Anda di halaman 1dari 28

KELAINAN PADA ORGAN REPRODUKSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu mata kuliah


KeperawatanMaternitas

Dosen:
Yati Nurhayati

Di susun oleh :
Agus Suriadi Nindi

Clarissa Dhea Pratama Wijaya

Dede Riani Rahma Januarti

Ferry Widia Rahayu Resianti Fajri

Gilbran Habibillah Riska Dwi Adhila

Iin Rahmawati Welly Ferryzia Tri.U

Arumsari P. W
Neng Triska

DIII Keperawatan Konsentrasi Anestesi


STIKES BHAKTI KENCANA BANDUNG
Jalan Raya Soekarno Hatta No.754 Cibiru Bandung
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena
atasberkat, rahmat dan hidayah-Nya kami bisa menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas mata kuliah
KeperawatanMaternitas. Makalah ini membahas tentang “Kelainan Organ
Reproduksi”, semoga dengan makalah yang kami susun ini kita sebagai
mahasiswa dapat menambah dan memperluas pengetahuan kita.
Kami mengetahui makalah yang kami susun ini masih sangat jauh dari
sempurna, maka dari itu kami masih mengharapkan kritik dan saran dari
bapak/ibu selaku dosen pembimbing kami serta temen-temen sekalian.

Semoga makalah yang kami susun ini dapat berguna dan bermanfaat bagi
kita, akhir kata kami ucapkan terima kasih.

Bandung, 13Mei 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i

DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ......................................................................................1


B. Rumusan Masalah ..................................................................................1
C. Tujuan ....................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN

A. KelainandanPenyakitpada Organ ReproduksiManusia ..........................2


B. KelainanatauGangguanMenstruasi ........................................................8
C. Pap Smear ............................................................................................14

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan..........................................................................................22

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................25

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu yang dipelajari dalam anatomi fisiologi manusia adalah
sistem reproduksi. Dimana reproduksi adalah salah satu cara yang
dilakukan oleh manusia untuk mempunyai keturunan. Alat reproduksi
pada manusia secara garis besar dibagi atas dua yaitu alat reproduksi pria
dan alat reproduksi wanita.
Alat reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum, testis, saluran
kelamin, kelenjar kelamin. Sedangkan alat reproduksi wanita adalah
bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan.
Bila tidak berfungsi maka dengan sendirinya akan menghambat
(mengganggu fungsi reproduksi wanita)

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja penyakit yang menyerang sistem reproduksi manusia?
2. Apa saja penyebab kelainan pada menstruasi?
3. Apa itu pap smear?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain :
1. Agar kita dapat mengetahui bagian-bagian dari sistem reproduksi pada
manusia serta penyakit yang mungkin terjadi pada sistem reproduksi
manusia.
2. Agar mengetahui tentang kelainan pada menstruasi
3. Agara mengetahui tentang pap smear
.

1
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Kelainan dan Penyakit pada Organ Reproduksi Manusia


Gangguan Kelainan pada Alat Reproduksi Pria Wanita dapat
mengalami gangguan, baik disebabkan oleh kelainan maupun penyakit.
Penyakit pada sistem reproduksi manusia dapat disebabkan juga oleh virus
ataupun bakteri. Penyakit yang menyerang sistem reproduksi manusia
dinamakan juga penyakit kelamin. Pada umumnya, penyakit kelamin
ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit tersebut dapat menyerang
pria maupun wanita.
1. Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan
oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoteron.
Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-
tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.
2. Kriptorkidisme
Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk
turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Hal
tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic
gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga,
dilakukan pembedahan.
3. Uretritis
Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada
penis dan sering buang air kecil. Organisme yang paling sering
menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma
urealyticum atau virus herpes.
4. Prostatitis
Prostatitis adalah peradangan prostat yang sering disertai dengan
peradangan pada uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat
menghambat uretra sehingga timbul rasa nyeri bila buang air kecil.

2
Penyebabnya dapat berupa bakteri, seperti Escherichia coli maupun bukan
bakteri.
5. Epididimitis
Epididimitis adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran
reproduksi pria. Organisme penyebab epididimitis adalah E. coli dan
Chlamydia.
6. Orkitis
Orkitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus
parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.
7. Anorkidisme
Anorkidisme adalah penyakit dimana testis hanya bejumlah satu
atau tidak ada sama sekali.
8. HyperthropicProstat
Hyperthropic prostat adalah pembesaran kelenjar prostat yang
biasanya terjadi pada usia-usia lebih dari 50 tahun. Penyebabnya belum
jelas diketahui.
9. HerniaInguinalis
Hernia merupakan protusi/penonjolan isi rongga melalui defek atau
bagian lemah dari dinding rongga yang bersangkutan.
10. KankerProstat
Gejala kanker prostat mirip dengan hyperthropic prostat. Menimbulkan
banyak kematian pada pria usia lanjut.
11. KankerTestis
Kanker testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis
(buah zakar), yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan
adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar).
12. Impotensi
Impotensi yaitu ketidakmampuan ereksi ataupun mempertahankan
ereksi penis pada pada hubungan kelamin yang normal.
13. Infertilitas (kemandulan)
Yaitu ketidakmampuan menghasilkan ketururan. Infertilitas dapat
disebabkan faktor di pihak pria maupun pihak wanita. Pada pria infertilitas

3
didefinisikan sebagai ketidakmampuan mengfertilisasi ovum. Hal ini dapat
disebabkan oleh:
- Gangguan spermatogenesis, misalnya karena testis terkena sinar
radio aktif, terkena racun, infeksi, atau gangguan hormon
- Tersumbatnya saluran sperma
- Jumlah sperma yang disalurkan terlalu sedikit
14. GangguanMenstruasi
Gangguan menstruasi pada wanita dibedakan menjadi dua jenis,
yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer adalah
tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa
perkembangan seksual. Amenore sekunder adalah tidak terjadinya
menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang yang tengah
mengalami siklus menstruasi.
15. KankerVagina
Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan
terjadi karena iritasi yang diantaranya disebabkan oleh virus.
Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser.
16. KankerServiks
Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di
seluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan
mengangkat uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan
kelenjar limfe panggul.
17. KankerOvarium
Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas. Dapat berupa
rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan atau
mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganan dapat dilakukan
dengan pembedahan dan kemoterapi.
18. KankerRahim
Kanker rahim (uterus) atau yang sebenarnya adalah kanker
jaringan endometrium adalah kanker yang sering terjadi di endometrium,
tempat dimana janin tumbuh, sering terjadi pada wanita usia 60-70 tahun.

4
19. KankerPayudara
Yaitu tumor yang bersifat ganas. Kanker payudara banyak terdapat
pada wanita yang telah menopause. Pengobatannya dengan operasi, sinar
radio aktif, dan obat-obatan.
20. Fibroadenoma
Yaitu tumor yang bersifat jinak. Gejalanya berupa benjolan kenyal
pada payudara. Pengobatannya dengan operasi.
21. Endometriosis
Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium
terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau
jauh di luar uterus, misalnya di paru-paru. Gejala endometriosis berupa
nyeri perut, pinggang terasa sakit dan nyeri pada masa menstruasi. Jika
tidak ditangani, endometriosis dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan.
Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan,
laparoskopi atau bedah laser.
22. InfeksiVagina
Gejala awal infeksi vagina berupa keputihan dan timbul gatal-
gatal. Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif. Penyebabnya
antara lain akibat hubungan kelamin, terutama bila suami terkena infeksi,
jamur atau bakteri.
23. Condyloma
Yaitu tumbuhnya bejolan keras berbungkul seperti bunga kol atau
jengger ayam atau dikenal sebagai kutil kelamin. Kutil kelamin atau
condyloma merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh
human papilloma virus (HPV), atau virus yang menyebabkan keganasan
pada jaringan. Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung secara
seksual dengan penderita HPV lainnya. Penyakit ini ditemukan di seputar
alat kelamin bagian luar, di dalam liang vagina, di sekitar anus, hingga
mulut rahim. Jika sampai menginfeksi leher rahim, dapat menyebabkan
kanker mulut rahim atau kanker serviks. Kutil kelamin dapat diobati
dengan obat oles, suntik, maupun tindakan operasi. Untuk tindakan

5
operatif dapat dilakukan dengan menggunakan alat kotter (pemotong) oleh
tenaga medis. Pengobatan bisa dilakukan dengan obat topikal (oles).
24. Bartolinitis
Yaitu infeksi pada kelenjar bartolin. Bartolinitis dapat
menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya,
pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa
berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin
yang memerah. Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar
bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Penyakit ini
disebabkan oleh Chlamydia, Gonorrhea, dsb. Bartolinitis dapat
menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina.
Akibat penyumbatan ini, lama kelamaan cairan memenuhi kantong
kelenjar sehingga disebut sebagai kista (kantong berisi cairan). Untuk
mengatasinya, pemberian antibiotik untuk mengurangi radang dan
pembengkakan. Jika terus berlanjut, dokter akan melakukan tindakan
operatif untuk mengangkat kelenjar yang membengkak.
25. Vulvovaginatis
Merupakan suatu peradangan pada vulva dan vagina yang sering
menimbulkan gejala keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan
putih/putih kehijauan dari vagina. Penyakit ini dapat disebabkan oleh
berbagai mikroorganisme misalnya Gardnerella vagimalis, Trichomonas
vaginalis, Candida albicans, virus herpes, Candyloma accuminata, dll.
26. Candidiasis/keputihan
Yaitu munculnya gumpalan seperti endapan susu berwarna putih.
Disebabkan karena infeksi jamur Candida albicans. Keputihan ini dapat
muncul akibat ketidakseimbangan hormonal yang disebabkan oleh
kegemukan, pasca menstruasi, kehamilan, pemakaian alat kontrasepsi
hormonal, pengunaan obat-obatan steroid, kondisi organ intim yang terlalu
lembap, dan lainnya. Juga bisa merupakan akibat dari gula darah yang
tidak terkontrol. Penanganan untuk candidiasis cukup dengan menjaga
kebersihan dan kelembapan organ intim wanita. Peggunaan sabun khusus
pembersih vagina dan menjaga agar di bagian intim tak terlalu lembap bisa

6
dilakukan. Namun, jika memang tak tertahankan dan menimbulkan gatal
yang amat sangat, dapat diberikan obat antijamur misalnya triazol atau
imidazol.
27. KistaOvarium
Kista ovarium merupakan suatu pengumpulan cairan yang terjadi
pada indung telur atau ovarium. Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh
semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium.
28. Infertilitas (kemandulan)
Pada wanita infertilitas disebabkan oleh:
- Kerusakan pada ovarium karena infeksi, racun, atau sinar radio aktif
sehingga pembentukan ovum terganggu
- Penyumbatan pada tuba fallopi
- Gangguan sistemik, misalnya gangguan hormon, diabetes mellitus,
dsb

Sexually Transmitted Disease


Selain kelainan-kelainan di atas, ada juga beberapa penyakit yang
ditularkan melalui hubungan kelamin (Sexually Transmitted Disease),
yaitu:
1. Syphilis
Syphilis ialah penyakit menular yang disebabkan oleh suatu bakteri
berbentuk spiral yaitu Treponema pallidum. Penyakit ini dapat menyerang
berbagai organ dalam tubuh, dapat ditularkan melalui hubungan seksual
atau badaniah yang intim (misalnya ciuman), melalui transfusi darah, serta
melalui plasenta dari ibu ke bayinya.
2. Gonorrhoea
Gonorrhoea ialah suatu penyakit akut yang menyerang selaput
lendir dari uretra, serviks, rectum, kadang-kadang mata. Penyakit ini
disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae.
3. HerpesSimplexGenitalis
Merupakan gangguan pada bagian luar kelamin berupa gelembung-
gelembung berisi cairan. Gelembung air diakibatkan karena infeksi virus

7
Herpes (HSV2). Gejalanya dapat berupa demam dan menimbulkan sensasi
perih bila tersentuh. Bila menginfeksi sampai bagian dalam organ intim
wanita, virus ini bisa menyebabkan nyeri sendi hingga rasa pegal di area
pinggang. Pengobatan penyakit ini dengan obat antivirus. Pencegahannya
dilakukan dengan menjaga daerah organ intim agar tidak terlalu lembap
dan tetap bersih.
4. PenyempitanSaluranTelur/ Oviduck
Kelainan ini merupakan faktor bawaan, tetapi adapula yang
disebabkan karena infeksi kuman tertentu. Saluran oviduk yang sempit
akan membuat sperma sulit untuk menjangkau bagian dalam saluran
tersebut, sehingga menyebabkan pembuahan sulit terjadi.
5. Gonorhoe (KencingNanah)
Merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri
Neisseria gonorrhoeae. Penyakit kelamin ini bisa menular melalui seks
bebas. Gejalanya adalah keluar cairan berwarna putih, rasa nyeri pada saat
buang air kecil, pada pria mulut uretra bengkak dan agak merah.
6. HIV (AIDS)
Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh
sehingga dalam waktu yang lama, penderita tidak memiliki sistem
kekebalan tubuh. Akibatnya, penderita dapat terbunuh oleh infeksi
penyakit ringan, seperti flu atau tifus.

B. KelainanatauGangguanMestruasi
Kelainan menstruasi yang biasanya dijumpai dapat berupa kelainan
siklus atau kelainan dari jumlah darah yang dikeluarkan dan lamanya
perdarahan. Kelainan menstruasi tersebut antara lain :
1. PMS (PreMenstrualSyndrom)
PMS merupakan sejumlah perubahan mental maupun fisik yang
terjadi antara hari ke-2 sampai hari ke-4 sebelum menstruasi dan segera
mereda setelah menstruasi dimulai.

8
Disebabkan oleh :
- Sekresi estrogen yang abnormal
- Kelebihan atau defisiensi progesteron
- Kelebihan atau defisiensi kortisol, androgen, atau prolaktin
- Kelebihan hormon anti diuresis
- Kelebihan atau defisiensi prostaglandin
Gejala-gejala yang sering ditemukan :
- Perasaan malas bergerak, badan terasa lemas
- Kenaikan berat badan
- Sukar berkonsentrasi
- Kelelahan
- Perubahan suasana hati
Penatalaksanaan PMS antara lain :
- Diet harian
Makan makanan dalam porsi kecil, batasi konsumsi gula, garam,
alcohol,nikotin, pemberian vit B6, Calsium, magnesium, melakukan
olahraga dan aktfitas lainnya.
- Obat
Pil kontrasepsi oral/ progestin misal: medroksiprogesteron asetat,
NSAIDs, misal : aspirin,naproksen, indometasin, asam mefenamat,
Progesteron, dengan injeksi.
2. Amenorrhoe
Suatu keadaan tidak adanya haid, selam 3 bulan atau lebih. Yang
terbagi atas :
a. Amenorrhoe Primer, yaitu seorang wanita pada usia 18 tahun belum
pernah mendapatkan haid. Disebabkanolehkelainan kongenital dan
kelainan genetik.
b. Amenorrhoe Sekunder, yaitu seorang wanita tidak mendapatkan haid,
tetapi sebelumnya pernah mengalami haid dengan siklus yang teratur.
Disebabkan oleh gangguan gizi, gangguan metabolisme, tumor, dan
penyakit infeksi.

9
c. Amenorrhoe Fisiologis, dapat terjadi :
- Sebelum pubertas
- Dalam kehamilan
- Dalam masa menyusui, kalau tidak menyusukan haid datang + 3
bulan setelah melahirkan, kalau menyusui dalam 6 bulan setelah
melahirkan.
- Dalam menopause
3. Pseudomenorroe
Suatu keadaan haid tetapi darah haid tersebut tidak dapat keluar,
karena tertutupnya leher rahim, vagina atau selaput dara.Penyebabnya:
a. Kongenital, yaitu suatu keadaan dimana selaput dara tidak berlubang
b. Acquisita, yaitu suatu
keadaandimanaterjadiperlekatansaluranleherrahimatau vagina akibat
adanya radang, gonorrhea, Diptheri.

Tanda dan gejala:

- Nyeri + 5 hari tanpa pendarahan


- Pada pemeriksaan terlihat sel darah menonjol berwarna kebiru-biruan
karena adanya darah yang berkumpul dibelakangnya.

Komplikasi

- Hematokolpos, yaitu darah masuk dan berkumpul dalam vagina.


- Hematometra, yaitu darah masuk dan terkumpul dalam rahim.
- Hematosalping, yaitu darah masuk dan terkumpul dalam tubuh.
4. MenstruasiPraecox
Perdarahan pada anak muda kurang dari 8 – 10 tahun yang disertai
dengan tumbuhnya rambut kelamin, pertumbuhan buah dada.
Klasifikasi dan penyebab , dapat dibagi menjadi :
- Pubertas praecox yang disertai terbentuknya hormon gonadotropin
dan dapat menimbulkan kehamilan.
- Pseudo pubertas praecox yaitu tidak adanya hormon gonadotropin.

10
5. Hypomenorhoe
Suatu keadaan dimana perdarahan haid lebih pendek atau lebih
kurang dari biasanya.
Lama perdarahan
Secara normal haid sudah terhenti dalam 7 hari. Kalau haid lebih lama dari
7 hari maka daya regenerasi selaput lendir kurang. Misal pada
endometritis, mioma.
Penyebab
Setelah dilakukan miomektomi/ gangguan endokrin
Tanda dan Gejala
Waktu haid singkat, perdarahan haid singkat
6. Oligomenorrhoe
Suatu keadaan dimana haid jarang terjadi dan siklusnya panjang lebih
dari 35 hari.

Penyebab

- Perpanjangan stadium folikuler ( lamanya 8 -9 hari dimulai dari hari


ke-5 menstruasi )
- Perpanjangan stadium luteal ( lamanya 15 -18 hari setelah ovulasi )
- Kedua stadium diatas panjang yang mengakibatkan perpanjangan
siklus haid.

Tanda dan Gejala

- Haid jarang, yaitu setiap 35 hari sekali


- Perdarahan haid biasanya berkurang

7. Hipermenorrhoe/Menorrhagia

Perdarahanhaid yang lebihbanyakdari normal danlebih lama


disertaidenganadanyabekuandarahtetapisiklusteratur.

11
Penyebab

- Terlalulelah
- Mioma uteri
- Hipertensi
- Penyakitjantung
- Endometritis
- Hemofili (penyakitdarah)

TandadanGejala

- Waktuhaidpanjang 7 – 8 hari
- Perdarahanhaidterlalubanyakdisertaibekuandarah.
- Siklushaidteratur

8. Polimenorrhoe

Suatukeadaandimanahaidseringterjadikarenasiklus yang
pendekkurangdari 21 hari.

Penyebabnya:

- Gangguan hormonal yang


mengakibatkangangguanovulasiataumasasubur
- Kelainanovariumkarenaperadangan, endometriosis.

9. Metrorrhagia

Suatukeadaandimanaperdarahan yang
tidakteraturdantidakadahubungannyadenganmasahaidkarenaterjadidiantara
duahaid.

a. Disebabkanolehkehamilanseperti : abortus, kehamilanektopik


b. Metrorrhagia di luarkehamilan:

12
Karenaluka yang tidaksembuh :

- Padawanita menopause, wanitatanpaanak


- Padawanita yang mempunyaianakbanyak
- Peradanganendometritis
- Pengaruh hormonal

10. Disminorrhoe

Nyeripadaperutbagianbawahsebelumdansesudahhaiddapatbersifatkolik
terus-menerus.Nyerididugakarenakontraksirahim.
Penggolongan:

a. Dismenorrhoe primer, yaitusejakmenstruasipertama kali,


nyeridantidakadakelainandarialatkandungan.

Penyebabnya:

- Psikis
- Anemia
- Tbc
- Kelelahan
- Serviksempit
- Endokrin

b. Dismenorrhoesekunder, yaitunyerihaid yang terjadikemudian,


biasanyaterdapatkelainandarialatkandungan.

Penyebabnya:

- Infeksi : nyerisudahterasasebelumhaid
- Nyeribersifatkolik
- Nyeridisebabkanolehtekanan tumor,
nyerimasihadasetelahhaidberhenti.

13
Tandadangejala

- Rasa tidakenak di perutbawahsebelumdanselamahaid, kadang-


kadangmenyebarkedaerahpinggangdanpaha.
- Rasa mual, muntah
- Sakitkepala
- Diare
- Rasa sakitsepertikejangberjangkit-jangkit.

Pencegahankeram

- Olah raga ringan


- TehnikRelaksasi

Pengobatan

- Pemberianobatanalgetik
- Istirahatditempattidurjikanyerihebat
- Berikompreshangatpadaperutbawahuntukmengurangi rasa sakit
- Rendam air hangat
- Gosokdaerahperutdengantangansecaraperlahan-lahan

C. Pap Smear
Pap Smear pertama kali dikenalkan oleh: George Nicholas
Papanicolaou (1928). Merupakan Sitologi Non-Eksfoliatif. Pemeriksaan
morfologi sel leher rahim:
- Mudah
- Murah
- Sederhana
- Aman
- Akurat

14
1. Definisi Pap Smear
Pap smear merupakan suatu metode untuk pemeriksaan sel cairan
dinding leher rahim dengan menggunakan mikroskop, yang dilakukan
secara cepat, tidak sakit, serta hasil yang akurat. (Wijaya, 2010.
Pap smear merupakan cara yang mudah, aman dan untuk
mendeteksi kanker serviks melalui pemeriksaan getah atau lendir di
dinding vagina. Sedangkan samadi, 2010 mengatakan Pap smear
merupakan salah satu deteksi dini terhadap kanker serviks, yang
prinsipnya mengambil sel epitel yang ada di leher rahim yang
kemudian dilihat kenormalannya.
2. Tujuan Pemeriksaan Pap Smear
Tujuan dari deteksi dini kanker servik atau pemeriksaan Pap Smear
ini adalah untuk menemukan adanya kelainan pada mulut leher rahim.
Meskipun kanker tergolong penyakit mematikan, namun sebagian
besar dokter ahli kanker menyebutkan bahwa dari seluruh jenis kanker,
kanker servik termasuk yang paling bisa dicegah dan diobati apabila
terdeteksi sejak awal. Oleh karena itu, dengan mendeteksi kanker
servik sejak dini diharapkan dapat mengurangi jumlah penderita
kanker serviks (Wijaya, 2010).
Beberapa tujuan dari pemeriksaan Pap Smear yang dikemukakan
oleh Sukaca, 2009 yaitu :
a. Untuk mendeteksi pertumbuhan sel-sel yang akan menjadi
kanker.
b. Untuk mengetahui normal atau tidaknya sel-sel di serviks
c. Untuk mendeteksi perubahan prakanker pada serviks
d. Untuk mendeteksi infeksi-infeksi disebabkan oleh virus
urogenital dan penyakit-penyakit yang ditularkan melalui
hubungan seksual.
e. Untuk mengetahui dan mendeteksi sel abnormal yang terdapat
hanya pada lapisan luar dari serviks dan tidak menginvasi
bagian dalam.
f. Untuk mengetahui tingkat berapa keganasan kanker serviks

15
3. Wanita yang diajurkan Pap smear
Wanita Usia Subur (WUS) merupakan masa terpenting bagi wanita
dan berlangsung kira-kira 33 tahun dimana organ reproduksinya
berfungsi dengan baik antara umur 17-45 tahun. Wanita dianjurkan
untuk melakukan pemeriksaan Pap Smear ke dokter, baik bagi mereka
yang telah melakukan pertama kali berhubungan seksual maupun yang
sudah sering melakukan hubungan seksual (sudah menikah).
Begitupun bagi mereka yang sama sekali yang belum pernah
berhubungna seksual. Karena pemeriksaan Pap Smear ini dapat
mendeteksi samapai 90% kasus kanker servik secara akurat dengan
biaya yang tidak terlalu mahal, dan sangat efektif untuk menurunkan
angka kematian pada wanita yang menderita kanker serviks.
Kehamilan juga tidak mencegah seorang wanita untuk melakukan
pemeriksaan Pap Smear karena prosedur Pap Smear dapat dilakukan
secara aman selama kehamilan. Sehingga, wanita hamil juga dapat
menjalani test ini. Pemeriksaan Pap Smear tidak direkomendasikan
bagi wanita yang telah melakukan histerektomi (dengan pengangkatan
serviks) untuk kondisi yang jinak. Wanita yang pernah melakukan
histerektomi tetapi tanpa pengangkatan (histerektomi subtotal),
sebaiknya melanjutkan skrining sebagaimana halnya wanita yang tidak
melakukan histeretomi (wijaya, 2010).
Wanita yang dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Pap Smear
sebagai berikut:
a. Wanita yang berusia muda sudah menikah atau belum namun
aktivitas seksualnya tinggi.
b. Wanita yang berganti-ganti pasangan seksual atau pernah
menderita HPV (Human Papilloma Virus) atau kutil kelamin.
c. Wanita yang berusia diatas 35 tahun.
d. Sesering mugkin jika hasil pap smear menunjukkan abnormal
e. Sesering mugkin setelah penilaian dan pengobatan prakanker
maupun kanker serviks.
f. Wanita yang mengunakan pil KB (sukaca, 2009).

16
4. Waktu untuk Melakukan Pap Smear
Pemeriksaan Pap Smear dapat dilakukan kapan saja kecuali pada
saat haid karena darah atau sel dari dalam rahim dapat mengganggu
keakuratan hasil pap smear, namun waktu yang tepat untuk melakukan
Pap Smear adalah satu atau dua minggu setelah berakhir masa
menstruasi.
Untuk wanita yang sudah menopause biasa melakukan
pemeriksaan pap smear kapan saja ( Dianada, 2008 ).
Adapun waktu untuk melakukan Pap Smear secara teratur yang
dikemukan oleh Sukaca, 2009 yaitu :
a. Setiap 6-12 bulan untuk wanita yang berusia muda sudah
menikah atau belum menikah namun aktivitas seksualnya
sangat tinggi.
b. Setiap 6-12 bulan untuk wanita yang berganti-ganti pasangan
seksual atau pernah menderita infeksi HPV (Human Papilloma
Virus) atau kutil kelamin.
c. Setiap tahun untuk wanita yang berumur diatas 35 tahun.
d. Setiap tahun untuk wanita yang mengunakan pil KB.
e. Setiap 2-3 tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun atau
untuk wanita yang telah menjalani histerektomi bukan karena
kanker, jika 3 kali berturut-turut hasil pap smear menunjukan
negative.
f. Setahun sekali bagi wanita yang berumur 40-60 tahun.
g. Sesudah 2x pap tes hasilnya negative dengan interval 3 tahun
dengan catatan bahwa wanita yang resiko tinggi harus lebih
sering menjalakan pap tes .
h. Sering mungkin jika hasil pap smear menunjukan abnormal
sesering mungkin setelah penilain dan pengobatan prakanker
maupun kanker serviks.

17
5. Syarat Pengambilan Pap Smear
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan
Pap Smear adalah sebagai berikut :
a. Waktu pengambilan minimal 2 minggu setelah menstruasi
dimulai dan sebelum menstruasi berikutnya.
b. Berikan informasi sejujurnya kepada petugas kesehatan tentang
riwayat kesehatan dan penyakit yang pernah diderita
c. Hubungan intim tidak boleh dilakukan dalam 24 jam sebelum
pengambilan bahan pemeriksaan.
d. Pembilasan vagina dengan macam-macam cairan kimia tidak
boleh dikerjakan dalam 24 jam sebelumnya.
e. Hindari pemakaian obat-obatan yang dimasukkan ke dalam
vagina 48 jam sebelum pemeriksaan.
f. Bila anda sedang minum obat tertentu, informasikan kepada
petugas kesehatan, karena ada beberapa jenis obat yang dapat
mempengaruhi hasil analisis sel.

6. Kendala Pap Smear (Romauli dan Vindari. 2011)


Dilakukan diatas hanya 5% perempuan di Indonesia yang bersedia
melakukan pemeriksaan pap smear banyak kendala. Hal tersebut
terjadi antara lain:
a. Kurangnya tenaga terlatih untuk pengambilan sediaan.
b. Tidak tersedianya peralatan dan bahan untuk pengambilan
sediaan.
c. Tidak tersedianya sarana pengiriman sediaan.
d. Tidak tersedianya laboratorium pemprosesan sediaan serta
tenaga ahli sitologi.

7. Prosedur Pemeriksaan Pap Smear


Persiapan Alat dan Bahan
a. Air mengalir
b. Spatula Ayre

18
c. Sabun cair
d. Pensil kaca (marker)
e. Larutan antiseptik
f. Spekulum
g. Lap
h. Alkohol 95%
i. Larutan hipoklorit
j. Kaca benda (object glass)
k. Lap bersih atau tissue
l. Baskom berisi larutan klorin 0,5%
m. Handuk kecil atau tissue
n. Sarung tangan steril
o. Formulir pemeriksaan
p. Tempat sampah non-medis
q. Tempat sampah medis

Menyiapkan Pasien
a. Sapalah pasien atau keluarganya dengan ramah dan
perkenalkan diri, serta tanyakan keadaannya, kemudian pasien
dipersilakan duduk.
b. Berikan informasi umum pada pasien atau keluarganya tentang
pengambilan Pap Smear, tujuan dan manfaat untuk keadaan
pasien.
c. Berikan jaminan tentang keamanan atas tindakan yang anda
lakukan serta jaminan tentang kerahasiaan yang diperlukan
pasien kepada pasien atau keluarganya.
d. Mintalah kesediaan pasien untuk pengambilan Pap Smear,
namun barengi dengan penjelasan tentang hak-hak pasien atau
keluarganya, misalnya tentang hak menolak tindakan
pengambilan Pap Smear tanpa kehilangan hak akan pelayanan
lain.

19
e. Minta pasien untuk mengosongkan kandung kemih dan
melepas pakaian dalam.
f. Persilahkan pasien untuk berbaring di ranjang ginekologi dan
mengatur pasien pada posisi litotomi.
g. Hidupkan lampu sorot, arahkan dengan benar pada bagian yang
akan diperiksa

Pengambilan Sampel dan Pembuatan Pap Smear


a. Siapkan peralatan dan bahan.
b. Cuci tangan aseptik dengan langkah seperti pada cuci tangan
rutin dengan menuangkan kira-kira 5 ml larutan antiseptik pada
tangan dan mengeringkan dengan mengangin-anginkan.
c. Pasang sarung tangan steril.
d. Pemeriksa duduk pada kursi yang telah disediakan, menghadap
ke aspekus genitalis.
e. Lakukan periksa pandang (inspeksi) pada daerah vulva dan
perineum.
f. Ambil spekulum dengan tangan kanan, masukkan ujung
telunjuk kiri pada introitus vagina (agar terbuka), masukkan
ujung spekulum dengan arah sejajar introitus (yakinkan bahwa
tidak ada bagian yang terjepit) dan dorong bilah spekulum ke
dalam lumen vagina.
g. Setelah masuk setengah panjang bilah, putar spekulum 90
derajat hingga tangkainya ke arah bawah. Atur bilah atas dan
bawah dengan membuka kunci pengatur bilah atas bawah
(hingga masing-masing bila menyentuh dinding atas dan bawah
vagina).
h. Tekan pengungkit bilah sehingga lumen vagina dan serviks
tampak jelas (perhatikan ukuran dan wama porsio, dinding dan
sekret vagina dan forniks).
i. Jika sekret vagina ditemukan banyak, bersihkan secara hati-hati
(supaya pengambilan epitel tidak terganggu)

20
j. Pengambilan sampel pertama kali dilakukan pada porsio
diusahakan di daerah squamo-columnair junction. Sampel
diambil dengan menggunakan spatula Ayre yang diputar 360°.
k. Oleskan sampel pada gelas objek diusahakan tidak terlalu
tebal/terlalu tipis.
l. Sampel segera difiksasi sebelum mengering. Fiksasi ini dapat
menggunakan spray yang disemprotkan dari jarak 20-25 cm,
atau dengan merendam pada wadah yang mengandung etil
alkohol 95% selama 15 menit yang kemudian dibiarkan
mengering kemudian diberi label.
m. Setelah pemeriksaan selesai, lepaskan pengungkit dan pengatur
jarak bilah, kemudian keluarkan spekulum.
n. Letakkan spekulum pada tempat yang telah disediakan.
Beritahukan pada ibu bahwa pemeriksaan sudah selesai dan
persilahkan ibu untuk mengambil tempat duduk.
o. Masukkan tangan yang masih bersarung tangan kedalam
baskom berisi larutan klorin 0,5%, gosokkan kedua tangan
untuk membersihkan bercak-bercak darah yang menempel pada
sarung tangan.
p. Lepaskan sarung tangan.

Pengiriman Spesimen
Dalam melakukan pengiriman spesimen Pap Smear,
pengirim harus menuliskan secara lengkap surat pengantar
pemeriksaan laboratorium yang berisi:
a. Tanggal pengiriman
b. Tanggal dan jam pengambilan spesimen
c. Data penderita (nama, umur, jenis kelamin, alamat, nomor
rekam medik)
d. Identitas pengirim
e. Jenis spesimen : Pap Smear
f. Pemeniksaan laboratorium yang diminta

21
g. Transport media / pengawet yang digunakan : Alkohol 95%
atau hair spray
h. Keterangan klinis: riwayat KB, jumlah anak, keluhan

8. Hasil Pemeriksaan Pap Smear


a. Kelas 0 : Tidak dapat dinilai
Segera diambil smear ulang
b. Kelas I : Normal Smear
Kontrol ulang 1-2 tahun lagi
c. Kelas II : Proses radang dengan atau tanpa Displasia ringan
Kontrol ulang 3-6 bulan lagi
d. Kelas III : Displasia Sedang – Berat
Kontrol ulang segera
e. Kelas IV : Karsinoma Insitu
Kontrol ulang segera
f. Kelas V : Karsinoma Invasif
Kontrol ulang segera

D. Faktor Resiko
1. Dari hasil penelitian mutakhir diketahui bahwa penyebab kanker serviks
adalah sebagai berikut :
a. Infeksi Human Papilloma Virus (HPV)
Lebih dari 90% kasus kondiloma serviks, semua NIS, dan kanker
serviks mengandung DNA virus HPV. Dari 70 tipe HPV yang
diketahui saat ini, ada 16 tipe HPV yang erat kaitannya dengan
kejadian kanker serviks. Virus ini ditularkan melalui hubngan seksual.
Wanita yang beresiko terkena penyakit akibat hubungan seksual juga
beresiko terinfeksi virus ini sehingga mempunyai resiko terkena
kanker serviks.
b. Prilaku Seksual
Berdasarkan penelitian, risiko kenker serviks meningkat lebih dari 10
kali bila berhubungan dengan 6 atau lebih mitra seks, atau bila

22
hubungan seks pertama dibawah umur 15 tahun. Risiko juga
meningkat bila berhhubungan seks dengan laki-laki berisiko tinggi (
laki-laki yang berhubungan seks dengan banyak wanita), atau laki-laki
yang mengidap penyakit “jengger ayam” (kondiloma akuminatum) di
zakarnya (penis).
c. Rokok Sigaret
Wanita merokok mempunyai risiko 2 kali lipat terhadap kanker serviks
dibandingkan degan wanita bukan terkandug nikotin dan zat lainnya
yang terdapat didalam rokok. Zat-zat tersebut dapat menurunkan daya
tahan serviks dan menyebabkan kerusakan DNA epitel serviks
sehingga timbul kanker serviks, disamping merupakan kokarsinogen
infeksi virus.
d. Trauma Kronis Pada Serviks
Trauma ini terjadi karena persalinan yang berulang kali (banyak anak),
adanya infeksi, dan iritasi menahun.
e. Kontrasepsi Oral
Dapatmeningkatkan risiko1, 5-2, 5 kali bila diminum dalam jangka
panjang, yaitu lebih dari 4 tahun.
f. Defisiensi Zat Gizi
Beberapa penelitian dapat menyimpulkan bahwa dfisiensi asam folat
dapat meningkatkan risiko terjadinya NIS 1 da NIA 2, serta mungkin
juga meningkatkan risiko terkena kanker serviks pada wanita yang
rendah konsumsi beta karoten dan vitamin (A, C, dan E).

23
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk
menghasilkan keturunan yang baru. Tujuannya adalah untuk
mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenis agar tidak punah. Pada
manusia untuk mengahasilkan keturunan yang baru diawali dengan
peristiwa fertilisasi. Sehingga dengan demikian reproduksi pada manusia
dilakukan dengan cara generative atau seksual.
Pap smear merupakan suatu metode untuk pemeriksaan sel cairan
dinding leher rahim dengan menggunakan mikroskop, yang dilakukan
secara cepat, tidak sakit, serta hasil yang akurat (Wijaya, 2010). Pap smear
merupakan cara yang mudah, aman dan untuk mendeteksi kanker serviks
melalui pemeriksaan getah atau lendir di dinding vagina (Dianada, 2008).
Tujuan dari deteksi dini kanker servik atau pemeriksaan Pap Smear
ini adalah untuk menemukan adanya kelainan pada mulut leher
rahim.Beberapa faktor yang diduga meningkatkan kejadian kanker serviks
yaitu meliputi usia, status sosial ekonomi, pengetahuan, dan pendidikan.
Hal ini juga merupakan factor dominan dalam pemeriksaan deteksi dini
kanker serviks ( Dianada, 2007 ).

24
DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer, Arif, dkk. (2000). “KapitaSelektaKedokteranEdisi 3”.Jakarta;


Media Aesculapius.

http://memetmulyadi.blogspot.com

http://ariefbudiyantoo.blogspot.com/2013/03/kelainan-dan-penyakit-pada-
sistem.html

25