Anda di halaman 1dari 3

DETASEMEN KESEHATAN WILAYAH MALANG

RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA

LAPORAN EVALUASI TB DOTS


TRIWULAN I 2017
RUMKIT TK III BALADHIKA HUSADA

Tahun 2017
LAPORAN EVALUASI TB DOTS
TRIWULAN I 2017

RUMKIT TK. III BALADHIKA HUSADA

A. HASIL PENCAPAIAN PROGRAM

Penemuan Jumlah
Jumlah suspek yang diperiksa 56
TB paru BTA (+) kasus baru 13
TB paru BTA (+) dirujuk 13
TB paru BTA (+) kambuh 0
TB paru BTA (-) dg RO (+) 26
TB paru BTA (-) dg RO (-) 0
TB ekstra paru 2
TB anak (BTA tidak diperiksa) 0
Pasien TB yang diobati di Rumah Sakit 2

B. EVALUASI DAN PEMBAHASAN

Pada triwulan I tahun 2017 ini, jumlah suspek yang diperiksa sputum sebanyak 56 orang.
Dari 151 suspek yang diperiksa didapatkan 13 pasien yang terdiagnosa tuberkulosis. Dari 56
pasien TB paru dewasa, hanya 13 orang saja yang hasil pemeriksaan sputumnya positif, sisanya
terdiagnosa dari hasil ronsen thorax 26 orang. Untuk kasus TB anak, penegakan diagnosa melalui
sistem skoring dan tidak dilakukan pemeriksaan sputum BTA 0 untuk anak.
Proporsi penderita BTA positif diantara semua kasus sebesar 23% sudah diatas target
sebesar 15%. Hal ini menunjukkan ketatnya petugas poli TB dots dalam menjaring suspek melalui
pemeriksaan sputum yang tepat sasaran dan mempertajam anamnesa riwayat kontak dengan
penderita BTA positif, sehingga dapat lebih memperbesar kemungkinan penemuan penderita
dengan BTA (+). Hal ini sangat penting, mengingat penderita tuberkulosis dengan hasil
pemeriksaan sputum BTA (+) sangat potensial menularkan penyakitnya kepada orang-orang di
sekitarnya.
Sedangkan angka proporsi penderita BTA positif di antara suspek adalah sebesar 23%,
melebihi target sebesar >15%. Angka ini menggambarkan mutu dan proses penemuan sampai
diagnosis pasien, serta menetapkan kriteria suspek sangat baik. Hal ini didukung oleh
kemampuan laboraturium Rumkit Tk. III Baladhika Husada yang terjamin kualitasnya dalam
penegakan diagnosa TB melalui pemeriksaan sputum BTA.
Meskipun begitu, Unit DOTS tetap bertanggung jawab terhadap peningkatan angka
penemuan penderita TB paru dengan BTA positif hingga mencapai target yang ditentukan. Tim
DOTS harus meningkatkan kemampuan dalam menjaring suspek melalui pemeriksaan sputum
yang tepat sasaran dan mempertajam anamnesa riwayat kontak dengan penderita BTA positif
untuk lebih memperbesar kemungkinan penemuan penderita dengan BTA (+). Hal ini sangat
penting, mengingat penderita tuberkulosis dengan hasil pemeriksaan sputum BTA (+) sangat
potensial menularkan penyakitnya kepada orang-orang di sekitarnya.

Jember, Desember 2017


Mengetahui
Karumkit Tk. III baladhika husada Ketua Unit Dots

dr. Masri sihombing, Sp. OT (K) Hip & Knee, M.Kes dr. Trihedi Prana, M.Mkes
Letnan Kolonel Ckm NRP 11970006960569 PNS III/d NIP 197903142007121001