatan kovalen rangkai 2/3.

Jadi sebuah atom hanya dapat membentuk suatu ikatan kovalen -> masing-masing molekul hanya terdiri atas 2

atom.
Contoh :*F; -> orbit e- stabil, bila membentuk 1 Ikatan kovalen. iFiF i
" XX

Maka dari itu, diantara molekul-molekul F2 hanya terdapat sedikit gaya Van D« Waals. Untuk unsur-unsur dengan

5/6 e- Valensi -> ikatan rangkap 2/3.


#• • •
Contoh : N* N' pada suhu kamar/biasa:N-£Ni(N=N)
Unsur-unsur seperti H, X, N dan O pada suhu kamar -> terdiri atas 8 atom dengan konfigurasi sebagai berikut:
Kimia Kedokteran I 51

Pada molekul S 8, jarak antara 2 tom yang terikat = 2,72 A, Jarak atom-atom dari molekul yang berbeda « 3,3 A ->

gaya antar molekul rendah. Bila suhu tinggi > perubahan ikatan antara atom dalam molekul > bentuk molekul tidak

S8
3. Golongan I -opatn
Di dalam atom-atom diikat bersamaan dengan cara khusus -> ikatan logam. Terdapat 3 hal yang penting:

1. Ikatan kuat > titik didih/titik leleh tinggi sekali.

2. e- atom leluasa bergerak -> konduktor kuat.

3. Ikatan antar atom dapat diputuskan, dapat diganti dengan ikatan lain dengan kekuatan yang sama ->■ logam

dapat dibentuk, dipotong, dilengkungkan dll.


Kimia Kedokteran I 52

ASAM - BASA-GARAM
Asam dan Basa
Teori proton oleh J.N. Bronsted (Denmark, 1923) dan Lowry (T,M. Lowry dari InggriB) mengenai asam & basa

yang berlaku untuk semua larutan dari semua pelarut.

Asam ialah zat yang cenderung memberikan sebuah proton (donor proton).

Basa ialah zat yang cenderung menerima sebuah proton (akseptor proton).
Asam <=t> H* + Basa

Asam serta Basa dapat berupa molekul atau ion.


Contoh:

Asam : HC1, H2S04, HSCV, HSCV, SG,2', NH/, H30+

Basa : OFT, C1‘, CIST, Ac' (C^O* ), CCh2\ S'

C2H3O2’, merupakan basa, mengapa ?

Karena cenderung mengambil sebuah proton C2H3CV +Hf o HCJHJOZ Menurut teori proton, kekuatan relatif

asam selalu dihubungkan dengan kekuatan relatif basa yang terbentuk apabila asam tersebut membebaskan sebuah
proton. Jadi, apabila asamnya kuat, maka basanya lemah dan sebaliknya, contoh :
HC1 -> H* + Cl Asam kuat Basa lemah
HC2H3O2 -*HN cy^cv

Asam lemah Basa kuat

Begitu pula, menurut teori proton :

Apabila H20 bergabung dengan sebuah proton II+ -> proton terhidrasi H3Ov -> HzO sebagai akseptor proton

fT + H2O H3O+

L dianggap basa

Reaksi HC1 dengan H20 atau HC2H302 dengan H20 dapat saling berkonyugasi.

HCl + HzO -► H3O+ + Q'

Asam 1 Basa 2 Asam 2 Basa 1

HC2H3O2 + HzO -» H30+ + CaBjCV Asam 1 Basa 2 Asam 2 Basa 1


Konsep Tentang Pasangan Elektron Asam dan Basa Menurut Lewis (1916)
Asam ialah akseptor pasangan elektron.
Basa ialah donor pasangan elektron.
m
Contoh :
*-F: H :F*. H
•- r* « X* «« X f'
:FiB + :Nii -> :FiB *,NiH
_ .. «y. «# 4
.
Kimia Kedokteran I 53

»X- *' 'i. *


H *.F: H « *
:F* *

Akseptor P.E. Donor P.E. Persenyawaan dengan ikatan kovalen koordinat.


(asam) (basa)

Rumus Struktur Suatu Asam dan Hidrogen yang Bersifat Asam dan Bukan Asam
Dengan mengetahui rumus struktur elektronis maka dapat mengetahui sifat H (asam/bukan

asam).
Asam-asam yang mengandung 1 atom H, maka H tersebut bersifat asam. Untuk asam oksi atom H yang
bersifat asam yaitu yang berikatan pada atom O.

Contoh: HC1 H= asam

HBr dalam air if


ffl

HNCh

;o: •o'.
'0:iS*0iH
*• z* .. HiOiP'OlH •• *■ '■
'.O’.
A •x
H H

H2SO4 HaPO,
HSO;S •* H

H
H3PO,
H3POZ CH3COOH
Asam valensi 1 (monobasic)
Sifat-sifat Asam atau Basa Persenyawaan Hidroksil (EOH) Asam Oksi:
Gugus OH dalam air -> H*
E = non logam, Contoh : CH3COOH
Basa
Gugus OH dalam air OH”
E : logam, Contoh NaOH
Jadi asam oksi ialah hidroksida/basa dari unsur non logam.
Kimia Kedokteran I 54

Pemisahan Dilihat/Ditii\jau dari Struktur Elektronis a. Pemisahan yang teijadi dalam asam
Pasangan e- tetap tinggal pada O dan membentuk ion
E?Ó;~dan H*
Contoh :
•<
orrci'OjH *' • /
.O’
'O'
tr
Jjf
COT*6‘~ + H4
Vv. ••
,q.
b. Pemisahan yang teijadi dalam basa:
1
E* *.OxH
■•
Pasangan e- tetap tinggal pada O
Contoh:
NajOiH ->Na4 +iQ*H'
Kekuatan Asam dan Basa Tergantung pada : ketetapan ionisasi (a)

MOH -»IvT + OtT basa


Jika ukuran ion M4 besar maka maka muatannya kecil, sehingga kecenderungan pemisahan M4 dan OH* tinggi.
Dengan demikian kekuatan basanya lebih tinggi Dalam satu golongan, dari bawah ke atas kekuatan basanya lebih
besar. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan basanya lebih kecil.

Kekuatan Asam Polibasic

H3PO4 <=> H4 +H2PO4 ’ ionisasi primer (1)

H2P04' « H4 + HPO<2' sekunder (2)

HP042‘ <=> H4 + PO? , tersier (3)


Ionisasi primer (1) > (2) > (3)
Kekuatan Asam dari Unsur yang Sama
ingan Oksidasi non logam yang ditengah tinggi, maka kekuatan asamnya lebih
Jika Bila tinggi.

Contoh :

+2 -8 H2SO4 +6
+2 -8 H SG 2 4
4
+4
Rumus Struktur Cl (OH) C10(0H) C102(0H) ao^oH)
Kekuatan asam
i
i
Asam HCf'O

HCI+2O2

HCI^OJ

HCI+4O4
Kimia Kedokteran I 55

Garam
Macam-macam Garam
1. Garam normal
2. Garam asam.

3. Garam basa.
Berdasarkan sifatnya:
1. Garam yang bersifat netral.
2. Garam yang bersifat asam.
3. Garam yang bersifat basa.

Garam Normal

Banyaknya asam yang bereaksi sebanding dengan basanya -> netralisasi sempurna.

Asam + Basa > Garam + Air

Misal : H2SO4 + 2NaOH -> Na2S04 +2H20 Na2S04 -> Garam normal. (Tidak ada H70H)
Kimia Kedokteran I 57

Kekuatan Asam dari Unsur yang Sama


ingan Oksidasi non logam yang ditengah tinggi, maka kekuatan asamnya lebih
Jika Bila tinggi.
Contoh :

+2 -8 H SO +6 2 4

+2 -8 H2S04
i
+4
Kekuatan asam
i
Rumus Struktur Cl (OH) CIO(OH) ClOzCOH) CIO^OH)

Asam HCI+10
HCI+1O2
KC1+3Q,
HCI*O4
Garam
Macam-macam Garam
1. Garam normal.

2. Garam asam.
3. Garam basa.
Berdasarkan sifatnya :
1. Garam yang bersifat netral.
2. Garam yang bersifat asam.
3. Garam yang bersilat basa.
Garam Normal
Banyaknya asam yang bereaksi sebanding dengan basanya -> netralisasi sempurna. Asam + Basa -> Garam + Air

Misal: H2S04 + 2NaOH -> Na^CU +2H20 Na2SQ4 -» Garam normal. (Tidak ada H/OH)
Kimia Kedokteran l

H2S04: Asam dibasa -> mengalami ionisasi dua tingkat

1. H2S04 -> H+ +HS04‘

2. HS04' -> +S042 |NaOH

yang bereaksi mula-mula : H+ (1)


HZSO4
Reaksi: + HS04’ + OHT -* H2G + HSO/
garam asam

Karena NaOH = 1 mol

biia NaOH masih ada -» bereaksi dengan H+(2)

Reaksi HS04‘ + OH —> H20 + S04z'


garam normal

Contoh garam normal yang lain : KNO> Na3P04, (NH4)2S04, CaS04.

Bagaimana ionisasi asam polibasa, misalnya H3P04 (asam bermartabat 3) ? H3P04 «H+ + H2P04‘ (1)

H2P04 « H+ + HP042 (2)


HPO42 <=> H+ + P04> (3) + NaOH -> ?
H3P04 + NaOH -> NaHzPO, + HaO NaH2P04 + NaOH > NazHPO,, + H20 Na,HPO„ + NaOH -> NaJO, + H,O

H3P04 + 3NaOH -> Na3P04 + 3H20


Kimia Kedokteran I 59

Garam Asam
Karena asamnya berlebih -> garamnya masih mengandung H > garamnya masih dapat teras bereaksi sebagai

asam.

■ Netralisasi tidak sempurna.

Misalnya : 1 mol H2S04 + 1 mol NaOH Bila semua NaOH bereaksi -> 2 kemungkinan :

1. k mol H2S04 + 1 mol NaOH -* k mol Na23G4 + k mol H20


garam normal

2. 1 mol H2S04 + 1 mol NaOH -> 1 mol H20 + 1 mol NaHS04


garam asam
Garam Basa
Jika suatu basa bervalensi > 1 dinetralkan secara tidak sempurna, sehingga garam yang terbentuk masih

mengandung gugusan OH -> garam basa, yang masih dapat terus bereaksi sebagai basa.

Contoh :

1. Pb(OH>2 + HC1 -> Pb(OH)Cl +H20

Pb(OH)Cl + HC1 PbCl2 + H20

2. BiiOH), + HNO3 O Bi(0H>2N03 + HzO

BiiOH^NCb + HNOa « BiCOHKNOj^ + HzO Bi0H(N03)2 + HNO»<=> Bi(Na,)j + H20


Berdasarkan sifatnya dalam larutan
Garam Netral

■ pH= 7

■ Terbentuk dari asam kuat dan basa kuat dengan mol ekivalen yang sama.
Contoh : HC1 + NaOH -» NaCl + H20
asam kuat basa kuat garam netral
Garam yang bersifat asam
■ pH>7
■ Asam kuat + basa lemah
Contoh : HC1 + NH,OH -> NH,C1 + H20
Garam vang bersifat basa

■ pH>7

■ Asam lemah + basa kuat


m
Contoh CH3COOH + NaOH -> CHjCOONa + HzO
Garam yang berasal daii Asam lemah + basa lemah pH ± 7 tergantung pKa & pKb. Jika pKa > pKb -> pH sedikit >

7 pKa < pKb -> pH sedikit < 7.


Contoh : CH3COOH + NH4OH -> CH3COONH, + H2Q
Kimia Kedokteran 1 60

DAFTAR PUSTAKA
1. Brady, J.E., General Chemistry, 5th ed., John Wiley & Sons, Inc., New York, 1990.
2. Maun, S. dan Kamianti A., Kimia Kedokteran edisi ke-2, Binarupa Aksara, Jakarta, 1990.
3. Lestari, A.B. dan Soenarto. Struktur Atom, Ringkasan Kimia, IPEEMS, Surabaya, 1982.