Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH KELOMPOK

“TES GOLONGAN DARAH”

NAMA ANGGOTA KELOMPOK 3:

 QUEEN LATHIFAH MANSHUR


 RAHNA AR
 RIDHA NABILA YAMIN
 ASTI ANDHINIA MANGIDI
 AYU ARNITA
 DEVI ABIYAH
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
menganugrahkan banyak nikmat sehingga kami dapat menyusun laporan praktikum
ini dengan baik.

Dalam penyusunan laporan ini, kami menyadari bahwa hasil laporan praktikum ini
masih jauh dari kata sempurna. Sehingga kami selaku penyusun sangat mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari pembaca sekalian.

Akhir kata Semoga laporan praktikum ini dapat memberikan manfaat untuk kelompok
kami khususnya, dan masyarakat Indonesia umumnya.
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Setiap manusia memiliki golongan darah yang berbeda – beda. Ada yang
bergolongan darah A , B , AB dan O. Mengetahui golongan darah mempunyai
beberapa manfaat yang sangat penting. Misalnya dalam keadaan genting, tiba –
tiba kita membutuhkan darah maka kita tidak perlu repot – repot karena kita sudah
mengetahuinya. Golongan darah tersebut dapat diketahui melalui tes golongan
darah. Selain itu, setiap orang juga memiliki waktu koagulan atau waktu
pembekuan darah yang berbeda – beda, ada yang cepat dan ada yang lambat. Dan
setiap orang juga memiliki tensi yang berbeda – beda pula. Tensi manusia dewasa
yang normal adalah 120/80. dalam percobaan kali ini kita akan mencoba untuk
mengetahui itu semua yaitu mngetahui golongan darah, waktu koagulan dan tensi.
1.1 RUMUSAN MASALAH
 menentukan tipe golongan darah seseorang?
1.2 TUJUAN
Mengetahui golongan darah seseorang.

BAB II
METODOLOGI PRAKTIKUM
2.1 WAKTU DAN TEMPAT
Pelaksanaan praktikum dilakukan pada hari kamis 15 November 2018 pada
pukul 8.30. Tempat dilaksanaknan praktikum ini di Ruang Laboratorium Biologi
SMAN 1 KENDARI.
2.2 ALAT DAN BAHAN
 Kaca objek (object glass)
 Blood lancet
 Pengaduk (tusuk gigi)
 Kapas
 Alkohol 70%
 Serum anti-A
 Serum anti-B
 Serum anti-AB
2.3 CARA KERJA
1. Siapkan kaca objek dan blood lancet yang sudah dibersihkan dengan alkohol
70%. Setiap anak harus menggunakan kaca objek dan blood lancet yang
berbeda, tidak boleh dipakai secara bergantian.
2. Bersihkan salah satu jari (biasanya jari tengah) dengan kapas yang dibasahi
dengan alkohol 70%. Bersihkan juga blood lancet yang akan digunakan
dengan alkohol.
3. Tusuklah ujung jari tersebut dengan menggunakan blood lancet, pijat-pijat
ujung jari agar darah mudah keluar.
4. Teteskan pada kaca objek di 4 titik dengan jarak tidak terlalu berdekatan.
Bersihkan lagi ujung jari bekas tusukan dengan alkohol 70%, agar tidak
terkena infeksi.
5. Teteskan 1 tetes serum anti-A, anti-B, anti-AB, dan anti-D (anti-Rho) pada
masing-masing tetesan darah. Aduk darah yang bercampur serum dengan
menggunakan tusuk gigi yang masing-masing berbeda, agar tidak tercampur.
6. Amati dengan cermat, perhatikan ada atau tidaknya penggumpalan.
7. Tentukan tipe golongan darah berdasarkan hasil analisi reaksi
penggumpalan. Catat datanya kedalam tabel.
8. Setelah praktikum selesai, bersihkan kaca objek dengan sabun, bilaslah
dengan air bersih, dan rendam di dalam air panas agar steril.
BAB III
HASIL DAN PERTANYAAN
3.1 TABEL HASIL PENGAMATAN
No ReaksiTerhadap Serum TipeGolongan
Nama
. Anti-A Anti-B Anti-AB Darah
Queen Lathifah
1. - - - O
Manshur
Asti Andhinia
2. - - - O
Mangidi
3. Rahna AR - - - O
Ridha Nabila
4. - - - O
Yamin
5. Ayu Arnita + - - A
6. Devi Abiyah - + - B

3.2 PERTANYAAN
1. Ada berapa tipe golongan darah sistem ABO dan sisitem rhesus yang
dimiliki oleh teman sekelas? Tuliskan tipe golongan darah tersebut.
Jawab: A = 12 orang
B = 3 orang
O = 20 orang
AB = 1 orang

2. Tipe golongan darah sistem ABO manakh yang terbanyak dikelas?


Jawab: Yang terbanyak dikelas adalah golongan darah O

3. Mengapa pada tipe golongan darah O, tidak ada reaksi yang menggumpal?
Jelaskan alasannya.
Jawab: Karena golongan darah O tidak memiliki aglutinogen (antigen) yg
dapat menyebabkan aglutinasi (penggumpalan), sehingga apabila
golongan darah O direaksikan dengan serum anti A, anti B, anti AB
maka tidak akan menggumpal

4. Mengapa pada tipe golongan darah AB, semua reaksi menggumpal?


Jelaskan alasannya.
Jawab: Karena golongan darah AB tidak mempunyai aglutinin, melainkan
mempunyai aglutinogen A dan B.

5. Gambarkan skema transfusi darah pada golongan darah sistem ABO.


Uraikan penjelasannya.
Jawab: Berikut adalah skema transfusi darah A, B, O:
Golongan darah A akan menggumpal saat ditetesi anti-A dan anti-AB, namun
tidak akan menggumpal dengan anti-B.

Golongan darah B akan menggumpal saat ditetesi anti-B dan anti-AB, namun
tidak akan menggumpal dengan anti-A.

Golongan darah AB akan menggumpal saat ditetesi semua antibodi tadi, baik
anti-A, anti-B, maupun anti-AB.

Golongan darah O tidak akan menggumpal saat ditetesi anti-A, anti-B, maupun
anti-AB.

6. Apa yang akan terjadi jika orang yang bergolongan darah AB menerima
transfusi darah dari donor yang bergolongan darah A?

Jawab: Tidak terjadi apa-apa karena golongan darah AB resipien universal


yang tidak memiliki antibody dalam darahnya sehingga dapat menerima
darah dari golongan A , tetapi dalam volume kecil.

7. Apa yang akan terjadi jika orang yang bergolongan darah B menerima
transfusi darah dari donor yang bergolongan darah O?

Jawab: Tidak terjadi apa-apa karena golongan darah O donor universal


yang tidak memiliki aglutinigen untuk digumpalkan dalam darahnya
sehingga dapat diberikan golongan darah B , tetapi dalam volume kecil

8. Jika seseorang memiliki darah Rh-(rhesus negatif) mendapatkan transfusi


dari donor yang memiliki Rh+(rhesus positif), pada awalnya tidak
membahayakan , tetapi transfusi darah Rh+ selanjutnya akan berbahaya,
mengapa? Jelaskan terjadinya kasus tersebut.

Jawab: : Karena darah Rh⁻ akan segera memproduksi aglutinin anti-RhD dan
aglutinin anti-RhD pada resepien yang terbentuk akan bertambah banyak.
Dan kasus yang akan terjadi adalah hemolisis, yaitu pecahnya membran
eritrosit, sehingga hemoglobin terlepas bebas ke plasma darah. Akibatnya
ginjal harusbekerja keras mengeluarkan sisa pecahan sel-sel darah merah

tersebut.
9. Jelaskan akibatnya jika seseorang wanita memiliki darah Rh- mengandung
janin dengan darah Rh+

Jawab: : Tubuh ibu akan secara alamiah membentuk zat anti bodi anti-RhD
untuk melindungi tubuh ibu sekaligus melawan “benda asing” (antigen
RhD darah janin). Akibatnya sel darah merah janin akan pecah dan hancur
(hemolisis) dan kondisi inni bisa menyebabkan kematian janin dalam rahin
atau jika lahir akan menderita eritoblastosis fetalis.
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Golongan darah dikelompokkan menjadi 4, yaitu; A, B, O, dan AB.


Penetapan penggolongan darah didasarkan pada ada tidaknya antigen sel
darah merah A dan B. Individu-individu dengan golongan darah A
mempunyai antigen A yang terdapat pada sel darah merah, individu
dengan golongan darah B mempunyai antigen B, dan individu dengan
golongan darah O tidak mempunyai kedua antigen tersebut.
Hasilnya adalah dua macam reaksi (menjadi dasar antigen A dan B,
dikenal dengan golongan darah A dan B) dan satu macam tanpa reaksi
(tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O). Ada dua
macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan
B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O.
B. SARAN
Ketika praktikum golongan darah, penusukan jarum dilaksanakan
dengan teliti agar tepat ditengah jari sehingga darah tidak melebar ditengah
kuku.
JUDUL KEGIATAN: Tes Golongan Darah

TUJUAN: Mengetahui golongan darah sistem ABO dan rhesus seseorang

ALAT DAN BAHAN:

 Kaca objek
 Blood lancet
 Pengaduk
 Kapas
 Alkohol 70%
 Serum anti-A
 Serum anti-B
 Serum anti-AB

CARA KERJA:

9. Siapkan kaca objek dan blood lancet yang sudah dibersihkan dengan alkohol 70%. Setiap
anak harus menggunakan kaca objek dan blood lancet yang berbeda, tidak boleh dipakai
secara bergantian.
10. Bersihkan salah satu jari (biasanya jari tengah) dengan kapas yang dibasahi dengan alkohol
70%. Bersihkan juga blood lancet yang akan digunakan dengan alkohol.
11. Tusuklah ujung jari tersebut dengan menggunakan blood lancet, pijat-pijat ujung jari agar
darah mudah keluar.
12. Teteskan pada kaca objek di 4 titik dengan jarak tidak terlalu berdekatan. Bersihkan lagi ujung
jari bekas tusukan dengan alkohol 70%, agar tidak terkena infeksi.
13. Teteskan 1 tetes serum anti-A, anti-B, anti-AB, dan anti-D (anti-Rho) pada masing-masing
tetesan darah. Aduk darah yang bercampur serum dengan menggunakan tusuk gigi yang
masing-masing berbeda, agar tidak tercampur.
14. Amati dengan cermat, perhatikan ada atau tidaknya penggumpalan.
15. Tentukan tipe golongan darah berdasarkan hasil analisi reaksi penggumpalan. Catat datanya
kedalam tabel.
16. Setelah praktikum selesai, bersihkan kaca objek dengan sabun, bilaslah dengan air bersih,
dan rendam di dalam air panas agar steril.

TABEL HASIL PENGAMATAN


NO NAMA GSCDSYF
1. QUEEN