Anda di halaman 1dari 6

Realisasi Anggaran Publik

1. Teori dalam realisasi anggaran publik

Realisasi anggaran merupakan proses pelaksanaan segala sesuatu yang telah


direncanakan dan dianggarkan oleh organisasi publik. Bagi manajer atau pengelola organisasi,
isu utama dalam proses realisasi anggaran adalah kualitas yang kemudian menjadi senjata
dalam menghadapi persaingan. Namun tidak berarti manajer mengabaikan penghapusan
penting antara kualitas dan biaya serta waktu dan fleksiblitas. Kualitas merupakan bagian
yang diukur melalui seberapa dekat hal ini dalam menyesuaikan spesifikasi (desain kinerja
tinggi).
Tiga Perspektif dalam pengelolaan operasi atau realisasi anggaran
1. Realisasi anggaran sebagai fungsi
Operasi adalah salah satu dari berbagai fungsi dalam organisasi . Tugas dan tanggung jawab
bagian dalam organisasi .
2. Realisasi anggaran sebagai penunjang karir
Operasi telah menjadi tingkatan karier menuju posisi manajemen yang lebih tinggi dengan
baik
3. Realisasi anggaran sebagai perangkat keputusan
Pembuatan keputusan merupakan aspek yang sangat penting bagi seluruh aktivitas
manajemen.

2. Sistem realisasi anggaran publik


3. Siklus realisasi anggaran publik
4. Teknik realisasi anggaran publik

4.1. Peramalan
Proses memperkirakan kejadian di masa depan

Karakteristik Permintaan
FAKTOR EKSTERNAL FAKTOR INTERNAL
PEREKONOMIAN NEGARA DESAIN PRODUK
TINDAKAN PEMERINTAH HARGA DAN PROMOSI IKLAN
SELERA KONSUMEN DESAIN PENGEMASAN
CINTA PRODUK OLEH BATASAN PENJUALAN ATAU
MASYARAKAT INSENTIF
TINDAKAN PESAING PERLUASAN
KETERSEDIAAN & BIAYA BAURAN PRODUK
PRODUK PELENGKAP
KEBIJAKAN JAMINAN SIMPANAN

Pada saat sistem peramalan permintaan , manajer harus menetapkan


1. Apa yang harus diramalkan?
2. Perangkat apa yang digunakan?
3. Bagaimana system dapat membantu pembuatan keputusan manajerial?

4.2. Manajamen bahan


Manajemen bahan terkait erat dengan persediaan, tingkatan produksi, pola pegawai,
jadwal dan distribusi. Pembelian bahan merupakan manajemen proses perolehan yang
melibatkan keputusan tentang penjajakan penggunaan, kontrak negoisasi dan pemutusan
pembelian. Distribusi merupakan manajemen aliran bahan dari bagian pembuatan ke
pengguna atau masyarakat yang melibatkan bagian penyimpanan dan transportasi.

4.3. Sistem persediaan


Kunci utama pengelolaan persediaan adalah apakah item pokok yang diminta independen
atau dependen. Economic order quantity merupakan ukuran bagian yang meminimalkan
biaya penggunaan dan pemesanan seluruh persediaan tahunan. Hal ini didasarkan pada
asumsi:
1. Tingkat permintaan item bersifat konstan.
2. Item produksi atau dibeli dalam bagian , dimana pemesanan item diterima sekaligus.
3. Ada dua biaya yang relevan.
4. Keputusan untuk satu item dapat dibuat secara bebas.
5. Tidak ada ketentuan dalam permintaan.

4.4. Sistem produksi


Strategi perencanaan yang bertujuan untuk memilih alternative tertentu yang akan
digunakan organisasi dalam sistem produksi. Proses Perencanaan produksi dimulai dari
tahap:
1. Menetapkan permintaan untuk perencananaa ke depan.
2. Mengidentifikasi alternative, keterbatasan dan biaya.
3. Mempersiapkan rencana prospektif untuk perencanaan ke depan.
4. Apakah rencana dapat diterima?
5. Melaksanakan keputusan untuk periode pertama dari perencanaan.
6. Menuju periode berikutnya.

4.5. Perencanaan SDM


Rencana SDM bertujuan melayani organisasi terkait dengan rencana produksi.
Perencanaan SDM berperan penting dalam pencapaian organisasi. Strategi perencanaan
bertujuan memilih alternatif tertentu yang akan digunakan organisasi dalam perencanaan
SDM. Dalam perencanaan SDM, perencanaan seorang perencana menyangkut permintaan
SDM bagi masing-masing kelompok SDM didasarkan pada penilaian sejarah permintaan
atau penilaian pendapat dan jaminan simpanan yang ada untuk pelayanan.

4.6. Penjadwalan
Proses penjadwalan produksi dimulai dengan penggunaan perencanaan produksi yang
telah disahkan oleh organisasi sebagai dasar pengembangan skedul prospektif produk/jasa.
Proses pengembangan skedul induk produksi termasuk penghitungan proyeksi persediaan
yang ada, penetapan waktu dan ukuran kuantitas skedul induk organisasi
1. Penghitungan proyeksi yang ada.
2. Penetapan waktu dan ukuran kuantitas skedul induk.
3. Penghitungan kuantitas yang dijanjikan.

4.7. Pengendalian
Pengendalian yang dimaksud disini adalah pengendalian kualitas yang berfokus pada
pencegahan permasalahan kualitas. Dimana ditekankan bahwa publik harus ikut
mengupayakan peningkatan kualitas dari sektor publik.
Tahap pertama yang harus dilakukan manajemen adalah menggunakan TQC ( Total
Quality Control ). Dimana menajer berada pada tingkat pertama, lalu di tingkat kedua
yaitu operasional. Sehingga seluruh karyawan bertanggung jawab atas kualitas dari output.
Pelaksanaan TQC ada 7 tahapan :
1. Memeriksa barang jadi dan memecahkan masalah yang muncul
2. Meliputi jaminan kualitas selama produksi
3. Mengembangkan usaha seluruh bagian
4. Berfokus pada pelatihan dan pendidikan seluruh pegawai
5. Kelima dan enam, dimulai dengan menghubungkan produk dan proses merancang
kualitas yang baik
6. Kebutuhan dan keinginan pengguna akan diterjemahkan ke tahap operasional

4.8. Keuangan
Banyak keputusan menyangkut relalisasi anggaran melibatkan investasi dengan modal
besar. Sebagian besar asset organisasi memiliki fungsi operasi. Oleh karena itu pengelola
organisasi harus mencari proyek yang menghasilkan modal besar dan memperkirakan
biaya keuntungan serta resiko.
Teknik analisis
1. Net present value method
Mengevaluasi investasi dengan membandingkan nilai sekarang dari arus kas setelah
dikurangi pajak dengan jumlah investasi awal.
2. Payback method
Menentukan berapa waktu yang dilalui sebelum seluruh arus kas setelah dipotong pajak
akan sama atau dibayar kembali investasi.

4.9. Pemasaran produk/jasa


Pemasaran produk/jasa dari proses produksi organisasi. Pemasaran yang baik akan
mengalirkan pendapat organisasi secara maksimal, bahkan dapat melebihi target organisasi
yang bersangkutan.

4.10. Pemberian jasa


Merupakan produk organisasi selain yang berwujud barang . Pada kegiatan umum
pemberian jasa, tahap persiapan yaitu kegiatan merencanakan pelayanan, kedua tahap
proses pelaksanaan pemberian jasa kepada pengguna, ketiga tahap penyelesaian.
Contoh pemberian jasa
- Pemberian layanan pendidikan dan kesehatan oleh pemerintah.
- Pemberian pndidikan politik oleh partai politik.
- Penyebaran wacana mengenai gender, kesehatan dan reproduksi oleh LSM.

4.11. Kualitas (kinerja)


Untuk mencapai kualitas atau kinerja produk/jasa organisasi, kegiatan yang harus
dilakukan pertama kali adalah merencanakan kualitas produk/jasa, tahap kedua proses
pelaksanaa kualits atau kinerja terdiri dari kegiatan pengendalian atas batas kualitas, pada
tahap penyelesaian kegiatan yang dilakukan untuk memastikana bahwa kualitas yang
seusai dengan permintaan pasar atau pengguna produk/jasa telah terpenuhi.
5. Contoh realisasi anggaran di organisasi sektor publik
a. Pemerintah
Pemerintah memenuhi amanah konstitusi (UUD 1945) yang mengharuskan anggaran
pendidikan sebesar 20 persen dari total APBN maupun APBD yang dimulai sejak tahun
2009.
contoh dalam anggaran yang dibuat oleh pemerintah daerah terdapat anggaran untuk
bantuan pengaspalan jalan. Lalu jalan tersebut akhirnya diaspal.
b. LSM
Contohnya belanja LSM
c. Yayasan
Contohnya perencanaan investasi dalam bidang keuangan
d. Partai Politik
Sebagai contoh memberikan pendidikan politik bagi konstituen, dilakukan melalui
pelatihan bagi kader partai atau pertemuan dengan konstituen yang sebelumnya sudah
dianggarkan.