Anda di halaman 1dari 6

KEGIATAN VII

UJI GOLONGAN DARAH DAN WAKTU PEMBEKUAN DARAH

A. Tujuan Praktikum
1. Menentukan golongan darah dengan sistem “ABO”
2. Menentukan waktu koagulasi darah

B. Metode Praktikum
a. Alat yang digunakan :
1. Blood lancet steril (disposable)
2. Gelas benda
3. Tusuk gigi
4. Stopwatch
b. Bahan yang digunakan:
1. Darah praktikan
2. Serum anti-A dan serum anti-B
3. Kapas alkohol

C. Cara kerja
1. Menyiapkan obyek gelas dan membersihkannya, kemudian memberi
tanda lingkaran sebanyak 3 buah dengan spidol
2. Menyestrerilkan ujung jari manis atau ujung jari tengah dengan kapas
alcohol, membiarkan sampai mongering
3. Menusuk ujung jari menggunakan blood lancet steril sehingga darah keluar
dan meneteskan darah pada masing – masing lingkaran pada kaca obyek
4. Menguji tetes darah pertama dengan serum anti A, dan yang kedua dengan
serum anti B, kemudian aduk dengan tusuk gigi. Kemudian mengamati tetes
darah pada tiap lingkaran, apakah terjadi aglutinasi atau tidak, dan
menentukan apakah jenis golongan darah praktikan tersebut.
5. Menguji tetes darah ke tiga untuk waktu koagulasi dengan cara setiap 30
detik lakukan tusukan menggunakan tusuk gigi pda tetes darah tadi.
Kemudian mengamati adanya benang-benang fibrin, jika ada, mencatat
waktunya sebagai waktu koagulasi darah.

D. Hasil Praktikum

No Nama Anti A Anti B Waktu Koagulasi


(Pembekuan Darah)
1. Ananda Bela Yustisia - + 30 detik ke 8
2. Septi Wulandari + - 30 detik ke 10
3. Voni Santi Ullo - - 30 detik ke 12

E. Pembahasan
Praktikum uji golongan darah dan waktu pembekuan darah bertujuan untuk
menentukan golongan darah dengan sistem “ABO” dan menentukan waktu
koagulasi darah.
Sebuah blood type (golongan darah) adalah sebuah pengklasifikasian darah
berdasarkan kehadiran atau ketidakhadiran dari substansi antigen yang menempel
pada permukaan sel darah merah. Antigen ini boleh jadi protein, karbohidrat,
glikoprotein, atau glikolipid, tergantung pada sistem penggolongan darah dan juga
beberapa dari antigen ini juga berada pada sel dari berbgai macam otot (Blood
Typing, Nobleprize dalam Sasmita, Chandra. 2008).
Langkah praktikum yang pertma yaitu dengan mengambil darah dari ujung
jari praktikan, kemudian diteteskan pada gelas benda yang telah dibersihkan,
penetesan dilakukan sebanyak 3 kali, tetesan pertama diberi aglutinin A, tetesan
kedua diberi aglutinin B, dan tetesan ketiga untuk waktu koagulasi.
Sistem penggolongan darah ABO ditentukan oleh antigen: A, B, dan H/O.
Pada saat praktikum untuk menentukan golongan darah digunakan dua macam
aglutinin, yaitu aglutinin A dan aglutinin B. Pada dasarnya, di dalam darah terdapat
aglutinogen dan agluitinin. Aglutinogen adalah antigen-antigen dalam eritrosit
yang membuat sel peka terhadap aglutinasi. Sedangkan aglutinin adalah substansi
yang menyebabkan aglutinasi sel. Misalnya saja seseorang yang memiliki
golongan darah A, Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah
dengan aglutinogen A dan aglutinin anti B. Hal ini juga dapat dilihat pada tabel
berikut.

a. Jika serum anti A menyebabkan aglutinasi pada tetes darah, maka individu
tersebut memiliki aglutinogen tipe A (golongan darah A)
b. Jika serum anti B menyebabkan aglutinasi, individu tersebut memiliki
aglutinogen tipe B (golongan darah B)
c. Jika kedua serum anti A dan anti B menyebabkan aglutinasi, individu tersebut
memiliki aglutinogen tipe A dan tipe B (golongan darah AB)
d. Jika kedua serum anti A dan anti B tidak mengakibatkan aglutinasi, maka
individu tersebut tidak memiliki aglutinigen (golongan darah O) (Sudjaji,
2005:38)
Proses penggumpalan yaitu sebagai berikut, aglutinin melekatkan dirinya
pada darah karena aglutinin bivalen. Satu aglutinin pada saat yang sama dapat
mengikat dua sel darah merah sehingga menyebabkan sel melekat satu sama lain
dan menggumpal.
Dari hasil percobaan di peroleh hasil sebanyak 1 orang memiliki golongan
darah B,1orang bergolongan darah A, dan 1 orang memiliki golongan darah O.
Golongan darah mnurut sistem A-B-O dapat diwariskan dari orang tua
kepada anaknya. Land-Steiner dalam Suryo (1996) membedakan darah manusia
ke dalam empat golongan yaitu A, B, AB,dan O. Penggolongan darah ini
disebabkan oleh macam antigen yang dikandung oleh eritrosit (sel darah merah).
Selanjutnya akan dibahas mengenai waktu koagulasi darah. Pada saat
praktikum cara yang digunakan untuk mengetahui waktu koagulasi darah adalah
darah diteteskan pada gelas benda, kemudian dengan tusuk gigi digerakkan naik
turun untuk melihat apakah sudah terbentuk benang fibrin atau belum.
Terbentuknya benang ditandai dengan adanya helaian warna merah tipis yang
menempel pada ujung tusuk gigi dan tertarik ke atas. Waktu dihitung mulai dari
waktu penetesan darah pertama sampai benang fibrin tertarik ke atas.
Waktu pembekuan darah rata-rata dari para praktikan adalah 30 detik ke 12,
30 detik ke 8, dan 30 detik ke 10. Menurut Ronald A. Sacher (2004) darah normal
membeku secara padat dalam waktu 4 sampai 8 menit.
Pembekuan darah disebabkan oleh adanya trombosit. Kepingan darah
(trombosit) adalah sel tak berinti, berbentuk cakram dengan garis tengah 2-5 µm.
Keping darah berasal dari pertunasan sel raksasa berinti banyak megakariosit yang
terdapat dalam sumsum tulang. Jumlah normal berkisar dari 150.000 – 300.000 µL
darah. Sebagai indikator demam berdarah dengue (DBD). Setelah masuk aliran
darah, kepingan darah mempunyai masa hidup sekitar 8 hari (Nurcahyo, Heru.
2013).
Mekanisme pembekuan darah adalah setelah pembuluh darah pecah,
trombosit pecah dalam daerah cedera mengeluarkan granula yang mengandung
serotonin. Seoronin akan menyebabkan vasokonstriksi kontraksi otot polos
vaskuler, menghambat atau menghentikan aliran darah dalam daerah cedera.
Trombosit dengan mudah melekat pada kolagen yang terbuka pada daerah cedera
dan bersamaan dengan kerusakan sel-sel endotel, mengeluarkan enzim
tromboplastin (trombokinase). Dalam suatu rangkaian reaksi, tromboplastin secara
enzimatik merubah protombin plasma menjadi trombin, yang selanjutnya
merubah fibrinogen menjadi fibrin. Protombin dan fibrinogen keduanya disintesis
oleh hati dan dikeluarkan ke dalam darah. Setelah pembentukannya, fibrin
berpolimerisasi menjadi matriks fibriler yang menangkap trombosit-trombosit dan
sel-sel darah dan menimbulkan sumbatan homeostatik, dasar dari bekuan darah
(trombus) (Nurcahyo, Heru. 2013).
F. Kesimpulan
1. Penentuan golongan darah dengan sistem “ABO” dilakukan dengan
menggunakan dua macam aglutinin, yaitu anti-A dan anti-B. Keduanya
diteteskan pada darah yang telah diletakkan diatas gelas benda. Jika pada
ditetesi anti-A menggumpal, dan saat ditetesi anti-B tidak menggumpal,
artinya orang tersebut bergolongan darah A. Jika ditetesi anti-A tidak
menggumpal dan saat ditetesi anti-B menggumpal, artinya orang tersebut
bergolongan darah B. Kemudian apabila ditetesi anti-A dan anti-B kedua-
duanya menggumpal, artinya golongan darahnya adalah AB. Tetapi jika
ditetesi anti-A dan anti-B tidak menggumpal maka golongan darahnya
adalah O.
2. Untuk menentukan waktu koagulasi darah dilakukan dengan menarik
benang fibrin pada darah di atas gelas benda dengan menggunakan tusuk
gigi. Pembekuan darah disebabkan oleh adanya keping darah (trombosit)
pada darah. Rata-rata waktu pembekuan darah dari praktikan adalah 30 detik
ke 5, 30 detik ke 7, dan 30 detik ke 9.
Daftar Pustaka

Nurcahyo, Heru dan Tri Harjana. 2013. Diktat Petunjuk Praktikum Fisiologi

Hewan. Yogyakarta: FMIPA UNY

Nurcahyo, Heru. 2013. Diktat Modul Histologi dan Mikroskopi Anatomi.

Yogyakarta: FMIPA UNY

Sacher, Ronald.A dan Richard A.McPherson. 2004. Tinjauan Klinis Hasil

Pemeriksaan Laboratorium. Jakarta: EGC

Sasmita, Chandra. 2008. Pengenalan Golongan Darah Jenis ABO dengan

Menggunakan Pemodelan Hidden Markov. Skripsi. Depok: Universitas

Indonesia.

Sudjaji. 2005. Biologi Sains Dalam Kehidupan 2A. Surabaya : Yudhistira.