Anda di halaman 1dari 117

PENGARUH KEDISIPLINAN

TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V


SEKOLAH DASAR SE-DAERAH BINAAN
R.A. KARTINI KECAMATAN KUTOARJO
KABUPATEN PURWOREJO

SKRIPSI
diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar

oleh
Imam Alimaun
1401411587

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa skripsi ini benar-

benar hasil karya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain baik sebagian atau

keseluruhan. Pendapat/temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dirujuk

berdasarkan kode etik ilmiah.

Tegal, Mei 2015

Imam Alimaun
PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke-sidang panitia

ujian skripsi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Semarang.

Hari, tanggal :

Tempat : Kota Tegal

Mengetahui, Pembimbing
Koordinator UPP PGSD Tegal

Drs. Akhmad Junaedi, M. Pd. Moh. Fathurrahman, S. Pd., M. Pd.


NIP 19630923 198703 1 001 NIP 19770725 200801 1 008
PENGESAHAN

Skripsi dengan judul Pengaruh Kedisiplinan terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas
V Sekolah Dasar se-Daerah Binaan R. A. Kartini Kecamatan Kutoarjo Kabupaten
Purworejo oleh Imam Alimaun 1401411587, telah dipertahankan di hadapan Sidang
Panitia Ujian Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Semarang pada tanggal 03 Junii 2015.

PANITIA UJIAN

Ketua Sekretaris

Prof. Dr. Fakhruddin, M. Pd. Drs. Akhmad Junaedi, M.Pd.


NIP 19560427 198603 1 001 NIP 19630923 198703 1 001

Penguji Utama

Drs. Sigit Yulianto, M. Pd.


NIP 19630721 198803 1 001

Penguji Anggota 1 Penguji Anggota 2

Drs. Utoyo, M. Pd. Moh. Fathurrahman, S. Pd., M. Sn.


NIP 19620619 198703 1 001 NIP 19770725 200801 1 008
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al Insyirah: 6)

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka ALLAH SWT

akan memudahkan padanya jalan menuju surga. (H.R. Muslim)

Kita tidak bisa mengajarkan apa yang kita inginkan. Tapi, kita hanya bisa

mengajarkan siapa kita. (Ir. Soekarno)

Persembahan

Untuk Bapak Munadji dan Ibu Sri Isnaeni

Moch. Bambang S. dan Isa Indah Purwanti

Dewi Nurul Aisyah

Miftah Noviana
PRAKATA

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik,

dan hidayah Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul

“Pengaruh Kedisiplinan terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar se-

Daerah Binaan R. A. Kartini Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo”.

Penulis menyadari bahwa dalam melaksanakan kegiatan penelitian dan

penyusunan skripsi, tidak lepas dari bimbingan, dukungan, pengarahan, dan

bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, perkenankan pada kesempatan ini

penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Prof. Dr. Fathur Rokhman, M. Hum., Rektor Universitas Negeri Semarang

yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk belajar di

Universitas Negeri Semarang.

2. Prof. Dr. Fakhruddin, M. Pd., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas

Negeri Semarang yang telah memberikan ijin dan dukungan dalam penelitian

ini.

3. Dra. Hartati, M. Pd., Ketua Jurusan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan untuk

memaparkan gagasan dalam bentuk skripsi ini.

4. Drs. Akhmad Junaedi, M. Pd., Koordinator UPP Tegal Fakultas Ilmu

PendidikanUniversitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin untuk

melakukan penelitian.
5. Moh. Fathurrahman, S. Pd., M. Sn, Dosen Pembimbing yang telah

memberikan bimbingan, pengarahan, dan motivasi yang bermanfaat kepada

penulis dalam penyusunan skripsi.

6. Kepala UPT Dikbudpora Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo yang

telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian.

7. Kepala Sekolah Dasar se-Daerah Binaan R. A. Kartini Kecamatan Kutoarjo

Kabupaten Purworejo yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk

melaksanakan penelitian.

8. Guru Kelas V Sekolah Dasar se-Daerah Binaan R. A. Kartini Kecamatan

Kutoarjo Kabupaten Purworejo yang telah memberikan waktu dan

bimbingannya dalam membantu penulis melaksanakan penelitian.

9. Staf Guru, Karyawan, dan Siswa Sekolah Dasar se-Daerah Binaan R. A.

Kartini Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo yang telah bersedia

bekerjasama dalam penelitian.

10. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan masukan dalam

penyusunan skripsi.

Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan

pembaca.

Tegal, Mei 2015

Penulis
ABSTRAK

Alimaun, Imam.2015. Pengaruh Kedisiplinan Terhadap Hasil Belajar Siswa


Sekolah Dasar se-Daerah Binaan R. A. Kartini Kecamatan Kutoarjo
Kabupaten Purworejo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing:
Moh. Fathurrahman, S. Pd., M. Sn.
Kata Kunci: hasil belajar; kedisiplinan, siswa sekolah dasar
Kedisiplinan adalah keadaan sikap atau perilaku seseorang yang sesuai
dengan aturan atau tata tertib yang berlaku sehingga tercipta ketertiban dan
keteraturan. Kedisiplinan membantu siswa untuk menunaikan tugas dan tanggung
jawab untuk mencapai tujuan. Siswa belajar di sekolah dengan tujuan memperoleh
hasil belajar yang baik. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh
kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar pada kelas V Sekolah Dasar se-Daerah
Binaan R. A. Kartini Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo. Penelitian ini
dilakukan di Sekolah Dasar se-Daerah Binaan R. A. Kartini yaitu SDN 1
Semawung Daleman, SDN 2 Semawung Daleman, SDN Pringgowijayan, SDN
Kuwurejo, SDN Sidarum, SD Nasional, SDN Senepo.
Penelitian ini menggunakan metode ex post facto dengan jenis penelitian
kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar
se-Daerah Binaan R. A. Kartini Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo tahun
pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 147 siswa. Sampel sebanyak 105
siswa.Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik
Proporsional Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dan
dokumentasi. Variabel penelitian meliputi kedisiplinan siswa sebagai variable
independen dan hasil belajar sebagai variable dependen. Perhitungan pengujian
hipotesis menggunakan bantuan program SPSS versi 20. Teknik pengujian
hipotesis menggunakan analisis regresi, sebelum dilakukan uji analisis maka
dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dengan cara uji Liliefors dan uji
liniearitas.
Pengujian hipotesis dengan taraf signifikansi 5% diperoleh hasil yang
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kedisiplinan terhadap hasil belajar siswa.
Ditunjukkan oleh hasil koefisien korelasi (R) sebesar 0,790 dan koefisien
determinasi (R2) 62,4%. Nilai signifikansinya sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05
yaitu 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha
diterima.Hal ini menunjukkan bahwa 62,4% hasil belajar dipengaruhi oleh
kedisiplinan siswa. Kesimpulan dari penelitian ada pengaruh yang signifikan
kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar siswa kelas V SD se-Daerah Binaan R.A.
Kartini Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo.

viii
DAFTAR ISI
Halaman

PRAKATA ......................................................................................................... vi
ABSTRAK ......................................................................................................... viii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL .............................................................................................. xii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xiv
BAB
1. PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1
1.2. Identifikasi Masalah ............................................................................. 7
1.3. Batasan Masalah .................................................................................. 7
1.4. Rumusan Masalah ................................................................................ 7
1.5. Tujuan Penelitian ................................................................................. 8
1.5.1. Tujuan Umum ...................................................................................... 8
1.5.2. Tujuan Khusus ..................................................................................... 8
1.6. Manfaat Penelitian ............................................................................... 8
1.6.1. Manfaat Teoritis ................................................................................... 8
1.6.2. Manfaat Praktis .................................................................................... 9
2. KAJIAN PUSTAKA ............................................................................ 10
2.1. Kerangka Teori .................................................................................... 10
2.1.1. Pengertian Kedisiplinan ........................................................................ 10
2.1.2. Perlunya Disiplin ............ ………………………... ................................12
2.1.3. Fungsi Disiplin ...................................................................................... 14
2.1.4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Disiplin ........................................ 16
2.1.5. Aspek-aspek Kedisiplinan .................................................................... 18
2.1.6. Indikator Kedisiplinan Siswa ................................................................ 20
2.1.7. Pengertian Belajar ................................................................................. 22
2.1.8. Hasil Belajar.......................................................................................... 23

ix
2.1.9. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ................................. 25
2.1.10. Pengaruh Kedisiplinan Siswa terhadap Hasil Belajar Siswa ................ 29
2.2. Hubungan antar Variabel ...................................................................... 30
2.3. Penelitian yang Relevan ........................................................................ 31
2.4. Kerangka Berpikir ................................................................................. 36
2.5. Hipotesis .............................................................................................. 38
3. METODE PENELITIAN ..................................................................... 40
3.1. Desain Penelitian ................................................................................. 40
3.2. Populasi dan Sampel ............................................................................ 41
3.2.1. Populasi ................................................................................................ 41
3.2.2. Sampel .................................................................................................. 42
3.3. Variabel Penelitian ................................................................................ 43
3.3.1. Variabel Independen ............................................................................. 43
3.3.2. Variabel Dependen................................................................................ 44
3.4. Definisi Operasional ............................................................................. 44
3.4.1. Variabel Kedisiplinan (X) ..................................................................... 44
3.4.2. Variabel Hasil Belajar Siswa (Y) .......................................................... 44
3.5. Teknik Pengumpulan Data .................................................................... 45
3.5.1. Kuesioner (Angket) ............................................................................... 45
3.5.2. Dokumentasi ......................................................................................... 46
3.6 Instrumen Penelitian ............................................................................. 46
3.6.1. Validitas Angket ................................................................................... 47
3.6.2. Reliabilitas ............................................................................................ 48
3.7. Pengolahan dan Analisis Data .............................................................. 49
3.7.1. Analisis Statistik Deskriptif .................................................................. 49
3.7.2. Uji Prasyarat Analisis ........................................................................... 50
3.7.3. Analisis Akhir (Pengujian Hipotesis) ................................................... 52
4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................... 56
4.1. Hasil Penelitian ..................................................................................... 56
4.1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian ...................................................... 56
4.1.2. Analisis Deskriptif ................................................................................ 57
x
4.1.3. Uji Prasyarat Analisis ........................................................................... 66
4.1.4 Uji Hipotesis ......................................................................................... 67
4.2 Pembahasan .......................................................................................... 71
5. PENUTUP ............................................................................................ 77
5.1. Simpulan .............................................................................................. 77
5.2. Saran .................................................................................................... 77
Daftar Pustaka .................................................................................................... 79
Lampiran-lampiran ............................................................................................. 82

xi
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1. Populasi Penelitian ................................................................................ 41


3.2. Penarikan Sampel Siswa Kelas V ......................................................... 43
3.3. Skor untuk Setiap Butir Soal pada Skala .............................................. 45
3.4. Hasil Uji Validitas................................................................................. 48
3.5. Soal yang Dipakai ................................................................................. 48
3.6. Kriteria Penilaian Hasil Belajar ............................................................ 50
4.1. Deskripsi Data Kedisiplinan Siswa ....................................................... 58
4.2. Kategori Skor Kedisiplinan Siswa ........................................................ 60
4.3. Kriteria Skor Kedisiplinan per Siswa .................................................. 60
4.4. Rekapitulasi Persentase Kedisiplinan Siswa......................................... 62
4.5. Deskripsi Data Hasil Belajar ................................................................. 63
4.6. Kriteria Penilaian Hasil Belajar...................................................... ...... 64
4.7. Kriteria Hasil Belajar Siswa Kelas V ................................................... 64
4.8. Kriteria Hasil Belajar per Siswa Kelas V ............................................. 64
4.9 Hasil Uji Normalitas ............................................................................. 66
4.10 Hasil Uji Linieritas ................................................................................ 67
4.11 Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana .............................................. 68
4.12 Hasil Perhitungan Nilai B Persamaan Regresi...................................... 68
4.13 Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi ............................................. 71

xii
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1. Bagan Kerangka Berpikir ..................................................................... 38


3.1 Desain Penelitian .................................................................................. 41

xiii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Daftar Nama Siswa Populasi Penelitian ............................................... 82


2. Daftar Nama Siswa Sampel Penelitian ................................................. 89
3. Daftar Nama Siswa Sampel Uji Coba Penelitian .................................. 92
4. Kisi-kisi Angket (Uji Coba) .................................................................. 93
5. Angket (Uji Coba)................................................................................. 94
6. Kisi-kisi Angket (Penelitian) ................................................................ 97
7. Angket Penelitian .................................................................................. 98
8. Rekap Hasil Uji Coba Angket............................................................... 100
9. Rekapitulasi Uji Validitas dan Reliabilitas ........................................... 102
10. Rekapitulasi Data Skor Hasil Angket ................................................... 105
11. Hasil Uji Normalitas ............................................................................. 109
12. Hasil Uji Linieritas ................................................................................ 110
13. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana ...................................................... 111
14. Surat Keterangan Penelitian .................................................................. 112
15. Surat Izin Penelitian.......................................................................... ... 119
16. Dokumentasi Penyebaran Angket ......................................................... 122

xiv
BAB 1
PENDAHULUAN

Pada bagian pendahuluan akan membahas mengenai hal-hal yang mendasari

penulis untuk melakukan penelitian. Bab ini penulis akan membahas tentang latar

belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah,

tujuan penelitian dan manfaat penelitian.Uraian selengkapnya dijelaskan sebagai

berikut:

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang

melalui proses pembelajaran dan bimbingan. Tertuang dalam Undang-undang No.

20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan


suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan sangat penting bagi setiap manusia dan berlangsung sepanjang

hayat. Pendidikan di Indonesia bertujuan untuk mengembangkan potensi diri yang

dimiliki oleh setiap individu melalui proses pembelajaran. Keberhasilan

pendidikan tidak hanya dipandang dari aspek akademik, akan tetapi juga dilihat

dari kemampuan pendidikan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam

bidang spiritual dan sosial. Sesuai yang dinyatakan Munib (2011: 34),

“pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang dilakukan oleh orang-orang

yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar

mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan”. Dengan

1
2

demikian, pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk sifat dan

tabiat peserta didik yang bermutu dan berdaya guna agar sesuai dengan cita-cita

pendidikan. Tanpa pendidikan manusia tidak memiliki arah dan tujuan hidup yang

jelas. Manusia yang demikian akan tertinggal oleh manusia lain yang

berpendidikan.

Berdasarkan Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa:

Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan


dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Berdasarkan undang-undang sudah jelas bahwa pendidikan di Indonesia

bukan hanya membentuk manusia yang berilmu dan cerdas namun memiliki

akhlak yang mulia. Semua itu harapan yang pemerintah inginkan, membentuk

manusia yang berkualitas melalui pendidikan. Maka dari itu mutu pendidikan

harus selalu ditingkatkan.

Peningkatan mutu pendidikan di sekolah salah satunya melalui pencapaian

hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dipengaruhi oleh

dua komponen yang penting yaitu guru dan siswa. Tugas guru menurut Hamalik

(2013: 124) terkait sebagai pengajar yaitu guru bertugas menyampaikan pelajaran

kepada siswa agar siswa paham dengan baik dengan pengetahuan yang

disampaikan. Terlihat jelas guru merupakan komponen pokok keberhasilan

belajar siswa karena guru yang menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Namun
3

hasil belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari dalam diri peserta

didik atau dari lingkungan luar. Slameto (2013: 54-72) menyatakan hasil belajar

dipengaruhi oleh faktor intern (faktor jasmaniah, psikologis, dan kelelahan) dan

faktor ekstern (faktor keluarga, sekolah dan masyarakat). Hasil belajar siswa

dipengaruhi oleh banyak faktor, baik itu faktor dari dalam diri siswa sendiri atau

faktor luar. Kedisiplinan yang berkaitan dengan aturan dan ketertiban menjadi

salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa.

Kedisiplinan berasal dari kata disiplin yang mendapat imbuhan ke-an yang

maknanya hal atau keadaan. Kedisiplinan merupakan salah satu sikap (perilaku)

yang harus dimiliki oleh siswa. Siswa akan memperoleh hasil belajar yang

memuaskan apabila siswa dapat berdisiplin terutama dalam belajar. Kedisiplinan

tidak tumbuh dan ada begitu saja namun perlu dibina melalui latihan, pendidikan

dan penanaman kebiasaan oleh guru dan orang tua. Definisi disiplin sendiri

menurut Prijodarminto dalam Tu’u (2004: 31) yaitu “sebagai suatu kondisi yang

tercipta dan terbentuk dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai ketaatan,

kepatuhan, kesetiaan atau keteraturan atau ketertiban”. Jadi, kedisiplinan siswa

ialah keadaan siswa yang menunjukkan nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan atau

keteraturan atau ketertiban.

Disiplin perlu disadarkan kepada setiap siswa sehingga siswa mempunyai

kedisiplinan yang tinggi, telah dijelaskan oleh Tu’u (2004: 37) bahwa dengan

disiplin yang muncul karena kesadaran diri, siswa berhasil dalam belajarnya,

tanpa disiplin yang baik suasana sekolah dan kelas menjadi kurang kondusif bagi

kegiatan pembelajaran. Secara positif disiplin memberi dukungan lingkungan


4

yang tenang dan tertib bagi proses pembelajaran, disiplin merupakan jalan bagi

siswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja, karena kesadaran akan

pentingnya norma, aturan, kepatuhan dan ketaatan merupakan kunci kesuksesan

seseorang.

Kedisiplinan siswa yang baik akan mempengaruhi hasil belajar siswa.

Disiplin berangkat sekolah dan mengikuti pelajaran, disiplin menaati peraturan

yang ada di sekolah, dan disiplin mengerjakan tugas terutama tugas pekerjaan

rumah. Berdasarkan informasi yang diperolah melalui wawancara dengan

beberapa guru SD se-Daerah Binaan R. A. Kartini Kecamatan Kutoarjo

Kabupaten Purworejo, para siswa khususnya kelas V memiliki tingkat

kedisiplinan yang berbeda-beda, masih ada sekolah yang siswanya kurang

berdisiplin dalam meaati peraturan sekolah. Khususnya ada beberapa anak yang

persentase kehadirannya kurang. Masalah yang sering terjadi masih ada siswa

yang tidak mengerjakan PR, terlambat masuk kelas dan guru masih menemukan

siswa yang sering mencontek. Ketika observasi dan wawancara juga menemukan

bahwa hasil belajar siswa kelas V di SD Daerah Binaan R. A. Kartini masih ada

siswa yang nilai ulangan hariannya kurang, masih ada siswa yang belum

mencapai KKM. Namun, siswa yang nilai ulangannya kurang tersebut tidak

semua juga kurang berdisiplin. Dari itu penulis tertarik untuk mengadakan

penelitian terkait kedisiplinan siswa, seberapa besar pengaruh kedisiplinan siswa

terhadap hasil belajar.

Penelitian ini dilaksanakan di SD se-Daerah Binaan R. A. Kartini yang

terdiri dari 7 SD dari 45 SD di kecamatan Kutoarjo. SD Daerah Binaan R. A.


5

Kartini terdiri dari SDN Sidarum, SDN Kuwurejo, SDN Pringgowijayan, SDN

Semawung Daleman 1, SDN Semawung Daleman 2, SDN Senepo, dan SD

Nasional Indonesia. Jumlah Daerah Binaan untuk SD di Kecamatan Kutoarjo

sebanyak 6 Daerah Binaan. Dari keenam Daerah Binaan tersebut penulis

mempertimbangkan memilih Daerah Binaan R. A. Kartini. Berdasarkan informasi

terkait hasil Ujian Nasional seluruh SD di Kecamatan Kutoarjo, rata-rata

peringkat ketujuh SD di Daerah Binaan R. A. Kartini ini lebih rendah daripada

Daerah Binaan yang lain. Hasil belajar siswanya dapat dikatakan rendah bila

dilihat dari peringkat nilai ujian walupun itu tidak bisa menjadi patokan hasil

belajar siswanya rendah semua, namun hal ini menjadi prediksi awal bagi penulis.

Informasi awal ini menjadi bahan pertimbangan penulis untuk melakukan

penelitian di SD Daerah Binaan R. A. Kartini. Penelitian dilakukan di kelas V

dengan mempertimbangkan siswa kelas V masih rendah hasil belajarnya. Kelas V

ini nantinya akan naik kelas enam dan akan malaksanakan UN, diharapkan dapat

meningkatkan hasil belajarnya nanti.

Hasil belajar siswa SDN se-daerah binaan R.A. Kartini tergolong rendah

dibandingkan dengan daerah binaan yang lain. Hasil belajar yang rendah ini

dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor yang terlihat salah satunya adalah faktor

kedisiplinan siswa, masih ditemukan ketidakdisiplinan siswa saat belajar di kelas

dan saat belajar. Kurangnya siswa disiplin akan mengganggu pembelajran,

khususnya saat belajar di kelas siswa yang tidak disiplin akan mengganggu siswa

lain dengan kata lain kelas pasti kurang kondusif. Hasil belajar siswa di daerah

binaan R.A. Kartini juga kurang dibanding dengan keenam daerah binaan yang
6

lain. Penulis mempertimbangkan melakukan penelitian di SD se-daerah binaan

R.A. Kartini karena terdapat permasalahan kedisiplinan siswa dan gurunya, selain

itu hasil belajar siswa masih rendah disbanding dengan daerah binaan yang lain.

Hasil belajar yang dipengaruhi oleh kedisiplinan siswa sudah pernah diteliti.

Pertama oleh Nokwanti (2013) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh

Tingkat Disiplin dan Lingkungan Belajar di Sekolah terhadap Prestasi Belajar

Siswa”. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah yang terkait disiplin

yaitu terdapat pengaruh disiplin terhadap prestasi belajar siswa dengan koefisien

determinan sebesar 45%. Namun, ditemukan juga penelitian tentang pengaruh

disiplin terhadap hasil belajar yang menemukan disiplin tidak berpengaruh besar

terhadap hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Wiwin winarsih,

Nuraini Asriati, dan Rusti yarso (2013) dengan judul “Pengaruh disiplin terhadap

hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMA. Hasil yang

diperoleh adalah disiplin tidak memberikan pengaruh besar terhadap hasil belajar,

hanya sebesar 0.080 atau 8% namun ada faktor lain di luar penelitian yang tidak

diteliti yang mempengaruhi hasil belajar siswa.

Penulis bermaksud mengadakan penelitian di Sekolah Dasar se-Daerah

Binaan R. A. Kartini Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo dikarenakan

memiliki permasalahan yang sama pada kedisiplinan. Sesuai latar belakang maka

penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh

Kedisiplinan terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar se-Daerah

Binaan R. A. Kartini Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo”. Penulis ingin

mengetahui seberapa besar pengaruh kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar


7

siswa di sekolah dan apakah kedisiplinan mempunyai pengaruh yang besar

terhadap hasil belajar siswa.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, masalah-masalah yang ada dipenelitian

ini dapat di identifikasi sebagai berikut:

(1) Guru masuk kelas tidak tepat waktu.

(2) Guru mengajar belum bervariasi yang sering membuat siswa bosan.

(3) Sebagian siswa tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru.

(4) Beberapa siswa tidak rapi dalam memakai seragam.

(5) Siswa sering terlambat berangkat sekolah.

(6) Siswa tidak mengerjakan PR dirumah dan sering mencontek teman.

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka untuk memfokuskan

pembahasan agar tidak terlalu luas dan karena adanya keterbatasan penulis, perlu

dilakukan pembatasan masalah. Penelitian ini masalah yang diteliti akan dibatasi,

yaitu menyangkut pengaruh Kedisiplinan siswa (X) terhadap hasil belajar siswa

(Y) di SD Daerah Binaan R. A. Kartini. Kedisiplinan siswa dalam penelitian ini

meliputi: a) Disiplin berangkat sekolah, b) Disiplin mengikuti pembelajaran di

kelas, c) Disiplin mengerjakan tugas, d) Disiplin belajar di rumah, e) Disiplin

menaati tata tertib sekolah.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian, identifikasi dan batasan masalah

tersebut di atas, maka rumusan masalah penelitian ini yaitu sebagai berikut.
8

Apakah ada pengaruh antara kedisiplinan terhadap hasil belajar siswa

kelas V Sekolah Dasar se-Daerah Binaan R. A. Kartini Kecamatan Kutoarjo

Kabupaten Purworejo?

1.5 Tujuan Penelitian

Penelitian ini terdiri atas dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

Adapun tujuan umum dan tujuan khusus dilaksanakannya penelitian ini adalah

sebagai berikut:

1.5.1 Tujuan Umum

Untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan terhadap hasil belajar siswa

kelas V Sekolah Dasar se-Daerah Binaan R. A. Kartini Kecamatan Kutoarjo

Kabupaten Purworejo.

1.5.2 Tujuan Khusus

Untuk menganalisis seberapa besar signifikan pengaruh kedisiplinan

terhadap hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar se-Daerah Binaan R. A.

Kartini Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo.

1.6 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan mampu memberi manfaat baik secara teoritis

maupun praktis. Manfaat tersebut antara lain.

1.6.1 Manfaat Teoritis

(1) Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan dan menambah

referensi di bidang pendidikan dan memberikan informasi tentang pengaruh

kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar siswa.


9

(2) Penelitian ini dapat dijadikan sumber bacaan dan bahan kajian lebih lanjut

bagi penulis selanjutnya khususnya di bidang pendidikan.

1.6.2 Manfaat Praktis

Secara praktis, penelitian ini memberikan manfaat bagi penulis, siswa, guru,

dan pihak sekolah. Manfaat tersebut antara lain sebagai berikut:

1.6.2.1 Bagi penulis

Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang

kedisiplinan siswa yang dapat mempengaruhi hasil belajarnya.

1.6.2.2 Bagi siswa

Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk meningkatkan

kedisiplinan siswa di sekolah. Serta dapat menjadi masukan meningkatkan hasil

belajar siswa.

1.6.2.3 Bagi guru

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah masukan bagi guru untuk

meningkatkan kedisiplinan siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

1.6.2.4 Bagi sekolah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan membantu

pihak sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan sehubungan dengan hasil

belajar siswa.
BAB 2

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kerangka Teori

Bagian ini berisi teori-teori yang berhubungan dengan penelitian ini. Teori

yang berhubungan dengan penelitian ini yaitu penertian kedisiplinan, perlunya

disiplin, fungsi disiplin, faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin, aspek-aspek

kedisiplinan, indikator kedisiplinan siswa, hasil belajar, faktor- faktor yang

mempengaruhi hasil belajar, dan pengaruh kedisiplinan siswa terhadap hasil

belajar. Uraian selengkapnya sebagai berikut:

2.1.1 Pengertian Kedisiplinan

Kedisiplinan berasal dari kata dasar disiplin yang mendapat imbuhan ke-

an. Makna imbuhan ke-an dijelaskan oleh Sugiarto (2013: 109) kata yang

mendapat imbuhan ke-an mengacu ke hal atau keadaan. Ditegaskan kembali oleh

Hadi (2009) makna imbuhan ke-an mengandung beberapa makna menurut kata

yang mendapat imbuhan, antara lain hal atau keadaan, agak atau terlalu, terkena,

menyerupai dll. Kedisiplinan disini mendapat imbuhan ke-an yang bermakna hal

atau keadaan.

Kata disiplin sendiri berasal dari bahasa latin “disciplina” yang menunjuk

kepada belajar dan mengajar. Kata ini berasosiasi sangat dekat dengan istilah

“disciple” yang berarti mengikuti orang belajar di bawah pengawasan pemipinan

(Ekosiswoyo, 2002: 97). Ekosiswoyo dan Rachman (2002: 97) mengatakan

bahwa “Disiplin hakikatnya adalah pernyataan sikap mental individu maupun

masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh


10
11

kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian

tujuan.”

Disiplin dalam Bahasa Indonesia seringkali terkait dan menyatu dengan

istilah tata tertib dan ketertiban. Istilah ketertiban mempunyai arti kepatuhan

seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong atau

disebabkan oleh sesuatu yang datang dari luar dirinya. Sebaliknya, istilah disiplin

sebagai kepatuhan dan ketaatan yang muncul karena adanya kesadaran dan

dorongan dari dalam diri orang itu. Istilah tata tertib berarti perangkat peraturan

yang berlaku untuk menciptakan kondisi yang tertib dan teratur (Tu’u, 2004: 31).

Prijodarminto (1994) dalam Tu’u (2004: 31) menjelaskan bahwa “disiplin

sebagai suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk dari serangkaian perilaku yang

menunjukkan nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan atau keteraturan atau

ketertiban”. Gie (1972) dalam Mujiati (2013: 8) memberikan pengertian disiplin

yaitu “Disiplin adalah suatu keadaan tertib di mana orang-orang yang tergabung

dalam suatu organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan

rasa senang hati”.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan

adalah keadaan sikap atau perilaku seseorang yang sesuai dengan aturan atau tata

tertib yang berlaku sehingga tercipta ketertiban dan keteraturan. Dengan adanya

kedisiplinan yang berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dalam

hatinya serta dilakukan secara teratur tanpa adanya paksaan atau tekanan dari

pihak manapun akan membentuk kedisiplinan yang membekas. Kedisiplinan


12

tersebut dapat membantu siswa untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan

sekaligus membantu siswa mencapai tujuan secara maksimal.

2.1.2 Perlunya Disiplin

Disiplin diperlukan oleh siapapun dan di manapun, begitu pula siswa.

Dengan adanya disiplin siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Dunham

(1984: 66) dalam Ehiane (2014: 181)“effective discipline helps in the achievement

of goals, expectation and responsibility in students”. Artinya disiplin yang efektif

membantu dalam pencapaian tujuan, harapan dan tanggung jawab pada siswa.

Jadi disiplin membantu siswa untuk mencapai tujuannya, tujuan siswa dalam

belajar adalah mencapai hasil belajar yang memuaskan. Selain itu, disiplin

berperan penting membentuk individu yang bertanggung jawab.

Disiplin memang memegang peran penting dikehidupan setiap individu

bahkan penting untuk seorang siswa. Siswa perlu mempunyai sikap disiplin di

sekolah bahkan di dalam belajar. Menurut Tu’u (2004: 37) disiplin penting karena

alasan berikut ini:

(1) Dengan disiplin yang muncul karena kesadaran diri, siswa berhasil dalam

belajarnya. Sebaliknya siswa yang sering melanggar peraturan sekolah pada

umumnya terhambat optimalisasi potensi dan prestasinya.

(2) Tanpa disiplin yaang baik, suasana sekolah dan kelas menjadi kurang

kondusif bagi kegiatan pembelajaran. Secara positif disiplin memberi

dukungan bagi proses pembelajaran.


13

(3) Orang tua senantiasa berharap di sekolah anak-anak dibiasakan dengan

norma-norma, nilai kehidupan dan disiplin. Dengan demikian anak-anak

dapat menjadi individu yang tertib, teratur dan disiplin.

(4) Disiplin merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam belajar dan kelak

ketika bekerja. Kesadaran akan pentingnya norma, aturan, kepatuhan dan

ketaatan merupakan prasyarat kesuksesan seseorang.

Rachman (1999) dalam Tu’u (2004: 35) juga menyatakan pentingnya

disiplin bagi siswa, yaitu sebagai berikut: (1) Memberi dukungan bagi terciptanya

perilaku yang tidak menyimpang, membantu siswa memahami dan menyesuaikan

diri dengan tuntutan lingkungan, (2) cara menyelesaikan tuntutan yang ingin

ditunjukkan peserta didik terhadap lingkungannya, untuk mengatur keseimbangan

keinginan individu satu dengan individu lainnya, (3) menjauhi siswa melakukan

hal-hal yang dilarang sekolah, mendorong siswa melakukan hal-hal yang baik dan

benar, (4) peserta didik belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik,

positif dan bermanfaat baginya dan lingkungannya, (5) terakhir kebiasaan baik itu

menyebabkan ketenangan jiwanya dan lingkungannya.

Selanjutnya Parker (2006: 144) menjelaskan pentingnya disiplin untuk

menjaga anak-anak tetap terjaga dan aman, mengajarkan anak untuk memikirkan

orang lain termasuk orang tuanya, memberikan sebuah kondisi yang bisa

diprediksi dan karenanya aman bagi mereka jika berada di sana, membantu anak-

anak mengembangkan kemandirian yang konstruktif, memperjelas perbedaan

antara perilaku yang diterima dan yang tidak diterima, menunjukkan bahwa setiap
14

perbuatan memiliki akibat, membantu agar anak dengan mudah berhadapan

dengan beragam kelompok, misalnya keluarga atau sekolah.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa disiplin sangat

penting bagi setiap siswa. Disiplin yang tumbuh secara sadar akan membentuk

sikap, perilaku dan tata kehidupan yang teratur yang akan menjadikan siswa

sukses ketika belajar. Siswa yang disiplin akan mencapai hasil belajar yang baik.

Siswa yang mempunyai aturan dan tata tertib dalam baik di sekolah atau di rumah

serta mentaati aturan tersebut akan membuat siswa menjadi terbiasa dan tertib.

2.1.3 Fungsi Disiplin

Disiplin itu merupakan sesuatu yang penting, disiplin juga memiliki

berbagai fungsi bagi setiap individu. Fungsi disiplin menurut Tu’u (2004: 38-44)

ada enam, yaitu menata kehidupan bersama, membangun kepribadian, melatih

kepribadian, pemaksaan, hukuman, dan menciptakan lingkungan yang kondusif.

Disiplin memiliki fungsi yang beragam dan disiplin yang utama adalah melatih

dan membentuk kepribadian.

Fungsi disiplin yang pertama adalah menata kehidupan. Setiap individu

pasti membutuhkan orang lain, seseorang tidak bisa hidup sendiri. setiap orang

pasti berhubungan dengan orang lain, maka setiap orang yang hidup dikatakan

makhluk sosial. Dalam hidup bersosial atau hidup berdampingan perlu adanya

norma dan nilai untuk mengatur semua kehidupan dan kegiatan yang dilakukan

setiap orang supaya dapat berjalan lancar tidak ada perselisihan. Disiplin disini

memiliki peran untuk menyadarkan semua orang bahwa harus saling menghargai

dan menghormati sesama dalam kehidupan.


15

Membangun kepribadian adalah fungsi disiplin yang kedua. Kepribadian

adalah sifat, tingkah laku dan pola hidup seseorang yang tercermin dalam

kehidapannya sehari-hari. Kepribadian terbentuk didalam lingkunag keluarga,

sekolah dan masyarakat. Disiplin yang diterapkan di lingkungan tersebut akan

membentuk kepribadian seseorang. Kedisiplinan akan membuat seseorang

terbiasa untuk mengikuti dan menaati aturan yang kemudian kebiasaan itu akan

membekas pada diri seseorang tersebut. Kebiasaan tersebut kemudian akan

menjadi kepribadiannya.

Kepribadian tidak begitu saja terbentuk namun perlu dilatih. Fungsi

disiplin yang ketiga adalah melatih kepribadian. Sikap, tingkah laku dan pola

hidup yang baik tidak semata-mata terbentuk begitu saja dalam waktu singkat.

Semua itu dibentuk dan melalui proses latihan yang panjang. Berusaha untuk

selalu berdisiplin adalah bentuk latiahan yang nanti akan membentuk kepribadian.

Pemaksaan dan hukuman adalah fungsi disiplin yang selanjutnya. Disiplin

yang dipaksa sebenarnya tidak baik dan biasanya akan menyebabkan pengaruh

negatif bagi orang tersebut. Namun dengan pendampingan guru dan orang tua

dalam pemaksaan dan pembiasaan akan melatih siswa untuk berdisiplin dan

menyadarkan bahwa disiplin penting. Hukuman sendiri biasanya dibentuk untuk

memberikan sanksi kepada pelanggar tata tertib atau aturan. Aturan dan tata tertib

berisi hal-hal positif yang harus dilaksanakan atau dipatuhi. Hukuman sendiri

dapat mendorong siswa untuk menaati dan mematuhi tata tertib yang ada. Namun

hukuman yang diberikan harus ada nilai pendidikan agar siswa dapat sadar dan

belajar bukan membawa hal yang negative dan trauma bagi siswa.
16

Menciptakan lingkungan kondusif adalah salah satu fungsi disiplin yang

lain. Sekolah adalah lingkungan pendidikan dimana dilaksanakannnya proses

belajar mengajar. Sekolah sebagai lingkungan pendidikan harus menjamin

terselenggaranya proses belajar yang baik dengan kondisi yang baik pula.

Kondisiyang baik meliputi kondisi aman, tentram, tenang, tertib dan teratur, saling

menghargai dan hubungan pergaulan ynag baik. Belajar dengan lingkungan yang

kondusif akan memberikan kenyamanan dan belajar akan lebih berhasil dan

optimal.

2.1.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Disiplin

Kedisiplinan siswa dapat terbentuk dan terbina melalui berbagai cara,

disiplin itu tidak terbentuk begitu saja perlu latihan dan pembinaan serta diri

kemauan siswa. Berdasarkan penuturan Tu’u (2004: 48-50) disiplin dipengaruhi

oleh beberapa hal, yaitu kesadaran diri, pengikutan dan ketaatan, alat pendidikan,

hukuman, teladan, lingkungan yang berdisiplin, dan latihan berdisiplin. Ketujuh

faktor tersebut merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang berdisiplin

baik dilingkungan sekolah atau lingkungan keluarga.

Faktor kesadaran diri adalah faktor dimana seseorang memahami dan

mengerti bahwa disiplin penting bagi kebaikan dan keberhasilan dirinya. Ketika

seseorang atau siswa menyadari bahwa disiplin penting maka siswa akan selalu

senantiasa berdisiplin yang nantinya hasil belajar siswa di rumah atau di sekolah

menjadi lebih baik. Faktor kedua, pengikutan dan ketaatan dimana faktor ini

kelanjutan dari kesadaran diri. Setelah siswa telah memiliki kesadaran diri bahwa

disiplin penting maka siswa akan melakukan sikap atau perilaku yang taat akan
17

aturan. Hal ini merupakan pengikutan atau ketaatan, artinya siswa mengikuti atau

menaati peraturan-peraturan yang berlaku.

Alat pendidikan merupakan faktor selanjutnya yang mempengaruhi

disiplin. Alat pendidikan dimaksudkan untuk mempengaruhi, mengubah,

membina dan membentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang ditentukan

atau diajarkan. Dengan alat pendidikan, disiplin siswa dapat dibentuk dan dilatih

sehingga siswa mempunyai kedisiplinan yang baik. Alat pendidikan biasanya

diikuti dengan hukuman. Hukuman digunakan sebagai upaya menyadarkan,

mengoreksi dan meluruskan yang salah sehingga siswa dapat kembali pada

perilaku yang sesuai harapan.

Selanjutnya, faktor teladan mempengaruhi disiplin siswa. teladan atau

contoh akan lebih bermakna dibandingkan kata-kata nasehat atau peringatan.

Teladan yang dilakukan oleh orang tua, guru atau kepala sekolah akan

mempengaruhi siswa secara tidak langsung. Siswa lebih sering mencontoh hal-hal

ynag dilakukan oleh orang tua atau gurunya. Maka dari itu, orang tua, guru atau

kepala sekolah perlu memberikan teladan yang baik terutama ketika didepan

siswa.

Faktor yang lain adalah lingkungan yang berdisiplin. Siswa juga dapat

dipengaruhi oleh lingkungannya. Lingkungan sangat mempengaruhi siswa karena

siswa dimana tempat siswa bergaul dan berinteraksi. Ketika lingkungan siswa

tidak disiplin maka siswa akan terpengaruh untuk tidak berdisiplin, sebaliknya

lingkungan disiplin akan mempengaruhi siswa untuk disiplin. Siswa akan terbawa

berdisiplin bila lingkungannya sudah disiplin. Ketika di lingkungan rumah yang


18

disiplin, orang tua selalu disiplin maka siswa secara tidak langsung akan

mencontoh dan terbawa untuk berdisiplin.

Faktor yang terakhir adalah latihan berdisiplin. Disiplin dapat dicapai dan

dibentuk melalui latihan dan kebiasaan. Artinya, melakukan disiplin secara

berulang-ulang dan membiasakannya dalam praktik-praktik disiplin sehari-hari.

Praktik yang dilakukan sehari-hari akan membuat siswa terbiasa, dan akhirnya

siswa dapat disiplin. Dengan latihan juga, siswa akan tebiasa dan membiasakan

diri sehingga dalam diri siswa akan terbentuk disiplin.

2.1.5 Aspek-aspek Kedisiplinan

Menurut Arikunto dalam Aulia (2012: 7-10) kedisiplinan siswa dapat

dilihat dari 3 aspek yaitu, aspek disiplin siswa di lingkungan keluarga, aspek

disiplin siswa di lingkungan sekolah, dan aspek disiplin siswa di lingkungan

pergaulan.

Disiplin di lingkungan keluarga adalah peraturan dirumah mengajarkan

anak apa yang harus dan apa yang boleh dilakukan di rumah atau dalam hubungan

dengan anggota keluarga. Disiplin keluarga mempunyai peran penting agar anak

segera belajar dalam hal perilaku. Lingkungan keluarga sering disebut lingkungan

pertama didalam pendidikan dan sangat penting untuk membetuk pola

kepribadian anak, karena di keluarga anak pertama kali berkenalan dengan nilai

dan norma. Aspek disiplin di lingkungan keluarga, meliputi: a) Mengerjakan tugas

sekolah di rumah b) Mempersiapkan keperluan sekolah dirumah.

Selain disiplin di lingkungan keluarga selanjutnya adalah disiplin di

lingkungan sekolah. Disiplin di lingkungan sekolah adalah peraturan, peraturan


19

ini mengatakan pada anak apa yang harus dan apa yang tidak boleh dilakukan

sewaktu dilingkungan sekolah. Disiplin sekolah merupakan hal yang sangat

penting dalam peraturan dan tata tertib yang ditunjukan pada siswa. Apabila

disiplin sekolah telah menjadi kebiasaan belajar, maka nantinya siswa benar-benar

menganggap kalau belajar disekolah adalah merupakan suatu kebutuhan bukan

sebagai kewajiban atau tekanan. Aspek disiplin siswa di lingkungan sekolah,

meliputi : a) Sikap siswa dikelas b) Kehadiran siswa c) Melaksanakan tata tertib

di sekolah.

Aspek disiplin siswa di lingkungan pergaulan yaitu aspek dimana siswa

bermain dan berinteraksi dengan teman dan masyarakat. Maksud disiplin

pergaulan sendiri adalah peraturan lapangan bermain terutama dipusatkan pada

permainan dan olah raga. Peraturan itu juga mengatur tingkah laku kelompok.

Peraturan disini mempunyai nilai pendidikan, sebab peraturan memperkenalkan

pada anak prilaku yang disetujui anggota kelompoknya. Aspek disiplin siswa di

lingkungan pergaulan, meliputi : a) Yang berhubungan dengan pinjam meminjam

b) Yang berhubungan dengan disiplin waktu.

Demikian aspek-aspek yang dikemukakan oleh Arikunto. Dari uraian di

atas dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek kedisiplinan siswa dapat dilihat dari

aspek disiplin di lingkungan keluarga, di lingkungan sekolah dan di lingkungan

pergaulan. Dalam lingkungan tersebut kedisiplinan siswa dapat dilihat, serta

lingkungan dapat membentuk kedisiplinan siswa.


20

2.1.6 Indikator Kedisiplinan Siswa

Dari aspek-aspek disiplin menurut Arikunto yang telah diuraikan, maka

dapat diambil lima indikator kedisiplinan siswa sebagai berikut:

(1) Mengerjakan tugas sekolah di rumah

Mengerjakan tugas sekolah dirumah maksudnya adalah jika ada

pekerjaan rumah (PR) dari guru maka siswa selalu mengerjakannya dirumah

secara individu maupun kelompok dan bertanya kepada bapak atau ibunya.

(2) Mempersiapkan keperluan sekolah di rumah

Mempersiapkan keperluan sekolah dirumah maksudya adalah setiap

sore atau malam hari siswa selalu mempersiapkan perlengkapan belajar

misalnya buku tulis, buku paket, dan alat tulis yang akan dibawa kesekolah.

(3) Sikap siswa di kelas

Sikap siswa dikelas maksudnya adalah pada saat guru menerangkan

materi pelajaran maka siswa memperhatikannya dan tidak membuat

kegaduhan di kelas serta jika ada tugas dari guru maka siswa akan langsung

mengerjakannya.

(4) Kehadiran siswa

Kehadiran siswa maksudnya adalah siswa tidak terlambat pada saat

pembelajaran akan dimulai maka siswa akan datang kekelas lebih awal dan

siswa tidak membolos pada saat pembelajaran dimulai.


21

(5) Melaksanakan tata tertib di sekolah

Mengerjakan tata tertib disekolah maksudnya semua aturan yang

tetulis baik mengenai seragam maupun sikap disekolah harus ditaati dan

patuhi.

Tu’u (2004: 91) dalam penelitiannya mengenai disiplin mengemukakan

bahwa indikator yang menunjukkan pergeseran atau perubahan hasil belajar siswa

sebagai kontribusi mengikuti dan menaati peraturan sekolah meliputi: dapat

mengatur waktu belajar di rumah, rajin dan teratur belajar, perhatian yang baik

saat belajar di kelas dan ketertiban diri saat belajar di kelas.

Sejalan dengan pendapat Khafid (2007: 195) dalam penelitiannya yang

membagi indikator kedisiplinan yang menjadi beberapa indikator sebagai berikut:

ketaatan terhadap tata tertib sekolah, ketaatan terhadap kegiatan belajar di

sekolah, ketaatan dalam mengerjakan tugas-tugas pelajaran, dan ketaatan terhadap

kegiatan belajar di rumah.

Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini penulis membagi

indikator kedisiplinan siswa menjadi lima macam, yaitu sebagai berikut:

(1) disiplin berangkat sekolah,

(2) disiplin mengikuti pembelajaran di sekolah,

(3) disiplin mengerjakan tugas,

(4) disiplin belajar di rumah,

(5) disiplin menaati tata tertib sekolah.


22

2.1.7 Pengertian Belajar

Pakar pendidikan telah banyak mengemukakan pengertian tentang belajar,

salah satunya Slavin dalam Rifa’i dan Anni (2011: 2) menyatakan bahwa belajar

merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman. Menurut Gage

dan Berliner dalam Rifa’i dan Anni (2011: 2) menyatakan bahwa belajar

merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil

dari pengalaman. Sejalan dengan Cronbach dalam Suprijono (2009: 2)

menyatakan bahwa belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil dari

pengalaman.

Pengertian belajar secara psikologis menurut Slameto (2013: 2) merupakan

suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi

dengan lingkungannya. Drs. Slameto kemudian mendefinisikan belajar sebagai

suatu proses usaha seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku

yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam

interaksi dengan lingkungannya. Hal ini kurang lebih sama dengan menurut

Morgan dalam Suprijono (2009: 3) belajar adalah perubahan perilaku yang

bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman.

Berdasarkan beberapa pendapat tentang pengertian belajar tersebut, dapat

disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan

seseorang yang mengakibatkan perubahan tingkah laku yang tetap atau permanen

sebagai hasil dari latihan atau pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan.

Perubahan tersebut tidak hanya bertambahnya pengetahuan, tetapi terwujud dalam


23

sikap, keterampilan, kecakapan, kemampuan, tingkah laku, kepribadian, dan lain-

lain.

2.1.8 Hasil Belajar

Winkel (1996:51) dalam Purwanto (2014: 45) mendefinisikan hasil belajar

merupakan perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan

tingkah lakunya. Rifa’i dan Anni (2011: 85) menjelaskan pengertian hasil belajar

secara singkat yaitu “hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh

peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar”.

Hasil belajar dapat berupa ilmu pengetahuan, namun tidak hanya

pengetahuan yang diperoleh setiap individu dalam belajar. Menurut Gagne dalam

Suprijono (2009: 5), hasil belajar siswa berupa informasi verbal, keterampilan

intelektual, strategi kognitif, keterampilan motorik, dan sikap. Bentuk hasil belajar

siwa menurut Gagne tersebut tidak hanya pengetahuan saja. Namun hasil belajar

dapat berupa informasi verbal, keterampilan dan sikap.

Informasi verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam

bentuk bahasa, baik lisan maupun tertulis. Kemampuan merespons secara spesifik

terhadap rangsangan spesifik. Kemampuan tersebut tidak memerlukan

masnipulasi simbol, pemecahan masalah maupun penerapan aturan. Untuk

keterampilan intelektual yaitu kemampuan mempresentasikan konsep dan

lambang. Keterampilan intelektual terdiri dari kemampuan mengategorisasi,

kemampuan analitis-sintesis fakta-konsep dan mengembangkan prinsip-prinsip

keilmuan. Keterampilan intelektual merupakan kemampuan melakukan aktivitas

kognitif bersifat khas.


24

Hasil belajar yang berupa strategi kognitif yaitu kecakapan menyalurkan

dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri. Kemampuan ini meliputi

penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah. Hasil belajar yang

berupa keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan gerak jasmani dalam

urusan dan koordinasi, sehingga terwujud gerak jasmani. Terakhir, hsail belajar

berupa sikap adalah kemampuan menerima atau menolak obyek berdasarkan

penilaian terhadap obyek tersebut. Sikap berupa kemampuan menginternalisasi

dan eksternalisasi nilai-nilai. Sikap merupakan kemampuan menjadikan nilai-nilai

sebagai standar perilaku.

Sementara Bloom dalam Sudjana (2009: 22) berpendapat bahwa hasil

belajar itu mencakup tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah

psikomotorik. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang

terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi,

analisis, sintesis, dan evaluasi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat

rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat tinggi. Ranah

afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni penerimaan,

jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. Ranah psikomotoris

berkenaan dengan hasil belajar ketrampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam

aspek ranah psikomotoris, yakni (a) gerakan refleks, (b) ketrampilan gerakan

dasar, (c) kemampuan perceptual, (d) keharmonisan atau ketepatan, (e) gerakan

ketrampilan kompleks, dan (f) gerakan ekspresif dan interpretatif. Ketiga ranah

tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar. Diantara ketiga ranah tersebut,
25

ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di sekolah karena

berkaitan dengan kemampuan para siswa menguasai isi bahan pengajaran.

Berdasarkan pengertian hasil belajar tersebut dapat disimpulkan hasil

belajar merupakan perubahan tingkah laku dan sikap pada individu setelah

melakukan kegiatan belajar. Hasil belajar yang diperoleh individu yaitu berupa

pengetahuan, keterampilan dan sikap yang ketiganya termasuk dalam tiga ranah.

Ketiga ranah tersebut umumnya merupakan objek penilaian hasil belajar dalam

kegiatan belajar. Ranah kognitif yang umum digunakan oleh guru berkaitan

dengan pengetahuan akademik.

2.1.9 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Belajar yang efektif sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dalam

bukunya, Hamalik (2013: 32,33) mengatakan belajar efektif dipengaruhi oleh

faktor-faktor kondisioanal yang ada, ada sepuluh faktor kondisional tersebut yaitu

pertama faktor kegiatan, penggunaan dan ulangan; kedua latihan; kepuasan;

mengetahui berhasil atau tidak; faktor asosiasi; pengalaman masa lampau;

kesiapan belajar; minat dan usaha; selanjutnya faktor-faktor fisiologis; dan

terakhir intelegensi.

Faktor kegiatan, penggunaan dan ulangan. Apapun yang telah dipelajari

perlu digunakan secara praktis dan diadakan ulangan secara berlanjut di bawah

kondisi yang serasi, sehingga penguasaan hasil belajar menjadi lebih mantap.

Kedua, belajar memerlukan latihan. Melalui relearning, recalling, dan reviewing,

pelajaran yang terlupakan dapat dikuasai kembali dan pelajaran yang belum

dikuasai akan dapat lebih mudah dipahami.


26

Ketiga, belajar siswa lebih berhasil, belajar akan lebih berhasil jika siswa

merasa berhasil dan mendapat kepuasannya. Belajar hendaknya dilakukan dalam

suasana yang menyenangkan. Maka hasil yang diperoleh akan baik dan optimal.

Keempat, Siswa perlu mengetahui apakah ia berhasil atau gagal dalam belajarnya.

Keberhasilan akan memberi kepuasan dan mendorong belajar lebih baik,

sedangkan kegagalan akan membuat frustasi.

Faktor asosiasi, faktor kondisional yang kelima mempengaruhi belajar.

Faktor ini manfaatnya besar dalam belajar karena semua pengalaman belajar

antara yang lama dan yang baru diasosiasikan secara berurut, sehingga menjadi

satu kesatuan pengalaman. Kemudian siswa setelah mengasosiasikan akan

mendapat pemahaman yang utuh. Keenam, pengalaman masa lampau (bahan

apersepsi) dan pengertian yang dimiliki siswa. Pengalaman dan pengertian itu

menjadi dasar untuk menerima pengalaman-pengalaman baru dan pengertian-

pengertian baru.

Selanjutnya, faktor kesiapan belajar. Murid yang siap belajar akan dapat

melakukan kegiatan belajar lebih mudah dan lebih berhasil. Siswa yang kurang

siap dalam belajar maka tidak akan berhasil atau tetinggal dengan siswa yang lain.

Selain kesiapan belajar faktor minat dan usaha juga mempengaruhi hasil belajar.

Belajar dengan minat akan mendorong siswa belajar lebih baik daripada belajar

tanpa minat. Namun, minat tanpa usaha yang baik maka belajar sulit untuk

berhasil.

Selanjutnya yang terakhir faktor-faktor fisiologis dan faktor intelegensi.

Faktor fisiologis artinya kondisi badan siswa sangat berpengaruh dalam proses
27

belajar. Badan yang lemah akan menurunkan perhatian siswa yang akhirnya

belajar tidak sempurna. Sedangkan faktor intelegensi, berkaitan dengan

kecerdasan siswa. Siswa yang cerdas akan lebih berhasil dalam kegiatan belajar

daripada yang kurang cerdas. Siswa yang cerdas akan lebih mudah menangkap

dan memahami materi daripada siswa yang kurang cerdas.

Menurut Rifa’i dan Anni (2011: 97,98), faktor-faktor yang mempengaruhi

belajar adalah kondisi internal dan eksternal peserta didik. Kondisi internal

mencakup kondisi fisik, seperti kesehatan organ tubuh; kondisi psikis, seperti

kemampuan intelektual, emosional; dan kondisi sosial, seperti kemampuan

bersosialisasi dengan lingkungan. Oleh karena itu kesempurnaan dan kualitas

kondisi internal yang dimiliki oleh peserta didik akan berpengaruh terhadap

kesiapan, proses, dan hasil belajar.

Beberapa faktor eksternal yaitu variasi dan tingkat kesulitan materi belajar

(stimulus) yang dipelajari (direspon), tempat belajar, iklim, suasana lingkungan,

dan budaya belajar masyarakat akan mempengaruhi kesiapan, proses, dan hasil

belajar. Jadi belajar yang berhasil mempersyaratkan pendidik memperhatikan

kemampuan internal peserta didik dan situasi stimulus yang berada di luar peserta

didik. Dengan kata lain belajar tipe kemampuan baru harus dimulai dari

kemampuan yang telah dipelajari sebelumnya dan menyediakan situasi eksternal

yang bervariasi.

Selanjutnya Slameto (2013: 54-72) mengemukakan faktor-faktor yang

yang mempengaruhi hasil belajar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:


28

Pertama, Faktor internal adalah faktor yang berasal dari individu itu

sendiri. Faktor internal terdiri atas faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor

kelelahan. Faktor jasmaniah meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan

keaadaan jasmani. Hal-hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan faktor

jasmani diantaranya kesehatan dan cacat tubuh.

Faktor psikologis dalam belajar meliputi intelegensi, perhatian, minat,

bakat, motif, kematangan, dan kesiapan. Untuk faktor kelelahan dalam belajar

dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan

rohani (bersifat psikis). Kelelahan jasmani dapat terlihat dengan adanya

kecenderungan untuk membaringan tubuh. Sedangkan kelelahan rohani dapat

terlihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan

untuk belajar hilang. Kelelahan baik secara jasmani maupun rohani dapat

dihilangkan dengan cara istirahat, tidur, melakukan variasi dalam belajar, olahraga

secara teratur, dan lain-lain.

Kedua, Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri individu.

Faktor eksternal dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu faktor keluarga, faktor

sekolah, dan faktor masyarakat. Uraian selangkapnya sebagai berikut.

Faktor keluarga yang mempengaruhi belajar meliputi cara orang tua dalam

mendidik anak, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, sosial ekonomi

keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan. Selanjutnya,

faktor sekolah yang mempengaruhi belajar mencakup metode mengajar,

kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah,

alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar,
29

dan tugas rumah. Dalam disiplin sekolah dijelaskan agar siswa belajar lebih maju,

siswa harus disiplin di dalam belajar baik di sekolah, di rumah, dan di

perpustakaan. Agar siswa disiplin haruslah guru beserta stafnya yang lain disiplin.

Kemudian fakor masyarakat merupakan faktor eksternal yang juga

berpengaruh terhadap belajar siswa. Faktor masyarakat yang mempengaruhi

belajar siswa antara lain kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa seperti

TV, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat di sekitar siswa.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar sesuai pendapat para ahli

digolongkan menjadi dua, faktor internal dan eksternal. Hasil belajar akan tercapai

dengan memuaskan dan maksimal apabila faktor-faktor tersebut diperhatikan oleh

guru dan orang tua serta pihak sekolah.

2.1.10 Pengaruh Kedisiplinan Siswa terhadap Hasil Belajar Siswa

Hasil belajar dipengaruhi oleh kedisiplinan siswa dalam belajar dan

disiplin di sekolah. Kedisiplinan siswa dalam hal ini merupakan keadaan siswa

yang taat dan teratur sesuai aturan. Ketika di sekolah memang disiplin perlu di

perhatikan. Dengan keadaan siswa yang disiplin akan mendukung berjalannya

belajar di sekolah dengan lancer. Dalam pembelajaran di kelas, disiplin akan

membuat suasana belajar lebih kondusif dan tenang.

Pembelajaran di kelas akan berjalan sesuai dengan harapan bila guru dan

siswa dapat saling bekerja sama atau saling mendukung. Pembelajaran yang

kondusif tercipta apabila siswa berdisiplin saat pembelajaran sedang berlangsung.

Siswa yang disiplin di kelas dengan tidak mengganggu teman, mendengarkan

penjelasan guru, mengerjakan tugas dengan baik maka siswa akan mendapat hasil
30

yang maksimal dalam belajarnya. Jadi, hasil belajar secara tidak langsung

dipengaruhi oleh kedisiplinan siswa.

Kedisiplinan siswa memiliki pengaruh yang besar terhadap hasil belajar

siswa karena dengan adanya disiplin, siswa teratur dan tertib saat di sekolah dan

saat belajar. Bagi siswa yang sudah menerapkan disiplin, mereka akan selalu ingat

dengan kewajibannya dan tanggung jawabnya untuk belajar yang rajin setiap

harinya. Hal ini dikarenakan mereka sudah menyadari akan pentingnya belajar.

Sebaliknya bagi siswa yang kurang menerapkan kedisiplinan, mereka

menganggap belajar merupakan sebuah paksaan atau tekanan bagi dirinya. Belajar

yang berlandaskan paksaan tidak akan bertahan lama. Akan tetapi, ada sebagian

anak walaupun awalnya mendapat paksaan dalam menerapkan disiplin dan

akhirnya anak menyadari akan pentingnya belajar dan kewajiban belajar untuk

mendapatkan hasil belajar yang memuaskan.

2.2 Hubungan antar Variabel

Penelitian ini terdiri atas dua variabel yaitu kedisiplinan siswa (X) dan hasil

belajar siswa (Y). Indikator kedisiplinan siswa dalam penelitian ini meliputi: (1)

Disiplin berangkat sekolah, (2) Disiplin mengikuti pembelajaran di kelas, (3)

Disiplin mengerjakan tugas, (4) Disiplin belajar di rumah, (5) Disiplin menaati

tata tertib sekolah.

Kedisiplinan siswa adalah keadaan sikap atau perilaku siswa yang sesuai

dengan aturan atau tata tertib sehingga tercipta tercipta ketertiban dan keteraturan,

sehingga siswa dapat menunaikan tugas dan kewajibannya dalam mencapai

tujuan. Dengan berdisiplin tugas dan kewajiban siswa untuk belajar dapat
31

dilaksanakan dengan baik. Tu’u (2004: 37) menjelaskan bahwa dengan disiplin

yang muncul karena kesadaran diri, siswa berhasil dalam belajarnya, tanpa

disiplin yang baik suasana sekolah dan kelas menjadi kurang kondusif bagi

kegiatan pembelajaran.

Kedisiplinan berasal dari kata dasar disiplin, pada hakikatnya disiplin

menurut Ekosiswoyo dan Rachman (2002: 97) adalah pernyataan sikap mental

individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang

didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka

pencapaian tujuan. Tujuan siswa dalam belajar adalah mencapai hasil belajar yang

memuaskan. Hasil belajar dalam Rifa’i dan Anni (2011: 85) dijelaskan

pengertiannya secara singkat yaitu “hasil belajar merupakan perubahan perilaku

yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar”. Dengan

demikian, kedisiplinan memiliki peran penting dalam pencapaian tujuan bagi

siswa. Tujuan siswa dalam kegiatan belajar adalah mencapai hasil belajar yang

maksimal.

2.3 Penelitian yang Relevan

Penelitian tentang kedisiplinan dan hasil belajar menarik untuk diteliti.

Terdapat beberapa penelitian terkait kedisiplinan dan hasil belajar siswa yang

pernah diteliti. Penelitian yang sebelumnya dijadikan pedoman dan petunjuk bagi

penulis untuk melaksanakan penelitian yang lebih baik. Penelitian-penelitian

tersebut antara lain, yang dilakukan Nani Hendriyani (2011), Avif Roy Rahmat

(2012), O. Stanley Ehiane (2014), Nokwanti (2013), Philomena Mukami Njoroge

dan Ann Nduku Nyabuto (2014), Muhammad Khafid dan Suroso (2007), Elin
32

Asliyanti (2012), Mujiati (2012), Wiwin Winarsih dkk (2013) dan, Lisgiarti

(2013).

Pertama, Nani Hendriyani (2011) dari Pendidikan Agama Islam Fakultas

Tarbiyah UIN Malang dengan judul penelitian “Pengaruh Kedisiplinan Siswa

terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di SMK Muhammadiyah 1

Kepanjen Malang”. Metode yang digunakan angket, observasi dan dokumentasi.

Analisiss statistik menggunakan rumus koofisien kontingensi dan chi kuadrat.

Hasil penelitiannya berdasarkan analisis deskriptif menghasilkan kedisiplinan

siswa di SMK Muhamadiyah 1 Kepanjen Malang adalah 91,76% memiliki

disiplin tinggi dan sisanya sedang. Nilai pendidikan agama Islam kategorinya

11,8% tinggi, kategori nilai cukup 81,2%, kategori nilai kurang 7%, hal ini

tergolong cukup baik. Dari penelitian menunjukkan ada pengaruh kedisiplinan

siswa terhadap prestasi belajar pai terbukti darihasil perhitungan Chi kuadrat yang

diuji pula signifikansinya dengan menentukan harga kritik 5%, maka diperoleh

melalui rumus yaitu =19.193>5.991 dan perhitungan koefisien kontingensi (KK)=

0,9013. Dengan demikian ho ditolak dan ha diterima yang artinya terdapat

pengaruh antara kedisiplinan dengan prestasi belajar pai.

Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Avif Roy Rahmat (2012),

mahasiswa jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri

Yogyakarta dengan judul “Pengaruh Motivasi, Lingkungan dan Disiplin terhadap

Prestasi Belajar Siswa pada Jurusan Teknik Audio Video SMK Negeri 3

Yogyakarta”. Penelitian yang digunakan berupa penelitian Ex-post Facto yang

bersifat deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian


33

menunjukkan bahwa variabel motivasi, lingkungan dan disiplin secara bersama-

sama berpengaruh positif ditunjukkan dengan koefisien r = 0,888, rhitung > rtabel

(0,888 > 0,339).

Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh O. Stanley Ehiane (2014),

mahasiswa dari Lagos State Polytechnic, Nigeria dengan judul “Disciple and

Academic Performance (A Study of Selected secondary Schools in Lagos,

Nigeria)”. Penelitian yang digunakan penelitian survei cross-sectional desain di

mana kuesioner merupakan instrumen utama pengumpulan data selain wawancara

dan dokumentasi. Persentase sederhana dan metode statistik Chi–square

digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin

dan aturan sekolah mempengaruhi pencapaian akademik siswa di sekolah.

Keempat, penelitian oleh Nokwanti (2013) Fakultas Ekonomi IKIP

Veteran Semarang dengan judul penelitian “Pengaruh Tingkat Disiplin dan

Lingkungan Belajar Di Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa”. Hasil

penelitian berdasarkan uji keberartian persamaan regresi dengan uji F, diperoleh

Fhitung sebesar 42,45> dari Ftabel sebesar 3,08 yang berarti tingkat disiplin dan

lingkungan belajar di sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi

belajar dan hipotesis penelitian (Ha) diterima dan (Ho) ditolak.

Kelima, penelitian yang dilakukan oleh Philomena Mukami Njoroge dan

Ann Nduku Nyabuto (2014), mahasiswa dari Mount Kenya University, School of

Education dengan judul “Discipline as a Factor in Academic Performance in

Kenya”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin merupakan faktor utama

yang mempengaruhi prestasi akademik siswa baik di dalam maupun luar sekolah.
34

Perilaku ketidakdisiplinan akan menyebabkan siswa memiliki prestasi belajar

yang rendah.

Keenam, jurnal oleh Muhammad Khafid dan Suroso (2007) Fakultas

Ekonomi UNNES dengan judul penelitian “Pengaruh Disiplin Belajar dan

Lingkungan Keluarga terhadap Hasil Belajar Ekonomi”. Kesimpulan dari

penelitian sebagai berikut: a. Berdasarkan analisis deskriptif persentase

menunjukkan bahwa disiplin belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Jatinegara Kab.

Tegal Tahun Pelajaran 2006/2007 dalam kategori tinggi dengan persentase

sebesar 77,25%, lingkungan keluarga dalam kategori baik dengan persentase

sebesar 71,02%, dan hasil belajar siswa dalam kategori cukup dengan rata-rata

skor 69,58. b. Secara parsial disiplin belajar berpengaruh terhadap hasil belajar

ekonomi siswa kelas VIII SMPN 1 Jatinegara Kab.Tegal Tahun Pelajaran

2006/2007, besarnya pengaruh disiplin belajar adalah sebesar 8,17%, secara

parsial lingkungan keluarga juga berpengaruh terhadap hasil belajar ekonomi

siswa kelas VIII SMPN 1 Jatinegara Kab.Tegal Tahun Pelajaran 2006/2007,

besarnya pengaruh lingkungan keluarga sebesar 8,76%. c. Secara bersama-sama

atau simultan disiplin belajar dan lingkungan keluarga berpengaruh terhadap hasil

belajar ekonomi siswa kelas VIII SMPN 1 Jatinegara Kab.Tegal Tahun Pelajaran

2006/2007, besarnya pengaruh secara simultan adalah sebesar 14,8%, selebihnya

sebesar 85,2 dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini,

misalnya faktor kecerdasan, motivasi belajar, metode pembelajaran, lingkungan

sekolah, dan lingkungan masyarakat.


35

Ketujuh, penelitian yang dilakukan oleh Elin Asliyanti (2012), mahasiswa

dari jurusan Tadris Pendidikan Ilmu Sosial Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati

Cirebon dengan judul “Pengaruh Kedisiplinan Belajar Sekolah terhadap

Peningkatan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X di

SMK Sultan Agung Kabupaten Cirebon”. Hasil penelitian menunjukkan disiplin

belajar sebesar 54.0% kriteria Cukup, prestasi belajar sebesar 71.17 dengan

kriteria baik, pengaruh sebesar 0,855 dengan kriteria tinggi dan sig. 0,000 < 0,05.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak berarti

terdapat pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi siswa.

Kedelapan, penelitian yang dilakukan oleh Mujiati (2012), mahasiswa

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Walisongo Semarang dengan judul

“Korelasi antara Kedisiplinan Peserta Didik dengan Hasil Belajar pada Mata

Pelajaran Biologi Siswa Kelas X M. A. Hidayatus Syubban Semarang Tahun

Pelajaran 2012/2013”. Hasil uji hipotesis dengan rumus product moment

diketahui ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan peserta didik dan hasil

belajar. Hal ini ditunjukkan dari uji rxy = 0,639 dan nilai thitung = 6,802.

Berdasarkan nilai tersebut, dapat dijelaskan setelah di konsultasikan terhadap nilai

ttabel didapat bahwa thitung> t table. Berarti Ha diterima dan Ho ditolak., artinya ada

hubungan yang signifikan antara kedisiplinan peserta didik dengan hasil belajar.

Kesembilan, penelitian oleh Wiwin Winarsih dkk (2013) jurusan

pendidikan ekonomi Universitas Tanjungpura dengan judul “Pengaruh Disiplin

terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS di SMA”.

Hasil penelitian yang diolah dengan SPSS 16 menunjukkan bahwa disiplin


36

mempengaruhi hasil belajar sebesar 8% (R square = 0,080). Artinya disiplin tidak

memberikan pengaruh terhadap hasil belajar namun pengaruhnya tidak besar.

Ada factor-faktor lain diluar penelitian yang mempengaruhi hasil belajar siswa.

Terakhir, penelitian oleh Lisgiarti (2013) dari Pendidikan Akuntansi

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia

dengan judul penelitian “Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa

Pada Mata Pelajaran Akuntansi di Kelas XI IPS SMAN 14 Bandung”.

Kesimpulan yang didapat dari pengujian hipotesis dengan taraf signifikan 5%

diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh disiplin belajar

terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi. Ditunjukkan oleh

hasil rxy (pearson correlation) sebesar 0,942 dan koefisien determinasi 88,8%,

nilai probabilitas 0,05 > 0,00 (nilai probabilitas sig). Hal ini menunjukkan hasil

belajar dipengaruhi oleh disiplin belajar.

2.4 Kerangka Berpikir

Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku dan sikap pada individu

setelah melakukan kegiatan belajar. Hasil belajar yang diperoleh individu yaitu

berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap yang ketiganya termasuk dalam tiga

ranah. Ketiga ranah tersebut umumnya merupakan objek penilaian hasil belajar

dalam kegiatan belajar. Dalam penelitian ini difokuskan pada ranah kognitif, jadi

yang diteliti hanya ranah kognitif yang berkaitan dengan nilai akademik siswa di

sekolah.

Kualitas pendidikan di sekolah salah satunya ditentukan oleh hasil belajar

siswa. Pada dasarnya hasil belajar dipengaruhi oleh banyak faktor, baik yang
37

berasal dari dalam diri siswa (intern) maupun dari luar diri siswa (ekstern).

Kedisiplinan siswa dipandang sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi hasil

belajar siswa. Kedisiplinan siswa adalah keadaan sikap atau perilaku siswa yang

sesuai dengan aturan atau tata tertib yang berlaku sehingga tercipta ketertiban dan

keteraturan di sekolah maupun saat di rumah. Dengan adanya kedisiplinan yang

berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dalam diri siswa serta

dilakukan secara teratur tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun

akan membentuk kedisiplinan yang permanen.

Kedisiplinan merupakan suatu sikap yang perlu dimiliki oleh setiap siswa.

Dengan disiplin, diharapkan segala kegiatan yang telah terstruktur dapat

terlaksana dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik. Dalam belajarpun,

siswa perlu memiliki kedisiplinan demi tercapainya keberhasilan belajar, baik di

rumah maupun di sekolah. Apabila dalam diri siswa sudah tertanam kedisiplinan

yang baik, maka ketekunan dan kepatuhannya akan terus meningkat sehingga

membuat hasil belajarnya meningkat. Sebaliknya, apabila siswa belum mampu

menanamkan kedisiplinan yang baik, maka ketekunan dan kepatuhannya juga

kurang baik sehingga berdampak pada hasil belajarnya. Kedisiplinan siswa

meliputi disiplin berangkat sekolah, disiplin mengikuti pembelajaran di kelas,

disiplin mengerjakan tugas, disiplin belajar di rumah dan disiplin menaati tata

tertib sekolah.

Dalam penelitian ini akan membahas pengaruh kedisiplinan siswa terhadap

hasil belajar siswa. Gambar kerangka berpikir sebagai berikut.


38

Kedisiplinan (X)

Indikator: Hasil Belajar


1. Disiplin berangkat sekolah. Siswa (Y)
2. Disiplin mengikuti pembelajaran di
Dilihat dari hasil
kelas.
nilai UTS siswa
3. Disiplin mengerjakan tugas.
semester genap
4. Disiplin belajar di rumah.
tahun 2014/2015
5. Disiplin menaati tata tertib sekolah.

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Berpikir

Dari gambar kerangka berpikir tersebut terdapat dua variabel di

dalamnya, yaitu:

(1) Variabel Independen (Variabel Bebas)

Yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab

perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel independen pada

penelitian ini adalah kedisiplinan (X).

(2) Variabel Dependen (Variabel Terikat)

Yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena

adanya variabel bebas. Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah

hasil belajar siswa (Y).

2.5 Hipotesis

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai

berikut.
39

H0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan kedisiplinan terhadap hasil

belajar siswa kelas V Sekolah Dasar se-Daerah Binaan R. A. Kartini

Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo.

Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan kedisiplinan terhadap hasil belajar

siswa kelas V Sekolah Dasar se-Daerah Binaan R. A. Kartini

Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo.


BAB 3

METODE PENELITIAN

Pada bagian metodologi penelitian, berisi penjelasan tentang hal-hal yang

berkaitan dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hal-hal tersebut

antara lain: (1) desain penelitian; (2) populasi dan sampel; (3) variabel penelitian;

(4) definisi operasional; (5) teknik pengumpulan data; (6) instrumen penelitian;

(7) pengolahan dan analisis data. Berikut uraian selengkapnya.

3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan

jenis penelitian kuantitatif dan metode penelitian Ex Post Facto. Sugiyono (1999)

dalam Riduwan (2013: 50) mengemukakan bahwa “penelitian ex post facto

adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi

dan kemudian melihat ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat

menimbulkan kejadian tersebut.” Darmadi (2013: 258) menyatakan bahwa “

penelitian ex post facto merupakan penelitian dimana variabel-variabel bebas telah

terjadi ketika peneliti memulai memulai dengan pengamatan variabel terikat

dalam suatu penelitian. ”Sedangkan, jenis penelitian ini menggunakan jenis

penelitian kuantitatif, karena data yang diperoleh dianalisis sesuai metode statistik

yang digunakan kemudian diinterpretasikan.

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian tentang pengaruh

kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar siswa kelas V di SD Daerah Binaan R.

A. Kartini Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2014/2015.

40
41

Pada penelitian ini terdapat satu variabel bebas (independen) dan satu

variabel terikat (dependen).

(X) (Y)

Gambar 3.1 Desain Penelitian

Keterangan: X : kedisiplinan

Y : hasil belajar siswa

3.2 Populasi dan sampel

3.2.1 Populasi

Arikunto dalam Riduwan (2013: 70) mendefinisikan populasi sebagai

keseluruhan subjek penelitian.Sedangkan menurut Sugiyono dalam Riduwan

(2013: 70), “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek

yang mempunyai kuantitas dan karaktristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.Dalam penelitian ini yang

menjadi populasi adalah seluruh siswa kelas V SD daerah binaan R.A Katini

tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 147 siswa (lampiran 1).

Tabel 3.1
Tabel Populasi Penelitian
Sekolah Dasar Jumlah Siswa Kelas V
SD N Sidarum 17 siswa
SD N Semawung daleman 1 26 siswa
SD N Semawung daleman 2 24 siswa
SD N Senepo 23 siswa
SD N Pringgowijayan 18 siswa
SD N Kuwurejo 21 siswa
SD Nasional 18 siswa
Jumlah 147 siswa
Sumber: data observasi sekolah dasar daerah binaan Kecamatan Kutoarjo

Kabupaten Purworejo Tahun Ajaran 2014/2015.


42

3.2.2 Sampel

Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai

sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Oleh karena itu, agar sampel

yang diambil dapat representatif perlu memberlakukan teknik sampling. Teknik

yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling, menurut

Sugiyono (2013: 121), “Teknik random sampling merupakan cara pengambilan

sampel secara acak sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi setiap

anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.”

Teknik ini digunakan karena setiap individu dalam populasi berpeluang

sama untuk menjadi anggota sampel, sedangkan pengambilan jumlah sampel

menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5%, dari tabel Isaac

dan Michael dalam Sugiyono (2013: 131) dihasilkan jumlah sampel sebanyak 105

dari populasi yang berjumlah 147.

Pengambilan sampel menggunakan rumus proporsional random sampling

menurut Sugiyono (1999: 67) yang dikutip oleh Riduwan (2013: 66) yaitu:

Keterangan:

ni = jumlah sampel setiap sekolah

n = jumlah sampel seluruhnya

Ni = jumlah populasi setiap sekolah

N = jumlah populasi seluruhnya


43

Berdasarkan rumus di atas, maka dari jumlah siswa yang ada bisa diambil

sampel yang digunakan sebagai penelitian seperti pada tabel 3.2.

Tabel 3.2
Penarikan Sampel Siswa Kelas V
No Populasi
Sekolah Dasar Sampel
. siswa kelas V
1. SD N Sidarum 17 siswa 17/147x105=12,1=12
2. SD N 1 Semawung Daleman 26 siswa 26/147x105=18,6=19
3. SD N 1 Semawung Daleman 24 siswa 23/147x105=17,1=17
4. SD N Senepo 23 siswa 23/147x105=16,4=16
5. SD N Pringgowijayan 18 siswa 18/147x105=12,9=13
6. SD N Kuwurejo 21 siswa 21/147x105=15,0=15
7. SD Nasional 18 siswa 18/147 x105=12,9=13
Jumlah 147 siswa 105 siswa
Sumber: Data diolah

Dari pengambilan sampel secara acak dengan semua anggota memiliki

kesempatan sama serta menggunakan rumus proporsional random sampling

didapat sampel 105 (lampiran 2).

3.3 Variabel Penelitian

Sugiyono (2013: 63) menjelaskan bahwa “variabel penelitian adalah segala

sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari sehingga

diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya”.

Dalam penelitian ini variabel yang digunakan yakni variabel independen dan

variabel dependen.

3.3.1 Variabel independen

Variabel independen sering disebut sebagai variabel bebas. Sugiyono

(2013: 64) mengemukakan bahwa “variabel independen merupakan variabel yang

mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel


44

dependen (terikat).Variabel independen dalam penelitian ini yaitu kedisiplinan

(X).

3.3.2 Variabel dependen

Variabel dependen sering disebut sebagai variabel terikat. Menurut

Sugiyono (2013: 64), “variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau

yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas”. Dalam penelitian variabel

dependennya yaitu hasil belajar siswa (Y).

3.4 Definisi Operasional

Definisi operasional digunakan untuk menyamakan persepsi antara peneliti

dengan pembaca terhadap variabel yang digunakan dalam penelitian, sehingga

diharapkan dapat menghindari kekeliruan maksud dan tujuan yang ingin dicapai.

3.4.1 Variabel kedisiplinan (X)

Kedisiplinan siswa adalah keadaan sikap atau perilaku siswa yang sesuai

dengan aturan atau tata tertib yang telah berlaku sehingga tercipta ketertiban dan

keteraturan. Kedisiplinan siswa dalam penelitian ini meliputi: a) Disiplin

berangkat sekolah. b) Disiplin mengikuti pembelajaran di kelas. c) Disiplin

mengerjakan tugas. d) Disiplin belajar di rumah. e) Disiplin menaati tata tertib

sekolah.

3.4.2 Variabel Hasil belajar siswa (Y)

Hasil belajar siswa merupakan perubahan tingkah laku dan sikap pada

siswa setelah melakukan kegiatan belajar. Hasil belajar yang diperoleh individu

yaitu berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap yang ketiganya termasuk dalam

tiga ranah. Ketiga ranah tersebut adalah ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.
45

Penelitian ini difokuskan pada ranah kognitif. Hasil belajar diambil dari rata-rata

nilai UTS siswa semester genap tahun 2014/2015.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Ada beberapa macam teknik pengumpulan data yang digunakan dalam

suatu penelitian.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini

yaitu dengan kuesioner (angket). Uraian selengkapnya sebagai berikut.

3.5.1 Kuesioner (angket)

Sugiyono (2013: 193) mendefinisikan kuesioner atau angket sebagai

teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat

pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Angket

yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket berbentuk skala Likert dengan

pertanyaan bersifat tertutup yaitu jawaban atas pertanyaan yang diajukan sudah

disediakan. Subjek hanya diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai

dengan dirinya. Penelitian ini menggunakan 4 alternatif jawaban instrumen yaitu

selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah. Skor untuk setiap butir soal

adalah sebagai berikut.

Tabel 3.3 Tabel skor untuk setiap butir soal pada skala Likert
Skor Pertanyaan Skor Pertanyaan
Jawaban
Positif Negatif
Selalu 4 1
Sering 3 2
Kadang-kadang 2 3
Tidak pernah 1 4
Teknik ini ditujukan pada siswa kelas V dan digunakan untuk mengetahui

bagaimana kedisiplinan siswa di SD Daerah Binaan R. A. Kartini Kecamatan

Kutoarjo Kabupaten Purworejo.


46

3.5.2 Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang

tertulis. Riduwan (2013: 77) menyatakan bahwa dokumentasi ditujukan untuk

memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang

relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data

yang relevan penelitian.

Arikunto (2013: 274) berpendapat dokumentasi digunakan untuk mencari

data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa, catatan, transkrip, buku, surat

kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya. Pada

penelitian ini, peneliti menggunakan nilai ulangan tengah semester sebagai

sumber untuk mengetahui hasil belajar siswa.

3.6 Instrumen Penelitian

Dalam sebuah penelitian, dibutuhkan instrumen penelitian sebagai alat

untuk memperoleh data penelitian. Instrumen penelitian digunakan untuk

mengukur nilai variabel yang akan diteliti (Riduwan2013: 79). Dalam melakukan

penelitian, seorang peneliti harus menggunakan sebuah alat ukur yang baik, yang

disebut dengan instrumen penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian

ini yaitu angket atau kuesioner.

Pada penelitian instrumen yang digunakan yaitu angket. Responden

diminta untuk memberi tanda ceklis(√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan

keadaan yang sebenarnya. Dan penelitian ini menggunakan skala likert dengan

rentang 4. Kisi-kisi angket dapat dilihat pada lampiran 4 dan angket uji coba dapat

dilihat pada lampiran 5


47

3.6.1. Validitas Angket

Menurut Riduwan (2013: 73) menjelaskan bahwa validitas adalah suatu

ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur.Uji

validitas digunakan untuk mengukur valid tidaknya kuesioner yang akan

digunakan. Uji validitas pada penelitian ini dilakukan menggunakan program

SPSS versi 20. Untuk mengetahui validitas angket maka angket harus diuji coba

terlebih dahulu.

Data uji coba angket kemudian ditabulasikan untuk memperoleh skor guna

menghitung hasil uji coba (lampiran 8). Dalam perhitungan validitas hasil uji coba

peneliti menggunakan program SPSS versi 20. Dalam pengujian validitas item

angket uji coba, diketahui n=30 maka r tabel pada taraf kesalahan 0,05 sebesar

0,361. Pengujian dilakukan dengan SPSS versi 20. Pengujian menggunakan uji

dua sisi dengan taraf signifikansi 0,05 dengan kriteria pengambilan keputusan

yaitu jika r hitung r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05), maka instrumen dinyatakan

valid. Namun, jika r hitung r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05), maka instrumen

dinyatakan tidak valid (Priyatno 2010: 91). Rekap hasil perhitungan uji validitas

terdapat pada lampiran 9.

Dari perhitungan data dengan menggunakan program SPSS 20, dari 42

soal uji coba diperoleh soal yang valid sebanyak 31 butir dan soal yang tidak valid

sebanyak 11 butir. Simpulan nomor butir soal yang valid dan tidak valid bisa

dilihat pada tabel 3.4.


48

Tabel 3.4
Hasil Uji Validitas
Butir
Valid Tidak Valid
Soal
No 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 15, 1, 7, 12, 13, 14, 16, 20, 23, 24,
17, 18, 19, 21, 22, 25, 26, 27, 31, 35
28, 29, 30, 32, 33, 34, 36, 37,
38, 39, 40, 41, 42
Tabel 3.5
Soal yang dipakai
Butir
Soal yang dipakai Soal yang tidak dipakai
Soal
No 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 15, 1, 7, 12, 13, 14, 16, 20, 23, 24,
17, 18, 19, 21, 22, 25, 26, 27, 31, 35, 41
28, 29, 30, 32, 33, 34, 36, 37,
38, 39, 40, 42
Sumber : Hasil Pengolahan Data Program SPSS 20
3.6.2 Reliabilitas Angket

Uji reliabilitas dilakukan untuk mendapatkan tingkat ketepatan

(keterandalan atau keajegan) instrumen yang digunakan. Uji reliabilitas ini

menggunakan Cronbach Alpha dengan bantuan program SPSS versi 20.. Reliabel

artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan.

Untuk menguji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan bantuan

program SPSS 20 dan hasilnya bisa dilihat pada lampiran 9. Data dikatakan

reliabel apabila terpenhuhi syarat sebagai berikut: Jika rhitung> rtabel berarti

instrumen dikatakan reliabel dan sebaliknya jika rhitung< rtabel berarti instrumen

dikatakan tidak reliabel. Dalam perhitungan dari 30 item yang valid didapatkan

Cronbach’s Alpha sebesar 0,898. Dapat diketahui bahwa data dalam penelitian ini

lolos uji reliabel, karena dapat dibuktikan dengan (0,898> 0,6). Dengan demikian

30 item pernyataan yang telah valid dan reliabel digunakan sebagai instrumen
49

penelitian dalam penelitian ini. Selanjutnya dibuat kisi-kisi instrumen penelitian

(lampiran 6) dan angket sebagai instrumen penelitian (lampiran 7).

3.7 Pengolahan dan Analisis Data

3.7.1 Analisis Statistik Deskriptif

Deskripsi data dilakukan dengan analisis deskriptif terhadap variabel-

variabel penelitian, baik variabel bebas maupun variabel terikat. Statistik

deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendiskripsikan atau memberi

gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi

sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang

berlaku untuk umum (Sugiyono 2013: 199). Analisis statistik deskriptif digunakan

untuk mengetahui gambaran umum mengenai variabel kedisiplinan siswa (X).

Persentase skor dengan rumus berdasarkan penjelasan Riduwan (2013:

89), sebagai berikut:

Pd = x 100%

Keterangan:

Pd = persentase kedisiplinan siswa

Sk = skor keseluruhan yang diperoleh

 Sm = jumlah skor maksimal

Kriteria interpretasi skor kedisiplinan siswa dapat diketahui menggunakan

penjelasannya Riduwan (2013: 41) yakni:

Persentase 81 % – 100 % = Sangat kuat

Persentase 61 % – 80 % = Kuat

Persentase 41 % – 60 % = Cukup
50

Persentase 21 % – 40 % = Lemah

Persentase 0 % – 20 % = Sangat Lemah

Analisis statistik deskriptif juga digunakan untuk mengetahui gambaran

umum nilai UTS kelas V SD di Daerah Binaan R. A. Kartini Kecamatan Kutoarjo

Kabupaten Purworejo sesuai dengan kriteria penilaian hasil belajar dari Arikunto

(2013: 281).

Tabel 3.6 Kriteria Penilaian Hasil Belajar


Angka 100 Angka 10 Keterangan
80-100 8,0-10,0 Baik sekali
66-79 6,6-7,9 Baik
56-65 5,6-6,5 Cukup
40-55 4,0-5,5 Kurang
30-39 3,0-3,9 Gagal
Sumber: Arikunto (2013: 281)

3.7.2 Uji Prasyarat Analisis

Analisis data dimaksudkan untuk melakukan pengajuan hipotesis dan

menjawab rumusan masalah yang diajukan, karena menggunakan skala interval

atau ratio, maka sebelum melakukan pengujian harus dipenuhi persyaratan

analisis terhadap asumsi-asumsinya yaitu uji homogenitas untuk uji perbedaan

(komparatif), uji normalitas dan linearitas untuk uji korelasi dan regresi (Riduwan

2013: 184). Analisis akhir yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis

korelasi dan regresi sederhana, sehingga uji prasyarat yang digunakan yaitu uji

normalitas dan uji linieritas. Uji normalitas data menggunakan uji Liliefors. Uji

linearitas menggunakan Test For Linearity. Berikut dijelaskan lebih lanjut

mengenai uji prasyarat penelitian.

3.7.2.1 Uji Normalitas


51

Sebelum pengujian hipotesis dilakukan, maka dilakukan uji normalitas

data. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui populasi data berdistribusi

normal atau tidak. Dalam penelitian ini uji normalitas dilakukan dengan cara uji

Liliefors. Peneliti menggunakan bantuan program SPSS versi 20 untuk

menghitung normalitas data. Langkah-langkahnya yaitu sebagai berikut: klik

Analyze – Descriptive Statistics – Explore. Kemudian masukkan variabel

kedisiplinan siswa dan hasil belajar ke kotak Dependent List. Klik Plots dan beri

tanda centang pada Normality plots with test – Continue – Ok (Priyatno 2010: 34).

Hasil uji normalitas dengan uji Liliefors dapat dilihat pada output Test of

Normality pada Kolmogorov-Smirnov pada nilai sig. (signifikansi). Data

dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 0,05 (Priyatno

2010: 71).

3.7.2.2 Uji Linearitas

Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah dua variabel memiliki

hubungan linear atau tidak secara signifikan.Jika linear maka analisis regresi dapat

dilakukan. Pengujian ini dilakukan pada masing-masing variabel menggunakan

Test for Linearity dengan taraf signifikansi 0,05. Pengujian linearitas

menggunakan bantuan software SPSS versi 20 dengan langkah sebagai berikut:

pilih menu Analyze → Compare Means → Means → memasukkan variabel Y ke

Dependen List dan X ke Independen List → klik Options → pilih Test for

Linearity → klik Continue lalu OK. Variabel dinyatakan linear jika signifikansi

kurang dari 0,05 sehingga uji regresi yang dilakukan bersifat linier demikian pula

sebaliknya.
52

3.7.3 Analisis Akhir (Pengujian Hipotesis)

Teknik analisis akhir (pengujian hipotesis) pada penelitian ini

menggunakan beberapa teknik analisis yaitu analisis korelasi, koefisien

determinan dan analisis regresi sederhana.Hal ini digunakan agar penelitian ini

dapat menggambarkan hubungan antara kedisiplinan siswa dengan hasil belajar

siswa, mengetahui persentase pengaruh yang terjadi antara kedisiplinan siswa

dengan hasil belajar siswa, serta menggambarkan seberapa besar pengaruh yang

terjadi antara kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar siswa.

3.7.3.1 Analisis Regresi Sederhana

Regresi sederhana adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis

tentang apa yang paling mungkin terjadi di masa yang akan datang berdasarkan

informasi masa lalu dan sekarang yang dimiliki agar kesalahannya dapat

diperkecil dengan kata lain regresi dapat diartikan sebagai usaha memperkirakan

perubahan (Riduwan 2013: 147-155). Persamaan regresi dapat dilihat sebagai

berikut:

= a + bX

Keterangan:

= nilai prediksi variabel dependen

a = konstan yaitu nilai jika X = 0

b = koefisien regresi yaitu nilai peningkatan atau penurunan

variabel yang didasarkan variabel X

X = variabel independen
53

Pengujian hipotesis yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel

prediktor terhadap hasil belajar siswa digunakan analisis regresi sederhana.

Pelaksanaan uji hipotesis ini dilakukan dengan bantuan program SPSS Windows

versi 20. Tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0,05. Langkah

pengujiannya menggunakan SPSS yaitu: klik Analyze → Regression → Linear →

memasukkan variabel X ke Independen dan variabel Y ke Dependen → klik

Continue lalu OK.

Menurut Priyatno (2012: 123-7) interpretasi dari hasil output SPSS dapat

diperoleh informasi mengenai:

(1) Output Model Summary

Output ini menjelaskan tentang ringkasan model, yang terdiri atas:R

dalam analisis regresi sederhana menunjukkan korelasi sederhana (korelasi

Pearson), yaitu korelasi antar variabel. R Square ( ) yaitu menunjukkan

nilai koefisien determinasi yang akan diubah ke bentuk persen yang artinya

persentase sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel

dependen.

(2) Output Coefficients

Output ini menjelaskan mengenai hal-hal berikut:

Unstandardized Coefficients yaitu nilai koefisien yang belum

terstandarisasi, dimana koefisien B terdiri atas nilai konstan (a) dan koefisien

regresi (b). Sedangkan Standard Error merupakan nilai maksimum kesalahan

yang dapat terjadi dalam memperkirakan rata-rata populasi berdasar sampel.


54

adalah pengujian signifikansi untuk mengetahui pengaruh

variabel X terhadap variabel Y. Untuk mengetahui hasil signifikan atau tidak

dilakukan pembandingan antara dengan dimana dicari

pada signifikansi 0,05 pada uji dua sisi dengan derajat kebebasan (dk) n-2.

Kriterianya yaitu Ho ditolak jika .

Signifikansi adalah besarnya peluang untuk memperoleh kesalahan

dalam mengambil keputusan dengan kriteria Ho ditolak jika signifikansi <

0,05.

3.7.3.2 Analisis Korelasi

Analisis korelasi atau uji Product Moment digunakan untuk mencari

hubungan variable bebas (X) dengan variable terikat (Y) dan data berbentuk

interval dan ratio (Riduwan 2013: 227). Hasil analisis korelasi dapat dilihat pada

hasil analisis regresi sederhana dalam tabel Model Summary kolom R.

Menurut Sugiyono (2013: 231) pedoman untuk memberikan interpretasi

koefisien korelasi yaitu sebagai berikut:

0,00 – 0, 199 = sangat rendah

0,20 – 0, 399 = rendah

0,40 – 0, 599 = sedang

0,60 – 0, 799 = kuat

0,80 – 1, 000 = sangat kuat

3.7.3.3 Koefisien Determinan

Koefisien determinan digunakan untuk menyatakan besar kecilnya

sumbangan variabel X terhadap variabel Y. Koefisien ini menunjukkan seberapa


55

besar persentase variasi independen yang digunakan dalam model mampu

menjelaskan variasi variabel dependen (Priyatno, 2010: 66).Nilai koefisien

determinasi ( ) antara 0 sampai 1. sama dengan 0 maka tidak ada sedikit pun

presentase sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap

variabel dependen. Sebaliknya sama dengan 1 maka presentase sumbangan

pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen adalah

sempurna. Hasil analisis determinasi dapat dilihat pada output Model Summary

pada kolom R Square dari hasil analisis regresi sederhana yang diuji

menggunakan SPSS Windows versi 20.


BAB 5

PENUTUP

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil

kesimpulan sebagai berikut:

1) Kedisiplinan siswa kelas V Sekolah Dasar se-Daerah Binaan R. A. Kartini

termasuk kategori sangat kuat. Hal ini dibuktikan dari persentase kedisiplinan

siswa sebesar 86,63%. Untuk Hasil belajar siswa kelas V SD se-Daerah Binaan

R. A. Kartini rata-rata mendapat nilai 71,84 dan termasuk kriteria baik.

2) Ada pengaruh yang signifikan kedisiplinan terhadap hasil belajar siswa kelas V

Sekolah Dasar se-Daerah Binaan R. A. Kartini Kecamatan Kutoarjo Kabupaten

Purworejo. Terbukti berdasarkan hasil penelitian diperoleh korelasi sebesar

0,790. artinya koefisien korelasi menunjukkan hubungan yang kuat. Untuk

besar sumbangan kedisiplinan terhadap hasil belajar siswa sebesar 62,4%.

5.2 Saran

Saran-saran yang sekiranya bermanfaat untuk semua pihak yang terkait

kedisiplinan siswa dan hasil belajar siswa antara lain.

5.2.1 Bagi siswa.

Saran untuk siswa yaitu harus memperhatikan disiplinnya baik di rumah

dan sekolah demi meningkatkan hasil belajar. Karena hasil belajar menjadi tolok

ukur keberhasilan siswa di sekolah.

77
78

5.2.2 Bagi Orang tua

Saran bagi orang tua siswa harus menerapkan dan mengajarkan

kedisiplinan pada anak di rumah, sehingga kedisiplinan dapat terbentuk.

Kedisiplinan tidak bisa terbentuk dalam waktu yang singkat, perlu waktu yang

lama untuk membentuk kedisiplinan, perlu latihan dan pembiasaan. Karena waktu

di rumah lebih banyak dibandingkan waktu yang dimiliki siswa di sekolah.

5.2.3 Bagi guru.

Saran untuk guru harus memperhatikan kedisiplinan siswa saat di kelas

untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Apabila guru dapat mendisiplinkan siswa

ketika di kelas maka proses pembelajaran akan kondusif, yang akhirnya siswa

belajar lebih nyaman dan tenang.

5.2.4 Bagi sekolah.

Untuk pihak sekolah alangkah lebih baik meningkatkan kedisiplinan siswa

dengan pengawasan dan pelaksanakan tata tertib sekolah. Pengawasan yang lebih

maksimal akan menciptakan tingkat disiplin yang tinggi. Sehingga tata tertib

berjalan sesuai harapan dan tujuan.


79

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2013a. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka


Cipta.
. 2013b. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Asliyanti, Elin. 2012. Pengaruh Kedisiplinan Belajar Sekolah terhadap
Peningkatan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas
X di SMK Sultan Agung Kabupaten Cirebon. Skripsi. IAIN Syekh Nurjati
Cirebon.
Aulia, Alin. 2012. Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games
Tournament) untuk Meningkatkan Kedisiplinan dan Prestasi Belajar
Matematika Siswa Kelas VIID SMP N 1 Kembaran. Skripsi. Universitas
Muhammadiyah Purwokerto.
Darmadi. 2013. Dimensi-Dimensi Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial.
Bandung: Alfabeta.
Ehiena, O. S. 2014. Disciple and Academic Performance (A Study of Selected
secondary Schools in Lagos, Nigeria). International Journal of Academic
Research in Progressive Education and Development. (Online). Vol.3 No.
1. Tersedia: http://hrmars.com/hrmars_papers/Discipline_and_Academic_
Performance.pdf. Diunduh 28 Januari 2015.
Ekosiswoyo, Rasdi dan Maman Rachman. 2002. Manajemen Kelas. Semarang:
IKIP Semarang Press.
Hadi, Abdul. 2009. Bahasa dan Sastra Indonesia: Imbuhan ke-an.
http://basasin.blogspot.com/2009/01/imbuhan-ke.html. Diunduh tanggal
21 Maret 2015.
Hamalik, Oemar. 2013. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Hendriyani, Nani. 2011. Pengaruh Kedisiplinan Siswa terhadap Prestasi Belajar
Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah
1 Kepoanjen Malang. Skripsi. UIN Malang.
Khafid, Muhammad dan Suroso. 2007. Pengaruh Disiplin Belajar dan
Lingkungan Keluarga terhadap Hasil Belajar Ekonomi. Jurnal Pendidikan.
(Online). Vol 2 No 2. Tersedia: http://journal.unnes.ac.id
/nju/index.php/DP/article/view/447. Diunduh 2 Februari 2015.
Munib, Achmad, dkk. 2011. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: Unnes Press.
Njoroge, Philomena Mukami and Ann Nduku Nyabuto. 2014. Discipline as a
Factor in Academic Performance in Kenya. Journal of Educational and
80

Social Research. (Online). Vol.4 No.1. Tersedia:


http://www.mcser.org/journal/index.php/jesr/article/view/1847 . Diunduh
28 Januari 2015.
Nokwari. 2013. Pengaruh Tingkat Disiplin dan Lingkungan Belajar di Sekolah
terhadap Prestasi Belajar Siswa. Ekonomi. (Online). Vol 1 No. 2.
Tersedia:http://e-journal.ikip-veteran.ac.id/index.php/EKONOMI/article/
view/188. Diunduh 21 Maret 2015.
Lisgiarti. 2013. Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa pada
Mata Pelajaran Akuntansi di Kelas XI IPS SMAN 14 Bandung. Skripsi.
Universitas Pendidikan Indonesia.
Parker, Deborah K. 2005. Menumbuhkan Kemandirian dan Harga Diri Anak.
Diterjemahkan oleh Bambang Wibisono. 2006. Jakarta: PT Prestasi
Pustakaraya.
Priyatno, Duwi. 2010. Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS. Yogyakarta:
MediaKom.
____________. 2012. Cara Kilat Belajar Analisis Data dengan SPSS 20.
Yogyakarta: MediaKom.
Purwanto, Ngalim. 2014. Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis. Bandung:
Remaja Rosdakarya
Rahmat, Avif Roy. 2012. Pengaruh Motivasi, Lingkungan dan Disiplin terhadap
Prestasi Belajar Siswa pada Jurusan Teknik Audio Video SMK Negeri 3
Yogyakarta. Jurnal Penelitian Pendidikan. (Online). Tersedia:
http://eprints.uny.ac.id/9495/1/Jurnal.pdf. Diunduh 2 Februari 2015.
Riduwan. 2013a. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru Karyawan dan Peneliti
Pemula. Bandung: Alfabeta.
______. 2013b. Dasar-Dasar Statistik. Bandung: Alfabeta.
Rifa’i, Achmad dan Cahatarina Tri Anni. 2011. Psikologi Pendidikan. Semarang:
UNNES Press.
Setyaningrum, Istriana. 2011. Hubungan antara Disiplin Belajar dan Motivasi
Belajar dengan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD Negeri Gugus
Lokantara Kecamatan Temanggung Kabupaten Temanggung Semester 1
Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi. Universitas Kristen Satya Wacana
Salatiga.
Slameto. 2013. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
81

Sugiarto, Eko. 2013. Master EYD Edisi Baru. Yogyakarta: Suaka Media.
Sugiyono. 2013a. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
______. 2013b. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suprijono, Agus. 2013. Cooperative Learning. Yoyakarta: Pustaka Belajar.
Tu’u, Tulus. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta:
Grasindo.
Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas & Peraturan
Pemerintah RI Tahun 2013 Tentang Standar Nasional Pendidikan Serta
Wajib Belajar. 2014. Bandung: Citra Umbara.
Unnes. 2011. Pedoman Akademik Unnes. Semarang: Unnes Press.
Winarsih, dkk. 2013. Pengaruh Disiplin Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata
Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS di SMA. Jurnal Pendidikan dan
Pembelajaran. (Online). Vol 2 No. 1. Tersedia:
http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/viev/635. Diunduh 20
Janurari 2015.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
82

Lampiran 1
Daftar Nama Siswa Populasi Penelitian
83
84
85
86
87
88
89

Lampiran 2
Daftar Nama Siswa Sampel Penelitian
Responden Nama Sekolah Nilai UTS
1 Ardelia Prakaningrum 85
2 Aprilia 75
3 A.Dimas Yusuf 87
4 Adi Ongkylawa 80
5 Catur Purwanto 72
6 Istifah Ayu P. 63

SD N 1 Semawung Daleman
7 Niargaretha Briliani 94
8 Mohammad Arif R. I. 68
9 Nur Cahyani 82
10 Nova Rahnia Safitri 74
11 Putri Nur Aisyah 90
12 Putri Destyawati 66
13 Ria Kusuma S. 81
14 Reza Adiyatama A. 71
15 Satria Budi Kusuma 72
16 Satriya Eka Putra 60
17 Trifena Putri A. 72
18 RGG Pamungkas 63
19 Deswita Ekaviani 73
20 Zaky Romadhon 75
21 Afiifah Mel Aini 78
22 Aldi Maulana Ibrahim 79
23 Ale Sabila Rosyid 84
SD N 1 Semawung Daleman

24 Amlia Yuniar 67
25 Camila Rohita F. 80
26 Devi Setiawati 78
27 Fera Lutfianingsih 81
28 Leni Widyawati 73
29 Leonardo Aji S. 82
30 Octa Ericka R. 69
31 Pramudya Putra Pratama 73
32 Reksadina Felayati S. 73
33 Sofia Nada Fajri D. 70
34 Suci Rahma Andari 74
35 Latifah Nur Rochmah 80
90

36 Sabrina Salma 72
37 Hermanto 66
38 Agus Prasetyo 67
39 Ardika Muh. D. W. 63
40 Aby Ismawan 63

SD N Pringgowijayan
41 Adam Satria N. A. 63
42 Anton Sutejo 62
43 Diah Restu N 62
44 Heza Izza Aldina 74
45 Khanza Salsa N 78
46 Muhammad A A 74
47 Santi Fitriawati 75
48 Sigit Dwi Saputro 68
49 Tri Kusuma Dewi 84
50 Riandy Septianto 66
51 Susi Puspitasari 65
52 Muhamad Iqsan 65
53 Yuni Datinafisa 74
54 Ananda Kuniawati 70
SD N Kuwurejo

55 Dwi Nuraini 68
56 Lintang Putri Hernitasari 68
57 Maret Rista Karentius 74
58 Muhamad Fajar Faizin 65
59 Nabila Aulia Agustin 67
60 Rico Adi Kurniawan 66
61 Selvitania 72
62 Vian Ardani 72
63 Yunita Nila Lestari 71
64 Didar Mula Prastya 72
65 Abdul Aziz 60
66 Arlang Anva Azzi P. 62
67 Rifan Oki Pratama 70
SD N Sidarum

68 Sulistyawan 70
69 Akhad Nanda Suryatna 76
70 Annisa Islami Riziq 68
71 Fitria Asma Nadya 71
72 Niftakhul Khasanah 75
73 Rahmad Riyadi 70
74 Restu Agustiyar 72
91

75 Sarif Ahmad 77
76 Singgih Panduwinata 70
77 Titis Amelia 70
78 Ahmad Dhanti Oktaviani Putri 60
79 Andreas Rendy Amdani 68
80 Christin Septiana Putri 76
81 Evint Leovonzko Muliawan 79

SD Nasional
82 Hiskia Abel Perdana Ardi 93
83 Idul Wibowo 80
84 Vittorio Emmanuel Harianto 77
85 Amanda Surya Tjahyadi 92
86 Moses Siburian 60
87 Stefania Eka Cristanti 76
88 Matheus Dimas Prasetya 63
89 Muhammad Ibnu Zulfa 68
90 Andriawan 70
91 Eko Agus Suryanto 61
92 Nurida Umi Chulsum 66
93 Ahmad Affandi 63
94 Anjas Rangga Adi S. 76
95 Aprilia Hariyani 80
SD N Senepo

96 Desynta Marsya Atlina 67


97 Dinda Afifah Asmara 68
98 Jhon Adi Karsa 60
99 Kharisma Putri 62
100 Reta Umiyati Satiti 73
101 Reza Luthfi Akbar 76
102 Rujal Nafis Maulana 60
103 Tsania Laksita Hapsari 76
104 Vania Ummami 70
105 Vira Wijiyanti 62
92

Lampiran 3
Daftar Nama Siswa Uji Coba Penelitian

Responden Nama Sekolah


1 Faisal Arya Saputra
2 Arya Surya Putro I
3 Aditya Arya A SD N 1 Semawung Daleman
4 Nabilla Putri Sutrisno
5 Cindrianto Candra C
6 Tegar Prabowo
7 Amin Barokah
8 Roy Jonatan SD N 2 Semawung Daleman
9 Hafidz Mahmud M.
10 Herningtyas Sinta
11 Dewi Triana
12 Herning Nariswari
SD N Pringgowijayan
13 Wahyu Aditya N
14 Widyana Yuliasih
15 Karisma Nur Hidayah
16 Galuh Setia Wulan
SD N Kuwurejo
17 Ilyas Nur Hanafi
18 Laksita Dewi
19 Okta Ika Permatasari
20 Dwi Rahmawati
SD N Sidarum
21 Panggih Aji Ristyantoro
22 Khusnu Amri
23 Noel Ivan Khristianto
24 Adam Brahmana Prastyanto SD Nasional
25 Alpina Damayanti
26 Muhammad Ikhsan Paroji
27 Novita Styaningsih
28 Aiya Diva Rahma T. SD N Senepo
29 Eko Agus Setiawan
30 Faiq Akbar Allegra
93

Lampiran 4

Kisi-Kisi Angket Kedisiplinan Siswa (X)

No. Butir Soal Jumlah

Pernyataan Pernya- Butir


Variabel Indikator
Positif taan Pernya-

Negatif taan

Disiplin

berangkat 1,2,7,12 9,14,20,23 8

sekolah

Disiplin

mengikuti
3,4,11,13 15,16,17,21 8
pembelajaran di

kelas
Kedisiplinan
Disiplin dalam
siswa
mengerjakan 5,6,18,19,27 10,22,24,25 9

tugas

Disiplin belajar
26,28,29,31,32,39 8, 34,35 9
di rumah

Disiplin dalam

menaati tata 30,33,36,37,38,40 41,42 8

tertib di sekolah

Jumlah 24 18 42

Sumber: Khafid (2007: 195) dan Arikunto dalam Alin aulia (2012: 7-10)
94

Lampiran 5

Angket Kedisiplinan Siswa

NAMA :
NO ABSEN :
KELAS:
SD:

Pengantar:
1. Angket ini digunakan untuk mengetahui kedisiplinan siswa.
2. Pengisian angket ini tidak mempengaruhi nilai siswa pada mata pelajaran
manapun.
3. Isilah angket dengan sejujur-jujurnya.
4. Periksa kembali sebelum angket diserahkan.
Petunjuk Pengisian Angket:
1. Isilah identitas terlebih dahulu.
2. Bacalah dengan cermat pernyataan yang telah tersedia.
3. Berilah tanda centang (√ ) pada salah satu dari empat jawaban yang tersedia.
Jika ingin mengganti jawaban yang baru, berilah dua garis mendatar pada jawaban
sebelumnya (=) kemudian centanglah (√) pada jawaban yang baru.

Pilihan Jawaban (√ )
No Pernyataan
Selalu Sering Kadang- Tidak
kadang Pernah
1. Saya aktif berangkat sekolah
Saya berangkat sebelum bel masuk
2.
berbunyi.
Saya memperhatikan guru saat
3. menjelaskan materi dengan sungguh-
sungguh.
Saya mencatat pelajaran yang
4.
diterangkan guru.
Saya mengerjakan sendiri tugas
5.
individu dari guru.
Saya tetap mengerjakan tugas ketika
6.
guru tidak di kelas.
Saya masuk kelas sebelum Bapak/Ibu
7.
guru masuk kelas.
8. Saya mengerjakan PR di sekolah
95

Pilihan Jawaban (√ )
No Pernyataan
Selalu Sering Kadang- Tidak
kadang Pernah
mencontek teman.
Saya terlambat masuk kelas setelah
9.
jam istirahat.
10. Saya mencontek tugas teman.
Saya aktif bertanya ketika tidak paham
11.
dengan materi yang dijelaskan guru.
Saya membuat surat izin ketika tidak
12.
berangkat sekolah.
Saya tetap tenang ketika guru tidak
13.
ada di kelas.
Bel berbunyi saya tidak langsung
14.
masuk kelas.
Saya meninggalkan kelas tanpa seizin
15.
guru.
Saya tidur ketika pelajarannya
16.
membosankan.
Saya mengganggu teman saat
17.
pelajaran berlangsung.
Saya mengerjakan soal ulangan
18.
sendiri.
Saya mengumpulkan tugas tepat
19.
waktu.
20. Saya terlambat masuk sekolah.
Saya mengobrol dengan teman saat
21.
guru menjelaskan materi di kelas.
Saya mengandalkan teman saat
22.
mengerjakan tugas kelompok.
Saya tidak berangkat sekolah ketika
23.
cuaca hujan.
Saya bekerja sama dengan teman saat
24.
ulangan.
25. Saya terlambat mengumpulkan tugas.

26. Saya mengerjakan PR di rumah.


Saya ikut mengerjakan tugas
27.
kelompok.
Saya meluangkan waktu untuk belajar
28.
di rumah.
Saya meminjam catatan teman ketika
29.
tidak berangkat sekolah.
30. Saya mennghormati Bapak/Ibu guru.
96

Pilihan Jawaban (√ )
No Pernyataan
Selalu Sering Kadang- Tidak
kadang Pernah
Saya meminta bantuan orang tua/
31.
kakak ketika tidak paham dengan PR.
32. Saya belajar kalau ada ulangan.
Saya menyapa Bapak/Ibu guru
33.
dimanapun ketika bertemu.
34. Saya belajar ketika disuruh orang tua.
Saya memilih menonton TV daripada
35.
belajar.
36. Saya memakai seragam lengkap.

37. Saya berpakaian rapi saat ke sekolah.


Saya memakai sepatu dan kaos kaki
38.
sesuai aturan sekolah.
Saya membaca kembali materi yang
39.
diajarkan guru di sekolah.
40. Saya melaksanakan tugas piket.
Saya tidak ikut upacara bendera hari
41.
senin.
Saya tidak menggunakan bahasa
42.
Indonesia saat berbicara dengan guru.
97

Lampiran 6

Kisi-Kisi Angket Kedisiplinan Siswa (X)

Angket penelitian

No. Butir Soal Jumlah


Pernyataan Pernya- Butir
Variabel Indikator
Positif taan Pernya-
Negatif taan
Disiplin
berangkat 1 7 2
sekolah
Disiplin
mengikuti
2,3,9 10,11,14 6
pembelajaran di
kelas
Kedisiplinan Disiplin dalam
siswa mengerjakan 4,5,12,13,18 8,15,16 8
tugas
Disiplin belajar
17,19,20,22,28 6, 24 7
di rumah

Disiplin dalam
menaati tata 21,23,25,26,27,29 30 7
tertib di sekolah

Jumlah 20 10 30
Sumber: Khafid (2007: 195) dan Arikunto dalam Alin aulia (2012: 7-10)
98

Lampiran 7

Angket Kedisiplinan Siswa

NAMA :
NO ABSEN :
KELAS:
SD:

Pengantar:
1. Angket ini digunakan untuk mengetahui kedisiplinan siswa.
2. Pengisian angket ini tidak mempengaruhi nilai siswa pada mata pelajaran
manapun.
3. Isilah angket dengan sejujur-jujurnya.
4. Periksa kembali sebelum angket diserahkan.
Petunjuk Pengisian Angket:
1. Isilah identitas terlebih dahulu.
2. Bacalah dengan cermat pernyataan yang telah tersedia.
3. Berilah tanda centang (√ ) pada salah satu dari empat jawaban yang tersedia.
Jika ingin mengganti jawaban yang baru, berilah dua garis mendatar pada jawaban
sebelumnya (=) kemudian centanglah (√) pada jawaban yang baru.

Pilihan Jawaban (√ )
No Pernyataan
Selalu Sering Kadang- Tidak
kadang Pernah
Saya berangkat sebelum bel masuk
1.
berbunyi.
Saya memperhatikan guru saat
2. menjelaskan materi dengan sungguh-
sungguh.
Saya mencatat pelajaran yang
3.
diterangkan guru.
Saya mengerjakan sendiri tugas
4.
individu dari guru.
Saya tetap mengerjakan tugas ketika
5.
guru tidak di kelas.
Saya mengerjakan PR di sekolah
6.
mencontek teman.
Saya terlambat masuk kelas setelah
7.
jam istirahat.
8. Saya mencontek tugas teman.
99

Pilihan Jawaban (√ )
No Pernyataan
Selalu Sering Kadang- Tidak
kadang Pernah
Saya aktif bertanya ketika tidak paham
9.
dengan materi yang dijelaskan guru.
Saya meninggalkan kelas tanpa seizin
10.
guru.
Saya mengganggu teman saat
11
pelajaran berlangsung.
Saya mengerjakan soal ulangan
12.
sendiri.
Saya mengumpulkan tugas tepat
13.
waktu.
Saya mengobrol dengan teman saat
14.
guru menjelaskan materi di kelas.
Saya mengandalkan teman saat
15.
mengerjakan tugas kelompok.
16. Saya terlambat mengumpulkan tugas.

17. Saya mengerjakan PR di rumah.


Saya ikut mengerjakan tugas
18.
kelompok.
Saya meluangkan waktu untuk belajar
19.
di rumah.
Saya meminjam catatan teman ketika
20.
tidak berangkat sekolah.
21. Saya mennghormati Bapak/Ibu guru.

22. Saya belajar kalau ada ulangan.


Saya menyapa Bapak/Ibu guru
23.
dimanapun ketika bertemu.
24. Saya belajar ketika disuruh orang tua.

25. Saya memakai seragam lengkap.

26. Saya berpakaian rapi saat ke sekolah.


Saya memakai sepatu dan kaos kaki
27.
sesuai aturan sekolah.
Saya membaca kembali materi yang
28.
diajarkan guru di sekolah.
29. Saya melaksanakan tugas piket.
Saya tidak menggunakan bahasa
30.
Indonesia saat berbicara dengan guru.
100

Lampiran 8

skor item

Jumlah
Subjek

10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 2 2 4 3 4 4 4 3 4 4 3 149
2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 161
3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 2 3 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 152
4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 2 1 4 4 2 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 148
5 4 4 3 4 2 2 4 4 3 4 2 2 3 3 3 4 4 1 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 2 4 2 1 4 4 4 4 4 4 3 4 1 1 134
6 4 4 4 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 2 2 4 4 2 1 3 2 3 2 4 2 4 2 3 2 2 1 122
7 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 3 4 2 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 1 2 3 3 4 4 4 2 4 4 3 147
8 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 2 3 4 3 3 2 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 2 3 3 4 4 4 2 3 1 3 133
9 4 4 2 2 3 3 4 2 4 3 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 4 2 1 3 3 2 2 3 3 4 3 2 2 2 4 3 123
10 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 3 158
11 4 4 3 2 2 2 4 2 3 3 3 4 2 2 3 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 2 2 4 4 2 3 2 3 2 3 2 3 4 2 3 123
12 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 163
13 4 4 4 2 2 4 4 3 3 3 2 4 2 2 4 4 2 2 3 4 3 2 4 3 2 3 4 2 1 4 4 3 2 1 4 4 4 4 2 4 4 2 128
14 4 4 4 2 2 4 4 4 4 3 2 1 2 4 1 4 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 147
15 2 4 2 2 2 2 4 3 4 3 2 4 2 4 4 4 4 2 2 4 4 4 4 3 4 2 4 4 2 4 2 4 4 1 3 4 4 4 2 4 1 3 131
16 2 4 2 2 2 2 4 3 3 3 2 4 2 3 3 4 3 2 4 4 3 3 4 3 4 2 4 2 4 4 2 4 2 1 3 4 4 4 2 2 4 3 126
17 4 4 3 3 3 2 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 2 4 3 2 4 3 3 3 1 3 4 4 3 3 4 3 3 134
18 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 2 4 4 3 3 4 3 2 4 4 2 4 4 4 4 2 3 4 4 3 4 4 4 3 148
19 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 2 3 2 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 1 3 2 4 3 3 2 3 4 2 2 4 4 3 134
20 4 4 2 4 2 4 4 2 4 3 4 4 2 4 4 4 3 3 4 2 2 2 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 1 4 141
21 4 4 3 4 4 2 4 4 4 3 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 152

100
101

Skor Item

Jumlah
Subjek

10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
1
2
3
4
5
6
7
8
9
22 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 2 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 154
23 3 3 3 2 3 3 4 2 4 2 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 2 4 3 3 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 135
24 4 2 2 2 3 2 2 3 4 4 2 3 2 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 2 2 1 2 3 2 2 1 3 4 4 4 2 4 1 4 123
25 4 4 4 4 2 2 4 3 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 4 4 4 2 4 4 4 152
26 4 4 2 4 4 2 4 3 4 4 1 4 1 3 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 3 2 4 1 1 4 1 2 4 2 3 2 4 4 4 4 4 4 134
27 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 2 4 4 4 2 4 4 3 153
28 2 4 4 2 4 4 4 4 4 2 3 2 2 4 4 4 4 4 2 4 3 4 3 4 3 4 4 2 2 4 2 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 142
29 3 3 3 4 2 2 3 3 4 3 2 2 3 4 3 4 3 2 2 3 3 4 4 4 3 2 1 2 1 3 2 2 3 1 3 3 3 3 2 3 3 2 115
30 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 4 2 3 2 4 2 2 4 4 3 3 2 3 1 3 3 2 1 1 4 3 3 3 2 3 4 2 115

101
102

Lampiran 9

Uji Validitas Angket Kedisiplinan Siswa

N= 30 dan rtabel = 0.361

Correlations Valid
item1 Pearson Correlation .309 Tidak
Sig. (2-tailed) .096
item2 Pearson Correlation .412* Valid
Sig. (2-tailed) .024
item3 Pearson Correlation .425* Valid
Sig. (2-tailed) .019
item4 Pearson Correlation .508** Valid
Sig. (2-tailed) .004
item5 Pearson Correlation .534** Valid
Sig. (2-tailed) .002
item6 Pearson Correlation .589** Valid
Sig. (2-tailed) .001
item7 Pearson Correlation .283 Tidak
Sig. (2-tailed) .129
item8 Pearson Correlation .560** Valid
Sig. (2-tailed) .001
item9 Pearson Correlation .547** Valid
Sig. (2-tailed) .002
item10 Pearson Correlation .371* Valid
Sig. (2-tailed) .043
item11 Pearson Correlation .394* Valid
Sig. (2-tailed) .031
item12 Pearson Correlation .120 Tidak
Sig. (2-tailed) .527
item13 Pearson Correlation .098 Tidak
Sig. (2-tailed) .607
item14 Pearson Correlation .266 Tidak
Sig. (2-tailed) .155
103

Correlations Valid
*
item15 Pearson Correlation .417 Valid
Sig. (2-tailed) .022
item16 Pearson Correlation .222 Tidak
Sig. (2-tailed) .237
item17 Pearson Correlation .623** Valid
Sig. (2-tailed) .000
item18 Pearson Correlation .623** Valid
Sig. (2-tailed) .000
item19 Pearson Correlation .401* Valid
Sig. (2-tailed) .028
item20 Pearson Correlation .188 Tidak
Sig. (2-tailed) .319
item21 Pearson Correlation .506** Valid
Sig. (2-tailed) .004
item22 Pearson Correlation .408* Valid
Sig. (2-tailed) .025
item23 Pearson Correlation -.008 Tidak
Sig. (2-tailed) .968
item24 Pearson Correlation .355 Tidak
Sig. (2-tailed) .054
item25 Pearson Correlation .367* Valid
Sig. (2-tailed) .046
item26 Pearson Correlation .554** Valid
Sig. (2-tailed) .001
item27 Pearson Correlation .546** Valid
Sig. (2-tailed) .002
item28 Pearson Correlation .453* Valid
Sig. (2-tailed) .012
item29 Pearson Correlation .589** Valid
Sig. (2-tailed) .001
104

Correlations Valid
**
item30 Pearson Correlation .566 Valid
Sig. (2-tailed) .001
item31 Pearson Correlation .300 Tidak
Sig. (2-tailed) .107
item32 Pearson Correlation .469** Valid
Sig. (2-tailed) .009
item33 Pearson Correlation .510** Valid
Sig. (2-tailed) .004
item34 Pearson Correlation .632** Valid
Sig. (2-tailed) .000
item35 Pearson Correlation -.160 Tidak
Sig. (2-tailed) .397
item36 Pearson Correlation .514** Valid
Sig. (2-tailed) .004
item37 Pearson Correlation .588** Valid
Sig. (2-tailed) .001
item38 Pearson Correlation .537** Valid
Sig. (2-tailed) .002
item39 Pearson Correlation .491** Valid
Sig. (2-tailed) .006
item40 Pearson Correlation .579** Valid
Sig. (2-tailed) .001
item41 Pearson Correlation .435* Valid
Sig. (2-tailed) .016
item42 Pearson Correlation .555** Valid
Sig. (2-tailed) .001
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items


.898 31
105

Lampiran 10

Data Hasil Skor Angket

skor item

Jumlah
Subjek
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

30
1 4 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 3 4 4 112
2 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 1 4 4 4 4 4 4 113
3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 118
4 3 4 2 4 2 4 3 4 3 4 4 4 2 3 4 3 2 4 2 2 4 2 4 3 4 4 4 4 4 3 99
5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 1 2 4 4 3 1 4 3 4 3 2 3 102
6 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 1 4 4 2 2 4 4 4 2 4 4 108
7 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 120
8 4 2 2 4 4 4 4 4 2 4 3 1 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 100
9 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 118
10 4 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 4 4 1 4 4 4 4 4 1 107
11 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 3 115
12 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 4 4 3 3 4 3 101
13 4 4 2 1 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 111
14 3 4 3 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 1 4 4 3 1 4 4 4 3 3 4 102
15 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 2 4 2 4 4 1 1 3 2 3 1 4 4 4 3 2 4 97
16 1 4 4 2 3 3 4 2 2 4 3 1 2 3 2 3 4 4 2 3 4 4 4 3 4 4 4 4 2 1 90
17 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 115
18 4 3 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 1 4 3 3 4 2 4 1 4 4 4 3 4 4 103
19 4 4 2 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 108
20 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 4 3 2 4 2 4 2 4 4 4 3 4 1 94

105
106

21 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 115
22 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 110
23 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 117
24 2 2 2 4 2 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 4 4 2 4 4 2 1 1 4 4 4 4 2 4 95
25 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 1 4 4 4 4 4 4 112
26 4 2 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 2 4 4 4 4 4 3 4 104
27 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 117
28 4 2 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 2 3 2 4 3 4 4 3 2 4 4 4 4 4 3 4 105
29 4 3 2 4 3 4 4 4 4 2 2 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 110
30 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 1 4 4 4 2 1 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 100
31 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 3 4 4 3 1 4 4 4 4 4 4 109
32 2 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 2 3 4 2 4 4 2 2 4 2 4 1 4 3 4 4 4 3 99
33 4 3 2 3 4 4 4 4 2 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 2 3 4 104
34 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 2 4 3 109
35 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 116
36 4 2 4 4 4 3 4 4 2 4 4 4 3 4 3 3 2 4 2 1 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 102
37 4 4 2 2 4 3 4 3 2 4 4 4 4 3 4 4 2 2 2 4 4 4 4 1 4 4 4 2 4 4 100
38 4 4 2 2 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 2 2 2 1 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 98
39 4 2 2 4 4 3 4 3 4 4 3 2 2 3 3 3 1 2 1 1 2 4 2 3 4 4 4 2 4 4 88
40 4 4 2 2 4 3 4 3 2 4 4 4 4 3 4 4 2 2 2 1 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 99
41 4 4 2 2 4 2 4 3 3 3 3 2 4 3 3 4 4 4 3 2 4 4 2 3 4 4 4 2 2 2 94
42 4 4 2 2 4 3 4 3 2 3 3 2 4 3 4 4 2 2 2 1 4 3 4 3 4 4 4 2 4 4 94
43 4 2 2 4 2 4 4 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 4 4 2 1 3 3 4 2 4 1 88
44 4 4 2 2 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 107
45 4 4 2 2 4 4 4 3 2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 109
46 1 4 2 4 4 3 4 3 2 4 4 4 2 3 4 3 4 4 4 2 4 4 2 3 4 4 4 2 4 4 100
47 4 4 2 4 4 4 4 3 2 4 4 4 2 4 3 3 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 108
48 4 4 2 2 4 3 4 3 2 4 3 4 4 3 3 4 2 2 2 1 4 4 2 3 4 4 4 2 4 4 95
49 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 114
50 4 2 2 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 1 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 105

106
107

51 4 4 2 2 4 3 4 3 4 4 3 4 2 3 1 3 2 4 2 3 4 3 4 2 2 2 4 2 4 4 92
52 4 3 3 3 3 2 4 2 3 3 3 2 4 3 4 4 2 4 2 2 4 4 4 1 4 4 4 2 4 3 94
53 3 2 2 2 2 3 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 2 4 2 4 4 4 4 3 2 3 3 90
54 4 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 2 4 3 3 4 2 4 2 4 4 4 2 1 4 4 4 2 4 3 89
55 2 2 2 2 4 3 4 3 2 4 3 4 2 3 3 3 2 2 2 4 4 4 2 3 4 4 4 2 4 3 90
56 4 4 2 4 4 3 4 3 2 4 4 4 2 4 3 3 4 4 4 2 4 4 2 3 4 4 3 2 4 3 101
57 4 4 2 4 4 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 2 108
58 4 3 3 4 3 2 4 2 4 2 3 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 1 4 4 4 4 4 3 103
59 2 2 3 2 4 2 4 3 3 3 2 2 2 1 4 3 3 4 2 2 4 3 4 2 4 2 4 2 3 3 84
60 4 3 3 3 2 3 4 3 2 3 3 4 4 3 4 3 2 4 2 2 4 2 4 3 4 4 4 2 4 3 95
61 4 4 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 1 2 3 2 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 105
62 4 4 2 4 4 3 4 4 2 4 3 4 4 3 4 3 2 4 2 2 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 103
63 4 2 2 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 4 4 1 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 106
64 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 1 3 3 4 4 1 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 104
65 3 3 3 4 3 4 2 4 1 2 4 3 3 4 2 2 3 3 3 4 3 4 1 4 3 3 3 1 3 2 87
66 3 4 4 3 2 3 4 2 4 4 3 4 4 2 2 2 1 2 3 1 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 94
67 2 4 4 4 4 3 4 3 4 4 2 4 4 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 103
68 4 4 3 3 4 2 4 3 4 3 4 4 4 2 2 4 4 4 3 3 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 105
69 3 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 1 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 110
70 3 4 4 3 3 3 4 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 1 4 4 1 103
71 4 4 3 3 4 2 2 2 2 2 3 4 2 2 2 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 4 3 89
72 4 4 3 4 3 3 4 3 2 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 4 4 3 2 4 4 4 3 4 4 106
73 4 4 4 4 2 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 104
74 4 3 3 2 4 2 4 4 3 4 3 1 3 2 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 2 100
75 4 3 3 4 3 4 2 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 111
76 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 1 3 4 3 4 4 4 1 4 4 4 2 4 4 4 2 4 3 104
77 4 4 3 4 4 3 4 4 2 4 4 4 2 3 3 2 4 4 2 3 4 3 4 4 4 4 4 2 4 3 103
78 4 2 2 4 2 3 1 3 2 4 3 4 4 3 3 3 2 2 1 2 2 3 4 2 2 2 4 2 4 2 81
79 4 4 3 3 4 3 4 4 2 4 4 4 3 3 4 2 3 4 2 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 103
80 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 2 3 2 4 4 4 2 4 4 107

107
108

81 2 3 2 4 4 4 3 4 2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 108
82 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 119
83 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 115
84 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 112
85 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 117
86 4 2 2 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 2 4 1 1 2 1 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 96
87 4 3 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 112
88 3 2 2 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 1 3 4 4 4 2 4 4 2 2 4 3 98
89 4 3 2 3 2 3 3 4 2 4 3 4 2 3 4 3 4 4 2 4 4 4 3 3 4 4 4 2 4 4 99
90 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 2 4 2 1 4 2 3 3 4 4 4 2 2 4 98
91 4 3 2 3 2 3 3 4 2 4 3 4 2 3 4 3 4 4 2 4 4 4 3 3 4 4 4 2 4 4 99
92 4 4 3 2 1 2 4 2 1 4 4 4 1 4 2 2 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 1 4 4 91
93 1 2 2 4 1 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 4 3 2 4 4 4 4 3 4 3 95
94 4 3 4 4 3 3 1 3 3 4 3 4 4 3 1 3 4 1 2 3 4 2 4 3 4 4 4 3 3 3 94
95 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 117
96 4 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 4 3 3 3 4 2 3 3 96
97 1 4 1 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 108
98 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 4 4 1 4 3 1 1 2 4 2 3 3 3 4 1 2 4 4 88
99 4 3 2 2 2 3 2 4 3 2 2 4 4 3 4 2 3 2 2 2 4 4 4 3 4 4 2 4 4 2 90
100 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 2 4 4 4 1 4 4 3 4 3 4 4 3 4 2 104
101 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 115
102 2 2 2 2 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 1 4 4 4 2 2 4 2 4 3 2 4 1 2 2 3 89
103 4 4 2 2 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 110
104 4 4 2 2 4 3 3 3 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 108
105 4 4 3 3 4 3 3 3 2 3 2 3 4 2 3 1 4 4 3 3 4 3 4 2 4 4 4 3 2 2 93

108
109

Lampiran 11

Hasil Uji Normalitas

Case Processing Summary


Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
kedisiplinan 105 100.0% 0 0.0% 105 100.0%
hasilbelajar 105 100.0% 0 0.0% 105 100.0%

Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
*
kedisiplinan .059 105 .200 .982 105 .156
*
hasilbelajar .065 105 .200 .961 105 .004
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction
110

Lampiran 12

Hasil Uji Linieritas

Case Processing Summary


Cases
Included Excluded Total
N Percent N Percent N Percent
hasilbelajar * kedisiplinan 105 100.0% 0 0.0% 105 100.0%

ANOVA Table
Sum of df Mean F Sig.
Squares Square
(Combined) 4636.636 35 132.475 6.323 .000
Between Linearity 3795.404 1 3795.404 181.157 .000
hasilbelajar * Groups Deviation
841.232 34 24.742 1.181 .275
kedisiplinan from Linearity
Within Groups 1445.612 69 20.951
Total 6082.248 104
111

Lampiran 13

Hasil Uji Regresi Linier Sederhana

Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered Variables Removed Method
b
1 kedisiplinan . Enter
a. Dependent Variable: hasilbelajar
b. All requested variables entered.

Model Summaryb
Model R R Adjusted R Std. Error of the Durbin-
Square Square Estimate Watson
1 .790a .624 .620 4.71194 2.136
a. Predictors: (Constant), kedisiplinan
b. Dependent Variable: hasilbelajar

ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Regression 3795.404 1 3795.404 170.946 .000b
1 Residual 2286.844 103 22.202
Total 6082.248 104
a. Dependent Variable: hasilbelajar
b. Predictors: (Constant), kedisiplinan

Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 2.685 5.309 .506 .614
1
kedisiplinan .672 .051 .790 13.075 .000
a. Dependent Variable: hasilbelajar
112

lampiran 14

Surat Keterangan Penelitian


113
114
115
116
117
118
119

Lampiran 15

Surat Izin Penelitian


120
121
122

Lampiran 16

Dokumentasi

Pengisian Angket di SDN Senepo

Pengisian Angket di SDN 2 Semawung Daleman


123

Pengisian Angket di SDN 1 Semawung Daleman

Pengisian Angket di SDN Pringgowijayan