Anda di halaman 1dari 4

USAHA DAGANG(UD)

Perusahaan perseorangan atau biasa juga dikenal dengan usaha dagang (UD), merupakan
bentuk usaha yang paling sederhana karena pengusahanya hanya satu orang, yang di
maksud dalam pengusaha disini adalah orang yang memiliki perusahaan. Sumber hukum
dalam usaha dagang ini adalah kebiasaan dan yurisprudensi, karena belum terdapat
pengaturan yang resmi dalam suatu undang-undang yang khusus mengatur tentang usaha
dagang, Namun dalam praktek usahanya di masyarakat telah diakui keberadaannya.

perusahaan yang membeli barang dagangan dari pemasok dan menjualnya kembali
kepada pelanggan tanpa diproses terlebih dahulu atau tanpa diubah bentuknya. Bentuk
perusahaan dagang, antara lain supermarket, penyalur atau distributor, retailer, dan
pengecer.

Syarat Pendirian dan Perijinan UD

1. Asli kartu nama pemilik/penanggung jawab usaha


2. Copy kartu nama pemilik/penanggung jawab usaha
Perbedaan Bentuk Perusahaan

1. Bentuk Perusahaan Nomor 1 yang paling populer di Indonesia

2. Banyak digunakan untuk kegiatan usaha Kecil, Menengah atau Besar.

1 PT 3. PT adalah bentuk perusahaan yang berbadan hukum.

1. Bentuk perusahaan Nomor 2 yang banyak digunakan oleh UKM-usaha kecil dan
menengah.

2 CV 2. CV adalah badan usaha bukan badan hukum seperti PT.

1. Umumnya dibentuk dan didirikan oleh orang yang memiliki profesi sama atau saling
berkaitan.

3 Firma 2. Firma adalah badan usaha bukan badan hukum seperti PT.
1. Kalau untung, dinikmati sendiri, demikian juga kalo rugi, keputusan pun di buat
4 UD sendiri.

Perbedaan Dasar Hukum Pendirian Perusahaan

1. Pendirian PT harus sesuai dengan Undang-Undang PT Nomor 40 Tahun


1 PT 2007 tentang Perseroan Terbatas.

1. Belum ada Undang-Undang yang secara khusus mengatur tentang Pendirian


2 CV CV.

1. Belum ada Undang-Undang yang secara khusus mengatur tentang Pendirian


3 Firma Firma.

1. Belum ada Undang-Undang yang secara khusus mengatur tentang Pendirian


4 UD UD.

Perbedaan dalam Modal Perusahaan

 Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 modal dasar perseroan ditentukan


sebagai berikut:

 Modal dasar minimal Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

 Ketentuan minimal modal dasar tersebut dapat ditentukan lain oleh Undang-undang
atau Peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan kegiatan usaha tersebut di
Indonesia.

 Dari modal dasar tersebut minimal 25% atau sebesar Rp. 12.500.000,- harus sudah
ditempatkan dan disetor oleh Para Pendiri Perseroan selaku Pemegang Saham
Perseroan.
Sumber Modal:

1 PT  Pemilik modal dapat bersumber dari swasta (individu, badan usaha), dari pemerintah
pusat, pemerintah daerah, warga negara asing, badan usaha asing atau pemerintah
asing

 Didalam Akta CV tidak disebutkan besarnya Modal Dasar, Modal ditempatkan atau
Modal disetor.
Artinya;

 Tidak ada kepemilikan saham didalam anggaran dasar CV.

 Besarnya penyetoran modal ditentukan dan dicatat sendiri secara terpisah oleh para
pendiri.

 Bukti penyetoran modal oleh para pendiri yang terdiri dari Pesero Aktif dan Pesero
Pasif dapat dibuat perjanjian sendiri yang disepakati oleh masing-masing pihak

 umber Modal:

2 CV  Pemilik modal adalah Swasta

 Didalam Akta Firma tidak disebutkan besarnya Modal Dasar, Modal ditempatkan atau
Modal disetor
Artinya:

 Tidak ada kepemilikan saham didalam anggaran dasar Firma.

 Besarnya penyetoran modal ditentukan dan dicatat sendiri secara terpisah oleh para
pendiri.

 Bukti penyetoran modal oleh para pendiri yang terdiri dari sekutu firma dapat dibuat
perjanjian sendiri yang disepakati oleh masing-masing pihak
Sumber Modal:

3 Firma  – Pemilik modal adalah Swasta

4 UD  Modal 100% dari sendiri

Perbedaan Proses Pendirian Perusahaan


1. Pemakaian nama PT harus mendapatkan persetujaun Menteri terlebih dahulu untuk
bisa digunakan.

2. Minimal didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih.

3. Pendirian PT harus dibuat dengan Akta Otentik yang memuat anggaran dasar
perseroan dan dibuat oleh Notaris.

1 PT 4. Akta Pendirian PT harus mendapatkan Pengesahan Menteri Hukum & HAM RI

1. Pemakaian nama CV tidak perlu mendapatkan persetujuan dari Menteri.

2. Minimal didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih.

3. Pendirian CV harus dibuat dengan Akta Otentik yang memuat anggaran dasar
perseroan dan dibuat oleh Notaris.

2 CV 4. Akta pendirian CV cukup didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat.

1. Pemakaian nama Firma tidak perlu mendapatkan persetujuan dari Menteri.

2. Minimal didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih.

3. Pendirian Firma dapat dibuat dengan Akta Notaris atau tanpa Akta.

3 Firma 4. Akta pendirian Firma cukup didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat

1. mengajukan permohonan untuk meminta izin usaha kepada Kepala Kantor Wilayah
Departemen Perindustrian dan Perdagangan setempat;

2. mengajukan permohonan untuk meminta izin tempat usaha kepada Pemerintah Daerah
4 UD setempat.