Anda di halaman 1dari 7

Analisis SWOT adalah indentifikasi beberapa faktor secara sistematis

untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang

dapat memaksimalkan kekuatan (Strenghts) dan peluang (Opportunities), namun

secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman

(Threats). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan

pengembangan misi, tujuan, strategis (strategic planner) harus menganalisis

faktor-faktor strategis perusahaan dalam kondisi yang ada pada saat ini. Hal ini

disebut Analisis Situasi. Model yang paling popular untuk analisis situasi adalah

Analisis SWOT. SWOT adalah singkatan dari lingkungan internal; Strenghts dan

Weaknesses serta lingkungan eksternal; Opportunities dan Threats.

SWOT selain dapat digunakan pada perusahaan bisnis, dapat juga

digunakan pada manajemen sekolah dalam menghadapi tantangan maupun

peluang yang ada di era globalisasi ini.. Penerapan SWOT pada instansi

pendidikan tersebut dapat mendorong kemajuan manajemen sekolah.

harus diwaspadai. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S), harus selalu

memiliki satu pasangan Weakness (W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O)

harus memiliki satu pasangan satu Threath (T).

Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan

dipasangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. Penilaian

dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing -masing subkomponen,

dimana satu subkomponen dibandingkan dengan subkomponen yang lain dalam

komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal. Subkomponen yang lebih

menentukan dalam jalannya organisasi, diberikan skor yang lebih besar. Standar
penilaian dibuat berdasarkan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar

subyektifitas penilaian.

2. Model Kualitatif

Urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif, tidak berbeda jauh dengan

urut-urutan model kuantitatif, perbedaan besar diantara keduanya adalah pada

saat pembuatan subkomponen dari masing-masing komponen. Apabila pada

model kuantitatif setiap subkomponen S memiliki pasangan subkomponen W,

dan satu subkomponen O memiliki pasangan satu subkomponen T, maka dalam

model kualitatif hal ini tidak terjadi. Selain itu, Subkomponen pada masing-

masing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan

satu sama lain. Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram

Cartesian, karena mungkin saja misalnya, Subkomponen S ada sebanyak 10

buah, sementara subkomponen W hanya 6 buah.

Sebagai alat analisa, analisis SWOT berfungsi sebagai panduan

pembuatan peta. Ketika telah berhasil membuat peta, langkah tidak boleh

berhenti karena peta tidak menunjukkan kemana harus pergi, tetapi peta dapat

menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan

tertentu. Peta baru akan berguna jika tujuan telah ditetapkan.

3. Visi

Langkah awal dalam perumusan strategi (Strategy Formulation) adalah

penetapan visi. Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang

realistic dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu . Visi harus dapat

memberi kepekaan yang kuat tentang area focus bisnis. Hal ini lebih lanjut

diungkapkan oleh Hax dan Majluf dalam Akdon (2007 : 95), bahwa visi adalah

pernyataan yang merupakan sarana untuk:

1. Mengkomunikasikan alas an keberadaan organisasi dalam arti tujuan dan


tugas pokok.

2. Memperlihatkan framework hubungan antara organisasi dengan

stakeholders (sumber daya manusia organisasi, konsumen/citizen, pihak

lain yang terkait).

3. Menyatakan sasaran utama kinerja organisasi dalam arti pertumbuhan

dan perkembangan.

Pernyataan visi perlu diekspresikan dengan baik agar mampu menjadi tema

yang mempersatukan semua unit dalam organisasi, menjadi media komunikasi

dan motivasi semua pihak, serta sebagai sumber kreativitas dan inovasi

organisasi. Kriteria-kriteria pembuatan visi meliputi:

1. Visi bukanlah fakta, tetapi gambaran pandangan idial masa depan yang

ingin diwujudkan.

2. Visi dapat memberikan arahan mendorong anggota organisasi untuk

menunjukkan kinerja yang baik.

3. Dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangan.

4. Gambaran yang realistik dan kredibel dengan masa depan yang menarik.

5. Sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya.

Suatu visi akan menjadi realistik, dapat dipercaya, menyakinkan, serta

mengandung daya tarik, maka dalam proses pembuatannya perlu melibatkan

semua stakeholders. Selain keterlibatan semua pihak, visi perlu secara intensif

dikomunikasikan kesemua anggota organisasi sehingga mereka merasa sebagai

pemilik visi tersebut. Selain itu visi dibuat dalam kalimat yang singkat agar

mudah diingat dan dijadikan komitmen

Contoh Visi:

MENJADIKAN SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG SEBAGAI SEKOLAH


BERTARAF INTERNASIONAL YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN TAHUN 2011

Indikator:

1. Unggul dalam disiplin

2. Unggul dalam keagamaan/berakhlak mulia

3. Unggul dalam KBM

4. Unggul dalam perolehan Ujian Nasional (UN) dan Ujian SEkolah (US)

(output)

5. Unggul dalam memenangkan persaingan UMPT (Outcome)

6. Unggul dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja

7. Unggul dalam lomba Olimpiade Sains

8. Unggul dalam Lomba Kreatifitas Siswa

9. Unggul dalam Penguasaan Bahasa Inggris

10. Unggul dalam Penguasaan Teknologi Informasi

2. Misi

Visi yang telah kita peroleh harus kita terjemahkan kedalam guidelines

yang lebih pragmatis dan kongkrit yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam

pengembangan strategi dan aktivitas dalam organisasi. Untuk hal itu dibutuhkan

misi. Pernyataan dalam misi lebih tajam dan lebih detail jika dibandingkan

dengan visi. Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai oleh

organisasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan di masa yang akan datang.

Pernyataan misi mencerminkan tentang segala sesuatu penjelasan yang akan

ditawarkan yang sangat diperlukan oleh masyarakat untuk pencapaian misi.

Pernyataan misi memperlihatkan tugas utama yang harus dilakukan

organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam pernyataan misi


terkandung definisi yang jelas tentang pekerjaan atau tugas pokok yang diemban

suatu organisasi dan yang diinginkan dalam kurun waktu tertentu. Pernyataan

misi menunjukkan dengan jelas arti penting eksistensi organisasi, karena misi

mewakili alasan dasar untuk berdirinya organisasi. Banyak organisasi gagal

karena pernyataan misi yang dirumuskan hanya memperhatikan kepentingan

dirinya sendiri dan mengabaikan kepentingan masyarakat pelanggan maupun

stakeholder. Oleh karena itu, misi harus jelas menyatakan kepedulian organisasi

terhadap kepentingan pelanggan.

Pernyataan misi harus:

1. Menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh

organisasi dan bidang kegiatan utama dari organisasi yang bersangkutan.

2. Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk

mencapainya.

3. Mengandung partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang

utama yang digeluti organisasi tersebut.

Pernyataan misi yang jelas akan memberi arahan jangka panjang sehingga

memberikan stabilitas manajemen dan kepemimpinan organisasi. Misi berubah

apabila kehendak organisasi berubah atau karena adanya validasi

langkah/komponen manajemen strategik yang lain. Pernyataan misi

mencerminkan tentang segala sesuatu untuk mencapai visi.

Kriteria pembuatan misi meliputi:

1. Penjelasan tentang bisnis/produk atau layanan yang ditawarkan yang

sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

2. Harus jelas memiliki sasaran publik yang akan dilayani.

3. Kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan memiliki daya saing yang

meyakinkan masyarakat.
4. penjelasan aspirasi bisnis yang diinginkan pada masa datang juga

manfaat dan keuntungan bagi masyarakat dengan produk dan pelayanan

yang tersedia.

Contoh Misi:

1. Menerapkan disiplin tinggi dalam segala kegiatan

2. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan

budaya bangsa

3. Menerapkan pelaksanaan evaluasi atau penilaian hasil belajar secara

konsisten dan berkesinambungan

4. Mengoptimalkan pembinaan dalam pembuatan karya tulis ilmiah

5. Mengoptimalkan pembinaan secara insentif guna menghadapi persaingan

Dalam era globalisasi

6. Menerapkan penggunaan bahasa Inggris dalam komunikasi antar warga

sekolah

7. Mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi

8. Memanfaatkan lingkungan hidup sebagai media pembelajaran

3. Tujuan

Dalam kerangka pikir manajemen strategik, tujuan harus merupakan

target-target yang bersifat kuantitatif dari suatu organisasi. Pencapaian tujuan

merupakan ukuran dari keberhasilan kinerja faktor-faktor kunci keberhasilan

Selanjutnya, setelah sasaran/tujuan telah ditentukan barulah dirumuskan

program kerja. Program ini dapat dijabarkan targetnya, segmentasinya dan

strategi aksi yang akan digunakan. Sebuah program kerja dapat dikatakan

sebagai sebuah program yang lengkap apabila telah mampu menerangkan visi,
misi, tujuan serta gambaran pelaksanaan yang berupa target, segmentasi dan

strategi aksi yang dipilih.

Pelaksanaan akan diikuti dengan proses evaluasi. Yang digarisbawahi

disini adalah peran analisa SWOT dalam melakukan penilaian kesesuaian

konsep dan pelaksanaan program saat program berjalan maupun di akhir

program sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan penilaian yang obyektif dan

berkesinambungan.

6. KAITAN ANALIS SWOT DENGAN VISI DAN MISI ,TUJUAN DAN

PROGRAM

Analisis SWOT itu digunakan sebagai dasar untuk menerjemahkan visi,

misi, dan tujuan sehingga menjadi program kegiatan yang lebih operasional.

Hubungan fungsional antara visi, misi, tujuan, program, dan kegiatan dapat

digambarkan sebagai berikut:

Bagan: Hubungan antara visi, misi, dan tujuan organisasi

Sekolah yang melaksanakan harus membuat rencana pengembangan

sekolah. Rencana pengembangan sekolah pada umumnya mencakup

perumusan visi, misi, tujuan sekolah dan strategi pelaksanaannya.

Sedangkan

rencana kerja tahunan sekolah pada umumnya meliputi pengindentifikasian

sasaran sekolah (tujuan situasional sekolah), pemilihan fungsi-fungsi sekolah

yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah diidentifikasi, analisis

SWOT, langkah-langkah pemecahan persoalan, dan penyusunan rencana dan

program kerja tahunan sekolah